Terasing Arsip
Open in Telegram
Tafadhol di simpan sebelum channel ini ke banned
Show more731
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Posts Archive
Repost from N/a
#Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
ALLAH akan mengujimu dengan apa yang paling kau takuti, sehingga engkau akan takut hanya kepada ALLAH semata. Dia mengambil apa yang menjadi kelemahanmu agar dirimu menjadi kuat.
Repost from N/a
#Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
Bacalah Qur’ān dan terapkan...bacalah Sunnah dan ikuti...jangan pernah menolak meski 1 āyat!☝
Repost from Dakwah Terasing
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid'ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)
Repost from N/a
🍻MUSIK ADALAH KHAMAR JIWA DAN PENYANYI MU'ADZINNYA SETAN😈👹
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan". (QS.Luqman : 6)
Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu, ketika menjelaskan makna "perkataan yang tidak berguna" pada ayat diatas, beliau berkata "Maksudnya adalah nyanyian, demi ALLAH tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Beliau mengulangi sumpahnya tiga kali.[Tafsir Ath Thobari 21/39, sebagaimana dalam tafsir Ibnu Katsir 6/330]
Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata "Penafikan yang sama juga dikatakan oleh Abdullah bin Abbas, Jabir, Ikrimah, Sa'id bin Jubair, Mujahid, Makhul, Amir bin Syu'aib dan Ali bin Badzimah. Dan berkata Hasan Al Basri, turunnya ayat ini "Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan ALLAH tanpa pengetahuan", dalam (mencela) nyanyian dan alat musik (seperti seruling dan semisalnya-pen). [Tafsir Ibnu Katsir, 6/331]
Dan Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam, bersabda "Sungguh akan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan Zina, Sutra (Haram bagi laki-laki,pen), Khamar dan Alat-alat musik".[HR. Al Bukhari dari Abu Malik Al-'Asy'ari radhiyallahu'anhu]
Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah rahimahullah,berkata : "Dan alat-alat musik adalah khamar jiwa, pengaruhnya lebih dahsyat dibanding khamar dalam gelas". [Majmu Al Fatawa 10/417]
Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juga berkata : "Ada orang-orang yang sudah terbiasa mendengarkan nyanyian dan merasa puas dengannya, mereka tidak tertarik untuk mendengar Al Qur'an dan tidak bahagia dengannya serta tidak terkesan ketika mendengan ayat-ayat Al Qur'an sebagaimana ketika mendengar lirik-lirik lagu. Bahkan jika mereka mendengar Al Qur'an, mereka mendengarkannya dengan hati yang lalai dan lisan yang kosong. Tetapi, apabila mereka mendengar tepukkan dan tiupan musik. Maka mereka dengarkan dengan seksama, diam terpaku, jiwa membisu, seraya meneguk minuman (khamar jiwa)". [Majmu Al Fatawa 11/568]
Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah berkata lagi : "Termasuk perbuatan keji dan mungkar adalah mendengarkan (Alat-alat musik), seruling-seruling setan, dan seorang penyanyi adalah Mu'azinnya setan yang mengajak untuk taat kepadanya, karena sesungguhnya nyanyian adalah mantra perzinahan". [Majmu Al Fatawa 15/349]
Repost from Dakwah Terasing
#Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
JANGAN MERASA KESEPIAN
====================
Ketika 'Umar ibn al-Khattāb (radhiyAllāhu 'anhu) sedang berjalan di sebuah pasar, ia melewati seorang laki-laki yang sedang berdo’a, “Yā ALLAH, jadikan kami dari hamba-Mu yang 'sedikit'! Yā ALLAH, jadikan kami dari hamba-Mu yang 'sedikit'!”
Maka ‘Umar bertanya kepadanya, “Darimana engkau mendapatkan do’a seperti itu?” Dan laki-laki itu menjawab, “ALLAH dalam kitāb-Nya berfirman: ‘Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.’ ~ [Saba’ 13]”
Maka ‘Umar menangis dan menegur dirinya sendiri, “Orang-orang lebih tahu darimu, wahai Umar! Yā ALLAH, jadikan kami dari hamba-Mu yang 'sedikit'!”
Terkadang ketika engkau menasehati orang agar meninggalkan dosa, mereka merespon dengan "Tapi kebanyakan orang melakukannya, jadi bukan hanya aku!" Namun jika engkau mencari kata-kata "kebanyakan orang" dalam Qur'ān, akan kau temukan bahwa kebanyakan orang:
“tidak mengetahui” ~ [Al A’raaf 187]
“tidak bersyukur” ~ [Al Baqarah 243]
dan “tidak berimān” ~ [Huud 17]
Dan jika engkau melihat “sebagian besar mereka”, engkau akan mengetahui bahwa sebagian besar mereka adalah:
“orang-orang yang fāsiq” ~ [Al Maa’idah 59]
“bodoh” ~[Al An’aam 111]
“berpaling” ~ [Al Anbiyaa’ 24]
Maka jadilah yang “sedikit”, dimana ALLAH berfirman tentang mereka:
“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.” ~ [Saba 13]
“Dan tidak berimān bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” ~ [Huud 40]
“Berada dalam jannah kenikmatan, segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.” ~ [Al Waaqi’ah 12-14]
❝Laluilah jalan kebenaran dan jangan merasa kesepian karena sedikitnya orang yang memilih jalan itu. Dan waspadalah dari jalan bātil dan jangan tertipu dengan banyaknya orang yang mengikutinya.❞
—Ibn al-Qayyim (rahīmahullāh)
Repost from Dakwah Terasing
Dihikayatkan dari sebagian Salaf, bahwa ia berkata:
"Dahulu aku adalah pelaku maksiat dan peminum khamr. Tiba-tiba pada suatu hari aku mendapati seorang anak yatim yang miskin. Aku pun membawanya dan berbuat baik kepadanya, memberi makan dia, memberikan ia pakaian, memandikan dia, merapikan rambutnya dan memuliakannya sebagaimana seorang ayah yang memuliakan anaknya bahkan lebih.
Pada suatu malam aku bermimpi bahwa hari kiamat tiba dan aku diseru untuk dihisab. Aku pun diseru untuk ke neraka karena sebab maksiat yang aku lakukan. Malaikat penjaga jahannam pun menarikku untuk menggiringku ke neraka sedang aku dalam keadaan hina dina.
Tatkala keadaanku demikian maka anak yatim tadi datang dan menghalangi jalanku, dan ia berkata: Lepaskan lelaki ini wahai malaikat Rabb-ku sampai aku bisa meminta syafaat disisi Allah untuk lelaki ini karena sungguh lelaki ini telah berbuat baik kepadaku dan memuliakanku. Malaikat pun berkata: Kami tidak diperintah demikian.
Tiba-tiba ada seruan dari Allah, dan berkata: Lepaskan lelaki ini, sungguh aku memberikan dia karunia melalui syafaat dari anak yatim ini karena sebab perlakuan baik lelaki ini kepada anak yatim tersebut.
Lalu aku pun terbangun dan bertaubat kepada Allah, dan setelah itu aku pun berusaha keras untuk senantiasa memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim.
Oleh karena itu Anas ibn Malik yang merupakan pelayan Rasulullah berkata: Sebaik-baik rumah adalah rumah yang terdapat anak yatim dan ia berbuat baik kepadanya. Dan seburuk-buruk rumah adalah rumah yang terdapat anak yatim dan ia malah berbuat jahat kepadanya".
Sumber: al-Kabair karya adz-Dzahabi hal 111
Repost from Dakwah Terasing
#infografis #poster
#hadits #anjuran
#targhib #peduli
Peduli Terhadap Sesama Muslim
Dari Abu Said al-Khudri -Radhiyallahu'anhu- berkata: Ketika kami safar bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dengan mengendarai kendaraannya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang memiliki kelebihan tempat pada kendaraannya, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki tempat, dan siapa yang memiliki kelebihan perbekalan hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki perbekalan." [HR. Muslim]
▪️ Bahwa pernah suatu ketika para sahabat berada dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah -Shallallahu'alaihi wa Sallam-, lalu datang seorang laki-laki yang mengendarai unta, ia memandang ke kanan dan ke kiri seolah sedang mencari atau menginginkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya, maka Nabi -Shallallahu'alaihi wa Sallam- mengingatkan mereka akan hal itu.
▪️ Kendaraan: yakni apa yang ditunggangi dari hewan dan lainnya untuk perjalanan dan pengangkutan, dan kelebihan yaitu yang lebih dari kebutuhan, dan maknanya: barang siapa yang memiliki hewan tunggangan yang melebihi kebutuhannya, maka hendaklah ia bersedekah dengannya dan memberikan kepada sahabatnya yang tidak membawa hewan tunggangan bersamanya.
▪️ Dan barangsiapa memiliki makanan yang melebihi kebutuhannya, maka hendaklah ia memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkannya di kalangan kaum muslimin, dan ini bersifat umum dalam semua jenis pemberian, seperti bantuan makanan, uang, atau hal-hal lain yang bermanfaat darinya.
▪️ An-Nawawi berkata: "Didalamnya adalah anjuran untuk bersedekah, menderma, berkepedulian, berbuat baik pada rekan dan sahabat, memperhatikan kebutuhan sahabat. Maka sebuah perkara besar manakala sebuah kaum mempunyai sikap kepedulian atas kebutuhan sahabatnya, dan mencukupkannya dengan memberi tawaran untuk membantu orang yang sedang butuh dan memberi dorongan, tanpa harus diminta terlebih dahulu". [Syarah Muslim].
▪️ Ibnul Qayyim berkata: "Bentuk kepedulian kepada mukmin itu bermacam-macam: peduli dengan harta, peduli dengan kedudukan, peduli dengan badan dan pelayanan, peduli dengan nasehat dan bimbingan, peduli dengan do'a dan memohon ampun untuk mereka, serta peduli dengan ikut merasakan penderitaan mereka, dan bentuk kepedulian ini tergantung kadar keimanan seseorang". [Fawaid]
▪️ Di antara bagian dari kepedulian: peduli kepada keluarga tahanan, janda, dan yatim, serta memeriksa keadaan mereka. Peduli kepada penghutang untuk membayar, peduli kepada orang tua yang tidak mampu mencari nafkah dan berbuat baik kepada mereka, peduli kepada mereka yang sedang kesusahan dan yang tertimpa musibah di kalangan kaum Muslimin, serta berada disamping mereka.
Infografis An-Naba' edisi 396
Kamis, 4 Dzulhijah 1444 H
-
Repost from Dakwah Terasing
Al Hasan Al Bashri رحمه الله berkata,
السنة - والذي لا إله إلا هو- بين الغالي والجافي ، فاصبروا عليها رحمكم الله ، فإن أهل السنة كانوا أقل الناس فيما مضى ، وهم أقل الناس فيما بقي ، الذين لم يذهبوا مع أهل الإتراف في إترافهم ، ولا مع أهل البدع في بدعتهم ، وصبروا على سنتهم حتى لقوا ربهم ، فكذلك فكونوا
Demi Dzat Yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, menegakkan As-Sunnah itu berada di antara dua kelompok. (Kelompok) yang ghuluw (berlebih-lebihan) dan (kelompok) yang bersikap meremehkan. Maka bersabarlah kalian di dalam mengamalkan As-Sunnah, semoga Allah Ta’ala senantiasa merahmati kalian. Sesungguhnya dahulu Ahlus Sunnah adalah golongan yang paling sedikit jumlahnya. Maka demikian pula pada waktu yang akan datang, mereka adalah golongan yang paling sedikit jumlahnya. Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang tidak mengikuti kemewahan manusia. Tidak pula mengikuti kebid’ahan manusia. Mereka senantiasa bersabar di dalam mengamalkan As-Sunnah sampai bertemu dengan Rabb mereka. Maka hendaknya kalian pun demikian.
[Syarah Ath-Thahawiyyah: 2/326]
Repost from Dakwah Terasing
Bismillah...
Telah sampai kabar kepada kami. Salah seorang santriwan DQH 'Amma, Muhammad Ihsanul Anam mengalami kecelakaan pada matanya saat bermain dengan teman-temanya. Lensa matanya tidak sengaja tergores ujung kertas saat bermain. Setelah diperiksa ke dokter, qodarullah bagian pada Retina mata yang tergores robek sehingga harus segera di operasi. Estimasi biaya untuk operasi ananda Ihsan ± Rp 15.0000.000,- _(lima belas juta rupiah)._
Maka, dengan ini kami mengharap doa dan dukungan teman-teman khususnya secara finansial untuk membantu biaya pengobatan ananda Ihsan. Agar ananda Ihsan bisa kembali belajar, dan menghafal qur'an dengan kedua matanya secara normal.
Bagi yang berkenan membantu baik secara cash atau transfer bisa ke
Rek BCA 0790536649
an Lutfian
konfirmasi :
0858 0142 2593 (Lutfi)
atas doa dan dukunganya, kami ucapkan jazaakumullahu khairan katsiran, wa baarokallahufiikum 🤲
