Ask The Experts
Kanalga Telegram’da o‘tish
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Ko'proq ko'rsatish1 856
Obunachilar
Ma'lumot yo'q24 soatlar
Ma'lumot yo'q7 kunlar
+2630 kunlar
Postlar arxiv
1 856
Oleh: Dedi Priadi
Hidup adalah permainan catur yang rumit. Terkadang, kita membuat langkah yang salah, langkah yang buruk, dan langkah-langkah itu menghantui kita. Kita merasa terjebak dalam penyesalan atas kesalahan masa lalu.
Namun, pesan dari gambar ini sangat jelas: langkah kita berikutnya jauh lebih penting. Masa lalu adalah bidak yang sudah dimainkan, tidak dapat diubah lagi.
Yang bisa kita kendalikan hanyalah langkah selanjutnya. Mungkin kita pernah gagal dalam pekerjaan, membuat keputusan yang buruk, atau menyakiti orang terdekat.
Fokus pada kesalahan-kesalahan itu hanya akan melumpuhkan kita, membuat kita tidak bisa bergerak maju. Seperti bidak yang membeku, kita kehilangan kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Fokus pada masa depan bukan berarti mengabaikan masa lalu. Sebaliknya, kita belajar darinya. Gunakan kesalahanmu sebagai informasi, bukan sebagai beban yang berat.
Ambil hikmahnya, lalu alihkan perhatian kita untuk membuat keputusan yang lebih bijak, lebih berani, dan lebih baik. Setiap langkah kecil yang kita ambil adalah perbaikan untuk hari esok.
Prosesnya adalah tentang keberanian untuk bangkit, membuat pergerakan baru, dan membangun kembali posisimu di "papan kehidupan" ini. Perlahan ubah kekalahan itu menjadi kemenangan.
Karena hidup bukan tentang seberapa sering kita jatuh, melainkan seberapa cepat kita bangkit dan bermain lagi. Kita selalu punya kesempatan untuk melakukan langkah terbaik kita.
#INISIATIF #TGIF
1 856
🔠🔠🔠🔠🔠2️⃣🔠🔠🔠🔠 🇮🇩
Apakah Timnas Indonesia masih bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 usai kalah 2-3 dari Arab Saudi? Garuda masih memiliki peluang menjadi juara Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, meski kalah 2-3 pada matchday 1 Kamis (9/10/2025), dini hari. Timnas Indonesia masih bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 tanpa melalui play off. Namun, syarat yang harus dipenuhi cukup berat. Jay Idzes dan kawan-kawan harus menang dengan selisih lebih dari 1 gol melawan Irak, sementara di laga pemungkas Irak mengalahkan Arab Saudi dengan skor tipis. Target realistis bagi Timnas Indonesia di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia adalah finis di peringkat 2 klasemen Grup B. Jika berada di peringkat 2, Garuda bakal melaju ke babak play off dan menghadapi runner up Grup A pada bulan November 2025. Apa pun target yang dikejar Timnas Indonesia saat ini, mereka harus menang atas Irak di matchday 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Duel Indonesia vs Irak akan berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 02.00 WIB.Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat 🤔 Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 20.00 WIB 🇲🇨
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#INISIATIFDukungTimnas
1 856
SI PALING JITU 👑
Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Arab Saudi dengan skor 2-3 pada Laga pekan pertama Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang tersaji di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia menjadi juru kunci klasemen sementara Grup B dengan 0 poin, sedangkan Arab Saudi di posisi teratas dengan tiga poin. Pada pekan selanjutnya, Timnas Indonesia menghadapi Irak pada Minggu (12/10/2025). Terus berjuang Garuda 🇮🇩Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Arab Saudi menang selain opsi skor di atas dan - Titik Putih (Penalti) Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Kamis, 9 Okt 2025 (hari ini) maks pukul 14.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas
1 856
THE SNOWBALL SYSTEM 🔥
Oleh: Dedi Priadi
Kita sering terjebak dalam mitos bahwa kesuksesan besar hanya datang dari lompatan raksasa atau bakat luar biasa. Namun, rasionalitas mengajarkan kita prinsip kebergandaan (𝘱𝘳𝘪𝘯𝘤𝘪𝘱𝘭𝘦 𝘰𝘧 𝘮𝘶𝘭𝘵𝘪𝘱𝘭𝘪𝘤𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯): bahwa dampak terbesar justru lahir dari akumulasi tindakan kecil yang diulang secara konsisten.
Inilah pelajaran tentang 𝘮𝘰𝘮𝘦𝘯𝘵𝘶𝘮—bahwa setiap langkah kecil, meskipun terasa tidak signifikan saat ini, sebenarnya adalah investasi yang mengubah 𝘪𝘯𝘦𝘳𝘴𝘪𝘢 menjadi kekuatan yang tak terhentikan di masa depan. Kita harus mulai menghargai ketekunan harian (𝘥𝘢𝘪𝘭𝘺 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘵𝘦𝘯𝘤𝘦) di atas letupan semangat sesekali.
Semuanya dimulai dengan Tahap 1: Dorongan (Memulai Dari Hal Kecil). Pikirkan: satu halaman buku yang dibaca, sepuluh menit jalan pagi, atau membereskan satu sudut meja. Mulailah dengan tindakan yang begitu kecil sehingga terasa mustahil untuk gagal. Dorongan awal ini adalah tentang mengatasi inersia dan menciptakan gerakan pertama yang sangat kecil.
Selanjutnya, Anda memasuki Tahap 2: Mulai Menggelinding (Membangun Konsistensi). Perkembangan diri adalah kebiasaan, dan setiap pencapaian kecil berturut-turut membuat yang berikutnya lebih mudah. Kepercayaan diri Anda tumbuh, disiplin Anda terasah, dan bola salju keterampilan Anda mulai mengumpulkan 𝘮𝘢𝘴𝘴𝘢 awalnya. Konsistensi adalah mesin senyap dari semua perubahan besar.
Kemudian datang Tahap 3: Mengumpulkan Massa (Pertumbuhan Berlipat Ganda). Tindakan kecil mulai menumpuk. Pengetahuan mulai terserap mendalam. Kemampuan Anda semakin terasah, dan apa yang Anda kerjakan dengan tenang mulai menghasilkan hasil yang nyata. Ini adalah tahap ajaib di mana upaya Anda diperkuat, berkat kekuatan pertumbuhan majemuk (𝘤𝘰𝘮𝘱𝘰𝘶𝘯𝘥 𝘨𝘳𝘰𝘸𝘵𝘩).
Akhirnya, Anda mencapai Tahap 4: Kekuatan Tak Terhentikan (Dampak Eksponensial). Keahlian Anda mulai diakui. Peluang baru menemukan Anda. Kemenangan masa lalu menciptakan kemampuan masa depan, dan kesuksesan menjadi tak terhindarkan. Bola salju (𝘴𝘯𝘰𝘸𝘣𝘢𝘭𝘭) diri Anda sekarang menjadi longsoran pencapaian, sebuah bukti dari kekuatan tindakan terfokus yang gigih.
Ilmu pengetahuan mengkonfirmasi hal ini: kemenangan kecil memicu pelepasan dopamin, mendorong lebih banyak tindakan. Kemajuan, bukan tuntutan kesempurnaan, adalah apa yang benar-benar membuat kita terus maju. Setiap kemenangan kecil memperkuat keyakinan bahwa Anda mampu melakukan pekerjaan itu.
Sistem ini sangat mudah untuk dimulai: Pilih satu kebiasaan baru (misalnya, belajar bahasa asing). Lakukan setiap hari selama lima hari berturut-turut. Rayakan penyelesaian Anda, dan lacak upaya mingguan Anda. Jangan ukur keberhasilan dengan hasil akhir yang besar; ukur tindakan harian Anda, karena tindakan Anda adalah benih nyata kesuksesan diri.
Jangan pernah meremehkan kekuatan satu dorongan kecil yang terarah dengan baik. Kesuksesan masa depan Anda tidak menunggu keajaiban atau bakat tiba-tiba; ia menunggu tindakan kecil Anda berikutnya yang disengaja.
Pergilah ciptakan gulungan pertama itu, karena momentum akan membuat kemauan menjadi usang, dan kesuksesan Anda tak terhindarkan!
"𝘈𝘮𝘢𝘭 (𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯) 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘰𝘯𝘴𝘪𝘴𝘵𝘦𝘯 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵.”
#INISIATIF
1 856
Live report Tim Ganda Eksekutif Tenis Meja BPJS Kesehatan berhasil menang 🇮🇩🏆
Update terus di sini:
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=MWtwYWo4NXA3YjY1
1 856
SATU NEGARA, BERJUTA DOA 🇮🇩
286.693.693 jiwa. Enam agama. Satu tekad.
Berbeda keyakinan, bersatu dalam harapan yang sama.
Doa mengalir dari segala penjuru negeri dan dunia, untuk satu mimpi besar : 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐤𝐞 𝐏𝐢𝐚𝐥𝐚 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚 𝟐𝟎𝟐𝟔.
Kami satu, karena kami Indonesia 🔥
#INISIATIFDukungTimnas
1 856
First impression kerja di BPJS Kesehatan?
“Rasanya… kayak nemuin tempat yang nggak cuma ngajarin kerja, tapi juga makna.” ❤️
💬 ceritain first impression-mu di sini
https://www.instagram.com/reel/DPh6Qp9iZ-g/?igsh=NzlhNGF1YmdmNzc2
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
1 856
Repost from BPJS Kesehatan Badminton Community
Yuk kita doakan, dukung dan saksikan tim Bulutangkis BPJS Kesehatan di perhelatan Pornas Korpri Tahun 2025.
Menang kalah itu biasa, tapi daya juang dilapangan harus kita tujukan ! Pacak Nian !
https://www.instagram.com/p/DPh1OCEkjlk/?igsh=cWhqOWR0ZjhydTI=
1 856
MOTIVASI < DISIPLIN 🏆
oleh: Dedi Priadi
Mengapa semangat awal yang berapi-api cepat padam, sementara usaha kecil yang dilakukan terus-menerus selalu berhasil membawa kita pada tujuan? 👍
𝘔𝘰𝘵𝘪𝘷𝘢𝘴𝘪 ibarat kembang api yang memukau, tapi tidak bisa diandalkan. Perjalanan besar butuh komitmen kuat, yaitu 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘱𝘭𝘪𝘯, yang pasti bertahan lebih lama dari semangat sesaat.
Perbedaan kuncinya adalah bahwa motivasi membuat Anda 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪; disiplin membuat Anda 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯. Motivasi menunggu, disiplin mengambil tindakan. Disiplin adalah keputusan aktif untuk hadir tanpa peduli bagaimana perasaan Anda.
Motivasi sifatnya tidak menentu, sangat bergantung pada suasana hati atau faktor eksternal. Ketika pekerjaan menjadi sulit atau membosankan, motivasi akan pergi, meninggalkan Anda sendirian di saat Anda paling membutuhkannya.
Disiplin adalah proses menetapkan standar pribadi yang tak terpatahkan dan komitmen untuk memenuhinya. Disiplin mengubah tugas berat menjadi kebiasaan otomatis. Dengan hadir setiap hari, Anda membuktikan bahwa diri Anda dapat diandalkan.
Konsistensi inilah yang menghasilkan hasil nyata. Bukan lompatan besar, melainkan tindakan kecil yang terakumulasi. Pemenang maraton adalah mereka yang punya kedisiplinan untuk mempertahankan kecepatan, bukan yang paling cepat di awal.
𝘋𝘪𝘴𝘤𝘪𝘱𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘪𝘴 𝘢 𝘴𝘺𝘴𝘵𝘦𝘮, 𝘢𝘯𝘥 𝘮𝘰𝘵𝘪𝘷𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘪𝘴 𝘢 𝘮𝘰𝘰𝘥. Disiplin adalah sebuah sistem, dan motivasi adalah suasana hati. Dan dalam jangka panjang, sistem akan selalu menang. 🔥
#INISIATIF
1 856
Menjelang Hari H, Cabor Badminton terus mempersiapkan diri 🔥🇮🇩
Update seluruh rangkaian kegiatan Pornas Korpri bisa dicek di story IG Life at BPJS Kesehatan 👇
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=MWtwYWo4NXA3YjY1
1 856
HIDUP INI SEDANG MENGHUKUM MENGAJAR 💪🔥
Oleh: Suluksalik
"Mungkin segala sesuatu yang dulu kamu kira menenggelamkanmu, sebenarnya sedang mengajarkanmu cara berenang."
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa penderitaan tidak selalu berarti akhir, melainkan bisa jadi proses pendewasaan.
Ketika hidup melemparkan kita pada situasi berat—rasa sakit, kegagalan, kehilangan—kita sering merasa seolah sedang “tenggelam”. Nafas sesak, pandangan gelap, dan harapan seakan habis.
Namun, justru di titik itulah kita belajar kekuatan yang sebelumnya tidak pernah kita sadari.
Seperti seseorang yang terpaksa belajar berenang karena tercebur ke air, kita pun seringkali menemukan cara bertahan hidup saat kondisi memaksa. Masalah yang terasa hendak menenggelamkan, perlahan menjadi guru yang melatih otot keberanian, kesabaran, dan kebijaksanaan kita.
Jika direnungkan, mungkin tanpa badai-badai itu kita tidak pernah benar-benar tumbuh. Luka yang dulu ingin kita lupakan, kini menjelma pijakan. Air yang dulu menakutkan, sekarang justru menjadi ruang kita belajar bergerak lebih luwes.
Jadi, mungkin bukan “hidup sedang menghukum”, melainkan “hidup sedang mengajar”.
Apa yang kamu kira akan mengakhiri langkahmu, ternyata justru sedang mengajarkanmu cara melangkah lebih kuat.
#INISIATIF
1 856
PIKIRAN = TAKDIR 👍
Oleh: Dedi Priadi
Pikiran kita bagaikan bibit. Pikiran yang kita tanam, baik maupun buruk, akan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar dalam hidup kita.
Pepatah Arab mengatakan, "Pikiranmu adalah takdirmu." Tentu ini bukan sekadar kata-kata puitis, melainkan cerminan dari sebuah proses yang sangat nyata, seperti deretan domino yang saling terkait.
Semuanya berawal dari pikiran. 𝘗𝘪𝘬𝘪𝘳𝘢𝘯 yang terus-menerus kita biarkan berputar dalam benak akan mengalir keluar menjadi 𝘬𝘢𝘵𝘢-𝘬𝘢𝘵𝘢.
Kata-kata yang kita ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, akan memengaruhi bagaimana kita bertindak.
𝘛𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 yang diulang-ulang akan membentuk 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯, dan kebiasaan inilah yang kemudian mengukir 𝘬𝘢𝘳𝘢𝘬𝘵𝘦𝘳 kita. Pada akhirnya, karakter itulah yang menjadi 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 kita.
Jika kita membiarkan pikiran-pikiran negatif dan keraguan menguasai, kita sedang menanam benih kegagalan.
Sebaliknya, jika kita fokus pada pemikiran yang optimis, kita sedang membuka jalan menuju banyak kesempatan. Seperti yang dikatakan oleh Louis Pasteur, "𝘊𝘩𝘢𝘯𝘤𝘦 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘳𝘴 𝘰𝘯𝘭𝘺 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘳𝘦𝘱𝘢𝘳𝘦𝘥 𝘮𝘪𝘯𝘥." Peluang hanya berpihak pada pikiran yang siap.
Kesiapan itu dimulai dari pikiran yang kita kelola. Kita adalah arsitek dari takdir kita sendiri, dan bahan bakunya adalah pikiran. Kelola pikiran kita dengan bijak, dan ia akan menuntun kita pada takdir yang kita inginkan.
"𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘮𝘣𝘢-𝘒𝘶."
#INISIATIF
1 856
Pantengin terus IG @lifeatbpjskesehatan ya!
https://www.instagram.com/lifeatbpjskesehatan?igsh=N2lpOXp5YndnYzZh
Mulai hari ini kita bakal hadir langsung dari gelanggang PORNAS KORPRI 2025 di Palembang!
Stay tuned buat liputan eksklusif, momen behind the scene, dan semangat para atlet terbaik BPJS Kesehatan di arena! 🏆
#LifeAtBPJSKesehatan #PejuangJKN
1 856
Kuis Tebak Skor Indonesia Vs Arab Saudi 🇲🇨
3 Voucher Ovo/Gopay/Dana masing-masing 50K buat 3 Orang Beruntung (total 150K)
Wajib Ikuti syarat!!!
https://www.instagram.com/p/DPYnypyE4Mo/?igsh=OGoweGppNmJuZWE0
#INISIATIFDukungTimnas
1 856
SEORANG TEMAN MENINGGAL 😭
oleh: Budiman Hakim
Hari itu kami melayat seorang sahabat yang wafat. Di sebuah rumah yang dipenuhi kursi2 sewaan, suasana duka menempel di dinding seperti bayangan yang enggan pergi.
Orang-orang duduk berjejer. Sebagian sibuk saling berbisik. Sebagian lagi menunduk dengan tatapan kosong. Seakan kematian selalu datang terlalu cepat, meski sudah pasti. Satu persatu, kami menyalami orang-orang yang ada.
“Istrinya mana?” tanya saya pada salah seorang kerabat almarhum.
"Mereka sudah lama pisah. Jadi nggak datang.”
Jawaban itu membuat udara di sekitar saya semakin pengap. Saya coba bertanya lagi, kali ini lebih hati-hati, “Kalau anaknya mana?”
Dan jawaban yang keluar terasa lebih menyesakkan: “Anaknya sudah ditelepon, tapi nggak bisa datang. Katanya, di kantor lagi banyak kerjaan.”
Darah saya seketika membeku. Saya gak siap menerima jawaban itu. Bayangkan! Seorang ayah meninggal, tubuhnya terbujur kaku di ruang tamu, tapi anak kandungnya bilang nggak bisa datang karena banyak kerjaan.
Di komunitas kami, almarhum dikenal sebagai teman yang sangat baik. Dia selalu ceria dan helpful. Jadi di kepala kami selama ini tergambar, pastilah keluarganya sangat ideal. Nyatanya? Ck...ck...ck...
Tapi di saat yang sama, saya sadar, hidup sering lebih rumit daripada kalimat sederhana yang keluar dari mulut seseorang.
Mungkin, ada luka lama yang nggak pernah dibicarakan. Ada retakan hubungan yang tak pernah dijahit kembali, hingga akhirnya yang tersisa hanyalah formalitas: telepon, pesan singkat, lalu alasan untuk tidak datang.
Atau mungkin, dan ini yang paling menyakitkan, anak itu sudah lama merasa ayahnya bukan lagi rumah, tapi sekadar nama di kartu keluarga.
Mungkin, anak itu benar-benar terikat sistem kerja yang kejam. Sistem yang bikin manusia lebih takut kehilangan gaji daripada kehilangan kesempatan terakhir melihat wajah bapaknya. Mana yang benar? Saya gak pernah tau.
Yang jelas, saya melihat ada kursi kosong yang teriakannya lebih keras dibanding tangisan siapa pun. Kursi kosong itu berbicara tentang jarak yang tak terjembatani. Tentang luka yang terlalu dalam untuk dijelaskan. Tentang dunia yang perlahan kehilangan arah. Ketika seorang anak bisa memilih kerja di kantor daripada bersimpuh di sisi jenazah ayahnya.
Selesai pemakaman, kami pun pulang dengan hati yang pepat, sambil bertanya dalam hati, 'Apa sebenarnya yang lebih mahal dari detik terakhir menatap wajah orang tua?'
Sebuah keluarga, barangkali, baru benar-benar diuji bukan saat kita lahir dari rahim yang sama. Bukan saat kita makan di meja yang sama, tapi di saat kematian tiba. Kalau di detik terakhir pun kita tak bisa datang mengantarkan doa, lalu apa arti semua ikatan yang pernah ada?
Keluarga, pada akhirnya, bukan tentang darah yang mengalir, tapi tentang keberanian untuk hadir. Seburuk apa pun hubungan yang ada.
#INISIATIF #Weekend #KetahananKeluarga
1 856
+3
✨ 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗪𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗠𝗨𝗦𝗧𝗔𝗛𝗜𝗟𝗔𝗡 ✨
Simulasi #WCQ2026 AFC R4 yang dilansir Football Meets Data memberikan kabar buruk bagi timnas Indonesia. 🇮🇩
Dari enam partisipan di babak ini, Indonesia disebutkan paling sulit untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026, yakni sebagai pemuncak klasemen Grup B. ❌
Sedangkan Arab Saudi dan Qatar, yang bertindak sebagai tuan rumah, difavoritkan untuk melaju. ⏩
Masih ada jalur alternatif melalui ronde 5 dengan finis kedua di grup, tapi kansnya juga tidak begitu besar. 📉
Pada akhirnya, simulasi ini hanyalah prediksi di atas kertas. Garuda masih berkesempatan untuk membuktikan diri di atas lapangan pada 9 dan 12 Oktober mendatang. 🤞🇮🇩
