es
Feedback
D'ORIGIN INTERACTIVE NEWS

D'ORIGIN INTERACTIVE NEWS

Ir al canal en Telegram
4 431
Suscriptores
Sin datos24 horas
+27 días
+2230 días
Archivo de publicaciones
*Pengambilalihan dan Perubahan Pengendali dalam Perseroan* *DOOH*
*Pengambilalihan dan Perubahan Pengendali dalam Perseroan* *DOOH*

*SMDR* Emiten PBV 0,4 Kali, Omzetnya Tembus Rp 7 Triliun, Gak Pelit Dividen https://share.google/M8xrRBWMejtQ2frWj

*ASII* Astra (ASII) Cetak Laba Rp12,5 Triliun, Prospek Makin Cerah - Market https://share.google/1JTPa57IkdUcpqrN9

*BELI* Pendapatan Blibli (BELI) Tumbuh 55 Persen Jadi Rp14,8 Triliun pada Semester I-2026 https://share.google/memDJ774LcvvNYwt4

*COIN* Indokripto (COIN) Bukukan Rugi Rp26 Miliar pada Semester I-2026 https://share.google/Df334KlcJ0AsGRC0C

*WIFI* Solusi Sinergi Digital (WIFI) Raup Rp 1,57 T https://share.google/uNve1EB4QOZoUO3bD

*BBRI* Suratan Takdir Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) https://share.google/yp1mEheVX0svjsmww

*BNBR* Emiten Grup Bakrie Gelontorkan Duit Triliunan https://share.google/Fo9pUoxio4pgzv78r

*KRAS* *"Krakatau Steel (KRAS) Raih Laba Rp160 Miliar hingga Juni 2026, Arus Kas Masih Tertekan"* Kamis, 30 Juli 2026 | 23.55 WIB Reporter: Rahmat Fiansyah | Editor: Rahmat Fiansyah IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat laba bersih sebesar USD9,17 juta atau setara dengan Rp160 miliar pada semester I-2026. Angka ini membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat rugi bersih USD107,1 juta. Capaian ini sejalan dengan komitmen BUMN baja tersebut menjalankan transformasi secara berkelanjutan melalui penguatan fundamental keuangan. Dukungan pendanaan modal kerja Danantara menjadi faktor yang mendorong kelancaran bahan baku, peningkatan utilisasi produksi, serta perbaikan efisiensi struktur pendanaan perseroan. ••••••••••••• https://www.idxchannel.com/market-news/krakatau-steel-kras-raih-laba-rp160-miliar-hingga-juni-2026-arus-kas-masih-tertekan

*UNTR* *"United Tractors Terpukul Kebijakan RKAB Tambang"* Kamis, 30 Juli 2026 | 18.10 WIB Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi Bloomberg Technoz, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakui pemangkasan alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara pada 2026 menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja perusahaan pada semester I-2026. Dampak kebijakan tersebut ikut menyeret laba bersih yang anjlok 88,2% secara tahunan menjadi Rp956,28 miliar. Sekretaris Perusahaan UNTR Ari Setiyawan mengatakan, penurunan RKAB memengaruhi sejumlah lini bisnis perseroan, mulai dari penjualan alat berat, batu bara, hingga emas. "Karena penurunan RKAB berdampak pada penurunan penjualan alat berat dan penjualan batu bara, ditambah lagi penjualan emas yang lebih rendah dibanding tahun lalu karena tambang emas Martabe baru beroperasi kembali di kuartal II," kata Ari kepada Bloomberg Technoz pada Kamis (30/7/2026). UNTR berharap pemerintah dapat menambah alokasi RKAB pada semester II-2026. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengerek kembali aktivitas pertambangan sehingga memberikan dampak positif terhadap berbagai lini usaha United Tractors. "Kami berharap apabila pemerintah menambah RKAB di semester kedua, ada potensi peningkatan permintaan alat berat, penjualan batu bara dan kontraktor penambangan, dan tentunya dari bisnis emas sehubungan tambang emas Martabe telah kembali beroperasi pada kuartal II 2026,” ujar Ari. ••••••••••••• https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/116760/united-tractors-terpukul-kebijakan-rkab-tambang/2

*TPIA* *"Laba Chandra Asri (TPIA) Merosot 77,5% Semester I 2026"* Jumat, 31 Juli 2026 | 08.10 WIB Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan laba bersih US$283,24 juta atau sekitar Rp5,07 triliun pada semester I 2026. Angka itu anjlok 77,5% dibandingkan US$1,26 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Manajemen TPIA menjelaskan bahwa penurunan laba bersih dipengaruhi tingginya basis keuntungan dari bargain purchase gain yang diakui saat akuisisi Aster pada tahun lalu. Keuntungan yang bersifat tidak berulang tersebut tidak kembali tercatat pada semester I 2026. “Perbandingan dengan semester pertama 2025 mencerminkan basis yang tinggi bargain purchase gain yang diakui sehubungan dengan akuisisi Aster,” kata manajemen TPIA dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (31/7/2026). Di tengah penurunan laba, pendapatan bersih perseroan meningkat 83,6% menjadi US$5,35 miliar atau sekitar Rp95,74 triliun, dari US$2,91 miliar pada semester I 2025. ••••••••••••• https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/116792/laba-chandra-asri-tpia-merosot-77-5-semester-i-2026

*BREN* *"Emiten Panas Bumi Prajogo Raih Laba Jumbo"* Kamis, 30 Juli 2026 | 22.00 WIB Reporter: Muawwan Daelami | Editor: Muawwan Daelami JAKARTA, investor.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten panas bumi milik konglomerat Prajogo Pangestu, berhasil meraih laba jumbo dengan mencatatkan kenaikan sebesar 29% sepanjang semester I-2026. Sesuai laporan keuangan (lapkeu) yang dipublikasi, Kamis (30/7/2026), BREN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar US$106 juta, setara Rp1,91 triliun (asumsi kurs Rp18.030) sepanjang Januari-Juni 2026. Capaian ini tergolong premium ketimbang US$82,13 juta pada semester I-2025. Pendapatan konsolidasian juga menguat 11,5% dari US$300 juta per 30 Juni 2025, menjadi US$334 juta per 30 Juni 2026. Kinerja kuat BREN pada paruh pertama 2026 tidak lepas dari dukungan performa operasional panas bumi yang stabil, pembangkitan listrik dari segmen angin yang tetap kuat, dan keberhasilan perseroan dalam menjalankan strategi pertumbuhan. CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengaku bangga BREN kembali membukukan kinerja kuat pada semester pertama 2026, yang menunjukkan portofolio panas bumi perseroan terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal. Sedangkan, segmen angin mempertahankan kinerja pembangkitan yang kuat sepanjang periode. ••••••••••••• https://investor.id/market/448535/emiten-panas-bumi-prajogo-raih-laba-jumbo

*10 EMITEN TEBAR DIVIDEN* *"10 Emiten Tebar Dividen Hari Ini: ERAA, WIFI, hingga MTEL"* Jumat, 31 Juli 2026 | 07.17 WIB Reporter: Dhera Arizona Pratiwi| Editor: Dhera Arizona Pratiwi IDXChannel - Sebanyak 10 emiten akan melakukan pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham, pada hari ini, Jumat (31/7/2026). Sehingga, ini menjadi hal menarik untuk disimak. Berdasarkan kalender Bursa Efek Indonesia (BEI), kesepuluh emiten tersebut yakni PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Perdana Gapura Prima Tbk (GPRA). Kemudian, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Multi Indocitra Tbk (MICE), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). ••••••••••••• https://www.idxchannel.com/market-news/10-emiten-tebar-dividen-hari-ini-eraa-wifi-hingga-mtel

*HARGA CPO* *"Harga CPO Menguat, Ditopang Dua Sentimen"* Jumat, 31 Juli 2026 | 05.54 WIB Reporter: Indah Handayani | Editor: Indah Handayani JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mayoritas menguat pada Kamis (30/7/2026). Kenaikan didorong prospek peningkatan ekspor dan permintaan dari India, meski penguatan ringgit serta melemahnya harga minyak nabati pesaing membatasi penguatan. Berdasarkan data BMD pada penutupan Kamis (30/7/2026), kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2026 melemah 3 Ringgit Malaysia menjadi 4.554 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO September 2026 naik 15 Ringgit Malaysia menjadi 4.643 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak berjangka CPO Oktober 2026 terkerek 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.683 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO November 2026 meningkat 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.714 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Desember 2026 melesat 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.743 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Januari 2027 menguat 17 Ringgit Malaysia menjadi 4.770 Ringgit Malaysia per ton. ••••••••••••• https://investor.id/market/448551/harga-cpo-menguat-ditopang-dua-sentimen

*HARGA EMAS* *"Harga Emas Menguat 1 Persen, Dolar Melemah dan Inflasi AS Melandai"* Jumat, 31 Juli 2026 | 06.51 WIB Reporter: TIM RISET IDX CHANNEL | Editor: Aldo Fernando IDXChannel - Harga emas menguat pada Kamis (30/7/2026) seiring melemahnya dolar AS dan meredanya inflasi. Sementara itu, pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh tidak memberikan kejelasan mengenai arah kebijakan moneter. Harga emas spot naik hampir 1 persen, tepatnya 0,91 persen menjadi USD4.103,27 per troy ons. Dolar AS melemah 0,8 persen terhadap mata uang utama, dipimpin penguatan yen Jepang. Pelaku pasar juga tetap mewaspadai potensi intervensi otoritas Jepang untuk menopang nilai tukar yen yang tertekan. ••••••••••••• https://www.idxchannel.com/market-news/harga-emas-menguat-1-persen-dolar-melemah-dan-inflasi-as-melandai

*PEMANGKASAN RKAB vs POTENSI PHK* *"Sinyal Bahaya dari Weda Bay: Kuota Nikel Dipangkas ESDM, 18 Ribu Buruh Terancam PHK Massal"* Rabu, 29 Juli 2026 | 10.39 WIB Reporter: Ikhsan Suryakusumah Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kini nyata membayangi industri pertambangan Tanah Air. Sebanyak 18.000 buruh di kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan area tambang PT Weda Bay Nickel (WBN), Halmahera Tengah, Maluku Utara, kini berada di ujung tanduk akibat kebijakan pemangkasan drastis kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel tahun 2026 oleh Kementerian ESDM. Langkah tegas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekan kuota produksi nikel nasional dari proyeksi awal 379 juta ton menjadi hanya berkisar 260 hingga 270 juta ton. Keputusan ini tak hanya membekukan operasional alat berat dan rantai logistik di lapangan, tetapi juga memicu efek domino yang mengancam mata pencaharian ribuan keluarga di Maluku Utara. Data Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mencatat, ancaman di Weda Bay baru puncak gunung es. Di tingkat nasional, pemangkasan RKAB nikel dan batu bara secara kumulatif berpotensi melumpuhkan nasib lebih dari 150.000 pekerja tambang. "RKAB pertambangan ini dampaknya sangat dahsyat, mengancam ratusan ribu pekerja. Saat ini operasional pertambangan hampir 90 persen terhenti karena belum turunnya RKAB," tegas Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, dalam konferensi pers di DPP KSPSI, 29 Juni lalu. ••••••••••••• https://www.inilah.com/sinyal-bahaya-dari-weda-bay-kuota-nikel-dipangkas-esdm-18-ribu-buruh-terancam-phk-massal

*"CARUT-MARUT SMELTER NIKEL CHINA"* *"Smelter Nikel China Bertumbangan: Hilang Kepercayaan pada Pemerintah, Pabrik Rugi Triliunan dan Tutup"* Kamis, 30 Juli 2026 | 14.01 WIB Reporter: Ikhsan Suryakusumah Gelombang guncangan hebat melanda industri hilirisasi nikel nasional. Puluhan fasilitas pemurnian (smelter) berbasis investasi China kini bertumbangan dan terancam gulung tikar satu per satu. Seretnya pasokan bijih nikel (ore) akibat pengetatan izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh pemerintah menjadi pemicu utama kelumpuhan ini. Kondisi tersebut tak sekadar merusak iklim investasi bernilai triliunan rupiah, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan investor China terhadap Pemerintah Indonesia. Tumbangnya smelter di hilir ini lantas memicu efek domino destruktif, yang berujung pada badai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor pertambangan hulu. Hilang Kepercayaan: Kebijakan Berubah Buat Pabrik Rugi dan Tutup Sejak program hilirisasi digencarkan, modal asal Negeri Tirai Bambu mendominasi lanskap nikel nasional. Dari sekitar 23 hingga 24 smelter nikel yang beroperasi di Indonesia, setidaknya 20 di antaranya dibangun dan didanai oleh investor China. Namun, gurita bisnis bernilai fantastis itu kini berada di ambang kebangkrutan massal. Beberapa raksasa pemurnian nikel, seperti PT Virtu Dragon Nickel Industry, dilaporkan mulai menghentikan operasionalnya secara bertahap. Situasi ini memicu kekecewaan mendalam dari para penanam modal. Pihak China terang-terangan mengaku tidak lagi percaya kepada Pemerintah Indonesia karena regulasi yang berubah-ubah di tengah jalan justru membuat pabrik nikel mereka menanggung rugi besar hingga terpaksa gulung tikar, padahal investasi yang dikucurkan sudah menyentuh angka triliunan rupiah. Ancaman kerugian ini kian mematikan karena karakteristik teknis tungku pemurnian nikel. Pabrik pengolahan dirancang wajib beroperasi terus-menerus selama 24 jam nonstop. Apabila pasokan bahan baku terhenti dan tungku pembakaran sampai mati, biaya operasional untuk menyalakannya kembali menelan dana yang sangat fantastis. Melalui otoritas perdagangannya, pihak China bahkan telah melayangkan komplain resmi kepada Pemerintah Indonesia menuntut kepastian hukum. ••••••••••••• https://www.inilah.com/smelter-nikel-china-bertumbangan-hilang-kepercayaan-pada-pemerintah-pabrik-rugi-triliunan-dan-tutup

*BI PANGKAS SERAPAN SRBI* *"Minat Investor Turun, BI Pangkas Serapan SRBI"* Kamis, 30 Juli 2026 | 12.31 WIB Reporter: Redaks Bloomberg Technoz, Jakarta - Minat investor terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mengendur. Total penawaran yang masuk pada lelang terakhir pada Jumat (24/7/2026) tercatat turun Rp9,72 triliun (25,63%) menjadi Rp28,21 triliun, dibandingkan lelang sebelumnya pada pekan sebelumnya (17/7/2026) Rp37,93 triliun. Melansir data lelang, penurunan terjadi di seluruh tenor, baik 6 bulan, 9 bulan, maupun 12 bulan. Penawaran tenor 6 bulan merosot lebih dari separuh menjadi Rp2,24 triliun, dari sebelumnya Rp4,64 triliun. Bahkan, tenor 9 bulan mengalami penurunan terdalam secara persentase, yakni 61,4%, sementara tenor 12 bulan yang selama ini menjadi favorit investor juga ikut turun 21,15% menjadi Rp25,69 triliun. Melemahnya permintaan tersebut dapat dibaca sebagai indikasi bahwa bank mulai memiliki alternatif penempatan dana lain, baik untuk mendukung ekspansi kredit, membeli Surat Berharga Negara (SBN), maupun memenuhi kebutuhan likuiditas di pasar uang. Dengan kata lain, ruang dana menganggur yang dapat ditempatkan ke SRBI sepertinya mulai menyusut. Hal ini sejalan dengan data kepemilikan SRBI teranyar, porsi kepemilikan bank dalam SRBI menyusut menjadi Rp615,71 triliun pada Juni, dari Rp677,89 triliun pada Mei. ••••••••••••• https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/116678/minat-investor-turun-bi-pangkas-serapan-srbi

*TENTANG CALON GUBERNUR BI BARU* *"Ini Kata Bloomberg Economics Soal Calon Gubernur BI Baru"* Kamis, 30 Juli 2026 | 15.40 WIB Reporter: Redaksi Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam memilih Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru dinilai akan menjadi salah satu penentu arah perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Bukan cuma soal suku bunga, tetapi juga menyangkut stabilisasi rupiah, pasar obligasi, hingga kepercayaan investor. Menurut Tamara Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, gejolak yang terjadi di pasar obligasi Amerika Serikat (AS), sesaat setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia, bahwa pasar bisa lebih 'galak' dari bank sentral. Tadi malam waktu Indonesia, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75%. Namun, alih-alih membuat pasar tenang, keputusan itu malah memicu aksi jual obligasi pemerintah AS, terutama tenor panjang. Yield US Treasury tenor 30 tahun melonjak 13 bps dan menembus 5,2%, level tertinggi dalam hampir dua dekade. Sementara, ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat. Henderson berpendapat, pasar menilai langkah The Fed belum cukup kuat untuk memastikan inflasi benar-benar bisa kembali ke target 2%. ••••••••••••• https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/116711/ini-kata-bloomberg-economics-soal-calon-gubernur-bi-baru

*PERGERAKAN RUPIAH* *"Rupiah Berpotensi Melemah pada Jumat (31/7/2026), Simak Sentimen yang Membayangi"* Jumat, 31 Juli 2026 | 07.00 WIB Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan terakhir pekan ini akibat kombinasi tekanan sentimen global dan domestik. Mengutip data Bloomberg pada Kamis (30/7/2026), rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,21% ke level Rp 18.111 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang Garuda mencatatkan penguatan sebesar 0,05% ke level Rp 18.078 per dolar AS. ••••••••••••• https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-berpotensi-melemah-pada-jumat-3172026-simak-sentimen-yang-membayangi