ar
Feedback
Pendidikan Merdeka Belajar

Pendidikan Merdeka Belajar

الذهاب إلى القناة على Telegram

Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung

إظهار المزيد
2 705
المشتركون
-124 ساعات
-37 أيام
-4130 أيام
أرشيف المشاركات
Akar yang Tidak Pernah Menembus Tanahnya Mengapa sebagian masyarakat berhenti memercayai sekolah — dan mengapa jawaban yang paling sering diberikan justru menjauhkan kita dari penyelesaiannya? https://www.linkedin.com/pulse/akar-yang-tidak-pernah-menembus-tanahnya-bukik-setiawan-xylwc

Sampai ke Langit-Langit Tempurung: Ketika Tuntas Dikira Kompeten Mengapa rapor murid yang tinggi dan ujian yang menentukan masa depan mereka bisa sama-sama menyembunyikan kompetensi yang belum benar-benar terbentuk? https://www.linkedin.com/pulse/sampai-ke-langit-langit-tempurung-ketika-tuntas-dikira-bukik-setiawan-sw3cc/

JELAJAH EDUKASI DASAR (JED) 2026 “Impian dari Yogyakarta: Dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Pendidikan” Yayasan Dinamika Eduk
JELAJAH EDUKASI DASAR (JED) 2026 “Impian dari Yogyakarta: Dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Pendidikan” Yayasan Dinamika Edukasi Dasar mengundang para pelaku dan pemerhati pendidikan untuk bertemu, berbagi pengalaman, dan menumbuhkan gagasan baru bagi masa depan pendidikan Indonesia melalui kegiatan Gelar Wicara, Seminar dan Workshop yang akan diselenggarakan pada: Sabtu, 19 September 2026 08.00–16.00 WIB Kompleks Sekolah Eksperimental Mangunan, Cupuwatu, Sleman (Tersedia juga secara daring melalui Zoom Meeting) Kontribusi peserta: •⁠ ⁠Luring: Rp75.000 •⁠ ⁠Daring: Rp50.000 Pendaftaran Luring: https://bit.ly/JED2026Luring Pendaftaran Daring: https://bit.ly/JED2026Daring Pilihan seminar dan workshop hanya untuk kegiatan luring. Mari hadir dan menjadi bagian dari ruang belajar bersama menegaskan pendidikan yang memanusiakan untuk masa depan Indonesia. Informasi lebih lanjut: 0821-7368-394 atau 0857-4322-0094

Pendaftaran diperpanjang!!! 🔥 *Bapak/Ibu guru terus belajar. Tapi, sudah tahu ada di level kompetensi mana?* Setiap perjalanan belajar tentu membawa perkembangan. Tapi, pernahkah Bapak/Ibu berhenti sejenak untuk melihat *sudah sampai di level mana kompetensinya?* Lewat *Cerdas Cermat Guru Daring*, Bapak/Ibu bisa mendapatkan gambaran level kompetensi guru sekaligus *piagam pengakuan level kompetensi*. 👥 1 tim = 3 guru lintas jenjang atau jenjang yang sama 💰 Rp150.000/tim 📅 12 September 2026 ⏰ Pendaftaran sampai 10 September 2026 Ajak 2 teman guru dan *cari tahu level kompetensi kalian bersama.* 🔥 🔗 *s.id/daftarccgdaring* Kalau menurut Bapak/Ibu menarik, boleh share ke grup guru lainnya. 🙌

Mencicipi Tanpa Mengubah Resep: Ketika Data Berhenti di Titik Pengumpulan Mengapa data penilaian yang dikumpulkan dengan rajin tidak mengubah proses apa pun? https://www.linkedin.com/pulse/mencicipi-tanpa-mengubah-resep-ketika-data-berhenti-di-bukik-setiawan-fsy1c

Guru Mendorong, Murid Menumpang dan Pembelajaran yang Jalan di Tempat Mengapa kelas dan program donor sama-sama sibuk, tapi pembelajarannya jalan di tempat? https://www.linkedin.com/pulse/guru-mendorong-murid-menumpang-dan-pembelajaran-yang-jalan-setiawan-9xtuc

Budaya Hore-hore yang Belum Saya Tanyai Sebelum saya sempat bertanya apa-apa, kepala saya sudah dikalungi budaya hore-hore — dan saya baru tahu itu namanya belakangan. https://medium.com/@bukik/budaya-hore-hore-yang-belum-saya-tanyai-f356606ff685?sharedUserId=bukik

Mengapa Menulis Community First Kami telah terjun dalam dunia pendidikan lebih dari 27 tahun, berawal di Sekolah Cikal hingga pada tahun 2016 berdiri menjadi Guru Belajar Foundation. Kami mencapai sejumlah keberhasilan, sebagaimana kami mendapatkan pelajaran dari sejumlah kegagalan. Dari kegiatan pelatihan guru, menjadi program peningkatan kapasitas yang lebih kompleks, hingga menjadi pengorganisasian komunitas yang lebih berdaya. Hingga saat ini, kami telah mendampingi puluhan ribu guru belajar di lebih dari 200 daerah di Indonesia dengan beragam level keberdayaan. Perluasan dampak melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Guru dan Temu Pendidik Nusantara pun telah mendapatkan rekognisi global sebagai 10 finalis UNESCO-Hamdan Prize for Teacher Development. Dari perjalanan panjang tersebut, kami mengenali sejumlah pola yang bertahan dalam ekosistem pendidikan dari waktu ke waktu. Ada pola yang menghasilkan keberhasilan dan terus merawat peningkatan. Ada pola yang menghasilkan kegagalan meski seringkali bisa dikemas sebagai keberhasilan. Sebagaimana komitmen kami dalam pembelajaran berpihak pada anak, maka komitmen kami dalam pendidikan adalah berpihak pada komunitas. Apabila selama ini program lebih dipandang dari sudut pandang manajemen, kami menggeser lensanya menjadi sudut pandang komunitas. Karena komunitas bukan hanya penerima manfaat, tapi penggerak sesungguhnya dari misi yang dibawa oleh program. Oleh karena itu, kami mencetuskan buletin Community First di LinkedIn — untuk menyajikan wawasan dari sudut pandang komunitas. Harapannya, ketika manajemen program, baik CSR maupun lembaga filantropi, mendapatkan wawasan ini, akan lahir program yang lebih berdampak dan berkelanjutan. Enam artikel yang telah terbit sejauh ini sebenarnya berputar di satu titik yang sama: yang selama ini dirawat sebagai keberhasilan sering kali hanyalah kepatuhan pada logika program — bukan pada kebutuhan komunitas yang bergerak jauh lebih lambat dan tidak selalu linear. Enam pola ini baru diagnosis. Dari sinilah kami sedang menyusun langkah berikutnya — bagaimana pola-pola ini bisa dijawab, bukan sekadar dikenali. Dan untuk sampai ke sana, kami butuh satu hal yang tidak bisa kami dapatkan dari refleksi internal saja: sudut pandang Anda sebagai pembaca yang mengalami langsung ekosistem ini dari posisi yang berbeda-beda. Caranya sederhana. Dari enam artikel di atas, pilih satu yang paling terasa dekat dengan yang pernah Anda alami atau amati — lalu jawab di kolom komentar: Kenapa artikel itu yang paling terasa dekat bagi Anda? Apa yang menurut Anda masih perlu ditambahkan atau diperbaiki dari artikel tersebut? Jawaban paling tajam dan reflektif — baik yang mengafirmasi maupun yang mengoreksi — akan kami pilih untuk mendapatkan buku terbitan GBF, sebagai tanda terima kasih. Batas menjawab: 10 Agustus. Kami menunggu sudut pandang Anda di https://www.linkedin.com/pulse/mengapa-menulis-community-first-bukik-setiawan-2ir9c

Mengapa Miskonsepsi Manajemen Berbasis Sekolah Dirawat Dua Dekade Lebih? Sebuah miskonsepsi bisa bertahan dua dekade lebih bukan karena tidak terlihat, tapi karena semua pihak punya alasan untuk tidak melihatnya. https://www.linkedin.com/pulse/mengapa-miskonsepsi-manajemen-berbasis-sekolah-dirawat-bukik-setiawan-egx9c

Mengapa Peningkatan Kapasitas yang Berulang Tidak Selalu Memperbesar Dampak pada Komunitas? Portofolio proyeknya terus bertambah, kemampuan mengelolanya terus meningkat — tapi daya pengaruh organisasi terhadap perubahan yang sebenarnya berhenti di titik yang sama selama bertahun-tahun. https://www.linkedin.com/pulse/mengapa-peningkatan-kapasitas-yang-berulang-tidak-selalu-setiawan-3lx9c

Membaca yang Ternyata Bukan Milik Saya Andala menoleh ke arah buku, lalu menatap ibunya, seperti memastikan sesuatu sebelum menoleh lagi ke halaman yang sedang dibuka. https://medium.com/@bukik/membaca-yang-ternyata-bukan-milik-saya-a18cd65effa7

Proyek selesai dengan baik, tapi bagaimana ekosistemnya? Semakin disiplin sebuah proyek mengikuti logikanya sendiri, semakin jauh hasilnya dari ekosistem yang ingin dibangunnya. https://www.linkedin.com/pulse/proyek-selesai-dengan-baik-tapi-bagaimana-bukik-setiawan-xhpvc

When a program ends, why does the impact leave with it? Many education programs end with strong evaluations, yet a year later most of their impact is gone — and this is not a failure of implementation, but a hidden assumption about agency that needs re-examining. https://www.linkedin.com/pulse/when-program-ends-why-does-impact-leave-yayasangurubelajar-ukqse/

*Mengapa intervensi paling komprehensif justru paling berisiko gagal?* Bukan karena cakupannya terlalu luas — tapi karena luasnya itu jarang diuji terhadap kapasitas nyata yang akan menjalankannya. https://www.linkedin.com/pulse/mengapa-intervensi-paling-komprehensif-justru-gagal-bukik-setiawan-h0cxe

Mengapa intervensi yang berhasil di satu tempat sering gagal di tempat lain? Bukan selalu karena intervensinya salah — tapi lebih karena kondisi yang membuatnya berhasil hampir tidak pernah ikut pindah. https://www.linkedin.com/pulse/mengapa-intervensi-yang-berhasil-di-satu-tempat-sering-bukik-setiawan-m7ebc

Tanggung jawab baru, buletin baru. Sedang persiapan akhir, artikel pertama akan terbit minggu depan. Harapannya, menyediakan sudut pandang berbeda dalam memandang filantropi pendidikan. Silahkan berlangganan di LinkedIn https://www.linkedin.com/build-relation/newsletter-follow?entityUrn=7470530895071010816

📚✨ *Cerita dari Kelas #CDK3* "Setiap Anak Punya Kisah untuk Dibagikan" Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui c
📚✨ *Cerita dari Kelas #CDK3* "Setiap Anak Punya Kisah untuk Dibagikan" Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui cerita, anak-anak belajar mengamati, bertanya, berimajinasi, dan memahami dunia di sekitarnya. Mari bergabung dalam “Cerita dari Kelas”, sebuah kegiatan seru yang menghadirkan kisah-kisah inspiratif, kreativitas, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. Yuuk catat dulu: 🗓️ Sabtu, 13 Juni 2026 📍 Perpustakaan Hanoman ⏰ 09.00–12.00 WIB 💰 Kontribusi: Rp15.000,- 🤩 Terbuka untuk Umum. Bersama, kita merayakan rasa ingin tahu, keberanian bercerita, dan sukacita belajar. Karena setiap anak adalah penulis dari kisah hebatnya sendiri. 🌱📖💛 Pendaftaran: 0897-1747-788

*Survei Guru dan Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran guru dalam praktik pembelajaran dan kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai guru dan pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Jumat, 29 Mei 👉 Survei Guru Ringkas https://forms.gle/WkCaQrnYPJXvmVcb8 👉 Survei Kepala Sekolah Ringkas https://forms.gle/sVBMGHxBXjEcumv4A Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏