Dina Sulaeman
Open in Telegram
3 338
Subscribers
-124 hours
-17 days
-1830 days
Posts Archive
3 339
Aktivis Palestina mengangkat hashtag #RekayasaKelaparan (#EngineeringFamine), memprotes tindakan Zionis yang sengaja menciptakan wabah kelaparan di Gaza
Dalam kesepakatan gencatan senjata Okt 2025, pihak pendudukan Israel setuju untuk mengizinkan 600 truk berisi makanan dan pasokan masuk ke Gaza setiap harinya.
Setahun berlalu, jumlah tersebut tidak pernah sekalipun dipenuhi, dan minggu ini mereka menyatakannya secara terbuka. Seorang pejabat senior Israel mengeklaim bahwa 250 truk per hari sudah cukup untuk Gaza—meskipun ia mengakui bahwa kesepakatan menetapkan angka 600—sembari mengancam bahwa Israel tidak akan mematuhi angka yang telah disepakati.
Menurut Kamar Dagang Gaza, rata-rata jumlah truk komersial yang masuk hanya sekitar 200 unit per hari, padahal kebutuhan riilnya mendekati 1.000 truk. Jumlah truk bantuan turun dari 2.182 unit pada bulan Agustus menjadi hanya 1.244 unit pada bulan September—penurunan lebih dari 43 persen dalam satu bulan saja.
Bahkan, apa pun yang diizinkan masuk pun telah diatur sedemikian rupa. Sekitar 95 persen barang yang diizinkan masuk hanyalah produk konsumsi, sementara hanya 5 persen yang dapat membantu Gaza untuk memproduksi kebutuhannya sendiri.
Para aktivis mengungkapkan bahwa pihak pendudukan mengizinkan masuknya tepung tetapi memblokir bahan bakar, lalu di lain waktu mengizinkan bahan bakar tetapi memblokir daging dan unggas; dengan demikian, keluarga-keluarga di sana tidak pernah bisa mendapatkan semua kebutuhan mereka secara lengkap dalam satu waktu.
Kini, menjelang musim dingin, Program Pangan Dunia (World Food Programme) terpaksa memangkas bantuan pangan bagi setengah juta orang akibat kekurangan dana. Sebanyak 1,4 juta warga Palestina—dua pertiga dari populasi Gaza—telah menghadapi tingkat kelaparan yang kritis.
Gaza mengalami kelaparan pada tahun 2024 karena pihak pendudukan Israel memang memilih untuk membuat Gaza kelaparan, dan kebijakan yang sama terus berlanjut—truk demi truk.
Sebarkan tagar ini sebelum terlambat.
aymanalhesi (IG)
(Teks diterjemahkan dari @translatingpal)
#EngineeringFamine
3 339
Saya memohon kepada dunia untuk menanggapi cuitan ini dengan serius. Kelaparan baru benar-benar sedang diciptakan di Gaza. Distribusi makanan gratis hampir terhenti sepenuhnya, organisasi-organisasi bantuan utama telah menangguhkan layanan mereka, dan kini Program Pangan Dunia (World Food Programme)—sumber utama tepung serta makanan kaleng bagi ratusan ribu orang di sini—telah mengumumkan penghentian bantuan mereka. Selama lebih dari sepekan, truk-truk yang membawa sayuran, buah-buahan, dan makanan beku juga telah dicegah untuk masuk ke Gaza. Persediaan makanan kian menipis, segala sesuatu yang masuk ke Gaza diawasi dengan sangat ketat, dan antrean untuk mendapatkan makanan pun menjadi semakin panjang hingga ke tingkat yang mengkhawatirkan. Kita sudah menyaksikan tanda-tanda bencana kelaparan lainnya. Keluarga-keluarga kehilangan sumber pangan mereka satu demi satu. Tolong, jangan tunggu sampai orang-orang kembali mati kelaparan baru Anda bertindak. Dunia harus bertindak sekarang juga.
3 339
kiriman video dari Dr. Muhammad Madi (GGSCR Gaza) 19 Oktober 2026.
Jazakumullah khairan katsira kepada semua donatur.🤲
3 339
Genosida Gaza masih berlanjut.
Hari ini: Artileri Israel menyasar kamp pengungsi Al-Bureij, Jalur Gaza bagian tengah.
@qudsnen
3 339
Bagaimana tradisi syair dan filsafat dapat ikut mempertahankan sebuah bangsa?
Di dalam buku ini digali nilai-nilai yang hidup dalam syair Ferdowsi, Sa‘di, Hafez, dan Rumi; bagaimana syair-syair itu dibaca, dihafal, dikutip, dan diwariskan; serta bagaimana darinya tumbuh keberanian, kesetiaan, kesabaran, dan kemampuan memberi makna kepada penderitaan.
Buku ini juga menelusuri filsafat, irfan, dan spiritualitas yang hidup di Iran—bukan hanya sebagai gagasan di ruang kuliah, tetapi sebagai cara memandang manusia, kematian, pengorbanan, dan kehidupan bersama.
Bangsa yang Mengingat adalah kisah tentang bagaimana kebudayaan ditanamkan—dan bagaimana, pada saat genting, kebudayaan itu ikut menjaga sebuah bangsa agar tidak runtuh.
Ditulis oleh seorang Doktor Filologi FIB Unpad, pernah 7 tahun belajar filsafat Islam dan S2 Sastra Persia di Iran.
Pemesanan: E. Sri Mulyati, S.Ag. WA: 085211578784
3 339
Menyusul pernyataan Mesir yamg siap perang bersama Saudi melawan Yaman [3 tahun tetangga sebelah persis, Gaza, dibantai Zionis, Mesir cuek aja]:
Pesan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman, Yahya Al-Raei, kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Mesir, Hisham Badawi:
Yang Terhormat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Mesir, Konselor Hisham Badawi,
Salam hangat,
Atas nama saya pribadi, pimpinan, dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Yaman, kami menyampaikan pesan mendesak ini di tengah beredarnya laporan secara berturut-turut mengenai rencana penyelenggaraan sidang darurat Dewan Perwakilan Rakyat Mesir, atas permintaan Presiden Abdel Fattah El-Sisi, untuk memberikan kewenangan kepadanya mengambil langkah-langkah guna membela rezim Saudi.
Kami menyampaikan pesan ini atas dasar komitmen bersama terhadap ikatan persaudaraan dan sejarah yang menyatukan kedua bangsa bersaudara. Kami juga berpegang pada harapan yang tak pernah padam bahwa Mesir akan tetap menjadi pilar dalam menyuarakan kebenaran dan mendukung perjuangan bangsa-bangsa yang adil.
Kami mengikuti dengan keprihatinan mendalam setiap arah kebijakan yang dapat menyeret Mesir ke dalam aksi militer yang melayani kebijakan rezim Saudi di Yaman. Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan sejumlah fakta berikut secara jelas dan transparan.
1\. Tanggung jawab atas agresi dan blokade
Rezim Saudi-lah yang melancarkan agresi dan blokade terhadap Yaman selama lebih dari dua belas tahun. Rezim tersebut pula yang mengingkari pelaksanaan peta jalan perdamaian serta mengakali berbagai kesepahaman dan upaya politik yang telah dikerahkan untuk mewujudkan perdamaian.
Sebaliknya, rezim Saudi justru semakin memperketat kepungan dan blokade terhadap rakyat Yaman, hingga menyebabkan kondisi kelaparan di sejumlah wilayah.
2\. Eskalasi yang terus berlangsung
Rezim Saudi-lah yang mengawali berakhirnya fase deeskalasi dengan menyerang Bandara Sana'a. Rezim tersebut kemudian memutuskan untuk meningkatkan eskalasi melalui serangan udara terhadap sebagian besar wilayah Yaman, dengan menyasar infrastruktur dan kawasan sipil.
Selain itu, rezim Saudi juga terlibat dalam mendukung dan mendanai kelompok-kelompok takfiri, termasuk ISIS dan kelompok lainnya, dalam perang mereka melawan rakyat Yaman.
Tuntutan rakyat Yaman jelas dan adil, yaitu:
* Penghentian agresi dengan segera.
* Pengakhiran blokade yang tidak adil.
* Penghormatan terhadap kedaulatan Yaman.
* Tidak mencampuri urusan dalam negeri Yaman.
Kami dengan tegas menolak jika Mesir, negara Arab yang memiliki sejarah panjang, diseret ke dalam pertempuran yang bertentangan dengan nilai-nilainya. Kami juga menolak jika Mesir berdiri di parit yang sama dengan kekuatan-kekuatan takfiri dan entitas pendudukan Israel dalam perang dan agresi mereka terhadap rakyat Yaman.
Keterlibatan Mesir dalam jalur tersebut akan menimbulkan bahaya besar bagi keamanan nasional dan stabilitas dalam negerinya sendiri, bahkan sebelum mempertimbangkan dampak lainnya. Mesir yang terhormat tentu memahami dengan baik siapa musuh-musuh sejatinya dan siapa yang berupaya mencabik-cabik bangsa Arab.
Selama ini, kami menaruh kepercayaan kepada Mesir untuk mendukung persatuan dan stabilitas Yaman. Kami sangat mengandalkan peran historis Mesir dalam membela pihak-pihak yang tertindas.
Kami berharap Kairo mengambil sikap berani dengan menjaga jarak dari upaya menyeretnya ke dalam kebijakan rezim Saudi, yang mendorong seluruh kawasan menuju ketidakstabilan dan kekacauan yang semakin parah.
Sebaliknya, kami berharap Mesir meningkatkan upaya untuk menemukan solusi politik yang adil dan menyeluruh.
Terimalah rasa hormat dan penghargaan kami yang setinggi-tingginya.
Yahya Ali Al-Raei
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman
@Malek_Almadani
3 339
+1
Presiden Mesir, Jend. El Sisi pada 2025: "Jangan ada yang meminta saya untuk mempertaruhkan nyawa rakyat Mesir dan terlibat dalam konflik untuk memberikan bantuan ke Gaza"
El Sisi pada 2026: "Mesir siap mengambil SEMUA tindakan yang diperlukan untuk membela Arab Saudi"
Sekali lagi, para pemimpin Arab tampaknya lebih peduli pada pendapatan minyak daripada darah sesama Muslim & sesama Arab di Gaza maupun di Yaman.
3 339
Rezim Aliyev Azerbaijan sangat pro Zionis.
Azerbaijan merupakan sumber utama minyak mentah bagi Israel, dengan memasok sekitar 40% hingga 46% dari total impor minyak Israel (dikirim lewat Turki).
Kini rezim pro- Zion ini melarang muslimah berhijab.
3 339
Diskusi geopolitik dengan Habib Syahdu (beliau membahas dari aspek eskatologi).
https://youtu.be/6rv9sKCGnlc?si=XpXgzOrYGGZoofNM
3 339
Mohammed al-Bukhaiti, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah (Houthi), menyatakan:
◾️ Alasan Mohammed bin Salman melancarkan serangan terhadap Yaman adalah karena ia meyakini perang tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sangat singkat. Karena itulah, ia menamai operasi serangan terhadap Yaman dengan sebutan “Badai Penentu” (Decisive Storm).
◾️ Tujuan operasi militer kami yang menargetkan infrastruktur Arab Saudi bukanlah untuk membalas dendam atau melakukan pembalasan. Sebaliknya, kami ingin menyampaikan kepada Mohammed bin Salman bahwa ia tidak bisa lagi terus menyerang Yaman dengan berlindung di balik rasa aman. Perang ini tidak menguntungkan Arab Saudi.
◾️ Namun, jika Mohammed bin Salman tetap mempertahankan sikapnya, rakyat di Tanah Dua Masjid Suci, oposisi Saudi—terutama yang dipimpin oleh Gerakan Sahwa—bahkan faksi-faksi di dalam keluarga kerajaan sendiri, pada akhirnya tidak akan punya pilihan selain bertindak. Tujuannya adalah meminta pertanggungjawaban Mohammed bin Salman atau menobatkan pangeran lain dari dinasti Saudi sebagai penggantinya. Sebab, kelanjutan kekuasaan Mohammed bin Salman tidak lagi membawa manfaat bagi Arab Saudi maupun Tanah Dua Masjid Suci.
◾️ Dari sini, kami menyatakan secara terbuka kepada semua pihak: kami siap bekerja sama sepenuhnya dengan gerakan rakyat mana pun di wilayah Tanah Dua Masjid Suci, dengan oposisi Saudi—terutama Gerakan Sahwa—serta dengan faksi-faksi pembangkang di dalam keluarga kerajaan yang ingin meminta pertanggungjawaban Mohammed bin Salman.
◾️ Saat ini, puluhan ribu orang ditahan di penjara-penjara Mohammed bin Salman. Jika kekuatan-kekuatan di dalam negeri atau tokoh-tokoh terkemuka keluarga kerajaan mampu menghentikan arah kebijakan ini, kami akan mendukung langkah tersebut demi menyelamatkan infrastruktur dan masa depan Tanah Dua Masjid Suci.
◾️ Sebab, infrastruktur tersebut tidak dibangun menggunakan uang pribadi keluarga Al Saud, melainkan dari pendapatan minyak dan gas yang dianugerahkan Allah SWT kepada wilayah itu, serta pendapatan besar dari ibadah suci seperti haji dan umrah. Sebaliknya, rezim yang berkuasa saat ini telah merampas sebagian dari kekayaan tersebut.
◾️ Kami tegaskan kembali: baik berupa gerakan perlawanan yang muncul dari rakyat, perjuangan oposisi Saudi—terutama kelompok Sahwa—maupun upaya keluarga kerajaan untuk menyingkirkan pemimpin yang bertindak gegabah ini, kami terbuka sepenuhnya terhadap setiap langkah dan segala bentuk kerja sama yang bertujuan melindungi infrastruktur dan hak-hak rakyat negeri tersebut.
3 339
Dunia belum melupakan kekejaman Arab Saudi terhadap Yaman. Dunia belum melupakan peristiwa pengeboman bus sekolah di Yaman. Kini, Yaman yang terluka, bangkit untuk merebut kembali haknya.
Video ini menceritakan tragedi di bulan Agustus 2018: Saudi mengebom bus sekolah, 40 anak gugur.
3 339
Tidak ada warga sipil yang pantas tewas dalam perang. Sama sekali tidak. Namun, jika Anda mengecam kematian 13 warga sipil di Arab Saudi sembari mengabaikan ratusan ribu warga Yaman yang mati kelaparan dan tewas akibat agresi Arab Saudi selama 11 tahun, luangkanlah waktu sejenak untuk merenungkan sikap marah dan rasa kemanusiaan Anda yang tebang pilih itu.
Shireen Al Adeimi, akademisi asal Yaman. X @shireen818
3 339
kiriman video dari Dr. Muhammad Madi (GGSCR Gaza) 10 Oktober 2026.
Jazakumullah khairan katsira kepada semua donatur.🤲
