uz
Feedback
D'ORIGIN INTERACTIVE NEWS

D'ORIGIN INTERACTIVE NEWS

Kanalga Telegram’da o‘tish
4 401
Obunachilar
-224 soatlar
+307 kunlar
+5330 kunlar
Obunachilarni jalb qilish
Iyun '26
Iyun '26
+73
1 kanalda
May '26
+79
2 kanalda
Get PRO
Aprel '26
+101
2 kanalda
Get PRO
Mart '26
+70
2 kanalda
Get PRO
Fevral '26
+145
1 kanalda
Get PRO
Yanvar '26
+231
3 kanalda
Get PRO
Dekabr '25
+179
1 kanalda
Get PRO
Noyabr '25
+155
1 kanalda
Get PRO
Oktabr '25
+225
1 kanalda
Get PRO
Sentabr '25
+223
1 kanalda
Get PRO
Avgust '25
+243
1 kanalda
Get PRO
Iyul '25
+196
1 kanalda
Get PRO
Iyun '25
+213
1 kanalda
Get PRO
May '25
+111
2 kanalda
Get PRO
Aprel '25
+107
1 kanalda
Get PRO
Mart '25
+146
1 kanalda
Get PRO
Fevral '25
+65
2 kanalda
Get PRO
Yanvar '25
+51
1 kanalda
Get PRO
Dekabr '24
+28
1 kanalda
Get PRO
Noyabr '24
+70
1 kanalda
Get PRO
Oktabr '24
+65
1 kanalda
Get PRO
Sentabr '24
+83
1 kanalda
Get PRO
Avgust '24
+83
1 kanalda
Get PRO
Iyul '24
+127
1 kanalda
Get PRO
Iyun '24
+59
1 kanalda
Get PRO
May '24
+75
1 kanalda
Get PRO
Aprel '24
+78
1 kanalda
Get PRO
Mart '24
+64
2 kanalda
Get PRO
Fevral '24
+56
1 kanalda
Get PRO
Yanvar '24
+99
1 kanalda
Get PRO
Dekabr '23
+63
1 kanalda
Get PRO
Noyabr '23
+38
1 kanalda
Get PRO
Oktabr '23
+28
2 kanalda
Get PRO
Sentabr '23
+50
0 kanalda
Get PRO
Avgust '23
+43
0 kanalda
Get PRO
Iyul '23
+28
0 kanalda
Get PRO
Iyun '23
+39
0 kanalda
Get PRO
May '23
+39
0 kanalda
Get PRO
Aprel '23
+27
0 kanalda
Get PRO
Mart '23
+27
0 kanalda
Get PRO
Fevral '23
+26
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '23
+30
0 kanalda
Get PRO
Dekabr '22
+56
0 kanalda
Get PRO
Noyabr '22
+116
0 kanalda
Get PRO
Oktabr '22
+42
0 kanalda
Get PRO
Sentabr '22
+58
0 kanalda
Get PRO
Avgust '22
+92
0 kanalda
Get PRO
Iyul '22
+73
0 kanalda
Get PRO
Iyun '22
+67
0 kanalda
Get PRO
May '22
+80
0 kanalda
Get PRO
Aprel '22
+50
0 kanalda
Get PRO
Mart '22
+48
0 kanalda
Get PRO
Fevral '22
+30
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '22
+53
0 kanalda
Get PRO
Dekabr '21
+51
0 kanalda
Get PRO
Noyabr '21
+22
0 kanalda
Get PRO
Oktabr '21
+115
0 kanalda
Get PRO
Sentabr '21
+181
0 kanalda
Get PRO
Avgust '21
+140
0 kanalda
Get PRO
Iyul '21
+190
0 kanalda
Get PRO
Iyun '21
+51
0 kanalda
Get PRO
May '21
+46
0 kanalda
Get PRO
Aprel '21
+67
0 kanalda
Get PRO
Mart '21
+58
0 kanalda
Get PRO
Fevral '21
+61
0 kanalda
Get PRO
Yanvar '21
+356
0 kanalda
Sana
Obunachilarni jalb qilish
Esdaliklar
Kanallar
15 Iyun+3
14 Iyun0
13 Iyun0
12 Iyun+6
11 Iyun+19
10 Iyun+12
09 Iyun+4
08 Iyun+1
07 Iyun0
06 Iyun0
05 Iyun+8
04 Iyun+10
03 Iyun+5
02 Iyun+4
01 Iyun+1
Kanal postlari
Photo from Cynthia Nadeak
Photo from Cynthia Nadeak

2
SGD naik 0,22% menjadi 1,2814 per USD AUD naik 0,38% ke posisi 0,7074 per USD Rupiah up 0,85% menjadi 17.708 per USD Rupee naik 0,50% ke 94,6362 per USD Yuan up 0,07% ke 6,7576 per USD Ringgit melaju 0,20% ke 4,0495 per USD Baht melaju 0,52% ke 32,5630 per USD *Bursa Eropa* Saham-saham Eropa melonjak di awal perdagangan menyusul terobosan dalam kesepakatan AS-Iran. Indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 naik 1,2% pada pembukaan perdagangan Senin (15/6) karena pasar menguat menyusul berita bahwa AS telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol. Indeks CAC 40 Prancis memimpin penguatan dengan kenaikan 1,9%. Sedangkan Indeks DAX di Jerman naik 1,8%. Indeks FTSE 100 Inggris menanjak 0,8% serta FTSE MIB Italia naik 1,4%. *Oil* Harga minyak turun tajam pada perdagangan hari Senin (15/6) sore setelah Presiden AS Donald Trump dan wakil menteri luar negeri Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjutkan lalu lintas melalui Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent berjangka turun $3,65 atau 4,2% menjadi $83,68 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di harga $80,75 per barel, turun $4,13 atau 4,9%. Kedua kontrak tersebut jatuh ke level terendah sejak 10 Maret pada hari Senin setelah anjlok lebih dari 3% pada hari Jumat. Perdana Menteri Pakistan, yang negaranya berperan sebagai mediator, mengatakan bahwa AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada hari Jumat. Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz akan dibuka "bebas biaya" dan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran juga akan berakhir. (reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI) ---------------
232
3
*BURSA SORE* Mon, Jun 15, 2026 16:51 WIB *"Market Dilanda Eforia Selat Hormuz, Saham Asia dan IHSG Cerah"* ◇ IHSG finis melonjak 4,12% ke level 6.254, didorong sektor basic industry yang melesat 7,28% ◇ Bursa Asia dan Eropa kompak reli setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran ◇ Harga minyak anjlok hampir 5% ke level terendah sejak Maret akibat meredanya risiko geopolitik Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik signifikan pada akhir perdagangan hari Senin (15/6). IHSG menanjak 247 poin atau +4,12% ke level 6.254. Sebanyak 546,1 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp30,14 triliun. Saham top gainers LQ45: TOWR, DEWA, HRTA, BUMI, ANTM, AMMN, MDKA. Saham top losers LQ45: AADI, MEDC, AKRA, MAPI, EXCL, ITMG, UNVR. Sektor basic industry melesat terkuat, naik 7,28%. Saham-saham sektor ini yang melejit di antaranya TPIA, IMPC, TKIM, BRPT, CPIN, SMGR, INKP, JPFA. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang terkoreksi, turun 0,67% terdesak oleh saham-saham HEAL, SILO, PRDA *Bursa Asia* Pasar saham Asia melonjak tajam pada perdagangan hari Senin (15/6) sore karena kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut mengurangi tekanan inflasi secara global dan mengurangi kebutuhan akan suku bunga yang lebih tinggi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan di media sosial pada Senin pagi bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Sementara Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan tersebut mencakup pembukaan Selat Hormuz yang vital, meskipun tanpa memberikan rincian. Iran mengatakan lalu lintas melalui selat tersebut akan diatur oleh Iran dan Oman, yang berpotensi menjadi pukulan terhadap aturan perdagangan bebas dan menunjukkan mungkin akan ada semacam pungutan pada transit. "Kurangnya detail, terutama tentang kebebasan pelayaran, merupakan kekhawatiran tetapi bukan sesuatu yang seharusnya membatasi pasar hari ini karena lonjakan selera risiko terjadi," kata Sean Callow, analis FX senior di ITC Markets. Berita ini akan melegakan para bank sentral yang mengadakan pertemuan minggu ini. Mengurangi sebagian tekanan untuk memperketat kebijakan guna mencegah kenaikan ekspektasi inflasi yang didorong oleh sektor energi. "Kami memperkirakan harga minyak Brent berjangka akan turun menjadi $80 pada akhir tahun dengan asumsi selat tersebut tidak ditutup lagi," kata Vivek Dhar, analis pertambangan dan energi di CBA. Bank sentral dijadwalkan bertemu di AS, Inggris, Jepang, Australia, Swiss, Swedia, Norwegia, dan Rusia minggu ini, dengan Jepang dianggap sebagai negara yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga kali ini. Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3,50%-3,75% pada hari Rabu dalam pertemuan perdana Ketua Kevin Warsh. Investor dengan cepat mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini dengan kontrak berjangka Desember naik empat poin. Sementara kenaikan paling cepat pada bulan Oktober sekarang diperkirakan sekitar 30%. *Indeks Saham Asia* Indeks Nikkei225 (Jepang) +4,99% ke 69.317 Indeks Topix (Jepang) +3,03% ke 3.999 Shanghai Composite (China) +1,61% ke 4.096 Shenzhen Component (China) +3,79% ke 15.531 CSI 300 (China) +2,39% ke 4.891 Hang Seng (Hong Kong) +0,50% ke 24.842 Indeks Kospi (Korsel) +5,20% ke 8.545 Taiex (Taiwan) +2,78% ke 45.396 S&P/ASX200 (Australia) +1,25% ke 8.914 *Asia Currencies* Yen up 0,07% menjadi 160,12 per USD
161
4
*MARKET ROUND-OFF (15.06.2026)* *(By: D'ORIGIN – Louisa Rahardjo)* https://t.me/D_ORIGIN https://bit.ly/IGorigin https://originaturuang.com/07 *"JCI, Rupiah Rally on U.S.-Iran Peace Deal"* JCI ended higher, accompanied by a nearly 1% gain in the rupiah, as investor risk appetite improved after the United States and Iran reached a peace agreement. The JCI surged 247.31 points (+4.12%) to 6,254.97, while the LQ45 added 27.23 points (+4.56%) to 624.68. Turnover reached 49.12 billion shares valued at Rp29.97 trillion, including Rp1.13 trillion in negotiated transactions. A total of 596 stocks advanced, 125 declined, and 96 remained unchanged. The rupiah strebgthened 0.98% to 17,690 per U.S. dollar, while Bank Indonesia’s JISDOR reference rate rose by 202 points to 17,791. *Corporate News* CGAS targets 2026 revenue of Rp879 billion and net profit of Rp23.9 billion, supported by the addition of three CNG stations, LNG expansion, and a 41.83% increase in gas sales volume to 3.54 million MMBTU. JPFA plans to issue Rp500 billion in bonds as part of its Rp5 trillion bond program to refinance bank debt, with the offering scheduled for late June 2026. *Global Markets* Asia-Pacific markets advanced on Monday, led by Japan and South Korea, with the Nikkei 225 soaring 5% to a record close of 69,317.50 and the Kospi climbing 5.2% to 8,545.98. European stocks rallied at the open after a breakthrough U.S.-Iran peace agreement boosted investor sentiment, while crude oil prices tumbled on expectations of easing geopolitical tensions and improved supply prospects. U.S. stock futures moved higher after Washington and Tehran announced an interim peace agreement, boosting risk appetite. Although key details of the deal remain unresolved, President Donald Trump said the Strait of Hormuz is expected to reopen later this week, easing concerns over global energy supplies and supporting market sentiment. *Commodities* Oil prices tumbled after President Donald Trump announced that the U.S. had reached an agreement with Iran to reopen the Strait of Hormuz, easing concerns over global oil supply disruptions and boosting expectations of increased crude flows from the Middle East Gold surged 2% after U.S. and Iranian officials reached a preliminary peace agreement, sending oil prices lower and easing concerns over inflation and future interest rate hikes. The decline in oil prices and the weaker U.S. dollar further boosted demand for the precious metal. Crude Oil WTI...80.43 (-5.24%) Brent Oil...83.07 (-4.88%) Natural Gas...3.041 (-2.53%) Gold...4,356.67 (+2.78%) Silver...70.615 (+3.89%) Copper...13,774.63 (+0.49%) Nickel...18,027.13 (+1.29%) *Global indexes* STOXX 50..6,261.13 (+1.19%) CAC 40..8,448.18 (+1.17%) DAX..24,975.80 (+1.38%) FTSE..10,496.06 (+0.23%) NIKKEI..69,317.50 (+4.99%) HSI..24,842.67 (+0.5%) SHCOMP..4,096.47 (+1.61%) TAIEX..45,396.99 (+2.78%) KOSPI..8,545.98 (+5.2%) S&P/ASX 200..8,914.00 (+1.25%) SENSEX..76,428.38 (+1.19%) STI..5,078.96 (+1.06%) DOW FUT..52,092.00 (+0.94%) S&P FUT..7,594.25 (+1.29%) NASDAQ FUT..30,611.50 (+2.19%)
139
5
*2nd SESSION JCI on 15.06.2026* (By: D'ORIGIN - Veni Fitriani) https://t.me/D_ORIGIN https://bit.ly/IGorigin https://originaturuang.com/ *JCI @6254.97 (+247.310pts) (+4.117%)* (H: 6345.80 ; L: 6007.66) (Value: 29.973 T (NG 1.132 T) Volume: 491.203 Lot (NG 28.628 M Lot) (Adv.596 ; Decl.125 ; Unchg.96 shares) IDXHIDIV20...434.99 (+4.17%) IDX30...354.19 (+4.48%) IDX80...93.98 (+4.80%) LQ45...624.68 (+4.56%) Incl.Crossing** SMMA @10211 ~ 132.15 B ENRG @1550 ~ 107.34 B USD/IDR: JISDOR : 17,921 ; 17,719 SPOT: 17,675 ; 17,690 *JCI for tomorrow:* Support : 6250 ; 6225 Resist : 6275 ; 6300 *8 MARKETs DRIVEN BY SECTOR* IDXBASIC (+7.26%) (8.12 T) IDXENERGY (+2.35%) (8.50 T) IDXFINANCE (+5.23%) (7.43 T) IDXHEALTH (-0.67%) (169.99 B) IDXINDUST (+4.51%) (1.13 T) IDXINFRA (+2.93%) (1.37 T) IDXPROPERT (+2.03%) (529.22 B) IDXTECHNO (+1.70%) (276.34 B) *7 TOP GAINERs* TRON @99 (+33.78%) BAJA @162 (+28.57%) GPSO @420 (+25.00%) BUKK @1255 (+24.88%) ATAP @442 (+24.86%) ROCK @1860 (+24.83%) DATA @1810 (+24.83%) *7 TOP LOSERs* ABDA @3010 (-11.21%) KING @414 (-10.00%) BCIC @100 (-9.09%) COAL @31 (-8.82%) ASPR @197 (-8.80%) TMPO @119 (-8.46%) SOSS @710 (-8.39%) *8 MOST ACTIVE STOCKs BY VALUE* BBCA @6275 (+5.91%) TPIA @2100 (+13.51%) BUMI @173 (+10.19%) BBRI @2990 (+4.91%) BMRI @4500 (+7.14%) ANTM @3130 (+9.82%) DSSA @815 (-1.21%) CUAN @745 (+3.47%) *8 MOST ACTIVE STOCKs BY VOLUME* BUMI @173 (133.356.017 lot) BNBR @120 (30.228.759 lot) BIPI @164 (21.614.177 lot) DEWA @370 (20.917.433 lot) DSSA @815 (13.593.957 lot) TPIA @2100 (12.766.421 lot) CUAN @745 (11.919.102 lot) JGLE @59 (9.072.409 lot) "....Have a Blessed Monday Evening...."
185
6
TPIA Bisnis Indonesia: *Baritono, Putra Prajogo Pangestu Belanja Saham Chandra Asri (TPIA)* 2026-06-15 07:51:36 GMT https://market.bisnis.com/read/20260615/192/1980968/baritono-putra-prajogo-pangestu-belanja-saham-chandra-asri-tpia PageExcerpt: Bisnis.com, JAKARTA — Putra konglomerat Prajogo Pangestu, Baritono Prajogo Pangestu terpantau berbelanja saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) senilai Rp299,27 juta. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di laman resmi Bursa Efek ...
407
7
Photo from Cynthia Nadeak
Photo from Cynthia Nadeak
457
8
MORA Mora Republic Cetak Laba Bersih Rp516 Miliar pada 2025, Fokus Bisnis FTTH Pascamerger https://stockwatch.id/mora-republic-cetak-laba-bersih-rp516-miliar-pada-2025-fokus-bisnis-ftth-pascamerger/
300
9
*#Quantsight* 📊 *Seberapa liar pergerakan saham AMMN?* Volatilitas harian AMMN sedikit di atas rata-rata belakangan ini. Ini
*#Quantsight* 📊 *Seberapa liar pergerakan saham AMMN?* Volatilitas harian AMMN sedikit di atas rata-rata belakangan ini. Ini ukurannya secara kuantitatif. *Data* - ATR(14): Rp 414 - Posisi historis: persentil ke-71 (1 tahun) - Rasio vs rata-rata: 1.1x normal *Interpretasi* - Pergerakan harian AMMN sekarang lebih lebar dari 71% hari dalam setahun, sekitar 1.1x dari kondisi normalnya. Singkatnya: *saham sedikit lebih aktif dari biasanya, tapi belum masuk fase ekstrem.* *Keputusan* - Tidak perlu penyesuaian drastis, volatilitas masih di zona menengah-atas - Gunakan ATR sebagai alat stop loss (misal 2x jumlah ATR), jangan persentase tetap - Pantau bila ATR menembus persentil-80, itu baru tanda fase benar-benar liar *Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas*
337
10
*ANTM saat ini diperdagangkan di level -1SD PE dan menawarkan pertumbuhan laba dua digit yang kuat, didorong oleh tingginya h
*ANTM saat ini diperdagangkan di level -1SD PE dan menawarkan pertumbuhan laba dua digit yang kuat, didorong oleh tingginya harga nikel* - CLSA/KZ
300
11
*Penyampaian Bukti Iklan Prospektus Ringkas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan lll Japfa Tahun 2026 [JPFA]* https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202606/8d5c730cef_a8db0a9833.pdf
312
12
*Penambahan Modal Tanpa HMETD Rencana Pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa HMETD [PANI]* https://www.idx.co.id/StaticData/NewsA
*Penambahan Modal Tanpa HMETD Rencana Pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa HMETD [PANI]* https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202606/7d57028f72_8988b7814a.pdf
301
13
*AKSI DEMO* *"Titik-Titik Aksi Demo Jakarta 15 Juni 2026, Masyarakat Diimbau Cari Rute Alternatif"* Senin, 15 Juni 2026 | 12.42 WIB Reporter: Riyan Rizki Roshali | Editor: Kurnia Nadya IDXChannel—Sekelompok mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat lainnya akan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat pada Senin (15/6/2026) hari ini. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri mengungkapkan, aksi demo tersebut digelar di empat titik di wilayah Jakarta Pusat yang rencananya dimulai pukul 09.00 WIB pagi ini. “Rencana giat pukul 09.00 WIB,” kata Erlyn kepada wartawan, Senin. Berdasarkan informasi yang diterima, demo pertama akan digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno. Mereka rencananya akan menggelar aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan Monas, Gambir. Demo berikutnya, datang dari Aliansi Perisai. Aksi juga diramaikan bersama sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya Cipayung Jakarta Barat PC PMII Jakbar, GMNI Jakbar, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul, dan BEM Trisakti. Mereka akan menggelar aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan selatan Monas, Gambir. Informasi yang diterima, rencana aksi unjuk rasa tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB. •••••••••••• https://www.idxchannel.com/news/titik-titik-aksi-demo-jakarta-15-juni-2026-masyarakat-diimbau-cari-rute-alternatif
297
14
*IPO : JELI* *"Inaco Mau IPO, Tawarkan Harga Rp900 - Rp1.120 per Saham"* Senin, 15 Juni 2026 | 09.35 WIB Reporter: Romys Binekasri, CNBC Indonesia Jakarta, CNBC Indonesia - PT Niramas Utama Tbk. (JELI) akan melaksanakan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak 350.000.000 saham atau 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp100 saham. Mengutip prospektusnya, saham yang ditawarkan kepada masyarakat berasa di kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Harapannya, JELI akan mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya sebesar Rp392.000.000.000. Nantinya, hasil dana IPO tersebut sebesar 51,04% akan digunakan untuk melakukan penyertaan modal kepada Perusahaan anak, yaitu PT NPS, dalam bentuk ekuitas. Sekitar 18,36% akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin yang terdiri namun tidak terbatas pada pembelian, pelunasan dan instalasi mesin produksi, peralatan dan perlengkapan, guna untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik. Sekitar 10,63% akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek. Sementara sisanya sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja. Untuk memuluskan aksi korporasi ini, JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek. Adapun jadwal sementara pelaksanaan IPO sebagai berikut: - Masa Penawaran Awal : 15 - 22 Juni 2026 - Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan : 29 Juni 2026 - Masa Penawaran Umum : 1 - 3 Juli 2026 - Tanggal Penjatahan : 3 Juli 2026 - Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik : 6 Juli 2026 - Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 7 Juli 2026 •••••••••••• https://www.cnbcindonesia.com/market/20260615081309-17-742778/inaco-mau-ipo-tawarkan-harga-rp900--rp1120-per-saham
213
15
*SMRA* *"Prospek Summarecon (SMRA) saat Kinerja Dibayangi Suku Bunga Tinggi"* Senin, 15 Juni 2026 | 06.45 WIB Reporter: I Putu Gede Rama Paramahamsa | Editor: Nurbaiti Bisnis.com, JAKARTA — Tren peningkatan kontribusi segmen hunian menengah atas hingga premium yang diperkirakan masih akan berlanjut pada 2026 menjadi salah satu pemantik emiten properti seperti PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) agresif menggarap segmen hunian super mewah ini. Kondisi ini dinilai menjadi strategi utama emiten properti untuk menjaga kinerja prapenjualan di tengah ketidakpastian global yang masih memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kendati demikian, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di tengah melemahnya nilai tukar rupiah, dinilai memberikan dampak ganda terhadap kinerja SMRA. Direktur Summarecon, Agung Lydia Tjio menerangkan bahwa kenaikan suku bunga acuan akan mempengaruhi berbagai biaya pendanaan, seperti suku bunga KPR, pinjaman, hingga bahan baku. Terlebih, kondisi ini terjadi di tengah konflik geopolitik yang memanas dan rupiah yang masih melemah. “Kami juga berusaha di dalam internal perusahaan, akan cukup mengelola dengan prudent. Segala pengeluaran, efisiensi akan kami lakukan dalam segala bidang,” katanya dalam paparan publik SMRA, Kamis (11/6/2026). Sementara itu, Presiden Direktur Summarecon, Agung Adrianto Pitojo Adi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan, meskipun berisiko menaikkan suku bunga pinjaman hingga KPR, tetapi memberikan tenaga tambahan bagi rupiah yang belakangan lesu. Pihaknya cukup optimistis pemerintah bakal kembali menggelontorkan insentif untuk dapat mengatasi risiko dari naiknya suku bunga. “Sehingga ketika keluar kebijakan bagus tapi ada sisi lemahnya, Sumamrecon yakin sekali bahwa pemerintah akan bisa mengatasi itu,” katanya. Manajemen mengungkapkan bahwa selama periode Januari—Mei 2026, SMRA masih berfokus melakukan penjualan untuk kelas menengah dan menengah ke atas. Kedua kelas masyarakat itu dinilai memiliki ketahanan yang lebih baik. Sebagaimana diketahui, sektor properti kembali dihadapkan tantangan berat usai Bank Indonesia (BI) kembali mengerek Suku Bunga Acuan atau BI Rate naik 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%. Keputusan tersebut dilakukan di luar kebiasaan karena ditetapkan di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan. Itu sebabnya, SMRA berharap agar kebijakan insentif Pajak Penambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) masih dilanjutkan pada tahun ini. Menurut Adrianto, PPN DTP merupakan kebijakan yang baik bagi masyarakat maupun pengembang. Dia bahkan mengaku masih membutuhkan insentif ini untuk semakin mengakselerasi kinerja fundamental perseroan. “Saya katakan PPN DTP ini memang satu kebijakan yang sangat bagus. Dan rasanya kami masih butuh. Bahwa memang ada satu upaya dari kami, kami harus mengakselerasi konstruksi supaya syarat itu terpenuhi,” ujarnya. •••••••••••• https://premium.bisnis.com/read/20260615/656/1980875/prospek-summarecon-smra-saat-kinerja-dibayangi-suku-bunga-tinggi?_gl=1*19nqcv1*_ga*NDg3OTQ4NzUyLjE3MzY5MTk1MzM.*_ga_LJJGB658BQ*czE3ODE1MDI3MTYkbzE4MyRnMSR0MTc4MTUwMjg1MiRqNiRsMCRoMA..
138
16
*IRSX* *"Nonton Piala Dunia 2026 Lewat Kolaborasi Telkomsel dan Fola Play (IRSX)"* Senin, 15 Juni 2026 | 11.28 WIB Reporter: Erta Darwati | Editor: Erta Darwati JAKARTA, investor.id - Emiten teknologi dan media digital, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) memperkuat cengkeraman bisnisnya di industri Over-the-Top (OTT) melalui kolaborasi dengan raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel. Kerja sama korporasi ini menghadirkan Paket Bundling "Bola Gembira Fola Play", sebuah langkah taktis yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam menyaksikan seluruh gelaran Piala Dunia 2026 secara digital. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah win-win bagi kedua belah pihak. Bagi IRSX, infrastruktur jaringan dan basis pelanggan Telkomsel yang masif akan mempercepat penetrasi pasar dan mendongkrak jumlah pengguna aplikasi OTT miliknya, Fola Play. Sebaliknya, bagi Telkomsel, hak siar eksklusif digital yang dipegang Fola Play (sebagai mitra resmi TVRI) menjadi magnet kuat untuk meningkatkan trafik data (data yield) dan memperkaya ekosistem digital lifestyle. Piala Dunia selalu menjadi kiblat hiburan yang memicu euforia luar biasa di Indonesia. Pada edisi 2026 ini, antusiasme masyarakat diprediksi mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Selain karena format baru yang melibatkan lebih banyak negara, dinamika jadwal pertandingan yang melintasi zona waktu berbeda menuntut fleksibilitas tinggi dari para pencinta sepak bola. Masyarakat tidak lagi terpaku di depan layar televisi konvensional. Ada pergeseran tren yang masif di mana generasi muda dan pekerja produktif menuntut akses live streaming yang adaptifbisa ditonton di tengah mobilitas, baik lewat ponsel, tablet, maupun laptop. •••••••••••• https://investor.id/market/442765/nonton-piala-dunia-2026-lewat-kolaborasi-telkomsel-dan-fola-play-irsx
113
17
*RLCO* *"Ada yang Borong 7,35% Saham RLCO"* Senin, 15 Juni 2026 | 11.28 WIB Reporter: Erta Darwati | Editor: Erta Darwati JAKARTA, investor.id - Emiten sarang burung walet, saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) diborong oleh Samuel Sekuritas Indonesia dengan transaksi yang dilakukan pada 9 Juni 2026. Adapun Samuel Sekuritas tercatat memborong sebanyak 1,75 miliar saham RLCO dengan harga Rp 378 per saham. Kemudian dari transaksi pembelian tersebut, Samuel Sekuritas mengeluarkan dana sebesar Rp 661,34 miliar untuk aksi tersebut. “Tujuan transaksi untuk Penempatan, Pencairan, dan Top Up Repo,” tulis dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (15/6/2026). Setelah transaksi, kepemilikan saham Samuel Sekuritas di RLCO meningkat menjadi 6,83 miliar saham atau setara 28,7% dari total saham RLCO. Baca Juga: Antre Borong Saham Emiten Hermanto Tanoko Kepemilikan saham Samuel Sekuritas di RLCO meningkat 7,35% dari sebelumnya memiliki 5,08 miliar saham atau setara 21,35%. •••••••••••• https://investor.id/market/442770/ada-yang-borong-735-saham-rlco
124
18
*SIMP* *"Penjelasan Lengkap Salim Ivomas Soal Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit"* Senin, 15 Juni 2026 | 12.52 WIB Reporter: Romys Binekasri, CNBC Indonesia Jakarta, CNBC Indonesia — PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) buka suara terkait pemberitaan mengenai dugaan pemeriksaan pegawai PT Bank Maybank Indonesia Tbk yang dikaitkan dengan transaksi Salim Ivomas. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen belum mendapatkan informasi atau konfirmasi resmi dari Maybank terkait hal tersebut sehingga Perseroan juga tidak dapat memberikan konfirmasi mengenai ada atau tidaknya keterkaitan dengan transaksi atau aktivitas ekspor Perseroan. "Perseroan tidak dapat memberikan klarifikasi atas kebenaran berita yang dimuat oleh Media Kontan dengan judul berita 'Maybank Buka Suara Soal Pemeriksaan Pegawai Terkait Transaksi Salim Ivomas' mengingat Perseroan belum mendapatkan informasi atau konfirmasi resmi dari Maybank," tulis manajemen, Senin (15/6/2026). Selain itu, manajemen juga tidak dapat memberikan konfirmasi mengenai ada tidaknya keterkaitan dengan transaksi atau aktivitas ekspor Perseroan. Lebih lanjut, manajemen menegaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional perusahaan. "Tidak ada dampak material dari pemberitaan tersebut terhadap kegiatan operasional dan/atau kondisi keuangan Perseroan atau kelangsungan usaha Perseroan," tulis manajemen. Manajemen menekankan, dalam keterbukaan informasi tersebut, SIMP menyampaikan bahwa tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan maupun harga saham perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. Sebagaimana diberitakan sebelumnya ramai-ramai media Malaysia menyoroti pemberitaan terkait Kejagung RI yang memeriksa Maybank terkait PT Salim Ivomas Pratama. Sejumlah media seperti The Edge Malaysia, Free Malaysia Today hingga The Star memuat berita ini mengutip laman Bloomberg dengan judul "Indonesia authorities question Maybank staff over Salim exports". Disebut bagaimana "otoritas Indonesia menginterogasi para bankir di unit lokal Malayan Banking Bhd (Maybank) sebagai bagian dari penyelidikan mereka terhadap dugaan aliran ekspor yang melibatkan Grup Salim". Laporan mengaitkan pemberitaan dengan penyelidikan yang dilakukan sejak bulan lalu ke 10 produsen minyak sawit utama RI, atas dugaan manipulasi harga ekspor minyak sawit mentah, meski tak jelas apakah Salim Ivomas Pratama termasuk di dalamnya. "Pertanyaan tersebut berfokus pada transaksi yang terkait dengan kegiatan ekspor PT Salim Ivomas Pratama, salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia," tulis laman-laman tersebut merujuk sumber. "Para bankir dari Maybank Indonesia membawa kotak-kotak dokumen ke kantor Kejaksaan Agung pekan lalu untuk menghadapi pertanyaan sebagai saksi," tambah laporan. Maybank Indonesia dalam pernyataan pers ke CNBC Indonesia, mengatakan yang dilakukan perusahaan adalah bagian dari sikap koperatif ke otoritas. "Pemenuhan panggilan karyawan Maybank Indonesia merupakan bagian dari sikap kooperatif perseroan dalam proses yang dilakukan oleh otoritas yang berwenang," ujar juru bicara Maybank, Kamis (11/6/2026). Maybank menyatakan bahwa perseroan senantiasa mengikuti kaidah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melalui analisa dan prinsip kehati-hatian yang berlaku dalam memberikan fasilitas kredit. •••••••••••• https://www.cnbcindonesia.com/market/20260615123448-17-742912/penjelasan-lengkap-salim-ivomas-soal-dugaan-manipulasi-ekspor-sawit
112
19
*SIMP* *"Relaksasi RKAB 2026 Bisa Dongkrak Kinerja Kontraktor Tambang, Ini Rekomendasinya"* Minggu, 14 Juni 2026 | 15.08 WIB Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten-emiten jasa atau kontraktor pertambangan batubara mendapat angin segar seiring potensi relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara 2026. Walau begitu, masih ada tantangan lain yang mengintai emiten-emiten tersebut. Dalam berita sebelumnya, Kementerian ESDM berpotensi memberikan relaksasi produksi batubara nasional melalui revisi RKAB 2026. Hal ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya harga jual batubara yang terjadi di tengah memanasnya geopolitik global. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan produksi batubara dalam RKAB 2026 sebesar 600 juta ton. Artinya, target produksi batubara pada 2026 turun 24% dari realisasi produksi batubara nasional pada 2025 sebanyak 790 juta ton. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan mengatakan, relaksasi RKAB berpotensi mengangkat produksi batubara nasional, terutama pada semester II-2026. Hal ini tentu dapat menjadi sentimen positif bagi emiten jasa pertambangan, seperti UNTR, DEWA, DOID, PTRO, MYOH, dan lain sebagainya. Mereka berpeluang mendapat angin segar karena aktivitas tambang kembali meningkat, baik dari sisi overburden removal atau pengupasan lapisan tanah, hauling atau pengangkutan material galian, hingga utilisasi alat berat. Namun, dampak relaksasi RKAB tersebut tentu tidak akan merata. Emiten jasa pertambangan yang paling diuntungkan adalah mereka yang punya kontrak jangka panjang dengan pelanggan, kapasitas alat produksi dan penunjang yang siap digunakan, serta eksposur besar ke klien pemilik tambang batubara yang memperoleh tambahan kuota produksi. “Jadi, katalis RKAB ini positif, tetapi perlu dilihat realisasi produksinya pada semester kedua,” kata dia, Jumat (12/6/2026). •••••••••••• https://investasi.kontan.co.id/news/relaksasi-rkab-2026-bisa-dongkrak-kinerja-kontraktor-tambang-ini-rekomendasinya
131
20
*BUMI* *"Aksi Borong Saham BUMI Membahana"* Senin, 15 Juni 2026 | 12.14 WIB Reporter: Thresa Sandra Desfika | Editor: Thresa Sandra Desfika JAKARTA, investor.id – Saham emiten Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diparkir melonjak 17,83% ke Rp 185 pada akhir sesi I perdagangan Senin (15/6/2026). Aksi borong saham BUMI membahana. Sebanyak 8,02 miliar saham Bumi Resources diperdagangkan, frekuensi 123.888 kali, dan nilai transaksi Rp 1,42 triliun. Saham berkode BUMI diborong. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas per jeda siang ini, saham emiten pertambangan BUMI membukukan net buy Rp 205 miliar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masuk list alias daftar saham yang paling diincar oleh investor asing dalam dua pekan terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini melonjak 12,14% ke Rp 157. Sebanyak 6,63 miliar saham Bumi Resources (BUMI) ditransaksikan, frekuensi 96.594 kali, dan nilai transaksi Rp 1,03 triliun. Di periode perdagangan 8-12 Juni 2026, saham emiten pertambangan BUMI mencetak net buy investor asing Rp 40,71 miliar. Dan harga sahamnya melompat 12,95%. •••••••••••• https://investor.id/market/442776/aksi-borong-saham-bumi-membahana
146