es
Feedback
Phillip Sekuritas Indonesia Research

Phillip Sekuritas Indonesia Research

Ir al canal en Telegram

PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Mostrar más

📈 Análisis del canal de Telegram Phillip Sekuritas Indonesia Research

El canal Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) en el segmento lingüístico de Indonesio es un actor destacado. Actualmente la comunidad reúne a 12 573 suscriptores, ocupando la posición 9 555 en la categoría Economía y Finanzas y el puesto 5 678 en la región Indonesia.

📊 Métricas de audiencia y dinámica

Desde su creación el невідомо, el proyecto ha mostrado un crecimiento acelerado, reuniendo a 12 573 suscriptores.

Según los últimos datos del 07 julio, 2026, el canal mantiene una actividad estable. En los últimos 30 días la variación de miembros fue de -38, y en las últimas 24 horas de 1, conservando un alto alcance.

  • Estado de verificación: Verificado (confirmado oficialmente por Telegram)
  • Tasa de interacción (ER): El promedio de interacción de la audiencia es 6.55%. Durante las primeras 24 horas tras publicar, el contenido suele obtener 4.72% de reacciones respecto al total de suscriptores.
  • Alcance de las publicaciones: Cada publicación recibe en promedio 824 visualizaciones. En el primer día suele acumular 594 visualizaciones.
  • Reacciones e interacción: La audiencia responde de forma activa: el promedio de reacciones por publicación es 1.
  • Intereses temáticos: El contenido se centra en temas clave como iran, y/y, senjata, idr, saham.

📝 Descripción y política de contenido

El autor describe el recurso como un espacio para expresar opiniones subjetivas:
PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Gracias a la alta frecuencia de actualizaciones (últimos datos recibidos el 08 julio, 2026), el canal mantiene la vigencia y un amplio alcance. La analítica demuestra que la audiencia interactúa activamente con el contenido, lo que lo convierte en un punto de referencia dentro de la categoría Economía y Finanzas.

12 573
Suscriptores
+124 horas
-157 días
-3830 días
Archivo de publicaciones
JCI Indication (July 8, 2026) *Bearish* Support: 5,800; Resistance: 6,125 Indeks saham di Asia Rabu pagi (8/7) mayoritas di buka melemah setelah indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup turun, dipimpin oleh NASDAQ (1-16%), tertekan oleh aksi jual atas saham-saham semikonduktor dan seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah. Volatilitas terus berlanjut saham-saham teknologi setelah Reuters melaporkan bahwa perusahaan rintisan (Startup) Tiongkok, DeepSeek, sedang mengembangkan chip Kecerdasan Buatan atau AI sendiri, bersaing dengan produsen chip lainnya, termasuk Nvidia. Penurunan saham-saham teknologi juga terjadi setelah rilis laproan keuangan 2Q26 Samsung Electronics yang mencetak rekor. Lonjakan permintaan akan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) membantu meningkatkan laba operasional Samsung Electronics hingga 19 kali lipat. Namun, kekhawatiran tentang rencana belanja modal untuk AI dan permintaan chip komputer di masa depan membuat investor khawatir. Dari sisi geopolitk, investor memantau eskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Militer AS melancarkan serangan baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan atas tiga kapal dagang di Selat Hormuz. Selain itu, Kementerian Keuangan AS telah mencabut izin yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak mentah yang sebelumnya dikenai sanksi di pasar global, menambah kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 Tahun naik lebih dari 6 bps menjadi 4.54% karena investor mencerna rilis data ekonomi AS (Neraca Perdagangan) dan mengantisipasi dimulainya acara pertemuan puncak para pemimpin negara anggota NATO di Turki. News PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) menargetkan pendapatan sebesar IDR 1 triliun hingga akhir tahun 2026. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) akan melakukan buyback saham sebanyak 192.3 juta lembar dengan Harga IDR 156 per lembar. PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) mencatatkan laba bersih sebesar IDR 2 miliar di kuartal I 2026. *Technical Recommendations* (Swing Trading) ACES: Speculative on the Support Area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 344 Target Price 1 : 362 (+5.23%) Target Price 2 : 370 Stop Loss : 328 (-4.65%) ADES: Last Daily Transaction Value Only Around Rp1 Bio Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bullish Trading Buy : 33100 Target Price 1 : 34725 (+4.90%) Target Price 2 : 35700 Stop Loss : 31650 (-4.38%) *Disclaimer: Investasi dan perdagangan saham mengandung resiko tinggi. Setiap keputusan transaksi saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor. Segala tulisan, materi, dan informasi, baik verbal maupun tertulis yang dibuat oleh bagian riset Phillip Sekuritas Indonesia merupakan hasil riset internal yang independen tanpa dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan saran, rekomendasi, usulan, anjuran, maupun paksaan untuk melakukan transaksi. Investor sangat dihimbau untuk melakukan analisa dan pengambilan keputusan perdagangan atau investasi saham dengan pertimbangan yang penuh kehati-hatian.

🔴 Live Phillip Morning Market Call juga dapat diakses melalui: 👉🏻Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review July 6, 2026 Indeks saham di Asia Selasa sore (7/7) di tutup melemah di pimpin oleh KOSPI (-4.91%), TAIEX (-2.31%) dan Nikkei225 (-2.12%). Investor semakin banyak beralih dari saham teknologi ke sektor-sektor lain sambil menilai kembali fase selanjutnya dari perkembangan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Harga saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, anjlok karena kekhawatiran mengenai belanja modal (Capex) dan permintaan membayangi pendapatan 2Q26 yang mencetak rekor. Samsung Electronics melaporkan laba operasi sementara di 2Q26 sebesar 89.4 triliun won (USD58,4 miliar), dibandingkan dengan 57.2 triliun won pada periode sebelumnya. Pendapatan di 2Q26 adalah 171 triliun won, naik dari 133.9 triliun won pada kuartal sebelumnya. Kenaikan harga chip memori untuk produk-produk konsumen dan handphone sudah teralu tinggi sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi permintaan.Meskipun antusiasme terhadap teknologi AI tetap utuh, perhatian telah beralih ke apakah peningkatan belanja modal, persaingan yang semakin ketat, dan perluasan kapasitas akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang dibutuhkan untuk mendukung valuasi saham yang tinggi. Berita sehari-hari mengenai penambahan kapasitas, penundaan peluncuran teknologi, dan membengkaknya beban utang yang hampir tidak menimbulkan reaksi apa pun selama beberapa tahun terakhir, kini dipandang sebagai alasan untuk menjual saham perusahaan teknologi. Dari sisi ekonomi, investor mencerna rilis data Belanja Rumah Tangga (Household Spending) Jepang yang naik 3.7% M/M (-0.4% Y/Y) di bulan Maei, tercepat sejak bulan November 2025. Sementara itu, data Average Cash Earnings memperlihatkan upah nominal di Jepang naik 3.2% Y/Y di bulan Mei, melambat dari laju kenaikan 3.6% Y/Y di bulan April dan lebih rendah dari kenaikan 3.4% Y/Y yang diramalkan oleh pasar. Meskipun demikian, ini menandai bulan ke-53 berturut-turut pertumbuhan upah nominal dan bertahan di atas 3% selama empat bulan beruntun, rentetan terpanjang sejak 1992. Dari dalam negeri, Cadangan Devisa Indonesia meningkat menjadi USD145,6 miliar di bulan Juni 2026 dari level terendah hampir dua tahun, USD 144,9 miliar, pada bulan sebelumnya. Peningkatan moderat ini terutama didukung oleh penerimaan pajak dan jasa, yang lebih dari cukup untuk mengimbangi pembayaran Utang Luar Negeri Pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan di pasar keuangan global. 📌 Statistik IHSG: 5986.467 | +70.427 poin | (+1.19%) Volume (Shares) : 22.364 Billion Total Value (IDR) :10.392 Trillion Market Cap (IDR) : 10,489.057 Trillion Saham naik : 430 Saham turun: 212 📊 Sektor Penopang (Bloomberg) Finansial :+11.605 Basic Material :+7.219 Siklikal :+3.928 Top Gainers: GGRM :16,725 | +925 | +5.85% SINI : 9,975 | +900 | +9.92% ADES :33,425 | +650 | +1.98% STTP :10,375 | +625 | +6.41% UANG : 2,610 | +520 | +24.88% Top Losers: INDF : 6,675| -250 | -3.62% ICBP : 6,725| -225 | -3.26% IFSH : 1,320| -200 | -2.89% SGRO : 2,940| -145 | -9.90% TCPI : 7,000| -110 | -3.61% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Reminder INDY - 1st target 2,010 tercapai

*Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:* a. Basic Material: +4.319 b. Finansial: +3.484 c. Siklikal: +3.337
*Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:* a. Basic Material: +4.319 b. Finansial: +3.484 c. Siklikal: +3.337

Topik: Talk & Trade Hari: Selasa, 7 Juli 2026 Waktu: 13:30 WIB - selesai Link Zoom: https://link.poems.id/educlass070726 Deng
Topik: Talk & Trade Hari: Selasa, 7 Juli 2026 Waktu: 13:30 WIB - selesai Link Zoom: https://link.poems.id/educlass070726 Dengan senang hati apabila Bapak/Ibu juga membantu untuk share informasi kelas edukasi ini agar semakin banyak Nasabah atau calon Nasabah yang teredukasi. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya Phillip Education Center

Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (July 7, 2026) *Bullish* Support: 5,740; Resistance: 6,075 Indeks saham di Asia Selasa pagi (7/7) dibuka beragam (mixed) meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup naik dimana DJIA berakhir di atas level psikologis 53.000 untuk pertama kali dalam sejarah. S&P 500 dan NASDAQ reli di tengah kembali munculnya optimisme seputar Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) pasca aksi jual yangtetrjadi di bulan Juni. Nvidia membantah laporan mengenai penundaan peluncuran sistem server AI Kyber hingga tahun 2028, dan menyatakan bahwa rencana pengembangan produk tersebut tetap berjalan sesuai rencana. Pada hari Minggu, pemasok untuk Nvidia (NVDA), Foxconn, melaporkan peningkatan penjualan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, sebuah pertanda permintaan AI yang berkelanjutan. Hal itu memberi sorotan pada laporan keuangan Samsung Electronics, yang akan diumumkan pada hari Selasa. Produsen chip memori terbesar di dunia ini diperkirakan akan mencatatkan peningkatan laba 18 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, jauh melampaui total laba sepanjang tahun 2025. Dari sisi ekonomi, investor mencerna rilis data sektor Jasa (Services) AS. Perhitungan akhir (Final) data S&P Global Services PMI AS naik ke level 51.2 di bulan Juni dari level 50.7 di bulan sebelumnya, direvsi sedikit dari estimasi awal 51.3. Sementara itu, data ISM Services PMI turun ke level 54.0 di bulan Juni dari level 54.5 di bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Dari Asia, investor mencerna rilis data Belanja Rumah Tangga (Household Spending) Jepang yang naik 3.7% M/M (-0.4% Y/Y) di bulan Maei, tercepat sejak bulan November 2025. Sementara itu, data Average Cash Earnings memperlihatkan upah nominal di Jepang naik 3.2% Y/Y di bulan Mei, melambat dari laju kenaikan 3.6% Y/Y di bulan April dan lebih rendah dari kenaikan 3.4% Y/Y yang diramalkan oleh pasar. Meskipun demikian, ini menandai bulan ke-53 berturut-turut pertumbuhan upah nominal dan bertahan di atas 3% selama empat bulan beruntun, rentetan terpanjang sejak 1992. News PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) akan membagikan dividen tunai sebesar IDR 2.08 triliun. PT Radiant Utama Tbk (RUIS) akan membagikan dividen tunai sebesar IDR 4.62 miliar. PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) mencatatkan penyusutan laba bersih sebesar 14.7% menjadi IDR 37.6 miliar di kuartal I 2026. *Technical Recommendations* (Swing Trading) BRMS: Speculative on the Support Area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 510 Target Price 1 : 580 (+13.31%) Target Price 2 : 620 Stop Loss : 448 (-12.52%) AGII: Last Daily Transaction Value Only Rp1.1 Bio Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bullish Trading Buy : 2740 Target Price 1 : 3090 (+12.77%) Target Price 2 : 3290 Stop Loss : 2460 (-10.22%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id