ar
Feedback

لا تقع ضحية للمخادعين! تيليمتريو يكتشف ويُميّز هذه القنوات 👉 إذا كنت تريد رؤية العلامة، اشترك

Phillip Sekuritas Indonesia Research

Phillip Sekuritas Indonesia Research

الذهاب إلى القناة على Telegram

PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

إظهار المزيد

📈 نظرة تحليلية على قناة تيليجرام Phillip Sekuritas Indonesia Research

تُعد قناة Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) في القطاع اللغوي الإندونيسية لاعباً نشطاً. يضم المجتمع حالياً 12 393 مشتركاً، محتلاً المرتبة 9 303 في فئة الاقتصاد والمالية والمرتبة 5 148 في منطقة اندونيسيا.

📊 مؤشرات الجمهور والحراك

منذ تأسيسه في невідомо، حقق المشروع نمواً سريعاً وجمع 12 393 مشتركاً.

بحسب آخر البيانات بتاريخ 02 نوفمبر, 2026، تحافظ القناة على نشاط مستقر. خلال آخر 30 يوماً تغيّر عدد الأعضاء بمقدار -107، وفي آخر 24 ساعة بمقدار -7، مع بقاء الوصول العام مرتفعاً.

  • حالة التحقق: موثّقة (مؤكدة رسمياً من تيليجرام)
  • معدل التفاعل (ER): يبلغ متوسط تفاعل الجمهور 6.56‎%. وخلال أول 24 ساعة من النشر يحصد المحتوى عادةً 4.64‎% من ردود الفعل نسبةً إلى إجمالي المشتركين.
  • وصول المنشورات: يحصل كل منشور على متوسط 813 مشاهدة. وخلال اليوم الأول يجمع عادةً 575 مشاهدة.
  • التفاعلات والاستجابة: يتفاعل الجمهور بانتظام؛ متوسط التفاعلات لكل منشور يبلغ 1.
  • الاهتمامات الموضوعية: يركز المحتوى على مواضيع رئيسية مثل iran, y/y, senjata, idr, saham.

📝 الوصف وسياسة المحتوى

يصف المؤلف القناة بأنها مساحة للتعبير عن الآراء الذاتية:
“PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI”

بفضل وتيرة التحديث المرتفعة (أحدث البيانات بتاريخ 03 نوفمبر, 2026) تحافظ القناة على حداثتها ومستوى وصول مرتفع. وتُظهر التحليلات تفاعلاً نشطاً من الجمهور، ما يجعلها نقطة تأثير مهمة ضمن فئة الاقتصاد والمالية.

12 393
المشتركون
-724 ساعات
-187 أيام
-10730 أيام
أرشيف المشاركات
Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (November 3, 2026) Bullish Support: 4,910; Resistance: 5,320 Indeks saham di Asia Selasa pagi (3/11) dibuka melemah setelah indeks saham utama di Wall Street semalam berakhir variatif (mixed) karena investor masih melakukan keluar dari saham-saham di sektor teknologi dan menjelang Pemilihan Umum paruh waktu (midterm election) di AS pada hari Selasa. Sentimen terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Kecerdsan Buatan (AI) masih belum stabil Dokumen pengajuan IPO yang telah direvisi menunjukkan bahwa kerugian bersih Anthropic menyusut tajam di 3Q26, sementara pendapatan 3Q26 melonjak menjelang kemungkinan pencatatan saham perdana. Sementara itu, Intel memproyeksikan pendapatan 4Q26 berada di bawah estimasi pasar dan menyatakan tidak mengharapkan arus kas positif pada tahun ini. Setelah penutupan sesi perdagangan, Apple merilis kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi, didorong oleh permintaan awal untuk produk iPhone 18 Pro serta kenaikan harga jual yang membantu mengimbangi meningkatnya biaya chip memori. Secara umum, laba bersih 3Q26 indeks S&P 500 diperkirakan akan lompat lebih dari 30% Y/Y, dengan perusahaan-perusahaan raksasa di bidang AI menjadi penyumbang terbesar dari lonjakan tersebut. Investor juga menaruh perhatian pada pemilihan umum paruh waktu di AS yang akan menentukan apakah Partai Demokrat dapat merebut kendali Kongres (MPR) AS dari Partai Republik yang mengusung Presiden Donald Trump. Jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Demokrat kemungkinan besar akan memenangkan kursi di DPR (House of Representatives). Hasil untuk Senat (DPD) masih belum begitu jelas. Partai Republik menguasai kedua kamar di Kongres AS di dua tahun pertama masa jabatan Trump saat ini. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 4.91%, seiring dengan anjloknya harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral AS (Federal Reserve). Seperti diketahui, harga minyak mentah semalam anjlok lebih dari 7% di tengah laporan bahwa AS dan Iran sedang mengupayakan penyelesaian diplomatik terhadap perang di Timur Tengah. Dari sisi ekonomi, sektor manufaktur AS mencatatkan ekspansi di bulan Oktober di tengah tekanan inflasi yang terus berlanjut. Data ISM Manufacturing Index naik ke level 55.5 di bulan Oktober dari level 54.5 di bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar yang berada di level 54.6. Perhitungan akhir (Final) data S&P Global Manufacturing PMI AS direvisi turun ke level 54.9 di bulan Oktober dari estimasi awal 56.0, lebih rendah dari angka final untuk bulan September, 55.9. News PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 31.12 miliar. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan membagikan dividen interim sebesar USD 30 juta. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 500 miliar. Technical Recommendations (Swing Trading) DEWA (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 230 Target Price 1 : 260 (+13.04%) Target Price 2 : 278 (+20.87%) Stop Loss : 204 (-11.30%) ICBP (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 5650 Target Price 1 : 5950 (+5.31%) Target Price 2 : 6150 (+8.85%) Stop Loss : 5375 (-4.87%) PSAB (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 400 Target Price 1 : 428 (+7.00%) Target Price 2 : 446 (+11.50%) Stop Loss : 372 (-7.00%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review November 2, 2026 Indeks saham di Asia Senin sore (2/11) ditutup beragam (mixed) seiring dengan penurunan tajam harga minyak mentah dipicu oleh munculnya kembali harapan akan kemajuan dalam upaya diplomatik antara AS dan Iran. Sepanjang bulan lalu, Nikkei 225 terpangkas 5.19% sementara KOSPI anjlok 16.19%. Volatilitas saham-saham di sektpr teknologi masih tinggi karena investor khawatir bahwa perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang masif bisa jadi adalah sebuah gelembung (bubble). Investor menantikan rilis laporan keuangan Apple malam ini. Kinerja serta prospek perusahaan diharapkan dapat memberikan petunjuk apakah permintaan konsumen mampu membantu mengimbangi kekhawatiran yang kian meningkat terkait besarnya biaya investasi infrastruktur AI. Investor juga akan menantikan komentar mengenai permintaan awal untuk produk iPhone 18, mengingat pemesanan awal (pre-order) telah dimulai sejak pertengahan bulan Oktober. Minggu lalu, laporan keuangan dari Alphabet (perusahaan induk Google) dan Amazon mengguncang pasar serta memunculkan pertanyaan baru, yaitu akankah belanja besar-besaran untuk AI dari kedua perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan secepat yang diharapkan. Dari sisi politik, investor tengah menantikan hasil pemilihan paruh waktu (midterm election) AS pada hari Selasa. Sehauh ini, para pemilih dari berbagai spektrum politik telah menunjukkan kekhawatiran yang kian besart terkait AI dan pusat data (data center), di samping isu inflasi serta berbagai masalah penting lainnya. Dari sisi ekonomi, investor bersiap menghadapi keputusan kebijakan suku bunga dari bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa. RBA diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4.85%, yang akan menjadi kenaikan kelima tahun ini, setelah sebelumnya menaikkan suku bunga acuan menjadi 4.60% pada bulan September. Dari dalam negeri, data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia naik ke level 54.0, di bulan Oktober, tertinggi sejak bulan Maret 2024, dari level 52.4 di bulan sebelumnya. Inflasi Utama turun tipis menjadi 3.23% Y/Y di bulan Oktober dari angka tertinggi dalam tiga bulan, 3.28% Y/Y pada bulan sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pasar, 3.29% Y/Y dan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia, yakni 1.5%–3.5%. Laju Inflasi Inti melambat menjadi 2.56 Y?Y dari 2.84% Y/Y di bulan September. Surplus Neraca Perdagangan mencapai USD 3,36 miliar di bulan September, melampaui ekspektasi sebesar USD1.9 miliar, namun masih lebih rendah dibandingkan surplus USD4.34 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Ekspor tumbuh 11.87% Y/Y, mengungguli estimasi kenaikan 6.45% Y/Y serta lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 6.72% Y/Y di bulan Agustus. Sementara itu, impor tumbuh 18.41% Y/Y, di bawah ekspektasi pertumbuhan 24.23% Y/Y dan melambat dibandingkan kenaikan 20.83% Y/Y di bulan Agustus. 📌 Statistik IHSG: 5096.830 |+39.780 poin | (+0.79%) Volume (Shares) : 35.408 Billion Total Value (IDR) : 12.428 Trillion Market Cap (IDR) : 8,950.974 Trillion Saham naik : 315 Saham turun : 285 Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG: a. Basic Material: +11.276 b. Energy: +7.830 c. Financial: +2.633 Top Gainers: LIFE :10,025 | +1,025 | +11.39% STTP :8,325 | +625 | +8.12% ROCK :2,270 | +450 | +24.73% SMAR :6,800 | +375 | +5.84% MGLV :9,300 | +300 | +3.33% Top Losers: DCII :173,000 | -1,975 | -1.13% ADES :31,500 | -1,400 | -4.26% AADI :10,700 | -775 | -6.75% POLU :8,900 | -650 | -6.81% ALKA :5,150 | -375 | -6.79% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG: a. Basic Material: +12.091 b. Energy: +9.973 c. Financial: +2.923
Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG: a. Basic Material: +12.091 b. Energy: +9.973 c. Financial: +2.923

Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (November 2, 2026) Bearish Support: 4,900; Resistance: 5,320 Indeks saham di Asia Senin pagi (2/11) dibuka mayoritas melemah setelah indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu ditutup turun dimana NASDAQ menderita persentase penurunan harian terburuk sejak tanggal 5 Juni. Bulan Oktober ditutup dengan aksi jual besar-besaran yang menghapus sekitar USD2 triliun dari nilai pasar NASDAQ, seiring dengan keraguan para investor mengenai apakah ledakan (booming) Kecerdasan Buatan (AI) mampu membenarkan biaya yang sangat besar untuk pengembangannya dan memberikan tingkat pengembalian (return) yang memadai. Sepanjang bulan lalu, DJIA naik 1.70% sementara S&P 500 menciut 0.93% dan NASDAQ jatuh 5.30%. Beberapa minggu lalu, NASDAQ dan S&P 500 berhasil mencatatkan rekor tertinggi terbaru mereka. Namun, pasar terguncang bulan lalu seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai suku bunga yang lebih tinggi, belanja masif oleh perusahaan teknologi untuk investasi di bidang AI, serta perolehan laba dan prospek kinerja korporasi yang lebih lemah dari ekspektasi. Dengan demikian, NASDAQ telah turun 7.8% dari level penutupan tertingginya yang dicapai pada tanggal 6 Oktober lalu dan mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak bulan Maret 2025. S&P 500 sudah turun sekitar 3% dari level penutupan tertingginya. Sejumlah perusahaan teknologi besar mengungkapkan besarnya dana yang mereka keluarkan untuk AI sementara beberapa perusahaan lain memperingatkan adanya perlambatan pertumbuhan. Rencana belanja AI yang agresif dari Amazon serta peringatan mengenai pengurasan kas dari Intel semakin memperkuat kekhawatiran investor terkait membengkaknya biaya pembangunan infrastruktur AI dan jangka waktu perolehan imbal hasil. Minggu lalu, Meta mengungkapkan adanya arus kas bebas negatif (free cash flow) untuk pertama kalinya sejak 2012. Pada hari Kamis, Amazon mengumumkan bahwa mereka mencatatkan arus kas bebas negatif (free cash flow) sebesar USD42,4 miliar selama 12 bulan terakhir, seiring dengan langkah perusahaan meningkatkan belanja AI. Alphabet baru saja mencatatkan arus kas bebas negatif selama dua kuartal berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah, seiring dengan meningkatnya investasi AI, sementara pertumbuhan pendapatan tidak secepat yang diharapkan. Sebaliknya, Microsoft minggu lalu mengumumkan arus kas bebas positif sebesar USD18,6 miliar di 3Q26. Melepas saham-saham di sektor teknologi, investor beralih ke sektor-sektor yang bersifat defensif, seperti sektor barang kebutuhan pokok atau Consumer (Non-Cyclical) Staples dan surat utang Pemerintah AS (US Treasury), terlihat dari imbal hasil (yield) US Treasury bertenor 10 tahun yang merosot 5.8 bps menjadi 4.93% News PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 199.69% menjadi IDR 58.06 miliar hingga kuartal III 2026. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 58.43% menjadi IDR 1.59 triliun hingga kuartal III 2026. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 310.9% menjadi IDR 4.52 triliun di hingga kuartal III 2026. Technical Recommendations (Swing Trading) DSNG (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 1485 Target Price 1 : 1690 (+13.80%) Target Price 2 : 1815 (+22.22%) Stop Loss : 1285 (-13.47%) EXCL (Sharia): Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 1670 Target Price 1 : 1795 (+7.49%) Target Price 2 : 1890 (+13.17%) Stop Loss : 1560 (-6.59%) Sell on Strength (SoS) POWR: October 21, 2026 Hit Target 1 950 (+9.83%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

🔴 Live Phillip Morning Market Call juga dapat diakses melalui: 👉🏻Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

30 October 2026_Net Foreign Sell.pptx2.76 KB

Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review 30 Oktober 2026 Indeks saham di Asia Jumat sore (30/10) ditutup beragam (mixed) dengan kecenderungan melemah seiring dengan kekhawatiran seputar prospek Kecerdasan Buatan (AI) yang diperparah oleh lemahnya laba dari perusahaan-perusahaan besar AS. KOSPI turun 3.48% dan selama bulan Oktober ini jatuh 16,2% sementara Nikkei 225 menciut 2.12% dan secara bulanan anjlok 5.2% Volatilitas pasar naik tajam minggu ini karena rilis laporan keuangan korporasi di Jepang, AS dan Korea Selatan memicu pergerakan esktrim (swing) pada saham-saham di sektor teknologi. Amazon.com mencatatkan kinerja yang berada di bawah estimasi untuk pendapatan maupun laba di 3Q26, sementara posisi arus kasnya semakin terperosok ke wilayah negatif. Alphabet Inc (induk perusahaan Google) awal pekan ini juga melaporkan kinerja 3Q26 yang mengecewakan sehingga memicu lebih banyak pertanyaan mengenai seberapa besar tingkat pengembalian (return) yang akan dihasilkan dari miliaran dolar yang telah digelontorkan ke dalam infrastruktur AI. Perusahaan-perusahaan teknologi berlomba untuk memonetisasi AI secara lebih efektif, di tengah minimnya tanda-tanda bahwa teknologi yang masih dalam tahap awal ini akan menguntungkan dalam jangka panjang. Situasi ini telah menekan valuasi perusahaan teknologi dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan langkah para investor yang beralih dari saham-saham teknologi bervaluasi tinggi ke saham-saham di sektor yang lebih defensif. Secara umum, pasar saham, obligasi maupun valuta asing (Valas) tidak bereaksi terhadap pengumuman mengejutkan dari bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) bahwa mereka akan mempercepat laju penjualan Exchange Traded Fund (ETF) mulai bulan Januari, sebuah langkah yang memberikan tekanan langsung terhadap saham-saham Jepang. BOJ mempertahankan suku bunga kebijakan jangka pendek di 1.25%, tertinggi sejak April 1995 setelah dua kali menaikkan suku buga sebesar 25 bps di bulan Juni dan September BOJ juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, seraya mencatat bahwa inflasi inti telah selaras dengan target 2% untuk pertama kalinya sejak target tersebut ditetapkan pada tahun 2013. 📌 Statistik IHSG : 5,057.05 | -41.01 poin | -0.80% Volume (Shares) : 37.62 Billion Total Value (IDR) : 11.65 Trillion Market Cap (IDR) : 8,882.52 Trillion Saham naik : 187 Saham turun : 523 Top Gainers: ALKA : 5,525 | +1,105 | +25.0% RDTX : 12,775 | +675 | +5.58% TGKA : 5,150 | +490 | +10.52% KONI : 1,940 | +385 | +24.76% GGRM : 16,400 | +375 | +2.34% Top Losers: MGLV : 9,000 | -825 | -8.40% SINI : 8,825 | -650 | -6.86% ADES : 32,900 | -575 | -1.72% POLU : 9,550 | -450 | -4.50% BYAN : 9,150 | -400 | -4.19% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG: a. Basic Material: -17.177 b. Energy: -8.457 c. Infrastructure: -5.501
Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG: a. Basic Material: -17.177 b. Energy: -8.457 c. Infrastructure: -5.501

Phillip Sekuritas Indonesia Research - إحصائيات وتحليلات قناة تيليجرام @research_psi