uk
Feedback
Renungan Harian Ps Steven Agustinus

Renungan Harian Ps Steven Agustinus

Відкрити в Telegram
862
Підписники
Немає даних24 години
-17 днів
+230 день

Триває завантаження даних...

Залучення підписників
липень '26
липень '26
+3
в 0 каналах
червень '26
+10
в 0 каналах
Get PRO
травень '26
+9
в 0 каналах
Get PRO
квітень '26
+8
в 0 каналах
Get PRO
березень '26
+9
в 0 каналах
Get PRO
лютий '26
+9
в 0 каналах
Get PRO
січень '26
+3
в 0 каналах
Get PRO
грудень '25
+5
в 0 каналах
Get PRO
листопад '25
+22
в 0 каналах
Get PRO
жовтень '25
+5
в 0 каналах
Get PRO
вересень '25
+4
в 0 каналах
Get PRO
серпень '25
+4
в 0 каналах
Get PRO
липень '25
+4
в 0 каналах
Get PRO
червень '25
+3
в 0 каналах
Get PRO
травень '25
+5
в 0 каналах
Get PRO
квітень '25
+2
в 0 каналах
Get PRO
березень '25
+6
в 0 каналах
Get PRO
лютий '25
+4
в 0 каналах
Get PRO
січень '25
+3
в 0 каналах
Get PRO
грудень '24
+10
в 0 каналах
Get PRO
листопад '24
+36
в 0 каналах
Get PRO
жовтень '24
+50
в 0 каналах
Get PRO
вересень '24
+31
в 0 каналах
Get PRO
серпень '24
+25
в 0 каналах
Get PRO
липень '24
+44
в 0 каналах
Get PRO
червень '24
+40
в 0 каналах
Get PRO
травень '24
+37
в 0 каналах
Get PRO
квітень '24
+44
в 0 каналах
Get PRO
березень '24
+46
в 0 каналах
Get PRO
лютий '24
+20
в 0 каналах
Get PRO
січень '24
+22
в 0 каналах
Get PRO
грудень '23
+7
в 0 каналах
Get PRO
листопад '23
+9
в 0 каналах
Get PRO
жовтень '23
+29
в 0 каналах
Get PRO
вересень '23
+16
в 0 каналах
Get PRO
серпень '23
+13
в 0 каналах
Get PRO
липень '23
+18
в 0 каналах
Get PRO
червень '23
+16
в 0 каналах
Get PRO
травень '23
+31
в 0 каналах
Get PRO
квітень '23
+17
в 0 каналах
Get PRO
березень '23
+23
в 0 каналах
Get PRO
лютий '23
+37
в 0 каналах
Get PRO
січень '23
+27
в 0 каналах
Get PRO
грудень '22
+18
в 0 каналах
Get PRO
листопад '22
+31
в 0 каналах
Get PRO
жовтень '22
+33
в 0 каналах
Get PRO
вересень '22
+21
в 0 каналах
Get PRO
серпень '22
+25
в 0 каналах
Get PRO
липень '22
+18
в 0 каналах
Get PRO
червень '22
+11
в 0 каналах
Get PRO
травень '22
+19
в 0 каналах
Get PRO
квітень '22
+15
в 0 каналах
Get PRO
березень '22
+10
в 0 каналах
Get PRO
лютий '22
+13
в 0 каналах
Get PRO
січень '22
+18
в 0 каналах
Get PRO
грудень '21
+14
в 0 каналах
Get PRO
листопад '21
+13
в 0 каналах
Get PRO
жовтень '21
+13
в 0 каналах
Get PRO
вересень '21
+14
в 0 каналах
Get PRO
серпень '21
+31
в 0 каналах
Get PRO
липень '21
+26
в 0 каналах
Get PRO
червень '21
+917
в 0 каналах
Дата
Залучення підписників
Згадування
Канали
30 липня0
29 липня0
28 липня0
27 липня0
26 липня0
25 липня0
24 липня0
23 липня0
22 липня0
21 липня0
20 липня+1
19 липня0
18 липня0
17 липня0
16 липня0
15 липня0
14 липня0
13 липня0
12 липня+1
11 липня0
10 липня+1
09 липня0
08 липня0
07 липня0
06 липня0
05 липня0
04 липня0
03 липня0
02 липня0
01 липня0
Дописи каналу
2
Penanggulangan: • Mengembangkan kerendahan hati, • Mau ditegur, • Mengingat bahwa semua adalah kasih karunia. Message ini masih akan berlanjut besok. Ps. Steven Agustinus ___ Sekarang juga! Perbaharui hatimu dan temukan realita Tuhan setiap hari! Klik link untuk gabung di renungan harian Ps. Steven Agustinus: https://wa.link/rf63zf
55
3
1 Timotius 4:7 (FAYH) Jangan membuang-buang waktu memperdebatkan hal-hal yang bodoh, takhayul dan dongeng-dongeng yang tidak ada artinya. PERGUNAKANLAH WAKTU DAN TENAGAMU UNTUK MELATIH DIRI SUPAYA ENGKAU TETAP SEHAT SECARA ROHANI. Ayat di atas menyoroti sebuah prinsip penting kehidupan rohani yang sehat tidak terjadi secara otomatis. Paulus memakai gambaran “melatih diri” yang dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata 'gymnazo', yang memiliki arti: Latihan yang terus-menerus, disiplin, dan disengaja. Jadi sebagaimana tubuh dapat terserang penyakit, demikian pula kehidupan rohani dapat mengalami berbagai 'penyakit' yang melemahkan dan merusak kehidupan iman. Berikut beberapa 'penyakit' rohani yang sering menyerang jemaat beserta cara menanggulanginya menurut Alkitab: 1. HATI YANG SUAM-SUAM KUKU. Gejala: • Kehilangan rasa lapar akan Tuhan, • Ibadah menjadi rutinitas, • Tidak lagi peka terhadap suara Roh Kudus. Ayat: Wahyu 3:15-19 (TB) Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Matius 24:12 (TB) Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Penanggulangan: • Bertobat dan kembali kepada kasih yang mula-mula, • Bangun mezbah doa pribadi, • Memperbarui penyembahan dan perenungan firman setiap hari. 2. KEKURANGAN GIZI ROHANI. Gejala: • Jarang membaca firman, • Mudah disesatkan ajaran yang salah, memiliki pemahaman yang keliru, • Tidak memiliki dasar iman yang kuat. Ayat: Matius 4:4 (TB) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 1 Petrus 2:2 (TB) Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, Ibrani 5:12-14 (TB) Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. Penanggulangan: • Renungkan dan perkatakan firman setiap hari, • Belajar doktrin yang sehat, • Mempraktikkan firman, bukan hanya mendengarnya. 3. PENYAKIT KEBANGGAAN ROHANI. Gejala: • Merasa paling benar, • Sulit diajar, • Menghakimi orang lain. Ayat: Yakobus 4:6 (TB) Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Amsal 16:18 (TB) Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Filipi 2:3-5 (TB) dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
46
4
Secara naluriah semua orang pasti memiliki keinginan, ambisi dan cita-cita. Hanya orang yang selama ini hidup dalam tekanan, intimidasi dan tindasanlah yang biasanya sudah tidak lagi memiliki keinginan atau bahkan harapan apa pun. Tapi ketika secara sadar seseorang menyerahkan 'kendali hidup' yang selama ini 'ia pegang' ke tangan Roh Kudus dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk 'ditarik' ke arah kehidupan yang Tuhan inginkan—Agō, yang juga dapat diterjemahkan sebagai dipimpin secara dituntun, untuk membawa sampai ke titik tujuan seperti menuntun seekor binatang, dipimpin dengan cara ditemani hingga tiba di tempat tujuan. Dengan demikian, sesungguhnya orang tersebut sudah 'menjadi milik Tuhan' (Efesus 1:14). 1. SEBAGAI 'MILIK KEPUNYAAN-NYA', TUHAN SENDIRI AKAN MEMPERLAKUKAN KITA SECARA ISTIMEWA. Dia menyebut dan memperlakukan kita sebagai 'biji mata-Nya' (Ulangan 32:10), Dia mengutus para malaikat-Nya untuk menjagai dan melayani kita (Mazmur 91:11-12, Ibrani 1:14), Dia mengondisikan kita untuk dapat hidup sebagai orang yang diberkati (Ulangan 7:12-15, Yeremia 17:7), Dia membuat kita menikmati kehidupan yang berbeda dibanding semua orang lain di bumi ini (Keluaran 33:16, Mazmur 91:7-8, 92:12-15), Dia akan selalu menyertai kita (Matius 1:23, 28:20). 2. KARENA SUDAH MENJADI MILIK KEPUNYAAN TUHAN, KITA HARUS MENDISIPLIN DIRI UNTUK MENGALIHKAN 'FOKUS KEHIDUPAN' YANG SELAMA INI KITA MILIKI DARI BERFOKUS PADA PERASAAN, PIKIRAN, KEBUTUHAN DAN KEINGINAN KITA PRIBADI JADI BERFOKUS PADA HAL-HAL YANG BERASAL DARI ROH: PENYINGKAPAN FIRMAN, AGENDA KERAJAAN, KEBAIKAN TUHAN DAN LAIN-LAIN (MATIUS 6:33, ROMA 8:5, 2 KORINTUS 4:18, KOLOSE 3:1-4). Orang yang sudah menjadi milik kepunyaan Tuhan tetapi tetap berfokus pada kepentingan pribadi, ia tidak akan bisa mendedikasikan kehidupan yang memperkenan hati Bapa (2 Timotius 2:4). Pastikan kita terus belajar mendisiplin diri untuk berfokus melatih diri kita (membangun manusia roh) seperti seorang olahragawan, berfokus untuk terus menabur benih firman dalam batin kita seperti seorang petani dan terus berfokus untuk berjaga-jaga seperti seorang prajurit serta memastikan tidak ada gangguan dari roh-roh dunia dalam kehidupan kita (2 Timotius 2:3-7). 3. PASTIKAN KITA TERUS MENGONDISIKAN DIRI UNTUK SELALU DILINGKUPI OLEH REALITA HADIRATNYA DAN DAMAI SEJAHTERA ILAHINYA. Berdoalah dalam bahasa roh sedemikian rupa sehingga aliran air hidup dalam batin kita akan terus mengalir secara leluasa. Aliran air hidup inilah yang akan membuat kota Allah (diri kita) terus bersuka (Mazmur 46:4-5). Kondisikan untuk berbagai dimensi ilahi terus bekerja melingkupi batin kita. Nature manusia roh kita akan terus tercetak mengikuti dimensi rohani yang secara berkelanjutan bekerja dalam batin kita. Itulah sebabnya dengan sangat cemburu Tuhan berkehendak bahkan cenderung mencari-cari alasan untuk menaruh Roh-Nya atas hidup kita (Yakobus 4:5). Ps. Steven Agustinus ______ Damai sejahtera menanti—jangan tunggu lagi, gabung grup renungan sekarang! 📎 https://wa.link/rf63zf
64
5
Немає тексту...
78
6
Seringkali tanpa disadari kita mendasarkan kebahagiaan dan sukacita kehidupan sehari-hari kita berdasarkan hal-hal yang bersifat eksternal: • Jika semua target kita tercapai sebelum waktunya, • Jika semua urusan selesai dengan baik, • Jika tidak ada ganjalan atau masalah dan lain-lain. Padahal itu semua adalah faktor eksternal yang berkaitan dengan banyak orang sehingga mudah sekali untuk kita jadi kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam hidup kita. 1. PASTIKAN SEBAGAI PEMEGANG KENDALI ATAS HIDUP KITA SENDIRI, KITA MENYERAHKAN KENDALI HIDUP TERSEBUT KE TANGAN ROH KUDUS, BUKAN KE TANGAN 'ORANG BANYAK'. Sesungguhnya, diri kita adalah pemegang kendali atas hidup kita sendiri. Kita 'berkuasa' untuk menetapkan diri kita sendiri apakah kita akan menikmati kebahagiaan atau justru terus hidup dalam duka dan konflik batin. Tapi dengan terus memegang kendali atas hidup kita sendiri hanya akan mengondisikan diri untuk kita jadi hidup dengan mengandalkan kekuatan manusiawi kita. Itu sebabnya, kita harus menyerahkan kendali atas hidup kita ke dalam tangan Roh Kudus. Tetapi seringkali, tanpa sadar ada banyak orang yang justru menyerahkan kendali hidupnya ke dalam 'tangan orang banyak'. Apa yang menjadi opini orang tentang diri kita jadi menyetir atau mengendalikan setiap respon dan pengambilan keputusan yang kita buat dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa sadar, 'keinginan orang banyak' juga ikut mengontrol kehidupan kita. Semua itu disebabkan karena kita tidak menyerahkan kendali hidup kita dalam tangan Tuhan. 2. ORANG YANG SUDAH MENYERAHKAN KENDALI HIDUPNYA DALAM TANGAN TUHAN AKAN CENDERUNG UNTUK HIDUP HANYA DARI APA KATA TUHAN ATAS DIRINYA. Bagi mereka yang telah sepenuhnya melakukan penyerahan diri kepada Tuhan untuk mengikuti Dia dan hidup untuk hanya mengerjakan agenda Sorga, biasanya bakal menikmati kehidupan sehari-hari yang lebih tenteram. Hal itu disebabkan (secara mental) ia menyadari bahwa seluruh hidup dan keberadaannya ada dalam tangan Tuhan yang memegang hari esok sehingga tidak ada lagi yang perlu dipikirkan atau dikhawatirkan atas keberadaannya. Ia menyadari bahwa Tuhan yang memegang hidupnya adalah juga Bapanya sendiri, yang sangat mengasihi keberadaannya sehingga apa pun yang bakal menjadi kebutuhan dalam hidupnya, sesungguhnya sudah Bapa sediakan bahkan sebelum kebutuhan tersebut memunculkan dirinya. Dari wujud penyerahan seperti itulah, damai sejahtera dan sukacita yang mengalir dalam hidupnya jadi ditentukan oleh apa yang Tuhan firmankan bukan apa yang terjadi dalam dirinya ataupun faktor 'punya-tidak punya' sesuatu. Selama Tuhan terus menyatakan perkenanan-Nya, ia tahu bahwa segala sesuatu akan berakhir dengan kebaikan. Jika ada 'suatu hal yang tidak baik' yang masih 'berkeliaran' dalam hidupnya, hal tersebut dikarenakan Tuhan memang 'belum selesai' bekerja. Ps. Steven Agustinus _____ 🔥 Jangan tunda! Rasakan damai sejahtera Tuhan hari ini—gabung grup renungan sekarang! 📎 https://wa.link/rf63zf
76
7
Jika mereka mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi (bukan dari apa kata orang), maka hal tersebut akan menjadi titik balik perubahan yang permanen dalam kehidupan mereka. Saya yakin jika 'ketaatan' kita sebagai satu keluarga sudah terbangun, maka bersama-sama kita akan mengalahkan dunia ini. 1 Yohanes 5:4 (TB) sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman KITA. Saya percaya, secara bersama-sama kita akan dibangkitkan Tuhan menjadi generasi yang tidak bisa dihentikan! Amin! Ps. Steven Agustinus ____ Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri: Nama_Kota_No Whatsapp Kirim ke nomor 0888-6132-106 Atau klik link: https://wa.link/rf63zf
86
8
Pagi ini tiba - tiba ada doa yang mengalir dari dalam batin saya. Doa tersebut merupakan perkataan spontanitas yang membuat saya terhubung dengan dimensi ketergantungan penuh kepada Roh Kudus: "Roh Kudus tolong saya untuk hidup hanya dari Firman-Mu, dan percaya penuh hanya kepada apa yang Engkau katakan. Pimpin saya untuk berkemenangan dari segala bentuk 'distraction'. Biarlah fokus dari pikiran saya hanya tertuju kepada Engkau dan Firman-Mu. Saya mau mengisi hidup saya hanya dengan hal - hal yang kekal saja. Dan saya bertekad untuk merenungkan Firman-Mu saja." Setelah doa itu saya ucapkan, seketika saya bisa merasa adanya 'sense of urgency', yang saya yakin itu merupakan 'desakan Roh'. Waktu - waktu ini 'sangatlah singkat', jadi fokus hidup kita tidak boleh salah. Jika Tuhan sedang mempersiapkan suatu generasi yang hidup hanya dari apa yang Tuhan katakan, maka sudah seharusnya kita berfokus pada hal tersebut saja. Dan memberi diri kita untuk dibentuk dan dicetak oleh-Nya. Kembali suatu doa mengalir dari dalam batin saya: "Roh Kudus, berilah kekuatan kepada saya untuk menjadi konsisten. Berilah roh yang lapar serta haus akan Tuhan dan Firman-Mu lebih lagi. Sebab saya melihat bahwa gaya hidup dan keyakinan seperti itu sedang melawan arus dunia ini. Dan 'bertentangan' dengan pemikiran kebanyakan orang, termasuk orang Kristen. Jadi saya butuh 'kegilaan' ekstra untuk melawan arus yang kuat dan kehausan akan Tuhan yang tidak terbatas." Ketika doa itu saya panjatkan, maka saya mengingat ayat firman di bawah ini: Matius 10:34-39 (TSI2) “Janganlah kalian pikir bahwa Aku datang ke dunia ini untuk membawa damai. Aku datang bukan untuk membawa damai, tetapi membawa pedang— yaitu pertentangan yang hebat. Karena dengan kehadiran-Ku, maka akan terjadi apa yang sudah dinubuatkan di dalam Kitab Suci ini: ‘Anak laki-laki akan menentang bapaknya, anak perempuan akan menentang ibunya, dan menantu perempuan akan menentang ibu mertuanya. Bahkan para anggota keluarga dekat kalian pun akan menjadi seperti musuh dalam selimut.’ “Setiap orang yang mengasihi bapak atau ibunya lebih daripada-Ku, tidak layak disebut pengikut-Ku. Setiap orang yang mengasihi anak laki-lakinya atau anak perempuannya lebih daripada-Ku, tidak layak disebut pengikut-Ku. Setiap orang yang mengikut Aku hendaklah berpikir seperti ini, ‘Sampai mati pun— bahkan sampai mati disalibkan, saya akan tetap mengikut Tuhan.’ Orang yang tidak berpikir seperti itu tidak layak disebut pengikut-Ku. Setiap orang yang berusaha mempertahankan hidupnya akan kehilangan hidupnya. Tetapi siapa yang kehilangan hidupnya karena mengikut Aku, dia akan mendapatkan hidup yang sesungguhnya.” Suka atau tidak, ketika Tuhan mempersiapkan kita untuk menjadi generasi yang hidup hanya dari Firman-Nya saja, maka kita harus sudah siap untuk MENGALAMI PERTENTANGAN. Bahkan keluarga kita sendiri bisa juga menentang apa yang kita yakini. Oleh karena itu, inilah yang perlu kita lakukan: 1. Terus kobarkan roh cinta akan Tuhan yang lebih dan lebih lagi. Mintalah kepada Roh Kudus akan hal tersebut. Pastikan setiap Firman yang kita terima, mulai berkobar di dalam batin kita. Ingat, kitab Roma 6:11 - itulah jati diri kita di dalam Dia. Kita sudah disatukan dalam kematian dan kebangkitan untuk hidup hanya bagi Dia. Dengan demikian, kita tidak perlu bergumul dalam menghancurkan cinta terhadap diri sendiri, cinta akan uang, dan cinta pada dunia ini. Dengan sendirinya hal itu akan sirna jika cinta kita akan Tuhan terus bergelora. Sebab hati ini sesungguhnya tidak bisa mendua! Pastikan saja hanya ada cinta akan Tuhan yang bergelora. 2. Doakan anggota keluarga kita agar dijamah Tuhan dan masuk dalam pengenalan akan Tuhan yang sama sehingga dapat melangkah dalam agenda Tuhan yang sama. Jangkaulah mereka dalam doa seturut kehendak Tuhan agar mereka mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Berhentilah meminta hal - hal yang tidak esensi untuk mereka.
77
9
BCC Sunday Service Alamilah perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membangkitkan anda dari segala keterpurukan untuk menjadi para pahlawan iman dalam ibadah Breakthrough City Church: 🕘 Minggu, 09.00 WIB 🛜 https://stevenagustinus.com/streaming
77
10
Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 1. SAAT BANGUN DI PAGI HARI SEBELUM MENGERJAKAN BANYAK AKTIVITAS, KENALI TERLEBIH DAHULU KONDISI EMOSI DAN SUASANA HATI YANG KITA MILIKI. Jangan biarkan ada dalam kondisi datar, hampa, apalagi negatif, semua itu harus kita atasi dengan segera. Pastikan kita ada dalam standar yang Tuhan tetapkan: Roma 12:11-12 (TB) Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! - Doalah dalam roh sampai roh kita berkobar - kobar. Ekspresikan doa kita sedemikian rupa. Jangan berhenti berdoa sebelum sesuatu terjadi dalam batin kita. - Teruslah mendesak dalam hadirat Tuhan sampai kita beroleh Firman—ada ayat Firman yang dihidupkan, ada impresi yang kita terima, ataupun pernyataan Roh. Lalu deklarasikan Firman tersebut sampai kapasitas roh kita diperbesar dan diperkuat untuk sanggup menghadapi apa pun dengan sukacita. - Jangan berhenti berdoa sebelum Tuhan yang menyudahinya. Ketekunan seperti inilah yang mesti kita bangun untuk menjadi sikap hati di dalam doa. 2. JAGAI HATI YANG LAPAR DAN HAUS AKAN FIRMAN, PASTIKAN PEMBACAAN FIRMAN TERUS KITA LAKUKAN DENGAN KEHAUSAN YANG TERAMAT SANGAT. Matius 5:6 (TB) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Yeremia 15:16 (TB) Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Ayat di atas merupakan kunci kebahagiaan hidup yang Tuhan berikan. Pancaran kebahagiaan inilah yang mestinya terekspresi dari dalam hati kita, sehingga kita tidak lagi memiliki keinginan seperti yang orang lain inginkan untuk beroleh kebahagiaan, menjadi kaya dan sebagainya. Keinginan kita hanya satu: Mengenal Dia saja (Filipi 3:7-11). Isu kehidupan kita bukan lagi soal "harta dan takhta" yang terus dikejar banyak orang, melainkan Tuhan. Kita akan menunjukkan kehidupan yang telah selesai dengan diri sendiri. Hidup kita enak dan ringan. Percayalah, kehidupan yang terpancar dari dalam batin kita sesungguhnya adalah harta sejati yang dicari oleh banyak orang. Kehidupan yang berdampak sesungguhnya tidaklah rumit, sebab dampak itu selalu dimulai dari hati. Apa yang terpancar dari hati kita, itulah dampak yang bisa kita berikan. Ps. Steven Agustinus ___ Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus melalui Whatsapp, dengan mengetik: Nama, Kota, No Whatsapp Kirim ke nomor 0888-6132-106 (WA) Atau klik link: https://wa.link/rf63zf
98
11
Немає тексту...
130
12
Ada banyak orang beranggapan bahwa memiliki kehidupan yang berkemenangan artinya menikmati berkat Tuhan yang berlimpah-limpah dan menerima penggenapan berbagai janji yang pernah Tuhan berikan. Jika seseorang memiliki konsep tentang hidup berkemenangan adalah “kehidupan yang penuh dengan berkat dan menerima seluruh penggenapan janji Tuhan”, sebetulnya kehidupan orang tersebut sedang memiliki kecenderungan hati yang duniawi atau kedagingan. Seseorang yang memang memiliki kecenderungan hati tertuju pada hal-hal duniawi atau kedagingan, otomatis akan menerjemahkan prinsip tentang hidup berkemenangan dalam segala hal—hanya sebatas pada berbagai berkat materi atau duniawi belaka. Keluaran 33:15-16 (TB) Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? BUKANKAH KARENA ENGKAU BERJALAN BERSAMA-SAMA DENGAN KAMI, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, DIBEDAKAN DARI SEGALA BANGSA YANG ADA DI MUKA BUMI INI?" Musa berkata di hadapan Tuhan: “Walau Engkau berketetapan untuk mengutus malaikat-Mu yang paling kuat guna menggenapkan seluruh janji yang pernah Engkau sampaikan kepada Abraham, tapi jika bukan Engkau yang menyertai kami, jangan suruh kami meninggalkan tempat ini! Yang membuat kami berbeda—selalu berkemenangan dalam segala hal, dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain adalah karena adanya realita-Mu yang terus menyertai kehidupan sehari-hari kami”. Tanpa adanya realita Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, otomatis kita tidak bisa dikatakan hidup menikmati kemenangan yang sejati dalam kehidupan sehari-hari kita tersebut. Untuk alami adanya realita keberadaan Tuhan dalam hidup kita, dibutuhkan adanya kecenderungan hati yang memang tertuju hanya kepada kebenaran dan terus mengejar realita Tuhan. Kecenderungan hati jenis inilah yang akan membuat kita jadi 'berargumentasi' dengan Tuhan dan menyatakan bahwa yang kita ingini dalam hidup ini adalah terus bersentuhan dengan realita keberadaan Tuhan dan firman-Nya dalam hidup sehari-hari kita. Ingat selalu, tanpa realita dari keberadaan Tuhan dan firman-Nya terbangun secara nyata dalam hidup kita, maka kehidupan yang berkemenangan tidak akan pernah betul-betul kita nikmati. Melalui perenungan hari ini, saya berdoa, biarlah setiap pembaca tersadarkan bahwa dibutuhkan suatu kecenderungan hati yang sepenuhnya tertuju kepada kebenaran, realita dari keberadaan-Nya dalam hidup sehari-hari kita. Kecenderungan hati ini harus terus dipelihara dan ditumbuhkan sehingga suatu hati nanti akan dapat kita tularkan kepada orang-orang yang lain. Hari ini, saya deklarasikan di dalam nama Yesus, biar terjadi pekerjaan kuasa firman dan Roh dalam kehidupan sebanyak mungkin pembaca daily devotion ini. Biar kecenderungan hati mereka alami perubahan jadi tertuju hanya kapada kebenaran-Nya atau mengejar realita keberadaan-Nya. Terjadilah dalam nama Yesus, amin. Ps. Steven Agustinus ___ 🔥 Jangan tunggu besok! Rasakan realita Tuhan hari ini—gabung grup renungan sekarang! 📎 https://wa.link/rf63zf
128
13
Немає тексту...
115
14
Ps. Steven Agustinus ______ 🔥 Hidup rohani yang kuat lahir dari firman yang hidup—setiap hari. Untuk itu segera bergabung dalam grup renungan harian Ps. Steven Agustinus. 📎 https://wa.link/rf63zf
110
15
Ada banyak proses kehidupan yang harus kita jalani dengan mencucurkan air mata hanya untuk mengubah gaya hidup kita yang tidak memprioritaskan dan mengutamakan Tuhan. Perhatikan saja keadaan bangsa Israel—mereka harus ditawan dan dijajah, bahkan harus menjalani banyak malapetaka dan berputar 40 tahun di padang gurun hanya karena tidak mengasihi Tuhan. Kurang lebihnya hal itu sama seperti apa yang terjadi pada kebanyakan orang Kristen, tidak mempunyai waktu bersekutu dengan Tuhan dan malas membaca firman-Nya! Padahal ini kunci kehidupan yang akan membuat kita terus diangkat Tuhan naik dan tidak pernah turun. Sekaligus suatu dasar dari kehidupan yang kuat dan memperkenan hati Tuhan. Dengan berbagai macam cara Tuhan mengingatkan, menegur, bahkan berbicara dalam suara hati nurani agar kita mulai menata ulang mezbah doa dan persekutuan dengan firman-Nya. Tapi sungguh disayangkan, biasanya hal itu pun diabaikan. Sehingga Tuhan harus berbicara melalui orang lain. Jika terus diabaikan, maka Tuhan akan membawa kita ke dalam ‘proses permasalahan’ kehidupan yang akan meremukkan hati kita yang keras. Tiba-tiba saja akan datang suatu masalah yang disebabkan karena diri kita sendiri atau orang lain. Pastinya kondisi hidup kita akan berubah drastis—kita bisa merasakan ada tekanan yang cukup menyesakkan dada dan banyak air mata yang tertumpah. Kondisi ini biasanya akan membuat kita mengingat Tuhan, dan kembali mengejar Tuhan, sebab mulai muncul 'rasa kebutuhan akan Tuhan yang teramat sangat'. Dengan demikian kita menjadi rela bangun pagi hanya untuk doa, berpuasa, doa sampai larut malam, dan kembali membaca ayat-ayat firman. Pendek kata, kita mulai kembali berseru - seru di hadapan Tuhan dan membangun komunikasi dengan-Nya. Saya memerhatikan, jenis kehidupan itulah yang seringkali dipilih dan dijalani oleh banyak orang Kristen. Padahal hal tersebut tidak perlu terjadi jika hati serta gaya hidup mereka senantiasa mencintai Tuhan, dan itu tidak perlu terjadi jika mereka rajin berdoa dan membaca firman. Memang, doa dalam bahasa roh secara meluap-luap, deklarasi firman, dan mengekspresikan pekerjaan Roh dalam batin dengan konsisten setiap hari tidaklah mudah, jika dijalani karena keagamawian atau rasa terpaksa. Namun jika karena mencintai Tuhan, maka hal itu pasti akan menyenangkan. Walaupun mungkin saja ada hari - hari yang kita rasa cukup berat untuk berdoa secara meluap-luap (membangun manusia rohani) karena satu dan lain hal, namun mulai saja dalam daging (paksa diri kita) dan akhirilah dalam Roh. Begitupun dalam ketekunan kita membaca firman secara berurutan dan setiap jam sekali membaca ayat lalu mendeklarasikannya, dan bertekun dalam pengajaran rasuli. Semua tidak selalu mudah untuk dijalani, tapi paksa dan ingatkanlah diri kita sendiri dengan berbagai macam cara, sebab itulah cara satu-satunya untuk alami pembaharuan akal budi. Saya rasa, lebih baik kita menjadi gila-gilaan dalam hal mengejar Tuhan dan membaca firman-Nya daripada harus menjadi ‘stres’ karena harus menghadapi proses permasalahan kehidupan yang hanya untuk membuat kita kembali memprioritaskan Dia. Pilihan ada di tangan kita, pastikan kita menjadi orang yang bijaksana (Lukas 6:47-49, Matius 4:4, Mazmur 1:1-6). Saya percaya, ketika kita memprioritaskan Dia dan memiliki persekutuan yang hidup dengan firman-Nya, maka kehidupan kita akan terus naik dan tidak pernah turun. Walaupun ada tantangan, hal itu akan kita taklukkan dengan kuasa kebenaran. Jika ada masalah karena ada konsep pikir yang belum berubah, maka anugerah-Nya akan memampukan kita untuk alami keakuratan, sebab Dia melihat kecenderungan hati kita yang mencintai kebenaran. Saya yakin, masa-masa orang percaya alami proses peremukan karena masalah kecenderungan hati yang tidak tertuju pada realita dan firman-Nya akan segera berakhir! Sebab Tuhan sedang mempersiapkan kita menjadi umat yang berbeda dan memperkenan hati Tuhan. Amin.
123
16
Немає тексту...
134
17
Sedari pagi saya bisa merasakan bagaimana Roh Kudus terus membawa saya merasakan kebutuhan dan kebergantungan terhadap Diri-Nya menjadi semakin kuat dalam batin saya. 1. TANPA DIA KITA BUKANLAH SIAPA-SIAPA DAN TIDAK BISA BERBUAT APA-APA. Roh Kudus membawa saya untuk menerawang dan mengevaluasi hidup saya dari sejak waktu Dia memanggil saya masuk dalam pelayanan hingga sekarang ini. Ada begitu banyak perubahan yang sudah terjadi dalam hidup saya—banyak terobosan yang saya alami, namun juga banyak lika-liku kehidupan yang berhasil saya lalui karena arahan dan tuntunan Roh-Nya. Sungguh, tanpa Dia saya tidak akan bisa menjalani itu semua. Sementara saya merenungkan semua itu, ada satu kesadaran yang Roh Kudus berikan dalam batin saya: Dia sedang mengokohkan batin saya untuk bersiap melanjutkan perjalanan profetik ini memasuki fase yang baru dalam hidup dan pelayanan saya! Dari pemahaman tersebut, saya jadi melihat bagaimana kita semua sebagai jemaat, juga akan alami hal yang sama: Tuhan akan membawa kita untuk jadi makin bergantung kepada-Nya sebelum Dia membawa kita memasuki suatu fase yang baru dalam kehidupan kita. Di dalam fase baru tersebut mungkin akan ada tantangan yang lebih besar, tapi terus ingatkan diri kita bahwa Tuhan yang sudah menyertai kita hingga sejauh ini, adalah Tuhan yang akan terus menyertai kita bahkan berperang bagi kita. Sehingga sebesar apa pun tantangan yang akan kita hadapi, kita tahu dengan pasti bahwa Dia yang menyertai dan akan berperang bagi kita adalah pribadi yang jauh lebih besar, lebih berkuasa dan berdaulat dari apa pun juga. Kita bisa membangun dasar keyakinan kita dan terus melangkah dengan rasa aman yang tinggi karena kebenaran tersebut. 2. KESETIAAN DAN KEDAULATAN TUHAN ADALAH DUA HAL YANG AKAN MENJADI PENJAMIN DALAM HIDUP KITA BAHWA MEMANG DIA SELALU MERANCANGKAN 'HAPPY ENDING' BAGI KITA. Jika belum 'happy', artinya belum 'ending', jika belum 'ending' artinya Dia masih terus bekerja. Kita harus terus percaya bahwa rancangan-Nya atas hidup kita adalah rancangan damai sejahtera, dan rancangan yang akan menghantarkan kita pada masa depan yang gilang gemilang penuh pengharapan. Di saat seseorang terus membangun keakuratan dalam hidupnya, bukan berarti dirinya tidak akan menghadapi adanya tantangan atau masalah (meski dua hal tersebut adalah dua hal yang berbeda—masalah seringkali muncul karena masih adanya ketidakakuratan dalam hidup kita—hanya bisa ditanggulangi setelah kita bertobat dari ketidakakuratan yang masih kita miliki dan mulai membangun area hidup kita tersebut sesuai dengan firman-Nya. Sedang tantangan selalu berbicara tentang adanya suatu situasi atau keadaan yang menjadi penghalang atau dimanfaatkan oleh Musuh untuk menghambat dan menghalangi kita terus berfungsi dalam keakuratan yang sudah kita miliki. Setiap tantangan harus dihadapi dengan strategi yang kita terima dari Tuhan, dan setiap tantangan justru akan menghantarkan kita pada suatu terobosan baru yang membuat kehidupan atau pelayanan kita justru jadi lebih efektif. Tapi percayalah, terlepas dari apa pun jenis tantangan yang harus kita hadapi di depan, akan selalu ada penyertaan Tuhan yang secara nyata akan terus bekerja dalam hidup kita. Tuhan sudah berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita. Dalam kesetiaan-Nya, Dia akan selalu ada bersama dengan kita. Dengan kedaulatan kuasa-Nya, Dia juga akan terus bekerja mempergunakan segala sesuatu untuk memastikan kita dapat terus melangkah dengan kekuatan yang makin bertambah hingga pada akhirnya kita akan mencapai garis akhir dengan penuh kemuliaan. Tetapkan hatimu, teruslah melangkah dalam tuntunan Roh-Nya, teruslah hidup dalam kepenuhan Roh, dan selalu ikuti arahan-arahan-Nya serta jadilah alat yang perkasa dalam tangan-Nya untuk selalu Dia pakai mendemonstrasikan kedaulatan kuasa-Nya di bumi ini. Ps. Steven Agustinus ______ 🔥 Hidup rohani yang kuat lahir dari firman yang hidup—setiap hari. Untuk itu segera bergabung dalam grup renungan harian Ps. Steven Agustinus. 📎 https://wa.link/rf63zf
142
18
Bilangan 6:24-26 (TB) TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Roma 16:20 (TSI) Allah— yaitu Dia yang selalu menjaga kita supaya hidup dengan tenang, akan segera menghancurkan iblis dan menaklukkan dia di bawah kuasa kita. Doa saya, Penguasa kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian. Banyak orang pada masa kini hidup dalam ketidaktenangan karena hidup mereka tidak berpusat pada realita hadirat Tuhan. Akibatnya—sadar atau tidak, suka atau tidak—jiwa mereka akan terus mencari kepuasan di luar Tuhan. Namun, apa yang mereka kira dapat memuaskan justru menyeret mereka semakin dalam ke dalam penderitaan. Mereka tertipu dan akhirnya terjebak di dalam arus kotor kehidupan dunia yang menyesatkan. Matius 24:37-38 (TB) "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, Sebagai anak - anak Allah, tidaklah tepat jika kita terus hidup seperti manusia pada umumnya. Sebab Tuhan menghendaki kita bisa tinggal di dalam hadirat-Nya dan bisa mengalami kedamaian serta kepuasan yang abadi. Jadi fokus hidup kita ada pada hadirat Tuhan yang mengarahkan wajah-Nya kepada kita. Inilah keterhubungan yang mesti kita miliki—terhubung kepada pribadi yang kekal dan membawa damai yang abadi. Yohanes 4:14 (TB) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Apa yang sesungguhnya kita ‘minum’ setiap hari? Pokok pikiran apa yang paling banyak menyusup dan membentuk cara kita berpikir? Apakah itu pekerjaan Roh dan firman, atau justru hal-hal yang bersifat manusiawi dan lahiriah? Filipi 4:8-9 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Renungkanlah hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Ingatlah akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita. Amalkanlah hal-hal yang telah Saudara pelajari dari saya dan dari perbuatan saya, dan Allah sumber sejahtera akan beserta dengan Saudara. Jangan pernah menganggap remeh damai sejahtera, sebab itulah senjata perang rohani kita! Jagalah persekutuan dengan Tuhan dengan sungguh-sungguh—jangan sampai perenungan Firman, doa, dan penyembahan hilang dari kehidupan kita. Arahkan terus wajah kita hanya kepada Tuhan, maka kita akan semakin serupa dengan Dia. Di tengah angkatan yang bengkok hatinya, Tuhan sedang memunculkan sekelompok orang yang berbeda. Ketenangan dan kedamaian yang ada dalam batin kita akan sangat dibutuhkan dan dicari oleh mereka. Hidup kita akan menjadi portal perjumpaan mereka dengan Tuhan yang adalah Bapa kita. Roma 8:19 (TB) Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Matius 5:9 (TB) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Ps. Steven Agustinus __ 🔥 Hidup rohani yang kuat lahir dari firman yang hidup—setiap hari. Untuk itu segera bergabung dalam grup renungan harian Ps. Steven Agustinus. 📎 https://wa.link/rf63zf
124
19
BCC Sunday Service Alamilah perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membangkitkan anda dari segala keterpurukan untuk menjadi para pahlawan iman dalam ibadah Breakthrough City Church: 🕘 Minggu, 09.00 WIB 🛜 https://stevenagustinus.com/streaming
117
20
Немає тексту...
161