ch
Feedback

不要被骗子欺骗!Telemetrio 会找到并标记这些频道 👉 如果想查看标记,请订阅 👈

Renungan Harian Ps Steven Agustinus

Renungan Harian Ps Steven Agustinus

前往频道在 Telegram
838
订阅者
无数据24 小时
+17 天
-330 天
吸引订阅者
10月 '26
十月 '26
+4
在0个频道中
九月 '26
+6
在0个频道中
Get PRO
八月 '26
+10
在0个频道中
Get PRO
七月 '26
+3
在0个频道中
Get PRO
六月 '26
+10
在0个频道中
Get PRO
五月 '26
+9
在0个频道中
Get PRO
四月 '26
+8
在0个频道中
Get PRO
三月 '26
+9
在0个频道中
Get PRO
二月 '26
+9
在0个频道中
Get PRO
一月 '26
+3
在0个频道中
Get PRO
十二月 '25
+5
在0个频道中
Get PRO
十一月 '25
+22
在0个频道中
Get PRO
十月 '25
+5
在0个频道中
Get PRO
九月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
八月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
七月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
六月 '25
+3
在0个频道中
Get PRO
五月 '25
+5
在0个频道中
Get PRO
四月 '25
+2
在0个频道中
Get PRO
三月 '25
+6
在0个频道中
Get PRO
二月 '25
+4
在0个频道中
Get PRO
一月 '25
+3
在0个频道中
Get PRO
十二月 '24
+10
在0个频道中
Get PRO
十一月 '24
+36
在0个频道中
Get PRO
十月 '24
+50
在0个频道中
Get PRO
九月 '24
+31
在0个频道中
Get PRO
八月 '24
+25
在0个频道中
Get PRO
七月 '24
+44
在0个频道中
Get PRO
六月 '24
+40
在0个频道中
Get PRO
五月 '24
+37
在0个频道中
Get PRO
四月 '24
+44
在0个频道中
Get PRO
三月 '24
+46
在0个频道中
Get PRO
二月 '24
+20
在0个频道中
Get PRO
一月 '24
+22
在0个频道中
Get PRO
十二月 '23
+7
在0个频道中
Get PRO
十一月 '23
+9
在0个频道中
Get PRO
十月 '23
+29
在0个频道中
Get PRO
九月 '23
+16
在0个频道中
Get PRO
八月 '23
+13
在0个频道中
Get PRO
七月 '23
+18
在0个频道中
Get PRO
六月 '23
+16
在0个频道中
Get PRO
五月 '23
+31
在0个频道中
Get PRO
四月 '23
+17
在0个频道中
Get PRO
三月 '23
+23
在0个频道中
Get PRO
二月 '23
+37
在0个频道中
Get PRO
一月 '23
+27
在0个频道中
Get PRO
十二月 '22
+18
在0个频道中
Get PRO
十一月 '22
+31
在0个频道中
Get PRO
十月 '22
+33
在0个频道中
Get PRO
九月 '22
+21
在0个频道中
Get PRO
八月 '22
+25
在0个频道中
Get PRO
七月 '22
+18
在0个频道中
Get PRO
六月 '22
+11
在0个频道中
Get PRO
五月 '22
+19
在0个频道中
Get PRO
四月 '22
+15
在0个频道中
Get PRO
三月 '22
+10
在0个频道中
Get PRO
二月 '22
+13
在0个频道中
Get PRO
一月 '22
+18
在0个频道中
Get PRO
十二月 '21
+14
在0个频道中
Get PRO
十一月 '21
+13
在0个频道中
Get PRO
十月 '21
+13
在0个频道中
Get PRO
九月 '21
+14
在0个频道中
Get PRO
八月 '21
+31
在0个频道中
Get PRO
七月 '21
+26
在0个频道中
Get PRO
六月 '21
+917
在0个频道中
日期
订阅者增长
提及
频道
10 十月+1
09 十月0
08 十月0
07 十月0
06 十月0
05 十月0
04 十月+2
03 十月0
02 十月0
01 十月+1
频道帖子
Sebagai orang percaya, Tuhan menghendaki hidup kita disetel untuk lebih mempercayai firman, dipengaruhi, dan bergantung hanya pada janji-janji Tuhan yang besar dan ajaib—bukan dipengaruhi oleh setiap data dan fakta lahiriah yang dipaparkan dunia ini. Jika berbagai fakta dan data lahiriah lebih dipercayai daripada mempercayai firman Tuhan, artinya paradigma yang dimiliki orang yang bersangkutan masih tercetak oleh bentukan pola dan sistem dunia ini. Inilah kondisi yang diinginkan musuh yang selalu bertujuan untuk menekan dan mematikan kehidupan ilahi yang telah dianugerahkan Tuhan dalam hidup setiap orang percaya. ​Tuhan menghendaki agar kesadaran akan realita Tuhan dalam hidup setiap orang percaya terus bertambah kuat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga semua fakta dan data lahiriah dapat ditelan oleh manifestasi kuasa firman yang membangkitkan iman, pengharapan, dan kasih. Jiwa ataupun batin kita pun akan selalu dilingkupi oleh ketenangan dan kedamaian. Ada damai sejahtera dan sukacita yang terus mengalir dan meluap, serta perasaan aman dan terkendali. Sebab, kita dapat terus melihat perbuatan tangan-Nya yang penuh kasih setia selalu melindungi dan memelihara kehidupan setiap kita yang terhubung dan bergantung pada realita keberadaan Tuhan dan firman-Nya. ​Hanya dengan terus mengalami kesadaran akan realita Tuhan yang semakin bertumbuh kuat dari waktu ke waktu, unsur-unsur dalam keberadaan kita sebagai manusia—yaitu unsur roh, mentalitas, perasaan, dan tubuh lahiriah—dapat selalu terjaga dan terpelihara dari berbagai serangan musuh yang selalu datang dalam bentuk tipu daya dan suara intimidasinya. ​Dengarlah, gereja Tuhan, buka telinga rohanimu untuk mendengar suara Tuhan yang datang: ​"Firman-Ku adalah tetap dan terus berkuasa untuk selama-lamanya. Hiduplah hanya dari firman-Ku. Teruslah berpegang hanya pada janji-janji-Ku. Tidak peduli dengan berbagai situasi dan kondisi yang dunia nyatakan, tetapi engkau teruslah mempercayai firman-Ku dan melihat realita-Ku lebih daripada data dan fakta lahiriah yang ada. Dengan demikian, realita-Ku itu akan menyertai engkau untuk selama-lamanya, membedakan dan mengistimewakan hidupmu dari antara sekalian bangsa. Bukan lagi suara yang menghadirkan ketakutan, kekhawatiran, atau intimidasi yang engkau dengar, tetapi suara yang telah Kulepaskan dari ruang takhta-Ku, hanya firman-Ku. ​Itulah yang harus engkau dengar, maka engkau akan melihat sayap rajawali (pekerjaan firman dan Roh) yang membawa engkau terbang dan keluar dari lingkupan awan gelap, bahkan badai yang ada. Sebab bagi gereja dan umat-Ku, Aku memberikan posisi rohani yang selalu berkemenangan dan mengatasi berbagai masalah dan tantangan. Aku mencurahkan roh kebangkitan, yaitu roh yang berkemenangan bagimu, karena engkau telah ditetapkan menjadi umat yang lebih dari pemenang, maut telah ditelan dalam kemenangan!" Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf

2
Di tengah kondisi yang penuh kekacauan, di saat semua yang kita rencanakan atau harapkan tidak ada satu pun yang tergenapi, dengan adanya pekerjaan Roh dalam hidup kita, maka kita bisa tetap tenang, dipenuhi sukacita dan kedamaian! Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Pastikan saja fokus kehidupan kita tetap tertuju kepada Dia dan firman-Nya. Teruslah alami pekerjaan firman dan Roh secara mendalam dan makin kuat! Jangan sampai gesekan yang terjadi dengan siapa pun justru membuat hati kita jadi memiliki atau menyimpan ganjalan. Itulah yang dikehendaki Iblis atas hidup kita. Itulah distraction dan tipu muslihat paling ampuh yang sering dilancarkan oleh Iblis! Begitu kita menyimpan ganjalan terhadap orang lain dalam hati kita, seketika dimensi persekutuan pribadi kita dengan Tuhan-pun jadi terganggu! Markus 11:25-26 (TB) Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.] Ada banyak ayat-ayat lain yang berbicara tentang doa atau kuasa doa yang selalu dikaitkan dengan hal mengampuni atau memastikan hati kita selalu tahir di hadapan Tuhan (Matius 5:43-48, 6:9-12, 18:15-35, Yakobus 5:16). Perhatikan pernyataan dari nabi Habakkuk saat semua yang ada di sekeliling hidupnya sedang mengecewakan, tidak seperti yang ia harapkan atau doakan: Habakuk 3:17-18 (TB) Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Ambillah keputusan yang tegas, pastikan tekad kita sudah bulat untuk tetap bersukacita dan berfokus pada pekerjaan firman dan Roh yang Dia lakukan dalam hidup kita. Tidak peduli apa pun yang sedang kita hadapi dan sedang alami - katakanlah dengan suara yang lantang dan deklarasikan dengan segenap hatimu: Aku mau tetap bersukacita di dalam Dia! Aku memutuskan untuk terus bertumbuh di dalam anugerah-Nya. Aku berketetapan tidak akan membiarkan ada apa pun atau siapa pun untuk mencuri atau merusak kehidupan Ilahi yang Tuhan sudah bangun dalam diriku! Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
80
3
Sebelumnya, kita telah melihat poin pertama tentang kedewasaan Paulus yang tidak pernah mengunci masa lalu seseorang dengan stempel permanen. Ia membuktikan bahwa pernah gagal di suatu masa bukanlah berarti menjadi orang gagal seumur hidup. Lanjutan pembelajaran dari kisah ini adalah: 2. Kasih Karunia Membuka Jalan Bagi Potensi Tersembunyi Kepekaan Barnabas tidak pernah sia-sia. Sikap mau mengampuni dan memberikan kesempatan kedua yang ia lakukan berhasil membentuk Markus. Hasilnya, Markus menjadi pribadi yang sangat berguna bagi pelayanan, bahkan dipercaya Roh Kudus untuk menulis Injil Markus. 3. Hasil yang Baik Tidak Otomatis Membenarkan Proses Konfliknya Dalam kedaulatan-Nya, Allah memang sanggup mendaur ulang perpisahan mereka menjadi dua tim pelayanan yang berbuah (Barnabas bersama Markus, Paulus bersama Silas). Namun, hasil akhir yang manis tidak pernah membenarkan perselisihan yang diwarnai oleh ego dan emosi mentah. Tuhan bisa menebus konflik kita tanpa harus menyetujui ego yang meluap di dalamnya. Emosi yang sehat dan Ilahi tidak otomatis menghilangkan konflik dari hidup kita. Namun, emosi yang sehat akan mencegah konflik tersebut berubah menjadi racun berupa kepahitan, pembunuhan karakter, atau pembentukan kubu-kubuan. Pertanyaan Refleksi Hari Ini: Apakah kita masih menyimpan "catatan kegagalan" seseorang dan menjadikannya stempel permanen atas hidupnya? Saat terjadi perbedaan pandangan, apakah kita sibuk membela ego pribadi atau sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan? Bisakah kita tetap mendoakan dan menginginkan orang yang tidak lagi sejalan dengan kita untuk tetap berhasil di dalam Tuhan? Ujian terbesar dari kematangan emosi seorang percaya bukanlah ketika semua orang menyetujuinya, melainkan ketika ia tetap mampu mengasihi dan mendoakan keberhasilan orang yang tidak lagi berjalan bersamanya. Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
101
4
Kisah Para Rasul 15:39a — “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah...” Alkitab adalah kitab yang sangat jujur. Ia tidak pernah menutup-nutupi keretakan hubungan atau konflik yang terjadi di antara tokoh-tokoh besarnya. Dalam Kisah Para Rasul 15:36–41, tercatat peristiwa perpisahan dramatis antara dua rasul besar: Paulus dan Barnabas. Dua orang yang dipenuhi Roh Kudus dan telah mempertaruhkan nyawa bersama bagi Injil ini mendadak berada di dua kubu berbeda. Pemicunya adalah persoalan relasional: Yohanes Markus. Barnabas ingin membawa Markus kembali dalam perjalanan misi, sedangkan Paulus menolak tegas karena Markus pernah meninggalkan mereka di Pamfilia. Teks aslinya menggunakan kata paroxysmos—akar kata dari paroxysm—yang menggambarkan iritasi, provokasi, dan benturan emosi yang sangat intens. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pemimpin yang dipenuhi Roh Kudus pun tidak kebal dari konflik. Mengapa percekcokan ini bisa menjadi begitu tajam? Jika kita cermati, baik Paulus maupun Barnabas sebenarnya sedang memperjuangkan dua nilai Kerajaan Allah yang sama-sama penting: - Paulus memandang dari sisi akuntabilitas dan integritas misi. Mereka sedang menuju medan pelayanan yang berat dan berbahaya. Paulus membutuhkan rekan kerja yang teruji dan tangguh. Pertanyaannya adalah: “Dapatkah kita memercayakan misi ini kepadanya?” - Barnabas memandang dari sisi pemulihan dan potensi. Sang "Anak Penghiburan" ini melihat bahwa kegagalan masa lalu Markus tidak boleh menjadi vonis mati bagi masa depannya. Pertanyaannya adalah: “Dapatkah kita memulihkan orang ini?” Keduanya tidak ada yang salah. Konflik di antara kita sering kali terjadi bukan karena yang satu benar dan yang lain jahat, melainkan karena dua nilai yang sama-sama baik sedang diperjuangkan oleh dua orang dengan kacamata prioritas yang berbeda. "Tuntutan tanpa kepedulian membuat kita terasa kejam dan keras. Sebaliknya, kepedulian tanpa aturan membuat kita gampang memaklumi kesalahan." Kedewasaan emosi mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru menghakimi motif atau karakter orang lain saat terjadi perbedaan pendapat. Sering kali, orang lain hanya sedang melihat nilai penting yang belum sempat kita pertimbangkan. 2 Timotius 4:11b — “Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku.” Perpisahan antara Paulus dan Barnabas karena masalah Markus mungkin terasa menyedihkan. Namun, Alkitab tidak berhenti pada perpisahan tersebut. Bertahun-tahun kemudian, dari balik jeruji penjara, Paulus menuliskan kalimat yang luar biasa dalam suratnya kepada Timotius mengenai Markus—orang yang dahulu ia anggap tidak diandalkan. Di sinilah kita melihat keindahan proses pendewasaan emosi di dalam Kristus. Dari perkembangan kisah ini, kita memperoleh tiga pelajaran penting mengenai emosi yang sehat di dalam kepemimpinan maupun kehidupan kita sebagai orang percaya: 1. Jangan Menilai Masa Depan Seseorang dari Masa Lalunya. Paulus tidak gengsi untuk memperbaiki penilaiannya terhadap Markus ketika fakta di lapangan sudah berubah. Satu kesalahan di masa lalu tidak dijadikan alasan untuk menghakimi karakter Markus seumur hidup. Paulus sadar bahwa orang yang pernah gagal masih punya kesempatan untuk bangkit dan berubah. Message ini masih akan berlanjut esok hari. Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
105
5
"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." (2 Korintus 1:3-4) Di dalam sejarah, kita belajar dari kisah Leland Stanford—seorang pengusaha besar, mantan gubernur California, dan senator AS—bersama istrinya, Jane Stanford. Pada 13 Maret 1884, saat berada di Florence, Italia, putra tunggal mereka yang baru berusia 15 tahun, Leland Stanford Jr., meninggal dunia karena demam tifoid. Kematian sang anak hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-16 menghancurkan seluruh pengharapan dan masa depan keluarga tersebut. Namun, di tengah duka yang mendalam, lahir sebuah respon yang mentransformasi hidup mereka. Leland Stanford mencatat sebuah tekad yang menjadi cikal bakal pendirian Leland Stanford Junior University pada tahun 1885: "The children of California shall be our children." ("Anak-anak California akan menjadi anak-anak kami.") Mereka tidak membiarkan rasa sakit menghentikan langkah hidup mereka. Mereka mengambil kasih yang tak lagi dapat dicurahkan kepada anak tunggal mereka dan memperluas objek kasih itu kepada generasi berikutnya. Bahkan ketika Leland Stanford Sr. meninggal pada tahun 1893 dan universitas mengalami krisis finansial, Jane Stanford terus berjuang. Ketika pengadilan memberikan tunjangan $10.000 per bulan untuk rumah tangganya, ia memotong biaya hidupnya dan mengalirkan dana tersebut agar operasional kampus tetap berjalan. Jane kemudian menuliskan sebuah kalimat yang sangat membakar jiwa: "It was born in sorrow but has now become a great joy to our hearts." ("Universitas ini lahir dalam dukacita, tetapi sekarang telah menjadi sukacita besar bagi hati kami.") Inilah perbedaan mendasar antara unhealed pain (luka yang tidak disembuhkan) dan redeemed pain (luka yang telah ditebus oleh Tuhan). Rasa sakit yang tidak disembuhkan akan membuat seseorang menarik diri, membangun benteng pertahanan, dan berfokus pada diri sendiri. Sebaliknya, rasa sakit yang telah ditebus oleh Roh Kudus akan mengubah energi duka menjadi compassion (belas kasihan), calling (panggilan ilahi), dan contribution (kontribusi nyata). Perhatikan pola pengerjaan Roh Kudus dalam hidup kita: PAIN (RASA SAKIT) → HEALING (PEMYEMBUHAN) → COMPASSION (BELAS KASIHAN) → CALLING (PANGGILAN) → CONTRIBUTION (KONTRIBUSI) → LEGACY (WARISAN) Tuhan tidak hanya ingin menyembuhkan luka hati kita; Dia ingin menebus seluruh pengalaman pahit itu menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang. Ketika Roh Kudus menjamah luka penolakan, pengalaman itu bertransformasi menjadi pelayanan penerimaan. Ketika Dia menyembuhkan trauma kegagalan, masa lalu itu berubah menjadi blueprint (cetak biru) untuk membimbing generasi muda agar tidak jatuh di lubang yang sama. Jangan hanya berdoa meminta Tuhan mengangkat rasa sakit dari hidup kita. Bukalah hati dan izinkan Roh Kudus mengolah serta menebus setiap air mata yang pernah menetes, sampai tempat yang dahulu menjadi titik kehancuran kita diubah-Nya menjadi tempat terpancarnya kuasa dan kemuliaan Allah bagi generasi ini! Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
100
6
Seringkali, masa lalu yang penuh luka meninggalkan emosi yang menuntut pelampiasan atau balas dendam. Tapi tahukah Anda? Ketika emosi itu kita bawa dan proses dalam kebenaran, pengampunan, serta kasih Allah, arahnya bisa berbalik total. Perubahannya sangat nyata: pain (rasa sakit) bergerak menuju compassion (belas kasihan), lalu melahirkan conviction (keyakinan), courage (keberanian), action (tindakan), hingga berujung pada transformation (transformasi hidup yang sejati). Di sinilah penyehatan emosi oleh Firman dan Roh Kudus bekerja secara ajaib di dalam batin kita. Alkitab memberikan satu teladan yang luar biasa melalui kisah Yusuf. Ia dikhianati saudara-saudaranya, dijual, diperbudak, difitnah, sampai dipenjara tanpa alasan yang jelas. Tapi perhatikan cara pandangnya di ujung cerita. Ia bisa berkata dengan kebesaran hati yang sangat ilahi: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan..." — Kejadian 50:20 Yusuf tidak sedang melakukan spiritual bypassing—ia tidak berpura-pura bahwa apa yang dialaminya itu tidak menyakitkan. Luka itu nyata, rasa sakitnya benar-benar ada. Namun, ia memilih untuk memberikan narasi dan makna baru terhadap pengalaman buruknya dari perspektif tujuan Allah. Dan apa buah akhirnya? Bukan kalimat penuh dendam seperti, "Karena kalian dulu menyakitiku, sekarang giliran aku menghukum kalian." Melainkan sebuah ketulusan yang memulihkan: "Janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." — Kejadian 50:21 Luar biasa, bukan? Orang yang dulunya diletakkan sebagai korban oleh keluarganya sendiri, justru diangkat Tuhan untuk menjadi pemelihara bagi keluarga itu. Dari kisah ini, ada satu prinsip penting tentang emosi yang ditebus: Tuhan tidak selalu menghapus memori dari pengalaman buruk kita, tetapi Ia menyembuhkan luka yang melekat di sana. Ia mengubah cara kita memaknainya, lalu memakai masa lalu itu untuk memperbesar kapasitas kita membawa kehidupan bagi orang lain. Amin. Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
97
7
Kesadaran akan realita Tuhan (God's consciousness) seringkali 'hilang' dari hidup orang-orang percaya karena mereka membiarkan kesadaran (awareness) akan kondisi sekelilingnya (data dan fakta lahiriah) menguasai batinnya atau karena 'area hidupnya yang masih tidak akurat' sedang menguasai hidupnya. Sebagai contoh saat Saul dan orang-orang Israel menghadapi Goliat, mereka justru ketakutan. Kehilangan God's conscious karena lebih aware dengan keberadaan mereka yang kecil dan keberadaan Goliat yang besar. Dengan segala macam cara Iblis akan berusaha membuat kita kehilangan kesadaran akan realita Tuhan! Saat orang percaya kehilangan 'kesadaran akan realita Tuhan' dalam hidupnya, maka ia sama seperti handphone yang sedang ada di 'blank spot' yang kehilangan fungsinya untuk bisa berkomunikasi atau berinteraksi dengan Tuhan. Ia sedang tidak terhubung meskipun merasa ada dalam keterhubungan dengan Tuhan. Secara sederhana God's consciousness dapat didefinisikan sebagai berikut: Suatu kondisi hidup di mana setiapkali indera kita 'memberikan laporan berdasarkan data atau fakta lahiriah', maka pikiran, emosi atau batin kita memberikan respon yang selalu dikaitkan atau diselaraskan dengan janji Tuhan, pernyataan Roh ataupun suara Tuhan yang pernah kita terima. Dengan demikian, kita akan selalu menikmati adanya damai sejahtera ilahi yang melampaui akal terus menguasai area pikiran, pertimbangan dan pengambilan keputusan kita sehingga keputusan apa pun yang kita buat akan selalu selaras dengan firman dan agenda Tuhan atas hidup kita. Inilah beberapa contoh tentang manifestasi God's consciousness yang terekspresi dari ayat - ayat ini: Mazmur 2:1-12, Mazmur 3:1-8. God's consciousness harus dibangun atas hidup kita dalam ketekunan: 1. Pastikan kita selalu 'memberi bobot lebih' pada setiap firman yang datang dalam hidup kita. Jangan pernah menjadi familiar dengan firman-Nya. Begitu kita menjadi familiar, otomatis kita akan kehilangan manfaat dari bekerjanya kuasa penciptaan yang kita butuhkan yang bersumber dari perkataan Tuhan itu sendiri. 2. Pastikan dengan tekun kita terus memperkatakan setiap janji Tuhan, pemahaman firman ataupun pernyataan Roh yang pernah kita terima sampai batin kita jadi berkobar-kobar. Setiapkali kita membaca firman dan menerima ada ayat-ayat tertentu yang 'berbicara', kita harus ikut melibatkan imajinasi dan emosi kita dalam memperkatakan kembali ayat-ayat firman yang ada, sampai manusia roh kita jadi berkobar-kobar. Sesungguhnya kita sedang 'menggosokkan' firman dalam batin kita. Adanya batin yang berkobar-kobar menandakan adanya api Roh Kudus yang sedang mulai dinyalakan dalam batin kita. 3. Terus jagai dan prioritaskan dimensi persekutuan pribadi kita dengan Bapa. Belajarlah untuk berkata-kata menceritakan secara gamblang setiap detail kehidupan kita kepada Bapa, tapi lakukan di bawah ayoman roh iman dan ucapan syukur. Sehingga dengan mudah kita akan menerima pikiran dan firman dari Tuhan. Amin. Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
115
8
BCC Sunday Service Perjamuan Kudus Alamilah perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membangkitkan Anda dari segala keterpurukan untuk menjadi para pahlawan iman dalam ibadah Breakthrough City Church: 🕘 Minggu, 09.00 WIB 🛜 https://stevenagustinus.com/streaming
115
9
Dunia pelayanan baik di dalam komunitas, keluarga, maupun ladang pelayanan gereja bukanlah panggung bagi ego kita yang belum tuntas diproses. Seringkali, tanpa kita sadari, dalam kesibukan melayani, kita justru membawa emosi manusiawi, kekecewaan, dan kedagingan. Padahal, panggilan kita yang utama adalah menjadi saluran yang murni untuk mengekspresikan emosi ilahi dan kasih Tuhan, bukan melampiaskan kemanusiawian atau kedagingan. 1. BAHAYA TERSEMBUNYI DARI AKAR PAHIT DAN EGO. "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." — Ibrani 12:15 (TB) Asal-usul kekacauan adalah akar pahit yang bukan muncul dalam semalam. Ia berawal dari kekecewaan kecil yang dibiarkan, iri hati, dan sifat mementingkan diri sendiri. Yakobus mengingatkan bahwa iri hati dan nafsu untuk kepentingan diri sendiri bukanlah hikmat yang datang dari Allah. Sifat tersebut bersifat duniawi, tidak rohani, dan justru membuka celah bagi kekacauan serta segala macam kejahatan (Yakobus 3:14-16). Sadarilah, ketika seseorang melayani atau hidup didorong oleh ego dan dendam, itu adalah bentuk "dusta yang paling buruk" karena membawa nama Tuhan tetapi dikendalikan oleh kedagingan. 2. DISIPLIN ROHANI DALAM MENGELOLA EMOSI. "Karena itu, Saudara-saudari yang saya kasihi, hendaklah kamu semua membiasakan diri untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan buru-buru bicara, dan jangan cepat marah. Jika kamu bertindak dalam keadaan marah, tindakanmu pasti tidak sesuai dengan kehendak Allah." — Yakobus 1:19-20 (TSI3.4) Untuk berjalan dalam kapasitas rohani yang dewasa, kita harus melatih diri memiliki rem ilahi: Belajar mendengar, menjadi cepat mendengar dan lambat untuk berbicara. Juga menguasai amarah, sebab amarah manusia tidak pernah mengerjakan kebenaran Allah. Ketika amarah mendominasi, kita sedang menyerahkan kendali hidup kepada kegelapan. Pokoknya jangan beri celah pada Iblis. Rasul Paulus menegaskan dalam Efesus 4:26-32 agar kita menyelesaikan amarah sebelum matahari terbenam. Jangan biarkan ada sisa hari di mana kita memberi kesempatan kepada Iblis untuk bertakhta melalui kepahitan, kegeraman, dan fitnah. 3. LANGKAH KONKRIT YANG MESTI KITA LAKUKAN ADALAH MENGENAKAN KARAKTER KRISTUS. Hiduplah sebagai orang yang ramah, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni, sebab itulah karakter dari Kristus. Ingatlah standar pengampunan kita yaitu sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kita. Periksalah motivasi terdalam di dalam hati Anda hari ini. Apakah Anda sedang melayani dan merespons situasi hidup dari luapan cinta akan Tuhan, atau justru dari luka-luka masa lalu dan ego kedagingan yang belum diserahkan kepada-Nya? Izinkan Roh Kudus menyucikan dan menata ulang isi hati Anda di bawah pemerintahan Kristus. Ps. Steven Agustinus _____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
127
10
Perhatikan ayat - ayat di bawah ini: Filipi 2:14-16 (terjemahan - TPT) Jalanilah kehidupan yang penuh keceriaan, tanpa bersungut-sungut ataupun perselisihan atau perpecahan di antaramu. Karena dengan demikianlah engkau akan dikenali sebagai anak-anak Tuhan yang tulus, tanpa cacat-cela, walaupun engkau hidup di tengah kultur yang brutal dan rusak ini. Karena engkau akan muncul di tengah mereka sebagai terang yang bersinar di alam semesta, menawarkan kepada mereka firman hidup kekal. Mazmur 131:1-2 (VMD) 1 Nyanyian Daud memasuki Bait Tuhan. Ya TUHAN, aku tidak sombong. Aku tidak berusaha menjadi lebih penting daripada orang lain. Aku tidak berminat melakukan perkara-perkara besar atau berusaha mencapai tujuan yang tidak mungkin. 2 Namun, aku tenang dan berdiam diri seperti seorang bayi yang puas di pelukan ibunya. Mazmur 131:1-2 (FAYH) 1 TUHAN, aku tidak sombong atau tinggi hati. Aku tidak menganggap diriku lebih baik daripada orang lain. Aku tidak "sok tahu". 2 Aku berdiam diri di hadapan TUHAN, sama seperti anak yang disapih. Ya, rengekanku sudah didiamkan. Dari ayat - ayat di atas saya mau setiap pembaca renungan ini dapat menjawab pertanyaan - pertanyaan ini dengan jujur dan arahan ini dengan segenap hati: a. Kondisi seperti apa yang seringkali membuat emosi kita menjadi sangat manusiawi bahkan lepas kendali sehingga menggerakan kita untuk mengambil keputusan dan ucapan yang membuat kita justru semakin jauh dari kebenaran atau keserupaan dengan kasih Kristus itu sendiri? Jawablah dengan jujur, lalu mintalah Roh Kudus untuk menuntun diri kita agar mulai terlatih menaruh emosi yang ada di bawah pemerintahan Kristus. Bayangkan kondisi yang serupa datang kembali dalam hidup saudara, lalu bayangkan saudara sudah tidak lagi bereaksi secara negatif. Justru sebaliknya, saudara dapat berkata - kata dengan akurat, menunjukan emosi yang ilahi melalui gestur tubuh saudara, dan mengambil keputusan dengan tidak terburu - buru, melainkan dengan pemikiran yang matang dan kedewasaan. Tindakan mengimajinasikan hal ini sama dengan memprogram ulang alam bahwa sadar kita agar dapat meresponi segala sesuatu dengan ilahi. b. Pejamkan mata Anda sejenak, tarik napas yang dalam, lalu buang dengan perlahan, dan berkatalah pada Roh Kudus, "Roh Kudus, tolong ekspos kondisi hati saya yang sebenarnya, dan bukakan peristiwa atau kondisi di mana saya pernah berkata atau bersikap yang bertujuan untuk meninggikan diri, menganggap orang lain lebih rendah, dan ambisius ingin membuktikan diri sebagai orang yang hebat dan sukses. Bongkar motivasi hati saya". Tenang sejenak, dan ijinkan Roh Kudus mengekspos kecenderungan hati kita. Bila ada, segera bertobat, minta ampun kepada Tuhan. Dan minta Roh Kudus menguji kembali hati yang ada, dan bergantunglah pada Roh Kudus untuk bisa memanifestasikan emosi yang ilahi. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri, tapi bergantunglah hanya pada Roh Kudus. c. Apakah hubungan yang intim dengan Tuhan masih terus terjaga? Apakah kita dapat dengan leluasa membawa perkara hati kita di hadapan Tuhan? Apakah hadirat Tuhan masih menjadi kepuasan batin yang sejati atau justru hari - hari ini kita sudah jarang berlama - lama dalam hadirat Tuhan? Jika hubungan dengan Tuhan sudang renggang, maka sudah dapat dipastikan itulah akar masalah dari segala emosi negatif yang selama ini terus bermanifestasi melalui diri kita. Segera kembali membangun persekutuan yang hidup dengan Tuhan. Tata ulang waktu yang ada dan jangan ragu untuk ambil waktu doa dan puasa. Sehingga arah hati kita dapat kembali tertuju pada hadirat-Nya sebagai sumber keilahin satu - satunya. Ps. Steven Agustinus ___ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
138
11
Pada dasarnya emosi dalam batin manusia merupakan daya dorong (energy in motion) yang akan menggerakan dirinya untuk melakukan sesuatu, baik itu hal yang positif maupun hal negatif. Tentunya standar yang Tuhan tetapkan adalah melakukan hal yang ilahi, jadi emosi kita pun seharusnya emosi yang ilahi. Tentunya hal ini tidak terjadi dengan seketika, perlu dilatih, dikelola, dan diarahkan agar terus ada di bawah pemerintahan Kristus. Jadi semakin kita 'ahli' dalam mengarahkan emosi - emosi yang ada di bawah pemerintahan Kristus, maka semakin sehat dan ilahi emosi - emosi tersebut. Sebenarnya sederhana dan tidak rumit, kita hanya perlu untuk hidup oleh Roh. Galatia 5:16-17 (TB) 16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 1. PASTIKAN KECENDERUNGAN HATI KITA MEMANG INGIN SELALU MEMPERKENAN HATI-NYA. Jadi keinginan untuk membawa emosi kita ada di bawah pemerintahan Kristus bukan dilakukan karena keterpaksaan atau beban, melainkan karena kesukaan. Kesukaan yang dimaksud adalah kecenderungan hati yang memang ingin selalu memperkenan hati Tuhan. Yehezkiel 36:26-27 (TB) 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Roma 8:5 (TB) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Saya percaya, semakin kita mengikuti dorongan Roh, maka hidup kita pasti akan berbeda dan dibedakan. Emosi yang bermanifestasi bukan lagi emosi yang manusiawi, apalagi kedagingan, melainkan ilahi. Asosiasi kita mengalami perubahan, sehingga kita jadi suka berinteraksi dengan Roh Kudus dan firman-Nya. Mazmur 1:1-3 (TB) 1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 2. KONDISIKAN DIRI KITA AGAR SENANTIASA DIPENUHI OLEH KASIH-NYA. Perhatikan ayat - ayat di bawah ini: Filipi 2:14-16 (terjemahan - TPT) Jalanilah kehidupan yang penuh keceriaan, tanpa bersungut-sungut ataupun perselisihan atau perpecahan di antaramu. Karena dengan demikianlah engkau akan dikenali sebagai anak-anak Tuhan yang tulus, tanpa cacat-cela, walaupun engkau hidup di tengah kultur yang brutal dan rusak ini. Karena engkau akan muncul di tengah mereka sebagai terang yang bersinar di alam semesta, menawarkan kepada mereka firman hidup kekal. Mazmur 131:1-2 (VMD) 1 Nyanyian Daud memasuki Bait Tuhan. Ya TUHAN, aku tidak sombong. Aku tidak berusaha menjadi lebih penting daripada orang lain. Aku tidak berminat melakukan perkara-perkara besar atau berusaha mencapai tujuan yang tidak mungkin. 2 Namun, aku tenang dan berdiam diri seperti seorang bayi yang puas di pelukan ibunya. Mazmur 131:1-2 (FAYH) 1 TUHAN, aku tidak sombong atau tinggi hati. Aku tidak menganggap diriku lebih baik daripada orang lain. Aku tidak "sok tahu". 2 Aku berdiam diri di hadapan TUHAN, sama seperti anak yang disapih. Ya, rengekanku sudah didiamkan. Ps. Steven Agustinus ____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
139
12
Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin. Dengan terbangunnya kebiasaan baru untuk menghafalkan ayat-ayat firman, otomatis lebih mudah bagi orang-orang percaya untuk terus mengingat firman tersebut ketika mereka membutuhkannya, bahkan mengondisikan untuk firman tersebut jadi terus terngiang dalam pikiran atau hati mereka. Yosua 1:8 (TB) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Mazmur 1:1-3 (TB) Berbahagialah (Diberkatilah) orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 2. MENDISIPLIN MULUT ATAU LIDAH UNTUK HANYA MEMPERKATAKAN FIRMAN-NYA. Sadari bahwa apa yang kita ucapkan sesungguhnya hanyalah luapan dari apa yang selama ini tersimpan dalam batin atau hati. Matius 12:34-35 (TB) 34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. 35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Jadi jika kita ingin mengubah isi dan cara pengucapan yang kita lakukan, mulailah dengan merenungkan firman sampai firman tersebut terus terngiang dalam batin kita. Itulah tanda bahwa firman yang kita terima mulai masuk dalam batin kita dan 'menggantikan' berbagai aspek, perkara atau isi hati yang selama ini kita miliki dalam batin kita. Dengan terjadinya pergantian 'konten isi hati' dalam batin kita, dipastikan kita tidak akan mengucapkan perkataan sia-sia ataupun kata-kata yang berpotensi menyakiti orang lain. Matius 12:36-37 (TB) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." Dengan memastikan pikiran dan isi hati kita terus diisi dan dipengaruhi oleh firman, maka dapat kita katakan bahwa Roh Kudus telah mengenakan 'kekang' pada mulut kita untuk hanya memperkatakan firman-Nya saja. Api Roh Kudus terus membakar, menggerakkan dan menentukan isi perkataan yang boleh diucapkan oleh mulut kita. Otomatis, perkataan yang keluar dari mulut kita adalah firman-Nya. Hal itu pasti akan membangun, menguatkan, menyegarkan dan menginspirasi kehidupan banyak orang (Yakobus 3:2-6). Dengan terus memperkatakan firman-Nya, kita sedang meluruskan jalan hidup kita dan memastikan 'terbangunnya jalan kemenangan Tuhan' dalam kehidupan sehari-hari kita. 2 Korintus 2:14 (TB) Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. Ps. Steven Agustinus ____ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
141
13
没有文字...
154
14
Saya mendapati dalam proses pembangunan hidup jemaat menjadi bait-Nya yang kudus, Roh Kudus sedang terus membawa jemaat memiliki kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari mereka. Galatia 5:16-18 (TB) 16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Pekerjaan firman dan Roh sedang membawa jemaat untuk menyerahkan kendali hidup mereka kepada Roh Kudus sehingga Ia dapat membawa kehidupan sehari-hari jemaat berjalan dalam segala kebenaran dan menjadi 'pusat kehidupan' bagi semua orang yang berinteraksi dengan keberadaan mereka. Seharusnya melalui kehidupan sehari-hari orang-orang percaya akan mulai mengalir berbagai perkara ilahi seperti sukacita, kedamaian, kasih bahkan berbagai kesembuhan atau mukjizat ke dalam kehidupan setiap orang yang berinteraksi dengan diri mereka. Itulah makna sejati tentang dibangun menjadi bait Allah, pusat atau sentralitas kehidupan bagi banyak orang. Saya meyakini bahwa hari-hari ini Roh Kudus sedang menargetkan setiap orang percaya (khususnya yang terhubung dengan Daily Devotion atau renungan harian Ps. Steven Agustinus), untuk mulai hidup dalam pimpinan atau tuntunan Roh sehingga mulai terbangun suatu kebiasaan baru. 1. MENDISIPLIN PIKIRAN SAMPAI MEWARISI PIKIRAN KRISTUS. Seringkali pikiran kita sudah terlanjur membawa pola atau cetakan dunia ini. Jadi kecenderungannya, pikiran kita lebih mudah khawatir daripada beriman. Lebih mudah memerhatikan atau mengingat-ingat hal yang negatif daripada hal-hal yang positif atau kebaikan dalam diri orang lain. Lebih mudah berfokus pada berbagai data atau fakta negatif daripada pernyataan firman atau janji Tuhan. Itu adalah wujud dari pola dunia ini yang seringkali terus melekat dalam kehidupan orang-orang percaya, bahkan para pendeta! Tapi itu semua sedang diubah melalui pekerjaan firman dan Roh. Roma 12:2 (TB) JANGANLAH KAMU MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA INI, tetapi BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Amsal 4:23 (VMD) Di atas segala-galanya, HATI-HATILAH TERHADAP YANG KAUPIKIRKAN karena PIKIRANMU MENGENDALIKAN HIDUPMU. Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. ARAHKANLAH PIKIRAN SAUDARA kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. RENUNGKANLAH hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. INGATLAH akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita. Message ini masih akan berlanjut besok. Ps. Steven Agustinus ___ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
154
15
Keberadaan kita (manusia roh + jiwa dan tubuh) merupakan pintu gerbang surga - apa pun yang Tuhan ingin lakukan di alam lahiriah ini, akan selalu Ia lakukan melalui keberadaan kita yang sudah Ia jadikan melalui kombinasi unsur ilahi dan lahiriah. Kejadian 2:7 (TB) ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. 1. Pastikan aliran kehidupan Roh dalam batin kita tidak tersumbat. Pastikan kita dapat merasakan aliran kehidupan tersebut terus mengalami pertumbuhan, dari hari ke hari jadi 'makin kuat dan bertambah deras'. Setiapkali berdoa dalam bahasa roh, kita selalu merasakan adanya dinamika dan gelora pekerjaan Roh Kudus dalam batin kita. 2. Kehidupan ilahi yang terbangun melalui persekutuan kita dengan Tuhan adalah sama seperti 'bom nuklir' yang sanggup menghancurkan segala jenis pekerjaan Iblis yang ada di hadapan kita 1 Yohanes 3:8b (TB) Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. 3. Setiap hari cek dan terus tingkatkan kemampuan kita untuk mengalirkan kehidupan Allah (Zoe) ke berbagai aspek yang membutuhkan jamahan kuasa-Nya. Setiap 'fungsi keluar' yang kita miliki dalam manusia roh, dapat kita periksa sama seperti seseorang men-cek fungsi rem, lampu sein, wiper dan lain sebagainya dari sebuah mobil. a. Pergunakan imajinasi kita untuk melakukan 'pemeriksaan rohani' ini - kita bisa 'mengukur kekuatan' yang kita miliki hanya dengan membayangkan tugas yang harus kita kerjakan. Misalnya saat mengetahui bahwa kita harus mengangkat satu kotak peralatan, cukup dengan kita melihat besaran dari kotak yang harus kita angkat, kita sudah bisa menilai kemampuan kita untuk mengangkat kotak tersebut. Kita bisa angkat sendiri atau kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mengangkatnya. b. Mulai bayangkan dan rasakan dalam batin kita beberapa kemampuan rohani yang 'wajib kita miliki' jika kita ingin dapat berfungsi sebagai pintu gerbang surga di bumi ini. ~ Kemampuan untuk bergerak dalam otoritas dan kuasa Roh Kudus, ~ Kemampuan untuk mengenali jalan-jalan dan kehendak Tuhan, ~ Kemampuan untuk meraih apa yang sudah Bapa sediakan di dalam Roh-Nya bagi diri kita sendiri maupun orang lain yang berinteraksi dengan kita, ~ Kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari yang memperkenan hati Bapa, c. Sambil mengimajinasikan berbagai kemampuan di atas, berdoalah dalam bahasa roh. Pastikan aliran dan dinamika kehidupan Roh di dalam batin kita dapat mengalir dengan deras saat kita mengimajinasikan kemampuan rohani tersebut. Adanya perasaan rohani yang mengindikasikan bahwa salah satu dari kemampuan tersebut sedang tidak berfungsi secara maksimal, memberitahukan kita bahwa hal tersebut harus segera ditanggulangi. Berikut langkah-langkah yang bisa kita praktekkan: 1) Teruslah berdoa dalam bahasa roh - secara meluap-luap atau bersuara sampai kita kembali merasakan adanya aliran dinamika rohani yang mengalir dengan bebas. 2). Jika saat berdoa dalam bahasa roh kita menerima suatu inspirasi atau impresi rohani, maka segera deklarasikan hal tersebut. 3). Teruslah berdoa dalam bahasa roh dan bahasa Indonesia sampai kita merasakan aliran Roh dalam batin kita sudah mengalir kembali dengan lancar. Proses pemeriksaan rohani sudah usai. Menunjukkan bahwa hidup kita sudah siap untuk mendemonstrasikan kemuliaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi meskipun manusia roh kita 'terbukti sehat', pastikan kita terus menjagai waktu persekutuan pribadi yang kita miliki setiap hari dengan Tuhan. Inilah dimensi rohani yang justru akan membawa kita naik ke level yang baru di dalam Dia. Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
156
16
BCC Sunday Service Alamilah perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membangkitkan anda dari segala keterpurukan untuk menjadi para pahlawan iman dalam ibadah Breakthrough City Church: 🕘 Minggu, 09.00 WIB 🛜 https://stevenagustinus.com/streaming
142
17
没有文字...
174
18
Pengalaman buruk tidak harus menghasilkan kepahitan, sebab emosi negatif dapat diproses sampai berubah menjadi compassion, conviction, courage, lalu contribution. Tentu ini bukan berarti trauma secara otomatis akan menghasilkan pertumbuhan, tetapi yang menentukan adalah bagaimana seseorang memproses dan mengarahkannya. Saya mau mengajak semua member renungan harian belajar soal emosi negatif yang dapat berubah menjadi compassion (belas kasih atau kepedulian) conviction (keyakinan atau pendirian teguh), courage (keberanian), lalu contribution (kontribusi atau sumbangsih) melalui kisah Viktor Frankl. Dunia mengenal Viktor Frankl sebagai salah satu tokoh psikoterapi paling berpengaruh abad ke-20. Namun, di balik karya-karyanya yang telah menolong jutaan orang menemukan arah hidup, tersimpan sebuah kisah penderitaan yang luar biasa dalam, sekaligus ketangguhan jiwa yang melampaui batas kemampuan manusia biasa. 1. KEMANUSIAAN DI TENGAH KENGERIAN KAMP KONSENTRASI. Sebagai seorang psikiater Yahudi, Frankl mengalami langsung kengerian kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia II. Tragisnya, istri tercinta, orang tua, saudara, dan hampir seluruh anggota keluarganya tewas dalam keganasan Holocaust. Setiap detik, kebanyakan orang akan kehilangan harapan untuk bertahan hidup, di tengah kelaparan ekstrem, siksaan fisik, maupun bayang-bayang kematian. Namun, ada satu fakta yang sangat mengagumkan, bahkan ketika masih berstatus sebagai tahanan, Frankl tidak berpangku tangan. Ia aktif menangani krisis psikologis para tahanan baru yang baru saja kehilangan segalanya, serta memimpin upaya pencegahan bunuh diri di antara para narapidana yang nyaris putus asa. Bagi Frankl, penderitaan tidak merusak kemanusiaannya; justru di tengah penderitaan terburuk itulah ia menemukan panggilan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa sesamanya. 2. DARI LUKA PRIBADI MENJADI WARISAN GLOBAL. Setelah perang berakhir dan ia berhasil keluar dari kamp, penderitaan Frankl tidak berhenti sebagai kesedihan personal. Pengalaman pahit tersebut justru menjadi batu loncatan bagi penciptaan Logotherapy, sebuah pendekatan psikoterapi revolusioner yang menekankan bahwa dorongan terbesar manusia bukanlah mencari kesenangan, melainkan menemukan makna dalam hidup—bahkan di dalam penderitaan sekalipun. Melalui buku mahakaryanya yang mendunia, Man's Search for Meaning, serta ceramah internasionalnya, gagasan Frankl menyebar luas dan mentransformasi jutaan kehidupan. Hingga hari ini, warisan pemikirannya terus diabadikan melalui Viktor Frankl Institute, menjadi mercusuar harapan bagi dunia modern. Kisah Viktor Frankl meninggalkan sebuah pesan abadi bagi kita semua: "Kita mungkin tidak selalu bisa memilih penderitaan apa yang datang dalam hidup, tetapi kita selalu memiliki kebebasan penuh untuk memilih sikap dan makna di baliknya." Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memberikan makna ilahi di balik segala peristiwa buruk yang Anda alami? Jika belum, segeralah membawa hati Anda ke dalam hadirat Tuhan dan mintalah Roh Kudus memberikan makna ilahi. Roma 8:26-28 (TB) 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Ps. Steven Agustinus _ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
172
19
没有文字...
144
20
Kejadian 4:7 (VMD) Engkau tahu jika engkau melakukan yang benar, Aku menerima engkau, tetapi jika engkau tidak melakukan yang benar, maka dosa siap menyerangmu. Dosa itu ingin mengendalikan engkau, tetapi engkau harus mengendalikannya.” Saya menemukan sebuah prinsip dari ayat di atas, jika emosi negatif tidak ditanggulangi, akan ada dosa yang sudah menunggu, dan siap mengendalikan hidup seseorang. Tapi kabar baiknya sesungguhnya Tuhan sudah memberi kita kuasa untuk mengendalikan dosa. Namun, jika kuasa itu tidak dilatih, emosi negatif bisa sulit kita kendalikan. Alkitab juga mengajarkan prinsip yang lain, di mana kita harus belajar menyerahkan emosi negatif kepada Tuhan. 1 Petrus 5:7 (TB): "Serahkanlah segala kekuatiran-Mu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Dasar kita menyerahkan tentunya harus karena iman bahwa Allah sanggup meredakan emosi negatif yang bisa seperti 'bom waktu' yang siap meledak kapan saja. Allah bisa menjinakkan bom itu. Kata “kekhawatiran” di dalam bahasa Inggris ditulis dengan kata "care": 1 Peter 5:7 (NKJV) casting all your care upon Him, for He cares for you. Kata care berasal dari kata Yunani "merimna" yang artinya care, anxiety (kecemasan). Terambil dari akar kata "merizo" yang artinya: divide, separate into parts, cutting into pieces. Dis-unite, distribute. Saya paham sekarang, emosi negatif selalu berpotensi untuk memecah belah, sekaligus menular. Bukankah itu cara kerja Iblis? Iblis selalu ingin memecah belah, mengoyak-ngoyak persatuan, sekaligus menularkan kebencian dan kekhawatiran ke sebanyak mungkin orang? Secara individu saya mendapati persekutuan orang percaya dengan Tuhan pasti terganggu saat kita dirundung emosi negatif. Rasanya akan sulit berdoa dan sulit menyembah, bahkan diajak berbicara firman pasti menolak. Itu disebabkan karena sifat yang "separate". Di sisi lain ingin curhat kejengkelan kita dan kemarahan kita kepada yang lain. Mengurung diri, bikin kubu dan benteng—ini pun "separate". Jadi, sadarlah, energi negatif yang dipancarkan dari emosi negatif tentunya sangat berbahaya, oleh karena itu firman Tuhan mengajar kita: Serahkan hal itu kepada Tuhan. Saya mendapati hal itu tidak sulit, cukup hanya dengan belajar pakai mulut kita, berkata-kata: "Aku serahkan kekhawatiranku, emosiku yang negatif (apa saja) kepada-Mu Tuhan. Aku tahu Engkau sanggup mengubah hatiku ini, emosiku yang negatif akan Engkau ubah menjadi positif kembali." Katakan saja berkali-kali dan imajinasikan kita serahkan hal itu ke Tuhan dan ampunilah orang yang bermasalah dengan kita sampai kita alami kelegaan. Sampai hati kita tenang kembali, sebab itulah tanda emosi sudah mereda dan dikuasai damai sejahtera ada ketenangan batin. Lakukan dengan tekun sampai damai sejahtera kembali berkuasa, sukacita mendapat tempat kembali di hati kita untuk mengalir. Dampak sudah pasti, wajah kita akan berseri-seri kembali. Ps. Steven Agustinus ______ Jika hidupmu dibangun oleh renungan ini—sebarkan! Satu broadcast bisa menyelamatkan arah hidup seseorang. Gabung hari ini dan jadilah corong suara-Nya. 📎 https://wa.link/rf63zf
147