ch
Feedback
Renungan Harian Ps Steven Agustinus

Renungan Harian Ps Steven Agustinus

前往频道在 Telegram
860
订阅者
无数据24 小时
无数据7
-1230
吸引订阅者
七月 '26
七月 '260
在0个频道中
六月 '26
+10
在0个频道中
Get PRO
五月 '26
+9
在0个频道中
Get PRO
四月 '26
+8
在0个频道中
Get PRO
三月 '26
+9
在0个频道中
Get PRO
二月 '26
+9
在0个频道中
Get PRO
一月 '26
+3
在0个频道中
Get PRO
十二月 '25
+5
在0个频道中
Get PRO
十一月 '25
+22
在0个频道中
Get PRO
十月 '25
+5
在0个频道中
Get PRO
九月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
八月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
七月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
六月 '25
+3
在0个频道中
Get PRO
五月 '25
+5
在0个频道中
Get PRO
四月 '25
+2
在0个频道中
Get PRO
三月 '25
+6
在0个频道中
Get PRO
二月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
一月 '25
+3
在0个频道中
Get PRO
十二月 '24
+10
在0个频道中
Get PRO
十一月 '24
+36
在0个频道中
Get PRO
十月 '24
+50
在0个频道中
Get PRO
九月 '24
+31
在0个频道中
Get PRO
八月 '24
+25
在0个频道中
Get PRO
七月 '24
+44
在0个频道中
Get PRO
六月 '24
+40
在0个频道中
Get PRO
五月 '24
+37
在0个频道中
Get PRO
四月 '24
+44
在0个频道中
Get PRO
三月 '24
+46
在0个频道中
Get PRO
二月 '24
+20
在0个频道中
Get PRO
一月 '24
+22
在0个频道中
Get PRO
十二月 '23
+7
在0个频道中
Get PRO
十一月 '23
+9
在0个频道中
Get PRO
十月 '23
+29
在0个频道中
Get PRO
九月 '23
+16
在0个频道中
Get PRO
八月 '23
+13
在0个频道中
Get PRO
七月 '23
+18
在0个频道中
Get PRO
六月 '23
+16
在0个频道中
Get PRO
五月 '23
+31
在0个频道中
Get PRO
四月 '23
+17
在0个频道中
Get PRO
三月 '23
+23
在0个频道中
Get PRO
二月 '23
+37
在0个频道中
Get PRO
一月 '23
+27
在0个频道中
Get PRO
十二月 '22
+18
在0个频道中
Get PRO
十一月 '22
+31
在0个频道中
Get PRO
十月 '22
+33
在0个频道中
Get PRO
九月 '22
+21
在0个频道中
Get PRO
八月 '22
+25
在0个频道中
Get PRO
七月 '22
+18
在0个频道中
Get PRO
六月 '22
+11
在0个频道中
Get PRO
五月 '22
+19
在0个频道中
Get PRO
四月 '22
+15
在0个频道中
Get PRO
三月 '22
+10
在0个频道中
Get PRO
二月 '22
+13
在0个频道中
Get PRO
一月 '22
+18
在0个频道中
Get PRO
十二月 '21
+14
在0个频道中
Get PRO
十一月 '21
+13
在0个频道中
Get PRO
十月 '21
+13
在0个频道中
Get PRO
九月 '21
+14
在0个频道中
Get PRO
八月 '21
+31
在0个频道中
Get PRO
七月 '21
+26
在0个频道中
Get PRO
六月 '21
+917
在0个频道中
日期
订阅者增长
提及
频道
09 七月0
08 七月0
07 七月0
06 七月0
05 七月0
04 七月0
03 七月0
02 七月0
01 七月0
频道帖子
Roma 8:6 “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Pada akhirnya, hidup rohani adalah tentang frekuensi apa yang terus menguasai batin kita. Jika batin terus dipenuhi ketakutan, kepahitan, keduniawian, maupun distraksi, maka manusia akan kehilangan ketajaman rohani. Tetapi jika hidup terus dibangun dalam firman, mazmur, penyembahan, dan kesadaran akan Tuhan, maka manusia akan hidup dalam frekuensi surga. Dan inilah yang terjadi pada Daud—Mazmur bukan sekadar lagu bagi Daud, tetapi mazmur adalah gaya hidup. Daud belajar: - Berpikir bersama Tuhan, - Menangis di hadapan Tuhan, - Berperang bersama Tuhan, - Memproses emosi bersama Tuhan, dan - Membangun kesadaran akan Tuhan setiap hari. Inilah sebabnya Daud memiliki hati yang sangat peka, sebab mazmur membuat: • Manusia roh tetap aktif, • Hati tetap lembut, • Telinga rohani tetap terbuka, • Iman tetap menyala, dan • Perlahan kesadaran akan realita Tuhan menjadi gaya hidup sehari-hari. Orang yang hidup dalam kesadaran akan Tuhan tidak hidup dipimpin keadaan, melainkan dipimpin dari realita surga. LATIHAN PRAKTIS HARI INI Bangun pagi besok dan lakukan: • Pause moment, • Listening mode, • Checking rohani, dan • Trigger harian TAMBAHKAN: • Membaca satu Mazmur dengan suara perlahan, • Jadikan satu ayat sebagai lagu spontan pribadi kepada Tuhan, dan • Lakukan selama 7 hari berturut-turut. AYAT HAFALAN Mazmur 19:15 Ps. Steven Agustinus ___ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf

2
没有文字...
58
3
2 Tawarikh 20:21-22 “...mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, lalu TUHAN mengadakan penghadangan terhadap bani Amon...” Banyak orang berpikir peperangan rohani hanya terjadi melalui: • Doa peperangan, • Deklarasi keras, dan • Teriakan rohani. Padahal dalam banyak kasus, penyembahan justru menjadi senjata yang jauh lebih tinggi. Mengapa? Karena penyembahan: • Mengangkat kesadaran kepada Tuhan, • Menundukkan ketakutan, • Mematahkan intimidasi, dan • Mengembalikan pemerintahan Kristus atas hati manusia. Yosafat memahami prinsip ini—saat bangsa lain datang menyerang, yang ditempatkan di depan bukan tantara, melainkan para penyembah. Ini bukan strategi emosional, tapi paradigma Kerajaan. Karena dalam hadirat Tuhan: • Ketakutan kehilangan kekuatan, • Intimidasi runtuh, • Iman bangkit, dan • Atmosfer berubah. Musuh paling suka ketika hati manusia sibuk, takut, panik, dan penuh suara dunia. Karena hati seperti itu sulit mendengar Tuhan. Tetapi mazmur membawa hati kembali tunduk kepada pemerintahan surga. Penyembahan sejati bukan pelarian dari peperangan, tetapi penyembahan adalah cara Kerajaan menghadapi peperangan. LATIHAN PRAKTIS HARI INI Saat ada tekanan hari ini: - Jangan langsung bereaksi, - Ambil waktu 5 menit, - Mulai nyanyikan, “Tuhan Engkau baik...”, - Fokuskan hati kepada Tuhan. - Rasakan bagaimana atmosfer batin mulai berubah. AYAT HAFALAN Mazmur 22:4 “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian Israel.” Ps. Steven Agustinus ___ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
55
4
Penyertaan Tuhan dalam hidup kita tidak boleh bernuansa keagamaan belaka. Dengan kata lain, setiap kali kita berkata bahwa ada Tuhan yang menyertai kita, pastikan itu semua teralisasi dalam keseharian kita. Selama ini orang percaya cukup merasa puas mengalami 'jamahan Tuhan' saat ibadah berlangsung, tapi ini waktunya kita mengalami realita Tuhan justru saat ada dalam pekerjaan atau keseharian kita. Saat saya menerima message tentang ‘menaklukkan gunung’, saya mendapatkan suara Tuhan berkata: "Hai umat Tuhan, keluar dari gua persembunyianmu. Itu bukanlah tempat yang nyaman untuk engkau menjalani kehidupan yang normal yang Aku sediakan. Justru gua persembunyian merupakan gunung yang harus engkau taklukkan. Jati dirimu seorang pemenang bahkan lebih dari pemenang. Tiba waktunya untuk kuasa Tuhan bergerak secara dahsyat melalui kehidupanmu. Peperangan yang engkau akan hadapi, peperangan yang selalu menjadikan engkau sebagai pemenang." Pagi ini Tuhan seperti memberikan beberapa arahan yang spesifik untuk saya secara pribadi dan keluarga lakukan, dan saya percaya yang Tuhan mau untuk saya lakukan—tindakan untuk ‘menaklukkan dan merebut gunung’. Tuhan tunjukkan area keteraturan ilahi sebagai ‘gunung’ yang harus kami rebut dan taklukkan. Karena Tuhan seperti menjelaskan bahwa ketidakteraturan merupakan sumber dari setiap pekerjaan roh-roh dunia yang termanifestasi melalui hidup ini. Ini gambaran dari kehidupan di luar taman Eden, sedangkan kehidupan yang Tuhan ingin untuk kita jalani ada di dalam taman Eden. Ketika Tuhan menciptakan langit dan bumi, Dia menciptakan dalam keteraturan atau sistematis. Itu sebabnya ada hari pertama, kedua dan seterusnya. Yang harusnya terjadi dalam hidup ini pun demikian, namun tidak bisa dipungkiri ada banyak orang percaya dibuat tidak berdaya. Inilah yang seringkali ada dalam pemikiran mereka: “benangnya sudah terlalu kusut, aku harus mulai dari mana untuk memperbaikinya, rasanya mustahil untuk aku bisa memperbaiki kondisi yang ada, aku tidak punya kekuatan yang cukup, rasanya tidak apa-apalah aku menjalani kehidupan seperti ini, ada banyak orang lain juga jalani kehidupan yang sama seperti aku kok.” Saat menuliskan renungan ini, Tuhan memberikan beberapa kalimat sanggahan yang wajib saya perkatakan: • Roh terobosan ada atasku, • Tuhan tidak pernah mencobai di luar batas kekuatanku, • Tuhan yang berperang untuk menaklukkan dan merebut ‘gunung’ itu, • Kehidupan seorang penakluk merupakan nature dalam hidupku, • Kuasa kemenangan telah diberikan untukku, • Aku ditetapkan Tuhan untuk membangun pola hidup yang berbeda, • Memang benar aku berbeda, • Tuhan tidak pernah menyerah untuk mendatangkan perubahan atasku. Lebih lanjut Tuhan memberi penegasan: “Inilah Firman yang akan mencipta ulang duniamu dalam keteraturan, seperti Firman yang Aku ucapkan di hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.” Deklarasi: “Aku deklarasikan terjadi atas hidupku, mulai hari ini aku hidup di bawah langit dan bumi yang baru. Tidak ada air mata, yang ada hanya kemenangan, sukacita, damai sejahtera, kebenaran dan terobosan. Dan memang itulah yang Tuhan sediakan.” Saya percaya inilah kehidupan yang sewajarnya untuk setiap orang percaya alami—sebesar apa pun tantangan gunung yang Tuhan nyatakan, Tuhan juga menyatakan hasil akhir dari apa yang akan kita alami yaitu kemenangan (1 Korintus 2: 9-16). Ps. Steven Agustinus ____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
73
5
没有文字...
77
6
"Give me this mountain", kata-kata tersebut hingga sekarang masih terus menggema di dalam roh saya. Seakan-akan menjadi suatu doa yang ditaruh oleh Roh Kudus untuk terus saya naikkan di hadapan hadirat Tuhan. Saya merasa betul kata-kata doa ini terus didengungkan oleh Roh Kudus dalam batin saya sebagai suatu syafaat untuk orang percaya yang mau menerima dan menghidupi pesan firman yang ada. Apa pun 'gunung' yang selama ini masih 'diduduki musuh', sesungguhnya itu adalah teritorial yang sudah ditetapkan Tuhan untuk kita taklukkan. Jangan terus 'menerima kenyataan' bahwa ada area dalam hidup kita ini yang tetap 'dikuasai musuh'—tidak peduli hal tersebut berupa area kesehatan, finansial, keluarga, pelayanan, pekerjaan—apa pun! Teruslah mendesak dalam hadirat-Nya dan naikkan doa ini di hadapan hadirat-Nya: “Give me this mountain”. Setiap kali engkau mulai 'merasa terdesak' oleh situasi atau keadaan, naikkan doa “give me this mountain” ke hadapan hadirat Tuhan. Sebab sesungguhnya engkau sedang menarik turun realita Tuhan untuk mulai bermanifestasi. Inilah saatnya untuk kita membawa serta realita hadirat Tuhan untuk dapat termanifestasi dalam hidup sehari-hari. Alamilah terobosan dan kemenangan ataupun realita Tuhan yang memang sudah Ia tetapkan untuk menjadi porsi bagianmu. Ps. Steven Agustinus ____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
76
7
Mazmur 73:16-17 “Tetapi ketika aku mencoba untuk mengerti semuanya itu, hal itu menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke tempat kudus Allah...” Salah satu tanda seseorang mulai kehilangan kesadaran akan Tuhan adalah fokus hidupnya kembali tertuju kepada hal-hal yang lahiriah. Ia mulai: - Terlalu fokus pada masalah, - Terlalu fokus pada manusia, - Terlalu fokus pada kebutuhan, - Terlalu fokus pada ancaman. Akibatnya hatinya menjadi berat. Asaf mengalami hal ini—ia mulai iri kepada orang fasik, mulai bingung, dan mulai goyah. Tetapi semuanya berubah, “Sampai aku masuk ke tempat kudus Allah.” Artinya perspektifnya dipulihkan saat ia kembali masuk ke hadirat Tuhan. Inilah fungsi mazmur. Mazmur membawa manusia keluar dari perspektif bumi, masuk kembali ke perspektif Kerajaan. Ketika seseorang mulai bermazmur: - Fokus hidup dipulihkan, - Pusat perhatian berubah, dan - Kesadaran akan Tuhan meningkat kembali. Banyak orang kehilangan kekuatan rohani bukan karena setan terlalu kuat, tetapi karena fokusnya tertuju ke arah yang salah. Apa yang terus memenuhi perhatianmu akan membentuk kondisi rohmu. Evaluasi: Apa yang paling banyak memenuhi pikiranmu akhir-akhir ini? Bacalah Mazmur 121 dengan suara. Setiap kali membaca: “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung...” Berhenti sejenak, angkat tanganmu dan arahkan hati kembali kepada Tuhan. Ayat hafalan: Kolose 3:2 “Pikirkanlah perkara yang di atas...” Ps. Steven Agustinus _____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
89
8
BCC Sunday Service Perjamuan Kudus Alamilah perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membangkitkan Anda dari segala keterpurukan untuk menjadi para pahlawan iman dalam ibadah Breakthrough City Church: 🕘 Minggu, 09.00 WIB 🛜 https://stevenagustinus.com/streaming
85
9
没有文字...
98
10
Kolose 3:2 (TB) "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." Orang yang hidup menurut Roh tidak menunggu keadaan berubah untuk memiliki damai, iman, atau sukacita. Ia terlebih dahulu membangun kesadaran akan realita Tuhan. Semakin seseorang sadar akan Tuhan: - Semakin kecil pengaruh ketakutan, - Semakin lemah kuasa kekhawatiran, - Semakin kuat iman, dan - Semakin nyata damai sejahtera. Inilah sebabnya orang apostolik dan profetik harus terus melatih: *) Pause Moment — berhenti sejenak menyadari Tuhan. *) Listening Mode — membuka hati untuk mendengar suara-Nya. *) Checking Rohani — memeriksa kondisi batin. *) Trigger Harian — membangun pengingat akan Tuhan sepanjang hari. *) Bermazmur — menyelaraskan hati dengan realita Kerajaan. Apa yang memenuhi kesadaranmu akan menentukan kualitas kehidupanmu. Apa yang menguasai pikiranmu akan membentuk masa depanmu. Karena itu, pilihlah untuk hidup dari perspektif Kerajaan. Doa : "Bapa, biarlah pikiranku, emosiku, kesadaranku, dan seluruh keberadaanku selaras dengan Roh Kudus setiap hari." Deklarasi : "Aku adalah manusia Roh. Aku hidup dari realita Kerajaan. Aku melihat hidup dari perspektif Tuhan. Aku berjalan dalam iman, kasih, syukur, dan damai sejahtera setiap hari." Renungkan: State of mind apa yang paling sering menguasai hidup saya minggu ini? Apakah itu berasal dari Roh atau berasal dari daging? Dan langkah praktis apa yang akan saya lakukan hari ini untuk menyelaraskan diri kembali dengan realita Tuhan? Ps. Steven Agustinus _____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
107
11
没有文字...
96
12
Iblis akan membuat kita menjalani kehidupan dengan konflik batin—hari yang jahat atau tekanan kehidupan seringkali membuat banyak orang akhirnya mengalami konflik batin. Kecewa terhadap Tuhan dan sesama telah menjadi hal yang biasa di tengah dunia yang jahat. Padahal bukan karena situasi atau keadaan yang membuat mereka seperti itu, melainkan karena pola hidup, pengambilan keputusan dan sudut pandang yang tidak seturut dengan firmanlah yang membuat mereka hidup dalam konflik. Mereka seringkali mencobai Tuhan, dengan mengambil jalan hidup dan keputusan semaunya sendiri namun berharap Tuhan tetap menyertai dan bertanggung jawab. Tanpa sadar mereka sudah masuk ke dalam modus penipuan Iblis. Sehingga kehidupan mereka terus berputar-putar dalam konflik batin dan menjadi penular kepahitan. Oleh karenanya, bagi kita orang percaya, kita harus terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan sebagai Bapa yang setia dan terus mengondisikan diri kita bebas dari konflik batin dengan bersyukur serta mudah melepaskan pengampunan. Biarlah itu menjadi benteng pertahanan yang solid dari setiap serangan kekecewaan dan konflik batin yang dilepaskan oleh musuh. Saya menyadari, ini merupakan lingkaran penipuan setan yang membuat orang-orang percaya tidak bisa berjalan dalam kehendak Tuhan. Namun saya juga menyadari, Tuhan tidak akan pernah tinggal diam membiarkan umat pilihan-Nya terus hidup dalam dunia yang fana. Tuhan mengirimkan Rasul dan Nabi untuk gereja-Nya agar mampu memperlengkapi umat-Nya agar hidup dalam jalan-jalan Tuhan dan terbebas dari modus penipuan Iblis seperti Tuhan mengutus Paulus untuk Efesus. Oleh karena itu, Paulus berkata, kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah. Yang Paulus maksud adalah agar jemaat Efesus sepenuhnya menjadikan apa yang Paulus sampaikan sebagai dasar keyakinan dan sikap hati serta sudut pandang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi sebenarnya hidup itu sangat sederhana, kita hanya perlu bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan melakukannya. Itulah dunia yang Tuhan tetapkan bagi kita yang membuat kita dapat mengalami Tuhan itu nyata. Tuhan terus mengatakan di tengah-tengah kita, BERTEKUNLAH DALAM PENGAJARAN RASUL-RASUL—artinya Tuhan sangat serius akan hal tersebut. Sekarang keputusan ada di tangan kita, jika kita mau dan bertindak, maka kita bukan hanya akan keluar dari kehidupan fana hasil dari rekayasa Iblis, tetapi kita juga akan bangkit dalam kuasa Roh dan menaklukkan pemerintahan dan penguasa di udara atas kota dan bangsa. Lewat keberadaan kitalah Kerajaan Sorga akan kembali nyata di atas muka bumi ini. Ps. Steven Agustinus _____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
93
13
没有文字...
97
14
Iblis akan membuat kita terpikat dengan kenikmatan dan keglamoran dunia—membuat kita sujud menyembah kepada Mamon agar dapat meraih semua itu. Kenikmatan dan keglamoran dunia sampai saat ini masih menjadi daya tarik paling besar untuk menarik kita tidak hidup dalam kehendak Tuhan. Karena hal itu selalu berkaitan dengan hawa nafsu, keinginan daging dan dosa yang menawarkan kenikmatan sesaat. Semakin banyak harta yang dimiliki tentunya semakin banyak kesempatan untuk menikmati kemilau dunia ini. Tidak heran ada banyak orang yang akhirnya sujud menyembah kepada Mamon dan mencintai uang sedemikian rupa sehingga kehidupannya hanya untuk mengejar uang dengan cara apa pun. Kalaupun 'menjadi pelayan Tuhan', Iblis akan tetap membuat kita menjadi pelayan Tuhan yang glamor dan mempunyai kehidupan ganda yang sangat memiliki bau kedagingan yang menyengat. Saat-saat ini kehidupan seperti itu sudah menjadi lumrah, bahkan menjadi tren. Manusia seolah menjadi tersisih dan seolah belum sukses jika belum bisa hidup secara glamor. Itulah bukti bahwa seluruh dunia di-setting untuk berjalan dalam dusta oleh si jahat yang akan berakhir di jurang kehancuran. Oleh karena itu, betapa pentingnya hari-hari ini kita terus mengondisikan diri untuk mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan (menjagai persekutan yang hidup dengannya setiap hari). Hanya itulah satu-satunya yang membuat kita tidak bisa tertipu oleh si jahat. Kita dapat membedakan dengan jelas kemuliaan dunia dengan kemuliaan Tuhan dan dapat berdiri tegap di tengah mayoritas orang yang sedang sujud menyembah kepada Mamon. Saya percaya, di akhir zaman ini, hanya orang-orang yang tidak menyembah kepada Mamon sajalah yang akan memerintah dan berkuasa. Kerajaan Sorga akan memerintah di atas muka bumi ini lewat kehidupan kita. Saya percaya, saya akan menjadi saksi hidup dan menjadi pelaku pelengseran kerajaan manusia yang bergantung kepada Mamon oleh kuasa Kerajaan Sorga. Ps. Steven Agustinus _____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
107
15
没有文字...
115
16
Iblis akan berupaya membuat kita menjadi inisiator—dengan kata lain tidak lagi hidup dari apa yang Tuhan katakan. Sehingga membuat kita menjadi orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri yang sangat bergantung pada hal-hal lahiriah bukan lagi dari firman yang keluar dari mulut Allah. Energi kita akan terus dikuras oleh Iblis untuk 'mengubah batu menjadi roti'. Itulah fakta kehidupan yang sedang banyak dijalani oleh orang percaya, yaitu takut tidak makan atau takut berkekurangan. Jadi mereka harus bekerja sedemikian rupa untuk mendapatkan uang agar bisa memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Bahkan secara sadar atau tidak banyak yang akhirnya mengakui bahwa tanpa uang pasti akan mati.   Pola pikir yang sudah terlanjut ter-setting (berhasil tertipu) tersebut sangatlah bertolak belakang dengan firmanNya. Tuhan sudah berkata bahwa manusia hidup hanya dari firman yang keluar dari mulut Allah. Artinya manusia sangat membutuhkan firman dan hidup hanya dari firman-Nya. Oleh karena itu, sebagai orang yang menerima kebenaran tidaklah pantas kita masih terus berjalan di jalan dusta Iblis atau jalan hidup orang fasik. Sudah saatnya kita keluar dari tipu daya tersebut. Ini waktunya seluruh energi kita berfokus untuk mendengarkan dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan.   Lalu apakah kita tidak perlu sandang, pangan, papan? Tentunya perlu, tetapi bukan lagi usaha kita untuk memeras keringat, banting tulang, melainkan sepenuhnya karena pemeliharaan Bapa. Sebab pada prinsipnya, siapa yang mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu pasti Tuhan cukupi. Dan barangsiapa yang terus mengondisikan dirinya hidup hanya dari firman-Nya siang dan malam, berkat Tuhanlah yang akan datang mengejar. Sebab ia tidak lagi disebut orang biasa, melainkan orang yang diberkati, disertai dan diurapi oleh Tuhan. Tidak perlu lagi 'mengubah batu jadi roti', sebab hidupnya sudah diberkati oleh firman yang keluar dari mulut Allah. Malaikat Tuhanlah yang akan menyediakan dan menghantarkan segala yang kita butuhkan! Bagian kita hanya fokus untuk melakukan kehendak Tuhan. Ps. Steven Agustinus __ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
121
17
没有文字...
107
18
Galatia 6:1-2 (TSI) Saudara-saudari, kalau ada di antara jemaat yang ketahuan jatuh dalam dosa, maka hendaklah anggota lain yang hidupnya dipimpin Roh Kudus membimbing dia kembali ke jalan yang benar. Tetapi lakukanlah itu dengan lemah lembut sambil tetap waspada supaya kamu sendiri tidak ikut tergoda untuk berbuat dosa. Hendaklah kita semua saling menolong untuk meringankan beban saudara-saudari seiman yang mengalami kelemahan atau kesusahan. Dengan begitu kita menaati Hukum Kasih yang Kristus berikan. 1 Tesalonika 5:14-15 (TB) Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. Lukas 22:32 (TB) tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." Sebagai sesama orang percaya kita dipanggil Tuhan untuk dapat saling menguatkan satu dengan yang lain. Saudara-saudara rohani sesungguhnya adalah bagian dari ‘back up system’ yang Tuhan anugerahkan untuk dapat menguatkan saudara yang lemah, meluruskan jalan hidupnya, sehingga mereka bisa bangkit dan kembali menjalani hidup dengan akurat. Ibrani 10:24-25 (TB) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Ps. Steven Agustinus ____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
129
19
Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin. Kita sedang membahas tentang persiapan yang harus kita lakukan sebelum Tuhan ijinkan datangnya masa krisis untuk kita taklukkan. Pastikan kita membangun takaran iman kita di atas dasar keberadaan (nama) Tuhan yang tidak pernah berubah. Amsal 18:10 (TB) Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. 1. Tuhan itu Mahatahu dan terus mengawasi setiap detail hidup kita. 2. Tuhan tidak pernah merancangkan hal-hal buruk, melainkan hal-hal yang mendatangkan kebaikan, bagi masa depan yang penuh harapan. 3. Tuhan selalu setia menyertai dan menguatkan kita. 1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Pahamilah bahwa Tuhan adalah Allah yang setia, yang mengijinkan pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita, itu artinya dalam setiap peperangan rohani yang kita hadapi, musuh paling kuat yang kita hadapi maksimal setara dengan kekuatan kita. Yang memastikan kita keluar sebagai pemenang adalah mentalitas atau tekad yang kita punya. Jika saat ini kondisi roh kita sedang ada di bawah, maka kita harus memastikan untuk membangun mentalitas bahwa pertandingan belum berakhir dan kita belum kalah, sementara Tuhan sudah menjanjikan hidup yang selalu berkemenangan bagi kita yang percaya, jadi sekalipun kita sudah lemah ketika sedang menghadapi suatu peperangan rohani, jangan pernah menyerah! Pertandingan masih sementara berlangsung, segera bangkit dan bangun kembali kekuatan demi kekuatan untuk membalikkan keadaan yang ada. Tuhan yang setia menyertai kita, Dia memberi kekuatan kepada kita yang lelah bahkan tidak berdaya untuk kembali kuat dengan kekuatan baru dan menaklukkan musuh-musuh kita.  Yesaya 40:29-31 (TB) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Dalam segala persoalan yang kita hadapi, di dalam kesetiaan-Nya, Dia berjanji memberikan kepada kita jalan ke luar. Karenanya teruslah berseru di dalam doa untuk mencari Tuhan dan menemukan realita hadirat-Nya yang akan selalu menyelamatkan dan memulihkan hidup kita. Yeremia 29:12-14 (TB) Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. Teruslah berdoa, mengucap syukur dan bersukacita senantiasa di dalam Tuhan (1 Tesalonika 5:16-18), maka Tuhan mendengar dan menjawab doa kita dengan memberi kemenangan bagi kita. 4. Tuhan sudah menyediakan ‘back-up system’ untuk selalu menguatkan dan menyegarkan hidup kita. Ibrani 12:11-13 (TB) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
102
20
没有文字...
111