uz
Feedback
Pendidikan Merdeka Belajar

Pendidikan Merdeka Belajar

Kanalga Telegram’da o‘tish

Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung

Ko'proq ko'rsatish
2 859
Obunachilar
-124 soatlar
-77 kunlar
-4730 kunlar
Postlar arxiv
📚✨ *Cerita dari Kelas #CDK3* "Setiap Anak Punya Kisah untuk Dibagikan" Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui c
📚✨ *Cerita dari Kelas #CDK3* "Setiap Anak Punya Kisah untuk Dibagikan" Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui cerita, anak-anak belajar mengamati, bertanya, berimajinasi, dan memahami dunia di sekitarnya. Mari bergabung dalam “Cerita dari Kelas”, sebuah kegiatan seru yang menghadirkan kisah-kisah inspiratif, kreativitas, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. Yuuk catat dulu: 🗓️ Sabtu, 13 Juni 2026 📍 Perpustakaan Hanoman ⏰ 09.00–12.00 WIB 💰 Kontribusi: Rp15.000,- 🤩 Terbuka untuk Umum. Bersama, kita merayakan rasa ingin tahu, keberanian bercerita, dan sukacita belajar. Karena setiap anak adalah penulis dari kisah hebatnya sendiri. 🌱📖💛 Pendaftaran: 0897-1747-788

*Survei Guru dan Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran guru dalam praktik pembelajaran dan kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai guru dan pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Jumat, 29 Mei 👉 Survei Guru Ringkas https://forms.gle/WkCaQrnYPJXvmVcb8 👉 Survei Kepala Sekolah Ringkas https://forms.gle/sVBMGHxBXjEcumv4A Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Bagaimana gambaran praktik pembelajaran mendalam? Bagaimana bentuk dukungan terhadap praktik pembelajaran mendalam? Isi dan pelajari 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6

*Survei Guru dan Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran guru dalam praktik pembelajaran dan kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai guru dan pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Jumat, 29 Mei 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Menurut Bukik, penerimaan murid baru untuk tingkat pendidikan dasar semestinya memang dilakukan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan, bukan oleh sekolah secara mandiri. Selain itu, ia menilai semua anak yang memenuhi kriteria usia di suatu wilayah, wajib diterima, kemudian didistribusikan ke sekolah negeri atau swasta yang dibiayai pemerintah. Bukik menyebut, ketika penerimaan murid baru jadi urusan daerah, maka potensi diskriminasi dan seleksi berbasis kemampuan bisa diminimalkan. Sehingga, sekolah tidak punya kewenangan mempertimbangkan kesiapan sebagai syarat masuk, melainkan pemda menyediakan asesmen psikolog. Asesmen ini juga bukan sebagai alat seleksi, tetapi peta awal untuk menyesuaikan pendampingan. Baca artikel detikedu, "Kata Ahli, Ini yang Perlu Dilakukan Supaya Anak Siap Masuk SD" selengkapnya https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8503511/kata-ahli-ini-yang-perlu-dilakukan-supaya-anak-siap-masuk-sd.

*Survei Guru dan Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran guru dalam praktik pembelajaran dan kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai guru dan pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Jumat, 29 Mei 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Ketika Bayi Tiga Bulan Mengajari Saya Cara Belajar Bayi tiga bulan mengajari saya bagaimana cara belajar lebih utuh dibandingkan pelatihan yang pernah saya ikuti. Mengurus bayi baru lahir adalah pekerjaan penuh waktu — dan itu terutama pekerjaan isteri saya. Ia yang mengurus Andala dari pagi hingga malam: menyusui, memandikan, mengganti pakaian, menenangkan tangisan. Saya membantu dengan cara yang paling sederhana — menggendong. Saya menggendong Andala — tiga bulan tiga minggu usianya — pada petang dan malam, ketika saya tidak di luar kota. Tubuhnya di dada saya, kepalanya di bahu, napasnya yang pendek-pendek menenangkan sesuatu di kepala saya yang masih penuh urusan kantor. Di saat itulah celotehan itu muncul. Suara-suara kecil — campuran vokal dan desisan — keluar dari mulut mungilnya tanpa pola yang bisa saya kenali. Saya mendengarnya. Tapi seperti mendengar hujan: tahu ada bunyi, tidak perlu memahami artinya. Dengar tapi tidak memahami. Begitulah saya memperlakukan ocehan Andala selama berminggu-minggu. Hingga suatu sore, Andala berbaring di kasur, saya duduk di depannya, menatap matanya. Situasinya santai — ia segar, pakaiannya bersih, tidak ada tangisan yang perlu diselesaikan. Saya iseng mengenalkan kata-kata pendek berirama: kiki kaka, koko keke, anda andi, Andala Pantha. Andala merespons dengan senyum. Bukan senyum kecil — senyum penuh sampai muncul lesung pipi di pipi kirinya. Dan celotehan. Saya ulangi. Ia respons lagi. Tiga kali bolak-balik. Esok harinya saya coba lagi. Hasilnya sama. Di titik itu saya mulai curiga: ini bukan kebetulan. Baca lengkapnya di https://medium.com/p/cb64d2dc4a21

*Survei Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Selasa, 26 Mei ⚡️ Lebih cepat lebih baik — survei akan ditutup begitu jumlah responden mencukupi 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏 *Survei Guru tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang praktik pembelajaran di kelas — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan mengajar sehari-hari. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan di kelas. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Selasa, 26 Mei ⚡️ Lebih cepat lebih baik — survei akan ditutup begitu jumlah responden mencukupi 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Ocehan Bayi yang Memimpin Bayi tiga bulan mengajari saya bagaimana cara belajar lebih utuh dibandingkan pelatihan yang pernah saya ikuti. https://medium.com/@bukik/ocehan-bayi-yang-memimpin-cb64d2dc4a21

AI tidak akan menggantikan guru. Tapi AI bisa membantu guru keluar dari rutinitas yang melelahkan dan kembali fokus pada pembelajaran yang bermakna. Lewat perspektif Bukik Setiawan yang merupakan Praktisi Pendidikan Kontekstual sekaligus pengantar pakar dalam buku Brave New Words, kita diingatkan bahwa AI baru benar-benar berguna di tangan guru yang terus belajar: menemukan, merefleksikan, dan menularkan praktik baik Karena di era sekarang, memahami teknologi saja tidak cukup. Kita juga perlu memahami bagaimana kita mengambil peran dalam proses belajar dan mengajar. Baca lengkapnya di https://www.instagram.com/p/DYebQbikfFJ/?igsh=aHQ4MmR3bHRrN3My

Dua Kekhawatiran Guru Kedua kekhawatiran itu muncul hampir setiap hari, tapi hanya satu yang menentukan: kita guru untuk siapa? https://medium.com/@bukik/dua-kekhawatiran-guru-0dd68969ea1b

Topic: Pra-KPI Sesi 2: Membangun Daerah dari Pendidikan: Menguatkan SPM melalui Data dan Kolaborasi Date: 12 May 2026 Time: 1
Topic: Pra-KPI Sesi 2: Membangun Daerah dari Pendidikan: Menguatkan SPM melalui Data dan Kolaborasi Date: 12 May 2026 Time: 14:00 - 23:59 (WIB) Join URL: https://us06web.zoom.us/j/84301042000?pwd=kbNn3qaB8AV0Felxk7eteTAQOuutHQ.1 Meeting ID: 84301042000 Passcode: PraKPI2

Belajarkah Kita dari Kasus Little Aresha? Kasus Little Aresha mengejutkan banyak orang. Tapi bukan karena pelakunya — melainkan karena korbannya. Bukan hanya anak-anak yang diikat tangan dan kakinya di dalam ruangan tertutup itu. Tapi juga orang tua mereka — yang setiap hari mengantar dengan penuh harap, menjemput dengan lega, dan tidak tahu apa yang terjadi di antaranya. Selama berbulan-bulan. Ada yang bertahun-tahun. Bagaimana bisa? Pertanyaan itu mudah diajukan dari luar. Tapi jawabannya hanya bisa ditemukan dari dalam — dari dalam pengalaman orang tua yang menitipkan anaknya, memilih tempatnya, merasakan sinyal-sinyal yang ada, dan tetap tidak bergerak cukup cepat. Tulisan ini mencoba masuk ke sana. Bukan untuk menghakimi. Tapi untuk belajar. Dari sekian banyak kesaksian orang tua korban Little Aresha, kita akan mengikuti satu perjalanan — perjalanan seorang ibu yang kita namai Ibu Pertiwi. Ia bukan satu orang. Ia adalah akumulasi dari banyak suara, banyak momen, banyak keputusan yang terasa masuk akal — sampai semuanya tidak lagi masuk akal. https://medium.com/@bukik/belajarkah-kita-dari-kasus-little-aresha-0f4cefc83a3a

Andai saya Walikota Yogya Andai saya Walikota Yogya, saya sangat merasa bersalah ketika mengetahui ada 53 anak pulang dari daycare dengan tubuh yang layu dan jiwa yang terluka. Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan mengumumkan bahwa Little Aresha beroperasi tanpa izin. Saya akan menyegel pintunya. Saya akan menyiapkan 15 daycare pengganti dan menanggung biayanya sampai akhir semester. Saya akan berdiri di depan kamera dengan wajah prihatin dan berkata bahwa ini tidak boleh terjadi lagi. Dan semua itu benar. Semua itu perlu dilakukan. Tapi semua itu tidak menjawab satu pertanyaan yang lebih menyakitkan: *mengapa saya baru tahu sekarang?* Bukan hanya tentang Little Aresha. Tapi tentang seluruh ekosistem pengasuhan anak yang dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan, tanpa pembinaan, tanpa anggaran — selama bertahun-tahun, persis di depan mata pemerintah kota yang mengaku peduli pada pendidikan. Baca lengkapnya di https://medium.com/@bukik/andai-saya-walikota-yogya-6e0230f5552c

Halo Guru Belajar! Mari hadir dan meriahkan *Belajaraya Jakarta 2026* ✨ Merayakan #KerjaBarengan Untuk Ekosistem Pendidikan ✨
Halo Guru Belajar! Mari hadir dan meriahkan *Belajaraya Jakarta 2026* ✨ Merayakan #KerjaBarengan Untuk Ekosistem Pendidikan ✨ Belajaraya adalah ruang bertemunya para pendidik, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merayakan praktik baik serta menguatkan kolaborasi bagi pendidikan Indonesia. 📅 Sabtu, 2 Mei 2026 ⏰ 09.00 – 22.00 WIB 📍 Taman Ismail Marzuki - Jakarta Pusat 📝 Pendaftaran: 27 April – 1 Mei 2026 🔗 Daftar di: Bit.ly/daftarbelajaraya Hanya untuk domisili Jabodetabek Ajak rekan-rekan guru lainnya dan jadilah bagian dari semangat #KerjaBarengan untuk ekosistem pendidikan yang lebih baik! 🌱

Bahasa Bayi yang Meruntuhkan Gengsi Butuh tangisan bayi tiga bulan untuk mengajarkan saya apa yang tidak pernah diajarkan di bangku kuliah magister psikologi. https://medium.com/@bukik/bahasa-bayi-yang-meruntuhkan-gengsi-0d53ba11e761

Kekerasan seksual sulit hilang karena pendidikan kita masih terlalu sering melindungi yang kuat, dan belum sungguh-sungguh berpihak pada yang rentan," tegas Bukik https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8445955/mengapa-kekerasan-seksual-sulit-hilang-dari-ruang-ruang-pendidikan-di-indonesia

Pendidikan Merdeka Belajar - Telegram kanali @pendidikan statistikasi va tahlili