en
Feedback
manhajulhaq

manhajulhaq

Open in Telegram

"Kembali kepada Manhaj dan Akidah Salaf" Pengampu Channel : Ust. Fikri Abul Hasan, حفظه الله Alumni Ma'had Ihya' As-Sunnah Yogyakarta Tegur dan Sapa : +6289605546952

Show more

📈 Analytical overview of Telegram channel manhajulhaq

Channel manhajulhaq (@manhajulhaq) in the Indonesian language segment is an active participant. Currently, the community unites 10 647 subscribers, ranking 8 502 in the Religion & Spirituality category and 6 263 in the Indonesia region.

📊 Audience metrics and dynamics

Since its creation on невідомо, the project has demonstrated rapid growth, gathering an audience of 10 647 subscribers.

According to the latest data from 08 September, 2026, the channel demonstrates stable activity. Although there has been a change in the number of participants by -124 over the last 30 days and by -1 over the last 24 hours, overall reach remains high.

  • Verification status: Not verified
  • Engagement rate (ER): The average audience engagement rate is 8.75%. Within the first 24 hours after publication, content typically collects 3.13% reactions from the total number of subscribers.
  • Post reach: On average, each post receives 931 views. Within the first day, a publication typically gains 333 views.
  • Reactions and interaction: The audience actively supports content: the average number of reactions per post is 5.
  • Thematic interests: Content is focused on key topics such as syiah, manhajulhaq, iran, al, ilmu.

📝 Description and content policy

The author describes the resource as a platform for expressing subjective opinions:
"Kembali kepada Manhaj dan Akidah Salaf" Pengampu Channel : Ust. Fikri Abul Hasan, حفظه الله Alumni Ma'had Ihya' As-Sunnah Yogyakarta Tegur dan Sapa : +6289605546952

Thanks to the high frequency of updates (latest data received on 09 September, 2026), the channel maintains relevance and a high level of publication reach. Analytics show that the audience actively interacts with content, making it an important point of influence in the Religion & Spirituality category.

10 647
Subscribers
-124 hours
-317 days
-12430 days
Posts Archive
photo content

Seorang nenek dari Saudi Arabia bertolak ke Mesir untuk pergi berobat. Di tengah perjalanan, ia bertemu seorang pemuda, lalu nenek ini bertanya, + Di mana Rumah Sakit? Pemuda itu bilang, "Wahai bibi, maukah aku tunjukkan kepadamu tempat yang lebih baik dari Rumah Sakit? + Si nenek itu berkata, "Ya, di mana?" Pemuda itu berkata, "Kuburannya Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib (cucu Rasulullah ﷺ), berdoalah di sana agar engkau diberi kesembuhan. + Nenek berkata, "Wahai anakku, di negeriku ada kuburan kakeknya Al-Husain, tetapi kami tidak pernah berdoa meminta kepadanya." Tidak ada yang paling berharga di dunia melebihi tauhid dan selamatnya akidah dari kesyirikan. |  Saluran manhajulhaq

photo content

Abu Hayyān An-Nahwi (745 H), 'Allāmah nahwu di zamannya seraya memuji Ibnu Taimiyyah, "Mataku tidak pernah melihat semisal Ibnu Taimiyyah." | Saluran manhajulhaq

LGBT (Longsor, Gunung meletus, Banjir, Tsunami) itu bencana. Tapi kalo engkau percaya omongan peramal, bencananya jauh lebih besar! | Saluran manhajulhaq

photo content

Mumpung masih trending topik abu gunung. Kata-kata hari ini, "Jangan engkau seperti Abu Jahl yang demi gengsi menutup diri dari kebenaran. Jadilah seperti Abu Bakr yang jujur mendahulukan kebenaran atas tradisi leluhur dan selera kebanyakan manusia. Dan jangan beragama abu-abu ala Abu Janda." | Saluran manhajulhaq

Ibadah bukan hanya menjalankan apa yang diperintahkan, tetapi juga meninggalkan apa yang dilarang. Engkau tinggalkan yang haram karena Allah, itu juga termasuk ibadah. | Saluran manhajulhaq

Mereka protes taqsīm tauhīd rubūbiyyah dan ulūhiyyah! Padahal pembagian ini sudah dikenal di era salaf. Lebih mengherankan lagi para ulama Asyā'irah sejak dulu sudah mengklasifikasi tauhid rubūbiyyah dan ulūhiyyah. | Saluran manhajulhaq

Bukan cuma ulama Salafy, banyak tokoh-tokoh Asyā'irah kontemporer yang men-tahdzīr kesesatan Hasan As-Saqqāf karena memang akidahnya menyimpang dari ushūl ahlissunnah. | Saluran manhajulhaq

Tuduhan Keji Atas Syaikh Al-Albāni yang Difitnah Mengkafirkan Al-Imām Al-Bukhāri 1/. Adanya kesalahpahaman atau tuduhan palsu yang lahir dari pemenggalan konteks atas pernyataan Syaikh Al-Albāni. 2/. Syaikh Al-Albāni mengomentari sebuah riwayat atau "takwil" (dalam konteks pemalingan makna) atas ayat Qur'an, "Kullu syai'in hālikun illā wajhahu" yang "ditakwil" illā mulkahu (kecuali kekuasaan-Nya). 3/. Menurut Syaikh Al-Albāni "takwil" seperti itu tidak pantas diucapkan oleh seorang muslim yang beriman. Kritikan tajam ini sebetulnya diarahkan pada redaksi atau takwil tersebut; sama sekali bukan mengarah ke pribadi Al-Imām Al-Bukhāri. 4/. Syaikh Al-Albāni sendiri meragukan apakah benar takwil yang dinisbatkan kepada Al-Imām Al-Bukhāri tersebut terkonfirmasi valid berasal dari Al-Imām Al-Bukhāri? 5/. Faktanya Syaikh Al-Albāni mengakui tidak ada kitab hadits yang paling shahīh mengungguli kitab Shahīh Al-Bukhāri dan mengakui kedudukan Al-Imām Al-Bukhāri sebagai Amīrul Mu'minin Fil Hadīts. 6/. Adanya pihak-pihak yang sengaja memenggal kalimat Syaikh Al-Albāni tanpa melihat secara utuh penjelasan beliau. 7/. Kebenaran punya sifat yang terang dan jelas. Ia akan selalu tampak bercahaya dan menyingkap gelapnya kebohongan. | Saluran manhajulhaq

Kajian Dasar-Dasar Akidah Seorang Muslim "Membela Kehormatan Muhajirin dan Anshar" Ustadz Fikri Abul Hasan, hafidzhahullah. Sabtu Pagi 5 September 2026 Pkl. 08.00-09.15 WIB. https://telkomsel.zoom.us/j/99474829836?pwd=U2RxdFppTzNudktEaDdFbG9SZ3oydz09 Meeting ID: 994 7482 9836 Passcode: 360316

Al-Mu'āfa bin 'Imrān ditanya, "Siapa yang lebih utama Mu'āwiyah atau Umar bin Abdil Azīz?" Mendengar pertanyaan ini beliau marah lalu berkata kepada si penanya, "Apakah engkau hendak menyamakan seorang shahabat Nabi dengan seorang tabiin?! Mu'āwiyah adalah shahabat, iparnya Nabi, juru tulisnya yang dipercaya mencatat wahyu!" ~Al-Bidāyah wan Nihāyah (8/130) | Saluran manhajulhaq

Fatwa Lajnah Dāimah, “Syaikh Al-Albāni adalah sosok ulama yang tidak diragukan lagi keilmuannya, keutamaannya, pengagungannya terhadap sunnah. Beliau orang yang berjuang membela madzhab Ahlussunnah wal Jamā’ah dalam mentahdzir sikap ta’asshub (fanatik) dan taqlid buta. Karya-karya beliau sangat bermanfaat dan beliau bukanlah orang yang ma’shūm (terjaga dari kesalahan) sama seperti para ulama lainnya.” ~Fatwa (no. 5981) |  Saluran manhajulhaq

Fatwa Lajnah Dāimah, “Syaikh Al-Albani adalah sosok yang tidak diragukan lagi keilmuannya, keutamaannya, pengagungannya terhadap sunnah. Beliau orang yang berjuang membela madzhab Ahlussunnah wal Jamā’ah dalam mentahdzir sikap ta’asshub (fanatik) dan taqlid buta. Karya-karya beliau sangat bermanfaat dan beliau bukanlah orang yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) sama seperti para ulama lainnya.” ~Fatwa (no. 5981) | Saluran manhajulhaq

photo content

Para ulama yang tergabung dalam komite riset ilmiah dan fatwa menyampaikan, "Orang ini (Hasan As-Saqqāf) rusak akidahnya. Hal itu bisa diketahui dari buku-buku akidah yang dia sebarkan dan kebatilan-kebatilan yang terkandung di dalamnya." ~Fatwa Lajnah Dāimah (16421) | Saluran manhajulhaq

Syaikh bin Bāz dan Syaikh Al-Albāni dahulu memfatwakan JIHAD SECARA INTERNASIONAL di Afganistan melawan Uni Soviet. Rahimahumāllāh. | Saluran manhajulhaq

Apakah Kepemimpinan yang Datang Setelahnya Selalu Lebih Buruk dari Sebelumnya? Ada hadits shahih yang menyebutkan, لا يأتي عليكم زمان إلا والذي بعده شر منه "Akan datang kepada kalian suatu zaman yang zaman itu lebih jelek dari zaman sebelumnya." ~HR. Al-Bukhari (7068) Namun juga ada hadits lain yang menyebutkan, مثل أمتي مثل المطر لا يدرى أوله خير أم آخره "Perumpamaan umatku ibarat hujan, tidak diketahui apakah yang duluan lebih baik dari yang belakangan." ~HR. At-Tirmidzi (2869) Syaikh Al-'Allamah Al-Albanirahimahullah mengatakan dengan mengompromikan kedua hadits di atas bahwa hal itu (yakni yang datang belakangan selalu lebih buruk) tidaklah berlaku secara mutlak; meski pada umumnya demikian. Karena tidak disangsikan lagi bahwa era kepemimpinan Umar bin Abdil Aziz lebih baik dari era sebelumnya yaitu periode setelah Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Begitupula dengan kabar gembira turunnya Nabi Isa 'alaihissalam di akhir zaman dan berkumpulnya beliau bersama Imam Mahdi ketika itu dimana satu kali sujud kaum muslimin lebih baik dari dunia dan seisinya. |  Saluran manhajulhaq

Pernyataan Syaikh Muqbil bin Hâdi Al-Wādi'i bahwa Syaikh Nāshiruddin Al-Albāni adalah bāhits tidak menafikan kedudukan beliau sebagai muhaddits. Syaikh Muqbil mengakui tidak ada di zaman ini ahli hadits yang mengungguli Al-Albāni. Rahimahumāllāh. | Saluran manhajulhaq