Studi Islam
رفتن به کانال در Telegram
441
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
اطلاعاتی وجود ندارد7 روز
-530 روز
در حال بارگیری داده...
کانالهای مشابه
هیچ دادهای
مشکلی وجود دارد؟ لطفاً صفحه را تازه کنید یا با مدیر پشتیبانی ما تماس بگیرید.
ابر برچسبها
اشارات ورودی و خروجی
---
---
---
---
---
---
جذب مشترکین
ژوئن '26
ژوئن '260
در 0 کانالها
مه '26
+1
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '26
+2
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '26
+1
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '260
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '26
+1
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '250
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '250
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '250
در 0 کانالها
Get PRO
مه '250
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '250
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '250
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '240
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '24
+4
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '24
+8
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
مه '24
+5
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '24
+4
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '24
+5
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '24
+6
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '24
+12
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '23
+5
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '23
+5
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '23
+3
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '23
+5
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '23
+11
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '23
+5
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '23
+4
در 0 کانالها
Get PRO
مه '23
+6
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '23
+3
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '23
+12
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '23
+6
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '23
+7
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '22
+9
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '22
+8
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '22
+13
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '22
+14
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '22
+4
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '22
+7
در 0 کانالها
Get PRO
مه '22
+10
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '22
+6
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '22
+7
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '22
+16
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '21
+16
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '21
+14
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '21
+17
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '21
+23
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '21
+13
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '21
+17
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '21
+12
در 0 کانالها
Get PRO
مه '21
+41
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '21
+5
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '210
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '20
+460
در 0 کانالها
| تاریخ | رشد مشترکین | اشارات | کانالها | |
| 17 ژوئن | 0 | |||
| 16 ژوئن | 0 | |||
| 15 ژوئن | 0 | |||
| 14 ژوئن | 0 | |||
| 13 ژوئن | 0 | |||
| 12 ژوئن | 0 | |||
| 11 ژوئن | 0 | |||
| 10 ژوئن | 0 | |||
| 09 ژوئن | 0 | |||
| 08 ژوئن | 0 | |||
| 07 ژوئن | 0 | |||
| 06 ژوئن | 0 | |||
| 05 ژوئن | 0 | |||
| 04 ژوئن | 0 | |||
| 03 ژوئن | 0 | |||
| 02 ژوئن | 0 | |||
| 01 ژوئن | 0 |
پستهای کانال
(Sumber artikel: “10 Reason Why the Muslim Ummah Needs the Khilafah” by Farah Abdul Khaliq. Alih bahasa: Yan S. Prasetiadi)
https://www.trenopini.com/2025/01/sepuluh-alasan-logis-urgensi-khilafah.html
| 2 | Dia memperoleh sisksaan karena tidak peduli masyarakat di sekitarnya dan membiarkannya dalam fitnah dan kerusakan.
Berikut ini ada contoh kisah non-muslim, yang memohon agar Islam memerintah mereka dengan keadilannya. Suatu saat, kaum muslimin –atas perintah Abu Ubaidah– harus mundur sementara dari Homs yang berada dalam kendali Byzantium, lalu umat Islam mengembalikan jizyah yang diterima sebelumnya dari ahlu dzimmah karena mereka tidak bisa lagi melindungi para penduduk Homs. Mendengar hal tersebut, penduduk non-muslim Homs menyampaikan pernyataan berikut:
“Semoga Allah mengembalikan kalian kepada kami. Semoga Allah menolong kalian atas mereka. Dan semoga Allah mengutuk Bizantium yang dulu menjajah kami. Demi Allah, mereka tidak akan mengembalikan apa pun kepada kami, malah mereka akan menyita dan mengambil apa pun yang mereka bisa dari kekayaan kami. Pemerintahan dan keadilan kalian lebih kami hargai daripada penindasan yang dulu kami derita.”
Kita hidup di dunia yang tidak seimbang antara kebaikan dan kejahatan, sehingga kejahatan lebih mendominasi dan malah dianggap normal, sementara kebaikan hanya tinggal teori. Khilafah telah dan akan menjalankan peran membasmi kejahatan demi melindungi muslim dan non-muslim, mereka yang tertindas dan yang terjajah, dan khilafah juga akan secara aktif menghilangkan kejahatan di mana pun dan kepada siapa pun ia menimpa.
*Kesepuluh, Pembebasan Politik dari Sykes-Picot*
Fakta sejarah menunjukkan pemecahbelahan wilayah kaum muslimin hanya bisa dicapai pasca kehancuran khilafah. Ketika Sultan Abdul Hamid II diminta menyerahkan Palestina kepada Zionis dengan imbalan sejumlah besar uang, respon sang khalifah adalah sebagai berikut:
“Nasihati Hertzl agar jangan meneruskan rencananya. Aku tidak akan melepaskan walaupun sejengkal tanah Palestina ini, karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika suatu saat kekhilafahan Turki Usmani runtuh, kemungkinan besar mereka akan bisa mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.”
Lebih lanjut, Menteri Koloni Inggris, Gladstone, dengan pernyataanya yang kontroversi di Gedung Parlemen sambil memegang al-Qur’an, berkata: “Kami tidak dapat menguasai umat muslim selama al-Qur’an ini tetap ada di tangan mereka; kami harus melakukan segala kemungkinan untuk menghilangkan al-Qur’an dari umat muslim, atau mengasingkan mereka dari al-Qur’an.”
Pernyataan khalifah terakhir tersebut, sayangnya menjadi kenyataan sesuai rencana jahat Gladstone, dan dengan runtuhnya khilafah ustmani maka bukan hanya tanah Palestina yang dipisahkan namun juga “tubuh” kaum muslim keseluruhan yang asalnya satu umat. Sangat tragis, khilafah yang runtuh diganti dengan agenda kejam kolonial yang diwujudkan melalui Sykes-Picot. Hari ini kita menyaksikan bukan hanya tanah umat yang dijual, tetapi juga nilai kehidupan seorang muslim pun dijual oleh mereka yang bergelar “pemimpin muslim”. Namun sejatinya, umat Islam masih mampu merasakan penderitaan “tubuh global” dan setiap panah musuh yang menembus tanah Kashmir, Palestina, Irak, Afghanistan, Rohingya, Uighur; seluruh tubuh merasakan sakit tetapi sayangnya merasa tidak berdaya ketika harus meringankan rasa sakit itu melalui perubahan hakiki dan radikal.
Dengan demikian, fakta sederhana yang bisa dipahami, bahwa makar jahat Sykes-Picot dan keruntuhan khilafah itulah yang menimbulkan penindasan yang menimpa umat Islam saat ini. Dan hanya dengan meneggakkan kembali khilafah sebagai perisai pemersatu umat Islam, maka segala macam kolonialisme dan penindasan di seluruh dunia Islam akan bisa diatasi dan bahkan dihapuskan. | 19 |
| 3 | Karena itu, perubahan hakiki tidak dapat terjadi melalui perubahan bertahap dalam sistem kapitalis tetapi hanya dapat terjadi melalui penghapusan total ketergantungan kapitalis di Mesir itu sendiri. Seseorang bisa dengan mudah menunjukkan pengalaman historis demokrasi sosial –pada dasarnya program sosialis yang telah meninggalkan metode revolusioner Leninisme dan berusaha mengubah kapitalisme dari dalam– untuk memahami kesalahan pendekatan ini. Lebih dari satu dekade kemudian, mereka tidak banyak mengubah sistem kapitalis di mana pun di dunia ini. Memang, periode pertumbuhan ekonomi jangka pendek dapat dihasilkan –sesuatu yang bahkan bisa dicapai Mubarak dan untuk itu Erdogan menerima banyak pujian yang sebetulnya tidak layak. Namun, proyek jangka panjang gagal menangani akar masalah karena mereka tidak sadar masalahnya ada pada sistem itu sendiri. Kegagalan yang tak terelakkan almarhum Presiden Morsi untuk mewujudkan perubahan ekonomi yang substansial hanya akan menjadi bumerang bagi kebangkitan Islam karena kini banyak yang mengharapkan perubahan radikal.
*Ketujuh, Harmoni Antara Manusia dan Alam Semesta*
Segala sesuatu di dunia yang sementara dan relatif ini tunduk kepada Allah swt secara alami, kecuali manusia. Karena manusia diberi pilihan dan akal yang bisa membedakan kebenaran dari kebatilan. Sementara alam semesta tunduk pada “hukum alam”, manusia wajib tunduk pada hukum yang diwahyukan, yaitu syariah. Implimentasi syariah mewakili manifestasi kehendak mutlak Allah swt dalam kehidupan duniawi kita dan integrasi keberagaman dunia ini ke dalam kesatuan tauhid.
Tidaklah logis mengklaim seseorang bisa menerapkan hukum Islam dalam kerangka institusi non-Islam. Demikian pula, bagaimana mungkin seseorang mengklaim menerapkan undang-undang liberal dalam kerangka sosialis satu partai tunggal atau politik ekonomi sosialis dalam kerangka kapitalis?
Negara khilafah telah menyiapkan kerangka institusional dan prosedural bagi umat Islam agar syariah bisa diterapkan secara efektif dan efisien. Adapun selain kerangka tersebut, pasti mengarah pada kesalahan atau kegagalan; tak perlu melihat terlalu jauh ke negara lain, cukup kita berkaca kepada negara Saudi, Turki, Iran, dan Mesir untuk model “pemerintahan Islam” yang gagal.
*Kedelapan, Mengembalikan Sunnah yang Agung*
Sesuai konsensus dalam ajaran Islam, sesuatu yang memfasilitasi kewajiban maka sesuatu itu menjadi wajib pula. Karena hidup di bawah hukum Islam adalah fardhu bagi kaum muslimin, maka amal untuk mengembalikan khilafah juga menjadi fardhu. Adakah sunnah yang lebih besar untuk dihidupkan kembali selain mendirikan negara bagi umat muslim yang akan menerapkan Islam, serta memungkinkan muslim dan non-muslim menyaksikan keadilan dan kedamaian sejati Islam?
Sekularisasi ajaran Islam dan kesalahpahaman sebagian umat telah berdampak mendistorsi sunnah –metodologi Nabi saw, yang dibatasi hanya sebatas serangkaian penampilan fisik dan ritual. Namun, hanya sedikit yang memahami sunnah sebagai jalan pembebasan– pembebasan manusia dari struktur kekuasaan yang melampaui batas dan pendirian negara berdasarkan kedaulatan Allah swt.
*Kesembilan, Institusi Keadilan*
Banyak yang mengatakan ajaran Islam adalah kedamaian dan keadilan, tetapi kita belum melihat realitas kedamaian atau keadilan tersebut di negeri kaum muslimin. Ini artinya agar Islam dapat menegakkan keadilannya, Islam perlu diterapkan, dan Islam yang bersifat teoretis tidak akan cukup. Ajaran Islam tidak mirip sama sekali dengan karakteristik ajaran Budha, karena ajaran Islam tidak hanya fokus mengurusi individual belaka namun juga mengurusi masyarakat; jadi meskipun seorang individu itu sangat shalih kehidupan pribadinya, dia tetap tidak akan memperoleh ampunan karena dia tidak mencoba menyebarkan pengaruh kebaikannya kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam kisah kita menemukan contoh, dahulu ada ahli ibadah yang pertama kali mendapatkan siksa dari Allah swt, padahal merupakan sosok ahli ibadah yang hebat. | 16 |
| 4 | Mush’ab bin ‘Umair ra termasuk salah satu sahabat tersebut; Abu Aziz saudara Mush’ab meriwayatkan: “Saya berada di antara sekelompok kaum Anshar... Setiap kali mereka makan siang atau makan malam, mereka memberi saya roti dan kurma untuk dimakan sesuai instruksi Nabi saw agar memperlakukan kami tawanan perang Badar dengan baik. Saudaraku, Mush’ab, lewat di dekatku dan malah berkata pada seorang sahabat Anshar yang menahanku: ‘Ikatlah dia dengan erat... Ibunya adalah wanita sangat kaya dan mungkin akan memberikan tebusan kepadamu.’ Abu Aziz sangat terkejut, tidak percaya yang tadi didengar, lalu menuju Mush’ab dan bertanya: ‘Saudaraku, begitukah perlakuanmu kepadaku?’ Mush’ab lalu menjawab: إنه أخي دونك (Saudaraku adalah dia –sahabat Anshar tadi– bukanlah engkau!’”
Begitulah, Islam menekankan pentingnya ikatan iman di atas ikatan lainnya. Sayangnya, dalam kondisi ketiadaan kekuatan pengikat ini, umat dipecah belah menjadi koloni-koloni demi memenuhi kepentingan Barat. Sebagai penghinaan yang semakin menambah parah luka, umat pun sering digunakan sebagai pion untuk berperang dalam perang ilegal Barat, melawan saudara-saudara muslim mereka sendiri, atau untuk menyerang dan melakukan pembunuhan karakter terhadap saudara-saudara mereka sendiri yang seiman. Hal ini bisa terjadi karena pentingnya ikatan persaudaraan, yang secara inheren terikat dengan sistem pemerintahan, telah hilang.
Kita telah hidup dalam era nasionalisme serta ikatan tidak sah lainnya kurang lebih selama 100 tahun. Untuk memahami betapa vitalnya masalah ini, mari renungkan sabda Nabi saw berikut:
المُسلِمُ أَخو المُسلم، لاَ يَظلِمهُ، وَلاَ يَخذُلُهُ، وَلا يكْذِبُهُ، وَلايَحْقِرُهُ، التَّقوَى هَاهُنَا – وَيُشيرُ إِلَى صَدرِهِ ثَلاَثَ مَراتٍ – بِحَسْبِ امرىء مِن الشَّر أَن يَحْقِرَ أَخَاهُ المُسلِمَ، كُلُّ المُسِلمِ عَلَى المُسلِمِ حَرَام دَمُهُ وَمَالُه وَعِرضُه
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, janganlah dia menzaliminya, menelantarkannya, membohonginya, dan merendahkannya. Taqwa itu di sini –Beliau menunjuk ke dadanya tiga kali– cukuplah seorang disebut berbuat buruk dengan dia merendahkan saudaranya, setiap muslim atas muslim lainnya adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)
Kita pun menghadapi hambatan fisik dalam menciptakan kembali persatuan yang dibutuhkan. Rasa persatuan yang kuat bersumber dari suatu entitas yang menegaskan konsep Islam yang benar; entitas tersebut adalah khilafah, yang belum kita miliki pada zaman ini. Persatuan tidak hanya muncul melalui berpuasa pada hari yang sama, melaksanakan haji pada hari yang sama, atau bahkan merayakan Idul Fitri pada hari yang sama di seluruh dunia –hal demikian masih relatif ringan dibandingkan problem yang jauh lebih besar dan paling krusial yakni entitas negara yang kita perlukan. Khilafah ini akan menjadi entitas negara yang secara praktis menciptakan persatuan berdasarkan Islam dan ajaran Islam menyangkut pemerintahan dan kehidupan sehari-hari.
*Keenam, Pembebasan dari Hegemoni Kapitalisme*
Mari lihat Mesir di tahun 2011-2012 sebagai contoh. Analisis kritis terhadap infrastruktur sosial-ekonomi dan politik Mesir membuatnya cukup jelas, bahwa masalah nyata yang mendasari krisis ekonomi Mesir bukanlah masalah kecil, tetapi lebih disebabkan masalah struktural sistematis baik pada tingkat internal maupun eksternal. Secara internal, sistem ini didasarkan pada mekanisme kapitalisme yang secara terus-menerus menghasilkan kemiskinan, di mana SCAF (Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata) sangat terjerat hal itu. Secara eksternal, Mesir merupakan bagian sistem kapitalis global dan sangat bergantung pada lembaga kapitalis internasional seperti IMF dan Bank Dunia, yang dibenarkan melalui proses liberalisasi ekonomi. Menariknya, mereka yang menolak seruan perubahan struktural sebagai sesuatu yang radikal tampaknya mengabaikan fakta bahwa transformasi struktural merupakan bagian intrinsik jalur liberalisasi yang dipaksakan pada Mesir oleh inti kapitalis dan perubahan struktural yang muncul dari globalisasi. | 10 |
| 5 | Kemerdekaan itu seharusnya meliputi kebangkitan sistem politik yang mana kedaulatannya bukan milik manusia; bukan milik kalangan sekular dan penduduk ras tertentu, entah itu berasal dari AS atau kekuatan politik regional, tetapi kedaulatan hak membuat hukum itu hanya milik Allah semata, sedangkan otoritas pelaksanaannya diserahkan kepada rakyat.
Demikian pula, potensi kemakrufan apa yang lebih besar melebihi sistem politik yang membebaskan dan mampu memanusiakan manusia yang kini hilang dari dunia dan mengakibatkan ketundukan masyarakat kepada tuhan-tuhan palsu? Jadi yang dibutuhkan kini adalah mengembalikan sistem pelindung bagi kalangan tertindas dan juga sistem yang akan menjadi kekuatan besar, baik secara politk maupun ekonomi, untuk berdiri di hadapan penindas.
*Ketiga, Islam Merupakan Aturan Hidup, Bukan Hanya Ritual*
Mitos paling sukses yang disebarkan para Orientalis yang mempengaruhi sebagian umat Islam adalah klaim bahwa Islam hanya sebuah agama religi. Saat Islam dianggap agama religi dalam pengertian Barat –suatu klasifikasi yang didefinisikan sebagai seperangkat abstraksi metafisik, doktrin dan ritual– maka ketiadaan khilafah akhirnya dianggap bukan masalah serius. Padahal, Islam merupakan dîn; aturan dalam menjalankan kehidupan. Allah swt dengan bangga memberitahu kita, tidak ada dîn di sisi-Nya yang diridhai kecuali dîn Islam. Karena itu, syariah Islam yang mewujudkan perintah Allah dan berasal dari wahyu, semestinya meliputi semua aspek dan ranah kehidupan; baik individu, sosial, politik, maupun ekonomi.
Berlawanan dengan filosofi sekuler atau teori politik sekuler –yang menihilkan peran Sang Pencipta pada kancah kehidupan–, dalam perspektif Islam kehendak Sang Pencipta tidak boleh diabaikan peranannya dalam mengatur kehidupan. Hal ini mudah dipahami, ketika seseorang menyadari tujuh puluh persen legislasi, keputusan dan hukum Islam yang harus dijalankan hanya bisa dilaksanakan melalui sistem politik. Ini berlaku tidak hanya sistem sanksi, tetapi juga distribusi kekayaan yang tepat, bidang hukum dan politik, interaksi sosial, dan semua aspek lainnya dari eksistensi manusia secara individu dan kolektif.
*Keempat, Kesadaran yang Memerdekakan dan Komunitas Global*
Negeri-negeri muslim yang terjajah diberikan doktrin bahwa identitas mereka ditentukan oleh perbatasan buatan, yang sebelumnya tidak pernah ada kecuali pasca runtuhnya khilafah Islam. Mereka diajari bahwa loyalitasnya milik simbol-simbol yang dibentuk secara historis, dengan demikian lingkup kesetiaan dan kekuatan telah dinetralkan dan dilemahkan. Kesadaran kolektif kita pun bergeser dari afiliasi trans-historis dan universal sebagai satu umat, menuju identifikasi sebagai suatu negara buatan, yaitu nasionalisme. Masing-masing negara baru yang dibangun ini memiliki “kepentingan nasional atau internal” dan “politik luar negeri” tersendiri.
Jadi, penghapusan nation-state beserta perbatasan buatan yang dibangun penjajah dan pembentukan negara khilafah yang tidak dibatasi sekat kebangsaan, mewakili pergeseran dari kesadaran “nasional” yang inferior menuju kesadaran “keumatan” yang merdeka. Inilah identitas yang diberikan Allah swt untuk umat Islam, sebagaimana Dia berfirman tentang umat dalam al-Qur'an bahwa “kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.”
*Kelima, Menghidupkan Kembali Ikatan Ukhuwwah*
Pemahaman umat Islam tentang persaudaraan itu sangat unik dan berbeda dari umat yang lainya; bahkan hingga saat ini, masa ketiadaan Khilafah, kita masih merindukan keselamatan dan keamanan saudara-saudara kita di seluruh dunia. Ini adalah konsekuensi alami konsep al-walâ’ wa al-barrâ’ (loyalitas terhadap muslimin dan berlepas diri dari orang kafir) –sebuah konsep yang begitu mendalam tertanam dalam diri para sahabat bahwa mereka memberikan loyalitas pada ikatan iman ketimbang ikatan darah. | 11 |
| 6 | *Sepuluh Alasan Logis Urgensi Khilafah*
Khilafah merupakan sistem politik negara Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Implikasi pendirian kembali Khilafah tidak lain adalah pembebasan riil secara menyeluruh wilayah kaum muslimin dari pendudukan neo-kolonial dan tirani rezim sekuler, serta penghapusan aturan sosial yang mundur, sistem politik yang tidak sah menurut Islam, dan perbatasan semu yang secara strategis diciptakan demi mencegah persatuan dan melanggengkan perpecahan umat.
Jika ingin memahami pentingnya Khilafah, cobalah tanyakan kepada anak-anak Suriah yang dibantai, muslimah Kashmir dan Rohingya yang dinodai, bayi-bayi Fallujah Irak yang cacat, atau para janda wanita Palestina dan semua yang tertindas, mereka akan “memberitahu” kita makna eksistensi Khilafah; bahwa Khilafah merupakan faktor yang menentukan antara kemuliaan, hidup, dan mati mereka.
Namun, jika masih ada keraguan dalam pikiran tentang urgensi khilafah, maka mari pahami sepuluh alasan berikut –dari sekian jutaan alasan– mengapa kita umat Islam harus mengerahkan segala upaya mendirikan kembali agama Allah dan hidup dengannya demi meninggalkan kehidupan jahiliyah serta memeluk Islam sepenuh hati dan menyeluruh.
*Pertama, Negara Tauhid*
Sejarah membuktikan tauhid kita tidak sama dengan filsafat platonis dan filsafat abstrak dari Barat, dan juga tidak serupa dengan teologi dogmatis Kristen. Tauhid kita adalah tauhid yang melahirkan perbuatan –manfaat dan manisnya tauhid hanya akan terasa atau dialami hingga mereka yang diberi amanah tauhid memanifestasikannya dalam semua aspek kehidupan dan hingga terwujud menjadi gerakan pembebasan yang berbenturan dengan beragam berhala palsu yang menjadikan manusia “menyembah” kepada manusia lainnya.
Pemahaman tauhid yang melahirkan perjuangan tersebut, bertentangan dengan pemahaman teoritis tauhid kalangan modernis yang menganggap kemusyrikan hanya sebagai penyembahan berhala saja. Padahal, cara memahami konsep tauhid tadi sejatinya merupakan pemahaman komprehensif yang Rasulullah saw ambil dari tauhid itu sendiri, dan pastinya memang merupakan pemahaman serupa yang diambil para sahabatnya yang mulia ra dan dengan itu mereka meneruskan warisan ajaran Islam. Ada banyak contoh yang mendukung pernyataan tersebut; buktinya Rasulullah saw ternyata tidak hanya menyerang gagasan penyembahan berhala, tetapi juga menyerang pemikiran umum jahiliyah yang menjamur di masyarakat Quraisy, praktik pernikahan jahiliyah, pelanggaran hak perempuan, penguburan bayi perempuan, aturan perceraian jahiliyah, sistem ekonomi Quraisy, sistem sosial dan perlakuan terhadap minoritas dan lain sebagainya.
Jadi ketika menganalisis aktivitas Rasulullah saw pasca menerima wahyu, kita memahami bahwa kemusyrikan sebenarnya jauh lebih luas ketimbang menyekutukan Allah swt dalam konteks yang dipahami sebagai penyembahan; justru, jika tujuan hidup untuk menyembah Sang Pencipta, maka Sang Pencipta harus meliputi segalanya dalam kehidupan karena ibadah tidak hanya terbatas pada lima rukun Islam. Oleh karena itu, hukum Sang Pencipta harus mendominasi masyarakat kita, dan peraturan-Nya harus menjadi standar dan norma yang berlaku. Dengan logika tersebut, masa kini berhala apa yang lebih besar dibandingkan para penguasa nation-state yang melanggar otoritas Sang Pencipta dalam membuat hukum dan melanggar kemuliaan manusia dengan menjadikannya menghamba kepada manusia lain?
*Kedua, Mewujudkan Peran Umat Terbaik*
Umat Islam diberi gelar sebagai umat terbaik selama mereka memenuhi kewajiban memerintahkan kemakrufan dan mencegah kemunkaran. Untuk masa kini, kemunkaran apa yang lebih besar melebihi negara politik buatan yang destruktif dan dipaksakan, yang mengklaim mewakili kaum muslim dan melindungi ajaran Islam –padahal faktanya, hanya sebuah sistem politik yang dikendalikan elit tertentu dan rakyatnya diperbudak kekuasaan yang korup. | 13 |
| 7 | MBG: MALING BERKEDOK GIZI?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipromosikan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa. Namun di balik narasi tersebut, muncul berbagai pertanyaan tentang efektivitas program, penggunaan anggaran, hingga arah kebijakan yang ditempuh pemerintah.
Perdebatan pun tidak lagi sebatas soal gizi. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah MBG benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat atau justru menjadi proyek politik yang dibungkus dengan jargon kesejahteraan.
«Saksikan Diskusi Online Media Umat pada hari Ahad, 7 Juni 2026 Pukul 20.00 WIB»
🔴 MBG: MALING BERKEDOK GIZI?
🎙️ Pembicara:
1️⃣ M. Rizal Taufikurahman (Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF)
2️⃣ Ust. Ismail Yusanto (Cendekiawan Muslim)
3️⃣ Adhie M. Massardi (Aktivis KAMI)
4️⃣ Nailul Huda (Direktur Ekonomi Celios)
🎤 Host:
Mujiyanto
Hanya melalui link: ⤵️
https://youtube.com/live/XNfwpP3id_U?feature=share
https://youtube.com/live/XNfwpP3id_U?feature=share
https://youtube.com/live/XNfwpP3id_U?feature=share
Jangan lupa like, komen, dan share untuk menebar pemahaman dan kesadaran politik umat!
#MediaUmat
#MBG
#MakanBergiziGratis
#PolitikIndonesia
#EkonomiIndonesia
#DiskusiOnline | 23 |
| 8 | بدون متن... | 33 |
| 9 | بدون متن... | 33 |
| 10 | "Di era modern yang serba cepat ini, kita sering kali mencari petunjuk hidup dari internet, tren, atau pendapat orang lain. Namun, sebagai seorang Muslim, pernahkah kita bertanya pada diri sendiri: "Masihkah Al-Qur'an menjadi pedoman utama dalam setiap keputusan kita?" Yuk Simak :
🕌 Tafsir Al-Wa'ie "Masihkah Al quran menjadi Pedoman?" (QS.Al Furqon :30)
🎙️ Bersama: KH. Rokhmat S. Labib
🗓️ Rabu, 03 Juni 2026
⏰ Pukul 20.00 WIB
🔴 RE-lIVE
📌 Ditonton LIVE hanya melalui link berikut:
👉 https://youtube.com/live/Mg_yecTIOeE?feature=share
✍️ Catat waktunya,
📲 bagikan ke yang lain,
📡 Jangan lupa untuk menyampaikan kajian penting ini kepada kolega, saudara dan masyarakat.
#TafsirAlWaie
#SyariatIslam
#JalanHidupUmat
#QSalfurqon30
#KajianLive | 31 |
| 11 | “Dan pada hari itu orang-orang mukmin bergembira dengan pertolongan Allah. Allah menolong siapa yang Dia kehendaki, dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Ar-Rum: 4-5)
*Sebagai penutup akhir pidato*, kami memohon kepada Allah SWT agar menjadikan hari Idul Adha ini sebagai pembuka kebaikan, keberkahan, serta kemuliaan bagi Islam dan kaum muslimin.
﴿وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون﴾
“Dan Allah berkuasa atas urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS. Yūsuf: 21)
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! La ilaha illallah… Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd…
Wassalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh.
10 Dzulhijjah 1447 H atau 27 Mei 2026 M | 31 |
| 12 | “Barangsiapa yang membuat Allah murka demi mencari keridhaan manusia, maka Allah akan murka kepadanya. Bahkan orang yang ia cari keridhaannya yang membuat Allah murka itu pun akan berbalik murka kepadanya. Sebaliknya, barangsiapa yang mencari keridhaan Allah meskipun manusia murka, maka Allah Ta‘ala akan meridhainya. Allah akan menjadikan orang-orang yang tadinya murka kepadanya berubah menjadi ridha, sehingga Allah memperindah dirinya, memperindah ucapan serta perbuatannya di mata mereka.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Mu‘jam al-Kabir).
Namun para penguasa itu tidak menyadari, atau pura-pura tidak menyadari, betapa besar kejahatan bersekutu dengan kaum kafir. Itu adalah kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat, sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
﴿سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُون﴾
“Orang-orang yang berbuat dosa akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang sangat keras, karena tipu daya yang mereka lakukan.”(QS. Al-An’am: 124).
Telah sampai pada titik yang memprihatinkan, di mana para penguasa negeri-negeri Muslim bersekutu dengan kaum kafir penjajah. Ketika satu negeri mereka diserang, yang lain tidak bergerak untuk menolongnya. Bahkan yang dianggap paling baik di antara mereka hanya sebatas menghitung jumlah korban tewas dan luka! Padahal hakikat umat Islam adalah satu kesatuan: damai mereka satu, perang mereka satu. Maka serangan terhadap satu bagian dari umat berarti serangan terhadap seluruh umat. Namun hal itu tidak terwujud selama negeri-negeri Muslim terpecah belah dan para penguasanya loyal kepada kaum kafir penjajah. Hal itu hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang kembali menyatukan kaum Muslimin sebagai satu umat, menolong agama Allah, menegakkan hukum-hukum-Nya, sehingga Allah menolong mereka dan menjadikan dunia tersinari dengan keadilan serta jihadnya. Allah pun memuliakan mereka dengan kemenangan-Nya:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7).
Maka penuhilah seruan Allah, wahai kaum Muslimin, dan berjuanglah bersama untuk mewujudkan janji Allah:
﴿ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ﴾
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kalian yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, serta mengganti keadaan mereka sesudah ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Barangsiapa tetap kafir sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang fasik.” (QS. An-Nur: 55)
Rasulullah ﷺ pun memberi kabar gembira setelah masa pemerintahan yang tiran diktator (mulkan jabriyyah) yang sedang kita alami, sebagaimana sabda beliau:
ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ. ثُمَّ سَكَتَ
“…Kemudian akan ada masa pemerintahan yang diktator, berlangsung selama Allah kehendaki. Lalu Allah akan mengangkatnya bila Dia berkehendak. Setelah itu akan tegak Khilafah di atas manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dari Hudzaifah bin al-Yaman)
Dan pada saat itu, janji Allah akan terwujud:
﴿وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ﴾ | 25 |
| 13 | Setelah kembali dari kunjungannya ke Tiongkok, Trump masih terus mengepung Selat Hormuz, sambil melontarkan ancaman dan peringatan keras (Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Minggu menebar ancaman keras kepada Iran. Ia memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat jika para pemimpinnya tidak segera bergerak. Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menulis: “Waktu hampir habis bagi Iran, mereka harus segera bertindak, jika tidak maka tidak akan ada yang tersisa bagi mereka. Waktu adalah faktor penentu!” Al Arabiya, 17 Mei 2026).
Trump kembali memperbarui ancaman militernya terhadap Iran. Pada Senin, 18 Mei 2026, menulis di Truth Social bahwa serangan militer Amerika terhadap Iran bisa datang dari segala arah (WAA, 18/5/2026). Tidak berhenti di situ, pada 20 Mei 2026 menegaskan bahwa pasukan Amerika “sebagian besar telah menghancurkan tentara Iran dan kepemimpinan politiknya. Juga menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah mengizinkan Iran, dalam kondisi apa pun, mengembangkan senjata nuklir, Middle East Online, 20/5/2026). BBC dalam rilis terakhir tanggal 21 Mei 2026 melaporkan bahwa Trump, ketika berbicara kepada para jurnalis di Pangkalan Andrews, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berada di persimpangan jalan. Ia menambahkan: “Jika kami tidak mendapatkan jawaban yang benar, keadaan akan memburuk dengan sangat cepat. Jawaban harus 100% lengkap.” (BBC, 21/5/2026). Artinya, Trump ingin agar negosiasi berlangsung sesuai dengan kehendaknya. Ia selalu menegaskan pembicaraan dengan Iran telah memasuki tahap akhir, namun di saat yang sama ia memperingatkan bahwa kegagalan perundingan akan berujung pada serangan lebih lanjut (Iran International, 21/5/2026).
Demikianlah, Trump ingin agar seluruh negosiasi berjalan sesuai dengan arogansinya, dengan slogan “perdamaian melalui kekuatan.” Ia mendorong sekutunya, Netanyahu, untuk terus melanjutkan penghancuran dan agresi. Entitas Yahudi mendirikan kamp-kamp militer baru di desa-desa Lebanon yang mereka duduki, lalu mengumumkannya sebagai “zona penyangga,” mengulang kembali skenario Gaza dengan Hamas dan garis kuning yang memisahkan wilayah. Arogansi Trump dengan perdamaian semu melalui kekuatan itu bahkan melahirkan rancangan kesepakatan yang penuh jebakan, sebagai pintu masuk bagi negosiasi panjang hingga dua bulan atau lebih lama lagi, sebagaimana diberitakan kantor berita pada 24 Mei 2026. Sungguh besar arogansinya ketika Trump memulai perang, menghentikannya, atau mengakhirinya sesuka hati, tanpa peduli darah yang tertumpah, rumah yang hancur, dan kehidupan yang porak-poranda. Semua itu terjadi karena tidak ada satu pun negara Muslim yang berdiri tegas menghadangnya, membalas tipu dayanya, dan memberi pelajaran sebagaimana dahulu sekutunya dari Persia dan Romawi pernah mengalaminya. Kini Netanyahu pun berjalan di jalur yang sama, mengikuti arahan Trump, melanjutkan penghancuran manusia, alam dan peradaban di Palestina, Lebanon, dan sekitarnya.
*Sebagai penutup*, para penguasa di negeri-negeri Muslim hari ini lebih sibuk menyanjung kaum kafir penjajah daripada menyanjung Rabb semesta alam. Alih-alih berjuang membebaskan Palestina dan menghancurkan entitas Yahudi, mereka justru berlomba-lomba untuk berunding dan melakukan normalisasi dengannya. Para penguasa itu menjadikan Amerika dan anak tirinya, entitas Yahudi, sebagai sekutu, hanya demi mendapatkan ridha Trump. Dengan demikian, mereka rela menanggung murka Allah demi menyenangkan sang tiran. Padahal Rasulullah ﷺ telah bersabda:
مَنْ أَسْخَطَ اللَّهَ فِي رِضَا النَّاسِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ، وأَسْخَطَ عَلَيْهِ مَنْ أرضاهُ فِي سَخَطِهِ، وَمَنْ أَرْضَى اللَّهَ فِي سَخَطِ النَّاسِ رَضِي اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ مَنْ أَسْخَطَهُ فِي رِضَاهُ حَتَّى يُزَيِّنَهُ وَيُزَيِّنَ قَوْلَهُ وَعَمَلَهُ فِي عَيْنِهِ | 15 |
| 14 | بسم الله الرحمن الرحيم
*Ucapan Selamat, Al-‘Allamah Atha’ bin Khalil Abu Ar-Rasytah, kepada Kaum Muslimin dan Para Syabab Khususnya, dalam Rangka Menyambut Idul Adha 1447 H / 2026 M*
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! La ilaha illallah… Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd…
Kepada umat Islam seluruhnya, umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; yang senantiasa menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana…
Kepada para pengemban dakwah khususnya, semoga Allah membukakan jalan kemenangan melalui tangan mereka, menguatkan langkah mereka dengan pertolongan-Nya, hingga tegak kembali negara Islam; Khilafah Rasyidah di atas manhaj kenabian…
Kepada para pengunjung halaman ini yang mulia, yang datang dengan semangat kebaikan, yang berusaha sekuat tenaga untuk berpihak pada kebenaran dan mendukung para pejuangnya…
Kepada semua yang hadir… Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa menjadikannya sebagai pembuka keberkahan dan kebaikan bagi seluruh kaum Muslimin…
*Saudara-saudara yang saya muliakan*
Hari raya ini tiba sementara agresi Yahudi, dengan dukungan penuh Amerika dan senjata mereka, masih terus berlangsung terhadap Gaza Hasyim dan seluruh Palestina. Para penguasa negeri-negeri Muslim hanya menonton, sekadar menghitung para syuhada yang mereka sebut sebagai “korban tewas”! Bahkan yang dianggap paling baik di antara mereka hanya bersikap seolah netral, padahal kenyataannya lebih dekat kepada pihak Yahudi.
Kini, agresi lain yang lebih besar dan lebih keras kembali menimpa kita. Amerika bersama entitas Yahudi melancarkan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari 2026, dan hingga kini –tiga bulan lamanya– serangan itu masih berlanjut, meluas ke Lebanon dan kawasan sekitarnya. Entitas Yahudi bahkan membangun zona penyangga di selatan Lebanon, sebagaimana mereka lakukan di Gaza Hasyim. Semua itu terjadi di depan mata para penguasa negeri-negeri Muslim, namun mereka tetap diam tanpa tindakan!
“Kereta gerbong” normalisasi ala Trump terus melaju di Lebanon, menyusul negeri-negeri lain yang sudah tunduk dalam perjanjian pengkhianatan dengan Yahudi. Perundingan itu berjalan tanpa rasa malu kepada Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin. Bahkan gencatan senjata yang mereka klaim –10 hari, 3 minggu –telah diinjak-injak entitas Yahudi, yang justru semakin menggencarkan serangannya. Demikian pula gencatan senjata selama 45 hari yang diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika pada Jumat, 15 Mei 2026, antara entitas Yahudi dan Lebanon, dengan pernyataan “Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang penghentian tembakan selama 45 hari,” tidak lebih dari sekadar tinta di atas kertas bagi entitas Yahudi. Serangan tetap berlanjut tanpa henti, tanpa menghormati sedikit pun kesepakatan yang diumumkan (Buktinya, pada hari Minggu, 17 Mei 2026, “Israel” melancarkan dua serangan udara di sekitar kota Yahmur dan Sahmur di wilayah Bekaa Barat, Lebanon timur, serta satu serangan di kota Zawtar Timur di selatan Lebanon, al-Jazeera: 17/5/2026).
Sudah menjadi tabiat bahwa entitas Yahudi tidak pernah melakukan serangan tanpa restu dari Trump, yang justru mengumumkan gencatan senjata itu! Maka tidak ada siang atau malam yang bebas dari agresi; serangan terus terjadi di sana-sini. Sementara itu, para penguasa negeri-negeri Muslim hanya berdiam diri, seolah-olah apa yang terjadi di Lebanon, Gaza, atau Palestina hanyalah peristiwa jauh di negeri asing yang tidak ada kaitannya dengan umat. Mereka bungkam, membisu seperti kuburan, padahal darah kaum Muslimin terus tertumpah. Sungguh buruklah kepemimpinan mereka!
*Saudara-saudara yang saya muliakan* | 18 |
| 15 | بدون متن... | 37 |
| 16 | Di tengah derasnya arus informasi, umat Islam terus dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin kompleks. Mulai dari krisis moral, konflik dunia Islam, hingga lemahnya persatuan umat, semuanya menuntut hadirnya kesadaran dan arah perjuangan yang benar.
Momentum Wukuf bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga pengingat tentang pentingnya kembali kepada risalah Islam yang menyatukan, menguatkan, dan membimbing umat menghadapi realitas kehidupan hari ini. Lalu, bagaimana membaca pesan Arafah di tengah tantangan zaman modern?
> Saksikan LIVE One Ummah TV pada hari Selasa, 26 Mei 2026 Pukul 16.00 WIB s.d selesai
🔴 MEMBACA PESAN ARAFAH DI TENGAH TANTANGAN ZAMAN
🎙️ Pembicara:
1️⃣ KH. Rokhmat S. Labib
2️⃣ Ust. Ismail Yusanto
3️⃣ Ust. M. Rahmat Kurnia
🎤 Host: M. Karebet Widjajakusuma
Live melalui: ⤵️
https://youtube.com/live/GA0tUH59mZo?feature=share
https://youtube.com/live/GA0tUH59mZo?feature=share
Jangan lupa like, komen, dan share agar semakin berkah
#Arafah #PesanArafah #OneUmmahTV #Islam #KajianIsl | 35 |
| 17 | بدون متن... | 35 |
| 18 | MASALAH KONTEMPORER SEPUTAR KURBAN [1447 H](1).pdf | 38 |
| 19 | 5_6098177382143761384.pdf | 1 |
| 20 | KEUTAMAAN & AMALAN DI HARI ARAFAH.pdf | 34 |
اکنون در دسترس! پژوهش تلگرام ۲۰۲۵ — مهمترین بینشهای سال 
