en
Feedback
Short

Short

Open in Telegram

🏙️ @serikatghost 🗓 29 Agustus 2021

Show more
919
Subscribers
No data24 hours
-57 days
-2630 days
Attracting Subscribers
July '26
July '260
in 0 channels
June '26
+1
in 0 channels
Get PRO
May '26
+1
in 0 channels
Get PRO
April '260
in 0 channels
Get PRO
March '260
in 0 channels
Get PRO
February '260
in 0 channels
Get PRO
January '26
+2
in 0 channels
Get PRO
December '250
in 0 channels
Get PRO
November '250
in 0 channels
Get PRO
October '25
+3
in 0 channels
Get PRO
September '25
+1
in 0 channels
Get PRO
August '25
+880
in 10 channels
Get PRO
July '25
+3
in 0 channels
Get PRO
June '25
+4
in 1 channels
Get PRO
May '25
+50
in 2 channels
Get PRO
April '25
+419
in 14 channels
Get PRO
March '25
+13
in 0 channels
Get PRO
February '25
+41
in 2 channels
Get PRO
January '25
+608
in 4 channels
Get PRO
December '24
+3
in 0 channels
Get PRO
November '24
+6
in 1 channels
Get PRO
October '24
+15
in 1 channels
Get PRO
September '24
+10
in 0 channels
Get PRO
August '24
+737
in 13 channels
Get PRO
July '24
+47
in 0 channels
Get PRO
June '24
+345
in 14 channels
Get PRO
May '24
+330
in 16 channels
Get PRO
April '24
+639
in 5 channels
Get PRO
March '24
+227
in 11 channels
Get PRO
February '24
+218
in 1 channels
Date
Subscriber Growth
Mentions
Channels
13 July0
12 July0
11 July0
10 July0
09 July0
08 July0
07 July0
06 July0
05 July0
04 July0
03 July0
02 July0
01 July0
Channel Posts
photo content

2
Ngerasa bersalah
Ngerasa bersalah
12
3
No text...
11
4
ngambil tai
ngambil tai
18
5
No text...
19
6
No text...
24
7
No text...
24
8
Kadang kalau kita menyukai atau mencintai (agak cringe)seseorang, kita jadi terlihat berlebihan. Padahal sebenarnya, kita tid
Kadang kalau kita menyukai atau mencintai (agak cringe)seseorang, kita jadi terlihat berlebihan. Padahal sebenarnya, kita tidak selalu harus mendekati dia untuk menunjukkan perasaan kita. Kalau perasaan itu tulus, menjauh pun bisa jadi bentuk cinta terutama saat kita sadar bahwa kita tidak bisa membuatnya bahagia. Memaksakan diri untuk tetap bersama bukanlah cinta, tapi lebih ke ego dan nafsu yang dibungkus perasaan
24
9
Pernah gak kamu ngerasa gak ada energi buat jatuh cinta? Apalagi harus kenalan sama orang baru. Ini disebut fase "Burnout", dalam hal percintaan itu nyata dan menguras tenaga. Jadi wajar banget kalo saat ini kamu butuh break total dari proses perkenalan yang repetitif. Harus basa-basi, tebak-tebak karakter, dan beradaptasi lagi dengan orang baru. Daripada makasain diri, lebih baik rehat dulu buat memulihkan tenaga, hati dan pikiran. 1️⃣ Jeda Total (Dating Detox). Kalo kamu pake dating app, uninstall untuk sementara waktu. Di sosmed lebih selektif lagi untuk interaksi atau sekedar balas chat yang masuk. Jangan ngerasa bersalah karena gak bales chat yang menurutmu gak penting. 2️⃣ Fokus ke Me Time. Alihkan energi yang biasanya terbuang buat ebetan ke hobi yang kamu suka, olahraga, atau me time di kamar. Ntah itu nonton film, drama, reels, dengerin musik, main game. 3️⃣ Isi Ulang Energi Sosial. Ini gak harus banget bersosial yaa, kalo kamu ketemu sama temen-temen lama atau yang energinya udah selaras denganmu, kamu gak perlu pake topeng buat try hard tampil sempurna. 4️⃣ Sayangi Diri Sendiri. Inget, mencintai diri sendiri (self-love) adalah prioritas utama. Kalo lagi capek ya istirahat, peluk diri sendiri dan menikmati waktu sendirian jauh lebih berharga daripada maksain jalin hubungan baru. Fase ini bukan berarti kamu menutup diri selamanya, kok. Ini cuma waktu jeda biar nanti pas kamu bener-bener siap, kamu bisa ketemu orang yang tepat dengan versi dirimu yang jauh lebih segar dan bahagia.
18
10
No text...
16
11
✍🏻
✍🏻
15
12
No text...
15
13
gini?
gini?
18
14
Ada satu tanda hubungan mulai kehilangan keseimbangan. Kamu tidak lagi meminta. Kamu mulai memberi petunjuk. Bukan karena malu. Karena kamu takut dianggap terlalu banyak menuntut. Maka kebutuhanmu tidak pernah diucapkan secara langsung. Kamu berharap dia mengerti dari nada bicaramu. Dari perubahan sikapmu. Dari diammu. Dari wajahmu. Lalu ketika dia tidak menangkap semua itu, kamu kecewa. Padahal dia tidak sedang mengabaikan permintaanmu. Kamu memang tidak pernah benar-benar memintanya. Yang lebih menarik, pola ini sering muncul setelah satu pengalaman tertentu. Saat kamu pernah menyampaikan kebutuhanmu... Lalu responsnya membuatmu berpikir bahwa kebutuhan itu merepotkan. "Masa begitu aja dipermasalahin?" "Kamu sensitif banget." "Kamu minta yang aneh-aneh." Kalimat seperti itu tidak selalu menghentikanmu saat itu juga. Tetapi otak mencatat risikonya. Lain kali, kamu memilih diam. Lebih aman. Perlahan, kebutuhanmu berubah bentuk. Bukan lagi permintaan. Menjadi teka-teki. Kamu berharap dia membaca. Berharap dia peka. Berharap dia sadar sendiri. Karena meminta terasa terlalu mahal. Dan ketika harapan itu tidak terpenuhi, kamu mulai berkata, "Kalau dia benar-benar peduli, harusnya dia tahu." Kalimat itu terdengar logis. Padahal hubungan bukan ujian membaca pikiran. Tidak ada orang yang selalu mampu menangkap kebutuhan yang tidak pernah diucapkan dengan jelas. Masalah sebenarnya bukan terletak pada apakah dia peka atau tidak. Masalahnya adalah kamu sudah belajar bahwa menyampaikan kebutuhan memiliki konsekuensi yang tidak nyaman. Maka kamu berhenti meminta. Bukan karena kebutuhan itu hilang. Karena cara menyampaikannya berubah menjadi lebih tersembunyi. Di situlah hubungan mulai dipenuhi salah paham. Satu pihak merasa sudah memberi cukup banyak petunjuk. Satu pihak merasa tidak pernah diberi tahu apa yang sebenarnya diinginkan. Keduanya merasa tidak dipahami. Padahal keduanya sedang bereaksi terhadap pola yang berbeda. Hubungan yang sehat tidak menuntut seseorang terus-menerus menebak isi kepala pasangannya. Tetapi juga tidak membuat seseorang takut setiap kali ingin mengungkapkan kebutuhannya. Karena ketika kebutuhan harus disamarkan agar tetap bisa diterima, yang berubah bukan hanya cara berkomunikasi. Yang berubah adalah keyakinan bahwa dirimu masih memiliki ruang untuk didengar tanpa harus menyamarkan apa yang sebenarnya ingin kamu katakan. #psikologi #hubungan #komunikasi #selfawareness #hardtoswallow
23
15
No text...
21
16
No text...
23
17
Reminder minggu pagi 🤙🏻
Reminder minggu pagi 🤙🏻
19
18
No text...
23
19
No text...
26
20
Kamu pasti bingung sama orang kaya yang suka ngomong “harta gak menjamin kebahagiaan.” Karena kita gak relate… emang sih kalimat ini cuma berlaku kalau kamu udah kaya aja. Saat kita masih miskin kadang kita suka halu, walaupun suamiku suka selingkuh asalkan uang bulanan 1 M pasti aku chill dan bahagia. Tapi ada satu hal yang meleset dari perhatian kita, yaitu namanya hedonic adaptation. Saat pertama kali merasakan 1 M sebulan dari suami, kita akan ngerasa dunia penuh kebahagiaan, rasanya pengen jingkrak2,pokoknya gak ada yang lebih baik dari pada ini. Sialnya syaraf dan hormon kita itu bandel. Masa kita dibikin merasa beradaptasi. Jadi rasa bahagia yang meledak2 itu perlahan2 ditarik dari hati kita. Bukannya kurang bersyukur, tapi otak kita mencatat itu sebagai rutinitas yang biasa aja, sehingga ledakan bahagia, hormon dopamine gak hadir lagi kaya pertama kali kita ngerasain itu. Lalu datang lah konflik2 diluar uang, misalnya anak kita pake narkoba, suami kita ani aninya 4. Hal hal kaya gitu, akan bikin orang kaya rasa frustrasinya tetep valid. Tapi kita harus thanks to God, mungkin ini yang dinamakan dunia itu adil, karena dari kalangan mana pun kita, tetap bisa merasakan emosi bahagia dan sengsara, karena cara kinerja hormon hormon kortisol dan dopamine yang ada di dalam tubuh kita. Kamu sadar gak sih walau kita melarat masih bisa ketawa ketawa buat hal receh, itu lah keadilan Tuhan, kita dikasih kesempatan merasakan dopamine. Walaupun aku ga menutup mata, aku tetap mengejar kekayaan karena ketika kita kaya kita punya banyak pilihan buat keluar dari rasa frustrasi. Kalau kerjaan toxic bisa resign, kalau sakit bisa ke RS bagus, kalau suami jahat bisa cerai.
33