ru
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

Открыть в Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

Больше
1 856
Подписчики
Нет данных24 часа
Нет данных7 дней
+2730 день
Архив постов
🚀🚀🚀🚀🚀 Siap adu cepat, adu kompak, dan adu strategi? Saatnya tunjukkan versi terbaikmu di Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehata
🚀🚀🚀🚀🚀 Siap adu cepat, adu kompak, dan adu strategi? Saatnya tunjukkan versi terbaikmu di Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026 🎉🇲🇨 Seperti tahun-tahun sebelumnya, COMMIT Ask The Experts (ATE) kembali menghadirkan lomba seru, fun, dan meaningful khusus untuk seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia yang selalu kompetitif dan penuh semangat. Lomba favorit tahunan seperti Ranking 1 ATE dan Family 100 ATE kembali hadir untuk menguji pengetahuan, kekompakan, serta daya juangmu. Tahun ini semakin spesial dengan hadirnya lomba pendatang baru, yaitu Number Detective ATE 🕵️‍♂️, sebuah kompetisi penuh strategi dan penalaran yang siap bikin kamu berpikir keras, tapi tetap seru 🔥 🔗 Pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga maks Kamis, 30 April 2026 melalui tautan berikut: 🏆 Family 100 https://forms.cloud.microsoft/r/sPkDusNFzA 🏆 Ranking 1 https://forms.cloud.microsoft/r/LdyVq46ZQr 🏆 Number Detective https://forms.cloud.microsoft/r/Ut1x56vejB Yuk, jangan cuma jadi penonton. Ajak tim terbaikmu, daftar sekarang, dan jadilah bagian dari kemeriahan terbesar HUT BPJS Kesehatan tahun ini 🚀 #SemarakHUT58BPJSKesehatan #INISIATIF

WATAK ASLI SESEORANG AKAN TERLIHAT SAAT IA BERADA DALAM 5 KONDISI INI: Watak sejati sering tidak terlihat saat keadaan nyaman
WATAK ASLI SESEORANG AKAN TERLIHAT SAAT IA BERADA DALAM 5 KONDISI INI: Watak sejati sering tidak terlihat saat keadaan nyaman, tetapi muncul saat hidup menguji. Lima kondisi ini membantu kita membaca karakter orang lain, sekaligus bercermin pada diri. 1. Under Pressure Saat seseorang berada di bawah tekanan, watak aslinya muncul. Apakah tetap tenang, jujur, dan bijak, atau mudah menyakiti, menyalahkan, dan panik. 2. Holding Power Ketika seseorang memiliki kuasa, terlihat isi batinnya. Kekuasaan sering menyingkap apakah ia rendah hati, adil, atau justru cenderung mengendalikan. 3. Facing Loss Saat kehilangan sesuatu yang berharga, terlihat kedalaman jiwanya. Ada yang tumbuh dalam penerimaan, ada yang berubah keras, pahit, dan penuh kemarahan. 4. Receiving Criticism Ketika menerima kritik, watak asli teruji. Orang dewasa bertumbuh lewat masukan, sementara ego yang rapuh sering bereaksi defensif, menyerang, atau menolak belajar. 5. Having Nothing to Gain Saat tak ada keuntungan yang bisa diperoleh, terlihat ketulusan seseorang. Apakah ia tetap berbuat baik, atau hanya hadir ketika ada manfaat pribadi. #INISIATIF #TGIF

Efisiensi bukan sekadar hemat, tapi cara kita bekerja lebih bijak 😇 Di BPJS Kesehatan, efisiensi operasional adalah budaya.
+9
Efisiensi bukan sekadar hemat, tapi cara kita bekerja lebih bijak 😇 Di BPJS Kesehatan, efisiensi operasional adalah budaya. Bukan mengurangi kualitas, tapi memastikan energi, waktu, dan sumber daya digunakan untuk hasil yang optimal sekaligus berkelanjutan 🇲🇨 Bagaimana denganmu? yuk share 👇 https://www.instagram.com/p/DXeG_GQCTwU/?igsh=dnl5Nmx2czI4eXJ4

Oleh: Muhammad Farid Maricar Dari video pak Anies Baswedan ini, saya baru tahu definisi rasional. Rasional sering kali disala
Oleh: Muhammad Farid Maricar Dari video pak Anies Baswedan ini, saya baru tahu definisi rasional. Rasional sering kali disalahpahami sebagai sesuatu yang kaku, dingin, dan jauh dari emosi. Padahal, rasional bukan berarti tanpa perasaan. Rasional adalah kemampuan untuk membandingkan, menimbang, dan memilih dengan sadar. Kata “rasional” sendiri berasal dari rasio, yang berarti perbandingan. Artinya, seseorang disebut rasional bukan karena ia selalu benar, tetapi karena ia mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan. Karena itu, saya ingin membahas dengan menggunakan bahasa saya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya terus dihadapkan pada pilihan. Pilihan A atau B, setuju atau tidak, percaya atau meragukan. Namun, tidak semua orang benar-benar membandingkan sebelum memilih. Di sinilah letak perbedaannya. Orang yang rasional akan bertanya beberapa hal, semisal apa konsekuensinya? Apa alternatifnya? Mana yang lebih masuk akal? Sementara orang yang tidak rasional cenderung langsung memilih tanpa proses berpikir yang cukup. Pertanyaannya, apakah memilih berdasarkan perasaan, semisal pasangan, tidak bisa dikategorikan dengan rasional? Sedangkan kita punya preferensi untuk memiliki perasaan lebih condong pada A atau B? Justru di sinilah letak menariknya. Memilih berdasarkan perasaan tidak otomatis menjadi tidak rasional. Yang membuatnya tidak rasional bukan karena ada perasaan, tetapi karena tidak ada proses membandingkan di baliknya. Perasaan itu sendiri adalah bagian dari diri kita. Ia memberi sinyal semisal rasa nyaman atau tidak, cocok atau tidak, tenang atau gelisah. Masalahnya, banyak orang berhenti di situ. Mereka merasa cocok, lalu langsung memutuskan. Padahal, perasaan seharusnya menjadi input, hanya salah satu dari banyak variabel, bukan sebagai parameter utama untuk langsung memutusan keputusan akhir. Misalnya dalam memilih pasangan. Kita bisa saja merasa lebih nyaman dengan seseorang. Itu wajar. Tapi orang yang rasional tidak berhenti di “saya merasa cocok”. Ia akan lanjut dengan pertanyaan semisal : 1. Apakah nilai hidup kami sejalan? 2. Bagaimana cara dia menyelesaikan masalah? 3. Apa konsekuensi jangka panjangnya? Dengan begitu, perasaan tetap ada, tapi diolah. Berbeda dengan kondisi ketika seseorang memilih hanya karena “saya suka”, tanpa mau melihat alternatif lain, tanpa mau mempertimbangkan risiko, tanpa mau membandingkan, maka di situlah keputusan menjadi tidak rasional. Bukan karena ada perasaan, tapi karena perasaan dibiarkan mengambil alih tanpa pikir panjang. Menariknya, dalam banyak keputusan penting di hidup, justru kombinasi antara perasaan dan rasionalitaslah yang paling kuat. Perasaan membantu kita memahami apa yang penting bagi diri kita, sementara rasionalitas membantu memastikan bahwa pilihan itu masuk akal untuk dijalani dalam jangka panjang atau tidak. Jadi, mungkin yang perlu diubah bukanlah “jangan pakai perasaan”, melainkan jangan berhenti di perasaan. Karena pada akhirnya, rasional bukan tentang menjadi dingin tanpa emosi, tapi tentang memastikan bahwa setiap keputusan, termasuk yang melibatkan perasaan, tetap melalui proses berpikir yang sadar. Wallahu 'alam bish showab #INISIATIF

😂🤣🥲☺️😊🙂 Kerjaan numpuk, tuntutan datang dari mana-mana, belum lagi drama relasi di rumah atau di kantor, rasanya capekny
😂🤣🥲☺️😊🙂 Kerjaan numpuk, tuntutan datang dari mana-mana, belum lagi drama relasi di rumah atau di kantor, rasanya capeknya bukan cuma fisik, tapi juga mental. Tanpa sadar, kita jadi terus “bertahan” tanpa tahu batas. Padahal, menjaga kewarasan itu sama pentingnya dengan mengejar target. Di webinar ATE kali ini, kita bakal ngobrolin gimana caranya tetap mental balance di tengah tekanan relasi yang datang dari dua dunia sekaligus 🫣 Di kelas ini, kamu akan diajak memahami tanda-tanda toxic relationship, cara mengelola emosi, sampai gimana menetapkan boundaries tanpa rasa bersalah. Karena kamu berhak punya ruang yang sehat, baik di rumah maupun di tempat kerja. Yuk, mulai jaga diri dari sekarang ❤️
📱 Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas) #INISIATIF

😂🤣🥲☺️😊🙂 Kerja keras boleh, tapi sampai tumbang? Jangan. Di tengah rutinitas yang nggak ada pause, banyak dari kita lupa
😂🤣🥲☺️😊🙂 Kerja keras boleh, tapi sampai tumbang? Jangan. Di tengah rutinitas yang nggak ada pause, banyak dari kita lupa kalau produktif itu bukan soal seberapa sibuk, tapi seberapa sadar kita mengelola energi. Webinar ATE kali ini bakal ngebahas konsep Mindful Hustle, gimana tetap ngegas tanpa harus ngorbanin kesehatan mental. Karena kerja jalan itu penting, tapi mental tetap aman itu wajib 🥳 Di kelas ini, kamu akan diajak memahami cara kerja tanpa burnout, mengenali batas diri, dan membangun ritme kerja yang lebih sehat dan sustain. Biar nggak cuma kejar target, tapi juga tetap waras sepanjang perjalanan. Yuk, upgrade cara kerjamu jadi lebih mindful 👏
📱 Stay tuned di Grup Telegram ATE (Khusus Internal Pegawai & PATT BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
🎁 Ilmu + 2 JP + Doorprize (3 orang beruntung di sesi kelas) #INISIATIF

Masih dalam semangat Hari Kartini. Ijin share tulisan dari salah satu Leader kita di BPJS Kesehatan yang berbagi kisah tentang Bundo Siti Rohana Kudus, sosok perempuan hebat yang kisahnya tetap relevan sampai sekarang 🇲🇨 Semoga inspirasinya bisa jadi tambahan bahan bakar semangat bagi kita semua untuk terus melangkah dan berkarya 🔥 Silakan 👇 https://telegra.ph/Mengenal-lebih-dekat-Bundo-Siti-Rohana-Kudus-04-21 #INISIATIF

Kartini hari ini… ada di sekitar kita. Semangatnya terus hidup dalam perempuan-perempuan hebat yang hari ini berkarya di BPJS
+5
Kartini hari ini… ada di sekitar kita. Semangatnya terus hidup dalam perempuan-perempuan hebat yang hari ini berkarya di BPJS Kesehatan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat 🥰 Mereka hadir dalam berbagai peran, menjalankan tanggung jawab dengan dedikasi, ketulusan, dan komitmen untuk melayani. Setiap langkah kecil yang dilakukan, menjadi bagian dari upaya besar menghadirkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia 🇮🇩 Selamat Hari Kartini 🌼 Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh perempuan hebat di BPJS Kesehatan yang terus berkontribusi dan menginspirasi Kartini hebat BPJS Kesehatan mana suaranya? yukkk sharing di sini👇 https://www.instagram.com/p/DXZBWuyiZAV/?igsh=MWViaHNtMGNnOWt0ZQ==

Kartini hari ini… ada di sekitar kita. Semangatnya terus hidup dalam perempuan-perempuan hebat yang hari ini berkarya di BPJS
+9
Kartini hari ini… ada di sekitar kita. Semangatnya terus hidup dalam perempuan-perempuan hebat yang hari ini berkarya di BPJS Kesehatan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat 🥰 Mereka hadir dalam berbagai peran, menjalankan tanggung jawab dengan dedikasi, ketulusan, dan komitmen untuk melayani. Setiap langkah kecil yang dilakukan, menjadi bagian dari upaya besar menghadirkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia 🇮🇩 Selamat Hari Kartini 🌼 Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh perempuan hebat di BPJS Kesehatan yang terus berkontribusi dan menginspirasi Kartini hebat BPJS Kesehatan mana suaranya? yukkk sharing di sini👇 https://www.instagram.com/p/DXZBWuyiZAV/?igsh=MWViaHNtMGNnOWt0ZQ==

Oleh: Dedi Priadi Di balik setiap langkah besar yang kita ayunkan, terdapat energi senyap yang bekerja tanpa henti. Ilustrasi
Oleh: Dedi Priadi Di balik setiap langkah besar yang kita ayunkan, terdapat energi senyap yang bekerja tanpa henti. Ilustrasi gunung es ini mengingatkan bahwa keberhasilan bukanlah sekadar akumulasi kecerdasan semata. Apa yang dunia puji sebagai kerja keras hanyalah puncak kecil di permukaan. Sejatinya, kesuksesan kita ditopang oleh samudera doa Ibu yang kedalamannya tidak akan pernah bisa kita ukur. Secara spiritual, doa Ibu adalah akar tunggang yang menghujam ke kedalaman jiwa. Tanpanya, pohon kehidupan kita akan rapuh dan mudah tumbang saat diterjang badai ujian yang datang silih berganti. Ketahuilah bahwa setiap kemudahan yang Anda temui hari ini adalah resonansi cinta dari langit. Ada getaran frekuensi tulus yang Ibu pancarkan dalam sujud rahasianya saat dunia sedang tertidur. Saat Anda merasa mampu menyelesaikan masalah pelik, sebenarnya pintu langit sedang terbuka lebar. Doa Ibu bekerja sebagai kunci magnetik yang menarik pertolongan Tuhan ke dalam setiap urusan. Jangan biarkan ego membuat kita merasa hebat karena keringat sendiri. Ingatlah, satu helai napas keberhasilan kita mungkin jawaban langsung atas satu tetes air mata kerinduan dari Ibu. Sungguh, kedudukan doa seorang Ibu kepada anaknya itu bagaikan doa Nabi kepada umatnya. Ia mengandung syafaat, perlindungan, serta bimbingan spiritual yang mampu menembus batas-batas kemanusiaan yang terbatas. Selagi sosoknya masih ada, jagalah pintu cahaya menuju Arsy itu dengan penuh khidmat. Karena restu yang mengalir dari hatinya jauh lebih berharga daripada seluruh harta dan takhta dunia. Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, namun doa Ibu adalah jembatan cahaya yang menuntun pulang. Ia memberikan rasa aman spiritual yang membuat kita tetap teguh di tengah badai kehidupan. Berusahalah dengan penuh kesungguhan dan kejujuran, namun jangan pernah melepaskan pegangan pada doa suci tersebut. Keselarasan antara ikhtiar kita dan ridha Ibu akan membuahkan ketenangan yang sangat mendalam. Jadikanlah baktimu sebagai melodi terindah bagi hatinya. Sebab, puncak gunung es kebahagiaanmu hanya akan bertahan lama jika berdiri kokoh di atas luasnya samudera keikhlasan dan doa Ibu.
Btw, Selamat Hari Kartini buat para Ibu dan Perempuan hebat di BPJS Kesehatan ❤️
#INISIATIF

Oleh: Tom MC Ifle Sekecil apapun tugasnya, itu adalah kontribusi. Menganggap remeh pekerjaan tim dengan kalimat "Halah, gitu
Oleh: Tom MC Ifle Sekecil apapun tugasnya, itu adalah kontribusi. Menganggap remeh pekerjaan tim dengan kalimat "Halah, gitu doang mah gampang" adalah cara tercepat buat menurunkan motivasi mereka. Menghargai itu sederhana: Cukup jangan kurangi harga diri mereka sebagai profesional. Fokus ke respect, maka loyalitas akan ikut 🤝 #INISIATIF

DIAGNOSIS YANG MENENTUKAN NASIB PEKERJA ⚠️ Berapa banyak PAK yang tidak pernah terdiagnosis, dan akhirnya dibayar oleh skema
DIAGNOSIS YANG MENENTUKAN NASIB PEKERJA ⚠️ Berapa banyak PAK yang tidak pernah terdiagnosis, dan akhirnya dibayar oleh skema yang salah? Saat diagnosis meleset: JKK tidak bekerja, JKN menanggung, data bias, kebijakan ikut bias. Ini bukan sekadar isu klinis. Ini isu hak sehat bagi pekerja. Menyambut Hari Pekerja Dunia, 1 Mei, (May Day) menuntut kita jujur: apakah sistem kita sudah cukup tajam sejak diagnosis pertama? 🗓 Sabtu, 25 April 2026 ⏰ 13.00 WIB – selesai 📍 Zoom 💰 Biaya Registrasi: 50K 🎁 Doorprize menarik di akhir acara 📲 Daftar: https://forms.gle/bQ5U51fMgt13Bqob8 📞 Info: 0812-1226-5255 (Widya) Karena yang dipertaruhkan bukan hanya klaim, tapi keadilan bagi pekerja. #PERDOKJASI #JKN #JKK #PAK #InsuranceMedicine

Tor Monitor Ketua, anggota mau lapor ketua 😆 Di BPJS Kesehatan, kami percaya bahwa kerja yang optimal dimulai dari tubuh yan
Tor Monitor Ketua, anggota mau lapor ketua 😆 Di BPJS Kesehatan, kami percaya bahwa kerja yang optimal dimulai dari tubuh yang sehat dan tim yang saling terhubung 🇲🇨 Gimana dengan di unit kerja mu? Tulis di kolom komentar yah 👇 https://www.instagram.com/reel/DXO1Q-NCSXe/?igsh=MTdzZmI0bGZud3dnOQ==

Oleh: Dedi Priadi Kemarahan adalah api yang tak pernah mengenal kata cukup. Ia datang bukan untuk menerangi, melainkan untuk
Oleh: Dedi Priadi Kemarahan adalah api yang tak pernah mengenal kata cukup. Ia datang bukan untuk menerangi, melainkan untuk melahap kewarasan dengan cepat, mengubah ruang berpikir yang semula lapang menjadi sesak oleh asap hitam yang memerihkan mata nurani kita. Bayangkanlah sebuah belanga yang diletakkan di atas tungku yang menderu. Air di dalamnya tak lagi setia pada sifat dasarnya yang tenang; ia melompat, menggeliat, dan pecah menjadi riak yang kacau, sehingga bayangan wajah kita pun tak sanggup lagi tertangkap dengan jujur. Begitu pulalah kebenaran saat amarah memuncak. Ia menjadi kabur, tersembunyi di balik uap ego yang menutup jalan bagi akal sehat untuk melihat dunia apa adanya. Tanpa kejernihan, setiap pemandangan hanyalah distorsi dari kebencian yang kita pelihara sendiri. Akal sehat kita ibarat sekoci kecil di tengah samudera yang sedang mengamuk. Saat badai emosi datang, kita sering merasa berkuasa dengan hentakan ombak, padahal saat itulah kita sebenarnya sedang kehilangan kendali paling dasar atas kemudi diri kita sendiri. Keputusan yang diambil saat batin mendidih hanyalah penyesalan yang sedang menunggu waktu untuk melukai kembali. Sebab, rasionalitas adalah tamu yang halus; ia tak akan sudi masuk ke rumah batin yang sedang gaduh, panas, dan penuh amuk. Ada kearifan tua yang mengingatkan agar jangan pernah mengikat janji saat sedang terlampau bahagia. Kegembiraan yang meluap bisa menjadi mabuk yang menyesatkan, membuat kita mengobral komitmen yang kelak akan terasa sangat berat untuk dipikul. Maka, janganlah pula membalas perkara saat amarah sedang bertahta. Menahan diri di titik didih memang terasa pahit di pangkal lidah, namun kesabaran itu sebenarnya akan terasa lebih manis daripada madu di masa depan nanti. Ketangguhan (𝘳𝘦𝘴𝘪𝘭𝘪𝘦𝘯𝘤𝘦) adalah tentang seberapa keras kita mampu berteriak menantang keadaan. Ia justru terletak pada kesanggupan batin untuk tetap diam, teguh, dan jernih di saat badai perasaan sedang mengguncang dinding-dinding kesadaran kita. Pada akhirnya, saat api dipadamkan dan air kembali tenang, kejernihan pun akan muncul secara alami. Di sanalah kita menemukan kembali diri yang sempat hilang, melihat kebenaran yang sederhana tanpa campur tangan amarah yang menyesatkan. #INISIATIF #TGIF

3 SRIKANDI 🏆 Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi421💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ Ofi Ka
3 SRIKANDI 🏆 Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi421💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ Ofi Kamilata – KC Pasuruan 2️⃣ @Seradell – KC Cikarang 3️⃣ @Nodie_S – Kesekretariatan Dewas Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di event ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive 🏆 https://www.instagram.com/p/DXLdhsJEwwr/?igsh=bG14MndlZHZtNW1m #INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE

Ada satu jenis luka yang tidak terlihat, tapi diam-diam mengubah cara seseorang menjalani hidupnya. Ia tidak berisik, tidak selalu tampak, tapi hadir dalam bentuk yang “terlihat baik”, terlalu perfeksionis, terlalu defensif, terlalu sering menghindar. Banyak orang mengira itu sekadar karakter. Padahal, bisa jadi itu adalah hidden shame, rasa malu yang tersembunyi, yang membuat seseorang merasa dirinya tidak cukup, bahkan sebelum mencoba. Seorang perempuan pernah berkata, “Aku hanya ingin semuanya sempurna.” Tapi ketika ditanya lebih dalam, ternyata ia hanya takut dianggap gagal. Setiap revisi, setiap lembur, setiap standar tinggi yang ia pasang, bukan karena ia ingin hebat, tapi karena ia takut terlihat tidak layak. Ia tidak sedang mengejar keberhasilan, ia sedang berusaha menutupi rasa yang tidak pernah ia akui. Di sudut lain, ada seseorang yang memilih diam. Bukan karena tidak mampu bicara, tapi karena satu pengalaman membuatnya percaya bahwa suaranya tidak berarti. Ia mulai menghindari kesempatan, menarik diri dari ruang-ruang yang dulu ia sukai. Tanpa sadar, ia tidak sedang melindungi diri, ia sedang mengurung dirinya sendiri dalam keyakinan yang belum tentu benar. Yang lebih sulit lagi, kadang rasa malu itu tidak muncul sebagai diam, tapi sebagai marah. Ada orang yang terlihat keras, mudah tersinggung, bahkan menyerang. Padahal di balik itu, ada rasa gagal yang belum selesai. Ada ketakutan yang tidak pernah diberi ruang untuk dipahami. Amarah menjadi tameng, agar tidak ada yang melihat bahwa di dalamnya ada bagian yang rapuh. Tapi satu hal yang perlu diingat, rasa malu bukanlah jati diri. Ia hanya emosi yang datang dan bisa diproses. Saat kita mulai berani menyebutnya, “ini yang aku rasakan,” bukan “ini siapa aku,” di situlah kita mulai mengambil kembali kendali. Kita belajar bahwa tidak semua pikiran harus dipercaya, tidak semua rasa harus dihindari. Dan mungkin, proses terpenting dalam hidup bukan tentang menjadi tanpa cela, tapi tentang berani jujur pada luka yang kita punya. Karena saat kita berhenti melawan diri sendiri, kita mulai memberi ruang untuk bertumbuh. Tidak harus langsung kuat, tidak harus langsung sempurna, cukup terus bergerak, perlahan, dengan lebih sadar. Karena dari situlah, versi terbaik diri kita benar-benar lahir. #INISIATIF

🔍🔍🔍 Ijin share #rekaman kegiatan ATE #Episode421 dengan Tema Ngobrol Nyaman Tanpa Drama: Bekal Penting Sebelum & Sesudah Menikah bersama Adi Dinardinata, S. Psi., M. Psi., Psikolog.❤️ https://youtu.be/sI5MnQawVJ0

Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi420💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ @ranggafiatno – KC S
Inilah 3 nama yang terpilih paling all out di sesi NGED-ATE EDUC-ATE #Edisi420💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ @ranggafiatno – KC Solok 2️⃣ @aldyansyah03 – KC Padangsidimpuan 3️⃣ @vitrypardede – KC Sibolga Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di event ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive 🏆 https://www.instagram.com/p/DXIso3Tk8sc/?igsh=bzhwbHNieXAyZWh4 #INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE

🔍🔍🔍 Ijin share #rekaman kegiatan ATE #Episode420 dengan Tema Gak tabu Tapi Perlu Tahu: Peran Kehidupapn Seksual dalam Keharmonisan bersama dr. Cinta Ayu Abutari, Sp. And.❤️ https://youtu.be/liMD8JpWDoE