ru
Feedback
Dina Sulaeman

Dina Sulaeman

Открыть в Telegram

Channel khusus info-info geopol Timur Tengah

Больше
3 400
Подписчики
Нет данных24 часа
-47 дней
-1830 день

Загрузка данных...

Привлечение подписчиков
июль '26
июль '26
+16
в 3 каналах
июнь '26
+22
в 3 каналах
Get PRO
май '26
+38
в 2 каналах
Get PRO
апрель '26
+117
в 3 каналах
Get PRO
март '26
+160
в 1 каналах
Get PRO
февраль '26
+66
в 1 каналах
Get PRO
январь '26
+52
в 1 каналах
Get PRO
декабрь '25
+21
в 0 каналах
Get PRO
ноябрь '25
+11
в 0 каналах
Get PRO
октябрь '25
+25
в 2 каналах
Get PRO
сентябрь '25
+29
в 3 каналах
Get PRO
август '25
+26
в 0 каналах
Get PRO
июль '25
+59
в 1 каналах
Get PRO
июнь '25
+224
в 1 каналах
Get PRO
май '25
+32
в 0 каналах
Get PRO
апрель '25
+48
в 1 каналах
Get PRO
март '25
+81
в 3 каналах
Get PRO
февраль '25
+29
в 1 каналах
Get PRO
январь '25
+54
в 1 каналах
Get PRO
декабрь '24
+523
в 0 каналах
Get PRO
ноябрь '24
+85
в 0 каналах
Get PRO
октябрь '24
+289
в 2 каналах
Get PRO
сентябрь '24
+161
в 2 каналах
Get PRO
август '24
+128
в 1 каналах
Get PRO
июль '24
+79
в 0 каналах
Get PRO
июнь '24
+77
в 0 каналах
Get PRO
май '24
+124
в 0 каналах
Get PRO
апрель '24
+476
в 0 каналах
Get PRO
март '24
+155
в 0 каналах
Get PRO
февраль '24
+97
в 1 каналах
Get PRO
январь '24
+999
в 1 каналах
Дата
Привлечение подписчиков
Упоминания
Каналы
16 июля0
15 июля0
14 июля+1
13 июля+1
12 июля0
11 июля+2
10 июля0
09 июля0
08 июля+1
07 июля+5
06 июля+1
05 июля+2
04 июля+1
03 июля+1
02 июля0
01 июля+1
Посты канала
Selat Hormuz hanya selebar sekitar 33 km pada titik tersempitnya, sementara jalur pelayaran yang digunakan kapal tanker jauh lebih sempit. Kondisi ini membuat Iran tidak perlu "menutup" selat secara total. Cukup menciptakan ancaman yang kredibel, misalnya dengan menanam ranjau atau menyerang beberapa kapal, sehingga biaya asuransi melonjak, pelayaran terganggu, dan ekspor minyak dunia terdampak.

2
@ejmalrai menulis: Iran telah mengambil banyak pelajaran dari Operation Praying Mantis (1988) dan kini mampu mengontrol Selat
@ejmalrai menulis: Iran telah mengambil banyak pelajaran dari Operation Praying Mantis (1988) dan kini mampu mengontrol Selat Hormuz dengan biaya minimal. ---- OPM adalah operasi militer AS terhadap AL Iran selama Perang Iran-Irak. Dalam satu hari, AS menghancurkan beberapa kapal perang Iran, platform minyak yang digunakan untuk kepentingan militer, dan menunjukkan superioritas angkatan laut konvensionalnya. Sejak saat itu, Iran menyadari bahwa berhadapan secara langsung (konvensional) dengan Angkatan Laut AS adalah strategi yang merugikan. Karena itu, Iran mengembangkan strategi perang asimetris, yaitu memanfaatkan keunggulan geografis dan persenjataan yang lebih murah tetapi efektif, seperti: -Rudal anti-kapal yang ditempatkan di pesisir. -Drone pengintai dan drone serang. -Ranjau laut. -Kapal cepat bersenjata yang menyerang secara bergerombol (armada nyamuk). -Kapal selam kecil. -Pasukan Garda Revolusi (IRGC Navy) yang memang dirancang untuk operasi di Teluk Persia.
156
3
Dina Sulaeman: AS harus keluar dari Timur Tengah https://youtu.be/lmX1m8RfIEw?si=1x-VFxnywzVmVh74
156
4
15 Juli: Pasukan Israel membunuh Dr. Enas Mahmoud Youssef beserta anaknya, dan anggota keluarganya yang lain dalam serangan r
15 Juli: Pasukan Israel membunuh Dr. Enas Mahmoud Youssef beserta anaknya, dan anggota keluarganya yang lain dalam serangan rudal yang menghantam rumah mereka di Gaza.
161
5
Informasi baru: AS mengebom rumah sakit kanker anak di Ahvaz, Iran. Apakah nyawa 168 anak di Minab dan ratusan lainnya masih
Informasi baru: AS mengebom rumah sakit kanker anak di Ahvaz, Iran. Apakah nyawa 168 anak di Minab dan ratusan lainnya masih belum cukup?! Mengapa Israel dan AS terus-menerus mencelakai anak-anak?!
153
6
https://youtu.be/KXkPYNbBkGU?si=XHYvh7-yEhrl_cb5 Penuturan penulis terkenal, Asma Nadia, yang menghadiri prosesi pemakaman syahid Ayatullah Ali Khamenei.
156
7
Jawaban buat yang nanya "kenapa Iran tidak menyerang Israel langsung?" Karena, sebagian besar rudal dan drone berhasil dicega
Jawaban buat yang nanya "kenapa Iran tidak menyerang Israel langsung?" Karena, sebagian besar rudal dan drone berhasil dicegat di wilayah udara Yordania berkat sistem pertahanan udara yang ditempatkan di sana, serta dukungan radar dari Kuwait, Qatar, Bahrain, UEA, dan Arab Saudi. Jadi, langkah strategis adalah melumpuhkan "tembok Arab" tersebut terlebih dahulu. Setelah pangkalan2 AS di Timur Tengah hancur, Israel tak punya lagi pelindung. @MenchOsint
443
8
Pengadilan Istanbul mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Netanyahu terkait penahanan armada bantuan
Pengadilan Istanbul mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Netanyahu terkait penahanan armada bantuan Gaza — Hurriyet Daily News Sementara itu, Erdogan terus menyalurkan minyak murah dari Baku kepada mitra bisnisnya, Netanyahu.
287
9
Namanya Sami
Namanya Sami
306
10
Dialah satu-satunya yang selamat. Sebelum fajar hari ini (15 Juli), ibu, ayah, dan adik perempuannya, dari keluarga Abu Qasim
Dialah satu-satunya yang selamat. Sebelum fajar hari ini (15 Juli), ibu, ayah, dan adik perempuannya, dari keluarga Abu Qasim, gugur dibunuh Israel. Bocah kecil ini selamat, tapi menanggung duka yang seharusnya tidak pernah dialami oleh seorang anak. Pembantaian keluarga Abu Qasim terjadi di Deir al-Balah, Gaza.
307
11
MENTAL ORANG YAMAN DAN IRAN Video 1: Senin 13 Juli, pesawat Mahan milik Iran akan mendarat di bandara Sanaa (ibu kota Yaman),+2
MENTAL ORANG YAMAN DAN IRAN Video 1: Senin 13 Juli, pesawat Mahan milik Iran akan mendarat di bandara Sanaa (ibu kota Yaman), tapi Saudi malah mengebom bandara. Pesawat itu lalu mendarat di Hodeidah (200 km dari Sanaa) Sepekan sebelumnya, pesawat Iran menjadi pesawat pertama yang mendarat di Sanaa setelah 11 tahun blokade Saudi. Pesawat Iran datang untuk membawa delegasi Yaman yang akan ikut dalam prosesi pemakaman Syahid Ayatullah Ali Khamenei dan orang-orang sakit yang memerlukan perawatan. Merespon pengeboman itu, pemerintah Ansarullah Yaman mengumumkan blokade atas bandara Saudi (melarang pesawat-pesawat untuk mendarat di Saudi) dan bahkan merudal bandara Abha.
426
12
Video 2: Respons masyarakat Yaman atas dimulainya kembali perang melawan Saudi. Terlihat di video, mereka malah bersorak-sorai. Ga ada takut-takutnya. Menurut aktivis Yaman @Ahmed175143, Ahmed Zaid, warga Yaman senang dengan dimulai kembali perang melawan Saudi, karena ada kesempatan membalas; karena semua keluarga di Yaman pasti ada yang gugur akibat dibom Saudi dkk dalam perang 2015-2021. Video 3: Mengapa pilot Iran nekad menerobos blokade Yaman meski terancam dibom Saudi?
369
13
Trump: negara-negara Teluk harus mengganti biaya yang telah dibayarkan AS untuk melindungi Selat Hormuz. Negara-negara Teluk
Trump: negara-negara Teluk harus mengganti biaya yang telah dibayarkan AS untuk melindungi Selat Hormuz. Negara-negara Teluk ini sampai kapan mau dibodoh-bodohi AS? Sasaran serangan balasan Iran memang pangkalan AS, tapi tentu saja ekonomi negara-negara Teluk yang jadi tuan rumah pangkalan itu kena imbasnya. Siapa yang mau plesiran di negara yang tiap sebentar ada rudal lewat? Belum lagi blokade Selat Hormuz yang membuat macet penjualan migas dan turunannya. Rezim-rezim Arab ini juga menghabiskan miliaran dolar karena menembakkan rudal-rudal mahal mereka demi melindungi aset militer AS. Sekarang, disuruh bayar pula oleh Trump.
393
14
DOKTRIN PERANG LINDSEY GRAHAM, DOKTRIN AMERIKA Lindsey Graham, yang meninggal pada 11 Juli 2026 dalam usia 71 tahun, menghabiskan 23 tahun masa tugasnya di Senat dengan memperjuangkan satu gagasan secara sangat konsisten: Amerika Serikat harus menggunakan kekuatan militernya untuk membentuk dunia sebelum negara-negara lawan melakukannya. Dengan bangga, ia menyebut dirinya sebagai seorang war hawk—politikus yang selalu mendorong penggunaan kekuatan militer. Graham mendukung invasi Amerika ke Irak pada 2003 dan terus membelanya hingga akhir. Perang tersebut menewaskan lebih dari 270.000 warga sipil Irak secara langsung, menghancurkan struktur negara Irak, dan membuka jalan bagi lahirnya kelompok ISIS. Pada 2011, Graham bahkan mengatakan bahwa apabila Amerika tidak mempertahankan pasukannya di Irak, negara itu boleh saja “pergi ke neraka”. Ia juga menjadi pendukung kuat intervensi militer di Libya. Operasi tersebut berakhir dengan runtuhnya negara Libya dan menjadikan negeri itu pasar senjata bagi berbagai kelompok ekstremis. Graham kemudian mendukung intervensi di Suriah, dalam perang yang menewaskan lebih dari 300.000 orang dan memaksa sekitar separuh penduduk Suriah meninggalkan rumah mereka. Tahun 2017, ia mendorong perluasan perang Amerika di Afrika. Pada 2019, ia menyerukan invasi militer ke Venezuela. Pada 2026, pola tersebut mencapai puncaknya. Menjelang perang terhadap Iran, Graham berulang kali berkunjung ke Israel dan bertemu dengan pejabat Mossad. Menurut laporan The Wall Street Journal, ia juga membantu Benjamin Netanyahu menyusun cara untuk meyakinkan Donald Trump agar mengambil tindakan militer. Dalam cerita Graham sendiri, Netanyahu kemudian memperlihatkan informasi intelijen kepada Trump yang berhasil membujuknya melancarkan perang. Graham juga cukup terbuka mengenai tujuan yang hendak dicapai. Ia mengatakan bahwa apabila pemerintahan Iran tumbang, Timur Tengah baru akan terbentuk dan “kita akan meraup uang dalam jumlah sangat besar”. Ia menghubungkan penculikan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dan serangan terhadap Iran dengan penguasaan atas minyak kedua negara tersebut. Ketika bahasa mengenai kebebasan dan demokrasi disingkirkan, logika doktrin itu terlihat dengan jelas: pergantian rezim dipandang sebagai investasi, sedangkan keuntungan yang diharapkan adalah uang dan minyak. Jargon AS soal pembebasan, keamanan, demokrasi, atau perlindungan terhadap keamanan dunia? Omong kosong belaka. Yang terjadi adalah kematian massal, runtuhnya negara, atau gabungan keduanya. Pertanyaannya kemudian: mengapa doktrin perang AS terus bertahan ratusan tahun? Jawabannya: karena belum ada yang berhasil melawannya; Iran dan Poros Perlawanan sedang melakukannya. --- Diadaptasi dari Fikr Institute (https://www.facebook.com/photo/?fbid=1990786714893956&set=a.385022108803766)
433
15
Doktrin perang Lindsey Graham, Doktrin AS
Doktrin perang Lindsey Graham, Doktrin AS
491
16
Gaza 13 Juli
Gaza 13 Juli
470
17
Sebelumnya, kami telah berulang kali menyampaikan peringatan yang jelas kepada para penguasa negara Anda mengenai bahaya menempuh kebijakan seperti ini, serta risiko menyeret rakyat mereka ke dalam sebuah pertaruhan besar yang dapat mengancam masa depan mereka. Namun, mereka memilih untuk terus mengikuti perintah secara membabi buta, mengambil keputusan yang tidak mencerminkan kehendak rakyatnya sendiri, melainkan dipaksakan dari luar perbatasan mereka, dalam kondisi yang tidak mencerminkan adanya kedaulatan yang sesungguhnya. Karena itu, merekalah yang memikul tanggung jawab penuh atas seluruh konsekuensi yang akan timbul akibat kebijakan tersebut.
494
18
Iran Mengeluarkan Peringatan Mendesak kepada Warga dan Penduduk di Timur Tengah serta Negara-Negara GCC Khususnya untuk Kuwai
Iran Mengeluarkan Peringatan Mendesak kepada Warga dan Penduduk di Timur Tengah serta Negara-Negara GCC Khususnya untuk Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab Pernyataan: Kepada seluruh warga negara dan penduduk di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, Akibat ketundukan para penguasa negara Anda, serta digunakannya sejumlah kawasan permukiman di negara-negara tersebut sebagai lokasi peluncuran rudal darat-ke-darat yang diarahkan ke Iran, kami mengimbau Anda untuk meningkatkan kewaspadaan semaksimal mungkin. Apabila Anda melihat adanya sistem atau peluncur rudal di sekitar kawasan tempat tinggal Anda, segera tinggalkan lokasi tersebut secepat mungkin. Selain itu, jauhilah pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat, serta hindari berada atau melintas di sekitar area tersebut. Seluruh warga negara dan penduduk diminta segera mengosongkan kawasan-kawasan tersebut dan berpindah ke tempat yang aman tanpa penundaan, demi melindungi keselamatan jiwa mereka.
458
19
saat ini sedang mereka langgar. Presedennya pun bukan sesuatu yang luar biasa. Filipina melakukannya pada 1991. Arab Saudi pada 2003. Uzbekistan pada 2005. Demikian pula Irak, Prancis, dan Niger. Negara-negara berdaulat meminta pasukan asing meninggalkan wilayah mereka, dan pasukan-pasukan itu pun pergi. Inilah cara paling sederhana untuk mengakhiri perang. Mengharapkan Iran melepaskan haknya untuk membela diri, sementara negara-negara Arab tetap menjadi tuan rumah bagi infrastruktur militer Amerika yang memungkinkan operasi militer terhadap Iran terus berlangsung, bukanlah sebuah pilihan. Secara hukum hal itu tidak dapat dipertahankan, secara politik tidak masuk akal, dan secara moral merupakan bentuk kemunafikan yang sangat nyata.
535
20
Perang ini sebenarnya dapat segera berakhir apabila negara-negara Arab memiliki keberanian politik untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari wilayah mereka. [oleh Reza Nasri, pengacara internasional asal Iran @RezaNasri1] Tidak mungkin suatu negara, di satu sisi, menjadi tempat berlangsungnya perundingan perdamaian, tetapi di sisi lain juga menjadi landasan untuk melancarkan perang. Namun, itulah posisi yang kini ditempati oleh negara-negara Arab di Teluk Persia. Beberapa di antaranya menjadi tuan rumah bagi hampir semua jalur komunikasi penting antara Washington dan Teheran. Pada saat yang sama, wilayah mereka juga menyediakan landasan pacu, pesawat pengisian bahan bakar di udara, persenjataan yang telah ditempatkan sebelumnya, pusat komando, dan pelabuhan laut dalam yang menjadi penopang utama operasi militer terhadap Iran. Dengan demikian, meja perundingan dan landasan peluncuran perang berada di negara yang sama, bahkan terkadang pada minggu yang sama. Netralitas bukan sekadar pernyataan resmi. Dalam hukum internasional, netralitas merupakan suatu status hukum yang dapat hilang karena tindakan suatu negara. Konvensi Den Haag V Tahun 1907 melarang negara netral mengizinkan pihak yang berperang memindahkan pasukan atau perlengkapan perang melalui wilayahnya. Pemerintah-pemerintah Arab menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam operasi ofensif. Namun, klaim itu tidak dipercaya di Teheran dan juga tidak dapat diverifikasi. Pengisian bahan bakar di udara, operasi pengintaian, dan dukungan logistik tidak berubah menjadi tindakan defensif hanya karena kementerian luar negeri menyatakannya demikian. Rudal-rudal Iran merespons kenyataan yang terjadi di lapangan, bukan dokumen administratif. Jalan keluarnya tersedia, dan juga sah menurut hukum. Pasukan asing tidak memiliki hak atas wilayah negara lain. Mereka berada di sana karena adanya persetujuan dari negara tuan rumah, dan persetujuan itu dapat dicabut kapan saja. Itulah makna kedaulatan. Perjanjian pertahanan Kuwait dengan Amerika Serikat tahun 1991, berdasarkan informasi yang tersedia untuk publik, tetap berlaku hanya sampai salah satu pihak memberikan pemberitahuan tertulis satu tahun sebelumnya. Oman bahkan tidak pernah memberikan izin bagi pangkalan militer permanen; negara itu hanya memberikan akses berdasarkan kasus per kasus, dan dapat menghentikannya cukup dengan tidak lagi memberikan izin. Pengaturan militer Amerika di Arab Saudi juga hanya didasarkan pada instrumen eksekutif, bukan perjanjian yang diratifikasi Senat. Pada tahun 2003, Arab Saudi meminta pasukan Amerika meninggalkan Pangkalan Udara Prince Sultan, dan permintaan itu dipenuhi. Apabila suatu perjanjian tidak mengatur secara tegas mekanisme penghentiannya, Konvensi Wina tentang Hukum Perjanjian memberikan dasar hukumnya. Sebuah negara dapat mengakhiri perjanjian apabila terjadi pelanggaran material terhadap isi perjanjian (Pasal 60), atau apabila terjadi perubahan keadaan yang sangat mendasar (Pasal 62). Tidak ada perubahan yang lebih mendasar daripada runtuhnya model keamanan yang menjadi dasar persetujuan atas kehadiran pasukan asing tersebut. Ada dasar hukum lain yang bahkan lebih kuat. Dalam perkara Corfu Channel, ditegaskan bahwa tidak ada negara yang boleh dengan sadar membiarkan wilayahnya digunakan untuk melakukan tindakan yang melanggar hak negara lain. Negara yang menyediakan bahan bakar, pangkalan militer, dan dukungan intelijen bagi penggunaan kekuatan bersenjata yang melanggar hukum internasional turut memikul tanggung jawab atas bantuan yang diberikannya. Konstitusi Kuwait secara tegas melarang perang ofensif dan menyatakan bahwa ketentuan-ketentuan rahasia dalam suatu perjanjian tidak mempunyai kekuatan hukum. Sementara itu, Konstitusi Bahrain mengharuskan setiap perjanjian yang menyangkut kedaulatan negara ditetapkan melalui undang-undang, sedangkan perjanjian mengenai pangkalan militer Amerika di Bahrain tidak pernah dipublikasikan. Karena itu, pengusiran pasukan asing bukan sekadar pilihan yang dapat diambil oleh negara-negara tersebut, melainkan kewajiban yang
479