uz
Feedback
Phillip Sekuritas Indonesia Research

Phillip Sekuritas Indonesia Research

Kanalga Telegram’da o‘tish

PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Ko'proq ko'rsatish

📈 Telegram kanali Phillip Sekuritas Indonesia Research analitikasi

Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) Indoneziya til segmentidagi kanali faol ishtirokchi. Hozirda hamjamiyat 12 620 obunachidan iborat bo'lib, Iqtisodiyot & Moliya toifasida 9 748-o'rinni va Indoneziya mintaqasida 5 824-o'rinni egallagan.

📊 Auditoriya ko‘rsatkichlari va dinamika

невідомо sanasidan buyon loyiha tez o‘sib, 12 620 obunachiga ega bo‘ldi.

17 Iyun, 2026 dagi oxirgi ma’lumotlarga ko‘ra kanal barqaror faollikka ega. Oxirgi 30 kunda obunachilar soni -47 ga, so‘nggi 24 soatda esa -2 ga o‘zgardi va umumiy qamrov yuqori darajada qolmoqda.

  • Tasdiqlash holati: Tasdiqlangan (Telegram tomonidan rasmiy tasdiq)
  • Jalb etish (ER): Auditoriya o‘rtacha 6.95% darajada jalb etiladi. Nashrdan keyingi dastlabki 24 soatda kontent odatda umumiy obunachilar sonining 5.02% ini tashkil etuvchi reaksiyalarni to‘playdi.
  • Post qamrovi: Har bir post o‘rtacha 877 marta ko‘riladi; birinchi sutkada odatda 634 ta ko‘rish yig‘iladi.
  • Reaksiyalar va o‘zaro ta’sir: Auditoriya faol: har bir postga o‘rtacha 1 ta reaksiya keladi.
  • Tematik yo‘nalishlar: Kontent iran, y/y, senjata, idr, saham kabi asosiy mavzularga jamlangan.

📝 Tavsif va kontent siyosati

Muallif resursni shaxsiy fikrni ifoda etish maydoni sifatida ta’riflaydi:
PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Yuqori yangilanish chastotasi (oxirgi ma’lumot 18 Iyun, 2026 da olingan) sababli kanal doimo dolzarb va katta qamrovli bo‘lib qoladi. Analitika auditoriya kontent bilan faol hamkorlik qilishini, uni Iqtisodiyot & Moliya toifasidagi muhim ta’sir nuqtasiga aylantirishini ko‘rsatadi.

12 620
Obunachilar
-224 soatlar
+87 kunlar
-4730 kunlar
Postlar arxiv
Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (June 18, 2026) *Bearish* Support: 6,000; Resistance: 6,420 Indeks saham di Asia Kamis pagi (18/6) dibuka menguat dengan Nikkei 225 menembus level psikologis 71.000 untuk pertama kali dalam sejarah setelah bank sentral AS (Federal Reserve) memberi indikasi peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup turun sementara imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) bertenor 10 Tahun lompat lebih dari 7 bps menjadi 4.5%. Investor mencermati kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran serta keputusan terbaru Federal Reserve mengenai suku bunga. Investor khususnya memperdebatkan apakah aliran minyak mentah yang terblokir di Selat Hormuz dapat segera dibuka kembali. AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) secara elektronik pada Rabu malam, menurut sejumlah pejabat AS dan media Iran. MoU ini bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial dan mencabut sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Negosiasi mengenai isu-isu yang lebih panjang, termasuk program nuklir Iran, diperkirakan akan berlangsung selama 60 hari ke depan. Pada hari Jumat, MoU ini dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di Swiss. Namun Presiden AS Donald Trump saat berbicara di KTT G7 mengatakan MoU ini belum final dan AS dapat kembali menjatuhkan bom di wilayah Iran jika Trump tidak menyukai MoU tersebut Federal Reserve mempertahankan suku bunga Federal Funds Rate (FFR) di kisaran 3,5% hingga 3,75% untuk pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) keempat berturut-turut dan memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada akhir tahun ini mengingat inflasi masih tinggi dan pasar tenaga kerja AS stabil di tengah konflik Timur Tengah. 9 dari 18 anggota FOMC yang menyerahkan proyeksi ekonomi memperkirakan kenaikan suku bunga akan terjadi di akhir tahun ini. Bahkan, enam di antaranya memperkirakan kenaikan suku bunga lebih dari satu kali mungkin akan terjadi. Pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2026 diperkirakan lebih rendah (2.2% dibandingkan 2.4% pada bulan Maret lalu) tetapi perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2027 tetap dipertahankan di 2.3%. Inflasi AS direvisi naik tajam menjadi 3.6% dari 2.7% untuk tahun ini dan untuk tahun 2027, juga dinaikkan menjadi 3.3% dari 2.7%. News PT Tembaga Mulia Tbk (TBMS) akan membagikan dividen tunai sebesar USD 1.17 juta. PT Berdikari Tbk (BDKR) akan membagikan dividen tunai IDR 12.54 miliar. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan melakukan private placement sebanyak 218.3 juta lembar dengan harga pelaksanaan sebesar IDR 1,550. *Technical Recommendations* (Swing Trading) TINS Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bullish Trading Buy : 3480 Target Price 1 : 3970 (+14.20%) Target Price 2 : 4240 Stop Loss : 3030 (-12.88%) AMRT Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 1400 Target Price 1 : 1590 (+13.57%) Target Price 2 : 1760 Stop Loss : 1215 (-13.21%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

🔴 Live Phillip Morning Market Call juga dapat diakses melalui: 👉🏻Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

*Update June 18, 2026: - 08.31 WIB* 🔴 Suspend : - 🟢 Unsuspend: - 🟡 UMA: RGAS 🔴 FCA IN: - 🟢 FCA OUT: CSAP, JECC

Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar

📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review June 17, 2526 Indeks saham di Asia Rabu sore (17/6) mayoritas ditutup menguat karena investor bersiap menghadapi keputusan suku bunga pertama bank sentral AS (Federal Reserve) di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Federal Reserve diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) di kisaran 3.50% - 3.75%. Akibatnya, investor akan lebih berusaha memahami pandangan ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, tentang kebijakan moneter dan apakah kenaikan suku bunga mungkin akan terjadi. Data inflasi AS yang tinggi di tengah konflik di Timur Tengah, dikombinasikan dengan tanda-tanda pasar tenaga kerja AS yang stabil, telah menghapus kemungkinan penurunan suku bunga. Bagi pasar, higher-for-longer atau suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, lebih dapat mendukung valuasi pasar saham daripada dimulainya siklus baru pengetatan kebijakan moneter. Suku bunga FFR yang tidak berubah dipandang mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang tangguh di samping tekanan inflasi yang secara bertahap mereda. Kecuali bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ), sebagian besar bank sentral di negara maju, termasuk Federal Reserve, yang melakukan pertemuan kebijakan minggu ini, diperkirakan tidak akan melakukan perubahan apa pun. Seperti diketahui, BOJ kemarin menaikkan suku bunga acuan dari 0.75% menjadi 1.0%, tertinggi dalam 31 tahun, khusus untuk mengendalikan tekanan inflasi. Dari sisi ekonomi, investor mencerna rilis data Neraca Perdagangan Jepang yang memperlihatkan defisit turun tajam di bulan Mei dari JPY378.7 miliar dari JPY662.5 miliar pada periode yang sama tahun lalu dan jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar, JPY564.6 miliar. Ekspor melonjak 17% Y/Y, tertinggi sejak November 2022, didorong oleh didorong oleh permintaan global yang tangguh untuk semi konduktor. Sementara itu, Impor lompat 12.5% Y/y, lebih cepat dari laju kenaikan 9.8% Y/Y di bulan April namun sedikit di bawah ekspektasi pasar, 12.8% Y/Y. Data Core Machinery Orders Jepang naik 8.7% M/M (+15.6% Y/Y) di bulan April, jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya naik 0.9% M/M (+9.3% Y/Y) dan pulih dari penurunan 9.4% M/M (+5.9% Y/Y) di bulan sebelumnya. 📌 Statistik IHSG: 6220.740 | -34.226 poin | (-0.55%) Volume (Shares) : 34.103 Billion Total Value (IDR) : 24.705 Trillion Market Cap (IDR) : 10,804.190 Trillion Saham naik : 288 Saham turun: 391 📊 Sektor Penekan (Bloomberg) Energy :-11.923 Industrial :-2.350 Property :-1.936 Top Gainers: KONI : 3,500 | +630 | +21.95% ARKO : 6,125 | +625 | +11.36% ADES :22,700 | +625 | +2.83% ABDA : 3,490 | +480 | +15.95% GGRM :16,200 | +425 | +2.69% Top Losers: DCII :189,000| -2100 | -1.10% POLU :14,475 | -1750 | -10.79% ITMG :22,550 | -825 | -3.53% MLPT :19,300 | -700 | -3.50% BINA : 3,110 | -540 | -14.79% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (June 17, 2026) *Bearish* Support: 5,950; Resistance: 6,500 Indeks saham di Asia Rabu pagi (17/6) dibuka beragam (mixed), mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam dimana DJIA mencatatkan rekor level penutupan tertinggi sementara S&P 500 dan NASDAQ turun seiring dengan pudarnya harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Sepert diketahui, AS dan Iran telah menyepakati rancangan atau Memorandum of Understanding (MOU) kesepakatan damai berisi 14 poin, yang akan ditandatangani oleh kedua negara di Swiss pada 19 Juni. Para pejabat tinggi AS mengatakan MOU ini akan membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial tanpa pungutan tol pada hari Jumat. Namun, investor mempertimbangkan peringatan dari pelaku indistri pelayaran bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat bisa jadi sulit, dan mungkin butuh waktu berbulan-bulan agar pengiriman minyak meningkat. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) bertenor 10 Tahun turun lebih dari 3 bps menjadi 4.43% seiring dengan bergesernya fokus perhatian pada pertemuan kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) pada hari Selasa dan Rabu. Federal Reserve diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) di kisaran 3.50% - 3.75% Akibatnya, investor akan lebih berusaha memahami pandangan ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, tentang kebijakan moneter dan apakah kenaikan suku bunga mungkin akan terjadi. Data inflasi AS yang tinggi di tengah konflik di Timur Tengah, dikombinasikan dengan tanda-tanda pasar tenaga kerja AS yang stabil, telah menghapus kemungkinan penurunan suku bunga. Pada hari Selasa, bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuan dari 0.75% menjadi 1.0%, tertinggi dalam 31 tahun, khusus untuk mengendalikan tekanan inflasi. Dari Asia, investor pagi ini mencerna rilis data Neraca Perdagangan Jepang yang memperlihatkan defisit turun tajam di bulan Mei dari JPY378.7 miliar dari JPY662.5 miliar pada periode yang sama tahun lalu dan jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar, JPY564.6 miliar. Ekspor melonjak 17% Y/Y, tertinggi sejak November 2022, di dorong oleh didorong oleh permintaan global yang tangguh untuk semi konduktor. Sementara itu, Impor lompat 12.5% Y/y, lebih cepat dari laju kenaikan 9.8% Y/Y di bulan April namun sedikit di bawah ekspektasi pasar, 12.8% Y/Y. News PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) akan membagikan dividen tunai sebesar IDR 5 per saham. PT Hatten Bali Tbk (WINE) akan membagikan dividen tunai sebesar IDR 9.48 miliar. PT Hero Global Tbk (HGII) akan membagikan dividen tunai sebesar IDR 2.79 miliar. *Technical Recommendations* (Swing Trading) SMMT: Highly Volatile Stock Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bullish Trading Buy : 1700 Target Price 1 : 2000 (+17.65%) Target Price 2 : 2230 Stop Loss : 1410 (-17.06%) SSIA Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bullish Trading Buy : 1630 Target Price 1 : 1795 (+10.19%) Target Price 2 : 1910 Stop Loss : 1475 (-9.45%) Sell on Strength (SoS) INCO: June 8, 2026 (Recommendation Date ) Target Price 2 5150 (+17.27%) BUMI: June 15, 2026 (Recommendation Date ) Target Price 1 174 (+13.73%) ICBP: June 15, 2026 (Recommendation Date) Hit Target 1 6,675 (+6.21%) EURO: June 12, 2026 (Recommendation Date) Hit Target 1 1560 (+18.09%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id

*Update June 17, 2026: - 08.21 WIB* 🔴 Suspend : - 🟢 Unsuspend: MMIX 🟡 UMA: - 🔴 FCA IN: MMIX 🟢 FCA OUT:-

Phillip Sekuritas Indonesia Research - Telegram kanali @research_psi statistikasi va tahlili