en
Feedback
D'ORIGIN INTERACTIVE NEWS

D'ORIGIN INTERACTIVE NEWS

Open in Telegram
4 403
Subscribers
-124 hours
+187 days
+4930 days
Attracting Subscribers
June '26
June '26
+81
in 1 channels
May '26
+79
in 2 channels
Get PRO
April '26
+101
in 2 channels
Get PRO
March '26
+70
in 2 channels
Get PRO
February '26
+145
in 1 channels
Get PRO
January '26
+231
in 3 channels
Get PRO
December '25
+179
in 1 channels
Get PRO
November '25
+155
in 1 channels
Get PRO
October '25
+225
in 1 channels
Get PRO
September '25
+223
in 1 channels
Get PRO
August '25
+243
in 1 channels
Get PRO
July '25
+196
in 1 channels
Get PRO
June '25
+213
in 1 channels
Get PRO
May '25
+111
in 2 channels
Get PRO
April '25
+107
in 1 channels
Get PRO
March '25
+146
in 1 channels
Get PRO
February '25
+65
in 2 channels
Get PRO
January '25
+51
in 1 channels
Get PRO
December '24
+28
in 1 channels
Get PRO
November '24
+70
in 1 channels
Get PRO
October '24
+65
in 1 channels
Get PRO
September '24
+83
in 1 channels
Get PRO
August '24
+83
in 1 channels
Get PRO
July '24
+127
in 1 channels
Get PRO
June '24
+59
in 1 channels
Get PRO
May '24
+75
in 1 channels
Get PRO
April '24
+78
in 1 channels
Get PRO
March '24
+64
in 2 channels
Get PRO
February '24
+56
in 1 channels
Get PRO
January '24
+99
in 1 channels
Get PRO
December '23
+63
in 1 channels
Get PRO
November '23
+38
in 1 channels
Get PRO
October '23
+28
in 2 channels
Get PRO
September '23
+50
in 0 channels
Get PRO
August '23
+43
in 0 channels
Get PRO
July '23
+28
in 0 channels
Get PRO
June '23
+39
in 0 channels
Get PRO
May '23
+39
in 0 channels
Get PRO
April '23
+27
in 0 channels
Get PRO
March '23
+27
in 0 channels
Get PRO
February '23
+26
in 0 channels
Get PRO
January '23
+30
in 0 channels
Get PRO
December '22
+56
in 0 channels
Get PRO
November '22
+116
in 0 channels
Get PRO
October '22
+42
in 0 channels
Get PRO
September '22
+58
in 0 channels
Get PRO
August '22
+92
in 0 channels
Get PRO
July '22
+73
in 0 channels
Get PRO
June '22
+67
in 0 channels
Get PRO
May '22
+80
in 0 channels
Get PRO
April '22
+50
in 0 channels
Get PRO
March '22
+48
in 0 channels
Get PRO
February '22
+30
in 0 channels
Get PRO
January '22
+53
in 0 channels
Get PRO
December '21
+51
in 0 channels
Get PRO
November '21
+22
in 0 channels
Get PRO
October '21
+115
in 0 channels
Get PRO
September '21
+181
in 0 channels
Get PRO
August '21
+140
in 0 channels
Get PRO
July '21
+190
in 0 channels
Get PRO
June '21
+51
in 0 channels
Get PRO
May '21
+46
in 0 channels
Get PRO
April '21
+67
in 0 channels
Get PRO
March '21
+58
in 0 channels
Get PRO
February '21
+61
in 0 channels
Get PRO
January '21
+356
in 0 channels
Date
Subscriber Growth
Mentions
Channels
18 June+3
17 June+2
16 June+3
15 June+3
14 June0
13 June0
12 June+6
11 June+19
10 June+12
09 June+4
08 June+1
07 June0
06 June0
05 June+8
04 June+10
03 June+5
02 June+4
01 June+1
Channel Posts
*CGSI ID Macro: Puncak Tingkat suku bunga bergantung pada reformasi sektor riil* ■ Bank sentral menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin hari ini, sesuai dengan konsensus Bloomberg dan sejalan dengan proyeksi kami untuk 2026F, guna menstabilkan nilai tukar rupiah. ■ Kenaikan suku bunga telah efektif dalam menopang nilai tukar rupiah. Kurva Imbal hasil obligasi pemerintah tenor panjang mungkin perlu mengejar kenaikan pada tenor pendek. ■ Kami memperkirakan BI-Rate akan mencapai level akhir sebesar 5,75% dengan mempertimbangkan dinamika PDB, nilai tukar rupiah, dan Indeks Harga Konsumen (IHK). Risiko kenaikan berasal dari kurangnya reformasi sektor riil dan prospek The Fed. https://rfs.cgsi.com/api/download?file=00402883-a899-4508-aeb9-d464ee46c1a9 *CGSI ID Macro: Peak rate contingent on real sector reforms* ■ Central bank raised the BI-Rate by 25bp today, in line with Bloomberg consensus and meeting our projection for 2026F, to stabilise rupiah. ■ Higher rates have been effective in supporting the rupiah. The long-end of the government bond yield curve may need to catch up with higher short-end. ■ We think 5.75% is the terminal BI-Rate considering GDP, rupiah, and CPI dynamics. Upside risks are lack of real sector reforms and Fed outlook. https://rfs.cgsi.com/api/download?file=00402883-a899-4508-aeb9-d464ee46c1a9

2
AUD up 0,10% ke posisi 0,7021 per USD Rupiah down 0,18% menjadi 17.794 per USD Rupee naik 0,21% ke 94,3288 per USD Yuan down 0,03% ke 6,7631 per USD Ringgit melemah 1,14% ke 4,1105 per USD Baht turun 0,22% ke 32,7560 per USD *Bursa Eropa* Saham-saham Eropa lesu pada pembukaan perdagangan hari Kamis (18/6), karena investor memperkirakan langkah selanjutnya dari Federal Reserve adalah kenaikan suku bunga menyusul proyeksi agresif dari para pejabat the Fed. Meskipun penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 turun tipis 0,15% menjadi 638,35 poin. Indeks FTSE 100 Inggris drop 0,65%. Indeks CAC 40 nai 0,03% dan Indeks DAX Jerman naik 0,27%. Sedangkan Indeks FTSE MIB naik 0,18%. Para pedagang melihat peluang 49,5% untuk kenaikan pada bulan September dan memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah setelah itu hingga akhir tahun, menurut alat FedWatch dari CME Group. *Oil* Harga minyak turun lebih dari $2 per barel pada hari Kamis (18/6) sore setelah AS dan Iran menandatangani perjanjian sementara yang akan mengakhiri perang Iran, membuka kembali Selat Hormuz, dan mencabut sanksi AS terhadap minyak Teheran, sehingga meningkatkan prospek pasokan minyak. Harga minyak mentah Brent berjangka turun $2,14 atau 2,69% menjadi $77,41 per barel. Dan minyak mentah West Texas Intermediate AS turun $2,36, atau 3,07%, menjadi $74,43 per barel. "Volume minyak mentah yang kembali ke pasar setelah Selat Hormuz dibuka kembali mungkin terbatas karena beberapa kargo sudah keluar melalui pengaturan alternatif, sementara pemilik kapal mungkin tetap enggan mengirimkan kapal tanker kembali ke wilayah tersebut di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan itu dapat runtuh," kata Mukesh Sahdev, CEO dari perusahaan konsultan energi XAnalysts. (reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI) --------------
92
3
*BURSA SORE* Thu, Jun 18, 2026 16:40 WIB *"Kabar Damai Timur Tengah Picu Euforia Saham Asia, IHSG Justru Merah"* ◇ IHSG ditutup melemah 0,78% ke level 6.172, dengan tekanan terbesar berasal dari saham perbankan dan telekomunikasi seperti BBRI, BBCA, TLKM, dan ISAT. ◇ Bursa Asia mayoritas menguat dan mencetak rekor baru setelah AS dan Iran menyepakati perpanjangan gencatan senjata 60 hari yang meningkatkan optimisme pasar. ◇ Harga minyak anjlok lebih dari 2% karena kesepakatan AS-Iran membuka kembali Selat Hormuz dan meningkatkan prospek pasokan minyak global. Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menepi ke zona merah saat akhir perdagangan hari Kamis (18/6). IHSG kandas 48 poin atau -0,78% ke level 6.172. Sebanyak 248,8 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp17,38 triliun. Saham top gainers LQ45: AMMN, DEWA, BRPT, MDKA, MBMA, INCO, CUAN. Saham top losers LQ45: ISAT, TLKM, SMGR, BBRI, HRTA, BBCA, ADRO. Sektor basic industry paling bersinar, naik 2,49% ditopang saham-saham di antaranya TPIA, BRPT, TKIM, INKP, IMPC, JPFA. Sementara itu sektor infrastruktur turun paling dalam 1,96% ditekan saham-saham ISAT, TLKM, JSMR, CASS, EXCL, SMDR, TBIG, PGAS. *Bursa Asia* Pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari Kamis (18/6) setelah Presiden AS dan Iran meningkatkan sentimen investor dengan menandatangani kesepakatan perdamaian sementara. Indeks saham Nikkei Jepang naik ke rekor tertinggi intraday untuk sesi keempat berturut-turut, melonjak melewati 71.000. Sementara indeks acuan KOSPI Korea Selatan mencapai rekor 9.000,68. Keduanya mendapat dukungan dari kenaikan yang solid pada saham semikonduktor dan saham terkait AI. Saham Taiwan juga naik ke level tertinggi intraday, menyentuh 46.565,70. Indeks saham MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,2%. Pergerakan pasar ini terjadi setelah AS dan Iran merilis teks kesepakatan mereka, yang memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan pada bulan April selama 60 hari lagi untuk memungkinkan kedua pihak bernegosiasi untuk mencapai gencatan senjata. Kesepakatan tersebut juga mencakup dimulainya kembali lalu lintas maritim sepenuhnya "tanpa biaya" di Selat Hormuz. Kesepakatan sementara tersebut akan menandai langkah signifikan menuju normalisasi pasokan dan harga minyak mentah, tetapi Yoshimasa Maruyama, kepala ekonom pasar di SMBC Nikko Securities, memperingatkan bahwa ketidakpastian masih tetap ada. "Periode transit bebas bea saat ini terbatas hingga 60 hari, dan kerangka kerja di masa depan masih belum pasti, sehingga menimbulkan kekhawatiran yang berkelanjutan," kata Maruyama dalam sebuah catatan pasar. Imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun turun 1,76 basis poin (bps) menjadi 4,445% dari level akhir Rabu. Imbal hasil obligasi 2 tahun, yang biasanya bergerak seiring dengan ekspektasi suku bunga Federal Reserve, turun 0,12 bps menjadi 4,162%. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun acuan naik 0,5 bp menjadi 2,605%. *Indeks Saham Asia* Indeks Nikkei225 (Jepang) +1,65% ke 71.053 Indeks Topix (Jepang) +1,37% ke 4.068 Shanghai Composite (China) -0,43% ke 4.090 Shenzhen Component (China) +0,94% ke 16.030 CSI 300 (China) +0,21% ke 4.941 Hang Seng (Hong Kong) -1,59% ke 23.924 Indeks Kospi (Korsel) +2,25% ke 9.063 Taiex (Taiwan) +1,28% ke 46.465 S&P/ASX200 (Australia) -0,62% ke 8.911 *Asia Currencies* Yen drop 0,02% menjadi 160,68 per USD SGD down 0,07% menjadi 1,2890 per USD
57
4
*Corporate News* Shareholders of GOTO Tokopedia approved all resolutions at the 2026 Annual General Meeting, including a share buyback program of up to Rp3.5 trillion for 2026–2027. The company also retained its existing Board of Commissioners and Board of Directors, reflecting continuity in its business strategy and long-term value creation efforts. MPPA received effective approval from the Financial Services Authority (OJK) to proceed with a rights issue worth up to Rp1.2 trillion through the issuance of up to 24 billion new shares at Rp50 per share. The fundraising could generate up to Rp1.19 trillion, while shareholders who do not exercise their rights may face dilution of up to 64.92%. Prodia Diagnostic Line plans to launch its IPO in July 2026 by offering up to 522.9 million new shares, equivalent to 30% of its enlarged capital, at a price range of Rp100–Rp120 per share. The offering could raise up to Rp62.75 billion, with the company scheduled to be listed on the Indonesia Stock Exchange on July 9, 2026. *Global Markets* *US-IRAN Deal* The U.S. and Iran have signed an initial deal to end their war and reopen the Strait of Hormuz, although an agreement on Tehran’s nuclear ambitions remained to be secured. U.S. President Donald Trump signed the memorandum of understanding with Iran during a dinner at France’s Versailles palace on Wednesday, according to media reports and a video posted to social media by French President Emmanuel Macron. But Trump warned that attacks on Iran could restart. Asia-Pacific markets ended mixed, with South Korea’s Kospi and Japan’s Nikkei 225 climbing to new record highs. European stocks closed slightly lower as investors increased expectations of a Fed rate hike following hawkish comments from policymakers, while lower oil prices helped ease inflation concerns. Meanwhile, Germany's Ifo Institute cut its 2027 growth forecast to 0.8%, and the U.K. unemployment rate unexpectedly fell to 4.9% in April. U.S. stock futures rose as investors weighed the Federal Reserve’s latest rate decision and a newly signed agreement to end the Iran conflict. *Commodities* Oil prices fell after U.S. President Donald Trump and Iranian President Masoud Pezeshkian reportedly reached a deal to end the Middle East conflict, while the International Energy Agency warned of a potential global oil supply surplus next year. Crude Oil WTI...74.75 (-2.66%) Brent Oil...77.79 (-2.21%) Natural Gas...3.149 (+0.13%) Gold...4,287.55 (-2.14%) Silver...68.18 (-3.66%) Copper...13,692.22 (-1.01%) Nickel...17,902.38 (-0.83%) *Global indexes* STOXX 50..6,294.30 (-0.09%) CAC 40..8,428.08 (-0.03%) DAX..24,884.42 (-0.2%) FTSE..10,394.36 (-1.09%) NIKKEI..71,053.49 (+1.65%) HSI..23,924.81 (-1.59%) SHCOMP..4,090.48 (-0.43%) TAIEX..46,465.20 (+1.28%) KOSPI..9,063.84 (+2.25%) S&P/ASX 200..8,911.10 (-0.62%) SENSEX..77,191.85 (+0.05%) STI..5,208.88 (+0.63%) DOW FUT..52,208.00 (+0.51%) S&P FUT..7,555.50 (+0.84%) NASDAQ FUT..30,443.75 (+1.48%) --------------
46
5
*MARKET ROUND-OFF (18.06.2026)* *(By: D'ORIGIN – Louisa Rahardjo)* https://t.me/D_ORIGIN https://bit.ly/IGorigin https://originaturuang.com/07 *"JCI Retreat amid BI Hike, MSCI Watch"* *JCI* The Indonesian Stock Market closed decline 0.8% today after volatile trading throughout the session with thin transaction value. Market participants appeared very cautious in their transactions. After a correction of almost 3%, the stock price index recovered towards the end of the session, supported by rising share prices of conglomerates AMMN, BRPT, PTRO, and TPIA, while TLKM and big banking stocks were hit by profit-taking after several days of rallying. *_The JCI declined 48.40 points (-0.78%) to 6,172.34, while the LQ45 declined 8.3 points (-1.33%) to 616.92._* Turnover reached 22.93 billion shares valued at Rp17.87 trillion, including Rp3.8 trillion in negotiated transactions. A total of 257 stocks advanced, 424 declined, and 133. Indonesian stock movements this week and next will be influenced by the results of the MSCI evaluation, a key benchmark for global investors. The MSCI decision will determine whether a number of restrictions on the Indonesian market will be eased and will provide insight into Indonesia's position in the global capital market landscape. Market participants are currently focusing on two main agenda items in the MSCI review: the possible lifting of the freeze on the Indonesian market and a decision regarding market classification. MSCI is scheduled to announce the results of the Global Market Accessibility Review on June 18, 2026, European time, or approximately 3:30 a.m. Western Indonesian Time (WIB) on June 19, 2026. Meanwhile, the results of the Annual Market Classification Review will be announced on June 23, 2026, European time, or approximately 3:30 a.m. Western Indonesian Time (WIB) on June 24, 2026. *IDR/USD* The rupiah exchange rate against the US dollar closed lower on Thursday (June 18, 2026), falling 32 points or 0.18 percent to Rp17,794 per US dollar. Although Bank Indonesia raised the BI Rate again to stabilize the rupiah, the US dollar strengthened against all other currencies due to positive external sentiment related to the US-Iran agreement, which is expected to ease tensions in the Middle East and pave the way for the reopening of key energy export routes. *Interest Rate* Bank Indonesia raised its benchmark interest rate by 25 basis points to 5.75% for the third time in a month to stabilize the rupiah and enhance investor confidence. This increase follows previous hikes of 50 basis points and aims to prevent the currency's decline from exacerbating inflationary pressures. The recent rate hikes have brought the total increase this year to 100 basis points. Although the rupiah has shown some recovery, analysts caution that sustained gains may depend on consistent policy measures from the government. Governor Perry Warjiyo emphasized potential further Fed rate hikes that could impact emerging market assets. The central bank also increased the Deposit Facility rate to 4.75% and the Lending Facility rate to 6.50% to further support rupiah stability amid global uncertainty and keep inflation within the 2.5±1% target range for 2026–2027. *Cash Foreign Exchange Purchase* Bank Indonesia (BI) has reduced the maximum threshold for cash foreign exchange purchases without underlying guarantees from USD 25,000 to USD 10,000 per person per month, effective July 1, 2026. Gubernur Perry Warjiyo announced this decision after a board meeting, emphasizing enhanced prudential principles in foreign exchange transaction reporting. Additionally, the threshold for required supporting documentation for fund transfers abroad has been adjusted from USD 50,000 to USD 25,000, also effective from July 1, 2026.
56
6
*2nd SESSION JCI on 18.06.2026* (By: D'ORIGIN - Veni Fitriani) https://t.me/D_ORIGIN https://bit.ly/IGorigin https://originaturuang.com/ *JCI @6172.34 (-48.400pts) (-0.778%)* (H: 6220.81 ; L: 6073.72) (Value: 17.868 T (NG 3.841 T) Volume: 229.353 Lot (NG 20.671 M Lot) (Adv.257 ; Decl.424 ; Unchg.133 shares) IDXHIDIV20...426.61 (-2.21%) IDX30...348.98 (-1.68%) IDX80...93.02 (-0.87%) LQ45...616.92 (-1.33%) Incl.Crossing** EMAS @6170 ~ 2.72 T SMMA @14673 ~ 179.99 B BBCA @6159 ~ 176.23 B BBNI @3697 ~ 107.21 B BBRI @2990 ~ 106.82 B USD/IDR: JISDOR : 17,753 ; 17,826 SPOT: 17,795 ; 17,700 *JCI for tomorrow:* Support : 6150 ; 6125 Resist : 6175 ; 6200 *8 MARKETs DRIVEN BY SECTOR* IDXBASIC (+2.49%) (6.85 T) IDXENERGY (+0.12%) (2.76 T) IDXFINANCE (-1.32%) (4.46 T) IDXHEALTH (-1.07%) (167.74 B) IDXINDUST (-0.16%) (700.81 B) IDXINFRA (-1.96%) (1.17 T) IDXPROPERT (-0.64%) (216.78 B) IDXTECHNO (+0.04%) (256.74 B) *7 TOP GAINERs* CBUT @705 (+24.78%) JECC @760 (+24.59%) ZONE @436 (+24.57%) KOPI @224 (+23.08%) RLCO @3980 (+15.36%) JAST @92 (+15.00%) BINA @3550 (+14.15%) *7 TOP LOSERs* KONI @2980 (-14.86%) DEFI @124 (-14.48%) BCIC @116 (-14.07%) DPUM @99 (-12.39%) ESIP @126 (-11.89%) GHON @1750 (-11.84%) RGAS @167 (-10.22%) *8 MOST ACTIVE STOCKs BY VALUE* TPIA @2120 (+6.27%) BBCA @6075 (-3.19%) BBRI @2960 (-3.90%) BMRI @4470 (-0.45%) DSSA @780 (+0.65%) TLKM @2780 (-6.08%) BUMI @171 (+1.79%) DEWA @382 (+6.70%) *8 MOST ACTIVE STOCKs BY VOLUME* BUMI @171 (27.603.891 lot) DEWA @382 (10.369.895 lot) BNBR @113 (9.917.224 lot) DSSA @780 (8.879.570 lot) GOTO @50 (8.547.686 lot) TPIA @2120 (7.472.107 lot) PPRE @106 (7.058.520 lot) EPAC @61 (6.005.346 lot) "....Have a Blessed Thursday Evening...."
110
7
MSCI....
204
8
A reminder.....
A reminder.....
271
9
Interest Rate (June 2026).pdf
254
10
sp_2812626__Lampiran-Asesmen-Transparansi-SBDK-RDGB-Juni-2026
296
11
✨Selamat sore Bapak/Ibu Pengamat Ekonomi ykh, *BI-RATE NAIK 25 BPS MENJADI 5,75%: MEMPERKUAT STABILITAS, MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI* *Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%* Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth"). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran. Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga didukung dengan langkah-langkah kebijakan yang dapat diakses melalui: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2812626.aspx terlampir pula kami sampaikan materi pendukung hasil RDGB Juni 2026. Demikian kami sampaikan. Atas atensinya kami ucapkan terima kasih. Salam, Departemen Komunikasi Bank Indonesia
272
12
*INTEREST RATE* *"Bank Indonesia Raises Interest Rate Agains as Rupiah Defense Continues"* 18 June, 2026 Indonesia’s central bank raised its key interest rate for a third time in about a month, extending its aggressive efforts to stabilize the rupiah and shore up investor confidence. *_Bank Indonesia lifted the benchmark BI-Rate by 25 basis points to 5.75% on Thursday, in line with the majority of analysts surveyed by Bloomberg News._* *_The latest increase follows Bank Indonesia’s surprise hike June 9 and a bigger-than-expected 50 basis point increase in May, bringing total tightening to 100 basis points this year._* *_The moves underscore policymakers’ determination to halt the rupiah’s slide and prevent currency weakness from feeding into broader price pressures. The bank said in a statement that Thursday’s decision was aimed at strengthening the currency and attracting foreign portfolio investments._* The rupiah pared most of its losses and yields on 10-year government bonds rose after the decision, while stocks held an earlier decline of 1.5%. Before Thursday’s decision, the currency had gained about 2% from a record low after the surprise rate hike last week. Governor Perry Warjiyo said in a briefing that the rupiah will continue to stabilize, supported by the bank’s measures and the economy’s strong fundamentals. Investors have said recent gains in the rupiah may be temporary unless monetary tightening is supported by more consistent and market-friendly policy adjustments, including more efficient fiscal spending, clearer communication and a more predictable regulatory environment under President Prabowo Subianto. Emerging market assets could be under further pressure as the Federal Reserve, which left interest rates unchanged earlier Thursday, signaled support for raising borrowing costs later this year under new chair Kevin Warsh. Bank Indonesia sees the possibility of further Fed rate hikes to tame inflation, Warjiyo said, noting that US Treasury yields continue to rise. https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-06-18/indonesia-raises-interest-rate-again-as-rupiah-defense-continues
227
13
*JADWAL RIGHT ISSUE MPPA* *Setiap pemegang 114 (seratus empat belas) saham : mendapatkan 211 (dua ratus sebelas) Hak Memesan
*JADWAL RIGHT ISSUE MPPA* *Setiap pemegang 114 (seratus empat belas) saham : mendapatkan 211 (dua ratus sebelas) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”), Harga Pelaksanaan Rp50 (lima puluh Rupiah)* https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202606/aa13cfec74_146dfd3aea.pdf
208
14
📊 *Kiwoom Research | Economic Update* *_Indonesia Monetary Policy – 18 June 2026_* 📝 *Snapshot* : - Loan Growth YoY (May) : Act. 11.51% (vs Prev. 9.98%) - BI-Rate (Jun) : Act. 5.75% (vs Prev. 5.50%; Cons. 5.75%) - Deposit Facility Rate (Jun) : Act. 4.75% (vs Prev. 4.50%; Cons. 4.75%) - Lending Facility Rate (Jun) : Act. 6.50% (vs Prev. 6.25%; Cons. 6.50%) 📝 Summary : 1. Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Kenaikan ini juga diikuti oleh Deposit Facility Rate menjadi 4,75% dan Lending Facility Rate menjadi 6,50%, mencerminkan sikap moneter yang lebih ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengantisipasi tekanan eksternal. 2. Keputusan kenaikan suku bunga dilakukan di tengah pertumbuhan kredit yang masih kuat, dengan Loan Growth YoY Mei mencapai 11,51%, meningkat dari 9,98% pada periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan permintaan pembiayaan domestik tetap resilien meskipun biaya dana meningkat. 3. Kenaikan BI-Rate yang tetap berada sesuai konsensus pasar mengindikasikan fokus BI saat ini lebih diarahkan pada menjaga stabilitas makroekonomi dan daya tarik aset keuangan domestik, terutama di tengah ketidakpastian global dan potensi volatilitas arus modal asing. 4. Dari perspektif pasar keuangan, kebijakan ini berpotensi mendukung stabilitas Rupiah dan menjaga daya tarik instrumen pendapatan tetap Indonesia. Namun, suku bunga yang lebih tinggi berisiko meningkatkan cost of fund perbankan dan dapat menekan permintaan kredit pada paruh kedua 2026 apabila tren pengetatan moneter berlanjut. *Source: Trading Economics, Bank Indonesia* *©️ KIWOOM SEKURITAS INDONESIA*
210
15
*BI RATE* *Bank Sentral Kembali Naikkan BI Rate 25 Bps Jadi 5,75%* Mis Fransiska Dewi 18 June 2026 14:30 Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) menjadi 5,75%. Hal ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulanan periode Juni 2026 yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Kebijakan ini senada dengan proyeksi para analis ekonomi yang memperkirakan BI Rate akan meningkat 25 bps, setelah kenaikan yang cukup agresif 75 bps dalam sebulan terakhir. *_Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan suku bunga deposit facility juga meningkat sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga lending facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 6,5%._* Bank Sentral Kembali Naikkan BI Rate 25 Bps Jadi 5,75% - Market https://share.google/eHHbWLkcPmQSfncRT
250
16
BREAKING NEWS: 🇲🇨Bank Indonesia raises interest rates by 25bps to 5,75%. Source: Bank Indonesia
367
17
*Phintraco Sekuritas IPO Summary* *PT Prodia Diagnostic Line Tbk* Code : PRDL Sector : Healthcare Sub-Sector : Healthcare Equipment --------------------------------------------- PERKIRAAN JADWAL PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM Perkiraan Tanggal Efektif : 29 Juni 2026 Perkiraan Masa Penawaran Umum : 1 Juli 2026 - 7 Juli 2026 Perkiraan Tanggal Penjatahan : 7 Juli 2026 Perkiraan Tanggal Distribusi Saham : 8 Juli 2026 Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham di BEI : 9 Juli 2026 --------------------------------------------- STRUKTUR PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM Sebanyak-banyaknya sebesar 522.900.000 (lima ratus dua puluh dua juta sembilan ratus ribu) saham biasa atas nama, atau sebanyak-banyaknya sebesar 30.00% (tiga puluh koma nol nol persen) dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh rupiah) setiap saham Nilai Nominal : Rp50 per lembar saham Harga Penawaran : Rp100 - Rp120 per lembar saham Jumlah Penawaran Umum : Sebanyak-banyaknya sebesar Rp62,748,000,000 (enam puluh dua miliar tujuh ratus empat puluh delapan juta Rupiah) Penjamin Pelaksana Emisi Efek: PT Sucor Sekuritas Penjamin Emisi : Akan ditentukan kemudian --------------------------------------------- Laporan dalam format PDF dapat dilihat pada menu *"Research - di Profits Anywhere"* atau pada link: https://phintracosekuritas.com/ipo-summary/prdl/ By PHINTRACO SEKURITAS | Research - Disclaimer On - Contact Us : WA : 08119560188 IG : phintracosekuritasofficial YT : Phintraco Sekuritas Official TELE : phintasprofits www.phintracosekuritas.com
314
18
*IPO : PRDL* *"Segera IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Incar Dana Rp 62 Miliar"* Kamis, 18 Juni 2026 | 08.42 WIB Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembuatan dan pengolahan alat kesehatan diagnosis, PT Prodia Diagnostic Line bakal menggelar penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO). Calon emiten dengan kode saham PRDL ini menawarkan maksimal 522,90 juta saham. Ini setara dengan 30% dari modal disetor dan ditempatkan penuh pasca IPO. Bersamaan aksi korporasi ini, PRDL juga mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak 36,60 juta saham atau setara dengan 7%. Dalam masa penawaran awal alias bookbuilding, PRDL mematok harga di kisaran Rp 100–Rp 120 per saham. Dus, RDPL berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 62,74 miliar. Rencananya sekitar Rp 33,66 miliar dari dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada BCA dan Bank Panin. Kemudian sekitar 28,92% akan digunakan sebagai belanja modal alias capital expenditure (capex). Sisanya, 8,51% akan digunakan untuk modal kerja atau working capital. Jika tidak ada aral melintang, masa bookbuilding akan berlangsung pada 18 Juni–23 Juni 2026. PRDL menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. •••••••••••• https://investasi.kontan.co.id/news/segera-ipo-prodia-diagnostic-line-prdl-incar-rp-62-miliar
221
19
*PANI* *"Saham Ini Lagi Diburu, Agung Sedayu dan Salim Pegang 84,09%"* Kamis, 18 Juni 2026 | 12.46 WIB Reporter: Thresa Sandra Desfika | Editor: Thresa Sandra Desfika JAKARTA, investor.id – Saham emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 berbalik melompat 6,23% ke Rp 6.825 pada akhir sesi I perdagangan Kamis (18/6/2026). Sebanyak 3,84 juta saham Pantai Indah Kapuk Dua diperdagangkan, frekuensi 2.350 kali, dan nilai transaksi Rp 25,66 miliar. Saham emiten properti PANI diborong asing. Mengacu data Stockbit Sekuritas, saham PIK2 membukukan net buy sejumlah 1,63 juta saham dari segi volume pada sesi I atau dengan kisaran nilai Rp 10,89 miliar. Saham PIK2 (PANI) tetiba anjlok 6,55% pada Rabu (17/6/2026) kemarin. Tapi asing membukukan net buy Rp 1,32 miliar. •••••••••••• https://investor.id/market/443174/saham-ini-lagi-diburu-agung-sedayu-dan-salim-pegang-8409
144
20
*WBSA* *"WBSA Berlayar ke Bisnis Angkutan Laut"* Kamis, 18 Juni 2026 | 12.20 WIB Reporter: Muawwan Daelami | Editor: Muawwan Daelami JAKARTA, investor.id – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) semakin membentangkan layar bisnisnya di sektor moda transportasi laut dengan mengakuisisi sebanyak 191.250 saham (99,99%) PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). “Perseroan dan BNL telah menandatangani perjanjian akuisisi di mana BNL sepakat menjual dan perseroan sepakat membeli 99,99% saham dalam BIL,” ungkap manajemen WBSA dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, Kamis (18/6/2026). BIL merupakan perusahaan holding dari PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) yang bergerak di bidang marine shipping atau jasa pelayaran. Sebagai emiten yang menawarkan jasa logistik multimoda, WBSA menilai, akuisisi BIL selaras dengan arah pengembangan bisnis marine shipping perseroan dalam jangka panjang. •••••••••••• https://investor.id/market/443169/wbsa-berlayar-ke-bisnis-angkutan-laut
134