Ask The Experts
الذهاب إلى القناة على Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
إظهار المزيد1 870
المشتركون
+824 ساعات
+97 أيام
+1930 أيام
أرشيف المشاركات
1 870
Masih ada lagi dari tmn2 Kupang, kenalin ini dia Goyang Helikopter 🚁
#INISIATIF #Weekend
1 870
Bergandengan tangan, menyatukan langkah, menguatkan kebersamaan ❤️
Lewat Tari Kebalai, Ibu Dirum bersama rekan2 KC Kupang menunjukkan bahwa kebersamaan tak mengenal sekat jabatan maupun tempat bertugas. Karena keluarga yang kuat bukan yang selalu sama, tetapi yang selalu mau berjalan bersama 😘
KC Kupang Number One, KC Kupang is the Best, KC Kupang Menyala Menyala Menyala 🔥
#INISIATIF #Menyambutweekend
1 870
TIDAK ADA PERTEMANAN TANPA PAMRIH
Oleh: Budiman Hakim
Pernahkah kalian tiba-tiba dijauhi seorang teman? Padahal sebelumnya tidak ada pertengkaran. Rasanya kita juga gak pernah menyakiti hatinya. Tetapi ia berubah. Pesan tidak dibalas. Ajakan bertemu ditolak. Percakapan yang dulu bisa berlangsung berjam-jam, sekarang terasa hambar.
“Salah gue apa?” kita kebingungan.
Bisa jadi tidak ada yang salah. Bisa jadi hubungan itu sudah tidak terasa seimbang. Seimbang gimana maksudnya?
Dalam setiap hubungan selalu ada take and give. Kita memberi dan menerima. Kita saling memberikan waktu satu sama lain. Kita saling bercerita dan saling mendengarkan. Kita saling membantu ketika masing-masing membutuhkan pertolongan.
Sebuah hubungan berjalan karena ada pertukaran. Bentuk pertukarannya gak selalu sama dan gak harus terjadi pada saat yang sama, tetapi ada sesuatu yang diberikan dan ada sesuatu yang diterima. Itulah yang disebut pamrih.
Dalam pertemanan yang paling tulus sekalipun, selalu ada pamrih. Entah itu rasa nyaman, rasa diterima atau rasa dibutuhkan karena ada seseorang dalam hidup kita untuk saling berbagi.
Kadang kita merasa memberi bantuan tanpa pamrih. Padahal kita tetap mendapatkan sesuatu yaitu perasaan senang. Rasa senang itu membuat kita ingin membantu lagi supaya rasa senang bisa diperoleh lagi. Itu pamrih juga bukan?
Jadi persoalannya bukan ada atau tidak ada pamrih. Pamrih selalu ada. Masalahnya adalah apakah pamrih itu sudah terasa seimbang bagi kedua pihak.
Neurosains menjelaskan bahwa otak manusia sangat peka terhadap hubungan timbal balik. Kita tidak perlu duduk dengan kalkulator untuk menghitung siapa memberi berapa dan menerima berapa.
Otak membaca pola itu secara otomatis. Siapa yang selalu datang hanya ketika membutuhkan sesuatu. Siapa yang selalu siap mendengarkan. Siapa yang selalu ingin didengarkan. Semua pengalaman itu menjadi bagian dari penilaian otak terhadap sebuah hubungan.
Ketika seseorang terus-menerus merasa memberi lebih banyak daripada menerima, sebuah hubungan akan kehilangan daya tariknya. Bukan karena orang tersebut tiba-tiba menjadi perhitungan tapi memang otak terlalu peka terhadap hubungan yang terasa tidak seimbang.
Parahnya lagi, kita hampir selalu menilai hubungan dari sisi kita sendiri. Kita ingat berapa banyak bantuan yang sudah kita berikan. Kita ingat berapa kali kita hadir ketika teman membutuhkan. Tetapi kita jarang menghitung apa yang sudah kita terima dari temen kita tersebut.
Padahal mungkin dari sudut pandangnya, selama ini dia hanya menjadi tempat kita datang ketika membutuhkan sesuatu. Kita merasa sudah banyak memberi waktu. Padahal mungkin dia merasa, selama bertahun-tahun, hanya menjadi tempat sampah emosi kita..
Dalam hubungan sosial, niat baik tidak selalu sama dengan yang dirasakan orang lain. Kita bisa merasa sudah menjadi teman yang baik, sementara teman kita merasakan hal yang berbeda. Otak tidak menilai hubungan berdasarkan niat. Otak membaca pengalaman.
Karena itu, ketika suatu hari seorang teman menjauh, jangan buru-buru bertanya, “Mengapa dia berubah?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, apakah selama ini sudah terjadi pertukaran yang adil? Apakah kita lebih sering menerima daripada memberi?
Di titik ini kita perlu mawas diri. Ketika seseorang berhenti mendapatkan alasan untuk terus memberi, ia tidak selalu marah.
Ia cukup pergi.
#INISIATIF #TGIF
1 870
Ketika lagu daerah bertemu dengan energi Duta BPJS Kesehatan, bikin merinding🔥👏
Lagu Oras Loro Malirin bukan sekadar lantunan lagu daerah. Ia membawa cerita tentang perpisahan, kerinduan, perjuangan, nasihat orang tua, dan pesan untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya ❤️
KC Atambua, solid, adaptif, mengabdi dari batas negeri 🇲🇨
#INISIATIF
1 870
Setelah Badai Membawa Namamu
Tak ada badai yang tenang
Tak ada gemuruh yang tak riuh
Segala bentuk keresahan menari meromantisasi pertunjukan patah hati
Bergantian menunggu giliran
Entah gelisah apa yang akan datang kemudian
Tenang bagai ruang yang mati,
Berteriak didalam jiwa
Bersedih direlung hati
Menangis dibalik topeng sandiwara
Tak ada tempat aman untuk berlindung,
Hanya serpihan harapan yang menungu lebur diterjang angin,
Tak ada jiwa yang aman,
Hanya genggaman yang mencengkram penuh amarah
Pulang tanpa rumah
Pergi tanpa arah
Menangis berteman gelisah
Mati ditelan amarah
Sukabumi, 5 Agustus 2026
1 870
Yang Tertinggal Setelah Kita Pergi
Aku pernah mengira
hidup adalah tentang sampai,
tentang siapa yang lebih dahulu tiba,
siapa yang namanya lebih lama disebut,
siapa yang berdiri paling tinggi
ketika lampu-lampu dipadamkan.
Lalu waktu mengajariku
bahwa tidak semua perjalanan
diciptakan untuk memiliki tujuan.
Ada langkah yang hanya ditakdirkan
untuk membuat kita mengerti
mengapa kaki pernah terluka.
Ada pintu yang sengaja tertutup,
bukan karena kita tak layak masuk,
melainkan karena di baliknya
bukan tempat kita bertumbuh.
Dan ada kehilangan
yang mula-mula terasa seperti hukuman,
hingga bertahun-tahun kemudian
kita sadar,
ia adalah cara Tuhan
menyelamatkan kita
dari sesuatu yang belum kita mengerti.
Stasiun Bekasi, 15 Mei 2025
1 870
Tamsil Tanah Timpang
Di tengah lautan,
Kita meminta pramudi yang memaki penumpang,
Menjadi mualim barang sehari.
Dan melupakan seorang nakhoda,
Yang bersusah payah,
Menjinaki seribu perahu.
Di bumi yang kau pahami ini, Tuan.
Hukum tak mencatat bangkai lalat, yang mati di tengah kuntum.
Melainkan amat berduka,
Lantaran seekor lebah,
Lelah meranggas bunga.
Sedang kepadamu, Puan.
Lihatlah di luar sana,
Bahwa sebuah pisau,
Telah ditajamkan oleh jabatan,
Dan berlandas akal yang daif,
Bertumpu panggung yang kotor,
Daging keadilan----dipenggal.
Pematangsiantar, 2026.
1 870
😂🤣🥲☺️😊🙂
Setelah melalui proses yang sangat serius dan sangat ilmiah, mulai dari mengamati ketebalan, menilai kerapian, mengukur kadar kemachoan, panitia akhirnya menetapkan Top 12 Finalis Kontes Kumis 2026 🇲🇨🎁
Berbagai gaya telah ditelaah. Berbagai bentuk telah dianalisis. Bahkan, para ahli perkumisan dari zaman majapahit turut dikerahkan demi menemukan kumis yang paling pantas melaju ke babak final 😂
Kini saatnya Sobat ATE menentukan siapa yang paling pantas menjadi The Most Macho Moustache 2026 🏆
📊 Yuk, ikut polling Telegram ATE dan berikan dukungan untuk jagoan kumis pilihanmu (Deadline maks: Selasa, 13 Okt 2026)
🏆 Top 3 dengan suara terbanyak akan dinobatkan sebagai pemenang Kontes Kumis 2026
Kira-kira siapakah yang bakal jadi style icon tahun 2026 ini? Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#DutaStyleBattle2026 #KontesGayaRambut #KontesKumis
1 870
LETTU MEMENGNI NAPPA JOKKA
Oleh: Dul Abdul Rahman
Orang Bugis, juga orang Makassar, dikenal luas sebagai salah satu suku perantau paling tangguh di Nusantara. Sejarah panjang pelayaran, perdagangan, dan perantauan telah membentuk watak yang ulet, berani, dan visioner.
Meski berasal dari Sulawesi, jejak kesuksesan orang Bugis dapat ditemukan di berbagai penjuru Indonesia, khususnya di Pulau Kalimantan.
Di balik keberhasilan itu, tersimpan kearifan lokal yang tidak sekadar praktis, tetapi juga filosofis, yakni LETTU MEMENGNI NAPPA JOKKA.
Secara harfiah, LETTU MEMENGNI NAPPA JOKKA berarti “tiba sebelum berangkat.”
Ungkapan ini terdengar paradoksal: bagaimana mungkin seseorang tiba sebelum ia melangkah?
Namun justru di situlah kedalaman filsafat Bugis bekerja. “Tiba” yang dimaksud bukanlah kehadiran fisik, melainkan kehadiran batin dan pikiran. Seseorang telah sampai di tujuan melalui perenungan, perencanaan, dan pembayangan yang matang, jauh sebelum tubuhnya benar-benar bergerak.
Dalam tradisi Bugis, merantau bukanlah tindakan spontan yang didorong oleh keberanian semata. Ia adalah keputusan eksistensial. Tanah rantau telah lebih dulu “dihuni” oleh pikiran: apa yang akan dikerjakan, tantangan apa yang mungkin dihadapi, nilai apa yang harus dijaga, serta bagaimana menjaga siri’ (harga diri) di tempat yang asing
Dengan demikian, perjalanan bukanlah perjudian nasib, melainkan langkah sadar yang ditopang oleh strategi.
Falsafah LETTU MEMENGNI NAPPA JOKKA menekankan pentingnya ingatan, perhitungan, dan visi ke depan. Ingatan akan asal-usul dan nilai budaya menjaga perantau Bugis agar tidak tercerabut dari jati dirinya.
Perhitungan yang matang mencegah tindakan serampangan. Sementara visi ke depan memberi arah, sehingga setiap kerja dan usaha memiliki tujuan yang jelas. Inilah sebabnya, pada umumnya, orang Bugis dikenal tidak asal pergi dan tidak asal bekerja.
Secara umum filosofi LETTU MEMENGNI NAPPA JOKKA menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebelum berangkat. Tetapi, bagi sebagian orang Bugis, kematangan bukan hanya dalam konsep, tetapi juga dalam "syarat-syarat" tertentu. Tentu saja bagian ini tidak akan dibahas secara mendetail dalam tulisan ini.
Salah satu "syarat-syarat" itu misalnya jangan pergi sebelum melihat atau merasakan "COPPOK BOLA" dalam dirimu. COPPOK BOLA adalah simbol pernafasan dalam tubuh. Dan yang mengeluarkan nafas adalah hidung.
Bagi sebagian orang, "syarat-syarat" tersebut diamalkan secara islami dengan membaca kalimat "HAUQALAH" tujuh kali dengan khusyu sebelum berangkat.
***
Dalam konteks modern, kearifan ini tetap relevan. Ia sejalan dengan gagasan kontemporer tentang kekuatan pikiran, visualisasi, dan perencanaan hidup, sebagaimana dikenal dalam karya Quantum Secret oleh Rhonda Byrne. Meski lahir dari latar budaya yang berbeda, keduanya bertemu pada satu titik: realitas eksternal sering kali berawal dari kesiapan internal. Apa yang diyakini, direncanakan, dan dibayangkan dengan sungguh-sungguh, memiliki peluang lebih besar untuk terwujud.
Namun, LETTU MEMENGNI NAPPA JOKKA tidak mengajarkan angan-angan kosong. Ia bukan sekadar bermimpi, melainkan membayangkan sambil menyiapkan diri. Dalam filsafat Bugis, pikiran dan tindakan adalah satu kesatuan. Tiba dalam pikiran berarti siap dalam tindakan. Karena itu, kesuksesan bukanlah kebetulan, melainkan buah dari perjalanan batin yang telah lebih dulu selesai.
LETTU MEMENGNI NAPPA JOKKA adalah pelajaran tentang hidup itu sendiri. Sebelum melangkah, manusia Bugis diajak untuk memahami ke mana ia akan pergi dan mengapa ia pergi. Dengan begitu, setiap perjalanan, baik merantau, bekerja, maupun menjalani kehidupan menjadi bermakna. Kita tidak sekadar bergerak di dunia, tetapi benar-benar hadir di dalamnya, bahkan sebelum langkah pertama diayunkan.
Tabek!
Wallahu a'lam bish-shawab.
#INISIATIF
1 870
Terima kasih atas pondasi kokoh yang telah dibangun oleh para pendahulu ❤
Kini, estafet pengabdian itu kami lanjutkan, menjaga yang telah baik, melanjutkan yang telah dimulai, dan terus memberikan yang terbaik untuk BPJS Kesehatan 🇮🇩
https://www.instagram.com/reel/DeJl9SfJUZP/?stkn=eGpiNXVpd2VoN3Zy
1 870
🗣️: Bang, Kontes Gaya Rambut dan Kontes Kumis apa kabar?
Sabar sob, dengan 118 peserta, panitia masih berjibaku menuntaskan misi 👏
Kira-kira siapakah yang bakal jadi style icon tahun 2026 ini? Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#DutaStyleBattle2026 #KontesGayaRambut #KontesKumis
1 870
🗣️: Bang, Kontes Gaya Rambut dan Kontes Kumis apa kabar?
Sabar sob, dengan 118 peserta, panitia masih berjibaku menuntaskan misi. Stay tuned 👏
1 870
Zona nyaman itu memang menipu. Ia terasa seperti rumah. Hangat, aman, semua terkendali. Tidak ada rasa takut, tidak ada risiko, tidak ada kegagalan.
Tapi justru karena itulah, di sana tidak ada kehidupan.
Kita sering salah mengira bahwa tumbuh itu harus nyaman. Padahal semua yang tumbuh di alam ini justru tumbuh karena ketidaknyamanan. Benih harus retak dulu untuk menjadi pohon. Otot harus sobek dulu untuk menjadi kuat. Manusia harus terusik dulu untuk mulai berpikir.
Zona nyaman adalah kuburan yang dihias seperti taman bermain. Kamu betah di dalamnya, tapi perlahan kamu membusuk tanpa menyadarinya. Potensimu mati, keberanianmu mati, mimpimu mati, semua mati dengan cara yang sangat sopan.
Banyak orang tidak gagal karena mereka bodoh. Mereka gagal karena mereka terlalu lama betah di tempat yang indah tapi tidak menyuburkan.
Keluar dari zona nyaman bukan berarti kamu membenci kenyamanan. Tapi kamu sadar bahwa kenyamanan yang abadi adalah musuh dari pertumbuhan yang sejati.
Pertanyaannya bukan, apakah zona nyaman itu indah atau tidak. Pertanyaannya, apakah kamu mau tetap indah tapi kerdil, atau berani tidak nyaman untuk tumbuh?
#INISIATIF
1 870
Jarak Boleh Jauh, Pelayanan Tetap Dekat 🇲🇨
Pengabdian bukan cuma tentang menjalankan tugas, tapi tentang melangkah lebih jauh agar pelayanan JKN tetap sampai kepada masyarakat yang membutuhkan 🤝
Yuk kita simak cerita pengabdian kk @noahhaluk ❤️
https://www.instagram.com/reel/DeJl9SfJUZP/?stkn=eGpiNXVpd2VoN3Zy
1 870
Jarak Boleh Jauh, Pelayanan Tetap Dekat 🇲🇨
Pengabdian bukan cuma tentang menjalankan tugas, tapi tentang melangkah lebih jauh agar pelayanan JKN tetap sampai kepada masyarakat yang membutuhkan 🤝
Yuk kita simak cerita pengabdian kk @noahhaluk ❤️
https://www.instagram.com/reel/DeJl9SfJUZP/?stkn=eGpiNXVpd2VoN3Zy
1 870
Oleh: Dedi Priadi
Saat tali harapanmu memendek hingga ke ujungnya, jangan lepaskan. Ikatlah simpul kuat-kuat di sana, lalu bertahanlah dengan sisa tenaga yang kau punya dalam doa yang mendesak dan penuh kepasrahan.
Kondisi terdesak sebenarnya adalah cara Tuhan memurnikan niatmu. Di titik nadir itu, ego manusia luruh sepenuhnya, menyisakan kepasrahan total yang sanggup menggetarkan singgasana langit dengan frekuensi iman yang murni.
Lihatlah Nabi Yunus yang terperangkap dalam tiga kegelapan: malam yang pekat, kedalaman samudra yang dingin, dan perut ikan yang menghimpit. Secara logika manusia, ruang gelap itu adalah kuburan pasti.
Namun, Nabi Yunus tidak mengutuk keadaan atau menyalahkan takdir. Di dalam kegelapan yang menyesakkan itu, beliau justru melantunkan pengakuan dosa dan pujian tulus kepada Sang Pencipta yang Maha Mendengar segalanya.
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“𝘛𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘌𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶. 𝘔𝘢𝘩𝘢 𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘌𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶. 𝘚𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘻𝘢𝘭𝘪𝘮."
Tuhan kemudian memerintahkan ikan paus itu memuntahkan Nabi Yunus ke daratan. Penyelamatan ajaib ini membuktikan bahwa hukum alam pun bisa tunduk seketika pada ketulusan hati hamba yang benar-benar berserah tanpa batas.
Lalu, bayangkan seorang musafir yang tergeletak lemas di padang pasir. Bibirnya pecah karena haus, dunianya mulai gelap, dan maut seolah tinggal selangkah lagi menjemput raganya yang sudah tak berdaya.
Ia menemukan sebuah sumur tua di tengah gersang, namun tak ada timba. Di ujung keputusasaan itu, ia tetap berusaha merayap turun, mempertaruhkan sisa napas demi setetes air kehidupan yang berharga.
Seringkali, pertolongan Tuhan tidak datang saat kita baru mulai merasa sulit. Ia justru datang tepat satu detik sebelum kita benar-benar menyerah, menguji seberapa besar keyakinan kita dalam menanti jawaban-Nya.
Perjuangan pantang menyerah adalah bentuk ibadah tertinggi yang bisa kita persembahkan. Saat kau merasa sendirian, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja di balik layar, merajut solusi indah yang tak terduga.
Jangan pernah memutus tali doa itu meski jemarimu mulai berdarah. Sebab, di balik simpul terakhir yang kau ikat dengan penuh harap, di situlah tangan Tuhan akan menarikmu menuju cahaya kemenangan.
#INISIATIF
1 870
🇲🇨 John Herdman Vs Anthony Hudson 🇹🇭
Pertarungan strategi dua pelatih berkebangsaan Inggris di Final FIFA ASEAN CUP 2026 🏆
1 870
🚀🚀🚀🚀
Prediksi boleh meleset, tapi kalau tepat… rasanya memang beda 🎯
Selamat kepada para Penebak Jitu ATE yang berhasil menebak dengan tepat dan berhak mendapatkan souvenir menarik dari KOMSI 🎁
Penebak Jitu Stand Up Comedy:
1. Ibu Shanti Lestari Yusri @shantilestari (Kepala KC Boyolali)
Penebak Jitu BPJS Talk:
1. Asti Eka Ramadani @astiramadani (Verifikator Klaim KC Kendari)
2. Haidul Adha Rifaldi @Dul_HA (Kepala Kab. Sekadau KC Sintang)
3. Vanny Frida @fridavanny (Verifikator Klaim KC Pematangsiantar)
Penebak Jitu BPJS Idol (lewat jalur undian):
1. Aida Afrida @Aida18afrida (Kabag Yanser KC Prabumulih)
2. Muhammad Ikhsan @Ikhsan_25 (PATT Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran KC Makale)
3. Robialiyanto @Robi_Ali (Staf Penagihan KC Kebumen)
Penebak Jitu Indonesia Vs Bangladesh (lewat jalur undian):
1. Yusuf Bahtiar @Yusufbahtiar (Staf Penagihan dari KC Pasuruan)
2. Hasiholan Pasaribu @hahaaahihihi (Staf Penagihan KC Bogor)
Terima kasih atas partisipasi Bapak/ Ibu Sobat ATE sudah ikut meramaikan polling TTS. Yang penting bukan soal benar atau salahnya, tapi berani ikut bermain dan menikmati prosesnya 😉
Stay humble, stay competitive 🔥
#INISIATIF
