📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review Juni 12, 2026
Indeks saham di Asia Jumat sore (12/6) ditutup, di dorong oleh harapan bahwa kesepakatan damai di Timur Tengah akhirnya dapat terwujud.
Selain itu pelemahan nilai tukar mata uang USD ditambah lagi dengan penurunan imbal hasil (yield) obligasi dan harga minyak mentah membantu meredakan kekhawatiran seputar inflasi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan damai dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, hanya beberapa jam setelah Presiden Trump mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran.
Presiden Trump mengatakan negosiasi dengan Iran telah sampai ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan telah disetujui oleh koalisi negara-negara di kawasan Teluk Persia.
Pernyataan ini menyusul optimisme berulang kali dari Presiden Trump yang gagal menghasilkan kesepakatan sehingga membuat pelaku pasar tetap bersikap waspada.
Iran telah mengeluarkan bantahan bahwa dengan menegaskan mereka belum mencapai keputusan akhir tentang kesepakatan damai tersebut.
Kesepakatan tersebut, jika dikonfirmasi, akan menjadi terobosan diplomatik paling signifikan hingga saat ini untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan, yang juga telah menyebabkan harga komoditas energi global melonjak tajam.
Bahkan, bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) harus menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun untuk menekan inflasi yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.
Dari sisi ekonomi, investor mencerna rilis data Industrial Production Jepang yang naik 0.5% M/M (+2.0% Y/Y) di bulan April, lebih rendah dari perhitungan awak yang naik 0.8% M/M (+2.3% Y/Y) dan berbalik arah dari penurunan 0.4% M/M (+2.4% Y/Y) di bulan sebelumnya.
Ini adalah kenaikan Industrial Production pertama sejak bulan Januari di tengah permintaan luar negeri yang tangguh dan pemulihan aktivitas manufaktur domestik, meskipun meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terus menimbulkan risiko terhadap rantai pasokan dan biaya energi.
Semua mata tertuju pada debut pasar dari SpaceX milik Elon Musk, yang telah mencetak sejarah dengan penawaran umum perdana (IPO) terbesar sepanjang masa.
IPO ini mengumpulkan dana sebesar USD75 miliar, sebuah rekor baru, yang memberi nilai valuasi perusahaan pembuat roket dan pesawat ruang angkasa itu sebesar USD1,77 triliun dan menjadikan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia.
📌
Statistik
IHSG: 6,007.656 | +121.623 poin | (+2.07%)
Volume (Shares) : 37.473 Billion
Total Value (IDR) :21.681 Trillion
Market Cap (IDR) : 10,547.734 Trillion
Saham naik : 615
Saham turun: 108
📊
Sektor dengan Kenaikan Persentase Terbesar
Basic Material : +4.85%
Energy : +4.66%
Transportasi : +4.46%
Top Gainers:
POLU :14,025 | +2325 | +19.87%
ITMG :23,475 | +1125 | +5.03%
UNTR :22,500 | +750 | +3.45%
SINI : 9,725 | +725 | +8.06%
FORU : 3,770 | +700 | +22.80%
Top Losers:
MPRO : 7,000 | -775 | -9.97%
SRAJ : 11,000 | -675 | -5.78%
TCPI : 9,300 | -300 | -3.13%
LIFE : 5,700 | -300 | -5.00%
DNET : 10,150 | -250 | -2.40%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar:
https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id