Ask The Experts
Open in Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐ฒ๐จ https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Show more1 809
Subscribers
+124 hours
+67 days
+2030 days
Posts Archive
1 809
+5
Kami paham, belum semua terasa maksimal. Tapi kami nggak berhenti di situ, kami terus belajar dan memperbaiki ๐ฎ๐ฉ
Yuk, sama-sama terus kita dukung perjalanan ini, Karena ini bukan tentang jadi sempurna seketika, tapi tentang terus bertumbuh di setiap prosesnya ๐
https://www.instagram.com/p/DW3Z6Y6iaIH/?igsh=MW04YWZsZGplcnA1Ng==
1 809
Oleh: Dedi Priadi
Pernahkah kamu merasa dunia seolah berhenti berputar hanya karena satu keinginanmu tidak terwujud? Kita seringkali terburu-buru, ingin segalanya terjadi detik ini juga, seolah-olah jika rencana kita gagal, maka selesailah segalanya. Kita terjebak dalam keriuhan pikiran kita sendiri, menuntut hidup harus berjalan sesuai garis lurus yang kita buat di atas kertas.
Kenyataannya hidup tidak pernah benar-benar lurus. Terkadang kita tersandung di jalan yang kita anggap paling aman. Kita terjatuh, lalu mulai bertanya lirih: "Kenapa harus aku? Kenapa sekarang?" Kita merasa dihukum oleh keadaan, padahal mungkin kita sedang diselamatkan dari sesuatu yang tidak kita lihat.
Bayangkan hidup ini seperti melihat bagian belakang kain sulaman. Yang terlihat hanyalah benang yang berantakan, simpul yang tidak rapi, dan warna yang tumpang tindih. Kita protes karena merasa polanya berantakan. Padahal, di sisi sebaliknya, Tuhan sedang merajut lukisan yang sangat indah, yang hanya bisa kita kagumi setelah semuanya selesai.
Kita sering menangis sedih saat kehilangan sesuatu yang kita sayangi, seperti kehilangan setangkai bunga. Padahal, mungkin Tuhan sedang menghindarkan tangan kita agar tidak tertusuk duri tajam yang tersembunyi di balik kelopaknya. Kita hanya melihat apa yang hilang, tapi Tuhan melihat apa yang akan melukai kita jika benda itu tetap tinggal bersama kita.
Tuhan bekerja dalam sunyi yang seringkali tidak masuk akal bagi logika kita yang terbatas. Dia tidak selalu memberi apa yang kita minta, tapi Dia selalu merajut apa yang kita butuhkan agar kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan kuat.
Keinginan kita terkadang mirip anak kecil yang menangis meminta dibelikan pisau tajam. Kita marah dan merasa tidak disayang saat permintaan itu ditolak. Padahal, Sang Ayah sedang menjauhkan kita dari luka besar yang belum sanggup kita sembuhkan sendiri.
Kita perlu belajar bahwa penolakan adalah bentuk kasih sayang. Kegagalan hari ini mungkin saja cara Tuhan membelokkan langkah kita agar tidak tersesat lebih jauh ke jalan yang sia-sia. Apa yang kita sebut musibah, seringkali adalah perlindungan diri yang menyamar.
Ketidaktahuan kita sebenarnya adalah ruang bagi iman untuk tumbuh. Kita mungkin hanya melihat pecahan kaca yang retak, tapi Tuhan sedang menyusun mosaik yang megah dan utuh. Kita hanya melihat potongan kecil, sedangkan Dia melihat gambaran besarnya.
Percayalah, saat satu pintu tertutup dengan keras, suaranya yang bising sebenarnya adalah aba-aba. Itu pertanda bahwa ada gerbang yang lebih luas sedang dibuka untuk menyambut langkahmu dengan kebaikan yang lebih segar.
Biarkan hidupmu mengalir seperti sungai yang tak berdebat dengan batu cadas, namun tenang mencari celah untuk terus melaju. Terimalah setiap kehilangan bukan sebagai hukuman, melainkan ruang baru agar sesuatu yang lebih selaras bisa bertamu. Kedamaian muncul saat kita berhenti mendikte cara Tuhan membentuk kebahagiaan kita.
Pada akhirnya, pintu yang tertutup sering kali merupakan bentuk perlindungan yang membawa ketenangan. Di balik kata "tidak" yang terasa menyesakkan, ada sebuah "ya" yang sedang dipersiapkanโsebuah jawaban yang bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat, namun benar-benar mencukupi kebutuhan jiwamu.
"...๐๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ, ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ข ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช (๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข) ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ, ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ข ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฎ๐ถ; ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช." (๐๐. ๐๐ญ-๐๐ข๐ฒ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ: 216)
Sumber photo: Roadtrip
#INISIATIF
1 809
+1
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Mungkin kita sudah sering baca atau dengar, bahwa salah satu cara untuk meningkatkan IQ atau kecerdasan intelektual adalah dengan bermain game. Tapi, kali ini saya dapat insight baru dari video ini.
Selama ini, game sering dilihat hanya sebagai hiburan. Bahkan tidak jarang dianggap sebagai pengganggu produktivitas. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, ternyata ada cara melihat yang berbeda, bahwa game, dalam kondisi tertentu, justru bisa menjadi alat untuk melatih cara berpikir.
Ambil contoh yang paling klasik, permainan catur. Catur itu sederhana secara tampilan, tapi kompleks dalam proses berpikir. Di sana kita belajar membaca kondisi, memprediksi langkah lawan, dan memikirkan beberapa langkah ke depan.
Kita tidak hanya berpikir tentang apa yang harus dilakukan sekarang, tapi juga apa yang akan terjadi setelahnya. Dalam dunia berpikir, ini dikenal sebagai second order thinking. Bukan hanya, โLangkah apa yang terbaik sekarang?โ, tapi juga, โKalau saya melakukan ini, apa yang akan terjadi berikutnya? Dan setelah itu?โ
Kalau kita geser ke game yang lebih cepat seperti Mobile Legends atau Dota, latihannya sedikit berbeda. Kalau catur melatih kedalaman berpikir, game MOBA melatih kecepatan berpikir.
Dalam hitungan detik, kita harus membaca map, memahami posisi teman dan lawan, mengambil keputusan, dan langsung menerima konsekuensinya. Tidak ada waktu untuk terlalu lama berpikir, tapi tetap harus tepat.
Nah, menariknya, dalam video ini, Ferry Irwandi membahas tentang penggunaan hero Sun di Mobile Legends. Btw, hero Sun ini adalah hero andalan saya dalam bermain mobile legend dulu (Sudah hampir 3 tahun saya vakum bermain), dan anda bisa lihat screenshot record saya.
Hero ini bukan meta, bukan pilihan utama, dan bukan yang dianggap paling kuat. Kalau pakai cara berpikir umum, orang akan memilih hero yang kuat supaya peluang menang lebih besar.
Tapi, penggunaan Sun ini cukup berbeda dari hero pada umumnya. Kita tidak berbicara tentang siapa yang paling kuat, tapi tentang apa yang bisa saya maksimalkan dari kemampuan dan situasi yang ada.
Untuk orang ADHD, bermain dengan sistem war yang di dalamnya banyak crowd control akan sulit untuk bermain pada team fight, maka dari itu, saya cenderung mengincar kemenangan lewat split push. Kalau tidak bisa menang secara langsung, bukankah bisa menang lewat strategi. Dan ternyata, pola seperti ini bukan cuma berlaku di game.
Dalam kehidupan nyata, kita sering kali masih menggunakan cara berpikir sederhana. Misalnya dalam memilih beasiswa. Banyak orang memilih berdasarkan apa yang terlihat paling bagus di permukaan, yang paling terkenal, yang paling besar nominalnya, atau yang paling prestisius, yah sebut saja LPDP.
Tentunya, jika paham, punya self awareness, dan tahu bahwa untuk mencapainya itu sulit, karena dalam LPDP juga ada tes wawancara yang cenderung menguras EQ (dan saya tahu bahwa saya lemah di situ), saya tidak akan mau buang-buang waktu dan tenaga untuk apply beasiswa yang saya tahu probabilitasnya kecil untuk saya.
Banyak orang yang mengincar beasiswa yang mungkin jauh levelnya untuk dikejar. Sebenarnya tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah jika tidak menggunakan second order thinking. Misalnya, menggunakan beasiswa dalam negeri untuk lanjut studi, tapi sejak awal tidak berpikir dengan kemungkinan lanjut di negara lain. Padahal, bisa saja mengambil opsi mengincar beasiswa luar negeri, dengan mencari peluang, siapa tahu bisa dilanjutkan kerja di luar negeri.
Dan mungkin ini yang sering terlupakan.
Kita terlalu fokus pada pilihan yang terlihat โbesarโ,
tanpa benar-benar memahami apakah kita bisa menjalaninya.
Padahal, seperti dalam game, memilih hero yang tepat untuk diri kita jauh lebih penting daripada memilih hero yang paling kuat.
Kadang kita lupa. pada akhirnya, bukan selalu yang paling kuat yang menang, tapi yang paling paham cara memainkan permainan.
Wallahuโalam bish showab.
#INISIATIF
1 809
Oleh: Dedi Priadi
Hidup yang indah bukanlah hidup yang bebas dari penderitaan, melainkan hidup yang dipenuhi tujuan, keyakinan, cinta, dan rasa syukur. Penderitaan bukan musuh yang harus kita takuti, melainkan tamu agung yang membawa pesan rahasia dari langit agar jiwa kita senantiasa terjaga dalam pelukan-Nya.
Ibarat sebatang pensil yang harus diruncingkan agar goresannya bermakna, begitulah jiwa kita yang harus diasah oleh ujian supaya mampu menuliskan kisah pengabdian yang indah di lembaran takdir.
Dunia ini hanyalah panggung sementara di mana rasa sakit adalah ujian esensial untuk memurnikan hati kita, memisahkan emas murni pengabdian dari debu-debu kesombongan yang sering kali membutakan mata batin.
Kehidupan yang tenang bukanlah hidup yang kosong dari air mata, melainkan hidup yang dijalani dengan penuh kesadaran bahwa setiap tarikan napas adalah kesempatan untuk mendekat kepada Sang Khalik.
Layaknya kopi yang harus diseduh dengan air mendidih untuk mengeluarkan aroma terbaiknya, penderitaan adalah panas yang memaksa sari-sari keimanan kita muncul dan memberikan keharuman bagi semesta alam sekitar.
Sabar bukanlah sikap pasif yang menyerah pada keadaan, melainkan sebuah energi dahsyat yang membuat kita tetap tegak berdiri meski badai kehidupan mencoba mematahkan dahan-dahan harapan dan keyakinan kita.
Ingatlah, mutiara tidak lahir dari kenyamanan, ia tercipta dari gesekan dan tekanan di dasar samudra; begitupun kemuliaan jiwa kita hanya akan terpancar melalui proses penempaan ujian yang berat.
Bagai layang-layang yang justru terbang tinggi karena melawan arah angin, jiwa kita akan semakin melesat menuju langit makrifat saat kita mampu menghadapi tantangan hidup dengan keteguhan hati yang kokoh.
Jangan pernah meninggalkan Tuhan dalam setiap langkah kita, karena hanya dalam dekapan-Nya penderitaan yang paling pahit sekalipun akan terasa manis sebagai obat yang menyembuhkan penyakit-penyakit hati yang kronis.
Jadilah pribadi yang penuh syukur, yang memandang setiap peristiwa sebagai tanda cinta-Nya, agar di penghujung jalan nanti, kita dapati diri kita telah menjelma menjadi cahaya bagi sesama manusia.
#INISIATIF
1 809
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN ๐ญ
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE kakak @Dianjabars. Semoga segala pengabdian dan dedikasi almarhum kepada Organisasi, Nusa dan Bangsa dapat diterima oleh Tuhan YME menjadi amal jariyah dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin ๐คฒ
Selamat jalan, Pahlawan JKN ๐ฅ
1 809
๐๐๐๐
Topik ini sering dianggap tabu, padahal punya peran penting dalam kualitas hubungan. Niatnya ingin lebih dekat, tapi karena kurang paham atau sungkan dibahas, justru jadi jarak. Ujung-ujungnya, banyak yang dipendam dan hubungan terasa kurang maksimal ๐
Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai soal sexual wellness dan perannya dalam keharmonisan rumah tangga, mulai dari memahami kesehatan seksual pria, membangun intimasi yang sehat dengan pasangan, sampai mengatasi hal-hal yang sering bikin bingung tapi jarang dibicarakan. Biar gak cuma paham, tapi juga bisa dijalani dengan lebih nyaman dan percaya diri ๐
Stay tuned di ATE (Grup Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#INISIATIF
1 809
+7
Bahan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) โ๏ธ
Terlampir referensi sebagai bahan pembelajaran dan latihan dalam menyusun copywriting/ headline yang efektif ๐ค
Credit: Fadel Yulian
1 809
+2
๐๐คฃ๐ฅฒโบ๏ธ๐๐
Pernah nggak sih baca satu kalimatโฆ terus langsung mikir, โwah, ini gue bangetโ ๐Battle of Words: Biar Kata yang Bicara โ๏ธ Ready buat adu kata-kata? ๐ฅ Bukan adu panjang, bukan adu ribet, tapi adu siapa yang paling โkenaโ. Lewat kompetisi ini, seluruh Duta BPJS Kesehatan diajak untuk belajar sekaligus mengasah kemampuan dalam merangkai copywriting yang impactful ๐ฒ๐จ Tulis. Submit. Lalu biarkan Sobat ATE yang menilai lewat emoji ๐ค ๐ Periode: 4โ13 April 2026 Yuk, submit kata-katamu (Maks Kamis, 9 April 2026)๐ https://forms.cloud.microsoft/r/u0npKAUaG4
Join Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#INISIATIF
1 809
๐๐๐๐
Ngobrol itu kelihatannya simpel, tapi nggak jarang jadi sumber salah paham. Niatnya pengen dekat, malah jadi canggung. Mau jujur, takut nyakitin. Akhirnya banyak yang dipendam, hubungan jadi hambar atau penuh drama ๐
Di kelas ini, kita bakal ngobrol santai soal cara membangun komunikasi yang nyaman dan sehat, mulai dari membuka obrolan tanpa kikuk, menyampaikan perasaan tanpa bikin tersinggung, sampai menjaga kedekatan tanpa harus nunggu momen besar. Biar ngobrol gak cuma ngalir, tapi juga bermakna ๐
Stay tuned di ATE (Grup Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#INISIATIF
1 809
+7
Beda pimpinan, beda juga cara menunjukkan apresiasi. Dan seringnya, bukan soal kurang dihargaiโฆ Tapi kita belum sepenuhnya memahami caranya ๐ฒ๐จ
Mulai dari kata-kata, tindakan, sampai waktu yang diluangkan, semua punya makna yang sama yakni bagaimana membangun tim yang lebih solid ๐ค
Jadi, yuk coba lihat dari sudut pandang yang berbeda biar kerja nggak cuma produktif, tapi juga lebih nyaman, karena kerja enak itu dimulai dari saling memahami โค๏ธ
Kalau kamu, lebih relate sama gaya pimpinan yang mana? Jangan lupa komen ๐ https://www.instagram.com/p/DWn1gzwiQvy/?igsh=OWR6amJoa3czZjdq
1 809
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Ada kalanya saya percaya bahwa rezeki antarmanusia itu saling berkoneksi. Karena itu, saya tidak langsung menolak ketika ada yang berkata bahwa beda istri bisa beda rezeki, atau bahwa pernikahan bisa membuka pintu-pintu rezeki.
Mungkin saya sudah beberapa kali menulis hal semacam ini di postingan saya. SK CPNS saya dulu sempat tertunda, lalu justru keluar sepekan sebelum saya menikah. Gaji saya yang sudah 100% beserta jabfung pun baru keluar beberapa hari sebelum anak saya lahir.
Buat sebagian orang mungkin itu hanya kebetulan. Tapi buat saya, momen-momen seperti itu cukup untuk membuat kita merenung bahwa kadang rezeki memang datang bukan hanya karena usaha diri sendiri, melainkan juga karena hadirnya orang-orang tertentu dalam hidup kita.
Beasiswa saya ke Jepang pun bisa jadi bukan semata-mata rezeki saya pribadi, tapi juga bagian dari rezeki istri saya untuk datang ke sini. Sebaliknya, istri saya juga mendapat beasiswa yang informasinya justru datang dari relasi saya dengan orang lain.
Di situ saya makin merasa bahwa jalan rezeki itu sering kali tidak berjalan sendirian. Ia mengalir lewat pertemuan, hubungan, waktu, dan orang-orang yang dipertemukan dalam hidup kita.
Karena itu, kadang saya merasa aneh ketika ada orang yang terlalu percaya diri menganggap semua capaian murni hasil kapasitas dirinya sendiri. Merasa dirinya sangat kompeten, merasa akan tetap menang di situasi apa pun, merasa kalau ditempatkan di lingkungan berbeda pun tetap bisa menaklukkan semuanya. Padahal belum tentu.
Sebab kenyataannya, hidup ini tidak hanya ditentukan oleh seberapa hebat kita. Ada faktor waktu yang tepat, ada pertolongan dari orang lain, ada doa orang tua, ada dukungan pasangan, ada anak yang mungkin justru menjadi pembuka pintu-pintu kemudahan, bahkan ada kebaikan-kebaikan kecil yang dulu pernah kita tanam lalu kembali kepada kita dalam bentuk yang tidak disangka.
Itulah kenapa menurut saya, semakin seseorang banyak melihat hidup, seharusnya semakin rendah hati. Karena ia sadar bahwa keberhasilan bukan cuma soal โsaya mampuโ, tetapi juga soal โsiapa yang Allah hadirkan di sekitar sayaโ.
Bukan cuma soal kerja keras, tapi juga soal hubungan, keberkahan, dan momentum yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan logika usaha semata.
Maka menikah, punya pasangan, punya anak, punya teman yang baik, punya relasi yang sehat, itu semua bukan sekadar pelengkap hidup. Bisa jadi justru di situlah letak sebagian rezeki kita. Dan sebaliknya, bisa jadi kita pun adalah bagian dari rezeki orang lain.
Kalau dipikir-pikir, mungkin itulah alasan kenapa manusia memang tidak diciptakan untuk hidup sendirian. Karena dalam banyak hal, rezeki itu datang lewat hubungan dengan orang lain.
Wallahu'alam bish showab
#INISIATIF #Weekend
1 809
Selamat Sore Bapak/Ibu sekalian
Bersama ini kami mengundang Bapak Ibu sekalian mengikuti webinar ACOH 2026 tanggal 15 April 2026 pukul 14.00-15.00 MYT (pukul 13.00-14.00 WIB) dalam platform MS TEAMS dan silahkan register terlebih dahulu di link berikut:
https://www.acoh2026.com/ kemudian memilih Complimentary Webinars โบ๐
Ket: Webinar berikut free (tidak berbayar) terima kasih
Hormat kami
PP Perdoki
1 809
๐๐คฃ๐ฅฒโบ๏ธ๐๐
Tebakan random? โ
Tebakan akurat? โ๏ธ
โNo one knowsโฆ literally ๐
but one person? SHE KNOWS ๐ฅโ
And yes, itโs @Aida18afrida (Kabag Yanser KC Prabumulih) ๐
Terima kasih atas partisipasi seluruh Sobat ATE, sampai bertemu di event fun and meaningful selanjutnya ๐
#INISIATIF
1 809
Oleh: Irini Irin
Ada cara pandang yang diam-diam membentuk seluruh keyakinan kita. Ia tidak terlihat, tapi menentukan siapa yang kita anggap benar, siapa yang kita anggap salah. Dari tempat yang berbeda, satu peristiwa bisa memiliki makna yang bertolak belakang. Bagi rumput, rusa adalah ancaman, sementara singa justru dianggap penjaga. Bukan karena kenyataan berubah, tapi karena posisi yang berbeda melahirkan penilaian yang berbeda.
Di kehidupan sehari-hari, hal ini terjadi tanpa kita sadari. Kita sering menerima satu cerita dari satu arah, lalu menjadikannya kebenaran utuh. Mendengar satu ceramah, satu pendapat, satu tafsir, lalu merasa sudah cukup memahami. Padahal setiap pemikiran lahir dari latar belakang, dari sejarah, dari kepentingan yang tidak selalu terlihat di permukaan.
Banyak orang merasa yakin bukan karena sudah mencari, tetapi karena sudah terbiasa mendengar hal yang sama berulang-ulang. Kebenaran akhirnya menjadi sempit, hanya sebesar ruang yang pernah ia lihat. Yang berbeda dianggap keliru, yang tidak sesuai dianggap ancaman.
Padahal memahami tidak pernah cukup dari satu sisi. Ia butuh kesabaran untuk melihat dari berbagai arah, keberanian untuk meragukan apa yang selama ini diyakini, dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita bisa saja salah.
Mungkin yang perlu kita jaga bukan hanya apa yang kita percaya, tetapi bagaimana kita sampai pada kepercayaan itu. Karena sudut pandang yang sempit tidak hanya membatasi pikiran, tapi juga bisa menjauhkan kita dari kebenaran yang lebih luas.
#INISIATIF
1 809
SI PALING JITU ๐
Indonesia terus berusaha keras menciptakan peluang, Tapi Bulgaria parkir bis dan bertahan ๐Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Bulgaria menang dengan skor 1-0 dan - Titik Putih (Penalti) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu ๐ฒ๐จ Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Selasa siang ini, 31 Maret maks pukul 13.00 WIB ๐ #INISIATIFdukungTimnas
1 809
Ada tempat-tempat di dunia yang tak pernah benar-benar sunyi dari cerita. Bukan karena keramaian manusianya, tapi karena letaknya yang menentukan arah sejarah. Seperti sebuah persimpangan besar, ia menjadi saksi ambisi, harapan, dan perebutan kuasa. Dari sana kita belajar: terkadang, kemenangan bukan soal siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling memahami posisi.
Di tengah arus yang terus bergerak, ada mereka yang memilih untuk tidak melawan gelombang, melainkan membaca arahnya. Mereka tahu kapan harus maju, kapan harus menepi, dan kapan cukup menjadi pengamat. Karena tidak semua pertarungan harus dimenangkan dengan benturan. Ada yang justru selesai dengan ketenangan dan kecermatan.
Hidup seringkali menyerupai jalur sempit yang dilalui banyak kepentingan. Kita bisa saja memaksakan kehendak, beradu keras, dan membuktikan siapa yang paling benar. Tapi di sisi lain, ada pilihan untuk tetap melangkah tanpa harus menjatuhkan. Menang tanpa melukai, unggul tanpa merendahkan.
Kemenangan seperti itu mungkin tak selalu terlihat gemilang di mata banyak orang. Namun ia meninggalkan jejak yang lebih dalamโrasa hormat, kedamaian, dan hubungan yang tetap utuh. Sebab pada akhirnya, bukan hanya tujuan yang penting, tapi bagaimana kita sampai ke sana.
Dan mungkin, di situlah makna sesungguhnya dari โwin without fightingโโsebuah seni untuk tetap teguh tanpa harus keras, tetap kuat tanpa harus kasar, dan tetap menang tanpa harus kehilangan diri sendiri.
#INISIATIF
1 809
๐ ๐ ๐ ๐ ๐ 2๏ธโฃ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ฎ๐ฉ
Final FIFA Series 2026 mempertemukan Indonesia dan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026) pukul 20.00 WIB. Indonesia melaju ke final usai menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, sementara Bulgaria mengalahkan Kepulauan Solomon 10-2. Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Garuda melawan tim Eropa berperingkat FIFA lebih tinggi (peringkat 85 vs 120)Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat ๐ค Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin malam ini, 30 Maret 2026 pukul 20.00 WIB ๐ฒ๐จ
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#INISIATIFDukungTimnas
1 809
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat Pagi, Sahabat!
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Minal Aidin wal Faidzin.
Mohon maaf lahir dan batin. ๐
Malam tadi saya membaca tentang ajaran Siddhartha Gautama di buku Sapiens (Yuval Noah Harari), khususnya yang berkaitan dengan suffering (penderitaan) dan craving (keinginan yang sangat kuat/nafsu).
Dalam ajarannya, Gautama mengatakan bahwa penderitaan manusia bukan terutama disebabkan oleh kesialan, ketidakadilan sosial, atau kehendak ilahi. Sering kali sumbernya justru ada di dalam pikiran kita sendiri, yaitu pola pikir yang sudah terbentuk dan kita ulang terus-menerus tanpa sadar. Pola inilah yang sering membuat seseorang sulit merasakan kedamaian.
Ketika seseorang mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan (marah, sedih, kecewa), pikirannya langsung dipenuhi dorongan kuat untuk menghilangkan perasaan itu.
Sebaliknya, ketika mengalami sesuatu yang menyenangkan (bahagia, puas) muncul dorongan lain: ingin mempertahankan perasaan itu, bahkan berharap rasa itu bisa bertahan lebih lama atau menjadi lebih kuat.
Mungkin di sinilah kita bisa memahami mengapa tidak sedikit orang yang terlihat sangat sukses dalam hidupnya, tetapi tetap merasa gelisah. Pikirannya selalu menginginkan sesuatu yang lebih, dan pada saat yang sama takut kehilangan apa yang sudah diraih.
Dalam ajaran Buddha, penderitaan berawal dari nafsu.
A person who does not crave cannot suffer (Seseorang yang tidak menginginkan sesuatu tidak akan menderita).
Dan untuk mengurangi penderitaan, seseorang perlu belajar melepaskan dorongan tersebut, yaitu dengan melatih pikiran untuk melihat dan menerima kenyataan apa adanya.
Buat saya, ajaran ini terasa sangat dekat dengan konsep mindfulness. Belajar untuk hadir pada momen yang sedang dijalani. To live in the moment.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Have a nice day ๐โค๏ธ
#INISIATIF
1 809
NASIHAT YANG KITA BUTUHKAN
Oleh: Andre Raditya
Jika engkau bertemu dengan nasihat yang tidak membuat nyaman hatimu..
Justru itulah sebenar-benarnya nasihat yang kau butuhkan.
Karena artinya..
Ada bagian dari dirimu yang sedang terluka merasakan perih sebab nasihat itu. Dan itulah awal mula proses penyembuhan.
Sudah sifatnya obat akan memberi rasa perih di luka yang sedang diobatinya.
Jangan menghindari nasihat yang menyakiti hatimu.
Terima..
Akui salahmu. Perbaiki dirimu.
Dan esok kau akan jadi lebih baik.
Mereka yang selalu menolak nasihat sebenarnya sedang ditipu oleh setan dalam dirinya.
Merasa selalu baik.
Merasa selalu benar.
Bahkan otaknya diajak kreatif untuk mencari celah dari nasihat. Berargumen agar nampaknya nasihat itu tidak tepat dan tidak sesuai konteks.
Akhirnya mati dalam keadaan tidak berubah dan bangga dengan salah dan dosanya.
Karena orang yang beruntung dalam hidup ini bukan mereka yang banyak mendapatkan pujian dan harta. Tapi yang paling pandai mengumpulkan nasihat sebelum ia membutuhkannya.
Sebab, menerima nasihat saat sudah kejadian.. itu akan amat sakit rasanya. Dan juga terasa berat untuk mengamalkannya.
#INISIATIF #TGIF
Available now! Telegram Research 2025 โ the year's key insights 
