en
Feedback
RAUDHATUL ANWAR

RAUDHATUL ANWAR

Open in Telegram

Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih. Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043

Show more
3 380
Subscribers
-124 hours
+17 days
+130 days
Posts Archive
Hendaklah orang berakal paham bahwa orang-orang yang selalu menuruti nafsunya, mereka akan sampai pada suatu keadaan yang sud
Hendaklah orang berakal paham bahwa orang-orang yang selalu menuruti nafsunya, mereka akan sampai pada suatu keadaan yang sudah tidak lagi merasa nikmat padanya. Sudah seperti itu, mereka tidak mampu untuk meninggalkannya. 📝 Ibnul Jauzi rahimahullah | Dzammul Hawa, hal. 13 #Nashaih_Ibnul_Jauzi

Siapa yang merenungi keadaan-keadaan manusia dari terdahulu hingga sekarang, dan hukuman yang ditimpakan kepada orang yang be
Siapa yang merenungi keadaan-keadaan manusia dari terdahulu hingga sekarang, dan hukuman yang ditimpakan kepada orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, menumpahkan darah tanpa hak, menyalakan fitnah, dan meremehkan Ĥuramātullāh (apa-apa yang terhormat bagi Allah) ia akan mengetahui bahwa keselamatan di dunia dan akhirat itu diporeleh oleh orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwa. 📝 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah | Raudhatul Muhibbin, hal. 38 #Kalam_Indah_Ibnu_Taimiyyah •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

📜 #Hadits_Pilihan #Kalimut_Thayyib BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI SYAITHAN عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن النبي ﷺ كان يقول أعوذُ باللهِ السَّمِيعِ العَلِيم منَ الشَّيطانِ الرَّجيمِ، من هَمزِهِ و نَفخِه و نَفثِه. Dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu'anhu bahwasannya dahulu Nabi ﷺ membaca, A'ūdzubillāhis Samī'il 'Alīm Minasy Syaythānir Rajīm Min Hamzi, wa Nafkhihi wa Naf-tsihi (Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syaithan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya, dan syair godaanya.) 📚 HR. Ahmad 16786, Abu Dawud 764, dan Ibnu Majah 807; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Tahqiq Al-Kalimuth Thayyib Nafkh النفخ, adalah kesombongan; maksudnya karena kesombongan yang ada pada diri manusia itu berasal dari syaithan. Nafts النفث, maknanya adalah syair; yakni syair-syair yang merayu untuk berbuat maksiat. Hamz الهمز, adalah kegilaan; yakni was-was yang dibisikkan ke dalam dada manusia hingga puncaknya bisa membuatnya menjadi gila. Wallahu A'lam Abu Najib Rozan

photo content

📜 #Hadits_Pilihan KEUTAMAAN DIKARUNAI ANAK PEREMPUAN Rasulullah ﷺ bersabda, مَن ابتُلِيَ بشيءٍ منَ البَناتِ فصَبرَ عليهنَّ كنَّ لَهُ حِجابًا منَ النَّارِ "Siapa yang diuji dengan sesuatu pada anak-anak perempuan ini lalu ia bersabar atas mereka, maka mereka menjadi penghalang yang menghalanginya dari siksa neraka" 📚 Shahihul Jami' no. 5931; dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha Dalam riwayat lain berbunyi; مَن ابتُلِيَ بشيءٍ منَ البَناتِ فأَحسَن إليهنَّ كنَّ لَهُ سِتْرًا منَ النَّارِ "Siapa yang diuji dengan sesuatu pada anak-anak perempuan ini lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka menjadi penghalang yang menghalanginya dari siksa neraka" 📚 Shahihul Jami' no. 5932; dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

📜 #Hadits_Pilihan PANGGILAN YANG DISERUKAN KEPADA PENGHUNI SURGA DI SURGA [01] Rasulullah ﷺ bersabda, يُنادِي مُنادٍ: إنَّ لَكُمْ أنْ تَصِحُّوا فلا تَسْقَمُوا أبَدًا، وإنَّ لَكُمْ أنْ تَحْيَوْا فلا تَمُوتُوا أبَدًا، وإنَّ لَكُمْ أنْ تَشِبُّوا فلا تَهْرَمُوا أبَدًا، وإنَّ لَكُمْ أنْ تَنْعَمُوا فلا تَبْأَسُوا أبَدًا. فَذلكَ قَوْلُهُ عزَّ وجلَّ: {وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} Menyeru seorang penyeru (kepada penghuni surga): Sungguh kalian akan tetap sehat dan tidak akan pernah sakit selama-lamanya. Kalian akan tetap hidup dan tidak akan pernah mati selama-lamanya. Kalian akan tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya. Kalian akan tetap bernikmat-nikmat dan tidak akan pernah kesusahan selama-lamanya. Itulah firman Allah ta'ala, وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ "Diserukan kepada mereka, "Itulah surga yang telah diwariskan kepada kalian, karena apa yang telah kalian kerjakan." Qs. Al-A'raf: 43 📚 HR. Muslim no. 2837; dari Sahabat Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu'anhuma •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

record.ogg20.43 MB

AUDIO KAJIAN ILMIYAH 🇲🇨 KAJIAN ISLAM KEBUMEN 🇲🇨 ════════════════════ 🕌  Kajian  di Masjid Besar Az Zuhud  Petanahan Kebumen                                                                                        💺 Bersama Al Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله 📅   Jum'at, 8 Rabi'ul Awwal 1448 H/ 21 Agustus 2026 M 📖 Tema: Urip Iku Wang Sinawang ••┈••••○❁❁○••••┈•••       Ikuti dan bagikan :   http://t.me/KajianIslamKebumen                                                                                           Unduh Disini ⤵️

+1
record.ogg14.05 MB

AUDIO KAJIAN ILMIYAH 🇲🇨 KAJIAN ISLAM KEBUMEN 🇲🇨 ════════════════════ 🕌  Kajian  di Masjid Anwarussunnah Karangduwur  Petanahan Kebumen                                                                                         💺 Bersama Al Ustadz Muhammad Afifuddin حفظه الله 📅   Kamis, 8 Rabi'ul Awwal 1448 H/ 20 Agustus 2026 M 📖 Pembahasan: Manhaj Bergeser Tanpa Terasa 📚 Kajian Umum ••┈••••○❁❁○••••┈•••      Ikuti dan bagikan :   http://t.me/KajianIslamKebumen                                                                                           Unduh Disini ⤵️

MALULAH KEPADA ALLAH DARI BERBUAT RIYA 📝Berkata Abdul Aziz bin Sulaiman Al-Abrasy, فاستح الله أن ترائي للناس فإن الرياء بئس الدخيرة "Malulah kamu kepada Allah untuk berbuat riya kepada manusia, karena riya itu sejelek-jelek simpanan (amalan)" 📚Raudhatul Uqala, hal. 24 Kau yang muncul menampilkan diri Bergerak dan berbuat agar dipuji Bertindak dipenuhi ujub diri Seakan dirimulah yang paling tinggi Tidakkah kau malu terhadap Rabb yang Mahateliti Saat dihadapannya, busuknya niatmu tak bisa kau tutupi Engkau rendah bila kau sombongkan yang kau miliki Engkau bodoh bila pujian manusia yang kau cari 🖋Abu Najib Rozan •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

photo content

📜 #Hadits_Pilihan #Kalimut_Thayyib DOA-DOA SAAT BERTEMU MUSUH DAN TAKUT DARI PENGUASA [03] Dari Habrul Ummah Abdullah bin Abbas radhiyallahu'anhu berkata, حَسبُنا اللهُ ونِعمَ الوكيلُ، قالها إبراهيمُ عليه السَّلامُ حينَ أُلقيَ في النَّارِ، وقالها مُحَمَّدٌ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم حينَ قالوا: {إنَّ النَّاسَ قد جَمَعوا لَكُم فاخشَوهم فزادَهم إيمانًا وقالوا حَسبُنا اللهُ ونِعمَ الوكيلُ} Hasbunāllāhu wa Ni'mal Wakīl ( artinya: cukuplah Allah (sebagai penolong) bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung). Dibaca oleh (Nabi) Ibrahim 'alaihissalam ketika beliau dilemparkan ke dalam api. Dan dibaca juga (Nabi) Muhammad ﷺ ketika manusia berkata mengancamnya, إنَّ النَّاسَ قد جَمَعوا لَكُم فاخشَوهم فزادَهم إيمانًا وقالوا حَسبُنا اللهُ ونِعمَ الوكيلُ "Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka." Ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung." Qs. Ali Imran: 173 📚 HR. Bukhari 4563. Lihat Al-Kalimuth Thayyib

BERJALANLAH BERSAMA KEBENARAN 📝Berkata Asy-Syaikh Al-Allamah Dr. Rabi' bin Hadiy Al-Madkhaliy hafizhahullah, Kita jumpai banyak dari salafiyyun yang berjalan bersama individu-individu tertentu, dan tidak berjalan bersama kebenaran. Hendaknya kita menghindari dari sikap berjalan bersama individu-individu tertentu. Wajib bagi kita untuk mengukur individu dengan kebenaran, bukan mengukur kebenaran dengan individu tertentu. Karena seorang dikenal dengan kebenaran, bukan kebenaran dikenal dengan individu tertentu. 📚Munāzharah Ĥauwlal Auwdhā' Fī Afghānistān, kaset ke-1 https://t.me/RaudhatulAnwar1

Sesungguhnya kehidupan yang baik hanyalah dapat digapai dengan himmah yang tinggi, cinta yang jujur (kepada Allah), dan keing
Sesungguhnya kehidupan yang baik hanyalah dapat digapai dengan himmah yang tinggi, cinta yang jujur (kepada Allah), dan keinginan yang baik. Sebatas itulah kehidupan yang baik akan tergapai. Maka, manusia yang paling rendah ialah yang rendah dan lemah himmahnya, cintanya, dan keinginannya. Bahkan mungkin kehidupan binatang lebih baik ketimbang kehidupan mereka. 📝 Imam Ibnul Qayyim rahimahullah | Madarijus Salikin, 3/247 #Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim

#Hadits_Pilihan ADZAB BAGI TUKANG GHIBAH Rasulullah ﷺ bersabda; لمَّا عُرِجَ بي مَرَرْتُ بِقومٍ لهُمْ أَظْفَارٌ من نُحاسٍ ، يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وصُدُورَهُمْ ، فقُلْتُ : مَنْ هؤلاءِ يا جبريلُ ؟ قال : هؤلاءِ الذينَ يأكلونَ لُحُومَ الناسِ ، ويَقَعُونَ في أَعْرَاضِهِمْ . Ketika aku diangkat oleh Allah (ke langit pada peristiwa Isra & Mi'raj), aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakar-cakar wajah-wajah dan dada-dada mereka sendiri. Lantas aku berkata; "Siapakah mereka wahai Jibril?" Jibril menjawab; "Mereka adalah para pemakan daging manusia (suka membicarakan aib orang lain) dan suka menjatuhkan kehormatan orang lain" 📚HR. Ahmad 13340 dan Abu Dawud 4878, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Targhib, no. 2839 •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

Tidaklah seorang memelas kepada manusia melainkan karena kejahilannya tentang Allah, lemah imannya, ma'rifatnya dan yaqinnya,
Tidaklah seorang memelas kepada manusia melainkan karena kejahilannya tentang Allah, lemah imannya, ma'rifatnya dan yaqinnya, serta tipis kesabarannya. Dan tiadalah seorang menjaga kehormatan dirinya dari memelas kepada manusia melainkan karena keluasan ilmunya tentang Allah, kuat iman dan yaqinnya, luas ma'rifatnya tentang Rabbnya, dan rasa malunya kepada-Nya. 📝 Sy. Abdul Qadir Al-Jailaniy Rahimahullah | Futuhul Ghaib, hal. 136-137 #Kalimat_Bijak_AbdulQadir_AlJailani

📜 #Hadits_Pilihan MUNGKINKAH BAU SURGA TERCIUM DI DUNIA Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu berkata, لم يشهد عَمِّي معَ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ بدرًا، قال فَشَق عليهِ قال أوَّلُ مشهدٍ قد شَهدَه رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ غبتُ عنهُ فإِن أراني اللَّهُ مشهدًا فيما بعد معَ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ ليرينَّ اللَّهُ ما أصنعُ قال فَهابَ أن يقولَ غيرَها، فشَهِدَ معَ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يومَ أُحُدٍ، فاستقبَلَ سعدُ بنُ معاذٍ فقال، أينَ قال، واهًا لريحِ الجنَّةِ أجدُها دونَ أحدٍ فقاتلَ حتَّى قُتِلَ، فوجدَ في جسدِه بضعٌ وثمانونَ من بينِ ضربةٍ وطعنةٍ ورميةٍ فقالت أخته عمَّة الرُّبيِّعُ بنتُ النَّضرِ فما عَرفتُ أخي إلَّا ببنانِه، ونزلت هذِه الآيةَ {رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا}. قال كانُوا يَرَونَ أنَّ هذه الآيةَ نَزَلَت فيه وفي أصحابِه. Pamanku -Anas bin An-Nadhr- tidak turut menyaksikan perang Badr bersama Rasulullah ﷺ sehingga hal itu membuatnya sedih, ia lalu berkata, "Perang pertama yang disaksikan oleh Rasulullah ﷺ aku tidak hadir. Sungguh, seandainya Allah memberiku kesempatan untuk ikut menyaksikan peperangan bersama Rasulullah ﷺ setelah ini, niscaya Allah akan melihat apa yang bisa kulakukan!" Ia takut untuk mengatakan apa-apa lagi. Kemudian ia ikut menyaksikan bersama Rasulullah ﷺ perang Uhud. Ia bertemu dengan Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu'anhu. "Mana (janji ucapanmu)?" Tanya Sa'ad. Ia menjawab, "Sungguh, bau surga aku benar-benar menciumnya di balik Uhud ini!" Ia lalu maju bertempur sampai terbunuh. Didapati pada jasadnya sejumlah delapan puluh sekian luka dari sabetan pedang, tusukan tombak dan panah. Saudarinya, bibi Ar-Rubayyi' bintu An-Nadhr sampai mengatakan, "Aku tidak bisa mengenali saudariku kecuali dari jari-jarinya." Dan turunlah ayat ini; مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)." Qs. Al-Ahzab: 23 Anas radhiyallahu'anhu berkata, "Mereka memandang bahwa ayat ini turun terkait beliau dan orang-orang semisal beliau." 📚 HR. Bukhari 2805 dan Muslim 1903; lihat Hadil Arwah karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Bau surga itu ada dua jenis; Pertama: bau surga di dunia yang terkadang dapat dicium oleh ruh-ruh yang sulit untuk digambarkan. Kedua: bau surga yang dapat tercium oleh indra penciuman seperti seorang mencium bau harum bunga-bunga dan selainnya. Semua penghuni surga dapat mencium bau ini di akhirat, baik yang jauh maupun yang dekat. Adapun di dunia, terkadang tercium oleh siapa yang Allah kehendaki dari kalangan para nabi dan rasul. Dan yang didapati oleh Anas bin An-Nadhr bisa jadi dari jenis yang ini, dan bisa juga jenis yang pertama tadi. (Hadil Arwah, hal. 141) •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

BENTUK HUKUMAN DOSA YANG SERING TIDAK DISADARI 📝 Al-Imam Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, Terkadang seseorang melakukan dosa lalu melihat badan dan hartanya tetap selamat, lantas ia menyimpulkan bahwa dia tidak mendapatkan hukuman atas dosanya itu. Padahal, ketika ia lalai terhadap hukuman yang ditimpakan kepadanya itu adalah bentuk hukuman tersendiri. Seperti yang diungkapkan oleh orang-orang bijak, "Terjatuh ke dalam dosa setelah berbuat dosa sebelumnya adalah hukuman dari dosa, sebagaimana perbuatan baik setelah mengerjakan kebaikan sebelumnya itu adalah ganjaran dari perbuatan baik tersebut." Terkadang hukuman kontan dari dosa yang dilakukan itu ditimpakan secara maknawi. Seperti ketika ada ahli ibadah dari Bani Israil yang berkata, "Wahai Rabbku, betapa sering aku memaksiati-Mu, namun Engkau tidak menghukumku." Lalu dikatakan kepadanya, "Betapa seringnya aku menghukummu namun kamu tidak menyadarinya! Bukankah kamu sekarang terhalang dari menikmati munajat dengan-Ku?" Siapa yang merenungi bentuk hukuman seperti ini, tentu ia akan selalu waspada. Bisa jadi ketika seorang mengumbar pandangan matanya mengakibatkan ia terhalang dari mengambil ibrah dengan penglihatan hatinya? Atau ketika ia meliarkan lisannya mengakibatkan ia terhalang dari kesucian hatinya? Atau ketika ia lebih memilih perkara syubhat pada makanan yang disantapnya mengakibatkan hatinya menjadi gelap, dan ia terhalang dari menegakkan shalat malam dan dari menikmati munajat? Dan bentuk-bentuk hukuman selain daripada itu. Hal ini merupakan sesuatu yang diketahui oleh orang-orang yang terbiasa memuhasabah dirinya. 📚 Shaidul Khathir, hal. 65 #Nashaih_Ibnul_Jauzi •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

📖 #TafsirAyat TENTANG HARI KIAMAT [05] Hari Ketika Setiap Jiwa Dipenuhi Balasannya Allah ﷻ berfirman, فَكَيْفَ اِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ "Bagaimanakah (nanti) jika mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya dan setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya tanpa dizhalimi?" Qs. Ali Imran: 25 Al-Imam Al-Baghawiy rahimahullah berkata, Firman-Nya, "Bagaimanakah (nanti) jika mereka Kami kumpulkan" yakni bagaimanakah kiranya keadaan mereka, atau apakah gerangan yang akan mereka lakukan jika mereka Kami kumpulkan "pada hari yang tidak ada keraguan padanya" yaitu hari kiamat. "dan setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya" yakni balasan terhadap kebaikan atau keburukan yang dikerjakannya. "tanpa dizhalimi?" Yakni tidak dikurangi balasan dari kebaikan mereka, dan tidak ditambah balasan atas dosa-dosa mereka. 📚 Tafsir Al-Baghawiy •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1