en
Feedback
RAUDHATUL ANWAR

RAUDHATUL ANWAR

Open in Telegram

Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih. Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043

Show more
3 380
Subscribers
-124 hours
+17 days
+230 days

Data loading in progress...

Tags Cloud
No data
Any problems? Please refresh the page or contact our support manager.
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
September '26
September '26
+11
in 6 channels
August '26
+50
in 12 channels
Get PRO
July '26
+37
in 14 channels
Get PRO
June '26
+68
in 17 channels
Get PRO
May '26
+33
in 10 channels
Get PRO
April '26
+62
in 8 channels
Get PRO
March '26
+41
in 14 channels
Get PRO
February '26
+33
in 18 channels
Get PRO
January '26
+69
in 14 channels
Get PRO
December '25
+43
in 14 channels
Get PRO
November '25
+63
in 21 channels
Get PRO
October '25
+74
in 21 channels
Get PRO
September '25
+54
in 13 channels
Get PRO
August '25
+67
in 16 channels
Get PRO
July '25
+80
in 23 channels
Get PRO
June '25
+69
in 19 channels
Get PRO
May '25
+129
in 25 channels
Get PRO
April '25
+80
in 21 channels
Get PRO
March '25
+79
in 23 channels
Get PRO
February '25
+93
in 20 channels
Get PRO
January '25
+113
in 24 channels
Get PRO
December '24
+89
in 19 channels
Get PRO
November '24
+108
in 20 channels
Get PRO
October '24
+121
in 21 channels
Get PRO
September '24
+84
in 10 channels
Get PRO
August '24
+135
in 20 channels
Get PRO
July '24
+222
in 19 channels
Get PRO
June '24
+190
in 17 channels
Get PRO
May '24
+163
in 14 channels
Get PRO
April '24
+134
in 12 channels
Get PRO
March '24
+150
in 10 channels
Get PRO
February '24
+131
in 11 channels
Get PRO
January '24
+198
in 16 channels
Get PRO
December '23
+181
in 15 channels
Get PRO
November '23
+117
in 14 channels
Get PRO
October '23
+73
in 15 channels
Get PRO
September '23
+100
in 0 channels
Get PRO
August '23
+143
in 0 channels
Get PRO
July '23
+118
in 0 channels
Get PRO
June '23
+69
in 0 channels
Get PRO
May '23
+99
in 0 channels
Get PRO
April '23
+138
in 0 channels
Get PRO
March '23
+108
in 0 channels
Get PRO
February '23
+121
in 0 channels
Get PRO
January '23
+105
in 0 channels
Get PRO
December '22
+100
in 0 channels
Get PRO
November '22
+47
in 0 channels
Get PRO
October '220
in 0 channels
Get PRO
September '220
in 0 channels
Get PRO
August '220
in 0 channels
Get PRO
July '220
in 0 channels
Get PRO
June '220
in 0 channels
Get PRO
May '220
in 0 channels
Get PRO
April '220
in 0 channels
Get PRO
March '220
in 0 channels
Get PRO
February '220
in 0 channels
Get PRO
January '220
in 0 channels
Get PRO
December '210
in 0 channels
Get PRO
November '210
in 0 channels
Get PRO
October '210
in 0 channels
Get PRO
September '210
in 0 channels
Get PRO
August '210
in 0 channels
Get PRO
July '210
in 0 channels
Get PRO
June '210
in 0 channels
Get PRO
May '210
in 0 channels
Get PRO
April '210
in 0 channels
Get PRO
March '21
+2
in 0 channels
Get PRO
February '21
+2
in 0 channels
Get PRO
January '21
+1
in 0 channels
Get PRO
December '20
+532
in 0 channels
Date
Subscriber Growth
Mentions
Channels
08 September0
07 September+1
06 September+2
05 September+3
04 September0
03 September+2
02 September+2
01 September+1
Channel Posts
📜 #Hadits_Pilihan TIGA HAL YANG DIKHAWATIRKAN NABI ﷺ AKAN MENIMPA UMMATNYA DI AKHIR ZAMAN Rasulullah ﷺ bersabda, ثلاثٌ أخافُ على أُمَّتِي : الاسْتِسْقاءُ بالأنْواءِ ، وحَيْفُ السُّلطانِ ، وتَكذِيبٌ بالقَدَرِ Tiga hal yang aku khawatirkan menimpa ummatku: 1. Beristisqa dengan bintang. (Yakni menganggap turunnya hujan karena kemunculan bintang tertentu.) 2. Kekejaman penguasa. 3. Mendustakan taqdir. 📚 Shahihul Jami' no. 3022; dari Sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu'anhu •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1

2
📜 #Hadits_Pilihan TIGA HAL YANG DISUMPAHKAN OLEH NABI ﷺ Rasulullah ﷺ bersabda, ثَلَاثٌ أَحْلِفُ عَلَيْهِنَّ، لَا يَجْعَلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ لَهُ سَهْمٌ فِي الْإِسْلَامِ كَمَنْ لَا سَهْمَ لَهُ، وَأَسْهُمُ الْإِسْلَامِ ثَلَاثَةٌ: الصَّلَاةُ، وَالصَّوْمُ، وَالزَّكَاةُ، وَلَا يَتَوَلَّى اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا فَيُوَلِّيهِ غَيْرَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يُحِبُّ رَجُلٌ قَوْمًا إِلَّا جَعَلَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مَعَهُمْ، وَالرَّابِعَةُ لَوْ حَلَفْتُ عَلَيْهَا رَجَوْتُ أَنْ لَا آثَمَ: لَا يَسْتُرُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ يَوْمَ الْقِيَامَة Ada tiga hal yang aku bersumpah atas ketiganya: 1. Allah 'azzawajalla tidak akan menjadikan seseorang yang mempunyai bagian penting dalam Islam seperti orang yang tidak memiliki bagian penting padanya. Dan bagian-bagian penting dalam Islam itu ada tiga, yaitu shalat, puasa, dan zakat. 2. Seorang yang Allah tidak membelanya di dunia, maka di akhirat Allah tidak menyerahkan kepada orang lain untuk membelanya. (Artinya: orang yang tertindas secara zhalim di dunia dan belum mendapatkan pertolongan, maka Allah-lah yang membelanya di akhirat kelak, pent.) 3. Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, melainkan Allah 'azzawajalla akan menjadikannya bersama mereka. (Dibangkitkan bersama mereka pada hari kiamat). Dan ada yang keempat jikalau aku bersumpah atasnya, aku berharap tidak berdosa: tidaklah Allah 'azzawajalla menutupi aib seorang hamba di dunia, melainkan Allah juga menutupi aibnya pada hari kiamat. 📚Shahihul Jami' no. 3021; dari Ummul Mukminin Aisyah, sahabat Abdullah bin Mas'ud, dan Abu Umamah Al-Bahiliy radhiyallahu'anhum •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
239
3
MUDARAT-MUDARAT NYANYIAN 📝Asy-Syaikh Ali bin Husain Al-Khudzaify hafizhahullah Allah ta'ala mengharamkan nyanyian karena padanya terdapat mudarat-mudarat yang menimpa jiwa, hati, dan akal. Di antara mudarat-mudaratnya adalah: 1. Bahwasannya nyanyian merupakan kelalaian yang menyibukkan dari kebaikan. Melalaikan manusia dari perkara-perkara yang penting. Menyebabkan lalai (dari mengingat Allah), berat melakukan kebaikan, dan semisalnya. 2. Bahwasannya secara umum orang yang mendengarkan nyanyian akan kecanduan dengannya. Maka siapa yang mendengarkan nyanyian ia akan kecanduan dengannya sehingga sulit untuk berhenti mendengarkannya walau hanya sebentar saja. Bahkan, membuat hatinya sempit kala mendengar lantunan Al-Qur'an. 3. Bahwasannya nyanyian itu membuat seorang tergambarkan olehnya seuatu yang bukan hakikatnya (delusi). Sehingga seakan ia hidup di alam yang lain. Dan ini termasuk bagian dari mabuknya jiwa. Oleh karenanya dikatakan, "Sesungguhnya nyanyian itu lebih dahsyat pengaruhnya terhadap kejiwaan daripada pengaruh khamr terhadap akal". 4. Bahwasannya nyanyian itu menyebabkan kerasnya hati dan berpaling dari kebaikan. Karena itu, orang yang kecanduan nyanyian sulit untuk memiliki kemantapan dalam (mempelajari) Al-Qur'an, ataupun cabang-cabang ilmu syar'i yang lain. Kalaupun ada, itu sangat jarang. 5. Bahwasannya nyanyian itu pintu menuju perzinahan dan mengajak kepadanya. Nyanyian itu akan memperindahnya, mengajak kepadanya, mendorongnya, dan membuat jiwa rindu terhadapnya. 6. Bahwasannya nyanyian itu membuat akal lemah dan berkurang. 7. Bahwasannya nyanyian itu akan membawamu kepada lingkungan orang-orang fasik yang berpaling dari kebaikan, bahkan terkadang ikut berbaur di dalamnya para wanita dan murdan (pemuda yang mengundang syahwat sesama jenis). https://t.me/RaudhatulAnwar1 Sumber: https://t.me/AliAlHuthaifi55/2305
236
4
📜 #Hadits_Pilihan KERIKIL DITUMPUK, MENGGUNUNG KEMUDIAN Rasulullah ﷺ bersabda, إياكم ومحقراتِ الذنوبِ فإنهُنَّ يجتمعنَ على الرجلِ حتى يُهلكنَهُ إنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ضرب لهنَّ مثلًا كمثلِ قومٍ نزلوا أرضَ فلاةٍ فحضر صنيعُ القومِ فجعل الرجلُ ينطلقُ فيجيءُ بالعودِ والرجلُ يجيءُ بالعودِ حتى جمعوا سوادًا فأَجَّجُوا نارًا وأنضجوا ما قذفوا فيها "Waspadalah terhadap dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa itu akan menumpuk pada seseorang hingga membinasakannya." Dan Rasulullah ﷺ membuat permisalam untuk dosa-dosa kecil ini. Seperti sekelompok orang yang berkemah di tanah tandus. Ketika tiba waktunya untuk menyiapkan makanan, seseorang datang membawa sebatang kayu, seorang lain lagi membawa sebatang sebatang kayu, hingga mereka mengumpulkan tumpukan kayu yang besar. Kemudian mereka menyalakan api dan memasak apa saja yang mereka lemparkan ke dalamnya. 📚 HR. Ahmad 1/402,403; dari Sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Targhib, no. 2470 •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
379
5
PENTINGKAN AMALAN YANG WAJIB 📝 Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy rahimahullah berkata, Semestinya bagi seorang mukmin untuk menyibukkan diri dengan amalan-amalan yang wajib. Apabila sudah selesai mengerjakan amalan yang wajib, barulah menyibukkan diri dengan amalan-amalan yang sunnah (seperti sunnah rawatin, tilawah Qur'an, dll. Pent-), lalu amal-amal nāfilah dan fadhāil setelahnya (semisal puasa sunnah muthlaq, shalat sunnah wudhu, dll. Pent-). Hanya sibuk dengan amal-amal sunnah (dan meremehkan amalan yang wajib) adalah suatu kedunguan dan kebodohan. Apabila seorang menyibukkan dengan amalan sunnah dan nāfilah sebelum yang merampungkan amalan yang wajib maka tidak akan diterima darinya.¹ 📚 Futuhul Ghaib, hal. 143 1. Bahkan itu termasuk dari jebakan syaithan, seorang didorong untuk semangat mengerjakan amalan sunnah dan melalaikan yang wajib. #Kalimat_Bijak_AbdulQadir_AlJailani •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
284
6
📜 #Hadits_Pilihan PANGGILAN YANG DISERUKAN KEPADA PENGHUNI SURGA DI SURGA [03] Rasulullah ﷺ bersabda, إنَّ اللهَ تَبارَك وتَعالى يقولُ لأهلِ الجَنَّةِ: يا أهلَ الجَنَّةِ، فيَقولونَ: لَبَّيك رَبَّنا وسَعدَيك، فيَقولُ: هل رَضيتُم؟ فيَقولونَ: وما لنا لا نَرضى وقد أعطَيتَنا ما لم تُعطِ أحَدًا مِن خَلقِك؟ فيَقولُ: أنا أُعطيكُم أفضَلَ مِن ذلك، قالوا: يا رَبِّ، وأيُّ شَيءٍ أفضَلُ مِن ذلك؟ فيَقولُ: أُحِلُّ عليكم رِضواني، فلا أسخَطُ عليكم بَعدَه أبَدًا. Sesungguhnya Allah -tabārala wa ta'āla- berfirman, "Wahai penduduk surga!" Mereka menjawab, "Kami penuhi panggilan-Mu, wahai Rabb kami." Dia berfirman lagi, "Apakah kalian ridha?" Mereka menjawab, "Bagaimana mungkin kami tidak ridha, sementara Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada siapapun dari makhluq-Mu." Dia berfirman lagi, "Aku akan memberikan kepada kalian yang lebih utama daripada itu." Mereka mengatakan, "Apakah ada sesuatu yang lebih utama daripada itu?" Dia berfirman, "Aku telah menganugerahkan kepada kalian keridhaan-Ku, sehingga Aku tidak akan pernah murka kepada kalian setelahnya selama-lamanya." 📚 HR. Bukhari 6549 dan Muslim 2829; dari Sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu'anhu. Lihat Hadil Arwah karya Imam Ibnul Qayyim •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
245
7
#Nashaih_Ibnul_Jauzi
#Nashaih_Ibnul_Jauzi
254
8
Memahami Tazkiyatun Nafs Penyucian jiwa, atau diistilahkan dengan Tazkiyatun Nafs bukan cuma tentang membersihkan diri dari dosa, tetapi juga menghiasinya dengan keta'atan. Tidak cukup hanya menghindari kejelekan-kejelekan saja namun mengabaikan kebaikan-kebaikan yang membuat tinggi derajat dan kemuliaannya. Ibaratnya baju putih, agar tampak indah saat dipakai tidak cukup hanya dibersihkan dari noda-noda yang mengotorinya saja dan membiarkannya kusut tanpa digosok. Akan tetapi perlu digosok agar rapi dan diberi wewangian supaya lebih elegan dan lebih istimewa saat dikenakan. Allah ﷻ berfirman, قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّاهَاۖ ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّاهَاۗ "Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." (Qs. Asy-Syams 9-10) Berkata Al-Hasan Al-Bashri, "Sungguh beruntung siapa yang menyucikan jiwanya dan mendorongnya untuk mena'ati Allah, dan sungguh rugi siapa yang membinasakannya dan dan mendorongnya untuk memaksiati Allah." Berkata Ibnu Qutaibah, "Maksud dari beruntung siapa yang menyucikan jiwanya adalah siapa yang meninggikan dan memuliakan jiwanya dengan keta'atan, kebajikan, sedekah, menahannya dari dosa-dosa, berlomba dalam meraih derajat-derajat (tinggi), dan segala macam perbuatan yang ma'ruf." Maka Tazkiyatun Nafs adalah upaya diri dalam memuliakan jiwa dengan menghiasinya dengan keta'atan dan menghindarkannya dari noda-noda dosa yang bisa mengotorinya. Bukan termasuk Tazkiyatun Nafs bila seorang hanya bergabung bersama orang-orang yang shalih namun tetap membiarkan dirinya berlumuran dosa. Bahkan yang seperti ini adalah kebalikan dari Tazkiyatun Nafs. Termasuk dari orang-orang mengotori jiwanya, sebagaimana tersebut dalam ayat: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّاهَاۗ "Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." Qs. Asy-Syams 10 Ibnul A'rabiy rahimahullah pernah ditanya tentang apa makna mengotori ( دَسَّ ) ? Beliau menjawab, "Maknanya ialah dia menyembunyikan dirinya di antara orang-orang shalih, namun ia bukan termasuk dari mereka." Ibnul Qayyim menjelaskan maksud ucapan beliau ini, "Maknanya ialah dia menyembunyikan dirinya di tengah-tengah orang-orang shalih. Ia memperlihatkan dirinya seolah-olah bersama mereka, namun sebenarnya ia tidak berjalan di atas jalan yang ditempuh orang-orang shalih tersebut." (Lihat At-Tibyan fi Aiymanil Qur'an, hal. 29-31) Tazkiyatun Nafs juga bukan megaku-aku kemuliaan dan kesucian diri. Bahkan tercela bilamana seorang mengklaim dirinya mulia, suci, tinggi derajat, atau yang semisalnya. Allah ﷻ melarang dari tindakan yang demikian. Allah ﷻ berfirman, فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى "Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertaqwa." Qs. An-Najm 32. Bedanya antara tindakan yang dilarang ini dengan Tazkiyatun Nafs yang dipuji ialah: Tazkiyatun Nafs adalah upaya memuliakan jiwa dan menyucikannya dengan menegakkan keta'atan kepada Allah dan menjauhi dosa-dosa. Sementara yang tercela ini ialah seorang menganggap dirinya suci, atau mengabarkan kepada manusia kalau dirinya itu suci dan mulia, dalam rangka memuji dan meninggi-ninggikan dirinya, seperti yang dilakukan oleh Ahlul kitab. Allah ﷻ berfirman, أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun." Qs. An-Nisa: 49 Berkata As-Sa'di rahimahullah, "Ini merupakan cercaan (dari Allah) terhadap orang-orang yang menganggap dirinya suci dari kalangan yahudi dan nasrani, dan siapa saja yang sejalan dengan mereka; menganggap dirinya suci dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada pada mereka. Yang demikian karena orang-orang yahudi dan nasrani mengatakan, "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-Nya." Mereka juga mengatakan, "Tidak ada yang masuk surga kecuali yang beragama yahudi, atau beragama nasrani." Ini hanyalah sebatas klaim tanpa adanya bukti." (Tafsir As-Sa'diy)
272
9
https://t.me/ipmpofficial
292
10
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, dengan memohon pertolongan dan taufik dari Allah سبحانه وتعالى, telah hadir Channel Resmi IPMP — Ikatan Pemuda Muslim Petanahan. IPMP hadir sebagai wadah pemuda muslim untuk bersama-sama belajar, memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, serta berkontribusi dalam dakwah dan kemajuan Ma’had maupun masyarakat. “Bersatu dalam Ukhuwah, Bergerak dalam Dakwah, Berkontribusi untuk Ma’had dan Umat.” 🎯 Visi IPMP “Mewujudkan pemuda yang mandiri, peduli, kreatif, dan berkontribusi bagi dakwah serta kemajuan Ma’had.” Melalui channel ini, insyaAllah akan dibagikan: 📚 Kajian & faedah ilmu 🕌 Agenda dan kegiatan dakwah 🤝 Informasi kegiatan IPMP 💡 Pengembangan kreativitas & keterampilan pemuda 🌱 Kegiatan sosial dan kemasyarakatan 💼 Training motivasi usaha 💰 Training manajemen keuangan 📢 Informasi dan program bermanfaat lainnya. IPMP terbuka bagi alumni Ma’had maupun para pemuda muslim yang memiliki semangat untuk terus belajar, beramal, saling menguatkan dalam kebaikan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Allah سبحانه وتعالى berfirman: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ “Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Mā’idah: 2) Semoga channel ini menjadi sarana yang membawa ilmu, ukhuwah, kebermanfaatan, dan kebaikan bagi kita semua. Mari bersama-sama menjadi pemuda yang mandiri dalam kehidupan, peduli terhadap sesama, kreatif dalam berkarya, dan aktif berkontribusi dalam kebaikan. Barakallahu fiikum. IPMP — Ikatan Pemuda Muslim Petanahan Bersatu dalam Ukhuwah • Bergerak dalam Dakwah • Berkontribusi untuk Ma’had dan Umat. Mengetahui: Al Ustadz Ahmad Sa'dani حفظه الله Al Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc. حفظه الله
308
11
📖 #TafsirAyat DILUASKAN DUNIA, BUKAN BERARTI MULIA Allah ﷻ berfirman, فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ ۝ وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ ۝ كَلَّا بَلْ "Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia, "Rabbku telah memuliakanku." Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, "Rabbku telah menghinaku." Sekali-kali tidak!" Qs. Al-Fajr 15-17 📝 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, Kemudian Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang diluaskan dunianya, dan orang-orang yang disempitkan dunianya. Allah mengabarkan bahwa ketika Dia meluaskan dunia kepada seseorang -meski itu bentuk pemuliaan di dunia- pada hakikatnya itu bukanlah pemuliaan. Hal itu tidak menunjukkan kalau orang tersebut mulia di sisi-Nya, tidak pula ia termasuk orang-orang yang dimuliakan dan dicintai. (Sebagaimana pula) ketika Dia menyempitkan dunia kepada seseorang, hal itu tidak menunjukkan kehinaannya dan jatuhnya kedudukannya di sisi-Nya. Tetapi Dia meluaskan dunia sebagai cobaan dan ujian, dan menyempitkan dunia sebagai cobaan dan ujian. Maka dia memberi ujian dengan nikmat-nikmat sebagaimana Dia memberi ujian dengan musibah-musibah. Dan Dia -subhānahu- menguji hamba-Nya dengan nikmat yang mendatangkan nikmat yang lain, juga nikmat yang mendatangkan musibah. Dia menguji hamba-Nya dengan musibah yang mendatangkan musibah berikutnya, juga dengan musibah yang menjadi sebab datangnya nikmat Inilah keadaan nikmat dan musibah-Nya. Sementara surat Al-Fajr ini memuat celaan terhadap orang yang tertipu oleh kekuatannya, kekuasaannya, dan hartanya. Mereka adalah ketiga kaum berikut; Kaum 'Ad yang tertipu oleh kekuatan yang mereka miliki. Kaum Tsamud yang tertipu oleh kebun-kebun, mata air-mata air, dan sawah-sawah ladang yang mereka miliki. Dan kaumnya Fir'aun yang oleh harta dan kekuasaan yang mereka miliki. Maka jadilah akhir kesudahan mereka seperti yang telah Allah ceritakan kepada kita. Dan itulah keadaan setiap orang yang tertipu oleh sesuatu; pasti Allah akan membinasakannya dan mencabut nikmat itu darinya. 📚 At-Tibyan Fi Aiymanil Qur'an, hal. 49-50 #Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
372
12
📖 #TafsirAyat TENTANG HARI KIAMAT [06] Hari Ketika Setiap Jiwa Mendapati Semua Perbuatannya Dihadirkan dan Dibalas Allah ﷻ berfirman, يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا ۛوَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍ ۛ تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗٓ اَمَدًاۢ بَعِيْدًا ۗوَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ "(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakannya dihadirkan, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap seandainya ada jarak yang jauh antara dia dan hari itu. Allah memperingatkan kamu akan (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya." Qs. Ali Imran 30 Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakannya dihadirkan, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap seandainya ada jarak yang jauh antara dia dan hari itu." Yakni, pada hari kiamat akan dihadirkan kepada hamba seluruh perbuatannya, baik amal kebajikan maupun amal kejahatan. Sebagaimana Allah firmankan, يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَئذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ "Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan." Qs. Al-Qiyamah: 13 Maka apa yang ia lihat dari amal-amal kebajikannya membuatnya senang dan gembira. Dan apa yang ia lihat dari amal-amal kejahatannya membuatnya sedih dan marah. Ia berharap bisa berlepas diri darinya dan berharap seandainya ada jarak yang jauh antara dia dengan hari itu. Seperti yang dia ucapkan kepada syaithan yang selalu menyertainya di dunia dan membuatnya berani melakukan kejahatan, يٰلَيْتَ بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِيْنُ "Aduhai, sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling buruk (bagi manusia)." Qs. Az-Zukhruf: 38 Kemudian Allah berfirman memberikan penegasan dan ancaman, "Allah memperingatkan kamu akan (siksa)-Nya." Maksudnya, aku menakut-nakuti kamu dengan siksa-Ku. Lalu Allah memberikan pengharapan kepada para hamba-Nya supaya mereka tidak putus asa dari rahmat-Nya dan kelembutan-Nya, "Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya." Berkata Al-Hasan Al-Bashriy rahimahullah, "Termasuk dari bentuk kelembutan-Nya, Dia memperingatkan mereka akan siksa-Nya." Berkata juga selain beliau, "Yakni, Dia Maha Penyayang terhadap makhluq-Nya. Menyukai jikalau mereka tetap kokoh di atas jalan-Nya yang lurus dan agama-Nya yang lempeng, dan mereka mengikuti rasul-Nya yang mulia." 📚 Tafsir Al-Qur'anil 'Azhim •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
361
13
HUKUM BEROBAT KEPADA DOKTER KAFIR 📝 Syaikhul Islam Ibni Taimiyyah rahimahullah Ulama sepakat bolehnya berobat dengan hal-hal mubah yang memang disangka bermanfaat. Namun mereka berselisih pada hukum sentuhan dokter kafir ketika mengobati seorang muslim. (Al-Majm' 5/98) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berpendapat bolehnya berobat kepada dokter kafir, tanpa ada karāhah (makruh). (Majmu' Fatawa, 4/114) Pendapat ulama dalam masalah ini: Pendapat pertama: boleh berobat kepada seorang dokter kafir, tanpa ada karāhah. Ini adalah pendapatnya ulama Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, dan itulah yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Pendapat kedua: dimakruhkan berobat kepada dokter kafir bila tanpa ada kondisi mendesak. Ini adalah pendapat sebagian ulama Hanafiyah, sebagian ulama Malikiyah, dan itulah pendapat ulama Hanbaliyah. Tarjih untuk masalah ini adalah: Pendapat yang rajih -wallahua'lam- adalah bolehnya berobat kepada dokter kafir, tanpa ada karāhah, karena tidak ada dalil untuk masalah ini. Sementara urusan berobat -seperti umumnya profesi dan pekerjaan- itu dibangun di atas dua hal: pengalaman dan amanah. Jika dokter kafir tersebut memang menguasai ilmu kedokteran dan dapat dipercaya oleh seorang muslim yang sedang sakit, maka boleh meminta kepadanya untuk mengobatinya, tanpa ada karāhah. Terkadang pada sebagian orang-orang kafir ada ilmu pengobatan juga amanah dalam melakukan pengobatan, yang itu belum ada/dimiliki oleh sebagian dokter-dokter muslim. 📚 Ikhtiyarat Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah Al-Fiqhiyyah, 3/402, 404-405) #Kalam_Indah_Ibnu_Taimiyyah •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
446
14
📜 #Hadits_Pilihan #Kalimut_Thayyib KETIKA MELIHAT PENAMPAKAN SYAITHAN [02] Kumandang Adzan Akan Membuat Syaithan Lari Rasulullah ﷺ bersabda, إذا أذن بالصَّلاةِ أدبر الشَّيطانُ و له ضُراطٌ، فإذا قُضِي النِّداءُ أقبل ، فإذا ثُوِّب بالصَّلاةِ أدبر ، فإذا قُضِي التثويبُ أقبل Apabila adzan shalat dikumandagkan maka syaithan lari sambil terkentut-kentut, apabila adzan selesai dikumandangkan ia pun kembali. Apabila iqamah dikumandangkan. Ia kembali lari, dan ketila iqamah selesai dikumandangkan ia akan kembali. 📚 HR. Bukhari 608 dan Muslim 389; dari Sahabat Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr radhiyallahu'anhu. Suhail bin Abi Shalih rahimahullah berkata, أرسلني أبي إلى بني حارثة. قال ومعي غلام لنا (أو صاحب لنا) فناداه مناد من حائط باسمه. قال وأشرف الذي معي على الحائط فلم ير شيئا. فذكرت ذلك لأبي فقال: لو شعرت أنك تلقى هذا لم أرسلك. ولكن إذا سمعت صوتا فناد بالصلاة. فإني سمعت أبا هريرة يحدث عن رسول الله ﷺ ؛ أنه قال “إن الشيطان، إذا نودي بالصلاة، ولى وله حصاص. Ayahku mengutusku kepada Bani Haritsah. Saat itu aku bersama budak kami (atau teman kami), tiba-tiba ada yang memanggil namanya dari balik tembok. Lantas orang yang bersamaku tadi naik ke tembok dan ternyata tidak melihat siapapun. Lalu aku menceritakan kejadian itu kepada ayahku. Beliau mengatakan, "Andaikan aku tahu kamu akan menjumpai hal seperti ini, tentu aku tidak akan mengutusmu. Sungguh aku pernah mendengar Abu Hurairah menceritakan dari Rasulullah ﷺ, "Sesungguhnya syaithan apabila dikumandangkan panggilan untuk shalat (adzan), ia akan pergi sembari mengeluarkan kentut." 📚 HR. Muslim 389. Lihat Al-Kalimuth Thayyib karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
425
15
DUA KLASIFIKASI MANUSIA [03] 📝 Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy rahimahullah [ Keadaan Orang yang Diberi Ujian ] Adapun orang yang diberi ujian (al-Mubtala), adakalanya ujian itu ditimpakan kepadanya sebagai bentuk hukuman atau balasan dosa dan maksiat yang ia lakukan. Adakalanya sebagai penghapus dan pembersihan dosanya. Adakalanya untuk meninggikan derajatnya agar ia bisa mencapai derajat-derajat yang tinggi di akhirat sehingga bisa tergabung dalam barisan orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi. Yaitu orang-orang yang Allah tetapkan mendapatkan penjagaan dari-Nya, hanya saja Allah menetapkan jalan mereka dipenuhi dengan cobaan dan ujian. Allah menguji mereka bukan untuk membinasakan mereka, atau untuk menurunkan derajatnya. Tetapi Allah menguji mereka dengan cobaan-cobaan tersebut untuk memunculkan hakikat iman pada diri mereka dan membersihkannya dari kesyirikan, klaim-klaim dusta, dan kemunafiqan. Tanda ujiian itu sebagai bentuk hukuman dan balasan atas dosanya ialah dia tidak bisa bersabar atasnya, mengeluh, dan mengadu kepada makhluq. Tanda ujian itu untuk menghapus dan membersihkan dosanya ialah ia bersabar dengan kesabaran yang baik tanpa mengadu atau mengeluh kepada teman-teman dan tetangganya, lalu ia semakin giat dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dan keta'atan. Tanda ujian itu untuk meninggikan derajatnya ialah adanya keridhaan pada dirinya, muwafaqah, ketenangan jiwa, dan ketentraman. 📚 Futuhul Ghaib, hal. 141-142 #Kalimat_Bijak_AbdulQadir_AlJailani •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
373
16
📜 #Hadits_Pilihan BERJALAN DI TAMAN SURGA Rasulullah ﷺ bersabda, مَنْ أتَى أخاه المسلمَ عائِدًا ، مَشَى فِي خِرَافَةِ الجنَّةِ حتى يَجْلِسَ ، فإذا جلَس غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ ، فإِنْ كان غَدْوَةً ، صلَّى عليْهِ سبعونَ ألفَ ملَكٍ حتَّى يُمْسِيَ ، و إِنْ كانَ مساءً ، صلَّى عليْهِ سبعونَ ألفَ ملَكٍ حتَّى يُصْبِحَ Siapa yang mengunjungi saudaranya semuslim untuk menjenguknya maka ia telah berjalan di taman surga sampai ia duduk. Ketika ia duduk, maka rahmat akan meliputinya. Jika ia melakukannya di pagi hari, maka ada tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya sampai sore hari. Dan jika ia melakukannya di sore hari, maka ada tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya sampai pagi hari. 📚 Shahihul Jami' no. 5934; dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu. •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
374
17
DUA KLASIFIKASI MANUSIA [02] 📝 Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy rahimahullah [ Jangan Lupa Bersyukur ] Hamba yang diberi nikmat semestinya jangan merasa aman dari makar Allah hingga ia terlena oleh nikmat, sehingga nikmat itu terputus. Jangan sampai ia lalai dari mensyukurinya, sehingga ia melepaskan tali pengikat nikmat tersebut. Mensyukuri nikmat harta adalah dengan mengakui nikmat itu berasal dari Dzat Pemberi nikmat dan karunia, yaitu Allah 'azzawajalla, ia menceritakan nikmat itu terutama terhadap diri sendiri di semua keadaan, ia anggap itu murni karunia dan anugurah dari-Nya. Jangan pernah merasa ialah yang memiliki nikmat tersebut dan berkuasa atasnya, jangan melampui batasan-batasannya, dan jangan ia tinggalkan perintah Allah padanya. Kemudian hendaknya ia menunaikan hak-haknya, dari membayar zakat, kaffarah dosa, penunaian nadzar, sedekah, membantu orang yang sangat membutuhkan, dan menolong orang-orang yang punya keperluan, terutama di saat-saat paceklik yaitu ketika terjadi perubahan yang mengguncang kestabilan ekonomi semisal ada bencana atau sakit. Mensyukuri nikmat anggota badan adalah dengan menggunakannya dalam keta'atan dan menahannya dari hal-hal yang diharamkan, kejelekan, maksiat, dan dosa. Dengan inilah nikmat itu akan tetap terikat (terjaga) dari kepergiannya (lenyap/dicabut), dan bahkan akan semakin bertambah. Kemudian semakin nampak keberkahan nikmat tersebut pada anggota badannya berupa berbagai macam keta'ata, bentuk taqarrub, dan dzikir. Kemudian ia berhak masuk ke dalam rahmat Allah di akhirat dan kekal di surga bersama para nabi, para shiddiq, syuhada, dan orang-orang shalih. Merekalah sebaik-baik teman. Jika ia tidak menunaikan hak-haknya, dan malahan terlena oleh perhiasannya yang tampak pada permukaannya dan rasa manisnya (yang menipu) maka silakan bergembira dengan kebinasaan, kemiskinan, dan kefakiran yang disegerakan disertai dengan kerendahan dan kehinaan yang didapat di dunia dan siksa yang didapat di dalam neraka. 📚 Futuhul Ghaib, hal. 139-141 (bersambung, insyaallah) #Kalimat_Bijak_AbdulQadir_AlJailani •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
460
18
DUA KLASIFIKASI MANUSIA [01] 📝 Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy rahimahullah Manusia ada dua klasifikasi: 1. Orang yang diberi nikmat (Al-Mun'am 'alaihi). 2. Orang yang diuji dengan sesuatu yang Allah takdirkan untuknya (Al-Mubtalā). [ Keadaan Orang yang Diberi Nikmat ] Adapun orang yang diberi nikmat, maka ia tidak lepas dari kesuraman dan kekeruhan. Ia akan menyadari jikalau ia berada pada kondisi yang paling nikmat ketika datang kepadanya takdir yang membuat keruh hidupnya, dari bencana, cobaan, penyakit, atau musibah yang menimpa dirinya, hartanya, keluarganya, atau anak-anaknya. Ia merasa suram karena hal tersebut, hingga seakan ia tidak pernah mendapatkan nikmat sama sekali. Ia lupa terhadap semua nikmat dan manisnya hidup yang pernah ia rasakan. Memanglah ia demikian, di kala mendapatkan nikmat ia merasa seperti tidak akan ada cobaan, dan pada saat mendapatkan cobaan ia merasa seperti tidak pernah merasakan nikmat. Hal itu terjadi karena kejahilannya terhadap Rabbnya. Andaikan ia tahu bahwa Rabbnya itu berbuat sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, Dialah yang merubah dan mengubah, yang menentukan manisnya hidup dan pahitnya, yang menentukan kaya dan miskin, yang memuliakan dan menghinakan, yang menghidupkan dan mematikan, dan yang memajukan serta memundurkan, tentu ia tidak akan terlena oleh kenikmatan ketika mendapatkannya, dan tidak akan berputus asa dari pertolongan ketika datang ujian. Juga karena jahilnya terhadap dunia, ia merasa nyaman terhadapnya dan mengharapkanya tetap jernih tanpa keruh. Ia lupa bahwa dunia adalah negeri yang dipenuhi cobaan, kesuraman, pembebanan, dan kekeruhan. Awalnya memang cobaan, namun ujungnya adalah nikmat. Ibaratnya seperti pohon sibr; pertama kali rasanya memang pahit, namun khasiatnya akan terasa manis. Seorang tiada akan mencapai manisnya hidup, sampai ia merasakan kepahitan hidup dan bersabar atasnya. Apabila seorang hamba bersabar dalam melaksanakan perintah Allah, meninggalkan larangan-Nya, menerima dan pasrah terhadap taqdir yang berlaku, menelan semua kepahitan padanya, menanggung bebannya, menyelisihi hawanafsunya, dan meninggalkan keinginannya, niscaya Allah akan menganugerahkan kepadanya pada sisa-sisa akhir umurnya kehidupan yang baik, tenang, lagi mulia. 📚 Futuhul Ghaib, hal. 138-139 (bersambung, insyaallah) #Kalimat_Bijak_AbdulQadir_AlJailani •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
497
19
📜 #Hadits_Pilihan PANGGILAN YANG DISERUKAN KEPADA PENGHUNI SURGA DI SURGA [02] Rasulullah ﷺ bersabda, إذا دخلَ أهلُ الجنَّةِ الجنَّةَ نادَى منادٍ : يا أهلَ الجنَّةِ إنَّ لكم عند اللهِ موعدًا. فيقولونَ : ما هو ؟ ألم يُثقِّلْ موازينَنا و يُبيِّضْ وجوهَنا ألمْ يُدخِلنا الجنَّةَ يُنَجِّينَا من النَّارِ ؟ فيكشفُ الحجابُ فينظرونَ إليه ، فواللهِ ما أعطاهُم اللهُ شيئًا هو أحبُّ إليهم من النَّظرِ إليه Ketika penghuni surga sudah memasuki surga, ada penyeru yang memanggil, "Wahai penghuni surga! Sesungguhnya kalian di sisi Allah memiliki janji." Penghuni surga menjawab, "Apa itu? Bukankah Engkau telah memberatkan timbangan (amal kebaikan) kami, memutihkan wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?" Lalu Allah menyingkap tirai, sehingga mereka bisa melihat kepada-Nya. Demi Allah, mereka tidaklah dianugerahi sesuatu oleh Allah yang itu lebih disukai oleh mereka daripada memandang kepada-Nya. 📚 HR. Muslim 181; dari Sahabat Shuhaib bin Sinan radhiyallahu'anhu. Lihat Hadil Arwah •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• https://t.me/RaudhatulAnwar1
496
20
Hendaklah orang berakal paham bahwa orang-orang yang selalu menuruti nafsunya, mereka akan sampai pada suatu keadaan yang sud
Hendaklah orang berakal paham bahwa orang-orang yang selalu menuruti nafsunya, mereka akan sampai pada suatu keadaan yang sudah tidak lagi merasa nikmat padanya. Sudah seperti itu, mereka tidak mampu untuk meninggalkannya. 📝 Ibnul Jauzi rahimahullah | Dzammul Hawa, hal. 13 #Nashaih_Ibnul_Jauzi
527