ch
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

前往频道在 Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

显示更多
1 856
订阅者
无数据24 小时
+17
+2830
帖子存档
"Halo, kami dari BPJS Kesehatan..." ☎️ Kalimat sederhana yang mungkin sering kamu dengar. Tapi di balik sapaan itu, ada peran
"Halo, kami dari BPJS Kesehatan..." ☎️ Kalimat sederhana yang mungkin sering kamu dengar. Tapi di balik sapaan itu, ada peran dan tugas yang dijalankan dengan penuh kesabaran Setiap hari, tim telekolekting BPJS Kesehatan menghubungi peserta untuk mengingatkan pembayaran iuran dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif. Meski dalam perjalanannya muncul berbagai respons, kami tetap percaya bahwa setiap percakapan adalah kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak orang 👏 Yuk kepoin kisahnya https://www.instagram.com/reel/Dbc54_GJNAn/?igsh=NXdhbGltODY5ZzR3 📸 @Alwi_Muammar

TRAINING YANG MERUBAH HIDUPKU.... Oleh: Agung Prasetyo Utomo ASTRA BASIC MANAGEMENT PROGRAM Juli sd Agustus 2001 Astra Basic
TRAINING YANG MERUBAH HIDUPKU.... Oleh: Agung Prasetyo Utomo ASTRA BASIC MANAGEMENT PROGRAM Juli sd Agustus 2001 Astra Basic Management Program (ABMP) adalah program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan (Leadership Development Program). Program ini dirancang khusus oleh Astra untuk membekali karyawan baru atau supervisor dengan knowledge, skill, dan mentalitas manajerial agar siap menghadapi tantangan operasional di lingkungan Grup Astra. Usia asaya kala itu 2001, 23 tahun dan saya baru lulus dari Teknik Mesin ITS Surabaya sebagai Best Graduate yang langsung di rekrut tanpa tes oleh Toyota Astra Motor sebagai Management Trainee. Training ini merubah hidup saya, dengan full matery Seven Habits For Highly Effective People karya Steven Covey....termasuk salah satu yang membuat saya memiliki mindset seperti sekarang ini... Habis training disuruh nulis surat ke diri sendiri dan dikirimkan oleh HRD ke orang tua kita buat dibaca bareng bareng, apa impian kita setelah training ini Kayaknya saya salah nulis : Saya nulisnya salah satunya sebelum usia 40 tahun saya akan resign, jadi itu tahun 2018, dan akhirnya saya resign beneran usia 38 tahun 2016. Menjadi seorang financial freedom... Itulah mungkin akhirnya membuat saya secara karir di kantor tidak moncer dibandingkan teman teman saya yang ada di foto training ini ..... Apa itu buku 7 Habit : "The 7 Habits of Highly Effective People" karya Stephen R. Covey adalah salah satu karya pengembangan diri paling berpengaruh di dunia. Buku ini mengajarkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya bergantung pada kepribadian atau trik, melainkan pada prinsip karakter yang berpusat pada integritas, kejujuran, dan martabat manusia. Tiga Kebiasaan Pertama: Kemenangan Pribadi (Private Victory) Fase ini berfokus pada transisi dari kondisi bergantung (dependence) menuju kemandirian (independence) dengan menguasai diri sendiri. Jadilah Proaktif (Be Proactive): Individu yang efektif bertanggung jawab atas pilihan dan tindakan mereka sendiri. Daripada menyalahkan keadaan atau lingkungan, mereka fokus pada energi positif untuk merespons dan beradaptasi. Mulai dari Hasil Akhir (Begin with the End in Mind): Kebiasaan ini menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas tentang tujuan hidup Anda. Ini memastikan bahwa apa yang Anda lakukan setiap hari sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan akhir yang ingin dicapai. Dahulukan yang Utama (Put First Things First): Praktik manajemen diri yang berfokus pada prioritas. Anda diajak untuk memilah antara hal yang mendesak (urgent) dan hal yang benar-benar penting (important) agar waktu tidak habis untuk hal-hal yang tidak produktif Tiga Kebiasaan Berikutnya: Kemenangan Publik (Public Victory) Setelah menguasai kemandirian, Anda didorong untuk beralih ke fase saling ketergantungan (interdependence) untuk membangun relasi yang harmonis dan kolaboratif dengan orang lain Berpikir Menang-Menang (Think Win-Win): Pola pikir yang mencari keuntungan dan kesuksesan bersama. Ini bukan tentang menjatuhkan orang lain, melainkan mencari solusi di mana semua pihak merasa dihargai dan diuntungkan Berusaha Memahami Orang Lain Terlebih Dahulu, Baru Dipahami (Seek First to Understand, Then to Be Understood): Komunikasi yang efektif membutuhkan empati. Anda harus benar-benar mendengarkan untuk memahami sudut pandang orang lain sebelum meminta mereka mendengarkan atau memahami ide Anda Bersinergi (Synergize): Prinsip kerja sama tim yang kreatif. Menghargai perbedaan dan menggabungkan kekuatan masing-masing individu untuk menciptakan hasil yang jauh lebih besar daripada bekerja sendirian Kebiasaan Ketujuh: Pembaruan Diri (Renewal) Mengasah Gergaji (Sharpen the Saw): Kebiasaan ini memastikan keenam kebiasaan lainnya tetap dapat berjalan dengan baik. Covey mengibaratkannya dengan mengasah gergaji agar tetap tajam. Ini berarti meluangkan waktu secara seimbang untuk memperbarui empat dimensi diri: fisik, spiritual, mental, dan sosial/emosional Buku ini sangat holistik karena tidak sekadar memberikan tips praktis, melainkan mengubah paradigma berpikir #INISIATIF #TGIF

Oleh: Arisdiansah Disebuah sesi assesment dengan seorang manager beliau bercerita tentang masalah pribadinya dimana dia meras
Oleh: Arisdiansah Disebuah sesi assesment dengan seorang manager beliau bercerita tentang masalah pribadinya dimana dia merasa dimanfaatkan oleh banyak orang. Dalam hal keuangan dan pekerjaan. Dikeluarga, banyak famili yang pinjam uang tetapi tidak dikembalikan, dan jika menagih atau tidak memberikan pinjaman, dia takut diomongin orang yang ga punya kepedulian. Dipekerjaan teamnya sering memanfaatkan. sehingga banyak pekerjaan menumpuk di doa, tidak enak untuk menegur atau memerintahkan orang lain. Takut pada omongan atau opini orang lain adalah bentuk sikap ketidakcintaan terhadap diri sendiri. Kemudian mengambil langkah untuk mengikuti omongan orang dengan harapan dia mendapatkan "cinta" dari orang lain. Padahal sering yang terjadi, justru dia yang akan terus dimanfaatkan, karena takut dengan opini orang lain. Akhirnya dia stuck dan terjebak di lobang yang ditanam oleh orang lain. Banyak terjadi, orang yang terhenti karena mendengar omongan orang lain. Cara menyikapinya bukan dengan kemudian tidak mendengar sama sekali omongan orang, tetapi membangun kesadaran "filter" untuk memilah omongan orang. Karena sebaliknya, ada orang yang akhirnya jatuh karena tidak mau mendengar omongan orang lain. itu jebakan yang sama dalam bentuk yang berbeda. Permasalahannya adalah tidak semua orang punya kemampuan membedakan jenis perkataan orang lain, apakah itu opini apakah itu feedback. disini titik krusialnya. Opini adalah "noise". ketika kita terus menerus mendengarnya, kita akan selalu salah. Sedangkan feedback adalah "voice", dengan mendengar feedback kita bisa terus memperbaiki diri dan bertumbuh. Jangan jadi people pleaser dengan selalu mendengar opini orang lain, jangan pula menjadi orang yang bebal ketika tidak mau mendengar feedback. Sadari semua. and keep going #INISIATIF

Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Kita sering lelah bukan karena hari ini terlalu berat, tetapi mungkin karena kita s
Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Kita sering lelah bukan karena hari ini terlalu berat, tetapi mungkin karena kita sibuk memanggul beban yang bahkan belum terjadi. Kita mengkhawatirkan pekerjaan tahun depan, memikirkan biaya yang belum harus dibayar, membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu datang. Tanpa sadar, kita membawa “persediaan” untuk lima tahun ke depan di atas pundak hari ini. Padahal hidup tidak pernah meminta kita menjalani lima tahun sekaligus. Hidup hanya meminta kita menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya. Esok akan membawa tantangannya sendiri, tetapi juga akan membawa kekuatan yang baru. Seperti tubuh yang hanya perlu membawa bekal untuk satu hari, hati kita pun diciptakan untuk menghadapi satu hari dalam satu waktu. Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan masa depan. Kita tetap perlu merancang arah, menabung, belajar, dan mempersiapkan diri. Namun ada perbedaan besar antara mempersiapkan masa depan dan membawa seluruh beban masa depan ke hari ini. Perencanaan memberi kita arah. Kekhawatiran hanya menguras tenaga. Mungkin kita tidak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi besok. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk hadir sepenuhnya hari ini, melakukan apa yang perlu dilakukan, mensyukuri apa yang sudah dimiliki, dan mempercayakan sisanya kepada Tuhan. Pada akhirnya, hidup tidak dimenangkan oleh mereka yang berhasil memikul beban bertahun-tahun sekaligus, melainkan oleh mereka yang dengan setia menjalani hari satu demi satu. Buku apa yang Anda baca hari ini? Semoga WFA pekan ini berjalan lancar 😊🙏 #INISIATIF

Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Kita sering lelah bukan karena hari ini terlalu berat, tetapi mungkin karena kita s
Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Kita sering lelah bukan karena hari ini terlalu berat, tetapi mungkin karena kita sibuk memanggul beban yang bahkan belum terjadi. Kita mengkhawatirkan pekerjaan tahun depan, memikirkan biaya yang belum harus dibayar, membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu datang. Tanpa sadar, kita membawa “persediaan” untuk lima tahun ke depan di atas pundak hari ini. Padahal hidup tidak pernah meminta kita menjalani lima tahun sekaligus. Hidup hanya meminta kita menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya. Esok akan membawa tantangannya sendiri, tetapi juga akan membawa kekuatan yang baru. Seperti tubuh yang hanya perlu membawa bekal untuk satu hari, hati kita pun diciptakan untuk menghadapi satu hari dalam satu waktu. Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan masa depan. Kita tetap perlu merancang arah, menabung, belajar, dan mempersiapkan diri. Namun ada perbedaan besar antara mempersiapkan masa depan dan membawa seluruh beban masa depan ke hari ini. Perencanaan memberi kita arah. Kekhawatiran hanya menguras tenaga. Mungkin kita tidak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi besok. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk hadir sepenuhnya hari ini, melakukan apa yang perlu dilakukan, mensyukuri apa yang sudah dimiliki, dan mempercayakan sisanya kepada Tuhan. Pada akhirnya, hidup tidak dimenangkan oleh mereka yang berhasil memikul beban bertahun-tahun sekaligus, melainkan oleh mereka yang dengan setia menjalani hari satu demi satu. Buku apa yang Anda baca hari ini? Semoga WFA pekan ini berjalan lancar 😊🙏 #INISIATIF

Tulisan yang baik bukan sekadar dibaca, tapi juga meninggalkan makna 👏 Selamat kepada para pemenang Copywriting Competition
+4
Tulisan yang baik bukan sekadar dibaca, tapi juga meninggalkan makna 👏 Selamat kepada para pemenang Copywriting Competition dalam rangka Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 🇮🇩 🥇 Erni Ekawaty @ErniEkawaty (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Makassar) 🥈 Mhd Afif Alim Nasution @apipns (PATT Penagihan KC Prabumulih) 🥉 Novi Tri Mega S (PATT RO KC Pamekasan) 🏅 Amelia Nila Sari @amelianilasari (RO KC Solok) 🏅 Dian Septyani @MrsHelloKitty (Staf Administrasi Klaim KC Biak Numfor) Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah menuangkan ide terbaiknya. Sampai jumpa di challenge berikutnya! Stay humble and stay competitive 💙
Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026

Kreativitas itu menular. Terima kasih sudah menginspirasi lewat setiap pantun dan pose 📸 Selamat kepada para pemenang Pantun
+5
Kreativitas itu menular. Terima kasih sudah menginspirasi lewat setiap pantun dan pose 📸 Selamat kepada para pemenang Pantun & Pose Challenge dalam rangka Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 🇮🇩 🥇 Eigent Maulana @eigent (Kabag Kepser KC Gunungsitoli) 🥈 Annisa Wira Mahkota @annisaais (Staf PMPF Kab. Luwu Timur, KC Palopo) 🥉 Al Hafiz Haritsyah @alhafff (PATT RO KC Lhokseumawe) 🏅 Inartry Mangiwa @inartrymangiwa (Verifikator Klaim KC Merauke) 🏅 Arhami Arief @arhamiarief (Staf PMPF Kab. Luwu Utara, KC Palopo) ⭐ Diah Novianti Dwihapsari @dndhapsari (RO KC Pasuruan) (Top Favorite) Selamat untuk seluruh pemenang! Stay humble and stay competitive 💚
Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026

Eviden

Tebakan yang jitu itu keren, tapi sedikit keberuntungan bikin makin spesial 🇮🇩 Dalam challenge TTS yang digelar untuk memer
Tebakan yang jitu itu keren, tapi sedikit keberuntungan bikin makin spesial 🇮🇩 Dalam challenge TTS yang digelar untuk memeriahkan Bootstrike Wasrik Nasional 2026 dan Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan, sebanyak 28 peserta berhasil menebak dengan tepat susunan Juara 1, 2, dan 3 Grand Final Cerdas Cermat 👏 Karena yang benar lebih dari kuota hadiah, dilakukan pengundian untuk menentukan 4 pemenang beruntung. Selamat kepada: 🏆 Hafiz Fiqi D @Jayyek (Kakab Nagan Raya, KC Meulaboh) 🏆 Indah Sriwardani @Indahpurba_21 (PATT RO KC Pematangsiantar) 🏆 Wirda Yuliani @yuliani128 (PATT RO KC Meulaboh) 🏆 Fathin Nazhifa @fathinnazhifa (PATT Petugas Pemeriksa KC Lhokseumawe) Terima kasih sudah ikut meramaikan polling ATE. Sampai bertemu di challenge berikutnya! Stay humble and stay competitive 💙
Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF #Bootstrikewasrik2026

Oleh: Risky Febrian Ada yg pernah kepikiran buat nyimpen arsip foto keluarga sampai puluhan tahun kedepan tapi khawatir data
+1
Oleh: Risky Febrian Ada yg pernah kepikiran buat nyimpen arsip foto keluarga sampai puluhan tahun kedepan tapi khawatir data hilang/rusak? Dalam pengarsipan data digital, dikenal metode 3-2-1. Apa itu metode 3-2-1? Metode 3-2-1 adalah aturan baku dlm strategi pencadangan (backup) & pengarsipan data. Aturan ini dirancang oleh pakar keamanan siber untuk memastikan bahwa datamu tidak memiliki "titik kegagalan tunggal" (single point of failure), sehingga data selalu bisa dipulihkan apapun skenario bencana yg terjadi. Berikut adalah rincian dari metode 3-2-1: 1. Simpan 3 Salinan Data Kamu harus memiliki setidaknya tiga salinan datamu - Satu Salinan Primer (Utama): Ini adalah data asli yang sedang kamu kerjakan atau gunakan sehari-hari di komputer atau server utamamu. - Dua Salinan Cadangan (Backup): Ini adalah dua duplikat dari data asli tersebut. Kenapa 3? Karena jika data asli rusak, dan salah satu backup ternyata gagal berfungsi (korup), kamu masih memiliki satu cadangan terakhir sebagai penyelamat. 2. Gunakan 2 Jenis Media Penyimpanan yang Berbeda Dua salinan cadangan yang kamu buat tidak boleh disimpan di jenis perangkat yang sama persis. Misalnya, jika kamu menyimpan satu cadangan di HDD Internal komputer, cadangan lainnya harus berada di External HDD, Network Attached Storage (NAS), Flashdisk, keping CD, atau pita magnetik (tape). Kenapa 2 jenis media berbeda? Perangkat keras dari jenis atau batch produksi yang sama memiliki kemungkinan mengalami kerusakan fisik dalam waktu yang berdekatan. Selain itu, masalah spesifik (seperti korsleting pada motherboard komputer) bisa merusak semua penyimpanan yang terpasang langsung di dalamnya secara bersamaan. 3. Simpan 1 Salinan di Lokasi Offsite (Jauh/Berbeda Lokasi) Setidaknya satu dari salinan cadangan tersebut harus disimpan di luar lokasi fisikmu saat ini. Ini bisa berupa layanan Cloud Storage (Google Drive, icloud, Dropbox) atau sekadar hard drive fisik yang kamu simpan di lemari rumah orang tua, rumah kerabat, atau kantor cabang lain. Kenapa 1 lokasi offsite? Jika terjadi bencana fisik lokal yang menghancurkan peralatan di rumahmu (seperti kebakaran, banjir, atau pencurian), cadangan offsite memastikan datamu tetap aman karena berada di lokasi geografis yang berbeda. Metode 3-2-1 dirancang untuk memitigasi tiga ancaman utama terhadap data: 1. Kegagalan Perangkat Keras (Hardware Failure): Hard disk pasti akan rusak, pertanyaannya hanyalah "kapan". Menyimpan di dua media berbeda mengatasi masalah ini. 2. Bencana Alam dan Fisik: Kebakaran atau banjir di kantor akan menghancurkan data utama dan backup lokal. Salinan offsite (cloud) mengatasi masalah ini. 3. Serangan Ransomware dan Malware: Jika komputermu terkena virus yang mengenkripsi data, virus tersebut sering kali menyebar ke perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama. Jadi, mulai persiapkan dari sekarang sebelum terlambat. Semoga membantu. #INISIATIF

DARI MANA DATANGNYA KEBERUNTUNGAN SESEORANG? Oleh: Muhammad Ahadun Menurutku, keberuntungan yang sejati tidak pernah merupakan hadiah yang jatuh begitu saja, melainkan cara kamu berinteraksi dengan dunia ini. Lao Tzu berkata : "Jalan semesta tidak memihak, ia selalu menyertai orang yang berbudi baik. Alam semesta tidak berbicara , tetapi memiliki hukum alam yang mengatur segala sesuatu." Mereka yang terlihat beruntung, hanyalah mereka yang lebih awal memahami 4 Rahasia Hukum Alam ini. 1. KEBERUNTUNGAN DATANG DARI KETENANGAN BATIN Capai lah kekosongan tertinggi, pertahankan ketenangan yang teguh. Saat pikiran sedang kacau, bahkan ketika kesempatan datang mengetuk pintu, kita tidak akan bisa mendengarnya. Coba lihat. Alasan mengapa sungai dan laut bisa menjadi muara dari semua lembah. Adalah karena mereka rela berada di posisi yang rendah. Alasan mengapa rerumputan dan pepohonan bisa menahan terpaan angin tanpa patah, adalah karena mereka mengerti arti kelenturan. Keberuntungan sejati, seringkali lahir pada saat kamu mampu menenangkan hati. Saat orang lain masih gelisah mengejar berbagai hal , kamu telah memiliki hati yang jernih dan damai. 2. KEBERUNTUNGAN DATANG DARI KERELAAN MEMBERI. Semakin banyak kita berbuat untuk orang lain, semakin kaya diri kita. Semakin banyak kita memberi kepada orang lain, semakin banyak pula yang kita miliki. Pun juga sebaliknya, Semakin erat kamu memegang air, semakin cepat ia tumpah. Mereka yang selalu memperhitungkan untung dan rugi, justru mengurung rezekinya sendiri. Orang yang berani berbagi, justru tanpa disadari telah merajut jaring takdirnya. Mengutamakan orang lain adalah bentuk tertinggi dari menguntungkan diri sendiri. 3. KEBERUNTUNGAN LAHIR DARI PERUBAHAN ARAH. Kebijaksanaan dari pepatah : Dibalik musibah, selalu ada keberuntungan, dia tersembunyi di dalam semua sesuatu yang tampak merugikan. Lamaran pekerjaan yang ditolak, mungkin saja menyelamatkanmu dari perusahaan yang akan merugikanmu. Hubungan asmara yang kandas, mungkin terjadi agar kamu bisa bertemu dengan pasangan jiwa yang lebih cocok. Orang yang beruntung bukannya tidak pernah mengalami rintangan, melainkan mereka lebih awal belajar mengenali bentuk cahaya di dalam kegelapan. 4. KEBERUNTUNGAN DATANG DARI KONSISTENSI Jika kamu menjaga kehati-hatian di akhir sama seperti di awal, maka tidak akan ada kegagalan. Semua keberuntungan yang datang tiba-tiba, selalu ada jejaknya. Membaca 3 menit setiap pagi, tiga tahun kemudian menjadi kutipan brilian saat kamu bernegosiasi. Sebuah bantuan kecil kepada orang asing, suatu hari mungkin berubah menjadi orang penting yang mengubah arah kariermu. Apa yang disebut kesempatan baik sebenarnya hanyalah hasil nyata dari akumulasi pembinaan diri yang dilakukan setiap hari. Teman-teman, Keberuntungan sama sekali bukanlah hal yang mistis. Ia tersembunyi dalam kedewasaanmu yang tenang dan tidak terburu-buru, dalam pemberianmu yang tanpa pamrih, dan didalam kebijaksanaanmu mengubah keadaan buruk menjadi titik balik yang baik. Jika saat ini kamu masih belum melihat tanda-tanda datangnya keberuntungan, ingatlah kalimat ini : Segala sesuatu mengandung dua sisi, keduanya saling berpadu dan mencapai keharmonisan melalui keseimbangan energi. Kamu cukup fokus menjadikan dirimu sendiri sebagai pembawa hoki, maka alam semesta akan dengan sendirinya mengatur pertemuan yang indah untuk dirimu. #INISIATIF

Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Kalau ditanya apa keterampilan komunikasi yang paling penting, kebanyakan orang mun
Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Kalau ditanya apa keterampilan komunikasi yang paling penting, kebanyakan orang mungkin akan menjawab: berbicara. Padahal, menurut saya kemampuan yang jauh lebih langka adalah mendengarkan. Bukan sekadar mendengar kata-kata yang keluar dari mulut seseorang, tetapi benar-benar hadir. Memberikan perhatian penuh. Berusaha memahami, bukan sibuk menyiapkan jawaban. Ironisnya, saat lawan bicara sedang berbicara, pikiran kita sering kali sudah ke mana-mana. Kita memikirkan apa yang akan kita katakan berikutnya, mencari argumen balasan, atau bahkan menghubungkan ceritanya dengan pengalaman kita sendiri. Akibatnya, kita kehilangan bagian terpenting dari percakapan. Padahal, orang yang mampu mendengarkan dengan rasa ingin tahu yang tulus memiliki daya tarik yang berbeda. Mereka membuat orang lain merasa dihargai, dipahami, dan aman untuk bercerita lebih banyak. Dari situlah kepercayaan mulai tumbuh. Dan sering kali, peluang-peluang besar muncul justru dari hal-hal kecil yang hanya bisa ditangkap oleh orang yang benar-benar mendengarkan. Sebuah komentar yang terlontar sekilas, ide yang masih setengah matang, atau jeda sesaat sebelum seseorang melanjutkan kalimatnya. Bagi kebanyakan orang mungkin ini tidak berarti apa-apa. Namun bagi pendengar yang baik, di sanalah sering muncul inspirasi, kolaborasi, bahkan kesempatan yang tak terduga. Lalu bagaimana cara menjadi pendengar yang lebih baik? Ada empat kebiasaan sederhana yang menurut saya layak untuk dilatih. Pertama, dengarkan sampai orang tersebut selesai berbicara. Jangan terburu-buru memotong pembicaraan hanya karena kita merasa sudah tahu arahnya. Biarkan seluruh cerita selesai. Sering kali, inti dari sebuah pembicaraan justru muncul di bagian akhir. Kedua, dengarkan untuk merangkum, bukan untuk membalas. Sebelum memberikan pendapat, coba ulangi dengan kata-kata kita sendiri apa yang baru saja kita dengar. “Kalau saya tidak salah menangkap, maksud Anda adalah…” Kalimat sederhana seperti ini membuat lawan bicara merasa benar-benar didengarkan, sekaligus mengurangi kemungkinan salah paham. Ketiga, dengarkan untuk membangun hubungan. Fokuslah pada orangnya, bukan hanya isi pembicaraannya. Terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan solusi, tetapi perasaan bahwa ada orang yang benar-benar mau mendengarkan. Keempat, dengarkan nilai yang ada di balik kata-kata. Setiap orang berbicara berdasarkan apa yang mereka anggap penting. Di balik setiap cerita biasanya ada nilai, harapan, ketakutan, atau prioritas yang sedang mereka perjuangkan. Jika kita mampu menangkap itu, kita akan memahami mereka jauh lebih dalam daripada sekadar memahami isi kalimatnya. Namun ada satu hal lagi yang sering mengganggu kemampuan kita untuk mendengarkan. Gangguan tidak selalu berasal dari luar. Kadang justru berasal dari dalam diri kita sendiri. Suara notifikasi smartphone memang mengganggu. Tetapi pikiran yang sibuk menghakimi, rasa iri, rasa ingin dianggap lebih penting, atau rasa lelah, juga bisa membuat kita tidak benar-benar hadir dalam sebuah percakapan. Menjadi pendengar yang baik berarti mengurangi semua “noise” tersebut agar perhatian kita benar-benar tertuju kepada orang di depan kita. Saya juga menyukai analogi di buku ini yang mengatakan bahwa saat seseorang sedang berbicara, dengarkanlah seolah-olah mereka adalah tokoh utama dalam film yang sedang Anda tonton. Bayangkan jika setiap orang merasa diperlakukan seperti itu. Percakapannya pasti akan terasa sangat berbeda. Pada akhirnya, menjadi pendengar yang baik bukan hanya membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih erat. Kita juga belajar lebih banyak. Kita menangkap lebih banyak hal yang sebelumnya luput dari perhatian. Dan tanpa disadari, kita membuka pintu kepada berbagai kesempatan yang mungkin tidak pernah datang kepada orang yang hanya sibuk berbicara. Karena sering kali, kita tidak menemukan sesuatu yang baru ketika sedang berbicara. Kita menemukannya ketika kita benar-benar mendengarkan. Buku apa yang sedang Anda baca hari ini? #INISIATIF #TGIF

Kampus adalah tempat lahirnya ide, diskusi, dan masa depan 📚 Melalui BPJS Kesehatan Goes to Campus di UIN Alauddin Makassar,
+5
Kampus adalah tempat lahirnya ide, diskusi, dan masa depan 📚 Melalui BPJS Kesehatan Goes to Campus di UIN Alauddin Makassar, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan beserta jajaran menghadirkan ruang diskusi untuk memperluas pemahaman tentang gotong royong dalam sistem jaminan sosial sekaligus berbagi wawasan mengenai dunia kerja, kepemimpinan, dan semangat melayani 🥰 Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk membangun generasi muda yang tidak hanya siap berkarya, tetapi juga memahami pentingnya jaminan sosial bagi masyarakat 🇲🇨 https://www.instagram.com/p/DbIfDMyiWm-/?igsh=c3R0cXVubjQydGE0

SI PALING JITU 👑 Bersaing dengan Cerdas, Menang dengan Integritas. Setelah melalui persaingan yang sangat sengit di babak Gr
SI PALING JITU 👑
Bersaing dengan Cerdas, Menang dengan Integritas. Setelah melalui persaingan yang sangat sengit di babak Grand Final, telah didapatkan Tim terbaik yang berhasil keluar sebagai Juara pada Bootstrike Wasrik Nasional 2026
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 3 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: • Juara 1: Tim Horas Haholongan (KC Pematangsiantar/ Kepwil I) • Juara 2: Tim Manbris Biak (KC Biak Numfor/ Kepwil XII) • Juara 3: Tim Nyiur Melambai (KC Manado/ Kepwil X) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 3 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @withhardshipwillbeease beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Kamis petang ini, 23 Juli maks pukul 19.00 WIB 🎁 #INISIATIF

Fenomena ini sebenarnya sangat umum terjadi. Banyak orang mengalami hal yang sama, tetapi sering merasa bersalah atau bingung
Fenomena ini sebenarnya sangat umum terjadi. Banyak orang mengalami hal yang sama, tetapi sering merasa bersalah atau bingung mengapa mereka bisa bersikap demikian. Untuk memahami hal ini, kita perlu melihatnya dari sisi psikologis dan emosional. 1. Keluarga Adalah Zona Paling Aman untuk Menjadi Diri Sendiri Secara psikologis, keluarga sering menjadi tempat paling aman bagi seseorang untuk mengekspresikan emosi tanpa takut ditolak. Ketika berada di luar rumah, kita cenderung menjaga sikap karena ada norma sosial, reputasi, dan citra diri yang ingin dipertahankan. Namun di rumah, “topeng sosial” itu sering dilepas. Artinya, kemarahan yang muncul bukan selalu karena keluarga adalah penyebabnya, tetapi karena rumah menjadi tempat kita menurunkan semua beban emosional yang dipendam sepanjang hari. 2. Kedekatan Emosional Membuat Ekspektasi Lebih Tinggi Kita biasanya memiliki harapan lebih besar terhadap keluarga dibandingkan orang lain. Contohnya: >berharap lebih dimengerti >berharap lebih dihargai >berharap lebih diperhatikan Ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, kekecewaan terasa lebih dalam. Hal inilah yang membuat emosi lebih mudah muncul. 3. Emosi yang Dipendam di Luar Rumah Banyak orang menahan emosi saat berada di lingkungan sosial atau pekerjaan. Mereka memilih untuk bersabar agar tidak menimbulkan konflik. Namun emosi yang dipendam tidak benar-benar hilang. Ia hanya tertunda. Ketika pulang ke rumah, tubuh dan pikiran berada dalam kondisi lebih santai, sehingga emosi yang tertahan tadi bisa keluar secara tiba-tiba, sering kali kepada orang terdekat. 4. Pola Komunikasi Keluarga yang Terbentuk Sejak Lama Dalam beberapa keluarga, pola komunikasi yang terbentuk sejak kecil mungkin melibatkan: >nada bicara keras >kritik langsung >ekspresi emosi yang terbuka Tanpa disadari, pola tersebut terbawa hingga dewasa dan menjadi cara alami dalam berinteraksi dengan keluarga. 5. Bukan Berarti Kita Tidak Menyayangi Mereka Hal penting yang perlu dipahami: mudah marah kepada keluarga tidak selalu berarti kita kurang mencintai mereka. Sering kali justru sebaliknya—karena mereka adalah orang yang paling dekat secara emosional. Namun tetap penting untuk menyadari bahwa kedekatan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melukai perasaan orang yang kita sayangi. ● Cara Mengelola Emosi Agar Hubungan Keluarga Lebih Sehat Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan: 1. Sadari sumber emosi sebenarnya Apakah kemarahan berasal dari masalah di luar rumah? 2. Ambil waktu untuk menenangkan diri. Istirahat sejenak sebelum berbicara ketika emosi sedang tinggi. 3. Komunikasikan perasaan dengan lebih jujur. Bukan dengan kemarahan, tetapi dengan penjelasan tentang apa yang dirasakan. 4. Latih empati terhadap keluarga Mereka juga memiliki tekanan dan perasaan sendiri. Bersikap ramah kepada orang lain tetapi mudah marah kepada keluarga adalah pengalaman yang cukup manusiawi. Hal ini sering berkaitan dengan rasa aman, kedekatan emosional, serta tekanan yang dipendam sepanjang hari. Namun menyadari pola ini adalah langkah awal untuk memperbaikinya. Ketika kita belajar mengelola emosi dengan lebih sehat, rumah tidak hanya menjadi tempat melepaskan lelah—tetapi juga menjadi ruang yang penuh pengertian dan kehangatan. #INISIATIF

INFO WISUDA 🎓 Segenap Sobat ATE mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak/Ibu Leader BPJS Kesehatan yang telah menuntaskan Program Nasional Pembelajaran S2 BPJS Kesehatan pada Prodi Magister Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (peminatan Social Health Insurance) di Universitas Gadjah Mada📚 1. Bapak Ka. Corpu Octovianus Ramba 2. Bapak DDW VI @achitong 3. Ibu Asdep Kebijakan Kepesertaan KDK @Ayat_MFP 4. Ibu Kacab Waingapu Selvi Kadju 5. Ibu Kacab Rengat @henny_nursanty Semoga semangat belajar Leader kita semua ini terus dapat menginspirasi kita semua untuk terus bertumbuh dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia 🇮🇩 #INISIATIF

Update jumlah dukungan sementara (Rabu, 22 Juli 2026/ 09.00 WIB) pada Top 20 Headline dalam Copywriting Competition Bootstrike Wasrik Nasional 2026 🏆🇲🇨 1. RO: Jeli Menyelisik Data, Tegas Menjaga Hak Pekerja = 84 Reaksi ✅ 2. RO: JKN Navigator, Menghubungkan Harapan ke Layanan = 5 Reaksi 3. RO: Mengawal Kepatuhan, Memastikan Perlindungan = 127 Reaksi ✅ 4. RO: Bridging People, Your Truster Partner in Healthcare = 2 Reaksi 5. RO: Menjalin Relasi, Menciptakan Dampak = 28 Reaksi 6. RO: Dari Relasi Menjadi Solusi, Dari Kolaborasi Menjadi Keberlanjutan = 43 Reaksi 7. RO: Di Balik Kolaborasi Hebat, Ada Relasi yang Kuat = 3 Reaksi 8. RO: Bukan Sekadar Relationship, tapi Ready to Help = 4 Reaksi 9. RO: Jual Solusi Bukan Sekadar Promosi. Bukan Sekadar Jualan tapi Bangun Kepercayaan = 49 Reaksi 10. RO: Satu Kontak, Beragam Solusi = 67 Reaksi ✅ 11. RO: Dekat Tanpa Sekat = 46 Reaksi 12. RO: Bersama RO, Relationship jadi Makin Sip = 20 Reaksi 13. RO: Menjalin Kepercayaan, Bertindak dengan Solusi = 34 Reaksi 14. RO: Mendengar Aspirasi, Menggerakkan Sinergi = 8 Reaksi 15. RO: RO Berangkat, Semua Kebutuhan BU Disikat = 58 Reaksi 16. RO: Jembatan Kepatuhan Badan Usaha, Benteng Perlindungan Pekerja = 64 Reaksi ✅ 17. RO: Di balik Validnya Data, Ada Hukum dan Hak Pekerja yang Kami Jaga = 5 Reaksi 18. RO: Merangkul Mitra, Menjangkau Peserta = 78 Reaksi ✅ 19. RO: Menyatukan Kepentingan, Menghadirkan Kepastian = 36 Reaksi 20. RO: Responsif dalam Melayani dan Optimal dalam Kepesertaan = 7 Reaksi Note (✅ : Top 5 Headline sementara)
Beri dukunganmu di sini : https://t.me/c/1287712664/219494

Oleh: Dedi Priadi Bayangkan dirimu adalah sebuah mahakarya yang tersimpan rapi di dalam botol kaca yang indah. Engkau merasa
Oleh: Dedi Priadi Bayangkan dirimu adalah sebuah mahakarya yang tersimpan rapi di dalam botol kaca yang indah. Engkau merasa sudah sangat mengenali setiap lekuk dan sudut ruangan sempit tempatmu berdiri tegak. Namun, ada sebuah rahasia besar yang tidak pernah bisa engkau baca sendirian. Selembar label tertempel erat di dinding luar kaca, menjelaskan identitas asli dan nilai dirimu yang sesungguhnya. Pandanganmu terbatas karena engkau terlalu dekat dengan dinding botol itu. Ego dan rutinitas seringkali menjadi uap yang mengaburkan kaca, membuatmu gagal melihat potensi besar yang tertulis di sana. Seringkali, kita merasa sudah paling tahu tentang kelebihan diri, padahal itu hanyalah bayangan semu. Kita menjadi orang terakhir yang menyadari retakan-retakan kecil yang mungkin menghambat langkah kaki kita. Di sinilah peran "mata luar" menjadi sangat krusial. Seorang mentor atau Guru tidak berdiri di dalam botol bersamamu; mereka berdiri tepat di depan label yang tak terbaca itu. Seorang Guru memiliki kejernihan untuk melihat sisi kuatmu yang paling utama. Mereka mampu menyingkirkan debu ilusi agar engkau percaya bahwa dirimu jauh lebih berharga dari sekadar hiasan. Tak hanya itu, mereka juga berani menunjukkan sisi lemahmu tanpa niat menghakimi. Luka atau kekurangan ditunjukkan agar engkau sadar bahwa botol ini harus dibuka untuk pertumbuhan yang luas. Tanpa perspektif eksternal, kita cenderung terjebak dalam rasa nyaman yang menipu. Kita merasa sudah cukup, padahal dunia di luar botol menawarkan cakrawala yang tak terbatas untuk engkau jelajahi. Menerima masukan adalah tentang keberanian meruntuhkan tembok kesombongan. Guru adalah cermin yang tidak hanya memantulkan wajahmu, tetapi juga memantulkan kebenaran yang selama ini engkau sembunyikan dari diri. Izinkanlah seseorang yang lebih bijak membaca labelmu hari ini. Dengan perspektif yang tepat, engkau tidak lagi hanya sekadar "isi" dalam botol, melainkan jiwa merdeka yang siap mewarnai semesta. #INISIATIF

Setelah adu insting, adu prediksi, dan terakhir lewat adu keberuntungan lewat polling Telegram dan spin wheel, akhirnya kita
Setelah adu insting, adu prediksi, dan terakhir lewat adu keberuntungan lewat polling Telegram dan spin wheel, akhirnya kita menemukan para pemenang challenge Tebak-Tebak Seru (TTS) ATE 🎁 TTS ATE Perancis Vs Spanyol ⚽️ 🥇Dwi Sandi A @FamilyKayyisa (Staf Kepesertaan Kantor Kota Bontang KC Samarinda) 🥈Imraatul Hasni @Iim1404 (PATT Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab. Pasaman KC Bukittinggi) TTS ATE Spanyol Vs Argentina ⚽️ 🥇Ciptandi Syahlavida (Staf Manajemen Organisasi Kepbid MSDM) 🥈Ade Setiasi @Asetiasi (Staf Penagihan KC Prabumulih) TTS ATE Top 3 Juara Piala Dunia 2026 🏆 🥇Agus Imam Muhgni @AgusImamMuhgni (RO KC Singkawang) 🥈M. Alfian Yuliansyah @Fiansyah (Kepala Bagian PMU KC Gunungsitoli) 🥉Afif Nasution @apipns (PATT Penagihan KC Prabumulih) Selamat kepada para pemenang dan bagi Sobat ATE yang belum beruntung, jangan khawatir. Masih banyak challenge, insight, dan kejutan menarik lainnya yang akan hadir. Stay humble & stay competitive 🔥 #INISIATIF

Eviden TTS Top 3 Juara Piala Dunia 2026