ch
Feedback
Pendidikan Merdeka Belajar

Pendidikan Merdeka Belajar

前往频道在 Telegram

Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung

显示更多
2 820
订阅者
无数据24 小时
-137
-4930
帖子存档
When a program ends, why does the impact leave with it? Many education programs end with strong evaluations, yet a year later most of their impact is gone — and this is not a failure of implementation, but a hidden assumption about agency that needs re-examining. https://www.linkedin.com/pulse/when-program-ends-why-does-impact-leave-yayasangurubelajar-ukqse/

*Mengapa intervensi paling komprehensif justru paling berisiko gagal?* Bukan karena cakupannya terlalu luas — tapi karena luasnya itu jarang diuji terhadap kapasitas nyata yang akan menjalankannya. https://www.linkedin.com/pulse/mengapa-intervensi-paling-komprehensif-justru-gagal-bukik-setiawan-h0cxe

Mengapa intervensi yang berhasil di satu tempat sering gagal di tempat lain? Bukan selalu karena intervensinya salah — tapi lebih karena kondisi yang membuatnya berhasil hampir tidak pernah ikut pindah. https://www.linkedin.com/pulse/mengapa-intervensi-yang-berhasil-di-satu-tempat-sering-bukik-setiawan-m7ebc

Tanggung jawab baru, buletin baru. Sedang persiapan akhir, artikel pertama akan terbit minggu depan. Harapannya, menyediakan sudut pandang berbeda dalam memandang filantropi pendidikan. Silahkan berlangganan di LinkedIn https://www.linkedin.com/build-relation/newsletter-follow?entityUrn=7470530895071010816

📚✨ *Cerita dari Kelas #CDK3* "Setiap Anak Punya Kisah untuk Dibagikan" Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui c
📚✨ *Cerita dari Kelas #CDK3* "Setiap Anak Punya Kisah untuk Dibagikan" Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui cerita, anak-anak belajar mengamati, bertanya, berimajinasi, dan memahami dunia di sekitarnya. Mari bergabung dalam “Cerita dari Kelas”, sebuah kegiatan seru yang menghadirkan kisah-kisah inspiratif, kreativitas, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. Yuuk catat dulu: 🗓️ Sabtu, 13 Juni 2026 📍 Perpustakaan Hanoman ⏰ 09.00–12.00 WIB 💰 Kontribusi: Rp15.000,- 🤩 Terbuka untuk Umum. Bersama, kita merayakan rasa ingin tahu, keberanian bercerita, dan sukacita belajar. Karena setiap anak adalah penulis dari kisah hebatnya sendiri. 🌱📖💛 Pendaftaran: 0897-1747-788

*Survei Guru dan Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran guru dalam praktik pembelajaran dan kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai guru dan pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Jumat, 29 Mei 👉 Survei Guru Ringkas https://forms.gle/WkCaQrnYPJXvmVcb8 👉 Survei Kepala Sekolah Ringkas https://forms.gle/sVBMGHxBXjEcumv4A Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Bagaimana gambaran praktik pembelajaran mendalam? Bagaimana bentuk dukungan terhadap praktik pembelajaran mendalam? Isi dan pelajari 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6

*Survei Guru dan Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran guru dalam praktik pembelajaran dan kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai guru dan pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Jumat, 29 Mei 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Menurut Bukik, penerimaan murid baru untuk tingkat pendidikan dasar semestinya memang dilakukan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan, bukan oleh sekolah secara mandiri. Selain itu, ia menilai semua anak yang memenuhi kriteria usia di suatu wilayah, wajib diterima, kemudian didistribusikan ke sekolah negeri atau swasta yang dibiayai pemerintah. Bukik menyebut, ketika penerimaan murid baru jadi urusan daerah, maka potensi diskriminasi dan seleksi berbasis kemampuan bisa diminimalkan. Sehingga, sekolah tidak punya kewenangan mempertimbangkan kesiapan sebagai syarat masuk, melainkan pemda menyediakan asesmen psikolog. Asesmen ini juga bukan sebagai alat seleksi, tetapi peta awal untuk menyesuaikan pendampingan. Baca artikel detikedu, "Kata Ahli, Ini yang Perlu Dilakukan Supaya Anak Siap Masuk SD" selengkapnya https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8503511/kata-ahli-ini-yang-perlu-dilakukan-supaya-anak-siap-masuk-sd.

*Survei Guru dan Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru dan Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran guru dalam praktik pembelajaran dan kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai guru dan pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Jumat, 29 Mei 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Ketika Bayi Tiga Bulan Mengajari Saya Cara Belajar Bayi tiga bulan mengajari saya bagaimana cara belajar lebih utuh dibandingkan pelatihan yang pernah saya ikuti. Mengurus bayi baru lahir adalah pekerjaan penuh waktu — dan itu terutama pekerjaan isteri saya. Ia yang mengurus Andala dari pagi hingga malam: menyusui, memandikan, mengganti pakaian, menenangkan tangisan. Saya membantu dengan cara yang paling sederhana — menggendong. Saya menggendong Andala — tiga bulan tiga minggu usianya — pada petang dan malam, ketika saya tidak di luar kota. Tubuhnya di dada saya, kepalanya di bahu, napasnya yang pendek-pendek menenangkan sesuatu di kepala saya yang masih penuh urusan kantor. Di saat itulah celotehan itu muncul. Suara-suara kecil — campuran vokal dan desisan — keluar dari mulut mungilnya tanpa pola yang bisa saya kenali. Saya mendengarnya. Tapi seperti mendengar hujan: tahu ada bunyi, tidak perlu memahami artinya. Dengar tapi tidak memahami. Begitulah saya memperlakukan ocehan Andala selama berminggu-minggu. Hingga suatu sore, Andala berbaring di kasur, saya duduk di depannya, menatap matanya. Situasinya santai — ia segar, pakaiannya bersih, tidak ada tangisan yang perlu diselesaikan. Saya iseng mengenalkan kata-kata pendek berirama: kiki kaka, koko keke, anda andi, Andala Pantha. Andala merespons dengan senyum. Bukan senyum kecil — senyum penuh sampai muncul lesung pipi di pipi kirinya. Dan celotehan. Saya ulangi. Ia respons lagi. Tiga kali bolak-balik. Esok harinya saya coba lagi. Hasilnya sama. Di titik itu saya mulai curiga: ini bukan kebetulan. Baca lengkapnya di https://medium.com/p/cb64d2dc4a21

*Survei Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Selasa, 26 Mei ⚡️ Lebih cepat lebih baik — survei akan ditutup begitu jumlah responden mencukupi 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏 *Survei Guru tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang praktik pembelajaran di kelas — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan mengajar sehari-hari. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan di kelas. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Selasa, 26 Mei ⚡️ Lebih cepat lebih baik — survei akan ditutup begitu jumlah responden mencukupi 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Ocehan Bayi yang Memimpin Bayi tiga bulan mengajari saya bagaimana cara belajar lebih utuh dibandingkan pelatihan yang pernah saya ikuti. https://medium.com/@bukik/ocehan-bayi-yang-memimpin-cb64d2dc4a21

AI tidak akan menggantikan guru. Tapi AI bisa membantu guru keluar dari rutinitas yang melelahkan dan kembali fokus pada pembelajaran yang bermakna. Lewat perspektif Bukik Setiawan yang merupakan Praktisi Pendidikan Kontekstual sekaligus pengantar pakar dalam buku Brave New Words, kita diingatkan bahwa AI baru benar-benar berguna di tangan guru yang terus belajar: menemukan, merefleksikan, dan menularkan praktik baik Karena di era sekarang, memahami teknologi saja tidak cukup. Kita juga perlu memahami bagaimana kita mengambil peran dalam proses belajar dan mengajar. Baca lengkapnya di https://www.instagram.com/p/DYebQbikfFJ/?igsh=aHQ4MmR3bHRrN3My

Dua Kekhawatiran Guru Kedua kekhawatiran itu muncul hampir setiap hari, tapi hanya satu yang menentukan: kita guru untuk siapa? https://medium.com/@bukik/dua-kekhawatiran-guru-0dd68969ea1b

Topic: Pra-KPI Sesi 2: Membangun Daerah dari Pendidikan: Menguatkan SPM melalui Data dan Kolaborasi Date: 12 May 2026 Time: 1
Topic: Pra-KPI Sesi 2: Membangun Daerah dari Pendidikan: Menguatkan SPM melalui Data dan Kolaborasi Date: 12 May 2026 Time: 14:00 - 23:59 (WIB) Join URL: https://us06web.zoom.us/j/84301042000?pwd=kbNn3qaB8AV0Felxk7eteTAQOuutHQ.1 Meeting ID: 84301042000 Passcode: PraKPI2

Belajarkah Kita dari Kasus Little Aresha? Kasus Little Aresha mengejutkan banyak orang. Tapi bukan karena pelakunya — melainkan karena korbannya. Bukan hanya anak-anak yang diikat tangan dan kakinya di dalam ruangan tertutup itu. Tapi juga orang tua mereka — yang setiap hari mengantar dengan penuh harap, menjemput dengan lega, dan tidak tahu apa yang terjadi di antaranya. Selama berbulan-bulan. Ada yang bertahun-tahun. Bagaimana bisa? Pertanyaan itu mudah diajukan dari luar. Tapi jawabannya hanya bisa ditemukan dari dalam — dari dalam pengalaman orang tua yang menitipkan anaknya, memilih tempatnya, merasakan sinyal-sinyal yang ada, dan tetap tidak bergerak cukup cepat. Tulisan ini mencoba masuk ke sana. Bukan untuk menghakimi. Tapi untuk belajar. Dari sekian banyak kesaksian orang tua korban Little Aresha, kita akan mengikuti satu perjalanan — perjalanan seorang ibu yang kita namai Ibu Pertiwi. Ia bukan satu orang. Ia adalah akumulasi dari banyak suara, banyak momen, banyak keputusan yang terasa masuk akal — sampai semuanya tidak lagi masuk akal. https://medium.com/@bukik/belajarkah-kita-dari-kasus-little-aresha-0f4cefc83a3a