en
Feedback
Anindya

Anindya

Open in Telegram

" i will always love you as the land of the earth that never hates rain " pp/upsubs : (n) cr : me 50% and 50% all sosmed ⚠️ NOT FOR SALE ❗

Show more

📈 Analytical overview of Telegram channel Anindya

Channel Anindya (@onlyanindya) in the Indonesian language segment is an active participant. Currently, the community unites 15 033 subscribers, ranking 4 468 in the Business category and 4 333 in the Indonesia region.

📊 Audience metrics and dynamics

Since its creation on невідомо, the project has demonstrated rapid growth, gathering an audience of 15 033 subscribers.

According to the latest data from 24 September, 2026, the channel demonstrates stable activity. Although there has been a change in the number of participants by -441 over the last 30 days and by -22 over the last 24 hours, overall reach remains high.

  • Verification status: Not verified
  • Engagement rate (ER): The average audience engagement rate is 9.14%. Within the first 24 hours after publication, content typically collects 2.01% reactions from the total number of subscribers.
  • Post reach: On average, each post receives 1 375 views. Within the first day, a publication typically gains 302 views.
  • Reactions and interaction: The audience actively supports content: the average number of reactions per post is 0.
  • Thematic interests: Content is focused on key topics such as capcut, linknya, klaim, capcut’s, klick.

📝 Description and content policy

The author describes the resource as a platform for expressing subjective opinions:
“" i will always love you as the land of the earth that never hates rain " pp/upsubs : (n) cr : me 50% and 50% all sosmed ⚠️ NOT FOR SALE ❗”

Thanks to the high frequency of updates (latest data received on 25 September, 2026), the channel maintains relevance and a high level of publication reach. Analytics show that the audience actively interacts with content, making it an important point of influence in the Business category.

15 033
Subscribers
-2224 hours
-1067 days
-44130 days
Posts Archive
Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033

Anindya
15 033
Klaim vocher Shopee😱👇 https://shp.ee/sx3bhc9r5wc

Anindya
15 033
Klaim Voucher Shoope 🎁👇 https://shp.ee/2mu7djs0vm3

Anindya
15 033
kalau aku merasakan jatuh cinta lagi aku harap aku jatuh cinta pada orang yang paham kalau dia sedang di cintai.

Anindya
15 033
need channel pembuatan 30 juli tahun 2025 kebawah, dan ada grup komennya seperti ini, bisa pc @inijjon
need channel pembuatan 30 juli tahun 2025 kebawah, dan ada grup komennya seperti ini, bisa pc @inijjon

Anindya
15 033
lucu aja rasanya saat membaca ulang chat kita dulu. betapa mudahnya aku tersenyum dengan beberapa kata yang kamu ketik. dan betapa mudahnya aku tertawa dengan candaanmu yang aneh, setelah mengenalmu, baru aku sadari kalau bahagia merupakan perkara yang mudah. karena bahagia ada di-tangan dan kuasa kita sebagai seorang manusia. saat aku mengenang kisah kita dahulu, rasanya ada hal yang kurang sebab hadirmu samar-samar terasa. singkatnya, bila dengan memikirkannya membuatmu menitikkan air mata, maka kamu masih mencintainya dan dia masih segalanya. sayangnya semesta meminta kita untuk berpisah. dimana buku kita harus berhenti untuk di-tulis lalu di-simpan untuk selama-lamanya. kepergianmu benar-benar menyisakan lubang yang begitu dalam, yang tak akan pernah penuh walau di-isi hal sebanyak apapun. karena seribu orang datang tidak akan semeriah kehadiranmu. karena seribu orang pergi tidak akan semenyakitkan kerpergianmu. hidupku masih berputar dengan dirimu sebagai pusatnya. karena dirimu bagaikan kepingan terakhir dalam hidupku yang hilang. dan kenyataan bahwa dirimu itu tidak tergantikan dan hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, tapi tentang siapa yang paling mampu memahami arti dari setiap langkah, setiap jatuh, dan setiap luka yang tak terlihat. kita hidup dalam dunia yang sering kali terlalu ramai untuk mendengar, terlalu cepat untuk peduli, dan terlalu keras untuk memberi ruang bagi kelembutan. tapi di balik semua itu, kita tetap berjalan, membawa luka yang kita bungkus dengan senyum, menahan tangis yang kita tutupi dengan tawa, dan memeluk harapan yang kadang hampir tak tersisa. kita belajar bahwa orang yang paling sering tertawa, bisa jadi menyimpan kesedihan paling dalam. kita belajar bahwa tidak semua perpisahan harus dimaknai sebagai akhir—karena bisa jadi itu adalah awal dari kedewasaan, dari kebangkitan, dari mengenal diri sendiri lebih dalam. dan seiring waktu berjalan, kita mulai memahami bahwa menerima kenyataan jauh lebih penting daripada terus menggenggam hal-hal yang tak ingin bertahan. kita mulai mengerti bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah menangis.