ru
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Открыть в Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Больше
1 856
Подписчики
Нет данных24 часа
Нет данных7 дней
+2730 день
Архив постов
📢 CALL FOR PAPERS 2026 ACFE Indonesia Chapter mengundang Bapak/Ibu akademisi, praktisi, peneliti, mahasiswa, dan profesional
📢 CALL FOR PAPERS 2026 ACFE Indonesia Chapter mengundang Bapak/Ibu akademisi, praktisi, peneliti, mahasiswa, dan profesional untuk berpartisipasi dalam: Seminar & Hybrid Conference: Collaborative Anti-Fraud Ecosystem The Role of Civil Society in the Age of Digital Disruption ✨ Publication Opportunity: Selected papers will be recommended for: ✔️ Asian Pacific Fraud Journal (Sinta 3 Indexed) ✔️ Partner Journals ✔️ Conference Proceedings 🏆 Best Paper Award 🏆 Best Presenter Award 📅 Deadline Submission: 8 Agustus 2026 📍 Seminar & Presentation: 8 September 2026 🌐 Guidelines and template artikel: bit.ly/ACFEIC_KetDanTemp_CFP2026 Mari bersama membangun ekosistem anti-fraud yang kolaboratif di era digital

Al-Qur'an menyebut ini dengan cara yang lebih tajam dari framework apapun. "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia." — QS. Al-Qashash: 77 Ini bukan perintah untuk meninggalkan dunia. Ini arsitektur prioritas. Dunia bukan tujuan akhir — ia adalah medium. Yang dibangun di dalam medium itu, itulah yang menentukan koordinat akhir seseorang. Dan di ayat yang lain: "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan keturunan." — QS. Al-Hadid: 20 Bukan seruan untuk berhenti berprestasi. Ini peringatan tentang hierarki makna. Perlombaan itu nyata. Tetapi ia dimainkan dalam frame waktu yang salah jika tidak disertai pertanyaan yang lebih dalam. Banyak manusia menang dalam annual report. Tetapi kalah dalam final report. Polanya tidak butuh nama besar untuk dijelaskan. Nama besar selalu membawa distorsi — kita melihat tokohnya, bukan mekanismenya. Ada guru yang tidak pernah viral. Tidak punya buku. Gajinya tidak besar. Tetapi ada puluhan manusia yang berhasil melewati titik kritis dalam hidup mereka karena satu percakapan dengannya — bukan karena ia mengatakan sesuatu yang brilliant, tapi karena ia hadir sepenuhnya ketika orang lain tidak punya waktu. Ada ayah yang bekerja di posisi biasa selama tiga puluh tahun. Tidak pernah jadi direktur. Tetapi ia membesarkan anak-anak yang tahu bagaimana menepati janji, bagaimana hadir ketika dibutuhkan, bagaimana memperlakukan orang lain dengan hormat — tanpa menghitung apa yang kembali. Legacy itu tidak muncul di CV-nya. Tapi ia terus berjalan dalam perilaku generasi berikutnya, dalam keputusan-keputusan kecil yang tidak ada kamera yang merekam. Ada juga pemimpin yang memiliki kekuasaan nyata tetapi menggunakannya untuk melindungi yang lemah dan membangun sistem yang tetap berfungsi bahkan setelah ia pergi. Posisi dan legacy sejajar. Ini kombinasi yang hampir tidak pernah terjadi secara kebetulan. Yang membedakan bukan kecerdasan atau sumber daya — tapi pilihan tentang untuk apa kekuasaan dan waktu itu digunakan, ketika tidak ada yang melihat, ketika pilihan yang benar lebih mahal dari pilihan yang menguntungkan. Sejarah sering mengingat kekuasaan. Tetapi peradaban bertahan karena kontribusi yang sunyi. Jabatan berhenti di hari terakhir kerja. Kekayaan berpindah tangan melalui dokumen hukum. Nama perlahan memudar dari ingatan orang-orang yang tidak pernah benar-benar mengenal siapa kita di balik title itu. Yang tidak bisa berpindah adalah dampak. Yang tidak bisa dihapus adalah cara seseorang membuat orang lain merasa lebih manusiawi. Yang tidak bisa diwariskan secara legal tetapi terus berjalan adalah keputusan-keputusan kecil yang benar— dilakukan berulang-ulang, dalam kondisi di mana tidak ada yang memaksa untuk melakukannya. Kematian adalah auditor terbaik. Ia tidak bisa dilobi. Tidak bisa diberi spin komunikasi. Ia hanya merekam apa yang sebenarnya terjadi — siapa yang menangis, siapa yang lega, dan apa yang benar-benar diingat ketika nama itu disebut. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Gondrong. Mungkin ia hanya sedang sakit dan akan kembali minggu depan. Mungkin tidak. Tapi gerobak itu masih di sana. Terpal birunya sudah mulai kusam. Dan pagi tadi saya melewatinya dua kali. Itu cukup untuk membuat saya berpikir tentang pertanyaan yang tidak pernah diajarkan di sekolah bisnis manapun. Bukan: seberapa tinggi posisi kita? Tapi: seberapa besar bubble yang tertinggal setelah kita pergi? #INISIATIF

Legacy Is Not a Position (Tentang kekuasaan, umur, dan nilai yang tersisa setelah hidup selesai) Oleh: Budiawan --- Pagi tadi
Legacy Is Not a Position (Tentang kekuasaan, umur, dan nilai yang tersisa setelah hidup selesai) Oleh: Budiawan --- Pagi tadi saya gowes melewati Pengkolan Jalan di sudut Perumahan Puri Cinere. Di situ biasanya ada seorang penjahit. Orang sekitar memanggilnya Gondrong. Mesin jahitnya ditaruh di atas gerobak dorong. Sederhana sekali. Kadang saya ke sana hanya untuk membetulkan resleting tas yang rusak atau memotong celana jeans yang kepanjangan. Sudah beberapa kali saya lewat dalam tiga bulan terakhir. Gondrong tidak ada. Gerobaknya masih di situ. Diam. Ditutup kain terpal biru yang mulai kusam. Tadi pagi saya berhenti agak lama. Muncul pikiran yang tidak nyaman: jangan-jangan ia sakit keras. Atau mungkin sudah meninggal. Meninggal dalam keadaan sangat miskin. Lalu muncul pertanyaan lain yang lebih mengganggu. Kalau Gondrong benar-benar sudah tidak ada — apakah hidupnya berarti gagal? Ia tidak punya jabatan. Tidak punya kekuasaan. Tidak punya LinkedIn profile. Tidak pernah masuk ruang direksi. Mungkin tidak pernah naik pesawat bisnis seumur hidupnya. Tetapi selama bertahun-tahun ia memperbaiki barang-barang kecil milik orang lain agar bisa dipakai kembali. Tas yang masih bisa dipakai kerja. Celana sekolah yang masih bisa dipakai anak seseorang. Resleting yang membuat orang tidak perlu membeli barang baru. Kontribusi kecil. Berulang. Sunyi. Dan pagi tadi saya sadar: saya bahkan tidak tahu nama aslinya. Tetapi saya mengingat keberadaannya. Saya bekerja di dunia yang sangat pandai mengukur hal yang mudah diukur. Revenue per kuartal. Market share. Employee engagement score. Setiap orang punya title. Setiap title punya level. Setiap level punya angka kompensasi. Sistem ini konsisten, dapat diverifikasi, dan menjadi dasar keputusan bernilai miliaran. Tetapi ada satu hal yang tidak bisa dibaca oleh semua sistem itu. Dua orang bisa memiliki title yang identik, budget yang sama, tim yang sebanding. Satu meninggalkan organisasi dan orang-orang di dalamnya bernapas lega. Satu meninggalkan organisasi dan ada yang menangis — bukan karena kehilangan kapasitas, tapi karena kehilangan orang. Spreadsheet tidak bisa membedakan itu. Tapi semua orang di dalam ruangan itu bisa merasakannya. Ada orang yang setiap kali hadir membuat ruangan jadi lebih sehat — percakapan lebih jujur, keputusan lebih berani, orang-orang lebih berani mengatakan yang sebenarnya. Ada juga yang setiap kali naik jabatan membuat organisasi makin penuh ketakutan. Meeting makin banyak. Yang dikatakan dalam meeting makin sedikit yang sungguhan. Perbedaan itu tidak muncul di annual report. Kalau saya gambarkan ini sebagai grafik, ada dua sumbu. Sumbu vertikal: jabatan, kekayaan, pengaruh, status sosial. Manusia dilatih sejak dini untuk mendaki ini. Rapor, ranking universitas, jalur karir — semua adalah latihan untuk naik secara vertikal. Sumbu horizontal: waktu. Ia berjalan terus tanpa pengecualian. Ujungnya adalah kematian. Tidak ada yang lolos dari sumbu ini, tidak peduli seberapa tinggi posisi seseorang di sumbu yang pertama. Setiap manusia bergerak menuju satu titik akhir koordinat. Yang berbeda hanya di mana mereka berhenti — dan apa yang tertinggal di sana. Ada variabel ketiga yang hampir tidak pernah dibahas: ukuran dari titik itu sendiri. Seberapa besar jejak yang tersisa ketika koordinat akhir tercapai. Dalam kerangka Human Legacy Mapping, ini yang disebut bubble — representasi dari moral dan spiritual legacy. Dampak. Kebaikan yang ditinggalkan. Nilai yang tidak bisa berpindah tangan melalui dokumen hukum. Dan ukurannya tidak ditentukan oleh seberapa tinggi sumbu Y seseorang. Lanjut part 2 👇

Oleh: Ranggie Ragatha Saya termasuk orang yang ga hitungan soal kerjaan, dulu waktu masih sekolah Saya sering bantu-bantu sen
Oleh: Ranggie Ragatha Saya termasuk orang yang ga hitungan soal kerjaan, dulu waktu masih sekolah Saya sering bantu-bantu senior kalau ada keperluan. Kadang nyuci piring pas hajatan, bantu pindahan, dll. Saat mulai kerja Saya juga ga pernah nolak disuruh bantuin ini itu. Pernah disuruh fotocopy 500 halaman, ngerjain kerjaan departemen lain, ngirim barang, dll. Saya selalu inisiatif nawarin diri ketika ada yang minta bantuan. Semua hal itu bikin karir Saya lumayan lancar. Dalam 3 tahun Saya udah jadi Superintendent (Asst. Manager), 5 tahun jadi Manager, dan 7 tahun Saya udah Senior Manager/GM. Pernah dulu Saya naik jabatan gara-gara rekomendasi senior Saya yang temennya bos Saya. Pernah juga naik gaji karena jadi ketua panitia sebuah acara kantor. Orang itu lupa, ada namanya SKA (Skill, Knowledge, Attitude) dalam penilaian di dunia kerja. Orang pinter, skill-nya bagus, tapi jutek dan ga bersosialisasi ya sulit juga. Ada yang skill-nya pas-pas tapi bisa ngebakar semangat tim. Kerja itu bukan soal siapa yang paling pinter, tapi siapa yang paling bisa membuat perusahaan untung. Gitu sih ya……. #INISIATIF

Work-life balance check: kompetisi seru tetap jalan, quality time bareng keluarga juga tetap aman 😎 Biar momen Hari Raya & c
Work-life balance check: kompetisi seru tetap jalan, quality time bareng keluarga juga tetap aman 😎 Biar momen Hari Raya & cuti bersama tetap bisa dinikmati dengan maksimal, jadwal Lomba-Lomba ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan kami atur supaya semuanya tetap nyaman Yang lagi ambil cuti silakan nikmati momennya, recharge baterainya, dan jangan lupa balik dengan energi juara 🔋🔥
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram
#INISIATIF

Selamat kepada 4 tim berikutnya hasil match day Jum'at, 22 Mei 2026 yang berhasil melangkah ke Babak Top 32 Family 100 Semara
Selamat kepada 4 tim berikutnya hasil match day Jum'at, 22 Mei 2026 yang berhasil melangkah ke Babak Top 32 Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026. Arena boleh panas, persaingan boleh ketat, tapi rasa hormat harus tetap jadi juara 🏆🇮🇩 #INISIATIF

Sebagian orang menebak. Sebagian lagi… seperti sudah lihat spoiler masa depan 👀🔮 Inilah 2 penebak jitu yang berhasil membac
Sebagian orang menebak. Sebagian lagi… seperti sudah lihat spoiler masa depan 👀🔮 Inilah 2 penebak jitu yang berhasil membaca arah pertandingan dan menebak dengan tepat tim pemenang pada Kick Off Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026 💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ @edorinalde – KC Jayapura (Insting paling akurat dengan benar 4 opsi) 2️⃣ Ibu Mondang – KC Palu (Benar 3 opsi & terpilih sebagai lucky winner) Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dan membawa energi positif dalam setiap rangkaian kegiatan ATE. Sampai bertemu kembali di event berikutnya. Stay tuned & stay competitive 🇮🇩 https://www.instagram.com/p/DYqqgPLz_wo/?igsh=dHVnMXV0b3oyb2oy #INISIATIF

Behind every solid team, there’s connection ❤️ Kerja yang baik nggak cuma dibangun dari sistem, target, atau proses kerja yan
+7
Behind every solid team, there’s connection ❤️ Kerja yang baik nggak cuma dibangun dari sistem, target, atau proses kerja yang rapi. Tapi juga dari trust, komunikasi yang sehat, dan chemistry yang tumbuh antartim. Karena saat orang-orang di dalamnya saling memahami dan punya energi yang sama, kolaborasi jadi lebih kuat, koordinasi jadi lebih efektif, dan layanan terbaik jadi lebih mungkin untuk diwujudkan 🇮🇩🤝 Gimana dengan mu? kamu tipe yang bonding lewat apa? 😄 https://www.instagram.com/p/DYoqDKYCWVz/?igsh=aDBrcXljeTdkN21t

Saling Respect Antar Tim, karena lawan di arena hari ini tetaplah rekan seperjuangan yang sama-sama hadir dengan semangat, st
Saling Respect Antar Tim, karena lawan di arena hari ini tetaplah rekan seperjuangan yang sama-sama hadir dengan semangat, strategi, dan performa terbaiknya 🇮🇩 Selamat kepada 4 tim lainnya (Hasil Match day Kamis, 21 Mei 2026) yang berhasil menyusul menuju Babak Top 32 Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026 👏 Terus jaga semangat kompetisi yang sehat dan tunjukkan nilai #INISIATIF dalam setiap pertandingan 🔥

Tubuh itu ditemukan setelah pagi bergerak seperti biasa. Di sebuah sudut kampus di Makassar, ketika sebagian mahasiswa sedang bersiap masuk kelas, seorang mahasiswa ditemukan tak lagi bernyawa setelah diduga melompat dari sebuah gedung 😭 Baca selengkapnya 👇 https://www.timur-angin.com/2026/05/di-tengah-keramaian-anak-anak-itu.html?fbclid=IwdGRjcAR7S2JleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAo2NjI4NTY4Mzc5AAEeYRehc2u9RCgXEBpFcupLI9irEICXauglixZlES62GpqL-vkSK93KS-GQiEw_aem_si3EtqGQ0F_CIVhbaAa02Q&m=1 #INISIATIF #TGIF

photo content

Kadang kemenangan dimulai bahkan sebelum pertandingan dimulai yakni ketika instingmu berhasil membaca siapa yang akan melangkah lebih dulu 🏆 Pada hari kick off Family 100 2026 kemarin, kami mengajak rekan-rekan Sobat ATE untuk ikut dalam challenge seru menebak 4 tim pertama yang akan menembus Babak Top 32 Besar. Ternyata, ada loh Sobat ATE yang benar-benar berhasil membaca arah permainan sejak awal
Tebak Benar 4 Opsi Sekaligus (otomatis berhak mendapatkan souvenir spesial)🏆 The one and only Kk @edorinalde (Plh. Kepala Kabupaten Puncak KC Jayapura) Tebak Benar 3 Opsi (akan diikutsertakan dalam pengundian untuk memilih 1 orang pemenang beruntung penerima souvenir)🎯 1. Kk @dzulhijjahazis (PATT EP3RS KC Makassar) 2. Kk @Servinashrman (PATT Telekolekting KC Muara Bungo) 3. Kk @rakhapkp (PATT Petugas Pemeriksa KC Banyuwangi) 4. Kk @anggisutan1906 (Staf Promprev KC Cibinong) 5. Kk @PapaNyaRanger (Verifikator Klaim KC Tigaraksa) 6. Kk @Jennyanggraini (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Sampit) 7. Kk @rizeuka (PATT Penagihan KC Medan) 8. Kk @abniamz (PATT Staf Mutu Layanan Faskes KC Mataram) 9. Kk @fridavanny (Verifikator Klaim KC Gunungsitoli) 10. Ibu Mondang (Kepala KC Palu) 11. Kk @ErniEkawaty (Staf Perencanaan dan Pembukuan KC Makassar)
Stay tuned buat pengumuman selanjutnya

SI PALING JITU 👑 Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 4 opsi sekaligus dengan tepat (atau minimal 3 benar) pada polling, yakni: 🏅 Tim Tidak Pernah Salah (Read Aja!) — Kepwil 9 🏅 SIBUDI (Sing Penting Budal Disek) — Kepwil 7 🏅 Pontianak Juare — Kepwil 4 🏅 Gemilang — Kepwil 9 Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar minimal 3 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu. Seperti biasa apabila jumlah penebak jitu melebihi kuota yang telah ditetapkan, maka penetapan pemenang akan melalui skema pengundian 🇲🇨 Konfirmasi eviden tebakannya bisa kami tunggu sd Kamis siang ini, 21 Mei maks pukul 12.00 WIB 🎁 #INISIATIF #HUT58BPJSKesehatan

Dalam setiap kompetisi, menang memang tujuan. Tapi saling menghargai dalam perjuangan adalah kemenangan yang sesungguhnya 🤝
Dalam setiap kompetisi, menang memang tujuan. Tapi saling menghargai dalam perjuangan adalah kemenangan yang sesungguhnya 🤝 Hari pertama Babak 64 Besar Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan 2026 resmi dimulai, dan 4 (empat) tim pertama berhasil mengamankan tiket menuju Top 32 Besar 🏆 Selamat kepada: 🏅 Tim Tidak Pernah Salah (Read Aja!) — Kepwil 9 🏅 SIBUDI (Sing Penting Budal Disek) — Kepwil 7 🏅 Pontianak Juare — Kepwil 4 🏅 Gemilang — Kepwil 9 Setiap pertandingan menghadirkan strategi, ketegangan, dan momen-momen seru. Tapi di balik kompetisi ini, ada satu hal yang tetap paling penting yakni saling respect antar tim, karena lawan hari ini tetaplah rekan seperjuangan yang sama-sama memberikan performa terbaiknya 🇮🇩 Tim manakah yang akan menyusul ke Babak 32 Besar Family 100 ATE 2026?
📱 Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1

Oleh: Gatot Widayanto Tiba-tiba inget youtube yang saya buat dua tahun lalu setelah saya selesai leadership coaching salah se
Oleh: Gatot Widayanto Tiba-tiba inget youtube yang saya buat dua tahun lalu setelah saya selesai leadership coaching salah seorang leader yang mengalami sendiri orang yang ia rekrut, ia gembleng kemudian ia dipromosikan di unit lain sehingga setara posisinya dengan dirinya. Eh beberapa tahun kemudian malah menjadi atasannya. Kecewa? Sakit? Marah? Komplain? Resign? Gak ada salahnya sih ... Tapi tunggu dulu .... Leader satu ini hebat, karena masih bertahan bahkan sampai saat ini (2026) ketika saya menulis ini, meskipun anak buahnya tersebut tidak lagi menjadi atasannya, promosi lagi. Lalu? Bagaimana caranya agar seperti leader seperti ini? Sikap Profesional! 1. Gratitude (syukur): Bersyukur karena anak buah tersebut berhasil berkembang. 2. Self-control (pengendalian diri): Tidak mengeluh, tidak iri, tidak mempersoalkan. 3. Acceptance (penerimaan): Keputusan penempatan orang adalah hak perusahaan, bukan hak pribadi. 4. Self-development (pengembangan diri): Terus belajar dan profesional, karena ini bagian dari perjalanan karier. "Anak buah boleh jadi atasan, tapi karakter dan profesionalisme saya tetap harus terjaga. Saya syukuri keberhasilan mereka, kendalikan ego saya, dan terus berkembang.https://www.youtube.com/watch?v=5cHZYvVo8tk&t=16s #INISIATIF

Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi423💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ @ChillEnjoyRelaxxx –
Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi423💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ @ChillEnjoyRelaxxx – KC Jayapura 2️⃣ @aiupramez – Kesekretariatan Dewas 3️⃣ Didik Apri Yadi – KC Bima Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di event ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive 🏆 https://www.instagram.com/p/DYifVYGzowZ/?igsh=bjBlbzNvMXYzbjJs #INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE

Materi

Ijin share #recording kegiatan ATE Edisi 423 Tetap Waras di Tengah Tuntutan: Mengelola Tekanan Relasi di Kehidupan Kerja dan Personal bersama Salma Ghina Sakinah Safari https://youtu.be/3QTJ7g0Ez6U

Allah Belum Selesai Menulis Ceritamu 😇 Jadi gini… “Kalau aja dulu saya diterima di situ, mungkin hidup saya udah hancur seka
Allah Belum Selesai Menulis Ceritamu 😇 Jadi gini… “Kalau aja dulu saya diterima di situ, mungkin hidup saya udah hancur sekarang.” Pernah nggak sih kamu mikir gitu? Dulu kamu nangis karena ditolak, dipecat, ditinggal, atau gagal total. Eh pas dilihat lagi, justru itu yang nyelamatin kamu. Yang kamu kira mimpi buruk, ternyata malah jadi penyelamat diam-diam. Pertemuan kecil yang kamu anggap biasa aja, bisa-bisa ubah seluruh arah hidup kamu. Hidup emang nggak sesederhana “berhasil” atau “gagal” di satu titik doang. Dalam Islam, hidup itu bukan foto statis. Ini film panjang yang terus muter. Al-Qur’an berulang kali bilang: jangan buru-buru judge kejadian. Lihat Nabi Yusuf. Dibuang ke sumur? Tamat riwayat. Dijual budak? Masa depan gelap. Dipenjara? Kelar sudah. Tapi sumur itu justru tangga naik. Penjara itu malah pintu menuju kekuasaan. Satu episode nggak pernah jadi ending cerita. Gimana dengan kamu? Apa sumur versi kamu yang bikin kamu merasa dibuang? Yang bikin orang depresi itu bukan susahnya. Tapi karena dia kira susah itu ada di seluruh hidupnya. Padahal hidup masih gerak terus. Hari ini kamu diremehin? Bisa aja besok orang-orang yang dulu ngomong “dia nggak akan jadi apa-apa” justru antri minta nasihat sama kamu. Hari ini kamu dipecat? Bisa jadi paksaan buat nemuin potensi yang selama ini kamu kubur. Hari ini patah hati parah? Nanti kamu ketawa sendiri inget betapa “duniamu runtuh” cuma karena orang yang ternyata nggak seharusnya kamu pertahankan. Dulu kamu buat keputusan salah dalam hidup kamu sampai orang lain ikut susah? Iya, tapi bukan berarti otomatis kamu selamanya jadi orang jahat. Kamu masih bisa kok memperbaikinya. Imam Al-Ghazali bilang, manusia sering ketipu sama pandangan sesaat. Seolah ya guys…Kita lihat hidup cuma dari lubang kunci, lalu langsung ngomong “game over”. Padahal waktu itu guru terbaik. Jadi jangan terlalu sombong pas lagi di atas. Jangan juga hancur lebur pas lagi di bawah. Cerita kamu belum tamat. Banyak hal yang baru kamu pahami bertahun-tahun kemudian. Dan sering kali, yang kamu sebut “kehancuran” dulu, ternyata cuma pintu masuk ke versi kamu yang jauh lebih baik. Santai aja. Allah masih nulis lanjutan ceritanya… Tabik, Nadirsyah Hosen #INISIATIF

Perkenalan narsum malam hari ini 🤝