Durov Channel 🇮🇩
Closed channel
Official : @Durov 🇷🇺 Unofficial : @kdurov & @durovid @Durov Thoughts from the Product Manager / CEO / Founder of Telegram.
Show moreThe country is not specifiedTelegram20 043
975
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Kehidupan @durov
@durov lahir di Leningrad, RSFS Rusia, Uni Soviet (kini Sankt Peterburg, Rusia), tetapi banyak menghabiskan masa kecil di Torino, Italia, karena ayahnya, Valery Durov, yang bergelar Ph.D. dalam bidang filologi, bekerja di sana.[8] Ia menempuh pendidikan dasar di Italia, lalu pendidikan menengah di Sankt Peterburg sekembalinya ke Rusia pada tahun 2001.[9] Pada tahun 2006, ia lulus dari Fakultas Filologi, Universitas Negeri Sankt Peterburg, dengan pujian.
@durov merintis situs jejaring sosial VKontakte pada tahun 2006 yang awalnya sangat mirip dengan Facebook.[10] Nilai situs tersebut ditaksir mencapai US$3 miliar pada awal-awal perkembangannya.[7]
Pada bulan Desember 2013, Pavel menjual 12% sahamnya di VK kepada Ivan Tavrin, pemilik Mail.ru,[7] yang lantas menjualnya kepada Mail.ru sehingga memiliki 52% saham di VK. Pada tahun 2014, Mail.ru membeli 48% saham yang tersisa sehingga menjadi pemilik penuh VK.[11][12]
source from wikipedia
Pavel @Durov: Sang Visioner di Balik Kesuksesan Telegram
Pavel @Durov, seorang pengusaha Rusia, adalah otak di balik aplikasi pesan instan Telegram. Lahir pada 10 Oktober 1984 di Leningrad, @Durov telah menciptakan sebuah platform yang menjadi alternatif aman bagi pengguna yang peduli dengan privasi mereka.
Pada tahun 2013, @Durov dan saudaranya, Nikolai, meluncurkan Telegram sebagai reaksi terhadap kekhawatiran tentang privasi dan keamanan di aplikasi pesan instan lainnya. Keamanan menjadi fokus utama Telegram dengan enkripsi end-to-end yang kuat dan fitur-fitur privasi canggih.
Durov juga dikenal karena pertempurannya dengan pemerintah Rusia yang mencoba mendapatkan akses ke data pengguna Telegram. Meskipun menghadapi tekanan besar, @Durov menolak berkompromi pada prinsip privasi.
Selain sukses di dunia teknologi, @Durov adalah seorang filantropis yang besar. Ia telah menyumbangkan dana untuk berbagai tujuan kemanusiaan dan pendidikan.
Pavel @Durov adalah inspirasi bagi banyak pengusaha muda di seluruh dunia. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan komitmen terhadap privasi, seseorang bisa menciptakan perubahan besar dalam dunia teknologi. Telegram terus berkembang dan menjadi platform yang inovatif dalam dunia komunikasi digital.
Dengan Telegram, @Durov telah memberikan solusi untuk mereka yang ingin berkomunikasi dengan aman dan penuh privasi. Dengan visi dan tekadnya, ia terus memimpin Telegram menuju masa depan yang lebih aman dan terhubung.
From 💌 @kdurov for @durov 🇮🇩
Repost from Pavel Durov
Years ago, we built TON – a scalable and fast blockchain technology. TON was designed to serve hundreds of millions of social media users. Since 2020, the TON technology has been maintained and improved by the open source community.
Last year, we enabled our users to buy and sell Telegram usernames and IDs on Fragment – a TON-based auction platform. It was a phenomenal success. Telegram sold $120M worth of digital assets in auctions, while early buyers of some Telegram-related digital assets – such as Telegram anonymous numbers – have seen a 27x (!) increase in value after only 9 months.
This success showed the potential of Web 3.0 on Telegram. For the first time in history, users were allowed to own their social media identities directly. Now we want to integrate blockchain technologies deeper into Telegram. To do that, we worked with the folks from the TON community to add their TON Wallet to Telegram as a mini-app.
Starting this November, TON Wallet will be included in the settings and attachment menus for all our users outside the US and some other countries (if you added @wallet and have the latest version of Telegram, you can already see the wallet option in the menus). This step will allow developers to enable hundreds of new valuable features – similar to those pioneered on Fragment. TON Wallet, a third-party mini-app inside Telegram, will introduce a whole new dimension of Web 3.0 to hundreds of millions of Telegram users.
Repost from Pavel Durov
🔍This month we changed how searching public channels and groups works on Telegram.
Previously, public channels with more subscribers would appear higher in the search results. That system worked fine for a while, but was increasingly getting abused by spammers. That's why we now only count genuine subscribers of channels for ranking.
For example, channels with more Premium subscribers will generally rank higher. However, if a specific Premium subscriber joins too many channels, they won't give those channels as big of a search ranking boost. Of course, the new search also prioritizes results from your country.
The feedback on this change is overwhelmingly positive. Channels with an inflated subscribers count have become less visible, while useful groups and mini-apps are now attracting more users. 🚀
Repost from Pavel Durov
The day has come. Telegram channels can now post Stories!
Stories on Telegram are more visible than in most apps, because they are displayed right on the main screen. Obviously, we couldn’t let channels flood users with Stories without reasonable limits: this would create too much noise in your Chats.
This is why we designed the Boost system. With Boosts, users can give their favorite channels the ability to post stories. More boosts mean more stories per day for a channel. Every 24 hours users can reassign their boost.
In the future, boosts will also unlock other features for channels, such as custom reactions, emoji statuses or custom backgrounds. We’ll also introduce more ways for channels to get Boosts.
To prevent abuse, only Premium users can boost channels. It shouldn’t be hard to collect Boosts for channels with real subscribers, while those with fake followers may struggle (larger channels need more Boosts to unlock stories).
Let the Boost Hunt begin! 🏹
Pavel Durov adalah seorang pengusaha teknologi asal Rusia yang terkenal karena mendirikan beberapa perusahaan terkemuka di dunia. Berikut adalah beberapa informasi tentang Pavel Durov:
Kelahiran dan Pendidikan: Pavel Durov lahir pada tanggal 10 Oktober 1984 di Leningrad (sekarang dikenal sebagai Saint Petersburg), Rusia. Dia lulus dari Universitas Teknik Saint Petersburg State pada tahun 2006 dengan gelar dalam bidang Fisika Terapan dan Matematika.
VKontakte (VK): Pavel Durov menjadi terkenal karena mendirikan VKontakte (VK), yang sering disebut sebagai "Facebook-nya Rusia." VK adalah jejaring sosial terbesar di Rusia dan beberapa negara bekas Uni Soviet. Durov mendirikan VKontakte pada tahun 2006 dan menjadi CEO perusahaan tersebut.
Kontroversi dengan Pemerintah Rusia: Durov sering terlibat dalam konflik dengan pemerintah Rusia. Pada tahun 2014, ia mengundurkan diri dari jabatan CEO VKontakte setelah berbagai perdebatan hukum dan tekanan pemerintah terkait dengan penyensoran konten di platform tersebut.
Telegram: Setelah meninggalkan VKontakte, Durov mendirikan Telegram, sebuah aplikasi pesan instan yang terkenal karena fokusnya pada privasi pengguna. Telegram sangat populer di seluruh dunia dan digunakan oleh jutaan orang. Pavel Durov juga menghadapi tekanan dari beberapa pemerintah karena kebijakan privasi yang ketat di Telegram.
Ketertarikan dalam Kripto: Pavel Durov juga memiliki minat dalam teknologi blockchain dan kriptokurensi. Pada tahun 2018, ia mengumumkan rencananya untuk meluncurkan mata uang kripto bernama "Gram" yang terkait dengan proyek TON (Telegram Open Network). Namun, proyek tersebut menghadapi kendala hukum dan akhirnya dibatalkan.
Pavel Durov adalah seorang tokoh yang kontroversial dan memiliki sejarah panjang dalam menghadapi tekanan dari pemerintah. Dia dikenal karena berjuang untuk melindungi privasi dan kebebasan berbicara pengguna di dunia digital.
Durov merupakan pria asal Saint Petersburg, Rusia, yang lahir pada 32 tahun silam tepatnya 10 Oktober 1984. Sebelum Telegram, Durov juga sempat mendirikan situs jejaring sosial VKontakte yang sempat menjadi jejaring sosial terbesar di Rusia. Pavel Durov merupakan lulusan Saint Petersburg University.
