uz
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Kanalga Telegramโ€™da oโ€˜tish

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Ko'proq ko'rsatish
1 829
Obunachilar
+124 soatlar
+107 kunlar
+3030 kunlar
Postlar arxiv
Kalau prediksi jadi KPI, Sobat ATE sudah overachieve ๐Ÿ“ˆ TTS ATE kembali membuktikan bahwa Sobat ATE bukan hanya aktif berdisk
Kalau prediksi jadi KPI, Sobat ATE sudah overachieve ๐Ÿ“ˆ TTS ATE kembali membuktikan bahwa Sobat ATE bukan hanya aktif berdiskusi dan berkompetisi, tetapi juga jago membaca peluang ๐Ÿ˜Ž Baik pada TTS edisi Brasil vs Jepang maupun TTS Tebak Juara Grand Final Number Detective, di luar dugaan jumlah jawaban benar membludak dan membuat persaingan mendapatkan souvenir semakin ketat Karena kuota souvenir terbatas, pemenang harus ditentukan melalui mekanisme undian dari para penebak jitu yang berhasil menjawab dengan tepat ๐Ÿค Selamat kepada para pemenang yang beruntung dan untuk yang belum terpilih, tetap bangga ya. Karena prediksimu sudah benar, tinggal keberuntungannya yang perlu sedikit diupgrade. Sampai bertemu di challenge fun and meaningful ATE selanjutnya ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ #INISIATIF

Eviden TTS Number Detective

Eviden TTS Brazil Vs Jepang

Pada Babak Grand Final Number Detective kemarin, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge TTS (Tebak-Te
Pada Babak Grand Final Number Detective kemarin, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge TTS (Tebak-Tebak Seru) via polling telegram ATE Di luar dugaan lagi, kali ini kembali banyak banget yang berhasil menebak dengan jitu sementara slot souvenirnya cuma ada 2 (dua) ๐Ÿ˜…, Jadi heran, apa insting rekan2 yg mmng udah pada jago, atau opsi tantangannya mmng sangat mudah untuk ditebak ๐Ÿ˜‡ Mereka adalah: 1. Ibu Mondang Pakpahan, Kepala KC Karawang 2. Erni Ekawaty @ErniEkawaty (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Makassar) 3. Sofiya (PATT Kerja Sama Faskes KC Lhokseumawe) 4. Irma Mainanada (PATT Administrasi Pemeriksa KC Payakumbuh) 5. Gratchia Christa Elisabeth (Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kantor Kabupaten Lembata, KC Maumere) 6. Abnia Misliah Zahrah @abniamz (PATT Staf Mutu Layanan Faskes KC Mataram) 7. Jesika Tampa @Ecikaaa (PATT EP3RS KC Tondano) 8. Patricya @patricya_n (Staf MLFK KC Makassar) 9. Revina Natalya @rvntlya (PATT Penagihan KC Medan) 10. Anggi Afifi @anggisutan1906 (Staf promprev KC Cibinong) 11. Kadek Ayu Yuliawati @ayuyulia1 (PATT EP3RS KC Denpasar) 12. Dinda Aisyah Tamara @dinaruuuu (PATT Telekolekting KC Makassar) 13. Ade Ally Rizky @adrzk01 (PATT Penagihan KC Cimahi) 14. Dhea Salsabila @deyaaaq (PATT EP3RS KC Sidoarjo) 15. Muh Dzulhijjah Azis @dzulhijjahazis (PATT EP3RS KC Makassar) Krn kuotanya cuma 2, nnti panitia akan lakukan pengundian dulu yah. Stay tuned buat pengumuman dan juga event TTS selanjutnya ๐Ÿค๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

SI PALING JITU ๐Ÿ‘‘ Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Juara 1 : Kk Fathin dan Kk Sofiya (KC Lhokseumawe) dan - Juara 2 : Kk Andri dan Kk Riki (KC Pematangsiantar) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Kamis siang ini, 2 Juli maks pukul 12.00 WIB ๐ŸŽ #INISIATIF

Oleh: Muhammad Farid Maricar Kadang saya berpikir, kenapa ya orang-orang yang identik dengan label โ€œpintarโ€, โ€œranking 1โ€, โ€œju
Oleh: Muhammad Farid Maricar Kadang saya berpikir, kenapa ya orang-orang yang identik dengan label โ€œpintarโ€, โ€œranking 1โ€, โ€œjuara kelasโ€, atau โ€œanak teladanโ€ sering justru jadi objek hujatan, sindiran, atau diam-diam ditunggu kejatuhannya? Padahal kalau dipikir logis, bukankah harusnya orang menghargai orang yang rajin belajar, disiplin, dan berprestasi? Mungkin salah satu jawabannya adalah karena pengalaman manusia itu tidak selalu netral. Banyak orang tidak membenci โ€œkepintaranโ€, tapi punya pengalaman buruk dengan orang-orang yang kebetulan pintar. Misalnya, dalam banyak lingkungan sekolah, tidak semua anak ranking itu hanya menang karena kerja keras dan kemampuan akademik. Ada juga stereotip yang terbentuk karena sebagian memang terlalu ambisius. Ingin jadi nomor satu dalam segala hal. Dan ketika ambisi tidak dibarengi karakter yang sehat, muncullah perilaku-perilaku yang membuat orang lain trauma. Ada yang terlalu kompetitif sampai pelit berbagi ilmu. Ada yang sengaja membuat orang lain terlihat bodoh supaya dirinya tampak lebih unggul. Ada yang mencari validasi dari guru dengan cara menjilat. Bahkan dalam kasus ekstrem, ada yang diam-diam senang ketika temannya gagal, karena itu membuka jalan untuk dirinya naik. Akhirnya, yang menempel di ingatan orang bukan โ€œwah, dia pintarโ€, tapi โ€œoh, tipe orang kayak gini lagi.โ€ Padahal tentu tidak semua seperti itu. Sama seperti... Tidak semua orang kaya itu sombong. Tidak semua orang miskin itu rendah hati. Tidak semua orang religius itu bijak. Tidak semua orang kritis itu benar. Masalahnya, otak manusia memang suka menyederhanakan pengalaman. Sekali pernah disakiti oleh satu tipe orang, kita cenderung mengeneralisasi semuanya. Ditambah lagi, ada faktor lain yang lebih manusiawi, rasa tidak nyaman melihat orang yang tampak โ€œlebihโ€. Karena orang pintar itu sering tanpa sadar menjadi cermin. Cermin yang membuat orang lain bertanya dalam hati, โ€œKalau dia bisa, kenapa saya tidak?โ€ Masalahnya, tidak semua orang nyaman dengan pertanyaan itu.Sebagian termotivasi. Sebagian justru defensif. Makanya ada fenomena aneh, orang yang sangat berhasil kadang bukan hanya dikagumi, tapi juga diam-diam ditunggu jatuhnya. Karena ketika dia jatuh, orang lain merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri. โ€œKan, ternyata dia juga gagal.โ€ Tapi kalau boleh jujur, masalah sebenarnya mungkin bukan pada orang pintarnya. Bisa jadi pada cara kita memaknai keberhasilan. Karena ranking itu hanya ukuran performa di satu sistem tertentu. Bukan ukuran nilai manusia secara keseluruhan. Anak ranking belum tentu paling bahagia. Belum tentu paling matang emosinya. Belum tentu paling bijak mengambil keputusan. Belum tentu paling sukses dalam kehidupan. Tapi sebaliknya, orang yang tidak ranking juga belum tentu lebih baik. Jadi mungkin yang perlu kita koreksi bukan sekadar stigma pada โ€œanak pintarโ€, tapi budaya kompetisi kita sejak awal. Karena kalau dari kecil yang ditanamkan adalah โ€œkamu harus menangโ€, โ€œkamu harus nomor satuโ€, โ€œnilai adalah harga diriโ€, maka jangan heran kalau sebagian tumbuh jadi ambisius tidak sehatโ€ฆ dan sebagian lain tumbuh dengan luka terhadap orang-orang seperti itu. Jadi, yang salah mungkin bukan kepintarannya. Tapi sistem yang mengajarkan bahwa nilai manusia ditentukan dari ranking. Wallahu'alam bish showab #INISIATIF

Ketika logika bertemu strategi, lahirlah para juara ๐Ÿ† Number Detective bukan kompetisi tentang siapa yang paling beruntung.
Ketika logika bertemu strategi, lahirlah para juara ๐Ÿ† Number Detective bukan kompetisi tentang siapa yang paling beruntung. Ini adalah arena bagi mereka yang mampu berpikir selangkah lebih maju, membaca peluang, dan memanfaatkan setiap petunjuk dengan cermat ๐Ÿ‘ Selamat kepada para pemenang yang berhasil menaklukkan tantangan demi tantangan: ๐Ÿฅ‡ KC Lhokseumawe (Kk @fathinnazhifa & Kk Sofiya) ๐Ÿฅˆ KC Pematangsiantar (Kk @andri_del_rey & Kk @Hasnediriky) ๐Ÿฅ‰ KC Lubuk Pakam (Kk @miiskha & Kk @difangelina) Kalian membuktikan bahwa ketelitian, kerja sama, dan daya analisis adalah kombinasi yang sulit dikalahkan ๐Ÿ† Sampai bertemu di kompetisi fun and meaningful ATE berikutnya ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ https://www.instagram.com/p/DaP2MJDzv3x/?igsh=eXQzYmN6b3l6c3Jv #INISIATIF

Rekaman Grand Final Number Detective Competition Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ https://youtu.be/i8Z7zrMx0gI

๐Ÿ“ข WEBINAR PERDOKJASI EPISODE 6 Optimalisasi Penjaminan Terapi Biologics pada Asma Berat: Update Klinis dan Pendekatan Berbas
๐Ÿ“ข WEBINAR PERDOKJASI EPISODE 6 Optimalisasi Penjaminan Terapi Biologics pada Asma Berat: Update Klinis dan Pendekatan Berbasis Bukti Terapi biologik menjadi salah satu terobosan penting dalam tata laksana asma berat. Bagaimana memastikan terapi tepat indikasi, berbasis bukti, dan memenuhi aspek penjaminan kesehatan? ๐ŸŽ™ Narasumber โ€ข dr. Wira Winardi, Sp.P, M.Sc, Ph.D โ€ข dr. Dessy Kusumayati, AAAIJ., AAK., UND., CRGP., AMRP. ๐Ÿ“… Sabtu, 4 Juli 2026 โฐ 09.00โ€“12.00 WIB ๐Ÿ’ป Zoom Meeting ๐ŸŽ GRATIS + SKP Kemenkes ๐Ÿ”— Pendaftaran Webinar: https://bit.ly/PerdokjasiEps_6 ๐Ÿ‘ฅ Belum menjadi anggota PERDOKJASI? Dokter dan Dokter Spesialis daftar gratis di: perdokjasi.org/membership ๐Ÿ“ž Informasi: Widya (0812-1226-5255) PERDOKJASI Bridging Medicine with Finance

Berabad-abad lalu, Laozi menulis dalam Tao Te Ching bahwa semua sungai mengalir menuju laut karena laut bersedia berada di tempat yang lebih rendah daripada semuanya. Justru karena kerendahan itulah laut menjadi tujuan bagi seluruh aliran air. Kebesaran lahir bukan karena selalu berdiri paling tinggi, melainkan karena bersedia merendahkan diri. Moriyasu memperlihatkan filosofi itu malam itu. Selama pertandingan, Jepang berbicara lewat permainan. Setelah pertandingan selesai, sang pelatih berbicara lewat sikap. Ia tidak sedang mempermalukan dirinya ketika melakukan ojigi. Ia sedang menunjukkan bahwa seorang pemimpin pertama-tama harus mampu menundukkan egonya sendiri. Dunia hari ini justru bergerak ke arah yang sebaliknya. Media sosial dipenuhi orang yang tidak pernah mau mengakui kesalahan. Politik dipenuhi mereka yang selalu merasa benar. Kemenangan sering dirayakan dengan mengejek lawan. Kekalahan segera disertai tudingan, pembelaan, dan pencarian kambing hitam. Baca selengkapnya ๐Ÿ‘‡ https://unhas.tv/moriyasu-samurai-birudan-respek-ancelotti?fbclid=IwdGRjcASwJ-pjbGNrBLAlPmV4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHgssPmyFy-igcKxHcf6dzhKIT9x56E3US-iHTlmlYb8IpMgrV8TsS5Tgv_jM_aem_cUksgfGCII-ZjHZbK3MXIg #INISIATIF

Pada pertandingan Brazil Vs Jepang semalam, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge TTS (Tebak-Tebak S
Pada pertandingan Brazil Vs Jepang semalam, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge TTS (Tebak-Tebak Seru) via polling telegram ATE Ternyata di luar dugaan, banyak banget yang berhasil menebak dengan jitu sementara slot souvenirnya cuma ada 2 (dua) ๐Ÿ˜…, mereka adalah: 1. Bapak Haris Prayudi @HarisPrayudi (Kepala KC Bukittinggi) 2. Rina Sulistiana @Rinassss (Staf EP3RS KC Ternate) 3. Hafiz Fiqi Delmizar @Jayyek (Kepala Kabupaten Nagan Raya KC Meulaboh) 4. Kadek Ayu Yuliawati @ayuyulia1 (PATT EP3RS KC Denpasar) 5. Alwi Mu'ammar @Alwi_Muammar (PATT Tellecollecting KC Palu) 6. Surya Cuya @Surya_Cuya (Staf Yanfaskes KC Muara Teweh) 7. Buara Pranata Ginting @Buara (Kepala Kabupaten Labuhanbatu KC Kisaran) 8. Muhammad Zamzami @ayahadzan (Staf Mutu Layanan Faskes KC Jakarta Utara) 9. Raegen Richard Polii (Kakot Kotamobagu, KC Tondano) 10. Zainal Muttaqin @Zainalmmm (PATT RO KC Pati) 11. Patricya @patricya_n (Staf MLFK KC Makassar) 12. Fakhrurrazi @Abifakhrurrazi (Staf PMPF Kab. Bireuen KC Lhokseumawe) 13. Elseria Riris @RirisElseria (Kabag Yanser KC Pematang Siantar) 14. Pujo Setyajie @Puzo_Sicillia (Kabag RT Corpu, SDSU) 15. Cardila Ganisyaputri @Dila_Ganisyaputri (Verifikator KC Biak Numfor) 16. M. Alfian Yuliansyah @Fiansyah (Kepala Bagian PMU KC Gunungsitoli) 17. Singgih May CPU @singgih_cpu (Verifikator Klaim KC Semarang) 18. Sigit Budi Hartono @sbh08 (Relationship Officer KC Jakarta Barat) 19. Muh Dzulhijjah Azis @dzulhijjahazis (PATT EP3RS KC Makassar) 20. Annisa Wira Mahkota @annisaais (Staf PMPF Kab Luwu Timur KC Palopo) Krn kuotanya cuma 2, nnti panitia akan lakukan pengundian dulu yah. Stay tuned buat pengumuman dan juga event TTS selanjutnya ๐Ÿค๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

SI PALING JITU ๐Ÿ‘‘ Sebuah kabar yang sangat memilukan dan menyayat hati datang dari panggung Piala Dunia! Langkah Tim Nasional
SI PALING JITU ๐Ÿ‘‘
Sebuah kabar yang sangat memilukan dan menyayat hati datang dari panggung Piala Dunia! Langkah Tim Nasional Jepang harus terhenti dengan akhir yang teramat kejam dan menyakitkan. Sempat memimpin unggul terlebih dahulu dan berjuang mati-matian hingga detik terakhir, armada Samurai Biru justru harus terkena comeback dari Brasil di menit-menit akhir pertandingan. Skuad asuhan Hajime Moriyasu resmi angkat koper ๐ŸšŒ
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Brazil menang dengan skor 2-1 dan - Kaki Kanan Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Selasa siang ini, 30 Juni maks pukul 13.00 WIB ๐ŸŽ #INISIATIF

Oleh: Muhammad Farid Maricar Suatu waktu Raim Laode bercerita tentang Prilly Latuconsina. Awalnya mungkin sama seperti banyak
Oleh: Muhammad Farid Maricar Suatu waktu Raim Laode bercerita tentang Prilly Latuconsina. Awalnya mungkin sama seperti banyak orang, ia melihat Prilly sebagai orang sukses. Sekali Story bisa bernilai besar, saking besarnya kata dia setara dengan syuting dia (Raim Laode) selama sebulan, dikenal banyak orang, punya banyak pencapaian. Pokoknya dari luar, kelihatannya enak. Tapi ketika ia melihat langsung bagaimana Prilly bekerja, sudut pandangnya berubah. Prilly datang paling pagi, membaca dan mencoret naskah, fokus mempersiapkan diri, bekerja serius, dan pulang paling akhir. Di situ terlihat bahwa yang selama ini kita sebut โ€œsuksesโ€ ternyata bukan sekadar hasil, tapi akumulasi dari banyak ketidaknyamanan yang dijalani dengan konsisten. Jadi jangan heran kalau Raim Laode mengatakan, โ€œseburuk-buruk tempat adalah kesuksesan.โ€ Kalimat itu terdengar aneh di awal. Bukankah semua orang ingin sukses? Bukankah sukses itu tempat yang ingin dituju banyak orang? Tapi kalau dipikir lebih dalam, mungkin maksudnya adalah bahwa kesuksesan bukan tempat untuk bersantai. Di sana ada tekanan, ekspektasi, tuntutan untuk terus tampil baik, rasa takut turun, ada rasa harus terus membuktikan diri. Semakin seseorang dikenal, semakin kecil ruang untuk terlihat gagal. Semakin tinggi posisinya, semakin besar tanggung jawabnya. Semakin banyak pencapaiannya, semakin besar pula standar yang dilekatkan orang kepadanya. Dari cerita itu, saya jadi berpikir bahwa mungkin kesuksesan bukan soal hidup yang akhirnya menjadi mudah. Bisa jadi sukses adalah kemampuan untuk tetap menjalani hal yang sulit, sampai hal itu terlihat mudah di mata orang lain. Atau simpelnya, kalau kata Raim Laode, kesuksesan itu adalah milik orang yang mampu berdamai dengan ketidak nyamanannya. Karena orang luar hanya melihat panggungnya. Mereka tidak melihat latihan panjangnya, rasa lelahnya, dan ketidaknyamanan yang harus ditelan setiap hari. Jadi sebelum kita iri pada kesuksesan orang lain, mungkin kita perlu bertanya dulu, apakah kita sanggup menjalani harga yang mereka bayar? Tapi, seperti kata banyak orang, you should choose your hard. Hehehe... #INISIATIF

Belum Terlambat untuk Masuk Arena ๐Ÿ Saat pendaftaran pertama ditutup, sebanyak 299 peserta telah memastikan tempatnya di The
Belum Terlambat untuk Masuk Arena ๐Ÿ Saat pendaftaran pertama ditutup, sebanyak 299 peserta telah memastikan tempatnya di The Last Standing Ranking 1 Competition. Namun ternyata masih ada rekan-rekan Duta BPJS Kesehatan yang mengaku baru mengetahui informasi lomba ini setelah periode registrasi berakhir ๐Ÿฅน Oleh karena semangat belajar dan berkompetisi tidak boleh terhalang oleh keterlambatan informasi, maka ATE kini membuka kembali form pendaftarannya Pendaftaran dibuka hingga Kamis, 2 Juli 2026 pukul 17.00 WIB ๐Ÿ”— https://forms.cloud.microsoft/r/LdyVq46ZQr Siapa tahu, peserta yang mendaftar di menit-menit terakhir justru menjadi nama yang berdiri paling akhir ๐Ÿ† Kisi-kisi soal: Terkait Dewas, Direksi, Kebijakan Data Kepesertaan, MSDM, dan pengetahuan informasi organisasi lainnya
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

Data sebaran peserta Kompetisi Ranking 1 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan (2026)
Data sebaran peserta Kompetisi Ranking 1 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan (2026)

Get Ready, Future Champion๐Ÿ”ฅ Ratusan peserta dari seluruh BPJS Kesehatan Selindo telah bersiap. Mereka datang dengan tujuan y
Get Ready, Future Champion๐Ÿ”ฅ Ratusan peserta dari seluruh BPJS Kesehatan Selindo telah bersiap. Mereka datang dengan tujuan yang sama: ๐Ÿ† Bertahan lebih lama ๐Ÿ† Menjadi yang terakhir berdiri Kini hitung mundur menuju The Last Standing Ranking 1 Competition resmi dimulai ๐Ÿšจ Siapkan fokusmu โœ… Asah wawasanmu โœ… Karena dalam kompetisi ini, satu jawaban bisa membuatmu melangkah lebih jauh, atau justru mengakhiri perjalananmu. Siapkah menjadi orang terakhir yang bertahan? ๐Ÿ‘ Kisi-kisi soal: Terkait Dewas, Direksi, Kebijakan Data Kepesertaan, MSDM, dan pengetahuan informasi organisasi lainnya
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

PELAJARAN MAHAL DARI KRISIS STARBUCKS KOREA Oleh: Ronald Satria Apa jadinya kalau sebuah raksasa retail yang punya sistem pelayanan hebat, tiba-tiba harus memecat CEO-nya dalam semalam dan menghadapi boikot dari masyarakat hingga pemerintah? Ini bukan skenario film, tapi krisis nyata yang baru saja menimpa Starbucks Korea. Semua ini dimulai dari hal yang terlihat sepele yaitu Promosi Tumbler. Demi mengejar perhatian pasar, mereka meluncurkan kampanye berjudul "Tank Day" dengan slogan, "Slam on the desk!". Niatnya mungkin ingin terlihat keren, cool, dan menarik perhatian anak muda. Tapi yang terjadi justru sebaliknyaโ€”promosi ini memicu kemarahan publik yang luar biasa. Di mana letak fatalnya? Di titik hilangnya EMPATI dan LUKA SEJARAH. Manajemen meluncurkan promo tersebut tepat pada hari peringatan Tragedi Pemberontakan Gwangju 1980. Bagi masyarakat Korea Selatan, itu adalah salah satu lembaran sejarah paling kelam dan traumatis, di mana rezim militer saat itu mengerahkan tank-tank tempur untuk membubarkan demonstrasi pro-demokrasi secara kejam. Ketika sebuah brand menggunakan kata "Tank" dan diksi yang agresif di hari berkabung nasional, mereka tidak lagi dianggap sedang berjualan, melainkan sedang menggarami luka sejarah bangsa. Dampaknya langsung instan dan mematikan bagi bisnis: Boikot Massal: Konsumen beramai-ramai merusak produk dan menuntut refund di media sosial. Kehilangan Kepercayaan Pemerintah: Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan langsung mengeluarkan pernyataan tegas untuk berhenti memakai produk mereka. Hancurnya Reputasi Eksekutif: Pemilik saham terbesar langsung meminta maaf secara terbuka, dan CEO Starbucks Korea, Sohn Jeong-hyun, langsung dicopot dari jabatannya. Omset Terjun Bebas: Penjualan dilaporkan merosot sangat tajam. Apa Pelajaran Penting untuk Bisnis dan Pelayanan Kita Dari krisis besar ini, ada insight mahal yang harus kita bawa pulang ke ruang rapat kita masing-masing: 1. Pondasi Utama Pelayanan adalah Mendengar dan Memahami Dalam membangun pengalaman pelanggan (Customer Experience), mendengar bukan cuma saat menerima komplain di meja kasir. Mendengar berarti peka terhadap budaya, nilai, bahkan luka sosial yang dirasakan oleh masyarakat tempat bisnis kita berdiri. Ketika tim marketing atau frontliner berhenti mendengar dan memahami publik, di situlah krisis reputasi dimulai. 2. Jangan Sampai Niat Bikin "Loyal", Malah Bikin "Marah" Banyak bisnis terlalu fokus pada taktik visual, promosi kreatif, atau copywriting yang viral, tapi lupa melakukan bedah sensitivitas budaya (cultural sensitivity). Kreativitas tanpa empati adalah bom waktu. Sebelum merilis program apa pun ke publik, pastikan tim Anda sudah mengecek sejarah sosial, sosiopolitik, dan norma lokal. 3. Kecepatan Respons Krisis itu Krusial Langkah Starbucks Korea yang langsung membatalkan promo, meminta maaf, hingga mengambil tindakan tegas pada jajaran eksekutif adalah contoh crisis management yang agresif untuk menahan kebocoran reputasi agar tidak semakin liar. Di era digital, menunda respons atau bersikap defensif (merasa paling benar) hanya akan mempercepat kehancuran brand. Sudahkah tim promosi dan pelayanan di perusahaan kita memiliki sensitivitas yang sama untuk "mendengar" suara konsumen di luar sana? Ataukah kita masih sering abai dan hanya fokus pada angka penjualan jangka pendek? Yuk, bagikan pandangan Anda di kolom komentar. Jangan lupa Share tulisan ini jika bermanfaat bagi tim bisnis Anda! #INISIATIF

Oleh: Ronald Satria Beberapa pemimpin mengeluh bahwa Gen Z sulit diarahkan, kurang tahan tekanan, mudah resign, dan tidak mem
Oleh: Ronald Satria Beberapa pemimpin mengeluh bahwa Gen Z sulit diarahkan, kurang tahan tekanan, mudah resign, dan tidak memiliki semangat juang seperti generasi sebelumnya. Namun pertanyaannya, apakah masalahnya ada pada generasinya, atau pada cara kita memahami mereka? Bisa jadi kita sedang menggunakan kacamata lama untuk membaca generasi yang berbeda. Talents Mapping menunjukkan adanya pergeseran pola bakat dari generasi sebelumnya ke Generasi Z. Jika generasi terdahulu cenderung kuat pada dorongan berprestasi, kompetisi, dan kemampuan bertahan dalam kondisi yang tidak ideal, banyak Gen Z justru lebih dominan pada bakat seperti Relator, Includer, Connectedness, dan Futuristic. Mereka mencari makna, hubungan, dan kesesuaian sebelum memberikan komitmen penuh. Inilah sebabnya mengapa pendekatan "pokoknya kerjakan dulu" sering kali tidak efektif. Banyak Gen Z ingin memahami alasan di balik sebuah tugas. Mereka ingin tahu mengapa pekerjaan itu penting, bagaimana kontribusinya bagi pelanggan, dan apa dampaknya bagi dirinya maupun tim. Ketika makna tidak ditemukan, motivasi mereka cepat menurun. Dalam membangun tim service, kesalahan yang sering terjadi adalah memaksa semua orang menjadi seragam. Padahal pelayanan terbaik lahir ketika seseorang bekerja dari kekuatan alaminya. Karyawan dengan bakat Relator akan unggul membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Mereka yang memiliki Empathy akan lebih mudah memahami perasaan pelanggan. Sementara mereka yang memiliki Responsibility akan menjaga komitmen layanan dengan konsisten. Karena itu, tugas pemimpin bukan sekadar melatih keterampilan service, tetapi membantu anggota tim mengenali kekuatan dirinya. Ketika seseorang memahami bakat alaminya, ia tidak lagi bekerja karena terpaksa, melainkan karena menemukan cara terbaik untuk memberikan kontribusi. Di titik inilah energi kerja berubah menjadi energi pelayanan. Yang menarik, banyak persoalan mental health pada Gen Z sebenarnya berawal dari ketidaksesuaian antara potensi dengan lingkungan. Mereka ditempatkan pada pekerjaan yang tidak sesuai, dipimpin dengan cara yang tidak cocok, atau dinilai dengan standar yang tidak menghargai kekuatan unik mereka. Akibatnya muncul stres, disengagement, dan kehilangan makna dalam bekerja. Jika ingin membangun tim service yang kuat dari Generasi Z, mulailah dengan mengenali bakat mereka sebelum menuntut performa mereka. Sebab pelayanan yang luar biasa tidak lahir dari tekanan, tetapi dari kekuatan yang dikenali, dikembangkan, dan diarahkan untuk memberi nilai bagi pelanggan. Ketika orang bekerja sesuai kekuatannya, mereka bukan hanya melayani lebih baik, tetapi juga bertumbuh menjadi versi terbaik dirinya. #INISIATIF

KNOCKOUT ROUND ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ๐Ÿ†๐Ÿ”ฅ
KNOCKOUT ROUND ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ๐Ÿ†๐Ÿ”ฅ

๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” 2๏ธโƒฃ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ”  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Brazil akan menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Selasa (30/
๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” 2๏ธโƒฃ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ”  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Brazil akan menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Selasa (30/6) pukul 00.00 WIB. Pertandingan ini akan menjadi ujian besar bagi Jepang yang berambisi menyingkirkan salah satu kandidat juara. Brazil datang dengan status juara Grup C dan membawa reputasi sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Sementara itu, Jepang melangkah ke fase gugur sebagai runner-up Grup F setelah menunjukkan konsistensi melawan lawan-lawan tangguh.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Tim jagoanmu, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 2 (dua) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat ๐Ÿค” Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 21.00 WIB ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF #WorldCup2026