Renungan Harian Ps Steven Agustinus
الذهاب إلى القناة على Telegram
إظهار المزيد
850
المشتركون
لا توجد بيانات24 ساعات
-17 أيام
-1130 أيام
جاري تحميل البيانات...
القنوات المماثلة
سحابة العلامات
الإشارات الواردة والصادرة
---
---
---
---
---
---
جذب المشتركين
أغسطس '26
أغسطس '26
+10
في 0 قنوات
يوليو '26
+3
في 0 قنوات
Get PRO
يونيو '26
+10
في 0 قنوات
Get PRO
مايو '26
+9
في 0 قنوات
Get PRO
أبريل '26
+8
في 0 قنوات
Get PRO
مارس '26
+9
في 0 قنوات
Get PRO
فبراير '26
+9
في 0 قنوات
Get PRO
يناير '26
+3
في 0 قنوات
Get PRO
ديسمبر '25
+5
في 0 قنوات
Get PRO
نوفمبر '25
+22
في 0 قنوات
Get PRO
أكتوبر '25
+5
في 0 قنوات
Get PRO
سبتمبر '25
+4
في 0 قنوات
Get PRO
أغسطس '25
+4
في 0 قنوات
Get PRO
يوليو '25
+4
في 0 قنوات
Get PRO
يونيو '25
+3
في 0 قنوات
Get PRO
مايو '25
+5
في 0 قنوات
Get PRO
أبريل '25
+2
في 0 قنوات
Get PRO
مارس '25
+6
في 0 قنوات
Get PRO
فبراير '25
+4
في 0 قنوات
Get PRO
يناير '25
+3
في 0 قنوات
Get PRO
ديسمبر '24
+10
في 0 قنوات
Get PRO
نوفمبر '24
+36
في 0 قنوات
Get PRO
أكتوبر '24
+50
في 0 قنوات
Get PRO
سبتمبر '24
+31
في 0 قنوات
Get PRO
أغسطس '24
+25
في 0 قنوات
Get PRO
يوليو '24
+44
في 0 قنوات
Get PRO
يونيو '24
+40
في 0 قنوات
Get PRO
مايو '24
+37
في 0 قنوات
Get PRO
أبريل '24
+44
في 0 قنوات
Get PRO
مارس '24
+46
في 0 قنوات
Get PRO
فبراير '24
+20
في 0 قنوات
Get PRO
يناير '24
+22
في 0 قنوات
Get PRO
ديسمبر '23
+7
في 0 قنوات
Get PRO
نوفمبر '23
+9
في 0 قنوات
Get PRO
أكتوبر '23
+29
في 0 قنوات
Get PRO
سبتمبر '23
+16
في 0 قنوات
Get PRO
أغسطس '23
+13
في 0 قنوات
Get PRO
يوليو '23
+18
في 0 قنوات
Get PRO
يونيو '23
+16
في 0 قنوات
Get PRO
مايو '23
+31
في 0 قنوات
Get PRO
أبريل '23
+17
في 0 قنوات
Get PRO
مارس '23
+23
في 0 قنوات
Get PRO
فبراير '23
+37
في 0 قنوات
Get PRO
يناير '23
+27
في 0 قنوات
Get PRO
ديسمبر '22
+18
في 0 قنوات
Get PRO
نوفمبر '22
+31
في 0 قنوات
Get PRO
أكتوبر '22
+33
في 0 قنوات
Get PRO
سبتمبر '22
+21
في 0 قنوات
Get PRO
أغسطس '22
+25
في 0 قنوات
Get PRO
يوليو '22
+18
في 0 قنوات
Get PRO
يونيو '22
+11
في 0 قنوات
Get PRO
مايو '22
+19
في 0 قنوات
Get PRO
أبريل '22
+15
في 0 قنوات
Get PRO
مارس '22
+10
في 0 قنوات
Get PRO
فبراير '22
+13
في 0 قنوات
Get PRO
يناير '22
+18
في 0 قنوات
Get PRO
ديسمبر '21
+14
في 0 قنوات
Get PRO
نوفمبر '21
+13
في 0 قنوات
Get PRO
أكتوبر '21
+13
في 0 قنوات
Get PRO
سبتمبر '21
+14
في 0 قنوات
Get PRO
أغسطس '21
+31
في 0 قنوات
Get PRO
يوليو '21
+26
في 0 قنوات
Get PRO
يونيو '21
+917
في 0 قنوات
| التاريخ | نمو المشتركين | الإشارات | القنوات | |
| 29 أغسطس | 0 | |||
| 28 أغسطس | 0 | |||
| 27 أغسطس | 0 | |||
| 26 أغسطس | 0 | |||
| 25 أغسطس | 0 | |||
| 24 أغسطس | +2 | |||
| 23 أغسطس | 0 | |||
| 22 أغسطس | 0 | |||
| 21 أغسطس | +2 | |||
| 20 أغسطس | +1 | |||
| 19 أغسطس | +1 | |||
| 18 أغسطس | +1 | |||
| 17 أغسطس | 0 | |||
| 16 أغسطس | 0 | |||
| 15 أغسطس | 0 | |||
| 14 أغسطس | 0 | |||
| 13 أغسطس | 0 | |||
| 12 أغسطس | 0 | |||
| 11 أغسطس | +1 | |||
| 10 أغسطس | 0 | |||
| 09 أغسطس | 0 | |||
| 08 أغسطس | 0 | |||
| 07 أغسطس | 0 | |||
| 06 أغسطس | 0 | |||
| 05 أغسطس | 0 | |||
| 04 أغسطس | 0 | |||
| 03 أغسطس | +1 | |||
| 02 أغسطس | +1 | |||
| 01 أغسطس | 0 |
منشورات القناة
Ibrani 4:12 (TB) SEBAB FIRMAN ALLAH HIDUP DAN KUAT (making it active, effective and energizing - Amplified Bible) dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Sekali waktu, Roh Kudus pernah memberikan suatu pengertian kepada saya, saat saya menonton tayangan suatu percobaan dengan menggunakan garpu tala. Jadi, dalam percobaan tersebut, ada dua garpu tala. Ketika garpu tala pertama diketukkan dan mengeluarkan suatu bunyi nada tertentu. Kemudian garpu tala tersebut didekatkan ke garpu tala kedua, rupanya resonansi suara dari garpu tala pertama sanggup membuat garpu tala kedua ikut bergetar dan mengeluarkan bunyi nada yang sama dengan garpu tala pertama.
Pada saat itulah, Roh Kudus mengajarkan untuk memastikan 'garpu tala dalam kehidupan saya' mulai mengeluarkan nada suara atau frekuensi yang sama dengan 'garpu tala pertama yang dibunyikan dari ruang takhta'. Ketika kita menerima suara Tuhan, mempercayai pernyataan firman tersebut dan segera menggosokkannya ke dalam batin kita sampai setiap kali kita membahas atau memperkatakan firman tersebut, kita bisa merasakan 'getaran yang sama' yang berasal dari sorga, mulai ikut bergetar dalam batin kita juga.
Saat batin kita mulai bisa merasakan (baca: memunculkan) 'getaran yang sama' seperti yang Tuhan nyatakan di ruang takhta, pada saat itulah kita sedang mengalami keterhubungan dengan realita Kerajaan. Apa pun data dan fakta lahiriah yang sedang menghadang kita, hal itu tidak lagi menjadi permasalahan. Ada otoritas dan kuasa Kerajaan yang sekarang berfungsi dalam hidup kita. Apa pun deklarasi yang kita perkatakan, sekarang jadi penuh kuasa. Bahkan doa atau ucapan bibir yang paling sederhana sekalipun akan sanggup menggerakkan seluruh kekuatan sorga untuk bermanifestasi di dalam dunia ini!
Yohanes 1:3 (TB) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (firman) dan tanpa Dia (firman) tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Ibrani 11:3 (TB) Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta (hal-hal lahiriah) telah dijadikan oleh firman Allah (perkataan Tuhan, suatu dimensi rohani) sehingga apa yang kita lihat (hal-hal lahiriah) telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (dimensi rohani)
Pendek kata, sekali kita terhubung kembali (dan terus menjagai level keterhubungan tersebut) dengan realita kerajaan, maka kehidupan sehari-hari kita otomatis jadi terus dibedakan dan diistimewakan oleh Tuhan sendiri. Firman-Nya menjadi dasar pijakan atau pegangan dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari.
Ps. Steven Agustinus
______
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf
| 2 | لا يوجد نص... | 80 |
| 3 |
Kabar baiknya, apa yang sudah Tuhan pernah lakukan pada Abraham yakni firman dari Tuhan yang telah diyakini oleh Abraham menjadi kebenaran dalam hidupnya, hal yang sama juga akan Tuhan lakukan atas hidup kita. Permasalahannya, seringkali kebanyakan kita kurang meresponi datangnya firman dalam hidup kita secara akurat. Ada banyak di antara orang percaya yang ketika firman datang, justru tidak mendapati adanya gelora roh yang berkobar-kobar atau menyala-nyala dalam batin mereka—cenderung diam dan pasif. Suara musuh, masalah ataupun data dan fakta lahiriah seringkali justru menjadi pengaruh yang lebih dominan untuk mengintimidasi, membuat kuatir dan takut daripada percaya ataupun bergantung penuh kepada kedaulatan Tuhan di dalam firman dan janji-janji-Nya.
Itulah yang membuat orang percaya belum mengalami dimensi keterhubungan dengan realita Kerajaan Allah, yang membuat kuasa firman tidak dapat bekerja mengalirkan kehidupan dan terang, membuat apa yang tidak ada menjadi ada (Yohanes 1:1-5). Di dalam firman-Nya ada kehidupan ilahi (divine life) yang siap menggantikan manifestasi kehidupan biologis atau lahiriah ini (biological life). Tanpa kehidupan ilahi memenuhi batin kita, maka kehidupan sehari-hari yang kita jalani akan sama seperti berjalan di dalam kegelapan.
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 80 |
| 4 | Ibrani 12:26-28 (TB) Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Akan terus ada kegoncangan yang terjadi pada hari - hari ini bahkan ke depan nanti. Tetapi Tuhan menegaskan, bahwa bagi kita, gereja-Nya, sudah ada kerajaan yang tidak tergoncangkan yang Dia sediakan bagi kita. Tuhan mau supaya kita terhubung dengan dimensi Kerajaan yang tidak tergoncangkan tersebut.
Pastikan keberadaan kita sebagai orang percaya, terus belajar berfokus untuk mengejar keterhubungan dengan realita kerajaan yang tidak tergoncangkan itu. Alkitab menegaskan bahwa hal Kerajaan Allah adalah berbicara tentang kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Dengan kata lain, untuk kita bisa senantiasa terhubung dengan realita Kerajaan, dibutuhkan datangnya firman yang kita responi dengan percaya hingga ada kobaran api pengharapan dan iman dalam batin kita. Sebab saat kita mempercayai firman yang Tuhan berikan tersebut, Dia pun akan menjadikan firman yang Ia sampaikan menjadi kebenaran dalam hidup kita. Inilah kebenaran Tuhan yang membuat diri kita jadi terhubung dengan realita kerajaan-Nya.
Pastikan suara Tuhan yang datang dalam hidup kita mulai kita imajinasikan dan perkatakan berulang-ulang, sampai pengaruh firman-Nya menguasai batin bahkan seluruh keberadaan hidup kita dan hati kita menjadi berkobar-kobar
( Klik link untuk bergabung dalam renungan harian: https://wa.link/rf63zf )
Roma 4:16-21 (TB) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.
Ketika kita meresponi firman yang Tuhan lepaskan, maka dari pihak Tuhan, Ia akan membuat firman yang kita percayai tersebut menjadi kebenaran dalam hidup kita. Walaupun secara manusiawi tidak ada dasar untuk kita berharap, karena segala situasi, kondisi, fakta dan data, semua sepertinya bertolak belakang dengan janji Tuhan, tapi Alkitab tegaskan setiap firman yang telah Tuhan lepaskan pasti terjadi. Semua yang mustahil bagi manusia, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, sebab itu kita tidak perlu bergumul untuk mempercayai firman Tuhan dan terus berpegang teguh pada janji-janji-Nya.
Roma 4:23-24 (TB) 23 Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, 24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, | 68 |
| 5 | لا يوجد نص... | 81 |
| 6 |
Ps. Steven Agustinus
_____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 80 |
| 7 | "Doa adalah napas hidup orang percaya", kalimat tersebut sering kita dengar dari generasi terdahulu yang memang mengalami kuasa doa! Mereka menghadapi apa pun juga dengan doa dan tidak mengambil alternatif jalan lainnya. Oleh karena itu, tidaklah heran, pada generasi mereka ada banyak keajaiban yang membuktikan bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja. Tentunya hal itu tidak boleh berhenti pada generasi terdahulu, sebab Tuhan yang sama adalah Tuhan yang tidak pernah berhenti bekerja dan ingin menyatakan kedaulatan kuasa-Nya juga pada generasi saat ini.
Tapi permasalahan umum yang seringkali dialami oleh orang percaya adalah mereka berdoa hanya pada waktu-waktu tertentu saja—hanya di waktu sedang menghadapi pergumulan, masalah, atau peperangan rohani tertentu. Sedangkan pada masa damai, mereka mengabaikan doa. Kalaupun berdoa, hanya pada waktu ibadah atau pertemuan doa saja. Intinya banyak orang 'tidak bernafas' (tidak berdoa) pada masa damai. Itulah yang sebenarnya menyebabkan banyak pergumulan, permasalahan, dan nestapa hidup yang sebenarnya tidak perlu jika kita mau 'bernafas' (berdoa) senantiasa.
Di bawah ini adalah ayat - ayat yang menegaskan betapa pentingnya untuk kita orang percaya selalu berdoa:
Markus 1:35 (TB) Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Markus 14:32 (TB) Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
Ayat - ayat di atas menegaskan kepada saya secara pribadi: Yesus saja berdoa dalam segala situasi, masakan kita tidak berdoa? Yesus telah memberi contoh kehidupan yang sangat luar biasa—sebagai anak Allah yang turun ke bumi menjadi manusia, Ia masih tetap berdoa. Artinya betapa pentingnya DOA, tanpa doa kita tidak akan pernah bisa mendengar dan melihat apa yang ingin dikerjakan oleh Bapa di surga di atas bumi ini. Artinya hidup kita jadi tidak berguna bagi agenda Kerajaan Surga.
Efesus 6:18 (TB) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
Roma 8:5 (VMD) Mereka yang hidup menurut diri mereka yang berdosa, pikiran mereka hanya memikirkan tentang yang dikehendaki diri mereka yang berdosa, tetapi orang yang hidup menurut Roh, memikirkan yang dikehendaki Roh untuk dilakukannya.
Efesus 3:20 (TB) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
Ayat - ayat di atas membuat saya lebih mendapatkan esensi dan aplikasi konkret dari kalimat 'doa adalah napas hidup orang percaya'. Ternyata apa yang kita doakan sama saja dengan apa yang kita pikirkan. Begitupun sebaliknya, apa yang kita pikirkan, itu merupakan doa - doa yang kita panjatkan.
Jadi, betapa pentingnya kita memikirkan hal - hal yang dari Roh karena itu merupakan doa - doa yang akan mengubahkan apa yang ada di alam roh, sehingga segala fakta negatif di alam lahiriah ini dapat mengalami perubahan oleh kuasa doa.
Ingat, apa yang terjadi di alam lahiriah ini semuanya diawali oleh apa yang telah terjadi di alam roh. Oleh karenanya, tidak ada alternatif lain, jika kita ingin mengalami kehidupan yang berkemenangan, maka kita harus selalu membangun kehidupan doa. Belajarlah untuk mempunyai disiplin waktu doa seperti yang Yesus lakukan dan senantiasa memikirkan hal - hal yang dari Roh, dengan cara merenungkan firman dan mendeklarasikannya.
Jika itu kita lakukan dengan konsisten, maka kehidupan kita akan alami pekerjaan firman dan Roh yang membuat kita terkoneksi pada rencana KEKAL Tuhan. Sehingga kehidupan sehari - hari kita akan menyatakan realita penggenapan firman-Nya dan menjadi saksi bahwa Tuhan itu ada dan Dia masih terus bekerja. | 77 |
| 8 | Pertumbuhan dan kemajuan rohani seseorang dipengaruhi oleh banyak aspek. Namun salah satu aspek yang cukup penting adalah aspek tekad, kesungguhan dan kegigihan orang yang bersangkutan untuk lebih berusaha mendesak di dalam hadirat Tuhan. Dengan tujuan agar dimensi pewahyuan yang sudah ia terima, betul-betul terbangun kokoh dan menyatu dalam kehidupan sehari-harinya.
1. Setiap kali ada pewahyuan firman yang datang dalam hidup seseorang, maka akan selalu terjadi suatu perubahan dimensi rohani di dalam manusia rohnya.
Meskipun perubahan atmosfir rohani tersebut menciptakan suatu daya dorong di dalam manusia roh orang yang bersangkutan tapi perubahan tersebut masih bersifat sementara. Orang yang bersangkutan harus memanfaatkan munculnya dorongan atau kerinduan yang Roh Kudus tanamkan di dalam batinnya secara maksimal.
Jangan biarkan ada apa pun atau siapa pun kembali 'memadamkan' dorongan atau kerinduan yang sudah Roh Kudus berikan dalam batin kita. Terus ikuti setiap dorongan yang Roh Kudus berikan dalam batin kita sampai hal itu mulai menjadi suatu kebiasaan baru di dalam kehidupan sehari-hari kita.
2. Dibutuhkan suatu tekad yang bulat untuk kita terus membangun kebiasaan baru yang selaras dengan dorongan Roh yang sedang datang dalam hidup kita.
Aktivitas sehari-hari, kesibukan ataupun urusan yang datang secara mendadak, seringkali menjadi suatu 'pengganggu' tersendiri yang dapat dimanfaatkan oleh Musuh untuk terus mengacaukan usaha kita dalam 'memprogram ulang' kehidupan sehari-hari kita untuk jadi selaras dengan apa yang sedang Roh lakukan di dalam kita.
3. Jangan pernah menyerah lalu kembali mengikuti rutinitas yang selama ini sudah kita jalani (doing business as usual).
Adalah sesuatu yang normal jika kita terus mengalami kegagalan di sini dan di sana saat kita berusaha membangun suatu kebiasaan baru. Jangan biarkan idealisme yang kita miliki menjadi berlebihan dan justru menciptakan 'suatu lobang' bagi diri kita sendiri. Selama kita mau terus berusaha menyelaraskan diri dengan perubahan yang sedang Roh Kudus targetkan untuk terjadi dalam hidup kita, artinya kita sedang terus mendesak di dalam hadirat-Nya - keep pushing in the spirit.
Penghambat atau penghalang dalam wujud apa pun tidak akan pernah berhasil menghalangi kita, selama tekad kita untuk terus mencoba tidak mengalami kemunduran.
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Roma 12:11)
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 84 |
| 9 | Beberapa hari ini saya terus melihat penglihatan yang sama dalam batin saya: Ada pohon yang sangat besar. Lalu saya melihat akar - akar dari pohon itu jauh lebih besar dari pada pohon itu sendiri. Dan merambat jauh ke dalam tanah. Ke kanan dan ke kiri, begitu sangat banyak. Sehingga muncul impresi dalam diri saya: pohon ini tidak bisa ditumbangkan, sebab akarnya sudah sangat kuat.
Lalu Roh Kudus berkata: Jadilah seperti itu! Pastikan engkau terus jagai hati yang lapar dan haus akan kebenaran. Ikuti setiap dorongan Roh Kudus yang ada. Berdoalah sampai sesuatu terjadi dan baca serta deklarasikan firman sampai manusia rohmu berkobar - kobar. Itu semua akan mendorong akar rohanimu masuk ke dalam dimensi rohani yang terkandung dalam firman-Nya. Itulah yang membuatmu terus melekat kepada-Nya.
Lagi - lagi Roh Kudus menegaskan: Berfokuslah pada hal itu. Orang memang tidak akan pernah melihat pertumbuhan akar yang masuk ke dalam tanah, tapi itu merupakan suatu proses terpenting yang seringkali diabaikan oleh banyak orang. Mereka ingin cepat muncul, mereka ingin cepat tampil, mereka 'terburu - buru' menginginkan 'panggung'. Berbeda dengan engkau! Terus jagai hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari sanalah akan terpancar kehidupan yang akan menghapuskan maut. Berakar kuatlah pada firman-Nya! Nikmati senantiasa proses 'pertumbuhan ke dalam'. Serap setiap ayat firman yang engkau baca. Renungkan, perkatakan!
Pagi ini saya kembali berketetapan untuk terus bertekun dalam pembacaan firman. Saya percaya ini adalah waktu untuk saya menggali dalam - dalam, dan berfokus pada pembangunan dasar yang kokoh!!
Lukas 6:46-49 (TB) "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
Ibrani 12:26-27 (TB) Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
Suka atau tidak, akan tiba waktunya langit - bumi dan segala isinya akan mengalami kegoncangan! Hanya mereka yang dibangun serta berakar di atas dasar firman yang akan tinggal tetap. Kita akan menyatakan dan menghadirkan Kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan!!
Pakai waktu yang ada ini semaksimal mungkin untuk terus bertumbuh, berakar dan dibangun di dalam Kristus. Teruslah mengejar realita-Nya dan biarlah hidupmu mengalami kepenuhan-Nya!
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 90 |
| 10 | Secara spesifik pagi ini Tuhan berkata: Masa kegoncangan masih akan terus berlanjut, teruslah menjagai dasar keyakinanmu. Berdirilah teguh dan hiduplah hanya dari firman dan suara-Ku saja!
1. Teruslah membangun manusia roh secara sedemikian rupa, lebih agresif dan lebih kuat lagi.
BERDOALAH SAMPAI SESUATU TERJADI. Lakukan ini setiap hari dan lakukan dengan konsisten! Jangan turunkan intensitasnya. Jagai terus manusia roh kita ada dalam kondisi vitalitas terbaiknya (terus menyala - nyala dan berkobar - kobar dalam cinta akan Tuhan)
2. Luangkan waktu lebih banyak dalam pembacaan firman Tuhan, gali dalam - dalam.
Deklarasikan dan imajinasikan firman sampai roh kita berkobar - kobar. Tuliskan pemahaman yang Roh berikan. Sebab bersamaan dengan itu Roh Kudus sedang memeteraikan diri kita dengan firman-Nya!
Lukas 6:48 (TB) ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
PERHATIKAN KATA ROH KUDUS: JANGAN MEMBANGUN DIRIMU DARI MATERIAL YANG LAIN, PASTIKAN HANYA DARI FIRMAN SAJA. FOKUS!
3. Jagai hati dan pikiran untuk tetap bersih dan tahir (bebas dari berbagai bentuk konflik batin) sebab hanya doa orang yang hatinya bersih dan tahir (doa orang benar) besar kuasanya.
Jadikan Filipi 4:8 sebagai patokan dalam berpikir, berimajinasi, dan mengelola perasaan, serta bertindak.
Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. ARAHKANLAH pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. RENUNGKANLAH hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. INGATLAH akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.
4. Jalani hari-hari kita dengan penuh ucapan syukur dan bersukacita.
Bersyukur dan bersukacita bukanlah perasaan karena situasi dan kondisi sedang baik - baik saja, melainkan perintah dalam segala situasi dan keadaan. Artinya perasaan itu harus dimunculkan dengan pekerjaan Roh dan Firman dalam segala waktu! Jadi, kekonsistenan untuk berinteraksi dengan Roh dan Firman-Nya merupakan gaya hidup yang harus terbangun secara sempurna dalam diri kita.
Itulah arahan yang saya terima, dan saya akan lakukan demi menghadirkan realita Kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan di masa kegoncangan berikutnya. Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja.
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 104 |
| 11 | BCC Sunday Service
Alamilah perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membangkitkan anda dari segala keterpurukan untuk menjadi para pahlawan iman dalam ibadah Breakthrough City Church:
🕘 Minggu, 09.00 WIB
🛜 https://stevenagustinus.com/streaming | 118 |
| 12 | Efesus 5:15-17 (VMD) Jadi, hati-hatilah bagaimana kamu hidup. Jangan hidup seperti orang bodoh, tetapi hiduplah bijaksana. Maksudku, kamu harus menggunakan setiap kesempatan untuk melakukan yang baik sebab saat ini adalah waktu yang jahat. Jangan ceroboh dengan hidupmu. Pelajarilah apa yang diinginkan Tuhan untuk kamu lakukan.
Dari pembacaan ayat di atas, ada 3 hal yang saya dapatkan :
1. Kita harus berhati - hati dalam hidup ini, agar tidak hanya menjadi 'pendengar firman saja', melainkan menjadi pelaku firman.
Jangan sampai kita 'merasa' sudah menjadi pelaku firman ketika mendengar firman! Belum! Hanya pada saat kita melakukan firman barulah kita dikategorikan sebagai pelaku firman (Yakobus 1:22-25). Bukan lagi orang bodoh, melainkan orang bijaksana (Matius 7:24-27). Suatu kebodohan jika kita hanya mendengar firman tapi tidak melakukannya. Sebab hidup kita akan mudah tergoncang di tengah kondisi dunia yang tidak pasti.
Namun jika kita menjadi pelaku firman, maka hidup kita akan kokoh di tengah kegoncangan dunia. Kita ada dalam Kerajaan-Nya yang tidak tergoncangkan. Dipelihara Tuhan dengan cara-Nya yang ajaib, hidup dalam damai sejahtera, dan penuh dengan sukacita abadi. Bukankah kehidupan seperti itu yang dicari - cari banyak orang? Mereka mencoba mencari itu di dalam kemuliaan dunia, tapi mereka tidak pernah mendapatkannya. Justru semakin haus dan haus lagi namun tidak pernah terpuaskan. Pada saat itulah kita akan menawarkan firman hidup kekal kepada mereka dan menuntun berjalan dalam jalan - jalan kebenaran untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan (Filipi 2:14-16).
2. Jangan jemu - jemu melakukan apa yang benar dan apa yang baik walau melawan arus keyakinan dunia ini.
Ini waktunya untuk kita mengekspresikan kebenaran dan kebaikan hati Tuhan! Mungkin untuk beberapa waktu seolah apa yang kita lakukan dianggap 'aneh', bahkan ada yang membalas apa yang kita lakukan dengan kejahatan. Tidak mengapa, teruslah berbuat baik. Doakan orang yang memusuhi kita dan cari kesempatan untuk memberkati mereka. Sambil menjagai sikap hati kita untuk tetap melakukan kebaikan tanpa pamrih apa pun.
Galatia 6:9 (TB) Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Roma 12:20-21 (TB) Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! - (Mat 5:39-48)
3. Teruslah berfokus pada internal kehidupan kita.
Pastikan manusia roh kita terus berkobar - kobar dan menyala - nyalaPs. Steven Agustinus oleh karena pekerjaan Roh dan Firman, sebab ada Tuhan di dalam batin kita. Dan inti dari kehidupan orang percaya adalah "mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan". Jangan sampai kita jadi ceroboh karena terkecoh oleh tipu daya iblis yang membuat fokus perhatian kita tertuju kepada hal - hal eksternal, manusiawi dan lahiriah.
Tuhan menginginkan diri kita untuk menggunakan seluruh waktu hidup kita berfokus atau berpusat pada diri-Nya, bukan pada yang lain. Dan terus berfokus untuk memastikan aliran air hidup dalam batin kita semakin besar dan kuat. Tidak hanya semata kaki, namun menjadi sungai yang besar (Yehezkiel 47).
Mazmur 46:4-5 (TB)
4 (46-5) Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.
5 (46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
Saya percaya, Tuhan sedang terus mengarahkan hidup kita berfokus meningkatkan level kepenuhan Roh dalam batin kita. Itulah kehidupan yang menyukakan Tuhan dan membuat hidup kita tidak tergoncangkan! Amin!
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 116 |
| 13 | Saat bangun pagi ini, seketika saya langsung merasakan ada roh yang haus akan firman yang tidak seperti biasanya. Ini sangat deras dan kuat. Dorongan untuk membaca firman Tuhan sangat tidak terbendung. Dan Roh Kudus mengajar saya untuk membaca lebih perlahan guna mendapatkan pemahaman dan dimensi roh yang terkandung dalam firman yang ada. Lalu segera untuk mencatat setiap pemahaman yang Tuhan berikan.
Roh Kudus berkata: Terus lakukan itu dalam keheningan ruang takhta Allah. Pakai waktu yang ada untuk berfokus pada hal tersebut. Baca firman Tuhan lebih detail. Dan setialah melakukan hal itu.
Tiba - tiba saya tersadarkan, seringkali arahan Tuhan datang dan membawa kita untuk melawan arus gaya hidup dan kebiasaan diri dan bahkan rutinitas yang biasa kita jalani. Tapi jika kita taat, maka kita akan beroleh pembentukan tangan Tuhan yang sempurna.
Saya jadi paham sekarang, memang tidak ada kemajuan tanpa pengorbanan. Jika kita masih mempertahankan kehidupan 'lain' di luar dari apa yang Tuhan perintahkan, maka kita akan kehilangan apa yang Tuhan ingin berikan. Tapi jika kita berani melepaskan yang lain, maka kita akan beroleh apa yang Tuhan rancangkan! Dan apa yang Tuhan rancangkan selalu lebih mulia dari rancangan diri kita sendiri dan dari dunia ini.
Pilihan hidup ini ada di tangan kita. Jangan salah lihat, jika tidak ingin salah jalan. Lihatlah Kerajaan-Nya dan rancangan kekal-Nya, itu tidak sebanding dengan rancangan diri sendiri maupun rancangan yang dunia tawarkan.
Saat saya mulai menaati hal di atas, maka saya bisa mengalami gelora yang baru dalam pembacaan firman Tuhan. Seperti orang yang baru pertama kali membaca ayat - ayat firman. Begitu sangat berharga dan penuh gelora. Saya jadi terus mencari - cari waktu untuk membaca firman Tuhan. Kapan pun dan di mana pun, hati ini tidak bisa lepas dari firman-Nya!
Yehezkiel 3:1-3 (TB) Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel." Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.
Saya yakin, setiap arahan yang Tuhan beri, jika kita taati, maka sejatinya kita sedang diposisikan untuk ada dalam pusat kehendak dan pembentukkan tangan Tuhan yang sempurna. Kita akan diangkat Tuhan menjadi alat di tangan Tuhan yang perkasa untuk menyelesaikan kehendak-Nya di atas muka bumi ini.
Ulangan 28:1 (TB) "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 105 |
| 14 | Mengalami kesadaran akan realita Tuhan, artinya: Memiliki suatu kondisi hidup selalu ada prinsip kebenaran atau janji Tuhan, ataupun pernyataan Roh yang terus terngiang yang bekerja kuat dan menggores di pikiran dan hati kita, sehingga meskipun ada di tengah kesibukan ataupun tantangan, tapi apa yang menggores tersebut akan terus memunculkan diri-Nya dalam pikiran hati kita - selalu mempengaruhi emosi kita sedemikian rupa hingga kita selalu ada dalam kondisi tenang, terkendali, dan optimal.
Dari definisi di atas, saya mendapatkan beberapa pemahaman dan arahan :
1. Hidup dalam zona amannya Tuhan (bebas dari gangguan iblis) merupakan hal yang mungkin dan memang seharusnya itulah yang terjadi.
Sebab jika senantiasa ada 'kebenaran' dalam hidup kita, maka secara otomatis segala tipu daya iblis tidak berlaku atas diri kita. Kita menikmati kehidupan yang penuh ucapan syukur, damai sejahtera, dan sukacita ilahi.
2. Saat kita terus aktif mengejar Tuhan (mengarahkan hati hanya pada realita Tuhan dan kebenaran) maka berbagai upaya musuh yang ingin membuat kita fokus pada masalah juga tantangan tidak akan berhasil, sebaliknya pikiran kita justru semakin dikuasai oleh janji Tuhan.
Sehingga tujuan musuh yang ingin membuat kita 'frustasi' pasti gagal total! Sebaliknya iblislah yang pasti frustasi menghadapi diri kita. Namun kita sendiri terus antusias, semangat, dan penuh iman pengharapan serta keyakinan akan masa depan yang pasti dan gilang gemilang bersama dengan Tuhan.
3. Teruslah berkomunikasi dengan Tuhan yang ada dalam diri kita.
Jangan abaikan hal ini! Tidak perlu ragu untuk bertanya mengenai sikap hati, perspektif, dan gaya hidup seperti apa yang harusnya kita ekspresikan dalam kehidupan sehari - hari. Bahkan ketika harus menghadapi masalah, tantangan, atau situasi rumit yang membutuhkan pengambilan keputusan yang matang. Tuhan pasti akan meluruskan jalan hidup kita. Ada intervensi kedaulatan-Nya yang membuat kita berkemenangan!
4. Pastikan kita tekun merenungkan dan memperkatakan serta mengimajinasikan firman, sampai kita bisa merasakan adanya aliran - aliran air hidup yang mengalir dan menjadi aliran inspirasional yang membuat kita beroleh ide, strategi, dan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mencapai keoptimalan dalam menyelesaikan kehendak Tuhan.
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 123 |
| 15 | Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 125 |
| 16 | Yosua 1:8 (TB) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Mazmur 1:1-2 (TB) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Roma 8:5 (TB) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
Pertanyaannya, jika kita memang diperintahkan untuk senantiasa merenungkan Firman, lalu kapan kita memikirkan hal - hal yang lain? Itu dia masalah kita, firman di atas jadi tidak relevan dikarenakan diri kita sendiri yang mempertanyakannya. Padahal memang begitulah seharusnya kehidupan kita, yaitu merenungkan Firman siang dan malam. Jadi seluruh diri kita sudah sewajarnya diisi oleh Firman dan merenungkan Firman saja. Dasar pengambilan keputusan, dasar sikap dan dasar perasaan kita harus dari Firman. Roh Kudus akan menolong kita menjadi pelaku Firman.
( Klik link untuk bergabung dengan renungan harian Ps. Steven Agustinus: 📎 https://wa.link/rf63zf )
Namun Roh Kudus ‘sulit’ bekerja jika hidup kita ‘kosong’, tidak ada Firman. Bagaimana Roh Kudus mau mengingatkan dan menuntun jika Firman yang Roh Kudus perlukan tidak ada di dalam kita? Padahal itulah 'bahan' untuk terjadinya keterhubungan dan kehidupan yang berbuah (Yohanes 15:1-8).
Semakin hari saya semakin paham, ternyata Tuhan mau untuk hidup kita dipenuhi oleh Firman-Nya saja (membaca Firman, merenungkan, mengimajinasikan, dan memperkatakan Firman saja). Inilah kunci kehidupan yang lurus - lurus saja. Kalaupun ada tantangan ataupun masalah, dapat kita atasi dengan begitu saja oleh kuasa Firman Tuhan. Sebenarnya Tuhan mau hidup kita mengalami realita kedaulatan Tuhan, tidak ada pergumulan yang menekan sampai harus membuat kita berbeban berat.
Contoh saja hidupnya Yosua, ia hanya merenungkan Firman Tuhan, alhasil hidupnya dimudahkan oleh Tuhan. Padahal apa yang harus ia hadapi sangat membutuhkan kerja keras dan pemikiran hebat untuk menaklukkan Kanaan. Tapi anehnya Tuhan perintahkan untuk ‘lebih keras’ merenungkan Firman Tuhan. Padahal untuk membuat tembok Yerikho rubuh dibutuhkan strategi pemikiran dan kerja keras, tapi dengan arahan dari Tuhan seketika tembok itu hancur.
Begitupun dengan peperangan lainnya yang ia hadapi di tanah Kanaan, semuanya begitu saja ditaklukkan, kecuali bangsa Ai. Israel dikalahkan oleh bangsa yang jumlahnya paling sedikit di antara penduduk Kanaan lainnya. Mengapa itu bisa terjadi? Karena tidak menaati apa yang Tuhan katakan (Yosua 7:1-26). Jadi sebenarnya bangsa Israel tanpa keberadaan Tuhan adalah bangsa yang paling lemah dibandingkan bangsa lainnya, hanya karena Tuhan saja mereka dibedakan dari bangsa - bangsa lainnya.
Lagi - lagi Tuhan seperti ‘menantang’ hidup saya untuk kembali memerhatikan faktor keterhubungan dengan Firman Tuhan. Hal yang sebenarnya sangat mendasar: merenungkan Firman, menghafal ayat, mendeklarasikan Firman, mencatat Firman, dan menggali serta menjadi pelaku firman. Jika pesan Firman itu diulang kembali, artinya Tuhan menghendaki untuk kita bisa memerhatikan kembali fondasi kehidupan kita tersebut. Jangan sampai rapuh apalagi bolong – bolong, sebab Tuhan mau kita kokoh dalam perenungan Firman sehingga hari - hari ke depan hidup kita akan diluruskan, dimudahkan, dan dikokohkan serta tidak tergoncangkan!
Tidak ada jaminan dari hal - hal lahiriah yang akan menyelamatkan kita dari kegoncangan ke depan. Hanya Firman-Nya yang membuat kita tidak tergoncangkan, tidak stres, apalagi tertekan, melainkan penuh dengan sukacita, kedamaian, dan ucapan syukur senantiasa (Ibrani 12:25-29).
Itulah kehidupan surga di bumi ini yang seharusnya kita alami dalam hidup sehari - hari! | 147 |
| 17 | Deklarasikan kalimat berikut:
"Aku mencintai hadirat Tuhan.
Firman Tuhan akan menjadi pusat kehidupan rumahku. Kami akan merenungkan firman siang dan malam. Rumah kami akan dipenuhi percakapan yang membangun iman dan takut akan Tuhan. Dalam nama Yesus, kami membangun kultur hadirat dan firman!"
Ayat Hafalan:
Mazmur 1:2 (TB) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ps. Steven Agustinus
____
Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan!
Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang.
Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya.
📎 https://wa.link/rf63zf | 121 |
| 18 | Mazmur 1:2 “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Salah satu fondasi terpenting untuk membangun generasi yang kuat adalah membangun kultur persekutuan pribadi dengan Tuhan dan kedisiplinan untuk merenungkan serta memperbincangkan firman. Perhatikan: yang harus diwariskan bukan hanya pengetahuan Alkitab, tetapi cara hidup yang melekat pada Tuhan. Sebab orang bisa tahu banyak tentang firman, tetapi tidak hidup dari firman. Orang bisa hafal ayat, tetapi tidak mempunyai kehidupan batin yang terhubung dengan Tuhan.
Generasi yang kuat tidak lahir hanya dari banyaknya informasi rohani, tetapi dari adanya persekutuan pribadi dengan Tuhan. Inilah yang harus dibangun sejak dini. Bukan sekadar kebiasaan baca Alkitab sebagai kewajiban, melainkan kesadaran bahwa firman adalah sumber hidup, penentu arah, pembentuk cara berpikir, dan dasar mengambil keputusan.
Mazmur 1 menggambarkan orang yang diberkati sebagai orang yang merenungkan firman siang dan malam. Ini berbicara tentang kehidupan yang membiarkan firman meresap, berulang dalam pikiran, turun ke hati, lalu mempengaruhi respon sehari-hari.
Jadi, perenungan bukan aktivitas tambahan; itu adalah proses pembentukan hidup manusia. Ketika firman diperbincangkan dalam keluarga, anak-anak belajar bahwa firman bukan hanya untuk mimbar, tetapi untuk meja makan, perjalanan, keputusan, konflik, berkat, dan masa depan. Firman menjadi lensa. Firman menjadi bahasa. Firman menjadi referensi. Firman menjadi budaya.
( Klik link untuk bergabung dengan renungan harian Ps. Steven Agustinus: 📎 https://wa.link/rf63zf )
Banyak keluarga gagal bukan karena tidak punya niat baik, tetapi karena firman tidak pernah sungguh-sungguh menjadi percakapan yang hidup. Yang lebih sering dibicarakan justru tekanan, masalah, uang, sekolah, pekerjaan, orang lain, atau hiburan. Akibatnya, rumah tidak menghasilkan atmosfer pewahyuan, melainkan atmosfer kesibukan alami.
Kalau kita ingin generasi berikut memiliki roh takut akan Tuhan, maka mereka harus terbiasa melihat bahwa firman sungguh dihormati dalam rumah. Bukan hanya dibacakan, tetapi dijadikan dasar. Bukan hanya dikutip, tetapi ditaati. Persekutuan pribadi dengan Tuhan juga harus terlihat nyata. Anak-anak atau generasi di bawah kita perlu melihat bahwa kita punya waktu bersama Tuhan yang bukan dibuat-buat.
Mereka harus menangkap bahwa kedekatan dengan Tuhan bukan slogan, melainkan kebutuhan. Saat mereka melihat seseorang yang tenang, tajam, penuh damai, dan kokoh karena hidupnya berakar dalam hadirat Tuhan, mereka sedang melihat injil yang hidup.
Jangan pernah meremehkan kekuatan kebiasaan sederhana:
- bangun pagi untuk mencari Tuhan,
- berbicara firman dalam rumah,
- menghubungkan peristiwa sehari-hari dengan prinsip firman, dan
- mengembalikan hati kepada Tuhan berulang kali.
Hal-hal seperti ini mungkin tampak kecil, tetapi justru di situlah peradaban rohani dibangun.
Perhatikan contoh aplikatif kultur dan nilai berikut:
a) Biasakan waktu teduh pribadi sebelum memulai aktivitas.
b) Buat satu ayat mingguan yang dibaca bersama seluruh anggota keluarga.
c) Saat menghadapi konflik, jangan hanya bertanya 'siapa salah?', tapi 'apa prinsip firman untuk situasi ini?'
d) Biasakan anak-anak mendengar kalimat seperti: “Mari kita lihat apa kata firman Tuhan tentang hal ini.”
Pergunakan Pertanyaan reflektif berikut dalam perenungan Anda:
- Apakah saya sudah memiliki persekutuan pribadi yang nyata dengan Tuhan?
- Seberapa sering firman menjadi topik pembicaraan yang hidup di rumah saya?
- Apakah generasi di bawah saya melihat bahwa firman benar-benar menjadi pusat hidup saya?
"Tuhan, bangun rasa lapar akan hadirat-Mu dalam diriku dan dalam rumahku. Jadikan firman-Mu kesukaan kami, bukan sekadar kewajiban. Ajari kami merenungkan, memperbincangkan, dan mempraktekkan firman dalam setiap area kehidupan. Biarlah rumah kami dipenuhi atmosfer hadirat dan kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus. Amin." | 113 |
| 19 | لا يوجد نص... | 183 |
| 20 | Dalam event retret Divine Encounter yang diadakan di BCC dan dipimpin langsung oleh Ps. Steven Agustinus beberapa hari ini, jemaat dibawa untuk mendalami berbagai dinamika rohani yang membangkitkan manusia batiniah. Salah satu sorotan utamanya adalah ketika firman atau penyembahan membuat hati berkobar-kobar, menuntut respons berupa evaluasi selubung rohani, perenungan mendalam, serta komitmen baru untuk kembali pada kasih mula-mula.
Roh Kudus juga bekerja mengimpartasikan jati diri rohani kita sebagai anak-anak Allah, memampukan kita berseru, "Ya Abba, ya Bapa!" (Roma 8:15-17). Melalui kisah inspiratif di balik lagu "Tangan Tuhan Sedang Merenda", peserta diingatkan bahwa setiap proses berat atau air mata bukanlah akhir, melainkan cara Tuhan membentuk kesaksian besar dan kemenangan yang jauh lebih indah.
Memasuki sesi berikutnya, dinamika rohani berlanjut saat ayat atau lirik lagu terus terngiang di batin, menandakan bahwa Roh Kudus sedang menanamkan benih Kerajaan dan menuliskan firman-Nya di loh daging hati kita (2 Korintus 3).
Hal ini sekaligus menjadi pengingat penting agar kita senantiasa mencari kehendak Bapa secara intim, melampaui batasan rohani yang dangkal.
Peserta kemudian diajak untuk membangun sikap hati yang teguh, bersukacita senantiasa, dan melepaskan segala kekhawatiran demi mengalami damai sejahtera Allah yang melampaui akal (Filipi 4). Firman Tuhan juga menyoroti pentingnya menyelaraskan doa dengan kehendak Tuhan seperti teladan Hana, serta memahami bahwa kelimpahan materi atau uang menjadi ujian nyata yang mengekspos kemurnian hati seseorang.
Di tengah jalannya retret, antusiasme peserta terlihat begitu nyata ketika mereka dengan kerinduan mendalam membuka hati selebar-lebarnya untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Suasana penuh hadirat ini mencerminkan kehausan jemaat untuk tidak sekadar tahu tentang Tuhan, melainkan benar-benar merasakan jamahan transformatif Roh Kudus yang memulihkan dan membimbing langkah iman mereka.
Rangkaian sesi retret ini ditutup dengan momen penyerahan diri yang total di hadapan Tuhan. Dengan menjawab "Ya" pada setiap tuntunan Roh Kudus, jemaat didorong untuk terus berjalan dalam dimensi rohani yang lebih dalam, siap menjadi surat Kristus yang terbuka dan berdampak bagi kemuliaan-Nya.
Ps. Steven Agustinus
_____
Gabung renungan harian sekarang juga! Perbaharui hatimu dan temukan realita Tuhan setiap hari! Klik link berikut untuk join: https://wa.link/rf63zf | 139 |
