es
Feedback

¡No caigas en manos de tramposos! Telemetrio encuentra y marca estos canales 👉 Si quieres ver la etiqueta, suscríbete

Phillip Sekuritas Indonesia Research

Phillip Sekuritas Indonesia Research

Ir al canal en Telegram

PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Mostrar más

📈 Análisis del canal de Telegram Phillip Sekuritas Indonesia Research

El canal Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) en el segmento lingüístico de Indonesio es un actor destacado. Actualmente la comunidad reúne a 12 401 suscriptores, ocupando la posición 9 303 en la categoría Economía y Finanzas y el puesto 5 148 en la región Indonesia.

📊 Métricas de audiencia y dinámica

Desde su creación el невідомо, el proyecto ha mostrado un crecimiento acelerado, reuniendo a 12 401 suscriptores.

Según los últimos datos del 01 noviembre, 2026, el canal mantiene una actividad estable. En los últimos 30 días la variación de miembros fue de -108, y en las últimas 24 horas de 0, conservando un alto alcance.

  • Estado de verificación: Verificado (confirmado oficialmente por Telegram)
  • Tasa de interacción (ER): El promedio de interacción de la audiencia es 6.52%. Durante las primeras 24 horas tras publicar, el contenido suele obtener 4.64% de reacciones respecto al total de suscriptores.
  • Alcance de las publicaciones: Cada publicación recibe en promedio 808 visualizaciones. En el primer día suele acumular 575 visualizaciones.
  • Reacciones e interacción: La audiencia responde de forma activa: el promedio de reacciones por publicación es 1.
  • Intereses temáticos: El contenido se centra en temas clave como iran, y/y, senjata, idr, saham.

📝 Descripción y política de contenido

El autor describe el recurso como un espacio para expresar opiniones subjetivas:
“PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI”

Gracias a la alta frecuencia de actualizaciones (últimos datos recibidos el 02 noviembre, 2026), el canal mantiene la vigencia y un amplio alcance. La analítica demuestra que la audiencia interactúa activamente con el contenido, lo que lo convierte en un punto de referencia dentro de la categoría Economía y Finanzas.

12 401
Suscriptores
Sin datos24 horas
-177 días
-10830 días
Archivo de publicaciones
Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (November 2, 2026) Bearish Support: 4,900; Resistance: 5,320 Indeks saham di Asia Senin pagi (2/11) dibuka mayoritas melemah setelah indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu ditutup turun dimana NASDAQ menderita persentase penurunan harian terburuk sejak tanggal 5 Juni. Bulan Oktober ditutup dengan aksi jual besar-besaran yang menghapus sekitar USD2 triliun dari nilai pasar NASDAQ, seiring dengan keraguan para investor mengenai apakah ledakan (booming) Kecerdasan Buatan (AI) mampu membenarkan biaya yang sangat besar untuk pengembangannya dan memberikan tingkat pengembalian (return) yang memadai. Sepanjang bulan lalu, DJIA naik 1.70% sementara S&P 500 menciut 0.93% dan NASDAQ jatuh 5.30%. Beberapa minggu lalu, NASDAQ dan S&P 500 berhasil mencatatkan rekor tertinggi terbaru mereka. Namun, pasar terguncang bulan lalu seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai suku bunga yang lebih tinggi, belanja masif oleh perusahaan teknologi untuk investasi di bidang AI, serta perolehan laba dan prospek kinerja korporasi yang lebih lemah dari ekspektasi. Dengan demikian, NASDAQ telah turun 7.8% dari level penutupan tertingginya yang dicapai pada tanggal 6 Oktober lalu dan mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak bulan Maret 2025. S&P 500 sudah turun sekitar 3% dari level penutupan tertingginya. Sejumlah perusahaan teknologi besar mengungkapkan besarnya dana yang mereka keluarkan untuk AI sementara beberapa perusahaan lain memperingatkan adanya perlambatan pertumbuhan. Rencana belanja AI yang agresif dari Amazon serta peringatan mengenai pengurasan kas dari Intel semakin memperkuat kekhawatiran investor terkait membengkaknya biaya pembangunan infrastruktur AI dan jangka waktu perolehan imbal hasil. Minggu lalu, Meta mengungkapkan adanya arus kas bebas negatif (free cash flow) untuk pertama kalinya sejak 2012. Pada hari Kamis, Amazon mengumumkan bahwa mereka mencatatkan arus kas bebas negatif (free cash flow) sebesar USD42,4 miliar selama 12 bulan terakhir, seiring dengan langkah perusahaan meningkatkan belanja AI. Alphabet baru saja mencatatkan arus kas bebas negatif selama dua kuartal berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah, seiring dengan meningkatnya investasi AI, sementara pertumbuhan pendapatan tidak secepat yang diharapkan. Sebaliknya, Microsoft minggu lalu mengumumkan arus kas bebas positif sebesar USD18,6 miliar di 3Q26. Melepas saham-saham di sektor teknologi, investor beralih ke sektor-sektor yang bersifat defensif, seperti sektor barang kebutuhan pokok atau Consumer (Non-Cyclical) Staples dan surat utang Pemerintah AS (US Treasury), terlihat dari imbal hasil (yield) US Treasury bertenor 10 tahun yang merosot 5.8 bps menjadi 4.93% News PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 199.69% menjadi IDR 58.06 miliar hingga kuartal III 2026. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 58.43% menjadi IDR 1.59 triliun hingga kuartal III 2026. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 310.9% menjadi IDR 4.52 triliun di hingga kuartal III 2026. Technical Recommendations (Swing Trading) DSNG (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 1485 Target Price 1 : 1690 (+13.80%) Target Price 2 : 1815 (+22.22%) Stop Loss : 1285 (-13.47%) EXCL (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 1670 Target Price 1 : 1795 (+7.49%) Target Price 2 : 1890 (+13.17%) Stop Loss : 1560 (-6.59%) Sell on Strength (SoS) POWR: October 21, 2026 Hit Target 1 950 (+9.83%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

🔴 Live Phillip Morning Market Call juga dapat diakses melalui: 👉🏻Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

30 October 2026_Net Foreign Sell.pptx2.76 KB

photo content
+2

Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review 30 Oktober 2026 Indeks saham di Asia Jumat sore (30/10) ditutup beragam (mixed) dengan kecenderungan melemah seiring dengan kekhawatiran seputar prospek Kecerdasan Buatan (AI) yang diperparah oleh lemahnya laba dari perusahaan-perusahaan besar AS. KOSPI turun 3.48% dan selama bulan Oktober ini jatuh 16,2% sementara Nikkei 225 menciut 2.12% dan secara bulanan anjlok 5.2% Volatilitas pasar naik tajam minggu ini karena rilis laporan keuangan korporasi di Jepang, AS dan Korea Selatan memicu pergerakan esktrim (swing) pada saham-saham di sektor teknologi. Amazon.com mencatatkan kinerja yang berada di bawah estimasi untuk pendapatan maupun laba di 3Q26, sementara posisi arus kasnya semakin terperosok ke wilayah negatif. Alphabet Inc (induk perusahaan Google) awal pekan ini juga melaporkan kinerja 3Q26 yang mengecewakan sehingga memicu lebih banyak pertanyaan mengenai seberapa besar tingkat pengembalian (return) yang akan dihasilkan dari miliaran dolar yang telah digelontorkan ke dalam infrastruktur AI. Perusahaan-perusahaan teknologi berlomba untuk memonetisasi AI secara lebih efektif, di tengah minimnya tanda-tanda bahwa teknologi yang masih dalam tahap awal ini akan menguntungkan dalam jangka panjang. Situasi ini telah menekan valuasi perusahaan teknologi dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan langkah para investor yang beralih dari saham-saham teknologi bervaluasi tinggi ke saham-saham di sektor yang lebih defensif. Secara umum, pasar saham, obligasi maupun valuta asing (Valas) tidak bereaksi terhadap pengumuman mengejutkan dari bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) bahwa mereka akan mempercepat laju penjualan Exchange Traded Fund (ETF) mulai bulan Januari, sebuah langkah yang memberikan tekanan langsung terhadap saham-saham Jepang. BOJ mempertahankan suku bunga kebijakan jangka pendek di 1.25%, tertinggi sejak April 1995 setelah dua kali menaikkan suku buga sebesar 25 bps di bulan Juni dan September BOJ juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, seraya mencatat bahwa inflasi inti telah selaras dengan target 2% untuk pertama kalinya sejak target tersebut ditetapkan pada tahun 2013. 📌 Statistik IHSG : 5,057.05 | -41.01 poin | -0.80% Volume (Shares) : 37.62 Billion Total Value (IDR) : 11.65 Trillion Market Cap (IDR) : 8,882.52 Trillion Saham naik : 187 Saham turun : 523 Top Gainers: ALKA : 5,525 | +1,105 | +25.0% RDTX : 12,775 | +675 | +5.58% TGKA : 5,150 | +490 | +10.52% KONI : 1,940 | +385 | +24.76% GGRM : 16,400 | +375 | +2.34% Top Losers: MGLV : 9,000 | -825 | -8.40% SINI : 8,825 | -650 | -6.86% ADES : 32,900 | -575 | -1.72% POLU : 9,550 | -450 | -4.50% BYAN : 9,150 | -400 | -4.19% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG: a. Basic Material: -17.177 b. Energy: -8.457 c. Infrastructure: -5.501
Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG: a. Basic Material: -17.177 b. Energy: -8.457 c. Infrastructure: -5.501

Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (October 30, 2026) Bearish Support: 4,910; Resistance: 5,420 Indeks saham di Asia Jumat pagi (30/10) mayoritas dibuka melemah setelah indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup turun karena investor menimbang ulang belanja besar-besaran perusahaan teknologi besar untuk Kecerdasan Buatan (AI) sambil mencerna laporan keuangan korporasi dan data Inflasi AS. Philadelphia SE Semiconductor Index turun 1.4% dan menghentikan kenaikan selama empat hari beruntun karena investor berupaya membedakan antara perusahaan yang mampu mendanai ambisi AI mereka dengan perusahaan yang justru menghabiskan banyak uang tunai serta berutang demi mewujudkan ambisi AI mereka. Kinerja 3Q26 Microsoft melampaui ekspektasi analis, baik dari segi pendapatan maupun laba bersih. Di sisi lain, kegagalan Alphabet (induk perusahaan Google) dalam mencapai target pendapatan diperparah oleh meningkatnya pengeluaran kas yang terkait dengan pengembangan AI. Musim laporan keuangan (earnings season) 3Q26 sudah berjalan setengah jalan, dengan 253 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah menyampaikan laporan keuangan mereka. Dari jumlah tersebut, 81% mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi para analis. Saat ini, para analis memperkirakan pertumbuhan laba indeks S&P 500 secara agregat mencapai 31.0% Y/Y di 3Q26. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun jatuh 10.6 bps menjadi 4.94%. Data terkini menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan di 3Q26, sementara tekanan inflasi terus meningkat seiring dengan terbatasnya pasokan minyak akibat perang yang telah memicu inflasi sistemik yang lebih luas. Menurut perhitungan awal data Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi AS mencatatkan ekspansi 3.4% Q/Q di 3Q26, tertinggi dalam setahun terakhir, lebih cepat dari laju ekspansi 2.2% Q/Q di kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi, 3.2% Q/Q. Ketangguhan belanja konsumen serta investasi dunia usaha yang didorong oleh AI mampu mengimbangi dampak kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Sementara itu, indikator inflasi pilihan bank sentral AS (Federal Reserve) menunjukkan bahwa harga-harga semakin naik di bulan September, dengan data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index mencapai 3.6% Y/Y, akselerasi dari laju kenaikan 3.4% Y/Y di bulan Agustus. News PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 39% menjadi IDR 1.82 triliun hingga kuartal III 2026. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 10% menjkadi IDR 125.9 miliar hingga kuartal III 2026. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 180.55% menjadi USD 147 juta hingga kuartal III 2026. Technical Recommendations (Swing Trading) CMRY (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 4170 Target Price 1 : 4480 (+7.43%) Target Price 2 : 4700 (+12.71%) Stop Loss : 3870 (-7.19%) Sell on Strength (SoS) DEWI: October 23, 2026 Hit Target 1 236 (+10.28%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Update October 30, 2026: - 08.32 WIB 🔴 Suspend : - 🟢 Unsuspend: PTSP 🟡 UMA: RAJA, MLPT, MORA, IMPC, DEWI 🔴 FCA IN: - 🟢 FCA OUT: -

Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review Oktober 29, 2026 Indeks saham di Asia Kamis sore (29/10) ditutup beragam (mixed) cengan kecenderungan turun dengan indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang menciut 0.7%. Hasil kinerja yang mengecewakan dari Alphabet serta aksi jual pada saham Samsung Electronics menekan saham-saham di sektor teknologi. Di saat yang sama, para investor menantikan rilis laporan keuangan dari Amazon dan Intel untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek investasi di bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ketidakpastian kembali muncul setelah laba operasional 3Q26 Samsung Electronics mencapai 107,4 triliun Won (USD80,5 miliar), melonjak 783% Y/Y namun meleset dari perkiraan yang sebesar 107.66 trillion Won. Menurut Samsung, angka ini menandai pertama kali sebuah perusahaan teknologi mencatatkan laba operasional kuartalan yang melampaui 100 triliun Won. Pendapatan lompat 126,88% secara tahunan (Y/Y) dan 13,85% secara kuartalan (Q/Q). Segmen usaha seluler mencatat kerugian operasional sebesar 800 miliar won, seiring dengan tingginya biaya memori yang menekan profitabilitas. Samsung memperingatkan bahwa permintaan chip memori yang didorong oleh AI akan melampaui pasokan industri pada tahun 2027, serta memproyeksikan Belanja Modal (Capex) semikonduktor sebesar 76,8 triliun won tahun ini, membengkak 62% dibandingkan tahun 2025. Para investor merasa kecewa karena Samsung tidak segera memberikan perincian mengenai tingkat pengfembalian (return) tambahan bagi pemegang saham. Samsung mengumumkan dividen tunai sebesar 30 triliun won untuk 3Q26, setara dengan 4.601 won per lembar saham biasa maupun saham preferen. Perusahaan memang telah berencana untuk mengembalikan dana sebesar 55 triliun hingga 75 triliun won kepada para pemegang saham tahun ini melalui dividen dan pembelian kembali (buyback) saham, dengan dewan direksi akan menetapkan jumlah total pengembalian kepada pemegang saham serta rencana pelaksanaan yang spesifik dalam rapat yang dijadwalkan di akhir bulan Januari 2027. Tidak terlihat reaksi yang berarti menyusul keputusan bank sentral AS (Federal Reserve) untuk mempertahankan suku bunga. Keputusan ini diambil dengan alasan perlunya data lebih lanjut dalam upaya memerangi inflasi, yang selama lima tahun terakhir terus bertahan di atas target 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve. Investor tengah menantikan hasil pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang akan berlangsung hari ini. Sementara itu, bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan sulu bunganya saat mengakhiri pertemuan kebijakan pada hari Jumat. 📌 Statistik IHSG: 5098.057 |-184.255 poin | (-3.49%) Volume (Shares) : 23.278 Billion Total Value (IDR) : 11.296 Trillion Market Cap (IDR) : 8,987.269 Trillion Saham naik : 98 Saham turun : 624 Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG: a. Basic Material: -20.459 b. Energy: -14.608 c. Financial: -12.097 Top Gainers: ALKA :4,420 | +880 | +24.86% YPAS :1,055 | +210 | +24.85% DNET :9,950 | +125 | +1.27% SGRO :4,290 | +110 | +2.63% CMRY :4,250 | +100 | +2.41% Top Losers: UNTR :24,550 | -1,050 | -4.10% ADES :33,475 | -1,000 | -2.90% MGLV :9,825 | -925 | -8.60% SINI :9,475 | -700 | -6.88% AADI :11,125 | -525 | -4.51% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Phillip Sekuritas Indonesia Research - Estadísticas y analítica del canal de Telegram @research_psi