📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review July 6, 2026
Indeks saham di Asia Selasa sore (7/7) di tutup melemah di pimpin oleh KOSPI (-4.91%), TAIEX (-2.31%) dan Nikkei225 (-2.12%).
Investor semakin banyak beralih dari saham teknologi ke sektor-sektor lain sambil menilai kembali fase selanjutnya dari perkembangan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Harga saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, anjlok karena kekhawatiran mengenai belanja modal (Capex) dan permintaan membayangi pendapatan 2Q26 yang mencetak rekor.
Samsung Electronics melaporkan laba operasi sementara di 2Q26 sebesar 89.4 triliun won (USD58,4 miliar), dibandingkan dengan 57.2 triliun won pada periode sebelumnya. Pendapatan di 2Q26 adalah 171 triliun won, naik dari 133.9 triliun won pada kuartal sebelumnya.
Kenaikan harga chip memori untuk produk-produk konsumen dan handphone sudah teralu tinggi sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi permintaan.Meskipun antusiasme terhadap teknologi AI tetap utuh, perhatian telah beralih ke apakah peningkatan belanja modal, persaingan yang semakin ketat, dan perluasan kapasitas akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang dibutuhkan untuk mendukung valuasi saham yang tinggi.
Berita sehari-hari mengenai penambahan kapasitas, penundaan peluncuran teknologi, dan membengkaknya beban utang yang hampir tidak menimbulkan reaksi apa pun selama beberapa tahun terakhir, kini dipandang sebagai alasan untuk menjual saham perusahaan teknologi.
Dari sisi ekonomi, investor mencerna rilis data Belanja Rumah Tangga (Household Spending) Jepang yang naik 3.7% M/M (-0.4% Y/Y) di bulan Maei, tercepat sejak bulan November 2025.
Sementara itu, data Average Cash Earnings memperlihatkan upah nominal di Jepang naik 3.2% Y/Y di bulan Mei, melambat dari laju kenaikan 3.6% Y/Y di bulan April dan lebih rendah dari kenaikan 3.4% Y/Y yang diramalkan oleh pasar.
Meskipun demikian, ini menandai bulan ke-53 berturut-turut pertumbuhan upah nominal dan bertahan di atas 3% selama empat bulan beruntun, rentetan terpanjang sejak 1992.
Dari dalam negeri, Cadangan Devisa Indonesia meningkat menjadi USD145,6 miliar di bulan Juni 2026 dari level terendah hampir dua tahun, USD 144,9 miliar, pada bulan sebelumnya.
Peningkatan moderat ini terutama didukung oleh penerimaan pajak dan jasa, yang lebih dari cukup untuk mengimbangi pembayaran Utang Luar Negeri Pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan di pasar keuangan global.
📌
Statistik
IHSG: 5986.467 | +70.427 poin | (+1.19%)
Volume (Shares) : 22.364 Billion
Total Value (IDR) :10.392 Trillion
Market Cap (IDR) : 10,489.057 Trillion
Saham naik : 430
Saham turun: 212
📊
Sektor Penopang (Bloomberg)
Finansial :+11.605
Basic Material :+7.219
Siklikal :+3.928
Top Gainers:
GGRM :16,725 | +925 | +5.85%
SINI : 9,975 | +900 | +9.92%
ADES :33,425 | +650 | +1.98%
STTP :10,375 | +625 | +6.41%
UANG : 2,610 | +520 | +24.88%
Top Losers:
INDF : 6,675| -250 | -3.62%
ICBP : 6,725| -225 | -3.26%
IFSH : 1,320| -200 | -2.89%
SGRO : 2,940| -145 | -9.90%
TCPI : 7,000| -110 | -3.61%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar:
https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id