📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review Oktober 8, 2026
Indeks saham di Asia Kamis sore (8/10) ditutup turun seiring dengan lonjakan sekitar 4% pada harga minyak mentah.
Setelah sebelumnya terpukul oleh oleh kekhawatiran mengenai lonjakan imbal hasil (yield) obligasi dan ketidakpastian geopolitik, investor sekarang mengadapi kekhawatiran baru mengenai inflasi setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan terbaru terhadap Iran menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu (Midterm) AS bulan depan.
Harga minyak mentah juga terdorong naik akibat gangguan pasokan yang disebabkan oleh penghentian sebagian produksi di Teluk Meksiko seiring mendekatnya Badai Tropis Isaias.
Harga minyak mentah sempat melemah di awal minggu ini akibat adanya tanda-tanda bahwa ekspor dari Timur Tengah kembali mendekati tingkat sebelum perang AS-Iran dan kesepakatan negara-negara G7 untuk melepas ke pasar cadangan minyak strategis mereka.
Namun, kekhawatiran kembali muncul setelah data menunjukkan Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan kelompok Houthi di Yaman membantah klaim hilangnya wilayah strategis mereka, serta para pejabat tinggi organisasi perminyakan memperingatkan bahwa cadangan global kian menipis hingga ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Majalh The Atlantic melaporkan bahwa Gedung Putih telah meminta Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) untuk menyusun opsi serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran menjelang pemilihan paruh waktu, di tengah risiko Partai Republik kubu Trump kehilangan kendali atas kedua majelis Kongres, yaitu DPD (Senate) dan DPR (House of Representatives).
Artikel di majalah tersebut menyebutkan bahwa cakupan dan target serangan masih dalam pembahasan, namun menambahkan bahwa operasi yang lebih luas mungkin akan dilakukan setelah pemungutan suara pada tanggal 3 November.
Ke depan, investor bersiap menghadapi musim laporan keuangan (earnings season) 3Q26, dengan perusahaan teknologi menjadi sorotan di tengah munculnya berbagai pertanyaan mengenai profitabilitas dan valuasi mereka yang tinggi, mengingat besarnya dana yang telah mereka gelontorkan ke sektor Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
📌 Statistik
IHSG: 6,031.284 | -115.440 poin | (-1.88%)
Volume (Shares) : 63.190 Billion
Total Value (IDR) : 12.791 Trillion
Market Cap (IDR) : 10,629.520 Trillion
Saham naik : 171
Saham turun : 497
Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG:
a. Energy: -18.926
b. Basic Material: -14.432
c. Financial: -9.066
Top Gainers:
ALKA :8,150 | +600 | +7.95%
SMMT :3,600 | +360 | +11.11%
AGII :3,550 | +330 | +10.25%
BIKE :1,715 | +210 | +13.95%
SAFE :905 | +180 | +24.83%
Top Losers:
SINI :15,000 | -1750 | -10.45%
UNTR :24,350 | -1000 | -3.94%
MGLV :12,500 | -800 | -6.02%
LIFE :9,050 | -625 | -6.46%
ITMG :25,325 | -600 | -2.31%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar:
https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id