Pendidikan Merdeka Belajar
الذهاب إلى القناة على Telegram
Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung
إظهار المزيد2 812
المشتركون
لا توجد بيانات24 ساعات
-107 أيام
-5630 أيام
أرشيف المشاركات
Belajarkah Kita dari Kasus Little Aresha?
Kasus Little Aresha mengejutkan banyak orang. Tapi bukan karena pelakunya — melainkan karena korbannya.
Bukan hanya anak-anak yang diikat tangan dan kakinya di dalam ruangan tertutup itu. Tapi juga orang tua mereka — yang setiap hari mengantar dengan penuh harap, menjemput dengan lega, dan tidak tahu apa yang terjadi di antaranya. Selama berbulan-bulan. Ada yang bertahun-tahun.
Bagaimana bisa?
Pertanyaan itu mudah diajukan dari luar. Tapi jawabannya hanya bisa ditemukan dari dalam — dari dalam pengalaman orang tua yang menitipkan anaknya, memilih tempatnya, merasakan sinyal-sinyal yang ada, dan tetap tidak bergerak cukup cepat.
Tulisan ini mencoba masuk ke sana. Bukan untuk menghakimi. Tapi untuk belajar.
Dari sekian banyak kesaksian orang tua korban Little Aresha, kita akan mengikuti satu perjalanan — perjalanan seorang ibu yang kita namai Ibu Pertiwi. Ia bukan satu orang. Ia adalah akumulasi dari banyak suara, banyak momen, banyak keputusan yang terasa masuk akal — sampai semuanya tidak lagi masuk akal.
https://medium.com/@bukik/belajarkah-kita-dari-kasus-little-aresha-0f4cefc83a3a
Andai saya Walikota Yogya
Andai saya Walikota Yogya, saya sangat merasa bersalah ketika mengetahui ada 53 anak pulang dari daycare dengan tubuh yang layu dan jiwa yang terluka.
Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan mengumumkan bahwa Little Aresha beroperasi tanpa izin. Saya akan menyegel pintunya. Saya akan menyiapkan 15 daycare pengganti dan menanggung biayanya sampai akhir semester. Saya akan berdiri di depan kamera dengan wajah prihatin dan berkata bahwa ini tidak boleh terjadi lagi.
Dan semua itu benar. Semua itu perlu dilakukan. Tapi semua itu tidak menjawab satu pertanyaan yang lebih menyakitkan: *mengapa saya baru tahu sekarang?*
Bukan hanya tentang Little Aresha. Tapi tentang seluruh ekosistem pengasuhan anak yang dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan, tanpa pembinaan, tanpa anggaran — selama bertahun-tahun, persis di depan mata pemerintah kota yang mengaku peduli pada pendidikan.
Baca lengkapnya di https://medium.com/@bukik/andai-saya-walikota-yogya-6e0230f5552c
Halo Guru Belajar!
Mari hadir dan meriahkan *Belajaraya Jakarta 2026*
✨ Merayakan #KerjaBarengan Untuk Ekosistem Pendidikan ✨
Belajaraya adalah ruang bertemunya para pendidik, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merayakan praktik baik serta menguatkan kolaborasi bagi pendidikan Indonesia.
📅 Sabtu, 2 Mei 2026
⏰ 09.00 – 22.00 WIB
📍 Taman Ismail Marzuki - Jakarta Pusat
📝 Pendaftaran: 27 April – 1 Mei 2026
🔗 Daftar di: Bit.ly/daftarbelajaraya
Hanya untuk domisili Jabodetabek
Ajak rekan-rekan guru lainnya dan jadilah bagian dari semangat #KerjaBarengan untuk ekosistem pendidikan yang lebih baik! 🌱
Bahasa Bayi yang Meruntuhkan Gengsi
Butuh tangisan bayi tiga bulan untuk mengajarkan saya apa yang tidak pernah diajarkan di bangku kuliah magister psikologi.
https://medium.com/@bukik/bahasa-bayi-yang-meruntuhkan-gengsi-0d53ba11e761
Kekerasan seksual sulit hilang karena pendidikan kita masih terlalu sering melindungi yang kuat, dan belum sungguh-sungguh berpihak pada yang rentan," tegas Bukik
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8445955/mengapa-kekerasan-seksual-sulit-hilang-dari-ruang-ruang-pendidikan-di-indonesia
✨ *PENJELAJAH KECIL* ✨
Saatnya anak-anak belajar langsung dari dunia nyata! 🌍
Ayo ikut kegiatan seru:
📮 Eksplorasi ke Kantor Pos Besar
📚 & Perpustakaan Bank Indonesia
Di sini, anak-anak akan:
🌟 Belajar sambil bermain
🌟 Mengenal layanan pos & dunia literasi
🌟 Mengembangkan rasa ingin tahu dan percaya diri
🌟 Mendapat pengalaman berharga yang tak terlupakan
🗓 Selasa, 31 Maret 2026
⏰ 08.30 WIB – selesai
💰 20K / anak
🍱 Sudah termasuk makan siang & kenangan berharga
📍 Terbuka untuk umum!
Yuk, ajak si kecil jadi penjelajah yang kreatif! 🚶♂️✨
Tempat terbatas, segera daftar ya!
📞 Narahubung: 0897-1747-788
Mengasuh Anak
Ini perkara 25 tahun ke depan, bukan sekadar soal punya atau tidak punya anak.
Berhenti
Orang sering kehilangan kontrol bukan karena niat buruk, melainkan karena terlalu lama hidup dalam kebiasaan yang berjalan otomatis.
https://medium.com/@bukik/berhenti-de0da831a9d4
Pendidikan untuk masyarakat rentan di Solo Raya
https://www.youtube.com/live/yb6B5tB-kYg?si=FFJkVwnhnISPBRlX
Pengamat pendidikan Bukik Setiawan menilai siswa rentan memandang informasi yang disampaikan di ruang kelas sebagai kebenaran tunggal. Menurut Bukik, pilihan diksi dan perspektif dalam buku sejarah sangat menentukan cara pandang siswa.
Dalam konteks Buku Sejarah Indonesia yang menuai polemik itu, Bukik berpandangan sebaiknya buku tersebut tidak dijadikan sebagai rujukan utama dalam menyusun materi pembelajaran. Alasannya, menurut dia, sejarah yang ditulis dengan perspektif positif semacam itu dikhawatirkan menimbulkan bias fakta sejarah pada siswa.
Bukik mengusulkan kalau pun nantinya Kementerian Pendidikan setuju untuk menjadikan buku ini sebagai rujukan materi sejarah di sekolah, guru harus tetap menyediakan buku-buku lain sebagai referensi. “Agar murid bisa belajar membandingkan sudut pandang,” kata dia pada Selasa, 16 Desember 2025.
https://www.tempo.co/politik/apa-fungsi-buku-sejarah-kementerian-kebudayaan-bagi-pendidikan-2099612
Belajar, Apakah Harus Sesuai Rencana?
Bayangkan, apa jadinya bila ada sekolah yang menyiapkan muridnya menghadapi kehidupan nyata? Apa jadinya bila ada sekolah yang menyiapkan muridnya menempuh jalur berkelok penuh tantangan?
Saya kok membayangkan murid-muridnya akan menjadi orang yang dewasa bukan karena usia, tapi karena keberaniannya mengakui kekeliruan. Menjadi orang yang paham tantangan, paham kapasitas diri dan menentukan target menantang yang realistis. Menjadi orang yang siap menjalani hidup, bukan hanya orang yang dapat ijazah.
Itulah yang saya temui. Hari ini, Sabtu 13 Desember 2025, saya menyimak Cerita dari Kelas, kegiatan yang diadakan Sekolah Sanggar Anak Jati untuk memfasilitasi murid-murid bercerita proses dan hasil belajarnya dalam satu semester. Cerita dari Kelas diawali dengan drama ringkas yang melibatkan semua murid semua guru. Setiap murid kemudian presentasi tentang proyek riset yang telah dikerjakan selama satu semester di hadapan murid, guru, orangtua dan pengunjung lain.
Baca lengkapnya di
https://medium.com/@bukik/belajar-apakah-harus-sesuai-rencana-e4369476b68d
🌿 SINAU BARENG BUKIK #3 – SPECIAL EDITION 🌿
Bersama: Okky Madasari (Penulis & Penggerak Literasi)
Tema: “Membangun Nalar Kritis: Membaca Sastra atau Sukses TKA?”
Halo Bapak/Ibu/Teman-teman semua,
Sanggar Anak Jati mengundang Anda untuk hadir dalam Sinau Bareng Bukik #3 Edisi Spesial yang kali ini menghadirkan narasumber istimewa. Kita akan bersama-sama membahas bagaimana sastra dapat membangun cara berpikir kritis anak dan perannya di tengah tuntutan akademik masa kini.
📅 Hari/Tanggal: Sabtu, 22 November 2025
🕒 Waktu: Mulai pukul 13.00 WIB
📍 Tempat: Sanggar Anak Jati
Kegiatan ini terbuka untuk pendidik, orang tua, pegiat literasi, serta siapa pun yang peduli pada pendidikan dan perkembangan nalar kritis anak.
Untuk informasi dan pendaftaran:
📞 http://wa.me/+628971747788 (Admin SAJATI)
Mari hadir, belajar, dan bertumbuh bersama.
Sampai jumpa di acara istimewa ini! 🌱✨
_Pernah merasa hidupmu berubah setelah baca sebuah cerita?_
Yuk, ngobrolin kenapa membaca fiksi itu penting bareng Bukik Setiawan 😍
📚 Sinau Bareng Bukik #2
📅 Jumat, 24 Oktober 2025
🕓 16.00 – selesai
📍 Sanggar Anak Jati
Jangan lupa ajak temanmu, karena belajar bareng lebih seru! 😉
Narahubung: https://wa.me/+628971747788
#SinauBarengBukik #SanggarAnakJati #PentingnyaMembacaFiksi
Kasus Kepsek Tampar Murid yang Merokok, Pakar Pendidikan: Semua Pihak Bereaksi Instan
"Kepala sekolah reaksioner instan pada murid yang merokok. Murid reaksioner instan pada sekolah melalui mogok belajar. Orangtua reasioner instan dengan melaporkan kepala sekolah pada polisi," tutur Bukik dalam pesan teks kepada Kompas.com, Rabu (15/10/2025).
https://www.kompas.com/edu/read/2025/10/15/170631771/kasus-kepsek-tampar-murid-yang-merokok-pakar-pendidikan-semua-pihak-bereaksi
Bincang Pendidikan PSPK x KMPPI
Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) menjadi salah satu prioritas legislasi nasional tahun 2025. Pembahasan RUU ini akan sangat menentukan arah masa depan pendidikan Indonesia, termasuk bagaimana evaluasi pendidikan dilaksanakan secara adil, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Sebagai bagian dari masyarakat sipil, Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) bersama Konsorsium Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia (KMPPI) mengajak Anda untuk bergabung dalam Bincang Pendidikan dengan tema:
“RUU Sisdiknas dan Masa Depan Evaluasi Pendidikan”
🗓 Rabu, 8 Oktober 2025
🕒 15.00 – 17.00 WIB
📍 Online (Zoom)
🔗 Daftar di : pspk.id/bincangpendidikan
🎙 Narasumber:
• Anindito Aditomo (Dewan Pakar PSPK)
• Bukik Setiawan (Ketua Guru Belajar Foundation)
• Patrya Pratama (Direktur Inspirasi Foundation)
Moderator: Angela Merici G. Adem (Peneliti PSPK)
Mari bersama-sama membahas urgensi, implikasi, dan arah kebijakan evaluasi pendidikan di Indonesia.
📄 Sertifikat kehadiran tersedia!
#RUUSisdiknas #EvaluasiPendidikan #BincangPendidikan #BerpihakKepadaAnak
Kapan lagi bisa belajar langsung, tatap muka, dan berinteraksi dekat dengan *Master Trainer Guru Belajar Foundation*? 🌟
Di *Kelas Kompetensi Premium* Puncak Temu Pendidik Nusantara XII, Sobat akan mengikuti sesi *workshop 1.5-2 jam yang penuh pengalaman, dialog intim, dan pembelajaran mendalam dengan sertifikat khusus*.
🗓 11–12 Oktober 2025
📍 Sekolah Cikal Lebak Bulus
*Benefit:*
🌻Interaksi langsung dengan Master Trainer
☄ Mendapatkan Modul & Materi Eksklusif
🌈 Praktik & Simulasi Langsung
⚡️ Belajar Konteks Aktual
🧶Membangun Jejaring Komunitas
📃 Sertifikat
*Daftar di link*: linktr.ee/kelaspremiumtpnxii
*Kuota Terbatas*‼️
Selengkapnya cek di https://www.instagram.com/p/DPOXCNREk6Z/?igsh=MXczanoyemF4b2kxdg==.
