Phillip Sekuritas Indonesia Research
PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI
نمایش بیشتر📈 تحلیل کانال تلگرام Phillip Sekuritas Indonesia Research
کانال Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) در بخش زبانی اندونزیایی بازیگری فعال است. در حال حاضر جامعه شامل 12 401 مشترک است و جایگاه 9 333 را در دسته اقتصاد و امور مالی و رتبه 5 152 را در منطقه اندونيسيا دارد.
📊 شاخصهای مخاطب و پویایی
از زمان ایجاد در невідомо، پروژه رشد سریعی داشته و 12 401 مشترک جذب کرده است.
بر اساس آخرین دادهها در تاریخ 31 اکتبر, 2026، کانال فعالیت پایداری دارد. در ۳۰ روز گذشته تغییر اعضا برابر -112 و در ۲۴ ساعت گذشته برابر 4 بوده و همچنان دسترسی گستردهای حفظ شده است.
- وضعیت تأیید: تأیید شده (به صورت رسمی توسط تلگرام)
- نرخ تعامل (ER): میانگین تعامل مخاطب 6.50% است و در ۲۴ ساعت نخست پس از انتشار، محتوا معمولاً 4.77% واکنش نسبت به کل مشترکان کسب میکند.
- دسترسی پستها: هر پست به طور میانگین 806 بازدید دریافت میکند. در اولین روز معمولاً 592 بازدید جمعآوری میشود.
- واکنشها و تعامل: مخاطبان بهطور فعال حمایت میکنند؛ میانگین واکنش به هر پست 1 است.
- علایق موضوعی: محتوا بر موضوعات کلیدی مانند iran, y/y, senjata, idr, saham تمرکز دارد.
📝 توضیح و سیاست محتوایی
نویسنده این فضا را محل بیان دیدگاههای شخصی توصیف میکند:
“PSI Research Official Account - Disclaimer On
http://bit.ly/DisclaimerPSI”
به لطف بهروزرسانیهای پرتکرار (آخرین داده در تاریخ 01 نوامبر, 2026)، کانال همواره بهروز و دارای دسترسی بالاست. تحلیلها نشان میدهد مخاطبان بهطور فعال با محتوا تعامل دارند و آن را به نقطه اثرگذاری مهم در دسته اقتصاد و امور مالی تبدیل کردهاند.
در حال بارگذاری دادهها
| تاریخ | رشد مشترکین | اشارات | کانالها | |
| 01 نوامبر | 0 |
| 2 | Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG:
a. Basic Material: -17.177
b. Energy: -8.457
c. Infrastructure: -5.501 | 517 |
| 3 | https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/126257/survei-bloomberg-ekonomi-ri-kuartal-iv-diperkirakan-tumbuh-4-85 | 571 |
| 4 | Phillip Sekuritas Indonesia
JCI Indication (October 30, 2026)
Bearish
Support: 4,910; Resistance: 5,420
Indeks saham di Asia Jumat pagi (30/10) mayoritas dibuka melemah setelah indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup turun karena investor menimbang ulang belanja besar-besaran perusahaan teknologi besar untuk Kecerdasan Buatan (AI) sambil mencerna laporan keuangan korporasi dan data Inflasi AS.
Philadelphia SE Semiconductor Index turun 1.4% dan menghentikan kenaikan selama empat hari beruntun karena investor berupaya membedakan antara perusahaan yang mampu mendanai ambisi AI mereka dengan perusahaan yang justru menghabiskan banyak uang tunai serta berutang demi mewujudkan ambisi AI mereka.
Kinerja 3Q26 Microsoft melampaui ekspektasi analis, baik dari segi pendapatan maupun laba bersih. Di sisi lain, kegagalan Alphabet (induk perusahaan Google) dalam mencapai target pendapatan diperparah oleh meningkatnya pengeluaran kas yang terkait dengan pengembangan AI.
Musim laporan keuangan (earnings season) 3Q26 sudah berjalan setengah jalan, dengan 253 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah menyampaikan laporan keuangan mereka. Dari jumlah tersebut, 81% mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi para analis.
Saat ini, para analis memperkirakan pertumbuhan laba indeks S&P 500 secara agregat mencapai 31.0% Y/Y di 3Q26.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahun jatuh 10.6 bps menjadi 4.94%.
Data terkini menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan di 3Q26, sementara tekanan inflasi terus meningkat seiring dengan terbatasnya pasokan minyak akibat perang yang telah memicu inflasi sistemik yang lebih luas.
Menurut perhitungan awal data Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi AS mencatatkan ekspansi 3.4% Q/Q di 3Q26, tertinggi dalam setahun terakhir, lebih cepat dari laju ekspansi 2.2% Q/Q di kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi, 3.2% Q/Q.
Ketangguhan belanja konsumen serta investasi dunia usaha yang didorong oleh AI mampu mengimbangi dampak kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, indikator inflasi pilihan bank sentral AS (Federal Reserve) menunjukkan bahwa harga-harga semakin naik di bulan September, dengan data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index mencapai 3.6% Y/Y, akselerasi dari laju kenaikan 3.4% Y/Y di bulan Agustus.
News
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 39% menjadi IDR 1.82 triliun hingga kuartal III 2026.
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 10% menjkadi IDR 125.9 miliar hingga kuartal III 2026.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 180.55% menjadi USD 147 juta hingga kuartal III 2026.
Technical Recommendations (Swing Trading)
CMRY (Sharia): Speculative on the support area
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trading Buy : 4170
Target Price 1 : 4480 (+7.43%)
Target Price 2 : 4700 (+12.71%)
Stop Loss : 3870 (-7.19%)
Sell on Strength (SoS)
DEWI: October 23, 2026
Hit Target 1 236 (+10.28%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id | 524 |
| 5 | https://www.youtube.com/watch?v=_d3H2TvlQm0 | 532 |
| 6 | Update October 30, 2026: - 08.32 WIB
🔴 Suspend : -
🟢 Unsuspend: PTSP
🟡 UMA: RAJA, MLPT, MORA, IMPC, DEWI
🔴 FCA IN: -
🟢 FCA OUT: - | 532 |
| 7 | بدون متن... | 539 |
| 8 | بدون متن... | 612 |
| 9 | Selamat pagi😁,
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar | 287 |
| 10 | بدون متن... | 625 |
| 11 | 📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review Oktober 29, 2026
Indeks saham di Asia Kamis sore (29/10) ditutup beragam (mixed) cengan kecenderungan turun dengan indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang menciut 0.7%.
Hasil kinerja yang mengecewakan dari Alphabet serta aksi jual pada saham Samsung Electronics menekan saham-saham di sektor teknologi.
Di saat yang sama, para investor menantikan rilis laporan keuangan dari Amazon dan Intel untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek investasi di bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ketidakpastian kembali muncul setelah laba operasional 3Q26 Samsung Electronics mencapai 107,4 triliun Won (USD80,5 miliar), melonjak 783% Y/Y namun meleset dari perkiraan yang sebesar 107.66 trillion Won.
Menurut Samsung, angka ini menandai pertama kali sebuah perusahaan teknologi mencatatkan laba operasional kuartalan yang melampaui 100 triliun Won.
Pendapatan lompat 126,88% secara tahunan (Y/Y) dan 13,85% secara kuartalan (Q/Q). Segmen usaha seluler mencatat kerugian operasional sebesar 800 miliar won, seiring dengan tingginya biaya memori yang menekan profitabilitas.
Samsung memperingatkan bahwa permintaan chip memori yang didorong oleh AI akan melampaui pasokan industri pada tahun 2027, serta memproyeksikan Belanja Modal (Capex) semikonduktor sebesar 76,8 triliun won tahun ini, membengkak 62% dibandingkan tahun 2025.
Para investor merasa kecewa karena Samsung tidak segera memberikan perincian mengenai tingkat pengfembalian (return) tambahan bagi pemegang saham.
Samsung mengumumkan dividen tunai sebesar 30 triliun won untuk 3Q26, setara dengan 4.601 won per lembar saham biasa maupun saham preferen.
Perusahaan memang telah berencana untuk mengembalikan dana sebesar 55 triliun hingga 75 triliun won kepada para pemegang saham tahun ini melalui dividen dan pembelian kembali (buyback) saham, dengan dewan direksi akan menetapkan jumlah total pengembalian kepada pemegang saham serta rencana pelaksanaan yang spesifik dalam rapat yang dijadwalkan di akhir bulan Januari 2027.
Tidak terlihat reaksi yang berarti menyusul keputusan bank sentral AS (Federal Reserve) untuk mempertahankan suku bunga.
Keputusan ini diambil dengan alasan perlunya data lebih lanjut dalam upaya memerangi inflasi, yang selama lima tahun terakhir terus bertahan di atas target 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve.
Investor tengah menantikan hasil pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang akan berlangsung hari ini. Sementara itu, bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan sulu bunganya saat mengakhiri pertemuan kebijakan pada hari Jumat.
📌 Statistik
IHSG: 5098.057 |-184.255 poin | (-3.49%)
Volume (Shares) : 23.278 Billion
Total Value (IDR) : 11.296 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,987.269 Trillion
Saham naik : 98
Saham turun : 624
Tiga Sektor yang menjadi penekan IHSG:
a. Basic Material: -20.459
b. Energy: -14.608
c. Financial: -12.097
Top Gainers:
ALKA :4,420 | +880 | +24.86%
YPAS :1,055 | +210 | +24.85%
DNET :9,950 | +125 | +1.27%
SGRO :4,290 | +110 | +2.63%
CMRY :4,250 | +100 | +2.41%
Top Losers:
UNTR :24,550 | -1,050 | -4.10%
ADES :33,475 | -1,000 | -2.90%
MGLV :9,825 | -925 | -8.60%
SINI :9,475 | -700 | -6.88%
AADI :11,125 | -525 | -4.51%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id | 625 |
| 12 | بدون متن... | 632 |
| 13 | https://www.youtube.com/watch?v=PSd41fAeRC8 | 664 |
| 14 | Phillip Sekuritas Indonesia
JCI Indication (October 29, 2026)
Bullish
Support: 4,980; Resistance: 5,610
Indeks saham di Asia Kamis pagi (29/10) mayoritas dibuka menguat setelah indeks saham uta semalam di Wall Street semalam ditutup naik karena investor mencerna rilis laporan keuangan dari perusahaan raksasa teknologi seperti Microsoft dan Alphabet.
Philadelphia SE Semiconductor Index memperpanjang kenaikan menjadi empat hari beruntun dan rebound dari aksi jual belakangan ini.
Dari sisi ekonomi, bank sentral AS (Federal Reserve) sesuai dengan ekspektasi mempertahankan suku bunga dengan alasan perlunya lebih banyak data dalam upaya memerangi inflasi, meskipun tekanan inflasi masih tinggi.
Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) di kisaran target 3.75% - 4.00% menyusul kenaikan sebesar 25 bps di bulan September yang merupakan kenaikan pertama sejak tahun 2023.
Selain itu, Federal Reserve juga memperbaiki penilaiannya terhadap perekonomian AS, sembari mengakui bahwa tekanan inflasi masih tinggi.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengatakan bahwa Federal Reserve memerlukan informasi lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang untuk menentukan sikap kebijakan yang tepat guna memastikan inflasi kembali ke sasaran 2% secara tepat waktu.
Pasar keuangan mengantisipasi kemungkinan sebesar 85.0% akan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Reserve di bulan Desember, naik dari 78.3% pada hari Selasa.
Hingga hari Rabu, tiga dari lima bank sentral negara anggota G10 telah mengumumkan keputusan suku bunganya, yaitu penahanan suku bunga oleh Federal Reserve dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) serta kenaikan suku bunga oleh Bank of Canada (BOC).
Berikutnya dalah pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) hari ini dan Bank of Japan (BOJ) pada hari Jumat.
Secara umum, semua bank sentral tersebut menghadapi tantangan yang sama, yaitu harga bahan energi yang tinggi dan terus meningkatnya tekanan inflasi. Namun, itu tidak berarti mereka secara otomoatis berada dalam mode pengetatan kebijakan moneter.
Perhatian investor saat ini tertuju pada data rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS malam ini yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.
News
PT Superbank Tbk (SUPA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 398.8% menjadi IDR 299.88 miliar hingga kuartal III 2026.
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 12% menjadi IDR 21.6 triliun hingga kuartal III 2026.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 1.05 triliun.
Technical Recommendations (Swing Trading)
SMDR (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 374
Target Price 1 : 412 (+10.16%)
Target Price 2 : 432 (+15.51%)
Stop Loss : 336 (-10.16%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id | 673 |
| 15 | 🔴 Live Phillip Morning Market Call juga dapat diakses melalui:
👉🏻Zoom : bit.ly/PhillipWebinar | 589 |
| 16 | Update October 29, 2026: - 08.11 WIB
🔴 Suspend : PTSP
🟢 Unsuspend: ARKO
🟡 UMA: FILM, COIN
🔴 FCA IN: -
🟢 FCA OUT: - | 652 |
| 17 | بدون متن... | 624 |
| 18 | بدون متن... | 673 |
| 19 | Selamat pagi😁,
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar | 144 |
| 20 | Selamat pagi😁,
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar | 108 |
