846
Subscribers
No data24 hours
No data7 days
No data30 days
Data loading in progress...
Similar Channels
Tags Cloud
No data
Any problems? Please refresh the page or contact our support manager.
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
February '24
February '24
+33
in 0 channels
January '24
+87
in 2 channels
Get PRO
December '23
+71
in 2 channels
Get PRO
November '23
+56
in 2 channels
Get PRO
October '23
+712
in 2 channels
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 13 February | +1 | |||
| 12 February | 0 | |||
| 11 February | +3 | |||
| 10 February | +2 | |||
| 09 February | +2 | |||
| 08 February | +6 | |||
| 07 February | +6 | |||
| 06 February | +1 | |||
| 05 February | 0 | |||
| 04 February | +2 | |||
| 03 February | +1 | |||
| 02 February | +3 | |||
| 01 February | +6 |
Channel Posts
#Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
Seseorang bertanya pada Hassan Al Basri [rahīmahullāh]: “Apa rahasia kesālihanmu?”
Ia menjawab, “Aku memahami 4 hal":
1. Aku paham, rezekiku tak bisa diambil oleh siapapun, maka hatiku merasa tenteram.
2. Aku paham, tak ada yang bisa melakukan ibādahku, maka aku melakukannya sendiri.
3. Aku paham ALLĀH تعالى memperhatikanku, maka aku merasa malu untuk berbuat salah.
4. Aku paham kematian sedang menungguku, maka mulai kupersiapkan pertemuanku dengan ALLĀH تعالى
| 2 | Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).
Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
"Batas antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka telah kafir. "
(HR.Tirmidzi 2621) | 1 175 |
| 3 | Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).
Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
"Batas antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka telah kafir. "
(HR.Tirmidzi 2621) | 1 |
| 4 | Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).
Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
Batas antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka telah kafir.
(HR.Tirmidzi 2621) | 1 |
| 5 | Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).
Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
Batas antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka telah kafir.
(HR.Tirmidzi 2621) | 1 |
| 6 | Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran itu meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).
Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
Batas antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka telah kafir.
(HR.Tirmidzi 2621) | 1 |
| 7 | Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).
Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu -bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ
“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566). | 1 |
| 8 | #Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
Jika para Sahābat berfokus pada diri mereka sendiri, ras mereka, suku mereka, atau warna kulit mereka, dan jika mereka tak mengerahkan segala upaya mereka untuk dominasi Islām, maka Islām takkan tegak. Dengan mengadopsi ‘Aqīdah Islām, orang tak lagi tetap sebagai orang Arab, orang kulit Putih, atau kulit Hitam. Mereka menolak untuk tetap menjadi budak tuan-tuan palsu tersebut, tapi sebaliknya, mereka bersandar dan tunduk pada Guru yang sejati….ALLĀH, Yang Maha Tinggi.
Saat ini, ketika kita melihat Ummat Islām pada umumnya, kita mendapati bahwa ummat Islām terpisah-pisah berdasarkan sejumlah besar entitas nasional, yang masing-masing memperhatikan dan menjaga batas-batasnya sendiri serta menjaga kesetiaan terhadap batas-batas tersebut. Kita menemukan ummat Islām memiliki kesetiaan mereka kepada dewa-dewa palsu seperti warna kulit, ras, suku, dan batas politik buatan yang memisahkan ummat kita. Beberapa masih menganggap diri mereka sebagai orang Arab, Pakistan, India, atau Afro Amerika.
Mengusung label seperti Arab, Pakistan, Hitam, atau Putih berarti kita belum menghilangkan perbedaan kita sebagaimana Islam menghilangkan perbedaan Muslim sebelumnya.
Resistensi ini mencemari aliansi dan kesetiaan kita hanya kepada ALLĀH. Hal ini merampas kebebasan dan kemerdekaan sejati kita serta menempatkan kita di bawah perbudakan baru. Hal ini jauh lebih buruk daripada perbudakan yang terjadi di perkebunan Amerika, atau pada masa pendudukan Inggris terhadap pola pikir Muslim di anak benua tersebut, atau pada koloni Perancis di Afrika Utara. Mereka yang diperbudak pada saat itu, mengetahui bahwa mereka adalah budak dan bekerja untuk membebaskan diri mereka sendiri.
Namun, dalam perbudakan saat ini, kita sering kali tak menyadari kondisi kita dan mengabaikan segala upaya pembebasan. Saat ini, seluruh ummat manusia menderita akibat perbudakan ini. Ummat Islām-lah satu-satunya yang mampu membawa ummat manusia keluar dari kesengsaraan ini. Untuk melakukan hal ini, mereka harus sekali lagi menegakkan kesetiaannya (WALĀ’) hanya kepada ALLĀH Ta’āla, tunduk hanya kepada-Nya, dan menolak, mengingkari, dan melepaskan diri dari rasisme dan nasionalisme. Pada saat itulah…..dan hanya pada saat itulah, ummat manusia akan mengetahui hakekat kebebasan dan kemerdekaan yang sesungguhnya. | 428 |
| 9 | #Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
Kenalilah kedudukan para Sahābat radhiyAllāhu ‘anhum!
Merekalah murid-murid langsung Rasulullāh Shallallāhu ‘Alaihi Wassalām
Kehidupan mereka adalah ilustrasi untuk kita ikuti, dimana kita harus belajar dari kekurangan mereka serta amal baik mereka.
Tindakan mereka dibicarakan dalam Qur’ān. Ketika mereka berbuat keliru, ALLĀH Subhānahu wa Ta’āla akan membimbing mereka menggunakan Al Qur’ān.
Betapa mulia mereka
Seolah-olah andai Qur’ān adalah sebuah buku pelajaran, maka para Sahābat adalah beberapa contoh kecil yang biasanya tertulis di bagian bawah halaman buku.
Kehidupan para Sahābat tak tertandingi dalam kesālihan dan tanpa pamrih. Mereka hidup demi Islām!
Andai saja kita bisa merenungkan dan menyadari kebesaran mereka yang terpilih untuk menjadi Sahābat Rasulullāh Shallallāhu ‘Alaihi Wassalām! | 351 |
| 10 | BISMILLAH..
Sedikit yang memahami Dien ini...
Sedikit yang memihak jalan ini...
Sedikit yang mengadopsi bentuk Islam yang benar...
Sedikit yang membahas ketegasan dan otoritas Islam...
Banyak yang membahas aspek Islam yang manis-manis saja...
Banyak yang berbicara kasih sayang Allah saja...
Banyak yang berucap Islam tegak hanya lewat jalan damai...
Banyak yang berasumsi Islam tegak cukup lewat khutbah dimimbar-mimbar saja...
Siapa yang akan mengingatkan umat ini...
Allah maha lembut juga maha keras azabnya...
Siapa yang akan memberi tahu umat ini...
Nabi diutus membawa perdamaian juga diutus dengan pedang...
Akankah engkau berdusta...
Saat Nabi berkata: Aku diperintahkan untuk memerangi seluruh manusia...
Akankah engkau talbis...
Saat Nabi berkata: Rezky ku berada diujung tombakku...
Umat tiap hari dibombardir...
Umat sedang dijagal laksana hewan tanpa ampun...
Muslimah dihinakan hampir disetiap jengkal bumi Allah...
Kekayaan negeri muslim dan hukum-hukumnya digagahi...
Lalu para khatib selebriti dan ulama bayaran berkata:
Islam agama damai...
Tak ada jihad hari ini...
Jihad harus bersama ulil amri...
Lalu diikuti para ustadz dan para thullabnya...
Semua membeo dan berkata:
Betul wahai syeikh...
Benar wahai ustadz...
Islam agama damai, tak ada jihad hari ini...
Beri tahu kami...
Adakah metode yang terbaik...
Untuk menjayakan dan mengangkat Izzah umat...
Selain metode Rasulullah...!!!???
Apa do'a mu lebih makbul...
Nabi berdo'a juga memanggul senjata...
Apa metode dakwah mu lebih baik...
Nabi berdakwah juga mengangkat pedang...
Apa engkau lebih faqih berdakwah dari Abu Bakar as shiddiq...?
Apa ibadah mu lebih baik dari Umar bin khattab...?
Apa engkau lebih mulia dari Khalid bin walid...?
Mereka berdakwah juga terjun dimedan laga...
Semua takut memihak kebenaran.
Semua takut menyuarakan kebenaran.
Semua bahkan takut sekedar melihat kebenaran.
Tak ada yang mau menjawab karena semua benci pertanyaan ini.
(Al-Baqarah; 216)-->
KUTIBA 'ALAIKUMU L-QITAAL, . . . .
(Al-Baqarah; 216) Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Ustadz.Abu Luqman | 472 |
| 11 | *ONE DAY ONE HADITS*
`Kamis, 28 Desember 2023 / 15 Jumadil Akhir 1445```
_*Fitnah yang Ditimbulkan Wanita Sangat Kuat*_
عن أسامة بن زيد رضي الله عنهما عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّساء)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhuma dari Nabiﷺ sabdanya:
"Saya tidak meninggalkan sesuatu fitnah sepeninggalku nanti yang fitnah itu Iebih besar bahayanya untuk dihadapi oleh kaum lelaki, Iebih hebat dari fitnah yang ditimbulkan oleh kerana persoalan orang-orang perempuan." *(Muttafaq 'alaih)*
*Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:*
1- Hadist ini memberi petunjuk bahwa fitnah-fitnah pada wanita paling dahsyat dari sekian syahwat.
2- Karena syahwat kepada wanita tidak ada puasnya.
3- Kadang-kadang cinta pada wanita membawa laki-laki tak peduli itu harom dan meninggalkan apa yang bermanfaat untuk dirinya dunia ataupun akhirat.
4- Ini merupakan peringatan rasulullah shalallahu alaihi wasallam hendaklah waspada dengan wanita jangan sampai celaka dunia dan akhirat.
*Tema hadist yang berkaitan dengan al quran:*
1- Hati-hati dan waspada dengan tipu daya wanita
إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ
sesungguhnya tipu daya kamu(wanita) besar.”
*(Yusuf: 28)*
2- Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang semua yang dijadikan perhiasan bagi manusia dalam kehidupan di dunia ini, berupa berbagai kesenangan yang antara lain ialah wanita dan anak-anak. Dalam ayat ini dimulai dengan sebutan wanita, karena fitnah yang ditimbulkan oleh mereka sangat kuat.
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
*(An nisa : 14)*
Wallahu a'lam | 1 102 |
| 12 | Tafadhol bagi yang ingin meringankan beban beliau | 959 |
| 13 | Tafadhol bagi yang ingin berinfaq | 1 |
| 14 | #Diary —Agung Moehadji Soemo Soemadi
Wahai saudaraku Muslim, jangan pernah kehilangan harapan pada Rabb kalian. Ingatlah selalu bahwa seberat apapun ujian yang kalian hadapi, para Sahābat menghadapi skenario yang lebih buruk. Ibn Taimiyyah, Abu Hanifah, Ahmad ibn Hanbal [rahimahumullāh] dan banyak Ulama besar lain dijebloskan dalam jeruji besi namun tak sekalipun mereka berkompromi pada seruan mereka. ‘Ammar ibn Yāsir [radhiyAllāhu ‘anhu] menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri penyiksaan dan pembunuhan terhadap ibunya, Hamzah [radhiyAllāhu ‘anhu] dimutilasi, Bilal [radhiyAllāhu ‘anhu] disiksa, Abu Bakar [radhiyAllāhu ‘anhu] dipukuli sampai hampir mati, ‘Utsman [radhiyAllāhu ‘anhu] dibunuh, dan Rasulullāh Shallallāhu ‘Alaihi Wassalām dicekik dan kehabisan nafas. Serupakah jenis ujian yang kita hadapi dalam hidup kita karena ALLAH?
Jika kalian mendengar seorang munāfiq atau korup bilang, “Ya…tapi itu kan di jaman mereka. Kenyataan sudah berganti dan kita hidup dalam situasi yang berbeda…” maka jangan dengarkan…karena ada penyakit di hatinya. Tak seorang pun akan masuk Syurga tanpa menghadapi ujian berat dari ALLAH Subhānahu wa Ta’āla di setiap bidang kehidupan, karena ALLAH akan menguji mereka yang dicintai-Nya.
❝Ketika ALLAH menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia akan mengujinya.❞
—Muhammad Shallallāhu ‘Alaihi Wassalām (Al Bukhary) | 436 |
| 15 | Karena tanpa iman kepada dan qadha dan qadar maka pemahaman tauhid ini akan pincang bahkan akan di tinggalkan ketika seseorang mendapatkan kesulitan mendapatkan ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala
( Ust Abu Sulaiman, Audio Khutbah Jum'at ke 91) | 445 |
| 16 | Sungguh telah kafir yang mengatakan isa putra maryam anak Tuhan. | 500 |
| 17 | #Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
4 perkara yang membuat tubuhmu sakit;
1) Bicara berlebihan.
2) Tidur berlebihan.
3) Makan berlebihan.
4) Bertemu berlebihan dengan orang lain.
4 perkara yang meningkatkan aura wajah dan kebahagiaanmu;
1) Kesālihan.
2) Loyalitas.
3) Kemurahan hati/ dermawan.
4) Membantu orang lain tanpa diminta.
4 perkara yang menghentikan Rizqimu;
1) Tidur di pagi hari (antara Subuh dan matahari terbit)
2) Tak teratur dalam shalāt (Tariqu shalāt)
3) Kemalasan/ pengangguran.
4) Pengkhianatan/ ketidakjujuran.
4 perkara yang meningkatkan Rizqimu;
1) Tetap terjaga di malam hari untuk shalāt.
2) Selalu bertaubat.
3) Berderma secara rutin.
4) Dzikirullāh (mengingat ALLĀH) | 472 |
| 18 | #Diary—Agung Moehadji Soemo Soemadi
❝Siapapun yang meninggalkan Syari'āh yang sudah jelas, yang diturunkan kepada Muhammad Ibn Abdillāh, penutup para Nabi, dan mengambil hukum selainnya dari hukum kāfir yang bātil, maka dia KĀFIR. Lalu bagaimana dengan seseorang yang mengambil Hukum 'Yasiq' (hukum orang Tartar yang dicampur Syari'āh dengan aturan-aturan yang ditetapkan) dan memilih menggunakannya daripada Syari’āh?! Siapapun yang melakukan itu, ia telah KĀFIR dengan Ijmā' ummat Islām.❞
—Al Hāfidz Ibn Katsir; Al-Bidāyah wan-Nihāyah, Vol. 13/119 | 496 |
| 19 | Dzikir tidak akan membuahkan ketenangan hati kecuali jika dibarengi dengan cara berpikir yang sehat (al-fikru as-salim) dengannya ia bisa memahami sunatullah. Sedangkan orang-orang yang menggunakan cara berpikirnya dengan cara khurafat dan menolak sunatullah dia tidak akan mencapai janji ilahi dari pertolongan, kemenangan sempurna (tamkin) dan izah. Inilah makna firman Allah ta’ala:
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ ………. وَيَتَفَكَّرُونَ
“Orang-orang yang berdzikir…….. dan berfikir.”
Yang menghasilkan pengakuan:
مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا
Inilah yang disebut seseorang faqih; mendapatkan bashirah pengetahuan alam syahadah dan juga alam ghaib. Dia memantau pergerakan alam ghaib untuk memelihara pergerakan alam nyata.
Rasa pengangungan Allah dalam hati bisa terwujud dengan mengenal qudrah-Nya (kekuasaan-Nya). Mengenal qudrah Allah tidak bisa kecuali dengan mengerti makhluk-Nya; caranya dengan tafakur, pengamatan, menganalisis, pengembaraan dan studi. Mereka inilah yang disebut ulil albab.
Mengapa kekafiran walaupun memiliki kekuatan yang melebihi kaum mukminin dapat dikalahkan? Karena mereka kaum yang la yafqahun (tidak faqih, tidak memahami). Mereka bukan golongan ulil albab seperti firman Allah:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak faqih.” (Al-Anfal: 65)
Maka, hakikat pergulatan adalah antara kaum yang faqih pada al-haq dari syariat dan sunatullah versus kaum yang sesat tidak faqih syariat dan sunatullah. Permusuhan antara ulil albab versus ad-dhalin (orang-orang sesat).
والله أعلم بالصواب
Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya
Baarakallahu fiikum ... .
Dikutip "NgajiBersama" | 985 |
| 20 | Tsalaasai 06 Syawal 1442 H
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْـــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِـــــــــيم
Dzikir dan Berpikir
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ ، فَقُلْتُ لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَطُرِحَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِسَادَةٌ ، فَنَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طُولِهَا ، فَجَعَلَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ ، ثُمَّ قَرَأَ الآيَاتِ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ آلِ عِمْرَانَ ، حَتَّى خَتَمَ ثُمَّ أَتَى سِقاَءً مُعَلَّقًا ، فَأَخَذَهُ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي
Berkata Ibnu ’Abbas radhiyallahu ‘anhu: “Suatu hari aku menginap di rumah bibiku Maimunah, lalu aku berkata padanya; ‘Sungguh aku ingin melihat shalat (malam) Rasulullah.’ Maka (bibiku) menyiapkan bantal bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam setelah itu beliau tidur di pembaringan bagian sisi panjangnya. Ketika bangun (malam) mengusap kantuk dari wajahnya lalu beliau membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali Imran hingga selesai. Kemudian beliau menuju ke geriba air minum yang tergantung, beliau berwudhu darinya lalu beliau shalat.’” (Al-Bukhari)
Dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mengajarkan kesempurnaan seorang mukmin; dzikir dan berpikir.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan batil, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran: 191)
Dzikir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tatkala bangun malam bersiap qiyamullail dengan membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali Imran. Dzikir mengingat Allah Rabb semesta, dzikir mengingat negeri akhirat, dzikir membaca Kitabullah yang semua itu menguatkan ruh.
Dzikir harus diimbangi dengan berpikir; maknanya mengerahkan potensi akal untuk menimbang dan menganalisis. Berpikir agar dapat memahami sunah kauniyah dan qadariyah kehidupan ini dan memahami bagaimana Allah menundukkan mahkluk yang telah Ia ciptakan bagi manusia.
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (Al-Jasiyah: 13)
Menundukkan sesuatu tidak bisa dilakukan kecuali dengan itqan (ketelitian, kesungguhan serta penguasaan). Yaitu dengan mengenal sunatullah didalamnya. Semakin manusia memahami sunatullah maka semakin dia dapat menundukkan apa yang ada di langit dan bumi. Sehingga dia mengatakan:
مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا
“Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan batil.”
Sebaliknya orang-orang yang menolak untuk memahami sunatullah akan mengatakan:
هَٰذَا بَاطِلًا
“Penciptaan ini batil.”
Batil adalah sesuatu yang tidak berfaedah; perkataan yang menunjukkan kebodohannya pada hikmah Allah dan kesucian-Nya. Sebab tidaklah Allah menciptakan sesuatu di langit dan bumi kecuali ada manfaatnya bagi manusia.
Supaya kita dapat memahami sunatullah dengan baik, maka perlu memasukinya melalui pintunya terlebih dahulu. Pintu memerlukan kunci untuk membukanya yaitu ilmu mengenai takdir penciptaan sampai mencapai pemahaman yang akan membimbingnya.
Sedang ayat-ayat kauniyah (kosmos) merupakan tanda-tanda untuk memahami sunatullah. Ayat juga berarti alaqah (hubungan atau keterkaitan) yang memiliki banyak makna. Di antara maknanya adalah petunjuk siapa yang menciptakan-Nya, keagungan-Nya, dan hikmah-Nya. Orang yang memiliki akal sehat akan menemukan makna tersebut. | 785 |
