en
Feedback
π‘π€πƒπˆπŽ 𝐔𝐃𝐀

π‘π€πƒπˆπŽ 𝐔𝐃𝐀

Open in Telegram
1 194
Subscribers
No data24 hours
-157 days
-3830 days
Posts Archive
γ…€γ…€γ…€     ⭒─ׅ─ׂ─ Ϋ° πŸ¦‹ Ϋ° ─ׂ─ׅ─ׅ─⭒ 𖀝 tidak terasa, kita sudah berada di menit terakhir podcast malam ini, dengan ini saya Erydetha Sacharist sebagai penyiar, izin mengundurkan diri dalam podcast dengan judul HMP malam ini. Semoga bertemu di next episode!

Erydetha dapat melihat dirinya yang berteriak, dengan kata lain Erydetha dapat melihat raga nya berada di kamar tanpa memeluk pocong tersebut, Erydetha melihat ada kedua orangtuanya, kakak dan saudara ayahnya yang lain berada di sana. Tubuh Erydetha di angkat dan di letakkan di ruang keluarga di lingkari dengan lilin. Semua pihak keluarga juga mengitari Erydetha dengan membaca surat surat tertentu yang sudah di tuliskan oleh sang Ayah. Mereka membaca secara bersamaan dan mengabaikan Erydetha yang berteriak. Erydetha, dapat melihat dirinya berteriak saat dibacakan ayat ayat tersebut. Erydetha memperhatikan semuanya, hingga pukul 05.30 Erydetha baru kembali tertidur tanpa berteriak, namun dengan tubuh yang memiliki luka lebam. Erydetha di pindahkan ke dalam kamarnya kembali dengan di angkat oleh sang kakak menggunakan kain jarik yang diberikan oleh sang ayah. Mendapat cerita dari beberapa orang dalam keluarga nya yang memberitahukan hal tersebut, Saat terbangun Erydetha mengalami linglung selama beberapa hari, setelah kejadian tersebut. Kamar Erydetha di berikan banyak sekali pajangan pajangan ayat tertentu, dan setiap akan tidur Erydetha akan diberikan air oleh sang ayah untuk mencegah hal tersebut terulang kembali. WAHHH HAHAHAH, saya merinding menuliskan kembali cerita ini, dengan ini saya berharap pembaca tidak mengabaikan hal sekecil apapun yang sudah di peringatkan oleh siapapun.

Singkat cerita, Erydetha mengerjakan tugas tersebut dan tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 00.37 pagi, Erydetha melupakan pesan sang ayah yang mengingatkan 'jangan tidur di atas jam 12 malem, kasian kamu' . Dimulai pada pukul 01.03 pagi, Erydetha mulai mendapat gangguan gangguan dari, iyhup! makhluk aneh. Erydetha faham, siapa yang mengganggu namun dia tetap melanjutkan bertugas dengan alasan nanggung. Erydetha mengedikkan bahu dengan maksud bodo amat dengan hal tersebut. Mulai dari ketukan jendela, dan bisikan bisikan aneh mulai di dengar. Karena hal tersebut, Erydetha memutuskan untuk beristirahat karena merasakan hawa yang sudah berbeda dari biasanya.    Pukul 02.48 pagi, Erydetha memutuskan untuk tidur. Dan ya, kebiasaan Erydetha adalah tertidur memeluk guling dengan lampu yang di matikan. Disini saya jelaskan, guling Erydetha hanya berwarna hijau dan merah. Erydetha mematikan lampu dan merebahkan tubuh lelahnya di kasur fav nya, dia awalnya tertidur dengan nyenyak namun kembali terbangun karena mendengar ketukan pada jendela kamarnya, Erydetha terbangun dan membuka jendela untuk melihat siapa yang mengetuk, 'tidak ada apapun' ucap Erydetha dalam hati, ia kembali tertidur dengan memeluk gulingnya. Pukul 03.03, Erydetha terbangun karena guling nya jatuh, dan dengan setengah kesadarannya Erydetha mencari guling nya dan melihat guling nya berada di belakang pintu dengan posisi berdiri. Dengan setengah kesadarannya, Erydetha meraih guling tersebut dan memeluknya. Erydetha terbangun lagi pada pukul 03.45 dan berteriak karena tersadar bahwa yang dia peluk, bukanlah guling.

Erydetha Sacharist, seorang gadis perempuan yang mengirimkan cerita ini untuk berbagi pengalaman serta untuk pengingat seluruh pembaca untuk berhati hati dalam melakukan segala hal.   Tertulis, Erydetha seorang anak yang selalu ingin terlihat ambis dalam segala hal apapun, Erydetha sendiri seorang anak perempuan satu satunya dan merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Malam itu, bertepatan pada malam Jum'at pada bulan September, Erydetha sedang mengerjakan tugas yang memang di berikan Minggu lalu, dia bertugas sama seperti biasanya. Terdapat beberapa camilan serta minuman yang di siapkan.   'ma, adek mau resume materi dulu ya, mau presentasi besok' ucap Erydetha ke sang bunda, bunda hanya mengangguk untuk mengiyakan. Tak lama, Erydetha masuk ke dalam kamar dan mulai me - resume tugas tersebut

Dengan ini, saya menceritakan pengalaman pribadi saya, saat berada di bangku sma dan lebih tepatnya menduduki bangku kelas 12 awal.       πŸ—Sebelumnya dengan segala izin tanpa mengurangi rasa hormat, saya berterimakasih kepada tuan dan puan yang telah membaca podcast saya pada malam ini. Dengan segala puji syukur, kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan Nikmat yang telah diberikannya. Sebelum masuk ke dalam cerita, tentunya kalian tidak asing dengan makhluk bernama Poci bukan? Saya tidak akan menjelaskan nya, karena waktu yang terbatas. Dengan begitu, mari saya hantarkan untuk membaca cerita saya

γ…€γ…€γ…€     ⭒─ׅ─ׂ─ Ϋ° πŸ¦‹ Ϋ° ─ׂ─ׅ─ׅ─⭒ 𖀝 selamat malam tuan dan puan, kembali lagi bersama saya, Erydetha Sacharist sebagai pembicara dalam podcast malam ini, yang berjudul ✍️✍️✍️✍️✍️ ✍️✍️✍️✍️✍️✍️ sesuai dengan cerita pengalaman saya, saat masih berada di bangku SMA.

✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️ ✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️ πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰ πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰
✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️ ✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰ πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰

Selamat malam pada Tuan/Puan penelaah kanal. Menfess malam ini resmi kami tutup. Terima kasih banyak untuk Tuan serta Puan yang ikut meramaikan kegiatan malam ini. Selamat beristirahat dan sampai bertemu di lain waktu.

β€’ Dari Hamba : planet β€’ Diperuntukkan kepada : doi β€’ Menyatakan Bahwa : say good byeπŸ‘‹

β€’ Dari Hamba : β€’ Diperuntukkan kepada : nya β€’ Menyatakan Bahwa : jomblo yang lama

β€’ Dari Hamba : Detha β€’ Diperuntukkan kepada : Marcellino β€’ Menyatakan Bahwa : GAUSAH NGERESPON CEWE CEWE GATELLL, PAGG YU CELL😠😠πŸ˜