📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review November 2, 2026
Indeks saham di Asia Senin sore (2/11) ditutup beragam (mixed) seiring dengan penurunan tajam harga minyak mentah dipicu oleh munculnya kembali harapan akan kemajuan dalam upaya diplomatik antara AS dan Iran. Sepanjang bulan lalu, Nikkei 225 terpangkas 5.19% sementara KOSPI anjlok 16.19%.
Volatilitas saham-saham di sektpr teknologi masih tinggi karena investor khawatir bahwa perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang masif bisa jadi adalah sebuah gelembung (bubble).
Investor menantikan rilis laporan keuangan Apple malam ini. Kinerja serta prospek perusahaan diharapkan dapat memberikan petunjuk apakah permintaan konsumen mampu membantu mengimbangi kekhawatiran yang kian meningkat terkait besarnya biaya investasi infrastruktur AI.
Investor juga akan menantikan komentar mengenai permintaan awal untuk produk iPhone 18, mengingat pemesanan awal (pre-order) telah dimulai sejak pertengahan bulan Oktober.
Minggu lalu, laporan keuangan dari Alphabet (perusahaan induk Google) dan Amazon mengguncang pasar serta memunculkan pertanyaan baru, yaitu akankah belanja besar-besaran untuk AI dari kedua perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan secepat yang diharapkan.
Dari sisi politik, investor tengah menantikan hasil pemilihan paruh waktu (midterm election) AS pada hari Selasa. Sehauh ini, para pemilih dari berbagai spektrum politik telah menunjukkan kekhawatiran yang kian besart terkait AI dan pusat data (data center), di samping isu inflasi serta berbagai masalah penting lainnya.
Dari sisi ekonomi, investor bersiap menghadapi keputusan kebijakan suku bunga dari bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa.
RBA diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4.85%, yang akan menjadi kenaikan kelima tahun ini, setelah sebelumnya menaikkan suku bunga acuan menjadi 4.60% pada bulan September.
Dari dalam negeri, data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia naik ke level 54.0, di bulan Oktober, tertinggi sejak bulan Maret 2024, dari level 52.4 di bulan sebelumnya.
Inflasi Utama turun tipis menjadi 3.23% Y/Y di bulan Oktober dari angka tertinggi dalam tiga bulan, 3.28% Y/Y pada bulan sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pasar, 3.29% Y/Y dan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia, yakni 1.5%–3.5%. Laju Inflasi Inti melambat menjadi 2.56 Y?Y dari 2.84% Y/Y di bulan September.
Surplus Neraca Perdagangan mencapai USD 3,36 miliar di bulan September, melampaui ekspektasi sebesar USD1.9 miliar, namun masih lebih rendah dibandingkan surplus USD4.34 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Ekspor tumbuh 11.87% Y/Y, mengungguli estimasi kenaikan 6.45% Y/Y serta lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 6.72% Y/Y di bulan Agustus.
Sementara itu, impor tumbuh 18.41% Y/Y, di bawah ekspektasi pertumbuhan 24.23% Y/Y dan melambat dibandingkan kenaikan 20.83% Y/Y di bulan Agustus.
📌 Statistik
IHSG: 5096.830 |+39.780 poin | (+0.79%)
Volume (Shares) : 35.408 Billion
Total Value (IDR) : 12.428 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,950.974 Trillion
Saham naik : 315
Saham turun : 285
Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Basic Material: +11.276
b. Energy: +7.830
c. Financial: +2.633
Top Gainers:
LIFE :10,025 | +1,025 | +11.39%
STTP :8,325 | +625 | +8.12%
ROCK :2,270 | +450 | +24.73%
SMAR :6,800 | +375 | +5.84%
MGLV :9,300 | +300 | +3.33%
Top Losers:
DCII :173,000 | -1,975 | -1.13%
ADES :31,500 | -1,400 | -4.26%
AADI :10,700 | -775 | -6.75%
POLU :8,900 | -650 | -6.81%
ALKA :5,150 | -375 | -6.79%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar:
https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id