Phillip Sekuritas Indonesia Research
PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI
Mostrar más📈 Análisis del canal de Telegram Phillip Sekuritas Indonesia Research
El canal Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) en el segmento lingüístico de Indonesio es un actor destacado. Actualmente la comunidad reúne a 12 573 suscriptores, ocupando la posición 9 758 en la categoría Economía y Finanzas y el puesto 5 623 en la región Indonesia.
📊 Métricas de audiencia y dinámica
Desde su creación el невідомо, el proyecto ha mostrado un crecimiento acelerado, reuniendo a 12 573 suscriptores.
Según los últimos datos del 30 julio, 2026, el canal mantiene una actividad estable. En los últimos 30 días la variación de miembros fue de -13, y en las últimas 24 horas de 2, conservando un alto alcance.
- Estado de verificación: Verificado (confirmado oficialmente por Telegram)
- Tasa de interacción (ER): El promedio de interacción de la audiencia es 6.87%. Durante las primeras 24 horas tras publicar, el contenido suele obtener 5.27% de reacciones respecto al total de suscriptores.
- Alcance de las publicaciones: Cada publicación recibe en promedio 864 visualizaciones. En el primer día suele acumular 663 visualizaciones.
- Reacciones e interacción: La audiencia responde de forma activa: el promedio de reacciones por publicación es 1.
- Intereses temáticos: El contenido se centra en temas clave como iran, y/y, senjata, idr, saham.
📝 Descripción y política de contenido
El autor describe el recurso como un espacio para expresar opiniones subjetivas:
“PSI Research Official Account - Disclaimer On
http://bit.ly/DisclaimerPSI”
Gracias a la alta frecuencia de actualizaciones (últimos datos recibidos el 31 julio, 2026), el canal mantiene la vigencia y un amplio alcance. La analítica demuestra que la audiencia interactúa activamente con el contenido, lo que lo convierte en un punto de referencia dentro de la categoría Economía y Finanzas.
Carga de datos en curso...
| Fecha | Crecimiento de Suscriptores | Menciones | Canales | |
| 31 julio | 0 | |||
| 30 julio | +2 | |||
| 29 julio | +6 | |||
| 28 julio | +4 | |||
| 27 julio | +1 | |||
| 26 julio | 0 | |||
| 25 julio | +2 | |||
| 24 julio | +3 | |||
| 23 julio | +9 | |||
| 22 julio | +7 | |||
| 21 julio | 0 | |||
| 20 julio | +1 | |||
| 19 julio | 0 | |||
| 18 julio | +5 | |||
| 17 julio | +3 | |||
| 16 julio | +1 | |||
| 15 julio | 0 | |||
| 14 julio | +3 | |||
| 13 julio | +3 | |||
| 12 julio | 0 | |||
| 11 julio | 0 | |||
| 10 julio | +4 | |||
| 09 julio | 0 | |||
| 08 julio | +6 | |||
| 07 julio | +2 | |||
| 06 julio | 0 | |||
| 05 julio | 0 | |||
| 04 julio | 0 | |||
| 03 julio | 0 | |||
| 02 julio | 0 | |||
| 01 julio | +1 |
| 2 | Sin texto... | 321 |
| 3 | Tiga Sektor yang menjadi penopang IHSG:
a. Basic Material: +12.465
b. Energy: +5.298
c. Siklikal +2.586 | 483 |
| 4 | Technical Recommendations (Swing Trading)
ADRO
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 2480
Target Price 1 : 2580 (+4.03%)
Target Price 2 : 2640
Stop Loss : 2390 (-3.63%)
BDMN
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 4120
Target Price 1 : 4240 (+2.91%)
Target Price 2 : 4330
Stop Loss : 4000 (-2.91%)
Sell on Strength (SoS)
MARK: July 28, 2026
Hit Target 2 1055 (+7.65%)
*Disclaimer: Investasi dan perdagangan saham mengandung resiko tinggi. Setiap keputusan transaksi saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor. Segala tulisan, materi, dan informasi, baik verbal maupun tertulis yang dibuat oleh bagian riset Phillip Sekuritas Indonesia merupakan hasil riset internal yang independent tanpa dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan saran, rekomendasi, usulan, anjuran, maupun paksaan untuk melakukan transaksi. Investor sangat dihimbau untuk melakukan analisa dan pengambilan keputusan perdagangan atau investasi saham dengan pertimbangan yang penuh kehati-hatian. | 612 |
| 5 | Prediksi (July 31, 2026)
Bullish
Support: 6,030; Resistance: 6,310
Indeks saham di Asia Jumat pagi (31/7) dibuka menguat dipimpin oleh KOSPI (+15%), TAIEX (+6.8%) dan Nikkei 225 (+5.5%) mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam dimana NASDAQ mengakhiri rangkaian penurunan selama enam hari beruntun.
Investor menantikan rilis laporan keuangan korporasi lebih lanjut, terutama dari Apple, Amazon dan Coinbase.
Selain itu, investor tampak mengabaikan serangan militer terbaru AS terhadap Iran., gejolak di pasar obligasi, dan kekhawatiran tentang belanja untuk Kecerdasan Buatana tau Artificial Intelligence (AI).
Di pasar komoditas, harga minyak mentah pagi ini masih melanjutkan penurunan meskipun serangan AS terhadap selusin target di Iran semalam mengancam akan kembali memicu eskalasi dalam konflik Timur Tengah, yang dapat kembali memicu inflasi.
Dari sisi ekonomi, data terkini menunjukkan inflasi (Core PCE Price Index) naik dengan laju yang lebih lambat pada bulan Juni dibandingkan bulan sebelumnya sementara data PDB 2Q26 menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS lebih lambat dari yang diperkirakan.
Dari Asia, investor mencerna rilis data ekonomi dari Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok.
Industrial Production Korea Selatan naik 5.8% Y/Y di bulan Juni, pulih dari kontraksi 1.1% Y/Y di bulan sebelumnya dan lebih baik dari ekspektasi pasar yang naik 2.5% Y/Y.
Penjualan Eceran di Korea Selatan naik 2.7% M/M (+4.2% Y/Y) di bulan Juni, tercepat sejak bulan Januari, akselerasi dari kenaikan 0.1% M/M (+1.5% Y/Y) di bulan sebelumnya
Di Jepang, Industrial Production naik 1.3% M/M (+4.2% Y/Y) di bulan Juni, lebih cepat dari peningkatan 0.1% M/M (-2.1% y/Y) di bulan sebelumnya sehingga memperpanjang trend pertumbuhan menjadi tiga bulan beruntun dan melampaui ekspektasi pasar yang naik 0.7% M/M.
Penjualan Eceran di Jepang naik 0,5% Y/Y di bulan Juni, melambat tajam dari kenaikan 5.0% Y/Y di bulan sebelumnya dan meleset dari ekspektasi pasar yang tumbuh 3.1% Y/Y.
Meskipun menandai pertumbuhan selama empat bulan berturut-turut, hasil terbaru ini merupakan kenaikan Penjualan Eceran terlemah sejak bulan Februari, sinyal bahwa belanja konsumen kehilangan momentum di tengah inflasi yang masih tinggi dan sikap hati-hati konsumen dalam membelanjakan uang mereka.
Data resmi Composite Purchasing Managers’ Index (PMI) Tiongkok yang di rilis oleh National Bureau of Statistics (NBS) turun ke level 49.3 di bulan Juli, terendah sejak Desember 2022, dari level 50.6 di bulan sebelumnya. Ini menandakan kontraksi pertama pada aktifitas sektor swasta sejak bulan Februari.Data Manufacturing PMI secara tak terduga turun ke level 49.2 dari level 50.3 dan lebih rendah dari ekspektasi pasar yang berada di level 50.0. Data Non-Manufacturing PMI turun ke level 49.0 dari level 50.2 dan bertolak belakang dengan ekspektasi pasar, 50.2.
Berita
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penyusutan laba bersih sebesar 13.95% menjadi IDR 17.15 triliun di semester I 2026.
PT Sinar Mas Agro Tbk (SMAR) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 185.36% menjadi IDR 2.34 triliun di semester I 2026.
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 108.56% menjadi USD 9.17 juta di semester I | 502 |
| 6 | Sin texto... | 533 |
| 7 | Update July 31, 2026: - 08.48 WIB
🔴 Suspend: Lebih dari 10 Kode, terlampir dalam PDF
🟢 Unsuspend: -
🟡 UMA: MDIA, GULA, DEWI
🔴 FCA IN: ADES, COAL, INCF, SONA, RDTX, POLL, PDES, PNGO
🟢 FCA OUT: - | 537 |
| 8 | Sin texto... | 722 |
| 9 | Selamat pagi😁,
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar2 | 680 |
| 10 | Sin texto... | 705 |
| 11 | 📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review 30 July 2026
Indeks saham di Asia Kamis sore (30/7) mayoritas ditutup melemah setelah bank sentral AS (Federal Reserve) mempertahankan suku bunga sehingga membuat pasar obligasi tidak yakin tentang langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Federal Reserve.
KOSPI kembali terpangkas, kali ini 1.23% setelah anjlok masing-masing 5.98% dan 10.84% pada hari Selasa dan Rabu meskipun Samsung Electronics melaporkan lonjakan laba yang luar biasa berkat permintaan memory chip yang didorong oleh Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Samsung Electronics mencatatkan laba operasi kuartalan tertinggi, naik 1.814% Y/Y (+56% Q/Q) sementara pendapatan melonjak 130% Y/Y (+28% Q/Q).
Baik laba operasi maupun pendapatan sesuai dengan perkiraan Samsung yang dirilis awal bulan ini.
Samsung Electronics menyebutkan permintaan server AI sebagai pendorong utama pendapatan memori yang mencapai penjualan DRAM dan NAND tertinggi sepanjang masa. Chip-chip tersebut digunakan dalam berbagai perangkat elektronik, mulai dari ponsel pintar hingga sistem otomotif dan server.
Di AS sendiri, laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan raksasa seperti Meta dan Microsoft menggarisbawahi perbedaan nasib yang sangat kontras bagi perusahaan-perusahaan yang berlomba membangun infrastruktur AI.
Microsoft mampu meyakinkan investor bahwa mereka akan terus menghasilkan kas hingga tahun fiskal 2027 meskipun pengeluaran besar sehingga harga sahamnya naik.
Sementara itu, harga saham Meta jatuh setelah penurunan arus kas bebas sebesar 91% di 2Q26 dan memberikan proyeksi Pendapatan 3Q26 yang lebih rendah dari ramalan pasar.
Dari sisi geopolitik, militer AS mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran, yang berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target, dengan Pemerintah AS menyebut serangan tersebut sebagai respons yang kuat terhadap rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.
Pada hari Selasa, militer AS mengatakan bahwa mereka mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran ke arah pasukan AS dalam apa yang disebut Washington sebagai upaya serangan mendadak oleh Iran. Iran mengkonfirmasi bahwa mereka telah menembaki pangkalan AS di Yordania.
📌 Statistik
IHSG: 6,186.363 | +94.976 poin | (+1.56%)
Volume (Shares) : 30.812 Billion
Total Value (IDR) : 12.932 Trillion
Market Cap (IDR) : 10,836.157 Trillion
Saham naik : 495
Saham turun : 158
📊 Sektor Peneopang (Bloomberg)
Energy : +11.353 poin
Non Siklikal : +8.818 poin
Siklikal : +5.321 poin
Top Gainers:
GGRM :19,075 | +700 | +3.71%
SRAJ :11,600 | +600 | +5.45%
AADI : 9,275 | +425 | +4.80%
AALI : 6,875 | +375 | +5.77%
ITMG :24,800 | +350 | +1.43%
Top Losers:
ADES :37,250 | -550 | -1.46%
MPRO :10,175 | -275 | -2.63%
UNTR :24,250 | -250 | -1.02%
BLUE : 2,520 | -240 | -8.70%
POLU :12,125 | -175 | -1.42%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id | 714 |
| 12 | Sin texto... | 687 |
| 13 | https://www.youtube.com/watch?v=19WaZM2p-c0 | 753 |
| 14 | Prediksi IHSG (July 30, 2026)
Bearish
Support: 5,900; Resistance: 6,250
Indeks saham di Asia Kamis pagi (30/7) dibuka beragam (mixed) meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam berakhir turun tajam setelah bank sentral AS (Federal Reserve) mempertahankan suku bunga di tengah lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah.
Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) di kisaran 3.50% - 3.75% untuk kelima kalinya tahun ini.
Keputusan ini tidak di capai secara bulat karena ada tiga pejabat tinggi, yaitu Presiden Federal Reserve Bank di Minneapolis Neel Kashkari, Presiden Federal Reserve Bank di Dallas Lorie Logan dan Presiden Federal Reserve Bank di Cleveland Beth Hammack memiliki pandangan yang berbeda (Dissenting Opinion) atau menaikan suku bunga sementara 9 anggota FOMC (Federal Open Market Committee) lainnya setuju tidak ada perubahan pada suku bunga.
Investor semakin yakin bahwa Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga tahun ini untuk memerangi inflasi seiring dengan tingginya volatilitas harga minyak mentah.
Oleh karena itu, investor menilai pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh bahwa Federal Reserve berkomitmen untuk menekan inflasi turun menjadi 2% sangat bertolak belakang dengan keputusan mempertahankan suku bunga di tengah masih tingginya tingkat inflasi.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) brtenor10 Tahun lompat hampir 7 bps menjadi 4.67% meskipun yield US Treasury note bertenor 2 tahun turun 2 bps menjadi 4.26%.
Ini merefleksikan situasi di mana para pelaku pasar mengukur kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dan secara bersamaan menuntut kompensasi yang lebih tinggi untuk memegang surat utang Pemerintah AS dalam jangka waktu yang lebih lama, karena percaya bahwa inflasi akan tetap tinggi.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah melonjak tajam (lebih dari 5%) setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menghantam Iran dengan lebih keras lagi sebagai balasan atas upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
Berita
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 26.9% menjadi IDR 1.5 triliun di semester I 2026.
PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 230.35 miliar.
PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 84.5% menjadi IDR 4.30 triliun di semester I 2026.
Technical Recommendations (Swing Trading)
MBSS: Last Daily Transaction Value IDR 2.5 Bio
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 2720
Target Price 1 : 2930 (+7.72%)
Target Price 2 : 3090
Stop Loss : 2520 (-7.35%)
WIIM
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1705
Target Price 1 : 1850 (+8.50%)
Target Price 2 : 1955
Stop Loss : 1565 (-8.21%)
*Disclaimer: Investasi dan perdagangan saham mengandung resiko tinggi. Setiap keputusan transaksi saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor. Segala tulisan, materi, dan informasi, baik verbal maupun tertulis yang dibuat oleh bagian riset Phillip Sekuritas Indonesia merupakan hasil riset internal yang independent tanpa dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan saran, rekomendasi, usulan, anjuran, maupun paksaan untuk melakukan transaksi. Investor sangat dihimbau untuk melakukan analisa dan pengambilan keputusan perdagangan atau investasi saham dengan pertimbangan yang penuh kehati-hatian. | 711 |
| 15 | 🔴 Live Phillip Morning Market Call juga dapat diakses melalui:
👉🏻Zoom : bit.ly/PhillipWebinar | 679 |
| 16 | Sin texto... | 697 |
| 17 | Sin texto... | 813 |
| 18 | Selamat pagi😁,
Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami.
Zoom : bit.ly/PhillipWebinar2 | 782 |
| 19 | Sin texto... | 802 |
| 20 | 📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review 29 July 2026
Indeks saham di Asia Rabu sore (29/7) di tutup beragam (mixed) menjelang rilis laporan keuangan dari sejumlah perusahaan raksasa di sektor Teknologi dan pengumuman keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (Federal Reserve).
Investor mulai meragukan reli yang dilakukan oleh saham-saham perusahaan produsen chip komputer di Asia ditengah kegelisahan seputar valuasi yang terlalu mahal dan apakah investasi besar-besaran pada pengembangan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan memberikan tingkat pengembalian (return) dalam waktu dekat.
KOSPI anjlok 5.98% setelah jatuh 10.84% kemarin sementara TAIEX dan Nikkei 225 masing-masing terpangkas 3.76% dan 1.49%. Dengan demikian, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 2.45% setelah mundur 3.56% kemarin.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah melonjak tajam menyusul ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan terhadap pasukan AS, sementara AS bersama dengan Arab Saudi menyerang situs-situs kelompok dukungan Iran di Irak.
Dari sisi ekonomi, Tingkat inflasi Australia secara tak terduga melambat menjadi 3.8% Y/Y pada Juni 2026, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang sebesar 4.0%, Y/Y. Akan tetapi, inflasi bertahan di atas kisaran target bank sentral atau Reserve Bank of Australia (RBA) sebesar 2%–3%.
Inflasi Inti (Trimmed Mean CPI) naik 3.6% Y/Y, tertinggi sejak bulan September 2024 namun lebih rendah dari ekspektasi pasar, 3.7% Y/Y.
Data Producer Price Index (PPI) Singapura memperlihatkan inflasi di level produsen melonjak 30.3% Y/Y di bulan Juni, melambat dari 34.1% Y/Y di bulan sebelumnya
Perlambatan ini sebagian besar disebabkan oleh moderasi laju kenaikan haraga bahan bakar mineral, pelumas serta bahan kimia dan produk kimia.
📌 Statistik
IHSG: 6,091.386 | -39.201 poin | (-0.64%)
Volume (Shares) : 40.142 Billion
Total Value (IDR) : 22.975 Trillion
Market Cap (IDR) : 10,698.856 Trillion
Saham naik : 177
Saham turun : 468
📊 Sektor Penekan (Bloomberg)
Energy : -7.757 poin
Infratructure : -3.645 poin
Property : -3.524 poin
Top Gainers:
STTP : 9,975 | +475 | +5.00%
RLCO : 5,325 | +275 | +5.45%
ITMG :24,450 | +225 | +0.93%
SMMA :20,200 | +200 | +1.00%
MLPT : 1,630 | +135 | +9.03%
Top Losers:
MPRO :10,450 | -1825| -14.87%
ADES :37,800 | -625 | -1.63%
UNTR :24,500 | -500 | -2.00%
MGLV : 8,275 | -375 | -4.34%
POLU :12,300 | -275 | -2.19%
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.
Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id | 850 |
