es
Feedback
Phillip Sekuritas Indonesia Research

Phillip Sekuritas Indonesia Research

Ir al canal en Telegram

PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Mostrar más

📈 Análisis del canal de Telegram Phillip Sekuritas Indonesia Research

El canal Phillip Sekuritas Indonesia Research (@research_psi) en el segmento lingüístico de Indonesio es un actor destacado. Actualmente la comunidad reúne a 12 571 suscriptores, ocupando la posición 9 701 en la categoría Economía y Finanzas y el puesto 5 666 en la región Indonesia.

📊 Métricas de audiencia y dinámica

Desde su creación el невідомо, el proyecto ha mostrado un crecimiento acelerado, reuniendo a 12 571 suscriptores.

Según los últimos datos del 22 julio, 2026, el canal mantiene una actividad estable. En los últimos 30 días la variación de miembros fue de -50, y en las últimas 24 horas de 6, conservando un alto alcance.

  • Estado de verificación: Verificado (confirmado oficialmente por Telegram)
  • Tasa de interacción (ER): El promedio de interacción de la audiencia es 6.42%. Durante las primeras 24 horas tras publicar, el contenido suele obtener 4.98% de reacciones respecto al total de suscriptores.
  • Alcance de las publicaciones: Cada publicación recibe en promedio 807 visualizaciones. En el primer día suele acumular 625 visualizaciones.
  • Reacciones e interacción: La audiencia responde de forma activa: el promedio de reacciones por publicación es 1.
  • Intereses temáticos: El contenido se centra en temas clave como iran, y/y, senjata, idr, saham.

📝 Descripción y política de contenido

El autor describe el recurso como un espacio para expresar opiniones subjetivas:
PSI Research Official Account - Disclaimer On http://bit.ly/DisclaimerPSI

Gracias a la alta frecuencia de actualizaciones (últimos datos recibidos el 24 julio, 2026), el canal mantiene la vigencia y un amplio alcance. La analítica demuestra que la audiencia interactúa activamente con el contenido, lo que lo convierte en un punto de referencia dentro de la categoría Economía y Finanzas.

12 571
Suscriptores
+624 horas
-27 días
-5030 días

Carga de datos en curso...

Atraer Suscriptores
julio '26
julio '26
+45
en 0 canales
junio '26
+51
en 0 canales
Get PRO
mayo '26
+51
en 0 canales
Get PRO
abril '26
+96
en 0 canales
Get PRO
marzo '26
+21
en 0 canales
Get PRO
febrero '26
+114
en 0 canales
Get PRO
enero '26
+250
en 0 canales
Get PRO
diciembre '25
+149
en 0 canales
Get PRO
noviembre '25
+92
en 0 canales
Get PRO
octubre '25
+189
en 0 canales
Get PRO
septiembre '25
+169
en 0 canales
Get PRO
agosto '25
+121
en 0 canales
Get PRO
julio '25
+102
en 0 canales
Get PRO
junio '25
+73
en 0 canales
Get PRO
mayo '25
+65
en 0 canales
Get PRO
abril '25
+47
en 0 canales
Get PRO
marzo '25
+31
en 0 canales
Get PRO
febrero '25
+60
en 0 canales
Get PRO
enero '25
+101
en 0 canales
Get PRO
diciembre '24
+45
en 0 canales
Get PRO
noviembre '24
+58
en 0 canales
Get PRO
octubre '24
+134
en 0 canales
Get PRO
septiembre '24
+106
en 0 canales
Get PRO
agosto '24
+79
en 0 canales
Get PRO
julio '24
+50
en 0 canales
Get PRO
junio '24
+46
en 0 canales
Get PRO
mayo '24
+109
en 0 canales
Get PRO
abril '24
+92
en 0 canales
Get PRO
marzo '24
+122
en 0 canales
Get PRO
febrero '24
+868
en 0 canales
Get PRO
enero '24
+155
en 0 canales
Get PRO
diciembre '23
+124
en 0 canales
Get PRO
noviembre '23
+145
en 0 canales
Get PRO
octubre '23
+143
en 0 canales
Get PRO
septiembre '23
+134
en 0 canales
Get PRO
agosto '23
+119
en 0 canales
Get PRO
julio '23
+141
en 0 canales
Get PRO
junio '23
+161
en 0 canales
Get PRO
mayo '23
+116
en 0 canales
Get PRO
abril '23
+143
en 0 canales
Get PRO
marzo '23
+285
en 0 canales
Get PRO
febrero '23
+1 112
en 0 canales
Get PRO
enero '23
+183
en 0 canales
Get PRO
diciembre '22
+70
en 0 canales
Get PRO
noviembre '22
+79
en 0 canales
Get PRO
octubre '22
+91
en 0 canales
Get PRO
septiembre '22
+109
en 0 canales
Get PRO
agosto '22
+86
en 0 canales
Get PRO
julio '22
+42
en 0 canales
Get PRO
junio '22
+117
en 0 canales
Get PRO
mayo '22
+86
en 0 canales
Get PRO
abril '22
+172
en 0 canales
Get PRO
marzo '22
+236
en 0 canales
Get PRO
febrero '22
+38
en 0 canales
Get PRO
enero '22
+71
en 0 canales
Get PRO
diciembre '21
+58
en 0 canales
Get PRO
noviembre '21
+53
en 0 canales
Get PRO
octubre '21
+130
en 0 canales
Get PRO
septiembre '21
+81
en 0 canales
Get PRO
agosto '21
+115
en 0 canales
Get PRO
julio '21
+111
en 0 canales
Get PRO
junio '21
+122
en 0 canales
Get PRO
mayo '21
+94
en 0 canales
Get PRO
abril '21
+144
en 0 canales
Get PRO
marzo '21
+321
en 0 canales
Get PRO
febrero '21
+478
en 0 canales
Get PRO
enero '21
+1 468
en 0 canales
Get PRO
diciembre '20
+9 572
en 0 canales
Fecha
Crecimiento de Suscriptores
Menciones
Canales
23 julio+9
22 julio+7
21 julio0
20 julio+1
19 julio0
18 julio+5
17 julio+3
16 julio+1
15 julio0
14 julio+3
13 julio+3
12 julio0
11 julio0
10 julio+4
09 julio0
08 julio+6
07 julio+2
06 julio0
05 julio0
04 julio0
03 julio0
02 julio0
01 julio+1
Publicaciones del Canal
2
+2
Sin texto...
315
3
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar2
313
4
Sin texto...
280
5
📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review 23 July 2026 Indeks saham di Asia Kamis sore (23/7) mayoritas ditutup menguat, di pimpin oleh KOSPI (+4.40%) karena minat investor terhadap saham-saham yang terkait dengan kKcerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kembali meningkat meskipun terjadi penurunan di pasar saham AS semalam. Uraian rencana belanja modal yang significant oleh perusahaan-perusahaan teknologi AS kemungkinan akan menguntungkan produsen chip di kawasan Asia. Laba dari Alphabet dan Tesla tidak menunjukkan perlambatan dalam pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur AI. Alphabet kembali menaikkan perkiraan belanja modal (Capex) untuk tahun 2026, dengan memberi tahu investor bahwa pengeluaran tersebut mungkin mencapai lebih dari USD200 miliar karena Alphabet berupaya keras membangun daya komputasi yang diperlukan untuk mendorong ambisi AInya. Induk perusahaan Google itu memproyeksikan Capex sebesar USD195 miliar hingga USD205 miliar untuk tahun 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar USD190 miliar dan lebih tinggi dari sekitar USD186 miliar yang diperkirakan oleh para analis. Kenaikan proyeksi ini mencerminkan upaya Alphabet untuk mempercepat ekspansi kapasitas komputasi AI dan mencatatkan pendapatan lebih banyak dari klien komputasi awan Di pasar komoditas, harga konrak berjangka (Futures) minyak mentah jenis Brent naik 3% menjadi USD97 per barel setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran dan kelompok Houthi Yaman mentargetkan kapal tanker minyak di Laut Merah, memperluas cakupan konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak mentah menghidupkan kembali kekhawatiran mengenai inflasi, mendorong imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS berjangka pendek ke level tertinggi dalam 17 bulan karena para pelaku pasar berspekulasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan. 📌 Statistik IHSG: 6,315.31 | -19.17 poin | (-0.30%) Volume (Shares) : 63.319 Billion Total Value (IDR) : 23.941 Trillion Market Cap (IDR) : 11,085.692 Trillion Saham naik : 321 Saham turun : 299 📊 Sektor Penekan (Bloomberg) Finansial : -6.843 poin Siklikal : -2.893 poin Industrial : -1.557 poin Top Gainers: MPRO :13,875 | +2300| +19.67% ADES :35,400 | +975 | +2.83% SINI : 6,800 | +600 | +9.68% PGUN : 8,300 | +600 | +7.79% RLCO : 4,540 | +540 | +13.50% Top Losers: DCII 100,000 | -1000| -0.52% POLU :12,700 | -300 | -2.31% FORU : 3,110 | -230 | -6.89% BBCA : 6,275 | -225 | -3.46% ASII : 5,000 | -150 | -2.91% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id
571
6
https://www.cnbc.com/2026/07/23/oil-prices-today-wti-brent-trump-iran-hormuz.html
551
7
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/116020/semester-i-2026-laba-bank-mandiri-bmri-naik-25-jadi-rp28-t
565
8
https://keuangan.kontan.co.id/news/kredit-perbankan-tumbuh-121-pada-juni-2026-kredit-investasi-masih-jadi-penopang
648
9
Sin texto...
660
10
https://www.youtube.com/watch?v=lrbSd33y2fM
707
11
Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (July 23, 2026) *Bearish* Support: 6,150; Resistance: 6,500 Indeks saham di Asia Kamis pagi (23/7) dibuka menguat meskipun indeks saham utama di Wall street semalam berakhir turun mejelang rilis laporan keuangan 2Q26 dari perusahaan raksasa teknologi Alphabet dan produsen mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) Tesla sementara lonjakan harga minyak mentah dan tarif perdagangan baru juga menjadi fokus perhatian para investor. Semua mata akan tertuju pada belanja modal (Capex) Tesla, seiring bergesernya perusahaan tersebut memasuki fase baru otomasi Pemerintah AS tampaknya siap mengganti tarif global 10% yang akan segera berakhir dengan bea masuk yang lebih permanen. Selain itu, AS juga berencana memberlakukan 100% tarif untuk obat generik yang diimpor ke AS mulai Agustus 2028. Tarif tersebut kemudian akan berlipat ganda setahun kemudian menjadi 200% pada Agustus 2029. Tarif baru sebesar 25% yang mentargetkan Brasil mulai berlaku pada hari Rabu. setelah penyelidikan selama setahun oleh Pemerintah AS yang sampai pada kesimpulan Brazil melakukan praktik perdagangan yang tidak adil. Berbagai produk seperti daging sapi, kopi, dan suku cadang pesawat terbang akan dikecualikan dari tarif tersebut, dan sekitar setengah dari ekspor Brasil ke AS akan tetap dikecualikan dari bea masuk. Langkah ini diambil seiring dengan upaya baru Presiden AS Donald Trump untuk menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar (Leverage) sehingga memicu kekhawatiran pembalasan dari negara-negara lain dan meningkatkan ketegangan global. Para pelaku pasar juga mengawasi lonjakan harga minyak mentah setelah AS melancarkan serangan udara putaran kedua terhadap Iran dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran tidak serius dalam perundingan. Investor mengamati harga minyak mentah dengan cermat karena kenaikan yang berkelanjutan dapat membuat inflasi tetap tinggi dan mempersulit kebijakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve). Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) bertenor 10 Tahun naik lebih dari 3 bps menjadi 4.63% karena investor memantau meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. News PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan pembengkakan rugi bersih sebesar 527.53% menjadi IDR 201.71 miliar di semester I 2026. PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan rugi bersih sebesar IDR 162.79 miliar di semester I 2026. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 18.73% menjadi IDR 732.53 miliar di semester I 2026. *Technical Recommendations* (Swing Trading) CPIN: Speculative on the support area Short Term Trend : Bearish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 3180 Target Price 1 : 3350 (+5.35%) Target Price 2 : 3440 Stop Loss : 3020 (-5.03%) HRTA Short Term Trend : Bullish Medium Term Trend : Bearish Trading Buy : 1995 Target Price 1 : 2140 (+7.27%) Target Price 2 : 2250 Stop Loss : 1865 (-6.52%) Sell on Strength (SoS) ICBP: July 20, 2026 Hit Target 1 7100 (+4.80%) Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id
662
12
*Update July 23, 2026: - 08.27 WIB* 🔴 Suspend : - 🟢 Unsuspend: ZATA 🟡 UMA: MPRO 🔴 FCA IN: - 🟢 FCA OUT: -
609
13
Sin texto...
635
14
Sin texto...
1
15
+2
Sin texto...
730
16
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal
Selamat pagi😁, Phillip Morning Webinar akan live pukul 08.30 WIB. Simak pembahasan pasar dan ikuti sesi tanya jawab teknikal bersama analis kami. Zoom : bit.ly/PhillipWebinar2
728
17
Sin texto...
767
18
📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review 22 July 2026 Indeks saham di Asia Rabu sore (22/7) ditutup beragam (mixed) di tengah kekhawatiran mengenai kenaikan harga minyak mentah dan inflasi. Kenaikan harga minyak mentah kembali mendorong inflasi lebih tinggi, tepat ketika laju kenaikan harga-harga mulai melambat melebihi perkitraan para pakar ekonomi. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong bank sentral AS (Federal Reserve) dan bank sentral lainnya untuk menaikkan suku bunga, yang akan memperlambat perekonomian dan memberikan tekanan pada harga saham dan instrument investasi lainnya. Dari sisi geopolitik, militer AS telah melakukan serangan malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan sejauh ini perang melawan Iran telah menelan biaya sebesar USD37.5 miliar, membengkak dari perkiraan sebelumnya yang hampir mencapai USFD29 miliar pada pertengahan bulan Mei. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada para menteri luar negeri negara-negara anggita ASEAN bahwa kendali Iran atas Selat Hormuz akan menciptakan preseden berbahaya dengan dampak yang meluas di luar Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Libanon Joseph Aoun di Gedung Putih, di mana ia berjanji untuk mendukung Libanon dalam melucuti senjata kelompok Hizbullah yang didukung Iran dan menjalin perdamaian abadi dengan Israel. Presiden Trump juga mengatakan dia akan mengizinkan dimulainya kembali penerbangan langsung oleh maskapai AS ke Libanon, yang telah ditangguhkan sejak pembajakan pesawat TWA yang membawa banyak warga AS oleh militan Islam Libanon pada tahun 1985. Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data inflasi Korea Selatan dan Neraca Perdagangan Jepang. Data Producer price Index (PPI) Korea Selatan memperlihatkan inflasi di level produsen melonjak 8.6% Y/Y di bulan Juni atau sama dengan laju kenaikan pada bulan Mei yang juga merupakan tingkat tertinggi sejak bulan Juli 2022. Neraca Perdagangan Jepang kembali mencatatkan defisit, tepatnya sebesar JPY406.9 miliar, di bulan Juni, berbalik arah dari surplus JPY122.3 miliar pada periode yang sama tahun lalu dan jauh lebih buruk dari defisit JPY120 miliar yang diprediksi pasar. Dengan demikian, Neraca Perdagangan Jepang sudah membukukan defisit selama dua bulan beruntun karena laju kenaikan impor lebih cepat dari pertumbuhan ekspor. Impor melonjak 25.4% Y/Y, tertinggi sejak bulan November 2022, lebih cepat dari kenaikan 12.5% Y/Y di bulan Mei dan melampaui perkiraan pasar yang naik 21.0% Y/Y. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di 5.75%, berbeda dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan BI Rate sebesar 25 bps. Kenaikan BI Rate ini bertujuan untuk memperkuat nilai tukar IDR terhadap USD, sambil terus memantau tekanan inflasi di tengah risiko eksternal yang terus berlanjut dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 📌 Statistik IHSG: 6,334.476 | -5.544 poin | (-0.09%) Volume (Shares) : 46.421 Billion Total Value (IDR) : 18.555 Trillion Market Cap (IDR) : 11,092.969 Trillion Saham naik : 272 Saham turun : 340 📊 Sektor Penopang (Bloomberg) Non Siklikal : +3.199 poin Technology : +2.711 poin Finansial : +1.397 poin Top Gainers: ADES :34,425 | +825 | +2.46% MPRO :11,575 | +775 | +7.18% POLU :13,000 | +575 | +4.63% MLPT : 1,625 | +325 | +25.00% PGUN : 7,700 | +325 | +4.41% Top Losers: UNTR :25,550 | -550 | -2.11% ARKO : 5,250 | -225 | -4.11% TCPI : 5,625 | -175 | -3.02% GGRM :17,300 | -150 | -0.86% RATU : 4,980 | -145 | -2.83% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id
760
19
📩Phillip Sekuritas Indonesia📩 Market Review 22 July 2026 Indeks saham di Asia Rabu sore (22/7) ditutup beragam (mixed) di tengah kekhawatiran mengenai kenaikan harga minyak mentah dan inflasi. Kenaikan harga minyak mentah kembali mendorong inflasi lebih tinggi, tepat ketika laju kenaikan harga-harga mulai melambat melebihi perkitraan para pakar ekonomi. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong bank sentral AS (Federal Reserve) dan bank sentral lainnya untuk menaikkan suku bunga, yang akan memperlambat perekonomian dan memberikan tekanan pada harga saham dan instrument investasi lainnya. Dari sisi geopolitik, militer AS telah melakukan serangan malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan sejauh ini perang melawan Iran telah menelan biaya sebesar USD37.5 miliar, membengkak dari perkiraan sebelumnya yang hampir mencapai USFD29 miliar pada pertengahan bulan Mei. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada para menteri luar negeri negara-negara anggita ASEAN bahwa kendali Iran atas Selat Hormuz akan menciptakan preseden berbahaya dengan dampak yang meluas di luar Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Libanon Joseph Aoun di Gedung Putih, di mana ia berjanji untuk mendukung Libanon dalam melucuti senjata kelompok Hizbullah yang didukung Iran dan menjalin perdamaian abadi dengan Israel. Presiden Trump juga mengatakan dia akan mengizinkan dimulainya kembali penerbangan langsung oleh maskapai AS ke Libanon, yang telah ditangguhkan sejak pembajakan pesawat TWA yang membawa banyak warga AS oleh militan Islam Libanon pada tahun 1985. Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data inflasi Korea Selatan dan Neraca Perdagangan Jepang. Data Producer price Index (PPI) Korea Selatan memperlihatkan inflasi di level produsen melonjak 8.6% Y/Y di bulan Juni atau sama dengan laju kenaikan pada bulan Mei yang juga merupakan tingkat tertinggi sejak bulan Juli 2022. Neraca Perdagangan Jepang kembali mencatatkan defisit, tepatnya sebesar JPY406.9 miliar, di bulan Juni, berbalik arah dari surplus JPY122.3 miliar pada periode yang sama tahun lalu dan jauh lebih buruk dari defisit JPY120 miliar yang diprediksi pasar. Dengan demikian, Neraca Perdagangan Jepang sudah membukukan defisit selama dua bulan beruntun karena laju kenaikan impor lebih cepat dari pertumbuhan ekspor. Impor melonjak 25.4% Y/Y, tertinggi sejak bulan November 2022, lebih cepat dari kenaikan 12.5% Y/Y di bulan Mei dan melampaui perkiraan pasar yang naik 21.0% Y/Y. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di 5.75%, berbeda dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan BI Rate sebesar 25 bps. Kenaikan BI Rate ini bertujuan untuk memperkuat nilai tukar IDR terhadap USD, sambil terus memantau tekanan inflasi di tengah risiko eksternal yang terus berlanjut dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 📌 Statistik IHSG: 6,340.02 | +108.24 poin | (+1.74%) Volume (Shares) : 51.103 Billion Total Value (IDR) : 21.593 Trillion Market Cap (IDR) : 11,069.356 Trillion Saham naik : 421 Saham turun : 205 📊 Sektor Penopang (Bloomberg) Non Siklikal : +3.199 poin Technology : +2.711 poin Finansial : +1.397 poin Top Gainers: ADES :34,425 | +825 | +2.46% MPRO :11,575 | +775 | +7.18% POLU :13,000 | +575 | +4.63% MLPT : 1,625 | +325 | +25.00% PGUN : 7,700 | +325 | +4.41% Top Losers: UNTR :25,550 | -550 | -2.11% ARKO : 5,250 | -225 | -4.11% TCPI : 5,625 | -175 | -3.02% GGRM :17,300 | -150 | -0.86% RATU : 4,980 | -145 | -2.83% Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB. Melalui Zoom Webinar: https://bit.ly/PhillipWebinar *Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900. www.poems.co.id
1
20
https://www.cnbcindonesia.com/market/20260722135819-17-752929/breaking-news-bi-rate-tetap-575-di-juli-2026
731