en
Feedback
Phillip Sekuritas Indonesia Research

Phillip Sekuritas Indonesia Research

Open in Telegram

PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Show more

📈 Analytical overview of Telegram channel Phillip Sekuritas Indonesia Research

Channel Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) in the Indonesian language segment is an active participant. Currently, the community unites 12 569 subscribers, ranking 9 674 in the Economy & Finance category and 5 580 in the Indonesia region.

📊 Audience metrics and dynamics

Since its creation on невідомо, the project has demonstrated rapid growth, gathering an audience of 12 569 subscribers.

According to the latest data from 28 July, 2026, the channel demonstrates stable activity. Although there has been a change in the number of participants by -20 over the last 30 days and by 4 over the last 24 hours, overall reach remains high.

  • Verification status: Verified (Officially confirmed by Telegram)
  • Engagement rate (ER): The average audience engagement rate is 6.77%. Within the first 24 hours after publication, content typically collects 5.18% reactions from the total number of subscribers.
  • Post reach: On average, each post receives 851 views. Within the first day, a publication typically gains 651 views.
  • Reactions and interaction: The audience actively supports content: the average number of reactions per post is 1.
  • Thematic interests: Content is focused on key topics such as iran, y/y, senjata, idr, saham.

📝 Description and content policy

The author describes the resource as a platform for expressing subjective opinions:
PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Thanks to the high frequency of updates (latest data received on 29 July, 2026), the channel maintains relevance and a high level of publication reach. Analytics show that the audience actively interacts with content, making it an important point of influence in the Economy & Finance category.

12 569
Subscribers
+424 hours
+117 days
-2030 days
Posts Archive
Topik: Talk & Trade Hari/Tanggal: Rabu, 29 Juli 2026 Waktu: 13:30 WIB - selesai Lokasi: Zoom Webinar Biaya: Gratis Silakan me
Topik: Talk & Trade Hari/Tanggal: Rabu, 29 Juli 2026 Waktu: 13:30 WIB - selesai Lokasi: Zoom Webinar Biaya: Gratis Silakan mendaftar melalui link berikut: https://link.poems.id/educlass290726 (Mohon menggunakan data yang valid saat melakukan pendaftaran) Informasi jadwal kelas edukasi lainnya dapat diakses melalui aplikasi POEMS MOBILE (menu Online Seminar ) atau kunjungi website Phillip Sekuritas Indonesia : https://www.phillip.co.id/Aktivitas/Jadwal .

Prediksi (July 29, 2026) Bearish Support: 6,050; Resistance: 6,350 Wallstreet Overnight Indeks saham di Asia Rabu pagi (29/7) di buka beragam (mixed) mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam menjelang rilis laporan keuangan Apple dan sejumlah perusahaan raksasa Teknologi lainnya serta mengantisipasi keputusan suku bunga dari bank sentral AS (Federal Reserve). DJIA berhasil memperpanjang rangkaian kenaikan menjadi tiga hari beruntun ditopang oleh rilis laporan keuangan 2Q26 yang memuaskan dari Boeing dan Coca-Cola, penurunan harga minyak mentah, dan rotasi keluar dari sektor semikonduktor ke sektor-sektor lainnya, terutama Layanan Kesehatan (Health Care) dan Keuangan (Financials). PHLX Semiconductor Index turun 4.49% dan sudah jatuh 25% dari level penutupan tertingginya yang tercatat di tanggal 22 Juni namun masih menguat 56% di tahun 2026 ini Investor menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve malam ini, dengan ekspektasi suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) akan dipertahankan di kisaran 3.5% hingga 3.75%. Bursa kontrak berjangak (Futures) melihat 71% probabilitas Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga FFR dan 29% peluang kenaikan suku bunga FFR sebesar 25 basis poin. Untuk bulan September, pelaku pasar melihat 76% peluang kenaikan suku bunnga FFR. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dapat semakin menekan perusahaan-perusahaan terkait dengan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin bergantung pada skema pembiayaan melalui utang. Dari sisi ekomomi, data Consumer Confidence Index (CCI) AS turun ke level 90,8 di bulan Juli dari level 92,2 pada bulan sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi pasar yang berada di 92.4, karena memburuknya penilaian terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini. Di pasar obligasi, imbal hasil (yiled) surat utang Pemerintah AS 9US Treasury note) bertenor 10 Tahun merosot lebih dari 3 bps menjadi 4.61% seiring dengan penurunan tajam harga minyak mentah. News SUPA reported a 790.73% increase in net income to IDR 182.6 billion in the first half of 2026. MGLV will conduct a rights offering of 285.73 million shares with a par value of IDR 20 per share. PGEO reported a 15.47% increase in net income to USD 79.62 million in the first half of 2026. Technical Recommendations (Swing Trading) AGII Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bullish Trading Buy : 2890 Target Price 1 : 3020 (+4.36%) Target Price 2 : 3130 Stop Loss : 2770 (-4.22%) DSNG Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 1305 Target Price 1 : 1395 (+7.61%) Target Price 2 : 1460 Stop Loss : 1220 (-6.38%) *Disclaimer: Investasi dan perdagangan saham mengandung resiko tinggi. Setiap keputusan transaksi saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor. Segala tulisan, materi, dan informasi, baik verbal maupun tertulis yang dibuat oleh bagian riset Phillip Sekuritas Indonesia merupakan hasil riset internal yang independent tanpa dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan saran, rekomendasi, usulan, anjuran, maupun paksaan untuk melakukan transaksi. Investor sangat dihimbau untuk melakukan analisa dan pengambilan keputusan perdagangan atau investasi saham dengan pertimbangan yang penuh kehati-hatian.

🔴 Live Phillip Morning Market Call juga dapat diakses melalui: 👉🏻Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

Update July 29, 2026: - 08.23 WIB 🔴 Suspend: XIIC, BKDP, ALKA 🟢 Unsuspend: - 🟡 UMA: BEEF, KDTN, BAJA 🔴 FCA IN: - 🟢 FCA OUT: FLMC, AIMS

Selamat pagi😁,    Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.    Zoom : bit.ly/PhillipWebinar2

📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review 28 July 2026   Indeks saham di Asia Selasa sore (28/7) mayoritas ditutup melemah, dipimpin oleh KOSPI (-10.8%) dan dipicu oleh aksi jual besar-besaran atas saham perusahaan pembuat chip komputer di tengah kekhawatiran bahwa ledakan (booming) Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) mungkin akan menjadi gelembung (bubble).   Salah satu faktor utama yang mendorong aksi jual pada saham terkait AI adalah ekspektasi bahwa persaingan yang semakin ketat dari perusahaan rintisan (startup) AI dan produsen chip Tiongkok dapat melemahkan keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan global terkemuka yang harga sahamnya telah meroket dalam beberapa bulan terakhir.   Singkatnya, para pelaku pasar melakukan akksi jual untuk mengamankan keuntungan (profit taking) yang sudah diperoleh dari reli berkepanjangan pada saham-saham berkaitan dengan AI.   Publikasi berita teknologi The Information menyebutkan bahwa Shanghai Yuliangsheng, sebuah perusahaan BUMN Tiongkok telah memulai produksi massal mesin lithografi Deep Ultraviolet (DUV) buatan dalam negeri untuk produsen chip memory komputer seperti SMIC, Hua Hong dan CXMT.   Mesin lithografi DUV ini digunakan untuk mencetak pola sirkuit yang sangat kecil ke wafer silicon.   Langkah ini mengurangi ketergantungan Tiongkok pada perusahaan asal Belanda, ASML yang selama ini mendominasi teknologi lithografi DUV di dunia Para analis di Korea Selatan memperkirakan kesenjangan memori berbandwidth tinggi (high-bandwidth memory) antara CXMT dan produsen dari Korea Selatan telah menyempit menjadi tiga tahun dari perkiraan sebelumnya yang melebihi lima tahun.   Oleh karena itu, penyempitan ini mengancam kesepakatan chip AI yang telah ditandatangani oleh SK Hynix dan Samsung Electronics dengan perusahaan-perusahaan raksasa di AS.   Sebenarmnya, reli saham bertema AI sudah mulai kehabisan bensin dalam beberapa minggu terakhir karena kekhawatiran tentang jumlah uang yang sudah diinvestasikan dalam pengembangan AI, yang memicu pertanyaan tentang kapan investasi itu akan benar-benar mulai menghasilkan keuntungan, sementara valuasi sagam-saham terkait AI yang sudah terlalu tinggi juga menimbulkan keraguan tersendiri.   📌 Statistik  IHSG: 6,130.58 | -55.195 poin | (-0.89%)   Volume (Shares) : 25.456 Billion  Total Value (IDR) : 10.921 Trillion Market Cap (IDR) : 10,775.760 Trillion Saham naik : 265 Saham turun : 360   📊 Sektor Penekan (Bloomberg) Energy         : -10.963 poin Finansial      : -6.400 poin Property       : -4.311 poin   Top Gainers: GGRM :18,350 | +800 | +4.56% POLU :12,575 | +575 | +4.79% ALKA : 1,715 | +340 | +24.73% RLCO : 5,050 | +270 | +5.65% GMTD : 1,400 | +160 | +12.90%   Top Losers: MPRO :12,575 | -2150| -14.90% PGUN : 7,525 | -575 | -7.10% ARKO : 4,600 | -525 | -10.24%   SMMA :20,000 | -500 | -2.44% SINI : 7,225 | -475 | -6.17%   Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.   Melalui Zoom Webinar:  https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Prediksi IHSG (July 28, 2026) Bearish Support: 6,050; Resistance: 6,350 Indeks saham di Asia Selasa pagi (28/7) dibuka melemah dipimpin oleh KOSPI (-8.04%), Nikkei 225 (-4.29%) dan TAIEX (-3.95%) meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup beragam (mixed) dengan NASDAQ yang turun karena tertekan oleh aksi jual atas saham-saham semikonduktor. Berita bahwa Nvidia sedang bernegosiasi untuk mendukung pendanaan sebesar USD250 miliar bagi OpenAI untuk menyewa daya komputasi terkait proyek pusat data di AS telah membangkitkan kekhawatiran tentang pembiayaan sirkular (Circular Financing), yaitu pengaturan di mana pemasok juga merupakan investor utama bagi pelanggan mereka. Kekhawatiran akan Circular Financing antara produsen chip seperti Nvidia dan pengembang AI yang membeli peralatannya, seperti OpenAI, menambah sumber kekhawatiran terhadap sektor Teknologi yang sebelumnya berasal dari keberlanjutan permintaan, valuasi yang terlampau tinggi, dan beban utang yang membengkak. Pada saat yang sama, kekhawatiran bahwa Tiongkok mungkin memenangkan perlombaan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga menambah tekanan pada sektor Teknologi. Beredar berita bahwa sebuah perusahaan BUMN Tiongkok mulai memproduksi secara massal peralatan utama pembuatan DUV (Deep Ultraviolet) chip, sehingga memicu aksi jual di saham ASML. Investor juga mengantisipasi gelombang rilis laporan keuangan minggu ini, termasuk laporan dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta Platforms, Apple dan Amazon dengan fokus tertuju pada panduan (guidance) belanja modal (Capex) dan monetisasi AI. Sekecil apa pun indikasi perlambatan Capex perusahaan-perusahaan tersebut akan memicu aksi jual atas saham-saham produsen semikonduktor. Dari sisi ekonomi, bank sentral AS (Federal Reserve) akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu. Investor memperkirakan Federal Rezerve akan tetap mempertahankan suku bunga acuan Federal Fund Reserve (FFR) bulan ini namun akan mencari kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Terkini, bursa berjangka memperkirakan kenaikan suku bunga FFR sebesar 25 bps pada bulan September. Berita PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 22.48% menjadi IDR 1.15 triliun di semester I 2026. PT Temas Tbk (TMAS) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 54.27% menjadi IDR 441.57 milar di semester I 2026. PT Gajah Tunggal Perkasa Tbk (GJTL) mencatat peningkatan laba bersih sebesar 76.77% menjadi IDR 796.36 miliar di semester I 2026. Technical Recommendations (Swing Trading) BBCA Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 6275 Target Price 1 : 6500 (+3.59%) Target Price 2 : 6600 Stop Loss : 6100 (-2.79%) MARK Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bullish Trading Buy : 980 Target Price 1 : 1020 (+4.08%) Target Price 2 : 1055 Stop Loss : 945 (-3.57%) *Disclaimer: Investasi dan perdagangan saham mengandung resiko tinggi. Setiap keputusan transaksi saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor. Segala tulisan, materi, dan informasi, baik verbal maupun tertulis yang dibuat oleh bagian riset Phillip Sekuritas Indonesia merupakan hasil riset internal yang independent tanpa dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan saran, rekomendasi, usulan, anjuran, maupun paksaan untuk melakukan transaksi. Investor sangat dihimbau untuk melakukan analisa dan pengambilan keputusan perdagangan atau investasi saham dengan pertimbangan yang penuh kehati-hatian.