Al Ilmoe
© Koreksi & masukan: +62 853-6176-8769 Saluran telegram Al-Ilmu adalah media untuk berbagi ilmu, poster dakwah, fatwa dan nukilan islamiyah ilmiah yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah sesuai dengan faham salafus shalih. #berilmusebelumberamal
Show more📈 Analytical overview of Telegram channel Al Ilmoe
Channel Al Ilmoe (@alilmoe) in the Indonesian language segment is an active participant. Currently, the community unites 15 222 subscribers, ranking 5 574 in the Religion & Spirituality category and 4 422 in the Indonesia region.
📊 Audience metrics and dynamics
Since its creation on невідомо, the project has demonstrated rapid growth, gathering an audience of 15 222 subscribers.
According to the latest data from 06 September, 2026, the channel demonstrates stable activity. Although there has been a change in the number of participants by -108 over the last 30 days and by -6 over the last 24 hours, overall reach remains high.
- Verification status: Not verified
- Engagement rate (ER): The average audience engagement rate is 16.59%. Within the first 24 hours after publication, content typically collects 6.80% reactions from the total number of subscribers.
- Post reach: On average, each post receives 2 525 views. Within the first day, a publication typically gains 1 035 views.
- Reactions and interaction: The audience actively supports content: the average number of reactions per post is 21.
- Thematic interests: Content is focused on key topics such as а┈┈┈┈•✿❁, shalat, manusia, مِنْ, syaikh.
📝 Description and content policy
The author describes the resource as a platform for expressing subjective opinions:
“© Koreksi & masukan:
+62 853-6176-8769
Saluran telegram Al-Ilmu adalah media untuk berbagi ilmu, poster dakwah, fatwa dan nukilan islamiyah ilmiah yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah sesuai dengan faham salafus shalih.
#berilmusebelumberama...”
Thanks to the high frequency of updates (latest data received on 07 September, 2026), the channel maintains relevance and a high level of publication reach. Analytics show that the audience actively interacts with content, making it an important point of influence in the Religion & Spirituality category.
Fatwa Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu ta‘ala📬 Pertanyaan : حكم قول بعضهم : ( ذهبنا وزرنا بلاد المسلمين وجدنا المسلمين ولم نجد الإسلام، وزرنا بلاد الغربيين ولم نجد المسلمين ولكن وجدنا عندهم الإسلام ! ) 'Apa Hukum perkataan sebagian orang: 'Kami pergi ke negeri-negeri kaum muslimin, kami dapati kaum muslimin tetapi kami tidak mendapati Islam. Dan kami pergi ke negeri-negeri orang Barat, kami tidak mendapati kaum muslimin tetapi kami mendapati Islam di sana!' 🔖 Jawaban Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullahu ta‘ala : هذا كلام لا يجوز ! هذا أول من نسب إليه هذا الكلام محمد عبده مفتي مصر في وقته، هو اللي نسب إليه هذا الكلام والله المستعان ؛ المسلمون خير من الكفار مهما كانوا ولو ضعفوا ، ولو المسلم الفاسق حتى الفاسق الفاسق العاصي خير من الكافر، فلا يفضل الكافر على المسلم أبداً ولا يجوز هذا. نعم . 'Ucapan ini tidak boleh! Orang pertama yang disandarkan ucapan ini kepadanya adalah Muhammad Abduh, Mufti Mesir pada masanya. Dialah yang dinisbatkan perkataan ini kepadanya, wallahul musta‘an (Allah-lah tempat memohon pertolongan). Kaum muslimin lebih baik daripada orang-orang kafir, bagaimanapun keadaan mereka, meskipun mereka lemah. Bahkan seorang muslim yang fasik, meskipun sangat fasik dan banyak maksiat, tetap lebih baik daripada orang kafir. Maka tidak boleh mengutamakan orang kafir atas orang muslim sama sekali, dan hal itu tidak diperbolehkan. Ya. 📚
Sumber : Kajian tentang al-Wala’ wal-Bara’ (8 Muharram 1433 H).•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 📲 Telegram alilmoe: https://t.me/alilmoe 📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM= 📲 WA alilmoe: https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b 🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ، فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا “Apabila salah seorang di antara kalian memperbaiki Islamnya, maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan dicatat baginya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Sedangkan setiap keburukan yang dilakukannya akan dicatat baginya semisalnya.” HR. Al-Bukhari no. 42 dan Muslim no. 129, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Hadits ini menunjukkan bahwa seorang muslim tidak hanya dituntut memperbanyak amal, tetapi juga terus memperbaiki keislamannya melalui ketaatan dan amal yang ia kerjakan. Ketika Islam seseorang semakin baik, kebaikan apa pun yang ia lakukan tidak disia-siakan. Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Sudah seharusnya kita tidak menunggu “amalan besar” dahulu untuk tergerak melakukan suatu kebaikan. Terkadang kita justru lalai dan mengabaikan kebaikan-kebaikan sederhana yang terbuka lebar di hadapan kita: bersedekah dengan menunggu kaya, membaca Al-Qur’an dengan menunggu waktu yang tepat, menghadiri kajian dengan menunggu kajian yang ramai, atau membantu orang lain dengan menunggu diri merasa cukup. Padahal, kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang Allah jadikan sebab bertambahnya pahala kita. Mungkin sudah saatnya kita berhenti sejenak dan bertanya:
Sudah berapa banyak kesempatan untuk beramal yang kita tunda hanya karena menunggu kebaikan yang kita anggap lebih besar?Maka, jangan menunggu amal yang besar untuk mulai berbuat baik. Kerjakan kebaikan yang ada di hadapan kita, sekecil apa pun, dan teruslah memperbaiki keislaman kita. Allah ‘azza wa jalla berfirman: ﴿إِنَّهُۥ مَن یَتَّقِ وَیَصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ ٩٠﴾ “Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” QS. Yusuf [12]: 90.
إذا أظمأتك أكف اللئام وكفتك القناعة شبعاً وريّا فكن رجلا رجله في الثرى وهامة همته في الثريا أبياً لنائل ذي ثروة تراه بما في يديه أبيا فإن إراقة ماءَ الحياة دون إراقة ماء المحيا “Jika tangan orang-orang kikir membuatmu kehausan, maka qana‘ah telah mencukupimu dengan rasa kenyang dan menghilangkan dahagamu. Jadilah seorang lelaki yang kedua kakinya berpijak di tanah, tetapi puncak cita-citanya melambung tinggi hingga ke bintang Tsurayya. Jadilah orang yang menjaga kehormatan dirinya, tidak mengharapkan pemberian dari orang kaya yang enggan memberikan apa yang ada di tangannya. Sebab, menumpahkan darah kehidupan (hilangnya nyawa) lebih ringan daripada menumpahkan air muka (hilangnya kehormatan diri).” 📚
Sumber: Siyar A‘lām an-Nubalā’, 17/447.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
📲 Telegram alilmoe:
https://t.me/alilmoe
📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM=
📲 WA alilmoe:
https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b
🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/Sumber : Jāmi‘ul ‘Ulūm wal-Ḥikam, hlm. 462.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
📲 Telegram alilmoe:
https://t.me/alilmoe
📟 Instagram al_ilmoe: https://instagram.com/al_ilmoe?igshid=ZDdkNTZiNTM=
📲 WA alilmoe:
https://whatsapp.com/channel/0029VaGNWYLDJ6H6tfpwSh0b
🌐 Website alilmoe : https://alilmoe.com/