fa
Feedback
Pendidikan Merdeka Belajar

Pendidikan Merdeka Belajar

رفتن به کانال در Telegram

Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung

نمایش بیشتر
2 730
مشترکین
-324 ساعت
-127 روز
-4430 روز
آرشیو پست ها
*Survei Kepala Sekolah tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Kepala Sekolah yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang peran kepala sekolah dalam mendukung pembelajaran — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan Bapak/Ibu sehari-hari sebagai pemimpin sekolah. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Selasa, 26 Mei ⚡️ Lebih cepat lebih baik — survei akan ditutup begitu jumlah responden mencukupi 👉 Survei Kepala Sekolah https://forms.gle/LJdz4TB8CzX6F5ya6 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏 *Survei Guru tentang Praktik Pembelajaran* Bapak/Ibu Guru yang kami hormati, Program INOVASI sedang menguji instrumen survei tentang praktik pembelajaran di kelas — dan kami membutuhkan bantuan Bapak/Ibu. Survei ini berisi pertanyaan tentang kegiatan mengajar sehari-hari. Tidak ada jawaban benar atau salah. Cukup gambarkan apa yang Bapak/Ibu lakukan di kelas. ⏱️ Waktu pengisian: sekitar 30 menit 📅 Batas waktu: Selasa, 26 Mei ⚡️ Lebih cepat lebih baik — survei akan ditutup begitu jumlah responden mencukupi 👉 Survei Guru https://forms.gle/qzACcAtET1nEKDht9 Terima kasih atas waktu dan kontribusi Bapak/Ibu. 🙏

Ocehan Bayi yang Memimpin Bayi tiga bulan mengajari saya bagaimana cara belajar lebih utuh dibandingkan pelatihan yang pernah saya ikuti. https://medium.com/@bukik/ocehan-bayi-yang-memimpin-cb64d2dc4a21

AI tidak akan menggantikan guru. Tapi AI bisa membantu guru keluar dari rutinitas yang melelahkan dan kembali fokus pada pembelajaran yang bermakna. Lewat perspektif Bukik Setiawan yang merupakan Praktisi Pendidikan Kontekstual sekaligus pengantar pakar dalam buku Brave New Words, kita diingatkan bahwa AI baru benar-benar berguna di tangan guru yang terus belajar: menemukan, merefleksikan, dan menularkan praktik baik Karena di era sekarang, memahami teknologi saja tidak cukup. Kita juga perlu memahami bagaimana kita mengambil peran dalam proses belajar dan mengajar. Baca lengkapnya di https://www.instagram.com/p/DYebQbikfFJ/?igsh=aHQ4MmR3bHRrN3My

Dua Kekhawatiran Guru Kedua kekhawatiran itu muncul hampir setiap hari, tapi hanya satu yang menentukan: kita guru untuk siapa? https://medium.com/@bukik/dua-kekhawatiran-guru-0dd68969ea1b

Topic: Pra-KPI Sesi 2: Membangun Daerah dari Pendidikan: Menguatkan SPM melalui Data dan Kolaborasi Date: 12 May 2026 Time: 1
Topic: Pra-KPI Sesi 2: Membangun Daerah dari Pendidikan: Menguatkan SPM melalui Data dan Kolaborasi Date: 12 May 2026 Time: 14:00 - 23:59 (WIB) Join URL: https://us06web.zoom.us/j/84301042000?pwd=kbNn3qaB8AV0Felxk7eteTAQOuutHQ.1 Meeting ID: 84301042000 Passcode: PraKPI2

Belajarkah Kita dari Kasus Little Aresha? Kasus Little Aresha mengejutkan banyak orang. Tapi bukan karena pelakunya — melainkan karena korbannya. Bukan hanya anak-anak yang diikat tangan dan kakinya di dalam ruangan tertutup itu. Tapi juga orang tua mereka — yang setiap hari mengantar dengan penuh harap, menjemput dengan lega, dan tidak tahu apa yang terjadi di antaranya. Selama berbulan-bulan. Ada yang bertahun-tahun. Bagaimana bisa? Pertanyaan itu mudah diajukan dari luar. Tapi jawabannya hanya bisa ditemukan dari dalam — dari dalam pengalaman orang tua yang menitipkan anaknya, memilih tempatnya, merasakan sinyal-sinyal yang ada, dan tetap tidak bergerak cukup cepat. Tulisan ini mencoba masuk ke sana. Bukan untuk menghakimi. Tapi untuk belajar. Dari sekian banyak kesaksian orang tua korban Little Aresha, kita akan mengikuti satu perjalanan — perjalanan seorang ibu yang kita namai Ibu Pertiwi. Ia bukan satu orang. Ia adalah akumulasi dari banyak suara, banyak momen, banyak keputusan yang terasa masuk akal — sampai semuanya tidak lagi masuk akal. https://medium.com/@bukik/belajarkah-kita-dari-kasus-little-aresha-0f4cefc83a3a

Andai saya Walikota Yogya Andai saya Walikota Yogya, saya sangat merasa bersalah ketika mengetahui ada 53 anak pulang dari daycare dengan tubuh yang layu dan jiwa yang terluka. Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan mengumumkan bahwa Little Aresha beroperasi tanpa izin. Saya akan menyegel pintunya. Saya akan menyiapkan 15 daycare pengganti dan menanggung biayanya sampai akhir semester. Saya akan berdiri di depan kamera dengan wajah prihatin dan berkata bahwa ini tidak boleh terjadi lagi. Dan semua itu benar. Semua itu perlu dilakukan. Tapi semua itu tidak menjawab satu pertanyaan yang lebih menyakitkan: *mengapa saya baru tahu sekarang?* Bukan hanya tentang Little Aresha. Tapi tentang seluruh ekosistem pengasuhan anak yang dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan, tanpa pembinaan, tanpa anggaran — selama bertahun-tahun, persis di depan mata pemerintah kota yang mengaku peduli pada pendidikan. Baca lengkapnya di https://medium.com/@bukik/andai-saya-walikota-yogya-6e0230f5552c

Halo Guru Belajar! Mari hadir dan meriahkan *Belajaraya Jakarta 2026* ✨ Merayakan #KerjaBarengan Untuk Ekosistem Pendidikan ✨
Halo Guru Belajar! Mari hadir dan meriahkan *Belajaraya Jakarta 2026* ✨ Merayakan #KerjaBarengan Untuk Ekosistem Pendidikan ✨ Belajaraya adalah ruang bertemunya para pendidik, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merayakan praktik baik serta menguatkan kolaborasi bagi pendidikan Indonesia. 📅 Sabtu, 2 Mei 2026 ⏰ 09.00 – 22.00 WIB 📍 Taman Ismail Marzuki - Jakarta Pusat 📝 Pendaftaran: 27 April – 1 Mei 2026 🔗 Daftar di: Bit.ly/daftarbelajaraya Hanya untuk domisili Jabodetabek Ajak rekan-rekan guru lainnya dan jadilah bagian dari semangat #KerjaBarengan untuk ekosistem pendidikan yang lebih baik! 🌱

Bahasa Bayi yang Meruntuhkan Gengsi Butuh tangisan bayi tiga bulan untuk mengajarkan saya apa yang tidak pernah diajarkan di bangku kuliah magister psikologi. https://medium.com/@bukik/bahasa-bayi-yang-meruntuhkan-gengsi-0d53ba11e761

Kekerasan seksual sulit hilang karena pendidikan kita masih terlalu sering melindungi yang kuat, dan belum sungguh-sungguh berpihak pada yang rentan," tegas Bukik https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8445955/mengapa-kekerasan-seksual-sulit-hilang-dari-ruang-ruang-pendidikan-di-indonesia

✨ *PENJELAJAH KECIL* ✨ Saatnya anak-anak belajar langsung dari dunia nyata! 🌍 Ayo ikut kegiatan seru: 📮 Eksplorasi ke Kanto
✨ *PENJELAJAH KECIL* ✨ Saatnya anak-anak belajar langsung dari dunia nyata! 🌍 Ayo ikut kegiatan seru: 📮 Eksplorasi ke Kantor Pos Besar 📚 & Perpustakaan Bank Indonesia Di sini, anak-anak akan: 🌟 Belajar sambil bermain 🌟 Mengenal layanan pos & dunia literasi 🌟 Mengembangkan rasa ingin tahu dan percaya diri 🌟 Mendapat pengalaman berharga yang tak terlupakan 🗓 Selasa, 31 Maret 2026 ⏰ 08.30 WIB – selesai 💰 20K / anak 🍱 Sudah termasuk makan siang & kenangan berharga 📍 Terbuka untuk umum! Yuk, ajak si kecil jadi penjelajah yang kreatif! 🚶‍♂️✨ Tempat terbatas, segera daftar ya! 📞 Narahubung: 0897-1747-788

Mengasuh Anak Ini perkara 25 tahun ke depan, bukan sekadar soal punya atau tidak punya anak.

Berhenti Orang sering kehilangan kontrol bukan karena niat buruk, melainkan karena terlalu lama hidup dalam kebiasaan yang berjalan otomatis. https://medium.com/@bukik/berhenti-de0da831a9d4

Pendidikan untuk masyarakat rentan di Solo Raya https://www.youtube.com/live/yb6B5tB-kYg?si=FFJkVwnhnISPBRlX

Pengamat pendidikan Bukik Setiawan menilai siswa rentan memandang informasi yang disampaikan di ruang kelas sebagai kebenaran tunggal. Menurut Bukik, pilihan diksi dan perspektif dalam buku sejarah sangat menentukan cara pandang siswa. Dalam konteks Buku Sejarah Indonesia yang menuai polemik itu, Bukik berpandangan sebaiknya buku tersebut tidak dijadikan sebagai rujukan utama dalam menyusun materi pembelajaran. Alasannya, menurut dia, sejarah yang ditulis dengan perspektif positif semacam itu dikhawatirkan menimbulkan bias fakta sejarah pada siswa. Bukik mengusulkan kalau pun nantinya Kementerian Pendidikan setuju untuk menjadikan buku ini sebagai rujukan materi sejarah di sekolah, guru harus tetap menyediakan buku-buku lain sebagai referensi. “Agar murid bisa belajar membandingkan sudut pandang,” kata dia pada Selasa, 16 Desember 2025. https://www.tempo.co/politik/apa-fungsi-buku-sejarah-kementerian-kebudayaan-bagi-pendidikan-2099612

Belajar, Apakah Harus Sesuai Rencana? Bayangkan, apa jadinya bila ada sekolah yang menyiapkan muridnya menghadapi kehidupan nyata? Apa jadinya bila ada sekolah yang menyiapkan muridnya menempuh jalur berkelok penuh tantangan? Saya kok membayangkan murid-muridnya akan menjadi orang yang dewasa bukan karena usia, tapi karena keberaniannya mengakui kekeliruan. Menjadi orang yang paham tantangan, paham kapasitas diri dan menentukan target menantang yang realistis. Menjadi orang yang siap menjalani hidup, bukan hanya orang yang dapat ijazah. Itulah yang saya temui. Hari ini, Sabtu 13 Desember 2025, saya menyimak Cerita dari Kelas, kegiatan yang diadakan Sekolah Sanggar Anak Jati untuk memfasilitasi murid-murid bercerita proses dan hasil belajarnya dalam satu semester. Cerita dari Kelas diawali dengan drama ringkas yang melibatkan semua murid semua guru. Setiap murid kemudian presentasi tentang proyek riset yang telah dikerjakan selama satu semester di hadapan murid, guru, orangtua dan pengunjung lain. Baca lengkapnya di https://medium.com/@bukik/belajar-apakah-harus-sesuai-rencana-e4369476b68d