ru
Feedback
Dina Sulaeman

Dina Sulaeman

Открыть в Telegram

Channel khusus info-info geopol Timur Tengah

Больше
3 402
Подписчики
-124 часа
-37 дней
-2130 день

Загрузка данных...

Привлечение подписчиков
июль '26
июль '26
+14
в 2 каналах
июнь '26
+22
в 3 каналах
Get PRO
май '26
+38
в 2 каналах
Get PRO
апрель '26
+117
в 3 каналах
Get PRO
март '26
+160
в 1 каналах
Get PRO
февраль '26
+66
в 1 каналах
Get PRO
январь '26
+52
в 1 каналах
Get PRO
декабрь '25
+21
в 0 каналах
Get PRO
ноябрь '25
+11
в 0 каналах
Get PRO
октябрь '25
+25
в 2 каналах
Get PRO
сентябрь '25
+29
в 3 каналах
Get PRO
август '25
+26
в 0 каналах
Get PRO
июль '25
+59
в 1 каналах
Get PRO
июнь '25
+224
в 1 каналах
Get PRO
май '25
+32
в 0 каналах
Get PRO
апрель '25
+48
в 1 каналах
Get PRO
март '25
+81
в 3 каналах
Get PRO
февраль '25
+29
в 1 каналах
Get PRO
январь '25
+54
в 1 каналах
Get PRO
декабрь '24
+523
в 0 каналах
Get PRO
ноябрь '24
+85
в 0 каналах
Get PRO
октябрь '24
+289
в 2 каналах
Get PRO
сентябрь '24
+161
в 2 каналах
Get PRO
август '24
+128
в 1 каналах
Get PRO
июль '24
+79
в 0 каналах
Get PRO
июнь '24
+77
в 0 каналах
Get PRO
май '24
+124
в 0 каналах
Get PRO
апрель '24
+476
в 0 каналах
Get PRO
март '24
+155
в 0 каналах
Get PRO
февраль '24
+97
в 1 каналах
Get PRO
январь '24
+999
в 1 каналах
Дата
Привлечение подписчиков
Упоминания
Каналы
13 июля0
12 июля0
11 июля+2
10 июля0
09 июля0
08 июля+1
07 июля+5
06 июля+1
05 июля+2
04 июля+1
03 июля+1
02 июля0
01 июля+1
Посты канала
Gaza 13 Juli
Gaza 13 Juli

2
Sebelumnya, kami telah berulang kali menyampaikan peringatan yang jelas kepada para penguasa negara Anda mengenai bahaya menempuh kebijakan seperti ini, serta risiko menyeret rakyat mereka ke dalam sebuah pertaruhan besar yang dapat mengancam masa depan mereka. Namun, mereka memilih untuk terus mengikuti perintah secara membabi buta, mengambil keputusan yang tidak mencerminkan kehendak rakyatnya sendiri, melainkan dipaksakan dari luar perbatasan mereka, dalam kondisi yang tidak mencerminkan adanya kedaulatan yang sesungguhnya. Karena itu, merekalah yang memikul tanggung jawab penuh atas seluruh konsekuensi yang akan timbul akibat kebijakan tersebut.
310
3
Iran Mengeluarkan Peringatan Mendesak kepada Warga dan Penduduk di Timur Tengah serta Negara-Negara GCC Khususnya untuk Kuwai
Iran Mengeluarkan Peringatan Mendesak kepada Warga dan Penduduk di Timur Tengah serta Negara-Negara GCC Khususnya untuk Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab Pernyataan: Kepada seluruh warga negara dan penduduk di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, Akibat ketundukan para penguasa negara Anda, serta digunakannya sejumlah kawasan permukiman di negara-negara tersebut sebagai lokasi peluncuran rudal darat-ke-darat yang diarahkan ke Iran, kami mengimbau Anda untuk meningkatkan kewaspadaan semaksimal mungkin. Apabila Anda melihat adanya sistem atau peluncur rudal di sekitar kawasan tempat tinggal Anda, segera tinggalkan lokasi tersebut secepat mungkin. Selain itu, jauhilah pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat, serta hindari berada atau melintas di sekitar area tersebut. Seluruh warga negara dan penduduk diminta segera mengosongkan kawasan-kawasan tersebut dan berpindah ke tempat yang aman tanpa penundaan, demi melindungi keselamatan jiwa mereka.
297
4
saat ini sedang mereka langgar. Presedennya pun bukan sesuatu yang luar biasa. Filipina melakukannya pada 1991. Arab Saudi pada 2003. Uzbekistan pada 2005. Demikian pula Irak, Prancis, dan Niger. Negara-negara berdaulat meminta pasukan asing meninggalkan wilayah mereka, dan pasukan-pasukan itu pun pergi. Inilah cara paling sederhana untuk mengakhiri perang. Mengharapkan Iran melepaskan haknya untuk membela diri, sementara negara-negara Arab tetap menjadi tuan rumah bagi infrastruktur militer Amerika yang memungkinkan operasi militer terhadap Iran terus berlangsung, bukanlah sebuah pilihan. Secara hukum hal itu tidak dapat dipertahankan, secara politik tidak masuk akal, dan secara moral merupakan bentuk kemunafikan yang sangat nyata.
329
5
Perang ini sebenarnya dapat segera berakhir apabila negara-negara Arab memiliki keberanian politik untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari wilayah mereka. [oleh Reza Nasri, pengacara internasional asal Iran @RezaNasri1] Tidak mungkin suatu negara, di satu sisi, menjadi tempat berlangsungnya perundingan perdamaian, tetapi di sisi lain juga menjadi landasan untuk melancarkan perang. Namun, itulah posisi yang kini ditempati oleh negara-negara Arab di Teluk Persia. Beberapa di antaranya menjadi tuan rumah bagi hampir semua jalur komunikasi penting antara Washington dan Teheran. Pada saat yang sama, wilayah mereka juga menyediakan landasan pacu, pesawat pengisian bahan bakar di udara, persenjataan yang telah ditempatkan sebelumnya, pusat komando, dan pelabuhan laut dalam yang menjadi penopang utama operasi militer terhadap Iran. Dengan demikian, meja perundingan dan landasan peluncuran perang berada di negara yang sama, bahkan terkadang pada minggu yang sama. Netralitas bukan sekadar pernyataan resmi. Dalam hukum internasional, netralitas merupakan suatu status hukum yang dapat hilang karena tindakan suatu negara. Konvensi Den Haag V Tahun 1907 melarang negara netral mengizinkan pihak yang berperang memindahkan pasukan atau perlengkapan perang melalui wilayahnya. Pemerintah-pemerintah Arab menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam operasi ofensif. Namun, klaim itu tidak dipercaya di Teheran dan juga tidak dapat diverifikasi. Pengisian bahan bakar di udara, operasi pengintaian, dan dukungan logistik tidak berubah menjadi tindakan defensif hanya karena kementerian luar negeri menyatakannya demikian. Rudal-rudal Iran merespons kenyataan yang terjadi di lapangan, bukan dokumen administratif. Jalan keluarnya tersedia, dan juga sah menurut hukum. Pasukan asing tidak memiliki hak atas wilayah negara lain. Mereka berada di sana karena adanya persetujuan dari negara tuan rumah, dan persetujuan itu dapat dicabut kapan saja. Itulah makna kedaulatan. Perjanjian pertahanan Kuwait dengan Amerika Serikat tahun 1991, berdasarkan informasi yang tersedia untuk publik, tetap berlaku hanya sampai salah satu pihak memberikan pemberitahuan tertulis satu tahun sebelumnya. Oman bahkan tidak pernah memberikan izin bagi pangkalan militer permanen; negara itu hanya memberikan akses berdasarkan kasus per kasus, dan dapat menghentikannya cukup dengan tidak lagi memberikan izin. Pengaturan militer Amerika di Arab Saudi juga hanya didasarkan pada instrumen eksekutif, bukan perjanjian yang diratifikasi Senat. Pada tahun 2003, Arab Saudi meminta pasukan Amerika meninggalkan Pangkalan Udara Prince Sultan, dan permintaan itu dipenuhi. Apabila suatu perjanjian tidak mengatur secara tegas mekanisme penghentiannya, Konvensi Wina tentang Hukum Perjanjian memberikan dasar hukumnya. Sebuah negara dapat mengakhiri perjanjian apabila terjadi pelanggaran material terhadap isi perjanjian (Pasal 60), atau apabila terjadi perubahan keadaan yang sangat mendasar (Pasal 62). Tidak ada perubahan yang lebih mendasar daripada runtuhnya model keamanan yang menjadi dasar persetujuan atas kehadiran pasukan asing tersebut. Ada dasar hukum lain yang bahkan lebih kuat. Dalam perkara Corfu Channel, ditegaskan bahwa tidak ada negara yang boleh dengan sadar membiarkan wilayahnya digunakan untuk melakukan tindakan yang melanggar hak negara lain. Negara yang menyediakan bahan bakar, pangkalan militer, dan dukungan intelijen bagi penggunaan kekuatan bersenjata yang melanggar hukum internasional turut memikul tanggung jawab atas bantuan yang diberikannya. Konstitusi Kuwait secara tegas melarang perang ofensif dan menyatakan bahwa ketentuan-ketentuan rahasia dalam suatu perjanjian tidak mempunyai kekuatan hukum. Sementara itu, Konstitusi Bahrain mengharuskan setiap perjanjian yang menyangkut kedaulatan negara ditetapkan melalui undang-undang, sedangkan perjanjian mengenai pangkalan militer Amerika di Bahrain tidak pernah dipublikasikan. Karena itu, pengusiran pasukan asing bukan sekadar pilihan yang dapat diambil oleh negara-negara tersebut, melainkan kewajiban yang
326
6
1. Kapal komersial yang dikawal kapal perang dapat kehilangan status netral Penulis menjelaskan bahwa apabila kapal perang Amerika Serikat atau Israel mulai mengawal kapal-kapal komersial di kawasan Teluk Persia, maka berdasarkan Pasal 60(d) San Remo Manual, kapal-kapal komersial tersebut dapat diperlakukan sebagai kapal dagang milik pihak musuh. Dengan demikian, menurut ketentuan hukum perang di laut, kapal-kapal itu dapat dianggap sebagai sasaran militer yang sah. 2. Iran dapat memblokade pantai negara-negara Arab di Teluk Persia Mengenai hak Iran untuk melakukan blokade maritim di Selat Hormuz, penulis menilai bahwa hal itu bergantung pada satu pertanyaan penting: apakah garis pantai negara-negara Arab di Teluk Persia pada praktiknya telah menjadi bagian dari kehadiran militer Amerika Serikat. Menurutnya, serangan Iran terhadap beberapa negara Arab di kawasan tersebut dapat dipahami dalam konteks keberadaan pangkalan-pangkalan militer Amerika di masing-masing negara itu. Apabila Amerika Serikat memang menguasai atau menggunakan wilayah pesisir negara-negara tersebut sebagai bagian dari operasi militernya, maka Iran, menurut analisis hukum ini, dapat memberlakukan blokade terhadap seluruh garis pantai negara-negara Arab di Teluk Persia. Ia menambahkan bahwa syarat utama agar suatu blokade dianggap sah adalah efektivitasnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 95 San Remo Manual. Artinya, blokade tersebut harus benar-benar ditegakkan sehingga tidak ada kapal ataupun pesawat yang diizinkan menembusnya. 3. Selat Hormuz dapat ditutup sepenuhnya dalam keadaan yang sangat luar biasa Penulis juga mengutip pandangan sejumlah pakar hukum laut. Heinisch von Heinegg berpendapat bahwa ruang udara di atas selat internasional dapat ditutup bagi pesawat, baik milik negara netral maupun pihak yang berperang. Selain itu, Heinisch von Heinegg bersama Camins dan Cogliati-Bantz berpendapat bahwa dalam "keadaan yang paling genting" (the gravest circumstances), negara pantai yang menguasai selat internasional dapat dibenarkan untuk menutup sepenuhnya jalur pelayaran di selat tersebut. https://www.ejiltalk.org/the-legality-of-irans-closure-of-the-strait-of-hormuz/ (@IzadiFoad )
311
7
Apakah Iran Berhak Menembaki Kapal-Kapal Komersial? Alexander Lott, seorang profesor hukum internasional terkemuka dari Unive
Apakah Iran Berhak Menembaki Kapal-Kapal Komersial? Alexander Lott, seorang profesor hukum internasional terkemuka dari University of Norway menjelaskan bahwa, dalam kondisi tertentu, hukum internasional memberikan ruang bagi Iran untuk mengambil sejumlah tindakan di kawasan Teluk Persia. Berikut tiga poin utama yang ia kemukakan: Iran dapat menjadikan kapal-kapal komersial yang dikawal oleh Amerika Serikat sebagai sasaran militer. Iran dapat memberlakukan blokade terhadap seluruh garis pantai negara-negara Arab di Teluk Persia. Iran bahkan dapat menutup sepenuhnya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Berikut penjelasan yang disampaikan dalam artikelnya yang diterbitkan di European Journal of International Law:
336
8
Iran membalas serangan AS.
Iran membalas serangan AS.
204
9
Warga Jepang 👆
427
10
Message from Japan to the Islamic Republic of Iran.
Message from Japan to the Islamic Republic of Iran.
430
11
Warga Gaza memposting video sholat gaib di Gaza, untuk syahid Ayatullah Khamenei, dengan tulisan: Di Gaza, masyarakat mengada+1
Warga Gaza memposting video sholat gaib di Gaza, untuk syahid Ayatullah Khamenei, dengan tulisan: Di Gaza, masyarakat mengadakan salat jenazah secara gaib untuk Sayyid Ali Khamenei, sang syahid, untuk menghormati arwahnya dan mengakui dukungannya serta pendiriannya yang teguh dalam solidaritas dengan Palestina dan rakyat kami yang sabar dan tabah. Di sini, makna sejati kesetiaan terwujud—kesetiaan kepada seorang pria yang mengorbankan hidupnya demi Allah, dalam perjalanan menuju pembebasan #Yerusalem, persatuan umat Islam, dan kemenangan akhirnya.
608
12
Wawancara dengan Dina Sulaeman https://www.youtube.com/watch?v=LHSlKzAzi4c (jangan emosi baca judul ya, ditonton dulu)
Wawancara dengan Dina Sulaeman https://www.youtube.com/watch?v=LHSlKzAzi4c (jangan emosi baca judul ya, ditonton dulu)
513
13
🇮🇷 MAJELIS KRITIS FPN "IRAN UPDATE: Langsung dari Teheran" Bagaimana situasi terkini di Iran? Apa dampaknya terhadap Palest
🇮🇷 MAJELIS KRITIS FPN "IRAN UPDATE: Langsung dari Teheran" Bagaimana situasi terkini di Iran? Apa dampaknya terhadap Palestina, kawasan Timur Tengah, dan dinamika geopolitik dunia? Mari ikuti diskusi eksklusif bersama narasumber yang berada langsung di Teheran, untuk mendapatkan perspektif dan informasi yang lebih dekat dari sumbernya. 🎙 Speaker: Ismail Amin Ph.D Candidate (WNI di Iran) 🎤 Host: Furqan AMC Sekjen Free Palestine Network (FPN) 🗓 Sabtu, 11 Juli 2026 🕢 Pukul 19.30 WIB 💻 Zoom Meeting Meeting ID: 915 8807 0222 Passcode: 739666 Mari hadir, berdiskusi, dan memperluas wawasan mengenai perkembangan Timur Tengah secara kritis dan objektif. "Karena memahami realitas adalah langkah awal untuk membangun kepedulian dan solidaritas." #MajelisKritisFPN #IranUpdate #Teheran #FreePalestineNetwork
483
14
Acara besok di Bandung, di vila Kabuci Asih Putra Cimahi Pendaftaran: https://forms.gle/vekubpLjd8DMVoYw8
Acara besok di Bandung, di vila Kabuci Asih Putra Cimahi Pendaftaran: https://forms.gle/vekubpLjd8DMVoYw8
468
15
Suaminya gugur syahid tepat di depan matanya, sementara kedua kaki putranya putus dan hancur. Ia membalut kaki sang anak deng
Suaminya gugur syahid tepat di depan matanya, sementara kedua kaki putranya putus dan hancur. Ia membalut kaki sang anak dengan kerudungnya dan menggendongnya sejauh 4 kilometer... Namun, putranya pun akhirnya gugur syahid setelah kehabisan darah. Ia kembali seorang diri, dengan kerudung yang berlumuran darah putranya—tanpa ada seorang pun yang mendampinginya. #StopGazaGenocideNOW X dokter @MostafaBNaim1 🔻 Share it https://t.me/FreePalestineNetwork/26157
449
16
Sholat jenazah terakhir dipimpin oleh putra Ayatullah Ali Khamenei, Seyyed Mostafa Khamenei. Prosesi pemakaman yang berlangsu
Sholat jenazah terakhir dipimpin oleh putra Ayatullah Ali Khamenei, Seyyed Mostafa Khamenei. Prosesi pemakaman yang berlangsung sejak 4 Juli 2026 sudah berakhir dan jasad para syuhada sudah dimakamkan.
489
17
Israel melepas tawanan, untuk membunuhnya. Hari ini: Israel membunuh Mohammad al-Fayoumi, seorang sandera Palestina yang dibe
Israel melepas tawanan, untuk membunuhnya. Hari ini: Israel membunuh Mohammad al-Fayoumi, seorang sandera Palestina yang dibebaskan melalui kesepakatan pertukaran sandera terbaru. #GazaGenocide‌
515
18
Kemunafikan AS & sekutunya: -Iran memblokir Selat Hormuz itu dianggap tidak adil, tapi memblokir pengiriman minyak ke Kuba de
Kemunafikan AS & sekutunya: -Iran memblokir Selat Hormuz itu dianggap tidak adil, tapi memblokir pengiriman minyak ke Kuba demi melumpuhkan seluruh negara mereka itu dianggap sah saja -Negara2 Arab bisa bersatu melawan Iran demi membuka blokade selat Hormuz, tapi seolah tak mampu berbuat apapun untuk mendobrak blokade Gaza agar makanan, air, obat, bebas masuk.
586
19
Jutaaan pelayat di kota Najaf dan Karbala, Irak, mengikuti prosesi pemakaman jenazah Syahid Imam Ali Khamenei dan anggota kel
Jutaaan pelayat di kota Najaf dan Karbala, Irak, mengikuti prosesi pemakaman jenazah Syahid Imam Ali Khamenei dan anggota keluarganya yang gugur akibat serangan AS.
501
20
Gaza 7 Juli 2026 Kiriman video dari Dr. Muhammad Madi (Koordinator GGSCR di Gaza) Untuk semua donatur, jazakumullah khairan k
Gaza 7 Juli 2026 Kiriman video dari Dr. Muhammad Madi (Koordinator GGSCR di Gaza) Untuk semua donatur, jazakumullah khairan katsira.
567