Dina Sulaeman
Open in Telegram
3 399
Subscribers
-124 hours
+57 days
-1630 days
Data loading in progress...
Similar Channels
Tags Cloud
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
July '26
July '26
+34
in 3 channels
June '26
+22
in 3 channels
Get PRO
May '26
+38
in 2 channels
Get PRO
April '26
+117
in 3 channels
Get PRO
March '26
+160
in 1 channels
Get PRO
February '26
+66
in 1 channels
Get PRO
January '26
+52
in 1 channels
Get PRO
December '25
+21
in 0 channels
Get PRO
November '25
+11
in 0 channels
Get PRO
October '25
+25
in 2 channels
Get PRO
September '25
+29
in 3 channels
Get PRO
August '25
+26
in 0 channels
Get PRO
July '25
+59
in 1 channels
Get PRO
June '25
+224
in 1 channels
Get PRO
May '25
+32
in 0 channels
Get PRO
April '25
+48
in 1 channels
Get PRO
March '25
+81
in 3 channels
Get PRO
February '25
+29
in 1 channels
Get PRO
January '25
+54
in 1 channels
Get PRO
December '24
+523
in 0 channels
Get PRO
November '24
+85
in 0 channels
Get PRO
October '24
+289
in 2 channels
Get PRO
September '24
+161
in 2 channels
Get PRO
August '24
+128
in 1 channels
Get PRO
July '24
+79
in 0 channels
Get PRO
June '24
+77
in 0 channels
Get PRO
May '24
+124
in 0 channels
Get PRO
April '24
+476
in 0 channels
Get PRO
March '24
+155
in 0 channels
Get PRO
February '24
+97
in 1 channels
Get PRO
January '24
+999
in 1 channels
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 27 July | 0 | |||
| 26 July | +1 | |||
| 25 July | +4 | |||
| 24 July | +3 | |||
| 23 July | +3 | |||
| 22 July | +3 | |||
| 21 July | 0 | |||
| 20 July | +1 | |||
| 19 July | +3 | |||
| 18 July | 0 | |||
| 17 July | 0 | |||
| 16 July | 0 | |||
| 15 July | 0 | |||
| 14 July | +1 | |||
| 13 July | +1 | |||
| 12 July | 0 | |||
| 11 July | +2 | |||
| 10 July | 0 | |||
| 09 July | 0 | |||
| 08 July | +1 | |||
| 07 July | +5 | |||
| 06 July | +1 | |||
| 05 July | +2 | |||
| 04 July | +1 | |||
| 03 July | +1 | |||
| 02 July | 0 | |||
| 01 July | +1 |
Channel Posts
Bencana Strategis Amerika di Teluk Persia: Terjebak Perangkap Sendiri
āPonsel di Washington tak berhenti berderingābukan berisi ucapan dukungan, melainkan rintihan agar serangan ke target sipil segera dihentikan sebelum seluruh Teluk berubah menjadi puing.ā (Prof. John Mearsheimer)
https://kabarkampus.com/2026/07/bencana-strategis-amerika-di-teluk-persia-terjebak-perangkap-sendiri/
Semua diundang untuk mendiskusikannya di kolom komentar.
š» Share it
| 2 | āļø Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan daftar Kerusakan pada pasukan AS selama dua minggu terakhir, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Fars:
Pesawat & Operasi Udara:
⢠11 Jet Tempur & Helikopter (hancur di darat)
⢠17 Drone Pengintai & Operasional (8 baru)
⢠1 Jet Tempur F-15 (di dalam hanggar/tempat perlindungan)
⢠1 Pesawat P-8 Poseidon
⢠1 Pesawat Angkut C-17 Globemaster
⢠8 Pesawat Pengisian Bahan Bakar
⢠4 Helikopter Berat
Radar & Infrastruktur Pertahanan Udara:
⢠7 Pusat Komando & Kontrol
⢠6 Radar Pertahanan Udara Patriot
⢠8 Sistem Radar Peringatan Dini
⢠7 Radar Pertahanan Rudal Berbasis Udara
⢠5 Radar Jarak Jauh
⢠3 Sistem Komunikasi Satelit
⢠3 Radar Kontrol Udara & Laut
⢠3 Sistem Radar EPS & 2 Radar EPS 117
⢠2 Radar Pertahanan Udara & 1 Unit Radar Taktis
Infrastruktur & Dukungan Pangkalan:
⢠6 Pusat Pemeliharaan Pesawat Tempur & Helikopter
⢠3 Pusat Dukungan & Logistik
⢠12 Tangki Bahan Bakar & 1 Stasiun Pompa Bahan Bakar
⢠17 Fasilitas Penyimpanan Persenjataan, Suku Cadang, & Peralatan
⢠6 Depot Penyimpanan Rudal
Fasilitas Operasional:
⢠6 Hanggar Drone MQ-9
⢠1 Hanggar Drone (berisi 8 drone baru)
⢠1 Hanggar Persiapan F-15 & 1 Hanggar Pesawat P-8
⢠5 Hanggar Pesawat Tempur & 4 Tempat Perlindungan Pesawat Tempur
⢠6 Landasan Penerbangan & Pendaratan
⢠4 Kompleks Pertahanan Udara Patriot
⢠6 Platform Peluncur Rudal & 4 Platform HIMARS
⢠2 Pusat Komando & 2 Pusat Komunikasi Sinyal
⢠1 Pusat Data Informasi
⢠1 Basis Pemrosesan Data yang terhubung ke Amazon (Pusat AI)
⢠1 Platform Pengisian Bahan Bakar Kapal Induk & 1 Dermaga Bahan Bakar
⢠1 Pusat Penyimpanan Kapal Permukaan yang Dikendalikan dari Jarak Jauh (RCV)
š» Share it
https://t.me/FreePalestineNetwork/27103 | 358 |
| 3 | šØAnak-anak terpaksa merangkak demi air di tengah tembakan Israel di Jalur Gaza bagian selatan.
Di kamp pengungsian Al-Mawasi, Gaza selatan, anak-anak menjatuhkan diri ke tanah untuk menghindari peluru Israel saat menempuh perjalanan melelahkan di bawah terik matahari demi mengambil air bagi keluarga mereka.
Sementara itu, tembakan Israel terus menyasar tenda-tenda tempat berlindung warga sipil yang mengungsi. Truk air dan pedagang sayur tidak lagi dapat menjangkau kamp-kamp tersebut, sehingga keluarga-keluarga terjebak tanpa kebutuhan paling mendasar di tengah terus bertambahnya jumlah warga sipil yang tewas dan terluka. | 351 |
| 4 | šØ Di bawah terik matahari musim panas yang kejam, tenda-tenda Gaza yang compang-camping telah berubah menjadi layaknya tungku pembakaran.
Tubuh anak-anak yang rentan melepuh akibat panas yang menyesakkan; kulit mereka terbakar saat suhu melonjak di dalam tempat penampungan yang sama sekali tidak layak untuk kelangsungan hidup manusia.
Selama 22 bulan, setelah Israel menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza, ratusan ribu keluarga pengungsi tidak memiliki apa pun selain lembaran kain tipis sebagai pelindung. Tanpa listrik. Tanpa air bersih. Tanpa perlindungan dari hawa panas yang tak kunjung reda. | 349 |
| 5 | Musim panas di Gaza
šØSaat berusaha mencari kesejukan dari teriknya panas musim panas, dua warga Palestinaātermasuk seorang perempuanāduduk di rooftop (lantai atas/atap)...lalu mereka dibom Israel dan gugur syahid.
Kejadian di Khan Younis, Gaza selatan (26/7) | 338 |
| 6 | Warga Iran ini cerdas strategi perang banget.
Dia bertanya ke AI: berapa biaya perang yang dikeluarkan AS untuk mengebom 1 jembatan di Iran.
AI menjawab: [dalam Toman Iran] setara 70.000 USD (padahal kalau yang dipakai rudal Tomahwak, 1 unitnya
bisa 2-3 juta USD).
Lalu ia bertanya lagi: biaya untuk memperbaiki jembatan itu berapa per hari?
AI menjawab: 1100 USD
Si Bapak berkata, "Kalau gitu kita untung sekitar 60.000 USD dong? Wah, makasih Trump!"
[kalau paham bahasa Farsi, sebenarnya cara dia ngomong, dan frasa yang ia pakai untuk Trump, terasa lucu sekali]
Artinya, si Bapak ini paham betapa payahnya Trump: untuk menimbulkan kerusakan kecil, AS harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar.
Cerdasnya si Bapak:
Pertama, ia memahami bahwa keberhasilan taktis belum tentu merupakan kemenangan strategis.
Menghancurkan sebuah jembatan adalah keberhasilan taktis. Namun, apabila jembatan itu cepat diperbaiki, tidak menghentikan mobilitas Iran secara berarti, dan serangan harus dilakukan dengan amunisi yang mahal serta terbatas, hasil strategisnya mungkin sangat kecil.
Kedua, ia memahami konsep cost imposition. Dalam perang asimetris, Iran tidak selalu harus menghancurkan kekuatan lawan secara langsung. Cukup dengan memaksa AS menghabiskan rudal mahal; dan menguras stok amunisi, AS sudah kepayahan.
Ketiga, kemampuan si Bapak menertawakan Trump menunjukkan daya tahan psikologis. Tujuan Trump mengebom fasilitas sipil di Iran adalah untuk menciptakan ketakutan dan perasaan tidak berdaya rakyat Iran. Tapi, konten si Bapak ini menunjukkan bahwa usaha Trump gagal. | 500 |
| 7 | Warga Iran Cerdas Strategi Perang | 478 |
| 8 | AS-Isr Sudah Panik?
Berikut ini rekap manuver kaum Zion beberapa hari terakhir:
Pertama, akhirnya kaum Zion berhasil mendapatkan dukungan Prancis dan Inggris untuk memperluas perang melawan Iran. Kedua negara itu telah mengevakuasi staf diplomatik mereka dari Teheran.
Kedua, kaum Zion berhasil mendudukkan tokoh pro Israel sebagai PM baru Inggris, sehingga dengan segera Inggris mau terlibat aktif dalam perang melawan Iran, antara lain mengizinkan penggunaan pangkalan-pangkalan Inggris di berbagai tempat. Inggris juga dilaporkan mau ikut dalam operasi pembersihan ranjau di Teluk Persia.
Ketiga, demi membujuk agar Saudi tidak merapat ek Iran, mereka mengumumkan bahwa teknologi dan material nuklir akan diberikan kepada Arab Saudi, tetapi dengan syarat Saudi bergabung dengan Abraham Accords.
Keempat, mereka berhasil meloloskan legislasi di DPR Amerika Serikat yang pada dasarnya akan menjadikan militer AS sebagai semacam cabang dari IDF.
Semua ini seolah menunjukkan kaum Zion sedemikian kuat sehingga bisa mengatur-atur negara-negara besar. Namun, sebenarnya tidak demikian. Justru manuver terbaru ini menunjukkan mereka bergerak tergesa-gesa, terbuka, dan ceroboh. Mereka terpaksa menampakkan diri mereka sendiri (selama ini kan kaum Zion selalu berusaha bergerak di balik layar, agar seolah ada proses demokrasi).
Penyebabnya: telah muncul satu kekuatan yang menolak tunduk mengikuti kehendak kaum Zion. Kekuatan ini pelan tapi pasti mengguncang seluruh bangunan rapuh kaum Zion. Kekuatan ini telah mampu melihat kerapuhan bangunan Zion sejak 47 tahun lalu. Mereka mempersiapkan diri dengan cara yang hampir tidak pernah dilakukan siapa pun: setelah ribuan tahun membangun peradaban, mereka membangun kemandirian dalam persenjataan, ekonomi, pangan; membangun mental perlawanan (resistensi) dan ketahanan (resiliensi).
Kekuatan itu adalah bangsa Iran. Mereka menderita akibat melawan, tapi ini adalah penderitaan yang dipilih dengan kesadaran: demi membela kaum tertindas. | 505 |
| 9 | AS dan Israel Panik? | 461 |
| 10 | Saudi Dibujuk AS dengan Nuklir
Trump menulis di medsosnya:
Kesepakatan Nuklir Sipil antara Departemen Energi Amerika Serikat dan Arab Saudi akan disetujui, dengan catatan tidak boleh ada pengayaan bahan nuklir. Kesepakatan ini hanya untuk penggunaan nuklir secara damai atau non-militer, seperti yang sudah dimiliki oleh Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara-negara lainnya.
Namun, persetujuan ini sepenuhnya bergantung pada kesediaan Arab Saudi untuk bergabung dengan Abraham Accords, yaitu kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.
Amerika Serikat pada dasarnya tidak menentang pembangunan fasilitas nuklir sipil, selama fasilitas tersebut tidak digunakan untuk memperkaya bahan nuklir.
---
ARTINYA:
AS sedang membujuk Saudi bergabung dengan Abraham Accords (normalisasi hubungan dengan Israel), dengan iming-iming Saudi boleh punya nuklir.
TAPI.. Saudi tidak boleh melakukan pengayaan uranium. Dengan kata lain, Saudi boleh memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi tidak boleh memiliki fasilitas sendiri untuk memperkaya uranium.
Uranium diperkaya (bahan bakar nuklir siap pakai) disuplai pihak lain (mungkin AS). Saudi tinggal pakai (BELI, tentunya).
Ini berbeda dengan model Iran, yang memiliki kemampuan pengayaan uranium di dalam negeri. Iran ingin mandiri dan berdaulat. Karena itu Iran berupaya mempertahankan hak dan kemampuan pengayaannya berdasarkan kerangka hukum nuklir internasional. | 508 |
| 11 | Trump membujuk Saudi dengan nuklir | 483 |
| 12 | AS Mengebom Salamcheh. Salamcheh adalah perbatasan antara Iran dan Irak. Kawasan ini dipenuhi oleh para peziarah yang akan pergi menuju Karbala, Irak, memperingati 40 hari syahadah Al Husain (Peringatan Arbain). Menurut Press TV, ada dua orang syahid dan 11 terluka akibat serangan ini. | 549 |
| 13 | Luar biasa kekuatan mental anak2 Gaza.. tetap berkarya, tetap senyum..
#StopGazaGenocideNOW
#FREEPALESTINE | 555 |
| 14 | ā¶ļø Angkatan Darat Iran mengumumkan bahwa dalam tahap ke-22 operasi "Thunder", pihaknya menargetkan "bangunan akomodasi dan fasilitas kesejahteraan" serta "depo peralatan" milik militer AS di Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, serta "gudang peralatan besar dan hanggar" dan "fasilitas perawatan serta penyimpanan pesawat berat" di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain. @PressTV | 539 |
| 15 | Perhatikan bagaimana media Barat "memperhalus" genosida.
Di grafik yang dirilis AP ini digunakan istilah "berm" (tanggul).
"Citra satelit mengonfirmasi bahwa Israel sedang membangun jaringan tanggul untuk memisahkan wilayah Jalur Gaza yang dikuasainya dari wilayah lainnya. Hingga 17 Juli, lebih dari 22 kilometer tanggul telah dibangun."
PADAHAL sebenarnya yang dibangun adalah: "jaringan penghalang yang mengurung warga Palestina."
Grafik juga menggunakan istilah "area where Palestinians are confined ā area tempat warga Palestina dikurung/dibatasi"
Padahal yang terjadi: "area where Palestinians are forcibly concentrated and imprisoned" (area tempat warga Palestina dikonsentrasikan dan dipenjarakan secara paksa)
Grafik juga menulis "Israeli military controlled zone", padahal sesungguhnya: Palestinian territory seized and occupied by the Israeli military ("wilayah Palestina yang direbut dan diduduki oleh militer Israel"). | 531 |
| 16 | jangka pendek, tetapi berpotensi menciptakan bencana militer dalam jangka panjang.
Intinya, Washington terus menjual narasi bahwa Iran berada dalam kondisi lemah dan terdesak. Namun, pada saat yang sama, AS justru mengumpulkan salah satu paket kekuatan militer terbesar di kawasan dalam beberapa tahun terakhir. Kontradiksi ini menunjukkan bahwa ancaman Iran sebenarnya dinilai jauh lebih serius daripada yang disampaikan kepada publik.
(Teks diadaptasi dari: @Mark4XX ) | 590 |
| 17 | JENDERAL AS MEMBONGKAR KEKUATAN IRAN YANG SEBENARNYA
Narasi resmi Washington selama ini cenderung menggambarkan kemampuan militer Iran sebagai sesuatu yang terbatas, rapuh, dan mudah dilumpuhkan. Namun, penilaian terbaru dari Jenderal AS Randy Manner justru menunjukkan gambaran yang sangat berbeda.
Manner, yang memiliki pengalaman panjang dalam operasi militer tingkat tinggi, menilai bahwa kemampuan Iran dalam hal presisi, jangkauan serangan, dan pengendalian eskalasi jauh lebih besar daripada yang selama ini diakui oleh pemerintah AS.
Pada saat yang sama, pengerahan kekuatan besar-besaran oleh Amerika Serikat ke Timur Tengah menunjukkan bahwa Washington sendiri tampaknya tidak benar-benar percaya pada narasi bahwa Iran sudah lemah. Justru sebaliknya, AS sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman yang dinilai sangat serius.
Peningkatan kekuatan AS yang sulit disembunyikan
Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan sekitar seperempat hingga sepertiga dari seluruh armada pesawat tanker pengisian bahan bakar udaranya ke kawasan Timur Tengah. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 100 pesawat.
Selain itu, pesawat tempur F-35 dipindahkan dari Inggris, sementara sejumlah F-15 khusus ditarik dari Jerman. Pesawat-pesawat ini memiliki peran penting dalam operasi untuk menekan dan menghancurkan pertahanan udara Iran.
Pengerahan sebesar ini tidak mungkin dilakukan secara spontan. Persiapannya membutuhkan waktu, biaya, dan koordinasi yang sangat besar. Karena itu, sulit menganggapnya sekadar pertunjukan kekuatan untuk kepentingan propaganda.
Presisi serangan Iran
Menurut penilaian Manner, serangan rudal dan drone Iran menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Target yang disebut berhasil diserang antara lain pesawat, helikopter Black Hawk, pusat data, depot logistik, dan pembangkit listrik. Citra satelit juga disebut memperlihatkan kawah serangan yang terkonsentrasi tepat pada sasaran di Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Artinya, serangan tersebut bukan tembakan acak atau sekadar upaya menimbulkan kepanikan. Iran tampaknya memiliki kemampuan untuk memilih target tertentu dan menghantamnya dengan presisi.
Iran juga disebut telah mengembangkan kepala rudal yang diklaim mampu bermanuver pada fase akhir penerbangan. Kemampuan ini membuat rudal lebih sulit dideteksi dan dicegat. Selain itu, Iran tampaknya mempelajari berbagai perkembangan perang modern, termasuk pengalaman penggunaan drone dan serangan jarak jauh dalam perang Ukraina.
Iran menahan diri, bukan tidak mampu
Manner juga menyatakan bahwa Iran sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyerang kapal-kapal perang Amerika dan menimbulkan korban besar di pangkalan-pangkalan AS. Namun, Iran sejauh ini tidak selalu menggunakan seluruh kemampuan tersebut.
Ini menunjukkan bahwa pengekangan Iran tidak otomatis berarti kelemahan. Bisa jadi, Iran memang sengaja membatasi serangan untuk mengendalikan tingkat eskalasi dan menghindari perang total.
Dengan demikian, klaim bahwa Iran tidak memiliki sarana untuk menimbulkan kerugian besar terhadap AS patut dipertanyakan. Menurut Manner, cara pandang semacam itu justru berbahaya karena meremehkan kekuatan militer yang memiliki kemampuan nyata dan kebanggaan institusional yang kuat.
Risiko operasi darat
Serangan AS terhadap jembatan, terowongan, fasilitas komunikasi, dan instalasi desalinasi di pulau-pulau Iran dapat dibaca sebagai bagian dari persiapan menuju operasi darat terbatas. Dalam doktrin militer, penghancuran infrastruktur semacam itu sering dilakukan untuk mengisolasi wilayah, memutus jalur pasokan, dan mempersiapkan pergerakan pasukan.
Namun, operasi darat di pulau-pulau Iran akan membawa risiko sangat besar. Pasukan AS harus dipasok terus-menerus melalui jalur laut dan udara. Dalam jangka panjang, mereka akan menjadi sasaran mudah bagi drone dan rudal Iran yang dapat diluncurkan dari wilayah pedalaman.
Karena itu, Manner menyebut rencana pendudukan semacam itu sebagai ākegilaan mutlakā apabila tidak disertai tujuan strategis yang jelas. Operasi tersebut mungkin menghasilkan kemenangan simbolik | 609 |
| 18 | KEKUATAN IRAN | 520 |
| 19 | jangka pendek, tetapi berpotensi menciptakan bencana militer dalam jangka panjang.
Intinya, Washington terus menjual narasi bahwa Iran berada dalam kondisi lemah dan terdesak. Namun, pada saat yang sama, AS justru mengumpulkan salah satu paket kekuatan militer terbesar di kawasan dalam beberapa tahun terakhir. Kontradiksi ini menunjukkan bahwa ancaman Iran sebenarnya dinilai jauh lebih serius daripada yang disampaikan kepada publik.
(Teks diadaptasi dari: @Mark4XX ) | 1 |
| 20 | JENDERAL AS MEMBONGKAR KEKUATAN IRAN YANG SEBENARNYA
Narasi resmi Washington selama ini cenderung menggambarkan kemampuan militer Iran sebagai sesuatu yang terbatas, rapuh, dan mudah dilumpuhkan. Namun, penilaian terbaru dari Jenderal AS Randy Manner justru menunjukkan gambaran yang sangat berbeda.
Manner, yang memiliki pengalaman panjang dalam operasi militer tingkat tinggi, menilai bahwa kemampuan Iran dalam hal presisi, jangkauan serangan, dan pengendalian eskalasi jauh lebih besar daripada yang selama ini diakui oleh pemerintah AS.
Pada saat yang sama, pengerahan kekuatan besar-besaran oleh Amerika Serikat ke Timur Tengah menunjukkan bahwa Washington sendiri tampaknya tidak benar-benar percaya pada narasi bahwa Iran sudah lemah. Justru sebaliknya, AS sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman yang dinilai sangat serius.
Peningkatan kekuatan AS yang sulit disembunyikan
Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan sekitar seperempat hingga sepertiga dari seluruh armada pesawat tanker pengisian bahan bakar udaranya ke kawasan Timur Tengah. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 100 pesawat.
Selain itu, pesawat tempur F-35 dipindahkan dari Inggris, sementara sejumlah F-15 khusus ditarik dari Jerman. Pesawat-pesawat ini memiliki peran penting dalam operasi untuk menekan dan menghancurkan pertahanan udara Iran.
Pengerahan sebesar ini tidak mungkin dilakukan secara spontan. Persiapannya membutuhkan waktu, biaya, dan koordinasi yang sangat besar. Karena itu, sulit menganggapnya sekadar pertunjukan kekuatan untuk kepentingan propaganda.
Presisi serangan Iran
Menurut penilaian Manner, serangan rudal dan drone Iran menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Target yang disebut berhasil diserang antara lain pesawat, helikopter Black Hawk, pusat data, depot logistik, dan pembangkit listrik. Citra satelit juga disebut memperlihatkan kawah serangan yang terkonsentrasi tepat pada sasaran di Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Artinya, serangan tersebut bukan tembakan acak atau sekadar upaya menimbulkan kepanikan. Iran tampaknya memiliki kemampuan untuk memilih target tertentu dan menghantamnya dengan presisi.
Iran juga disebut telah mengembangkan kepala rudal yang diklaim mampu bermanuver pada fase akhir penerbangan. Kemampuan ini membuat rudal lebih sulit dideteksi dan dicegat. Selain itu, Iran tampaknya mempelajari berbagai perkembangan perang modern, termasuk pengalaman penggunaan drone dan serangan jarak jauh dalam perang Ukraina.
Iran menahan diri, bukan tidak mampu
Manner juga menyatakan bahwa Iran sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyerang kapal-kapal perang Amerika dan menimbulkan korban besar di pangkalan-pangkalan AS. Namun, Iran sejauh ini tidak selalu menggunakan seluruh kemampuan tersebut.
Ini menunjukkan bahwa pengekangan Iran tidak otomatis berarti kelemahan. Bisa jadi, Iran memang sengaja membatasi serangan untuk mengendalikan tingkat eskalasi dan menghindari perang total.
Dengan demikian, klaim bahwa Iran tidak memiliki sarana untuk menimbulkan kerugian besar terhadap AS patut dipertanyakan. Menurut Manner, cara pandang semacam itu justru berbahaya karena meremehkan kekuatan militer yang memiliki kemampuan nyata dan kebanggaan institusional yang kuat.
Risiko operasi darat
Serangan AS terhadap jembatan, terowongan, fasilitas komunikasi, dan instalasi desalinasi di pulau-pulau Iran dapat dibaca sebagai bagian dari persiapan menuju operasi darat terbatas. Dalam doktrin militer, penghancuran infrastruktur semacam itu sering dilakukan untuk mengisolasi wilayah, memutus jalur pasokan, dan mempersiapkan pergerakan pasukan.
Namun, operasi darat di pulau-pulau Iran akan membawa risiko sangat besar. Pasukan AS harus dipasok terus-menerus melalui jalur laut dan udara. Dalam jangka panjang, mereka akan menjadi sasaran mudah bagi drone dan rudal Iran yang dapat diluncurkan dari wilayah pedalaman.
Karena itu, Manner menyebut rencana pendudukan semacam itu sebagai ākegilaan mutlakā apabila tidak disertai tujuan strategis yang jelas. Operasi tersebut mungkin menghasilkan kemenangan simbolik | 1 |
