4 405
Subscribers
+624 hours
+317 days
+5530 days
Posts Archive
AUD down 0,13% ke posisi 0,7040 per USD
Rupiah up 0,71% menjadi 17.860 per USD
Rupee naik 0,67% ke 95,1100 per USD
Yuan up 0,19% ke 6,7616 per USD
Ringgit melaju 0,28% ke 4,0557 per USD
Baht melaju 0,27% ke 32,7100 per USD
*Bursa Eropa*
Market saham Eropa menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (12/6) pagi waktu setempat, dengan semua indeks utama naik lebih dari 1%, karena harga minyak turun di tengah harapan akan terobosan diplomatik di Timur Tengah.
Indeks acuan pasar saham Eropa, STOXX 600 naik 1,2% menjadi 628,81 poin dan diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 1%. Semua sektor kecuali energi bergerak menguat.
Saham sektor perjalanan dan rekreasi memimpin kenaikan sektor dengan peningkatan 3,4%. Saham Lufthansa dan Air France meningkat masing-masing sebesar 4,6% dan 5,7%.
Sektor saham bank naik 2,3%, dengan Barclays dan Standard Chartered meningkat lebih dari 2%.
*Oil*
Harga minyak turun lebih dari 2% pada hari Jumat (12/6) sore setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk menyerang Iran, mengurangi kekhawatiran akan peningkatan permusuhan menyusul serangan balasan di awal pekan.
Harga minyak mentah Brent turun $2,11 atau 2,3% menjadi $88,27 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $1,90, atau 2,2%, menjadi $85,81.
"Meskipun ini tentu saja bisa jadi harapan palsu lainnya, reaksi pasar sangat cepat dan tegas," kata analis pasar IG, Tony Sycamore seperti dikutip reuters.
Dia menambahkan bahwa meskipun harga minyak mengalami koreksi ke bawah, "selama harga dapat bertahan di atas level support di kisaran $80-an, risiko tetap condong ke arah kenaikan".
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)
-----------
*BURSA SORE*
Fri, Jun 12, 2026 16:45 WIB
*"IHSG Cerah, Euforia Damai AS-Iran Bikin Saham Asia Bergairah"*
◇ IHSG ditutup menguat 2,07% ke level 6.007, didorong sektor basic industry
◇ Bursa Asia dan Eropa kompak reli karena meningkatnya asa kesepakatan damai antara AS dan Iran
◇ Harga minyak turun lebih dari 2% setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran
Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir perdagangan hari Jumat (12/6). IHSG menanjak 121 poin atau +2,07% ke level 6.007.
Sebanyak 374,6 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp21,65 triliun.
Saham top gainers LQ45: AMMN, DEWA, BUMI, INCO, HRTA, CUAN, MBMA.
Saham top losers LQ45: ISAT, EXCL, SMGR, AKRA, BMRI, ESSA, PTBA.
Sektor basic industry paling moncer, naik 4,85%. Saham-saham sektor ini yang melejit di antaranya IMPC, IMPC, TPIA, BRPT, JPFA, INKP, CPIN, TKIM.
Sementara itu sektor kesehatan satu-satunya sektor yang parkir di zona merah, turun 0,58%. Saham sektor ini yang drop HEAL, SIDO, SILO, DVLA.
*Bursa Asia*
Saham Asia memperpanjang reli global pada hari Jumat (12/6) sore karena asa kesepakatan perdamaian Timur Tengah akhirnya dapat terwujud.
Sementara dolar AS dan imbal hasil obligasi turun dan harga minyak mencapai level terendah dua bulan, meredam kekhawatiran inflasi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa kesepakatan perdamaian dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, beberapa jam setelah mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran. Ia mengatakan negosiasi dengan Teheran telah maju ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan telah disetujui oleh koalisi luas kekuatan regional.
Pernyataan Trump tersebut menyusul optimisme berulang dari presiden yang gagal menghasilkan kesepakatan, membuat pasar tetap waspada. Dalam kasus ini juga, Iran membantah bahwa mereka belum mencapai keputusan akhir tentang kesepakatan tersebut.
Meskipun demikian, "ini mungkin terlihat sedikit lebih nyata daripada yang pernah kita lihat," kata Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank.
"Jika kita mendengar sesuatu dari Iran yang terdengar positif, peluang (kesepakatan perdamaian) jelas akan berubah secara dramatis."
Obligasi pemerintah AS mempertahankan kenaikannya karena harapan akan kesepakatan perdamaian di Teluk membuat pasar mengurangi taruhan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve tahun ini. Perkiraan kenaikan suku bunga pada bulan Oktober telah turun menjadi 36% dari 51%.
Imbal hasil obligasi Treasury dua tahun tetap stabil di 4,073% pada hari Jumat, setelah merosot 6 basis poin (bps) semalam. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan bertahan di 4,4690%, setelah turun hampir 8 bps semalam.
Dolar stabil setelah mengalami kerugian semalam. Dolar naik 0,2% menjadi 160,20 yen, setelah mundur 0,4% pada sesi sebelumnya.
*Indeks Saham Asia*
Indeks Nikkei225 (Jepang) +2,81% ke 66.020
Indeks Topix (Jepang) +1,35% ke 3.881
Shanghai Composite (China) +1,12% ke 4.031
Shenzhen Component (China) +0,75% ke 14.963
CSI 300 (China) +1,16% ke 4.777
Hang Seng (Hong Kong) +1,93% ke 24.718
Indeks Kospi (Korsel) +4,63% ke 8.123
Taiex (Taiwan) +2,36% ke 44.169
S&P/ASX200 (Australia) +1,98% ke 8.804
*Asia Currencies*
Yen drop 0,14% menjadi 160,16 per USD
SGD flat 0,00% menjadi 1,2839 per USD
Brent futures were down $3.81, or 4.22%, at $86.57 a barrel by 0857 GMT, while U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude dropped $3.80, or 4.33%, to $83.91. Both contracts were at their lowest since April 17.
*Gold prices* fell on Friday and headed for a second straight weekly loss, pressured by persistent inflation concerns and growing expectations of a U.S. Federal Reserve interest rate hike, while renewed hopes for a U.S.-Iran peace agreement capped the slide.
Spot gold was last down 0.7% at $4,182.44 an ounce by 02:18 ET (06:18 GMT), set to fall more than 3% for the week.
U.S. Gold Futures for August delivery jumped 2.2% to $4,203.87 on renewed Middle East peace hopes.
Gold (GC) is trading at $4,204.9 on the 4-hour chart, stuck in a corrective bounce within a dominant downtrend—bearish momentum remains king, but a bull trap near $4,250–$4,270 could lure in late buyers before a sharp reversal. If price fails to break above resistance, expect volatility to spike and sellers to retake control.
*Silver (SI)* is trading at $66.48 on the 4-hour chart, locked in a textbook bear-market bounce that’s running headlong into formidable resistance at $68.34–$69.63. The dominant downtrend remains in control, with any bullish pop at risk of flipping into a rapid reversal—this is an environment where chasing rallies can get punished fast.
Crude Oil WTI...83.95 (-4.29%)
Brent Oil...86.56 (-4.23%)
Natural Gas...3.053 (-1.10%)
Gold...4,246.17 (+3.21%)
Silver...67.075 (+4.80%)
Copper...13,672.38 (+1.36%)
Nickel...17,863.13 (+1.00%)
*Global indexes*
STOXX 50..6,171.49 (+1.89%)
CAC 40..8,366.51 (+2.02%)
DAX..24,633.46 (+1.75%)
FTSE..10,437.31 (+1.29%)
NIKKEI..66,020.04 (+2.81%)
HSI..24,718.10 (+1.93%)
SHCOMP..4,031.51 (+1.12%)
TAIEX..44,169.04 (+2.36%)
KOSPI..8,123.62 (+4.63%)
S&P/ASX 200..8,804.00 (+1.98%)
SENSEX..75,200.33 (+1.85%)
STI..5,019.11 (+0.62%)
DOW FUT..51,115.00 (+0.47%)
S&P FUT..7,411.75 (+0.21%)
NASDAQ FUT..29,469.25 (+0.02%)
-------------
*MARKET ROUND-OFF (12.06.2026)*
*(By: D'ORIGIN – Louisa Rahardjo)*
https://t.me/D_ORIGIN
https://bit.ly/IGorigin
https://originaturuang.com/07
*"Indonesian stocks rally as Rupiah strengthens, oil falls on US-Iran deal prospects"*
*JCI*
The Indonesian stock exchange rose again to the 6,000 level at the end of this week. The JCI has rebounded more than 12% from its year-to-date low of 5,317.
While Foreign investors have recorded net selling of nearly IDR 80 trillion year-to-date (YTD).
*_The JCI rose 121.62 points (+2.07%) to 6,007.66, while the LQ45added 1.81% to 597.45._* Turnover reached 33.26 billion shares valued at Rp21.38 trillion, including Rp1.09 trillion in negotiated transactions. A total of 615 stocks advanced, 108 declined, and 93 remained unchanged.
The index's strengthening was accompanied by aggressive stock buying by foreign investors and strengthening the Rupiah to 17,870 per US dollar.
Foreign investor buying drove stock increases across all sectors, driven by basic industry stocks (+4.8%) and energy (+4.6%).
Student demonstrations demanding improvements to government policies on the MBG and the Koperasi Desa Merah Putih program were immediately met with a government promise to reduce the number of kitchens and 'koperasi'.
Danantara's statement to establish the DSI as an agency solely overseeing coal mining and CPO export trade activities received a positive response from the market
*IDR/USD*
The Rupiah exchange rate closed higher again in Friday's trading session (June 12, 2026), completing four consecutive days of gains since Bank Indonesia (BI) raised its benchmark interest rate to 5.5%.
The Rupiah appreciated 0.68% to Rp17,870/US$, and recorded a 0.84% gain this week, its best weekly performance since March 2026.
The Rupiah's strengthening was triggered by weakening oil prices and the weakening US dollar.
Meanwhile, most Asian currencies strengthened against the US dollar this week, in line with the weakening US dollar index (DXY) and growing expectations of monetary policy easing by the US central bank, the Federal Reserve (The Fed).
The US dollar index (DXY) weakened from 100 at the start of the week to 99.83 by the end of the week.
*Corporate News*
MDIY will pay its first post-IPO dividend of Rp443 billion (Rp17.62/share), equal to 40% of its 2025 net profit. The move highlights the company's strong profitability and ability to balance growth with shareholder returns.
JRPT approved a Rp400.23 billion dividend (Rp31/share), representing 30% of its 2025 net profit. The company also plans a Rp100 billion share buyback to further enhance shareholder value.
*Global Markets*
Asian markets ended higher as investors turned their attention to SpaceX’s highly anticipated IPO scheduled for Friday.
European stocks rose as lower oil prices boosted sentiment after President Trump paused plans for further strikes on Iran. Gains were led by travel, construction, and auto stocks, while UK economic activity contracted 0.1% in April. Meanwhile, the ECB raised interest rates and signaled a restrictive policy stance could remain in place through 2027.
U.S. stock futures traded little changed as investors focused on SpaceX’s highly anticipated blockbuster IPO and monitored prospects for a potential agreement to end the Iran conflict.
*Commodities*
U.S. vacationers are barreling into peak summer driving season just as the gasoline market faces a supply crunch, with resilient domestic demand and surging fuel exports threatening to strain thin inventories and send pump prices climbing.
Surging summer demand from American motorists has not stopped U.S. refiners from increasingly prioritizing lucrative diesel and jet fuel production to backfill global shortages caused by shipping disruptions at the Strait of Hormuz.
*Oil prices* fell over 4% on Friday to their lowest in nearly two months after U.S. President Donald Trump cancelled new strikes on Iran, reducing fears of an escalation of hostilities following tit-for-tat attacks earlier in the week.
*2nd SESSION JCI on 12.06.2026*
(By: D'ORIGIN - Veni Fitriani)
https://t.me/D_ORIGIN
https://bit.ly/IGorigin
https://originaturuang.com/
*JCI @6007.66 (+121.624pts) (+2.066%)*
(H: 6074.07 ; L: 5886.04)
(Value: 21.377 T (NG 1.091 T)
Volume: 332.577 Lot (NG 16.615 M Lot)
(Adv.615 ; Decl.108 ; Unchg.93 shares)
IDXHIDIV20...417.57 (+0.86%)
IDX30...338.99 (+1.38%)
IDX80...89.68 (+2.24%)
LQ45...597.45 (+1.81%)
Incl.Crossing**
BBCA @5767 ~ 161.38 B
SMMA @15046 ~ 147.76 B
INPP @635 ~ 116.46 B
USD/IDR:
JISDOR : 17,981 ; 17,921
SPOT: 17,910 ; 17,865
*JCI for Monday:*
Support : 6000 ; 5975
Resist : 6025 ; 6050
*8 MARKETs DRIVEN BY SECTOR*
IDXBASIC (+4.85%) (5.70 T)
IDXENERGY (+4.66%) (5.10 T)
IDXFINANCE (+1.47%) (5.83 T)
IDXHEALTH (-0.58%) (134.97 B)
IDXINDUST (+3.85%) (862.44 B)
IDXINFRA (+1.15%) (1.36 T)
IDXPROPERT (+1.89%) (331.70 B)
IDXTECHNO (+0.86%) (181.51 B)
*7 TOP GAINERs*
KIOS @91 (+33.82%)
ASPR @216 (+30.91%)
PART @100 (+25.00%)
BUKK @1005 (+24.84%)
RLCO @3020 (+24.79%)
FORU @3770 (+22.80%)
NSSS @442 (+20.77%)
*7 TOP LOSERs*
PSAB @468 (-14.91%)
BABY @200 (-14.53%)
LCKM @131 (-14.38%)
MPRO @7000 (-9.97%)
KING @460 (-9.80%)
DIGI @31 (-8.82%)
RISE @1190 (-8.46%)
*8 MOST ACTIVE STOCKs BY VALUE*
TPIA @1850 (+3.64%)
BBCA @5925 (+1.72%)
BBRI @2850 (0.00%)
DSSA @825 (+13.01%)
BUMI @157 (+12.14%)
BMRI @4200 (-1.18%)
AMMN @3450 (+12.75%)
ANTM @2850 (+4.78%)
*8 MOST ACTIVE STOCKs BY VOLUME*
BUMI @157 (66.306.597 lot)
BNBR @110 (19.779.377 lot)
DSSA @825 (13.605.168 lot)
TPIA @1850 (13.054.295 lot)
DEWA @330 (10.533.147 lot)
BIPI @156 (10.215.255 lot)
JGLE @57 (7.930.155 lot)
ASPR @216 (7.059.100 lot)
"....Have a Blessed Weekend Everyone...."
*Fitch Ratings: Indonesian Commodity Exporters Face Higher Credit Risk Under New Rules*
*Compelling Valuation*
🟠 *Offers an attractive opportunity:* AMRT is well-positioned to deliver another year of solid earnings growth in FY26, with EPS projected to rise 16.5% YoY driven by ongoing penetration in outer islands, disciplined store rollout, and tighter cost management. At 14.4x FY26F P/E, the stock trades at a significant discount to its 5-year average valuation of 20.1x, while market sentiment remains positive with consensus maintaining a BUY rating and target price of IDR2,265
*Disclaimer On*
*MASI Stock Updates 260612*
*KTA: 1on1 Discussion with Investor Relation 260608*
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT)
*Business Condition & Strategy*
🟠 *Indonesia’s modern retail market still offers significant growth potential:* Ample white-space opportunities remain, particularly across outer islands where retail penetration is relatively low and store expansion prospects remain attractive.
🟠 *Promotional strategy becoming more data-driven:* Future marketing efforts will be more targeted and selective, leveraging customer demographics, preferences, and behavioral data to improve campaign effectiveness and return on investment.
🟠 *Alpha Gift continues to strengthen omnichannel distribution:* Online sales contributed 8.5% of revenue in 2025 and are targeted to reach around 10% in 2026, driven by Alfagift’s growing ecosystem, extensive store network, and larger online basket sizes.
🟠 *Kopdes viewed as a manageable challenge rather than a direct threat:* Village cooperatives serve different product segments and are therefore not considered direct competitors. The company has also demonstrated flexibility in navigating store-opening restrictions through its franchise model and partnerships with local operators.
🟠 *Lawson prioritizes profitability over expansion:* Management is focused on improving Lawson’s product offering, supply chain efficiency, and store productivity following a significant network rationalization, with profitability targeted within the next 3–4 years.
🟠 *Dan-Dan begins contributing positively:* The beauty and health retail format has been profitable over the past 1–2 years and is set to continue expanding outside Jakarta, targeting the mid-to-lower income segment.
🟠 *Product mix enhancement supports margin expansion:* The company sees opportunities to increase non-food sales, particularly in outer islands, through additional family-oriented categories such as toys, school supplies, and household products.
🟠 *Distribution strategy shifts toward efficiency optimization:* Rather than aggressively building new distribution centers, management is focusing on warehouse utilization, back-office consolidation, and operational efficiencies to improve returns.
*FY26 Guidlines*
🟠 *Market share gains continue amid modern trade penetration:* Alfamart’s market share increased to 14.4% in YTD Mar-26 as consumers continue shifting from traditional trade to modern retail, while the company also appears to be capturing share from smaller modern trade competitors.
🟠 *2026 growth outlook remains solid:* Management guides for high single-digit revenue growth in 2026, supported by selective store expansion, stronger online sales contribution, improving product mix, and continued growth opportunities in outer islands.
🟠 *Store expansion remains disciplined and sustainable:* The group targets around 1,000 new outlets in 2026, lower than 2025 levels, reflecting a more balanced approach focused on long-term returns and operational sustainability.
🟠 *Capex remains stable to support long-term growth:* AMRT plans to maintain annual capex of around IDR5 trillion in 2026, allocated toward store expansion, distribution network strengthening, capacity enhancement, and operational infrastructure development.
*1Q26 Result Review*
🟠 *Revenue and earnings grew on stronger festive demand:* AMRT posted 1Q26 revenue of IDR35.2tn (+9.2% QoQ, +7.5% YoY) supported by Ramadan-Lebaran demand, continued market share gains, and consumer migration from traditional trade to modern retail. Net profit rose to IDR1.08tn (-1.9% QoQ, +10.3% YoY) with net margin improving to 3.1% from 3.0% in 1Q25 driven by better operating leverage and cost discipline.
🟠 *Operating profit outpaced sales growth:* AMRT’s in 1Q26 EBIT increased 14.5% YoY, exceeding revenue growth as opex-to-sales declined by 33bps YoY. This highlights management's success in improving productivity and controlling operating expenses despite ongoing expansion.
⚜️*AKSI KORPORASI*⚜️
⭕️*RIGHTS ISSUE*⭕️
*PYFA*
Pyridam Farma (PYFA) Tunda Rights Issue, Ini Alasannya https://share.google/oFYqxuV2tEc8hizcB
------------------
⭕️*DIVIDEN*⭕️
*UNVR*
Cum Date Tiba, Saham UNVR Hari Ini Mengandung Dividen Rp 11.400/Lot https://share.google/qSV0nM6myYUkGcKf7
------------
*MDIY*
MDIY Guyur Dividen Perdana 40% dari Laba https://share.google/t2S0R8n5BnZmxVtGw
------------------
*DGWG*
Cum Date Tiba, Saham UNVR Hari Ini Mengandung Dividen Rp 11.400/Lot https://share.google/W9DtU1ril1wUBGwE0
----------------
*PANI - CBDK*
*"Prospek Anyar PANI dan CBDK, Duo Emiten Properti Aguan di Era Suku Bunga Tinggi"*
Jumat, 12 Juni 2026 | 06.45 WIB
Reporter: Anitana Widya Puspa | Editor: Nurbaiti
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja emiten besutan konglomerasi Grup Sedayu dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) menunjukkan akselerasi pertumbuhan dalam 3 bulan pertama tahun ini, meskipun sektor properti dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah.
Prospek duo emiten properti milik Aguan alias Sugianto Kusuma itu bahkan diproyeksikan tetap positif ke depannya, di tengah tantangan berat usai Bank Indonesia (BI) kembali mengerek naik Suku Bunga Acuan (BI Rate) menjadi 5,50%.
Dari sisi kinerja penjualan dan keuangan pada kuartal I/2026, PANI dan CBDK memperlihatkan segmen properti premium masih memiliki daya tahan di tengah tekanan sektor properti nasional.
Di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang telah mencapai 5,5% serta ketidakpastian ekonomi global, manajemen PANI bahkan belum melihat kebutuhan untuk mengubah target marketing sales tahun ini sebesar Rp4,3 triliun.
Corporate Secretary PANI Christy Grasella mengatakan perseroan tetap berpegang pada target yang telah ditetapkan sejak awal tahun. Menurut dia, kontribusi dari segmen residensial, produk komersial, dan commercial land plot masih memberikan ruang yang cukup untuk mencapai target tersebut hingga akhir 2026.
“Hingga saat ini jajaran direksi belum memiliki niat untuk merevisi target marketing sales, baik ke bawah maupun ke atas. Kami tetap berpatokan pada target Rp4,3 triliun sampai Desember 2026,” ujarnya dalam Public Expose, Kamis (11/6/2026).
Perseroan juga tidak memilih satu segmen tertentu sebagai motor utama pertumbuhan. Strategi yang ditempuh adalah menjaga keseimbangan kontribusi dari seluruh lini bisnis agar tetap fleksibel menghadapi perubahan kondisi pasar.
Menurut manajemen, setiap segmen memiliki karakteristik dan basis pelanggan yang berbeda sehingga keseimbangan penjualan dinilai menjadi pendekatan yang paling tepat untuk menjaga pertumbuhan.
Di saat banyak pengembang masih mengandalkan penjualan properti sebagai sumber utama pendapatan, PANI mulai memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan pendapatan berulang atau recurring income.
Strategi tersebut dijalankan melalui anak usaha PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) yang telah mengoperasikan Nusantara International Convention Exhibition (NICE) sejak akhir 2025.
Selain NICE, CBDK juga tengah membangun Hotel Hilton Jakarta PIK2 yang memiliki 271 kamar premium. Hotel tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II atau kuartal III/2027 dan mulai berkontribusi terhadap recurring income pada akhir tahun yang sama.
Mengingat PANI yang masih menguasai sekitar 87% saham CBDK, sebagian besar manfaat pertumbuhan pendapatan berulang tersebut tetap akan terkonsolidasi ke dalam kinerja perseroan.
Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo mengatakan pengembangan kawasan PIK 2 tidak hanya bertumpu pada monetisasi lahan komersial, tetapi juga membangun sumber pendapatan jangka panjang melalui pengembangan ekosistem bisnis, pariwisata, dan MICE.
••••••••••••
https://premium.bisnis.com/read/20260612/656/1980286/prospek-anyar-pani-dan-cbdk-duo-emiten-properti-aguan-di-era-suku-bunga-tinggi?_gl=1*wmtg8b*_ga*NDg3OTQ4NzUyLjE3MzY5MTk1MzM.*_ga_LJJGB658BQ*czE3ODEyNDM1ODQkbzE4MiRnMSR0MTc4MTI0Mzc2OSRqNjAkbDAkaDA.
*DMAS*
*"Lahan Menipis, Deltamas (DMAS) Bakal Tambah 60 Kegiatan Usaha Baru"*
Jumat, 12 Juni 2026 | 07.49 WIB
Reporter: Rahmat Fiansyah | Editor: Rahmat Fiansyah
IDXChannel - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengumumkan akan menambah hingga 60 kegiatan usaha baru atau Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI). Hal ini dilakukan untuk memperkuat porsi pendapatan berulang (recurring income) di tengah cadangan lahan (landbank) yang semakin menipis di area Deltamas.
"Penambahan kegiatan usaha ini akan mengoptimalkan kegiatan operasional perseroan agar dapat meningkatkan profitabilitas serta menjaga kegiatan operasional yang berkesinambungan di masa mendatang," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Deltamas, Tondy Suwanto dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (12/6/2026).
Penambahan kegiatan usaha ini masih berhubungan dengan fondasi bisnis Deltamas sebagai pengembang kawasan industri terpadu. Selama ini, perseroan mengandalkan penjualan lahan, terutama industri, sehingga ke depan, perlu dilakukan upaya diversifikasi ke segmen hunian, komersial, hingga penguatan recurring income.
Dalam laporan keuangan per 31 Maret 2026, tanah yang sedang dan belum dikembangkan sekitar 722 hektare (ha). Namun, lahan industri saat ini mencapai kurang dari 150 ha, sedangkan sisanya untuk komersial dan residensial.
Perseroan memiliki pengalaman dalam mengembangkan kawasan kota terpadu Kota Deltamas dan kawasan industri GIIC. Dengan begitu, KBLI yang baru masih terkait dengan kompetensi yang dimiliki perseroan.
••••••••••••
https://www.idxchannel.com/market-news/lahan-menipis-deltamas-dmas-bakal-tambah-60-kegiatan-usaha-baru
*SDPC*
*"SDPC Gelontorkan Capex Rp 100 Miliar untuk Gudang Raksasa"*
Jumat, 12 Juni 2026 | 11.40 WIB
Reporter: Erta Darwati | Editor: Erta Darwati
JAKARTA, investor.id - PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) tancap gas memacu pertumbuhan bisnis di tahun 2026 dengan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) jumbo sebesar Rp 100 miliar.
Alokasi dana segar ini dikucurkan untuk mendanai pembangunan fasilitas central warehouse baru di Bintara, Bekasi, yang dirancang memiliki kapasitas tiga kali lipat lebih besar dibanding gudang saat ini demi menopang ekspansi bisnis farmasi dan alat kesehatan nasional.
Direktur Utama SDPC, Imam Fathorrahman, menyatakan bahwa industri distribusi farmasi di Indonesia saat ini sangat kompetitif dan dinamis. Kendati demikian, kue pasar belanja obat nasional sangat menggiurkan karena mencapai nilai lebih dari Rp 160 triliun per tahun.
Potensi pasar yang luar biasa besar ini menjadi pemantik optimisme perseroan untuk membidik target pertumbuhan kinerja di level dua digit (double digit) sepanjang tahun 2026.
"Kami sangat optimistis terhadap prospek bisnis tahun 2026. Nilai belanja obat nasional mencapai lebih dari Rp 160 triliun per tahun, dan kebutuhan terhadap layanan distribusi farmasi serta alat kesehatan yang profesional akan terus meningkat. Target kami adalah meraih pertumbuhan kinerja double digit bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Imam.
••••••••••••
https://investor.id/market/442517/sdpc-gelontorkan-capex-rp-100-miliar-untuk-gudang-raksasa
*PIALA DUNIA vs SAHAM PILIHAN*
*"Piala Dunia 2026 Dimulai, Saham-saham Ini Berpotensi Cuan"*
Jumat, 12 Juni 2026 | 11.20 WIB
Reporter: Muhammad Julian Fadli
Bloomberg Technoz, Jakarta - Gelaran Piala Dunia 2026 resmi dimulai dini hari tadi waktu Indonesia. Turnamen sepak bola internasional empat tahunan ini berpotensi menjadi katalis bagi emiten yang memiliki eksposur terhadap layanan broadband dan platform OTT.
Meksiko menjadi tuan rumah pertama yang menggelar upacara pembukaan pada pukul 00:30 WIB, Jumat (12/6/2026). Meksiko menjadi tuan rumah bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan Kanada untuk ajang Piala Dunia tahun 2026.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi katalis hingga pendorong sentimen positif bagi emiten yang memiliki eksposur terhadap layanan broadband dan platform OTT. Di Indonesia, TVRI menjadi pemegang hak siar utama secara Free to Air (FTA), sementara ForePlay (emiten PT Folago Global Nusantara Tbk/IRSX) hadir sebagai partner OTT resmi untuk layanan streaming digital.
Dengan semakin dominannya platform digital sebagai media utama dalam mengakses konten olahraga, emiten PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan IRSX dinilai berada pada posisi yang relatif baik untuk menangkap peningkatan trafik data dan aktivitas streaming selama periode turnamen.
“Kami menilai momentum FIFA World Cup 2026 dapat menjadi katalis bagi percepatan basis pengguna. Meningkatnya aktivitas streaming selama periode turnamen diperkirakan akan mendorong kebutuhan masyarakat terhadap akses internet rumah yang lebih stabil dan terjangkau,” papar Phintraco Sekuritas dalam catatan terbarunya, Jumat (12/6/2026).
••••••••••••
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/111718/piala-dunia-2026-dimulai-saham-saham-ini-berpotensi-cuan/2
*UNVR*
*"Unilever Indonesia (UNVR) Berpeluang Diuntungkan dari Rencana Besar Induk Usaha"*
Kamis, 11 Juni 2026 | 14.42 WIB
Reporter: TIM RISET IDX CHANNEL | Editor: Aldo Fernando
IDXChannel - Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dinilai memiliki prospek menarik seiring langkah reorganisasi portofolio yang dilakukan induk usahanya, Unilever Plc. Perubahan strategi tersebut diperkirakan dapat membuka peluang peningkatan nilai bagi pemegang saham.
Analis Bahana Sekuritas Raja Abdalla dan Reinard Tanukusuma dalam riset yang terbit pada 10 Juni 2026 memulai cakupan terhadap UNVR dengan rekomendasi beli (buy) dan target harga Rp2.000 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 20 persen dari level saat ini.
Menurut Bahana Sekuritas, UNVR menjadi satu-satunya emiten konsumer primer di Indonesia yang memiliki eksposur langsung terhadap tema reorganisasi portofolio dan peningkatan imbal hasil pemegang saham yang telah mendorong re-rating saham-saham konsumer di pasar negara maju.
Katalis utama bagi UNVR berasal dari rencana pemisahan bisnis makanan (Foods business separation) sebagai bagian dari Growth Action Plan (GAP) Unilever Plc. Langkah tersebut diperkirakan dapat membuka nilai tersembunyi bagi pemegang saham.
Unilever (UNVR) Siapkan Sederet Strategi Hadapi Tantangan Rupiah hingga Kenaikan Bahan Baku
Bahana menjelaskan, strategi GAP Unilever Plc akan berdampak kepada Unilever Indonesia melalui dua jalur.
••••••••••••
https://www.idxchannel.com/market-news/unilever-indonesia-unvr-berpeluang-diuntungkan-dari-rencana-besar-induk-usaha
*BBCA*
*"BCA (BBCA) Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham Rp5 Triliun"*
Kamis, 11 Juni 2026 | 18.39 WIB
Reporter: Kunthi Fahmar Sandy | Editor: Kunthi Fahmar Sandy
IDXChannel - Sehubungan dengan pembelian kembali saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan (RUPST) Tahun Buku 2025, Perseroan melanjutkan realisasi program pembelian kembali (buyback) saham Perseroan pada 11 Juni 2026.
Adapun jumlah nilai buyback adalah sebesar-besarnya Rp5 triliun termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain. Pelaksanaan buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, aksi korporasi ini merupakan lanjutan dari realisasi program buyback saham yang sebelumnya dilaksanakan pada April 2026 lalu.
Hendra menegaskan aksi korporasi ini bagian dari kepercayaan BCA terhadap kondisi pasar modal Indonesia.
“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental Perseroan,” ujar Hendra dalam keterangan pers Kamis (11/6/2026).
••••••••••••
https://www.idxchannel.com/market-news/bca-bbca-lanjutkan-aksi-korporasi-buyback-saham-rp5-triliun
*HUMI *
*"HUMI Fokus Optimalisasi Aset usai Gencar Ekspansi pada 2025"*
Jumat, 12 Juni 2026 | 07.24 WIB
Reporter: Rahmat Fiansyah | Editor: Rahmat Fiansyah
IDXChannel - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) akan fokus mengoptimalisasi aset perseroan pada 2026 seiring dengan gencarnya ekspansi yang dilakukan pada tahun lalu.
Direktur Utama HUMI, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara mengatakan, 2025 menjadi tahun investasi bagi perseroan di mana fokus utama diarahkan untuk membangun fondasi yang lebih kuat guna mendukung kinerja perseroan dalam jangka panjang.
"Tahun 2025 merupakan momentum penting bagi HUMI untuk memperkuat muscle (otot) perseroan melalui investasi pada aset-aset produktif, penambahan armada LNG dan LPG, serta diversifikasi usaha ke sektor energi hilir. Langkah-langkah ini kami ambil untuk memastikan HUMI tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai bagian dari Humpuss Group," katanya, Jumat (12/6/2026).
Sepanjang 2025, HUMI melalui entitas anak usaha melakukan investasi signifikan dengan menambah aset-aset produktif berupa kapal pengangkut LNG dan kapal tanker LPG. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat posisi perseroan dalam rantai logistik energi nasional sekaligus meningkatkan kapasitas dalam melayani kebutuhan distribusi energi yang terus berkembang.
Penambahan armada tersebut menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan aset perseroan. Investasi pada kapal LNG dan tanker LPG diharapkan dapat menghasilkan pendapatan berulang (recurring revenue) dalam jangka panjang, memperluas basis pelanggan, meningkatkan utilisasi armada, serta memperkuat daya saing Perseroan pada segmen bisnis energi yang memiliki prospek pertumbuhan yang kuat.
••••••••••••
https://www.idxchannel.com/market-news/humi-fokus-optimalisasi-aset-usai-gencar-ekspansi-pada-2025
*BUMI*
*"Saham BUMI Diborong, Harga Tetiba Ngacir"*
Jumat, 12 Juni 2026 | 10.20 WIB
Reporter: Thresa Sandra Desfika | Editor: Thresa Sandra Desfika
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melejit di sesi I perdagangan Jumat (12/6/2026). Di sekitar pukul 10.15 WIB, saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini ngacir 8,57% ke Rp 152.
Sudah sebanyak 1,55 miliar saham BUMI diperdagangkan, frekuensi 21.808 kali, dan nilai transaksi Rp 228,65 miliar.
Saham Bumi Resources (BUMI) diborong. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saat berita ini disusun, saham emiten pertambangan BUMI membukukan net buy Rp 71,3 miliar.
Sebelumnya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 2,78% ke Rp 140 pada perdagangan Kamis (11/6/2026) kemarin. Tapi saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini dilahap investor asing.
Sebanyak 3 miliar saham Bumi Resources (BUMI) ditransaksikan, frekuensi 53.325 kali, dan nilai transaksi Rp 421,64 miliar.
Investor asing membukukan net buy di saham emiten pertambangan ini Rp 28,68 miliar. Situasinya berbalik dari dua hari bursa sebelumnya yang selalu membukukan net sell investor asing.
••••••••••••
https://investor.id/market/442504/saham-bumi-diborong-harga-tetiba-ngacir
*RATU*
*"Masuk Bisnis Minyak, Emiten Happy Hapsoro Caplok Perusahaan Ini"*
Jumat, 12 Juni 2026 | 09.50 WIB
Reporter: Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten milik Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah resmi menyelesaikan seluruh rangkaian transaksi akuisisi untuk memperoleh kepentingan ekonomi atas 20% Participating Interest di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Akuisisi dilaksanakan melalui PT Raharja Energi Madura (PT REM), perusahaan terkendali RATU, yang mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD), entitas investasi pemegang 20% saham HCML.
Manajemen menyampaikan, dengan selesainya transaksi ini, RATU kini secara tidak langsung memiliki hak partisipasi atas Madura Strait PSC.
"Penyelesaian transaksi ini menandai tonggak penting dalam strategi ekspansi RATU di sektor hulu minyak dan gas bumi," tulis manajemen, Jumat (12/6/2026).
Sesuai struktur transaksi seluruh manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% di HCML sejak 1 Januari 2026 menjadi milik REM dan akan tercermin dalam kinerja perseroan dalam laporan keuangan Konsolidasian RATU di kuartal II tahun ini.
Akuisisi ini memperkuat strategi jangka panjang RATU untuk memperluas basis cadangan dan produksi, sekaligus melengkapi portofolio yang telah ada, yakni 8% PI di PSC Jabung (dioperasikan PetroChina Jabung Ltd) dan 2,24% PI di PSC Cepu.
••••••••••••
https://www.cnbcindonesia.com/market/20260612091357-17-742232/masuk-bisnis-minyak-emiten-happy-hapsoro-caplok-perusahaan-ini
Available now! Telegram Research 2025 — the year's key insights 
