Ask The Experts
Open in Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Show more1 849
Subscribers
-224 hours
-17 days
-730 days
Posts Archive
1 849
Bukan cuma menjadi wajah pelayanan, tapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan dan harapan peserta 🫶
Buat frontliner BPJS Kesehatan, setiap interaksi bukan sekadar percakapan. Ada cerita, kekhawatiran, bahkan harapan yang datang bersama setiap peserta. Karena kadang, solusi dimulai dari hal sederhana yakni mau mendengarkan, mau memahami, dan mau peduli
Yuk mari simak cerita rekan kita melalui video berikut ini 👇
https://www.instagram.com/reel/Dcf1poDpKSa/?igsi=MXY5anpmbm9hOXcxeQ==
📸 @rayindaaliya22
1 849
Bukan cuma menjadi wajah pelayanan, tapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan dan harapan peserta 🫶
Buat frontliner BPJS Kesehatan, setiap interaksi bukan sekadar percakapan. Ada cerita, kekhawatiran, bahkan harapan yang datang bersama setiap peserta. Karena kadang, solusi dimulai dari hal sederhana yakni mau mendengarkan, mau memahami, dan mau peduli
Yuk kita simak cerita rekan kita melalui video berikut ini 👇
https://www.instagram.com/reel/Dcf1poDpKSa/?igsi=MXY5anpmbm9hOXcxeQ==
📸 @rayindaaliya22
1 849
Bismillah, perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan di hari ketiga pada cabang Tartil. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @sarah_basarang🏆
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.30 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
1 849
Tanda-tanda akan Hidup Miskin di Hari Tua!
1) Usia 20-25 tahun, sudah punya penghasilan tetapi belum mengerti cara mengelola uang, tidak menabung, selalu menunda menabung jika diingatkan. Akhirnya sudah usia 30 tahun kehilangan waktu. Tidak terasa sudah kehilangan waktu selama 10 tahun tidak menabung, tidak investasi.
2) Usia 30 tahun, karir mulai bagus, gaji naik tetapi uang hanya numpang lewat saja. Selalu habis untuk kebutuhan yang semakin melonjak. Pengeluaran semakin membesar disebabkan oleh gaya hidup, cicilan hutang, biaya anak, perawatan kecantikan istri, komunitas, reuni, liburan, dll. Akhirnya hingga usia 40 tahun, posisi Keuangan tetap macet, pas-pasan, Saldo tabungan selalu minim, dan sering kosong, hidup ditopang oleh Kartu Kredit, KTA, Pay later, atau Pinjol.
3) Usia 40 tahun, kerja semakin keras, gaji naik tinggi, tetapi cicilan hutang semakin banyak, mulai membiayai gaya hidup istri dan anak. Tabungan dan Investasi terus saja tertunda, digeser nanti saja, hingga usia 50 tahun hasilnya Tidak pernah investasi apapun.
4) Usia 50 Tahun, Pensiun semakin dekat, tabungan pensiun masih minim, justru biaya hidup semakin besar, biaya sekolah anak-anak, gaya hidup anak, tubuh mulai tidak prima, stress tekanan ekonomi. Kegagalan hidup nyaman menikmati hari tua didepan mata. Ini serius!
Bagaimana cara menghindarinya? Agar Anda kelak bisa menikmati hari tuamu dengan nyaman?
1) Sejak usia 20 tahun, mulai belajar mengelola uang, buat cash flow positip, Pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.
2) Selamatkan minimal 30% penghasilan masuk Tabungan, sisanya untuk kebutuhan hidup dan bersenang-senang. Jangan dibalik, yang ditabung sisanya.
3) Mulai investasi Emas dan Saham.
4) Lakukan secara konsisten dan disiplin.
R Noto Widjojo
Bersama Rektor UGM Ibu Prof. DR.Ova Emillia dan para Dekan.
#INISIATIF
1 849
Bismillah, cabang Tartil menjadi pembuka perjuangan Kafilah BPJS Kesehatan. Tunjukkan yang terbaik, ganbatte @Bahdarsupardi 🏆
Saksikan perjuangannya di live stream IG Life at BPJS Kesehatan (Stand bye 08.00 WITA)
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsi=MWtwYWo4NXA3YjY1
1 849
Oleh: Fahmi Hasan Nugroho
Mencicil itu menghabiskan uang masa depan anda di hari ini.
Di satu sisi, utang adalah salah satu instrumen penggerak ekonomi yang luar biasa. Bahkan bisa dibilang, kemajuan ekonomi yang dirasakan manusia modern ini pondasi utamanya adalah utang.
Utang memungkinkan orang untuk mengembangkan usahanya di luar batas kemampuan uang yang ia miliki. Dengan skala usaha kecil, anda hanya bisa memiliki satu aset usaha dan menggantungkan hidup dari sana.
Tapi melalui utang, anda bisa mengembangkan usaha anda lebih dari kemampuan finansial anda, anda bisa membuka dua, tiga, empat aset usaha di lokasi yang berbeda dan meningkatkan pendapatan anda dari banyaknya sumber pendapatan tadi.
Dengan perencanaan yang matang, banyak orang bisa sukses dan meningkat ekonominya melalui utang.
Tapi di sisi lain, utang berhasil menghancurkan kehidupan banyak orang, karena mereka tidak memiliki perhitungan yang cermat dan karena utangnya digunakan untuk suatu hal yang konsumtif.
Banyak orang hanya fokus pada besaran cicilan dan kemampuan membayar di hari saat cicilan itu diambil, tapi banyak yang tidak memikirkan dampak panjang dan potensi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.
Ketika anda mengambil cicilan motor 700ribu sebulan selama tiga tahun, itu berarti anda sedang menarik uang anda di masa depan untuk digunakan di hari ini. Apakah anda akan tetap mampu membayar cicilan itu dalam waktu tiga tahun? Apakah selama tiga tahun itu kondisi finansial tetap aman meski harus diambil sebesar 700ribu untuk cicilan?
Bayangkan jika itu dilakukan selama 15-20 tahun. Sepanjang waktu itu anda tidak lagi bisa menikmati 700ribu uang anda karena ia sudah diambil di hari ini. Syukur jika pendapatan anda meningkat dan besaran cicilannya tetap, bagaimana jika besaran cicilannya naik karena kenaikan suku bunga dan pendapatan anda justru menurun karena usaha sedang susah?
Ketika anda berutang, anda sebenarnya tidak mencicilnya dengan uang, anda mencicilnya dengan ketenangan hidup di masa depan, maka pertimbangkanlah dengan hati-hati.
#INISIATIF
1 849
🔍🔍🔍
Pernah gak kamu berada di situasi:
💬 Ini perlu di-share atau cukup gue simpan sendiri?
💬 Boleh nggak sih ngomong begini di media sosial?
Atau pernah juga nggak sih lihat informasi yang kurang tepat di media sosial, terus bingung…
“Perlu diluruskan nggak, ya?” 👀
Misalnya ketika:
💬 Ada informasi yang keliru dan bisa bikin orang salah paham
💬 Ada konteks yang belum lengkap dan perlu dijelaskan
Tapi, tentu saja, speak up juga perlu timing, cara, dan pertimbangan. Jangan sampai niatnya meluruskan, malah jadi memperkeruh keadaan 😅
Nah, kapan saatnya speak up dan kapan sebaiknya shut up? Yuk, kita ngobrol bareng 🗣️🧠
📢Panggilan untuk seluruh Sobat ATE para pemburu ilmu, pejuang 2 JP, pemburu doorprize, pengisi waktu LDR-an, atau apa pun motivasi rekan-rekan… 😆
Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 425 "Typing, Thinking, Posting: Kapan Harus Speak Up dan Kapan Harus Shut Up?"
🗓 Rabu, 16 September 2026
⏰ 19.00 WIB – selesai
📍 Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize
#INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE
1 849
Oleh: Chiendu Putri
Akhir-akhir ini aku sering melihat cerita seperti ini.
“Kalau ada perempuan chat suamimu begini, kamu cemburu nggak?”
Lalu ramai orang memperdebatkan emoji, kata “huhu”, “🥺”, cara mengetik, sampai dianggap sebagai tanda seseorang sedang menggoda pasangan orang.
Yang membuatku gelisah justru bukan chat itu.
Tapi bagaimana hal-hal yang sebenarnya sangat kecil bisa berkembang menjadi sumber kecemasan yang begitu besar.
Aku paham kenapa banyak perempuan menjadi lebih waspada.
Hari ini kita memang hidup di zaman ketika perselingkuhan, pelakor, ghosting, dan pengkhianatan begitu sering muncul di media sosial. Rasanya seperti setiap hari ada cerita baru.
Tidak heran jika banyak orang akhirnya mulai membaca segala sesuatu sebagai ancaman.
Emoji menjadi mencurigakan. Cara mengetik menjadi mencurigakan. Sapaan menjadi mencurigakan. Padahal belum tentu ada apa-apa.
Trauma memang bekerja seperti itu.
Saat seseorang pernah disakiti, otaknya belajar bahwa dunia tidak lagi aman. Akibatnya, ia akan terus mencari tanda-tanda bahaya, bahkan ketika bahaya itu belum tentu benar-benar ada.
Ini adalah cara sistem saraf mencoba melindungi dirinya. Tapiii kalau gak kita disadari, perlindungan ini justru bisa berubah menjadi penjara.
Yang awalnya hanya kewaspadaan…
perlahan berubah menjadi overthinking.
Lalu menjadi prasangka.
Kemudian menjadi interogasi.
Lalu menjadi pertengkaran.
Sampai akhirnya hubungan yang tadinya baik-baik saja jadi retak krna sesuatu yang belum tentu benar-benar terjadi.
Sering kali kita tidak kehilangan pasangan karena orang ketiga.
Tetapi karena ketakutan yang terus diberi makan setiap hari.
Bukan berarti kita harus naif.
Bukan berarti semua orang pasti baik.
Boundaries tetap penting.
Komunikasi tetap penting.
Komitmen tetap penting.
Kalau memang pasangan menunjukkan perilaku yang berulang, menyembunyikan sesuatu, atau melanggar kesepakatan hubungan, tentu itu perlu dibicarakan.
Tetapi jangan sampai kita hidup dengan menganggap semua orang adalah ancaman.
Karena hidup dalam kewaspadaan terus-menerus juga melelahkan.
Hubungan yang sehat bukan hubungan yang dipenuhi pengawasan.
Melainkan hubungan yang dibangun dari dua orang yang sama-sama bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Seseorang yang memahami nilai dirinya tidak akan mudah runtuh hanya karena emoji.
Dan seseorang yang menjaga komitmennya tidak akan tergoda hanya karena ada yang mengetik “huhu 🥺”.
Menurutku, sebelum bertanya,
“Perempuan itu ada maksud apa ya?”
Mungkin sesekali kita juga perlu bertanya,
“Kenapa chat sesederhana ini bisa membuat tubuhku begitu gelisah?”
Karena sering kali, jawaban itu tidak sedang berada di layar hape. Tapi ada pada luka yang belum selesai, atau pantulan arogansi diri saat melihat trend2 serupa menjamur.
Kita boleh waspada.
Tapi jangan sampai kewaspadaan berubah menjadi cara hidup.
Karena ketika kita terus memandang dunia dari lensa ketakutan, kita bukan hanya kehilangan rasa aman.
Kita juga kehilangan kemampuan untuk menikmati cinta yang sebenarnya sedang tumbuh dengan sehat.
Sebab pada akhirnya, hubungan bukan hanya tentang menjaga pasangan dari orang lain.
Tetapi juga menjaga diri sendiri agar tidak dikendalikan oleh luka masa lalu.
#INISIATIF #TGIF
1 849
ILMU DAPAT, 2 JP DAPAT, GIVEAWAY JUGA DAPAT 🥰🎁
Kata siapa datang ke kelas ATE cuma bawa pulang ilmu? seperti biasa, pasti akan ada yang pulang bawa bonus giveaway juga 🔥
Congratulations untuk dua Sobat ATE yang terpilih sebagai pemenang:
1. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koordinator Frontliner KC Prabumulih)
2. Kk Meutia Elzami @meutiaelzami (Staf Komsek KC Jakarta Pusat)
Selamat untuk para pemenang dan terima kasih untuk seluruh sobat ATE selindo yang terus hadir, berpartisipasi, dan meramaikan. Sampai bertemu kembali di event fun and meaningful ATE lainnya 🇮🇩
Jangan lupa stay humble and stay competitive 🏆
#INISIATIF
1 849
Oleh: Parlindungan Marpaung
Pernahkah Anda mendengar atau membaca kisah tentang dua orang mandor? 🌟
Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan sejatinya sedang membangun sesuatu untuk diri kita sendiri. Karena itu, jangan bekerja hanya karena diminta, dan jangan terlalu sibuk menghitung apakah usaha yang kita berikan sudah sebanding dengan apa yang kita terima. Berikan yang terbaik, bahkan ketika tidak ada yang melihat.
Sebab, profesionalisme dan integritas bukan sekadar tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Apa yang kita bangun hari ini melalui kerja keras, komitmen, dan sikap kita, bisa menjadi bagian penting dari masa depan yang sedang kita siapkan.
Jadi, mari bekerja dengan sepenuh hati, memberi lebih dari yang diharapkan, dan menghasilkan karya yang dapat kita banggakan. Jangan hitung-hitungan dalam memberikan yang terbaik, karena setiap kebaikan dan usaha yang kita tanam, pada waktunya akan kembali menjadi nilai bagi diri kita sendiri.
#INISIATIF
1 849
Ijin share link #rekaman kegiatan ATE Edisi 424 "Are You Gaslighting Me? Bedakan Konflik, Kritik, atau Manipulasi" bersama Eva Nur Khofifah. Semoga ilmunya bermanfaat ❤️
https://youtu.be/j0tIEaFMUv8?si=15WnwGRuqqAb5aNF
1 849
Dari JKN, memperluas perspektif sampai ke Lemhannas RI 🇮🇩
Lewat pendidikan di Lemhannas, Duta BPJS Kesehatan memperkuat perspektif dengan lintas institusi dan melihat tantangan bangsa secara lebih utuh. Karena jago di satu bidang itu penting. Tapi tahu bagaimana bidang kita terhubung dengan yang lain? Itu yang bikin perspektif jadi lebih lengkap 🤝
Swipe sampai akhir yuk, jangan lupa like, share dan repost juga yah 📄
https://www.instagram.com/p/DcOBmMvCaQZ/?igsh=aHFtbmowaHI4YXZs
1 849
Dari JKN, memperluas perspektif sampai ke Lemhannas RI 🇮🇩
Lewat pendidikan di Lemhannas, Duta BPJS Kesehatan memperkuat perspektif dengan lintas institusi dan melihat tantangan bangsa secara lebih utuh. Karena jago di satu bidang itu penting. Tapi tahu bagaimana bidang kita terhubung dengan yang lain? Itu yang bikin perspektif jadi lebih lengkap 🤝
Swipe sampai akhir, yuk 📄
https://www.instagram.com/p/DcOAcyqCYf3/?igsh=MW1lMDdjNXNrYzduMg==
1 849
Form bahan diskusi 📝
Form ATE ini bersifat anonim, jadi silakan dimanfaatkan sebaik mungkin. Sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia, bahan yang masuk akan kita bahas bersama narasumber 🤝
https://forms.cloud.microsoft/r/QzfvZRJ1nL
1 849
Perkenalan singkat narsum ATE malam hari ini 👏
Yuk, jangan lupa merapat di ATE Edisi 424 "Are You Gaslighting Me? Bedakan Konflik, Kritik, atau Manipulasi"
🗓 Rabu, 19 Agustus 2026
⏰ 19.00 WIB – selesai
📍 Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize
1 849
ABOUT GASLIGHTING ✅
Oleh: Chiendu Putri
Gaslighting adalah tindakan yang menurut ku sangat amat gelap. Salah satu penyiksaan psikologi yang luar biasa efeknya pada "korban"
Gaslighter meyakinkan kamu, bahwa :
- apa yg kamu lihat tidak benar
- apa yg kamu dengar itu salah
- apa yg kamu rasakan itu ilusi
- apa yg kamu alami adalah completely "tidak benar"
Tujuannya adalah meyakinkanmu bahwa "realita" kamu bener-bener salah total. tidak ada. Absurd. Dan konyol.
Ketika melakukannya Gaslighter tau benar dampak ini akan terjadi pada diri-mu karena gaslighting adalah salah satu "Taktik Psikologi" untuk menguasai seseorang, membuat seseorang tidak mengenali lagi apa yg dia rasakan, untuk sepenuhnya mengkontrol orang tersebut, memanfaatan, kemelekatan yg toxic, dan bentuk sebuah ekspresi narsistik yang selama ini kerap muncul dan merusak mentalitas para korban.
Sementara para korban cenderung adalah orang yang tidak mengenali dirinya sendiri dan sibuk melekatkan diri ke orang lain. Mencari validasi diri diluar diri. Sering mengorbankan dirinya sendiri dan menganggap hal ini bisa membuat dirinya penuh dan utuh.
Sementara jati dirinya terus digerus, pernyataannya terus disangkal dan apa yang ada disekelilingnya mulai "meragukan", apakah aku boleh punya rasa ini? Apakah benar ini suatu hal yg menyedihkan? Apakah ini hanya perasaanku saja?
Maka sejenak harus direnungkan apakah korban benar-benar korban? Atau secara tanpa sadar ia mengorbankan dirinya juga? Karna seorang korban yang terus menerus bersedia menjadi korban adalah pelaku sejati pada dirinya sendiri.
Seseorang tidak pernah benar-benar memiliki kontrol akan dirimu tanpa kamu memberikannya. Pelaku gaslighting akan dengan tanpa sadar mengenali energi para korban dan semakin berdaya dengan melakukan gaslighting tersebut.
Jadi apakah kamu adalah pelaku dan korban? Kamu adalah keduanya. Renungkan sejenak apa yang sudah terjadi, dan apakah kamu mau keluar dari situasi ini?
Hentikan semua validasi diluar diri dan belajarlah mengenali dan menemukan dirimu sendiri secara penuh & utuh. So no one can gaslight u ever again
#INISIATIF
1 849
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Sebuah kalimat di buku What I Wish I Knew About Luck ini bagus banget.
“Life isn’t a sprint, it’s a marathon, and each mile will have different priorities.”
Hidup bukan lari jarak pendek, melainkan marathon. Dan di setiap kilometer yang ditempuh, prioritas kita akan berubah.
Saat masih kuliah di Surabaya dulu, prioritas saya sederhana: lulus kuliah. That's it!
Ketika mulai bekerja, prioritasnya berubah. Saat itu saya ingin memiliki penghasilan yang cukup agar bisa melamar perempuan yang saya idamkan. 😁
Setelah menikah, garis finish-nya bergeser lagi. Salah satu prioritas terbesar saat itu adalah memiliki rumah sendiri.
Saya yakin banyak dari kita memiliki kisah yang mirip.
Ada fase ketika kita fokus mencari pekerjaan. Ada fase ketika kita fokus membina keluarga. Ada fase ketika kita fokus mengejar karir. Ada fase ketika kita fokus membesarkan anak. Ada fase ketika kita mulai memikirkan kesehatan, makna hidup, atau persiapan masa pensiun.
Sering kali kita melihat kehidupan seolah-olah hanya ada satu tujuan besar yang harus dicapai. Padahal ketika melihat ke belakang, perjalanan hidup ternyata terdiri dari banyak garis finish kecil yang silih berganti.
Kesuksesan tidak hanya ditentukan dari apakah kita akhirnya mencapai tujuan tertentu.
Seperti yang ditulis dalam buku ini:
“True success is measured not only by steady progress toward the goal but also by the personal and strategic growth that happens throughout the journey.”
Kesuksesan sejati bukan hanya tentang terus bergerak menuju tujuan, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi (personal growth) dan kebijaksanaan (wisdom) yang kita peroleh selama perjalanan itu.
Karena pada akhirnya, yang membentuk dan mewarnai hidup kita bukan hanya tujuan yang berhasil kita capai, tetapi juga tentang siapa diri kita saat tiba di sana.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Happy a nice day! ❤️
#INISIATIF
1 849
Yth Bapak/Ibu Senior Leader, Leader, dan rekan-rekan Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨
Mari kita doakan semoga saudara2 kita di NTT diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini 🙏
1 849
Dari kantor kabupaten, ada banyak cerita tentang bagaimana sinergi, kolaborasi, dan kerja bareng terus dilakukan untuk menghadirkan manfaat bagi peserta JKN 🤝
Karena di balik setiap pelayanan, ada komitmen untuk memberikan yang terbaik. Dan di balik setiap proses, ada orang-orang yang terus bergerak agar jaminan kesehatan bisa dirasakan oleh jutaan peserta
Apresiasi untuk rekan-rekan pejuang di Kabupaten 🇲🇨
https://www.instagram.com/reel/DcBDvMqpAz3/?igsh=c3N1eHZtbG54cTU5
📸 @wahyoeprasetya
