en
Feedback
Visi Akhir Zaman

Visi Akhir Zaman

Open in Telegram

Whatsapp Admin: 085395939567

Show more
1 039
Subscribers
No data24 hours
+17 days
-430 days
Attracting Subscribers
September '26
September '26
+4
in 0 channels
August '26
+16
in 0 channels
Get PRO
July '26
+12
in 2 channels
Get PRO
June '26
+7
in 0 channels
Get PRO
May '26
+8
in 1 channels
Get PRO
April '26
+18
in 2 channels
Get PRO
March '26
+11
in 1 channels
Get PRO
February '26
+4
in 1 channels
Get PRO
January '26
+18
in 1 channels
Get PRO
December '25
+8
in 1 channels
Get PRO
November '25
+6
in 1 channels
Get PRO
October '25
+5
in 1 channels
Get PRO
September '25
+10
in 0 channels
Get PRO
August '25
+8
in 0 channels
Get PRO
July '25
+12
in 2 channels
Get PRO
June '25
+12
in 2 channels
Get PRO
May '25
+13
in 1 channels
Get PRO
April '25
+8
in 1 channels
Get PRO
March '25
+11
in 1 channels
Get PRO
February '25
+12
in 1 channels
Get PRO
January '25
+5
in 1 channels
Get PRO
December '24
+75
in 2 channels
Get PRO
November '24
+57
in 1 channels
Get PRO
October '24
+95
in 1 channels
Get PRO
September '24
+70
in 2 channels
Get PRO
August '24
+96
in 2 channels
Get PRO
July '24
+142
in 2 channels
Get PRO
June '24
+143
in 3 channels
Get PRO
May '24
+152
in 2 channels
Get PRO
April '24
+156
in 1 channels
Get PRO
March '24
+183
in 2 channels
Get PRO
February '24
+136
in 3 channels
Get PRO
January '24
+195
in 3 channels
Get PRO
December '23
+344
in 1 channels
Date
Subscriber Growth
Mentions
Channels
06 September+1
05 September0
04 September0
03 September0
02 September+2
01 September+1
Channel Posts
@ariekuntung Ternyata Ini 10 gunung yang erupsi bersamaan. Bener aja postinganku 3 minggu yang lalu, alam lagi ngasih “kode” cuma kitanya aja yg ga paham. Udah yuk mulai kurang kurangin zalim. Bumi udah tua. Stay save ya guys. Peluk keluarga erat erat.

2
DENTUMAN BANDUNG
DENTUMAN BANDUNG
58
3
UPDATE MINGGU , 06 SEPTEMBER 2026 🚨 🟢 Hijau (Level I - Normal): Gunung api tidak menunjukkan peningkatan aktivitas di atas
UPDATE MINGGU , 06 SEPTEMBER 2026 🚨 🟢 Hijau (Level I - Normal): Gunung api tidak menunjukkan peningkatan aktivitas di atas latar belakang normal. 🟡 Kuning (Level II - Waspada): Mulai muncul peningkatan aktivitas visual, seismik, atau kejadian vulkanik lainnya. 🟠 Oranye (Level III - Siaga): Menunjukkan peningkatan aktivitas yang semakin jelas dan berpotensi menuju erupsi. 🔴 Merah (Level IV - Awas): Level tertinggi, menandakan gunung api sedang atau menjelang erupsi utama yang kritis. Source: magma.vsi.esdm.go.id & Instagram/ashwarin (6 September 2026)
1
4
1000 TEMAN
1000 TEMAN
67
5
Empat gunung api tercatat erupsi bersamaan hingga Minggu pagi ini! Anak Krakatau di Selat Sunda bikin abu meluas ke Jakarta. Semeru di Jawa Timur meletus setinggi 1 kilometer. Illi Lewotolok di NTT dan Gunung Ibu di Maluku Utara juga turut erupsi! Masyarakat diimbau tetap waspada dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah! سُجِّل ثوران أربعة براكين في آن واحد بحلول صباح هذا الأحد! فقد قذف بركان "أناك كراكاتوا" في مضيق سوندا رماداً وصل انتشاره إلى جاكرتا، كما ثار بركان "سيميرو" في جاوة الشرقية مطلقاً عموداً من الدخان والرماد بلغ ارتفاعه كيلومتراً واحداً. وتشهد أيضاً براكين "إيلي ليووتولوك" في مقاطعة نوسا تينغارا الشرقية و"جبل إيبو" في شمال مالوكو نشاطاً بركانياً؛ لذا يُنصح السكان بتوخي الحذر وارتداء الكمامات عند التواجد في الخارج. Four volcanoes have been recorded erupting simultaneously as of this Sunday morning! Anak Krakatau in the Sunda Strait has sent ash spreading as far as Jakarta. Semeru in East Java erupted, sending a plume one kilometer high. Illi Lewotolok in East Nusa Tenggara and Mount Ibu in North Maluku are also erupting! The public is urged to remain vigilant and wear masks when outdoors!
60
6
No text...
57
7
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Hasilkan Lava Fountain dan Dentuman Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas erupsi secara berkelanjutan sejak Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026). Laporan MAGMA Indonesia Kementerian ESDM mencatat puluhan kali gempa letusan dengan lontaran abu vulkanik tebal mengarah ke barat dan barat laut. Pada Sabtu dini hari, karakter erupsi berkembang menjadi lava fountain atau air mancur lava yang memicu suara dentuman serta gemuruh hingga ke Pos Pengamatan Pasauran. Spekulasi Warganet Terkait Suara Dentuman hingga Wilayah Jawa Barat Aktivitas vulkanik ini mendadak ramai di media sosial setelah sejumlah warganet mengunggah video pancaran lava pijar dan mengaku mendengar suara dentuman tipis serta getaran di daerah yang cukup jauh, seperti Bandung Raya hingga Majalengka. Namun, klaim tersebut masih menjadi spekulasi karena warga di area yang lebih dekat, seperti Cilegon, justru mengaku tidak merasakannya. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah asumsi yang beredar dan menunggu hasil verifikasi resmi dari instansi berwenang. Sebaran Abu Vulkanik Menjangkau Jakarta, Banten, dan Lampung Dampak erupsi Anak Krakatau meluas seiring terdeteksinya sebaran abu vulkanik oleh BMKG melalui citra satelit Himawari-9, PVMBG, dan VAAC Darwin. Terdapat dua klaster utama sebaran abu: klaster pertama membumbung hingga ketinggian 20.000 kaki mengarah ke timur laut-selatan yang mencakup Banten, Jawa Barat, dan sebagian DKI Jakarta. Sementara itu, klaster kedua berada pada ketinggian hingga 50.000 kaki yang membentang ke arah barat daya-barat laut melingkupi perairan Selat Sunda, Lampung, hingga Bengkulu. Operasional Bandara Soekarno-Hatta Lumpuh Sementara Paparan abu vulkanik ini berimbas langsung pada sektor penerbangan nasional. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa dihentikan sementara pada Minggu pagi (6/9/2026) setelah hasil tes kertas (paper test) mengonfirmasi adanya indikasi sebaran material abu di area landasan. Penutupan darurat ini mengakibatkan puluhan penerbangan domestik maupun internasional—termasuk rute menuju Singapura, Hong Kong, Seoul, hingga Amsterdam—mengalami pembatalan, penundaan, serta penjadwalan ulang.
70
8
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Hasilkan Lava Fountain dan Dentuman Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas erupsi secara berkelanjutan sejak Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026). Laporan MAGMA Indonesia Kementerian ESDM mencatat puluhan kali gempa letusan dengan lontaran abu vulkanik tebal mengarah ke barat dan barat laut. Pada Sabtu dini hari, karakter erupsi berkembang menjadi lava fountain atau air mancur lava yang memicu suara dentuman serta gemuruh hingga ke Pos Pengamatan Pasauran. Spekulasi Warganet Terkait Suara Dentuman hingga Wilayah Jawa Barat Aktivitas vulkanik ini mendadak ramai di media sosial setelah sejumlah warganet mengunggah video pancaran lava pijar dan mengaku mendengar suara dentuman tipis serta getaran di daerah yang cukup jauh, seperti Bandung Raya hingga Majalengka. Namun, klaim tersebut masih menjadi spekulasi karena warga di area yang lebih dekat, seperti Cilegon, justru mengaku tidak merasakannya. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah asumsi yang beredar dan menunggu hasil verifikasi resmi dari instansi berwenang. Sebaran Abu Vulkanik Menjangkau Jakarta, Banten, dan Lampung Dampak erupsi Anak Krakatau meluas seiring terdeteksinya sebaran abu vulkanik oleh BMKG melalui citra satelit Himawari-9, PVMBG, dan VAAC Darwin. Terdapat dua klaster utama sebaran abu: klaster pertama membumbung hingga ketinggian 20.000 kaki mengarah ke timur laut-selatan yang mencakup Banten, Jawa Barat, dan sebagian DKI Jakarta. Sementara itu, klaster kedua berada pada ketinggian hingga 50.000 kaki yang membentang ke arah barat daya-barat laut melingkupi perairan Selat Sunda, Lampung, hingga Bengkulu. Operasional Bandara Soekarno-Hatta Lumpuh Sementara Paparan abu vulkanik ini berimbas langsung pada sektor penerbangan nasional. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa dihentikan sementara pada Minggu pagi (6/9/2026) setelah hasil tes kertas (paper test) mengonfirmasi adanya indikasi sebaran material abu di area landasan. Penutupan darurat ini mengakibatkan puluhan penerbangan domestik maupun internasional—termasuk rute menuju Singapura, Hong Kong, Seoul, hingga Amsterdam—mengalami pembatalan, penundaan, serta penjadwalan ulang.
67
9
No text...
81
10
UNIVERSAL BASIC INCOME
UNIVERSAL BASIC INCOME
96
11
GRAFIK STATISTIK AGAMA
GRAFIK STATISTIK AGAMA
171
12
No text...
104
13
Hambalang versus Solo: Membaca Klaim Perebutan Kekuasaan di Sekitar Prabowo Menurut Said Didu https://adimedu.blogspot.com/2026/09/hambalang-versus-solo-membaca-klaim.html
103
14
https://youtu.be/l6UtZ-u9CyM
97
15
Berikut kutipan-kutipan tajam dari wawancara tersebut: Tentang watak kekuasaan Jokowi "Presiden mantan Presiden Joko Widodo tidak pernah rela melepaskan kekuasaan. Tidak pernah rela." "Kekuasaan jarang berpindah hanya lewat pemilihan umum. Ia juga bergerak lewat jaringan, loyalitas, uang, aparat, dan persekutuan yang tidak selalu bisa kita lihat." "Presiden kita sudah terisolasi. Bukan lagi presiden rakyat Indonesia, tapi presiden lanjutan dari geng Solo, oligarki, Parcok." Tentang persekongkolan dan kompromi politik "Jangan sampai kata penyelarasan, kompromi, persatuan itu jadi bungkus persekongkolan." "Kalau Pak Prabowo mengakomodir kepentingan Jokowi, itu bukan persatuan, itu persekongkolan." "Kalau itu terus Bapak lakukan, maka berikutnya akan begitu terus. Kita hanya akan menghasilkan pergantian komandan persekongkolan." Kutipan langsung Said Didu kepada Prabowo "Pak, Bapak ada di titik to kill or to be killed." "Pak, saya percaya niat Bapak seribu persen, tapi saya bisa gila dan frustrasi dengan cara Bapak." "Kalau hanya bermodal niat, penjaga masjid juga punya niat. Enggak perlu repot-repot jadi presiden." "Otak Bapak itu Rambo, tapi hati Bapak itu Rinto — selalu kasihan pada orang. Padahal pemimpin harus tegas. Kenapa Putin sukses? Karena otaknya Rambo, hatinya juga Rambo. Kenapa Xi Jinping sukses? Sama." "Nasib bangsa ini ada di tangan Bapak. Rakyat akan memaklumi apabila Bapak mengambil jalan tegas untuk menyelamatkan bangsa ini dari rongrongan geng Solo, oligarki, Parcok." "Rakyat akan memaklumi kesalahan kecil apa pun yang Bapak lakukan. Yang penting Bapak menyelamatkan negeri ini." Kutipan tokoh lain yang direkonstruksi Said Didu Jokowi, di Kebumen: "Kalaupun sakti jangan membunuh, kalau pintar jangan minter." Gibran, di Istora: "Pak Prabowo, Bapak tenang saja, saya sudah di sini." Prabowo, soal pencalonan kembali: "Jangankan berpasangan dengan siapa pun, maju pun saya belum tentu. Kalau saya gagal, saya tidak akan maju." Tentang media "Jangan membungkus diri seakan-akan netral, seakan-akan mengkritik kekuasaan, padahal menjadi tukang cuci kebusukan kekuasaan. Itu yang paling bahaya." Tentang sikap dan dukungan terhadap Prabowo "Ini bukan soal mendukung Prabowo atau tidak. Ini soal mendukung ideologi tertentu melawan yang anti-ideologi tertentu." "Belum tentu kita akan punya presiden lagi yang seberani dia menyentuh oligarki." "Kalau Pak Prabowo terus ragu, ini akan makin menguat — karena Pak Prabowo sudah kelihatan takut." Penutup reflektif "Kekuasaan harus dibatasi oleh kekuasaan, bukan diserahkan pada kebaikan hati penguasa." (mengacu pada gagasan Montesquieu) HR Bukhari: "Sesungguhnya kalian akan sangat menginginkan kekuasaan, padahal kelak ia akan menjadi penyesalan di hari kiamat." "Negara terlalu besar untuk diwariskan kepada keluarga, terlalu mahal untuk diperebutkan kelompok, dan terlalu suci untuk dijadikan rampasan kekuasaan."
94
16
Iddad Ma'rifi: Ketika Indonesia Dipanggil Memimpin Persiapan Ilmu untuk Pembebasan Al-Aqsa https://adimedu.blogspot.com/2026/09/iddad-marifi-ketika-indonesia-dipanggil.html
88
17
https://youtu.be/QBcCMG5lQ9k
88
18
https://youtu.be/wmoIsc4g3LA
92
19
https://youtu.be/QBcCMG5lQ9k
7
20
Syekh Albani dikenal karena ketekunannya dalam meneliti dan mengkaji hadis melalui kitab-kitab yang tersedia di perpustakaan. Sementara Syekh Yasin sangat dikenal dalam tradisi sanad dan isnad, yaitu menjaga mata rantai transmisi ilmu dari seorang guru kepada murid hingga kepada sumber atau penyusun kitab yang dipelajari. Syekh Yasin al-Fadani menjadi sosok yang sangat menarik untuk dikenang. Ia adalah ulama keturunan Minangkabau yang lahir di Makkah, belajar kepada banyak ulama dunia, mengajar di pusat keilmuan Islam, memiliki jaringan sanad yang sangat luas, serta mewariskan ilmu kepada banyak ulama, termasuk para ulama dari Nusantara. Syekh Yasin wafat di Makkah pada 20 Juli 1990 atau 28 Dzulhijjah 1410 H, dalam usia sekitar 75 tahun. Namun, wafatnya tidak menghentikan perjalanan keilmuannya. Kitab-kitabnya tetap dipelajari, sanad yang diperolehnya terus diwariskan, dan murid-muridnya menjadi bagian dari mata rantai keilmuan Islam pada generasi berikutnya. Kisah Syekh Yasin al-Fadani menjadi pengingat bahwa Nusantara memiliki hubungan yang panjang dan kuat dengan pusat-pusat keilmuan Islam. Seorang ulama berdarah Minangkabau dapat tumbuh menjadi salah satu tokoh penting dalam tradisi sanad di Makkah dan memiliki hubungan keilmuan dengan ulama dari berbagai penjuru dunia.
93