Al-Hijri
Open in Telegram
© Kritik & Saran: +62 853-6176-8769 Channel Al-Hijri adalah sebuah media yang menampilkan; ※ Penanggalan Hijriyah. ※ Beberapa peristiwa dalam sejarah Islam. ※ Nasehat-nasehat ulama salafus shalih/rabbani yang sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal jama'ah.
Show more2 316
Subscribers
No data24 hours
-27 days
-730 days
Data loading in progress...
Similar Channels
Tags Cloud
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
September '26
September '26
+2
in 0 channels
August '26
+20
in 1 channels
Get PRO
July '26
+9
in 1 channels
Get PRO
June '26
+22
in 1 channels
Get PRO
May '26
+13
in 0 channels
Get PRO
April '26
+10
in 1 channels
Get PRO
March '26
+6
in 0 channels
Get PRO
February '26
+23
in 1 channels
Get PRO
January '26
+9
in 0 channels
Get PRO
December '25
+8
in 0 channels
Get PRO
November '25
+15
in 0 channels
Get PRO
October '25
+18
in 0 channels
Get PRO
September '25
+11
in 0 channels
Get PRO
August '25
+11
in 0 channels
Get PRO
July '25
+29
in 1 channels
Get PRO
June '25
+19
in 1 channels
Get PRO
May '25
+27
in 0 channels
Get PRO
April '25
+41
in 1 channels
Get PRO
March '25
+60
in 5 channels
Get PRO
February '25
+37
in 3 channels
Get PRO
January '25
+25
in 2 channels
Get PRO
December '24
+27
in 1 channels
Get PRO
November '24
+38
in 0 channels
Get PRO
October '24
+61
in 3 channels
Get PRO
September '24
+37
in 2 channels
Get PRO
August '24
+57
in 3 channels
Get PRO
July '24
+60
in 0 channels
Get PRO
June '24
+64
in 2 channels
Get PRO
May '24
+92
in 2 channels
Get PRO
April '24
+124
in 2 channels
Get PRO
March '24
+304
in 2 channels
Get PRO
February '24
+67
in 1 channels
Get PRO
January '24
+99
in 1 channels
Get PRO
December '23
+120
in 1 channels
Get PRO
November '23
+62
in 2 channels
Get PRO
October '23
+51
in 3 channels
Get PRO
September '23
+65
in 0 channels
Get PRO
August '23
+65
in 0 channels
Get PRO
July '23
+47
in 0 channels
Get PRO
June '23
+38
in 0 channels
Get PRO
May '23
+48
in 0 channels
Get PRO
April '23
+63
in 0 channels
Get PRO
March '23
+108
in 0 channels
Get PRO
February '23
+48
in 0 channels
Get PRO
January '23
+86
in 0 channels
Get PRO
December '22
+48
in 0 channels
Get PRO
November '22
+89
in 0 channels
Get PRO
October '22
+53
in 0 channels
Get PRO
September '22
+40
in 0 channels
Get PRO
August '22
+72
in 0 channels
Get PRO
July '22
+155
in 0 channels
Get PRO
June '22
+94
in 0 channels
Get PRO
May '22
+214
in 0 channels
Get PRO
April '22
+469
in 0 channels
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 08 September | 0 | |||
| 07 September | 0 | |||
| 06 September | 0 | |||
| 05 September | 0 | |||
| 04 September | 0 | |||
| 03 September | +1 | |||
| 02 September | 0 | |||
| 01 September | +1 |
Channel Posts
| 2 | No text... | 358 |
| 3 | No text... | 391 |
| 4 | No text... | 488 |
| 5 | No text... | 498 |
| 6 | No text... | 508 |
| 7 | No text... | 473 |
| 8 | No text... | 631 |
| 9 | #LembarAkhlak
ARS-TZH-1448.III.03
HUSNUL KHATIMAH BERAWAL DARI ISTIQAMAH
Sering kita menganggap bahwa baiknya ibadah seorang hamba terlihat dari banyaknya amal yang ia lakukan. Padahal, kemuliaan seorang hamba adalah ketika Allah memberinya taufik untuk tetap menjaga ketaatan hingga akhir hayat.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta‘ala berkata:
أَعْظَمُ الْكَرَامَةِ لُزُومُ الِاسْتِقَامَةِ
“Karāmah (kemuliaan) yang paling agung adalah senantiasa istiqamah dalam ketaatan.”¹
Ucapan beliau ini sejalan dengan apa yang disampaikan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang amal yang paling dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَامَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ
“Amal agama yang paling beliau cintai adalah amal yang terus-menerus dilakukan oleh pelakunya.”²
Dari sini kita dapat melihat bahwa yang ditekankan bukan semata-mata banyaknya amal, tetapi bagaimana ketaatan itu terus dijaga oleh pelakunya.
Kita mudah bersemangat ketika hati sedang tersentuh. Namun, ketika kesibukan datang dan semangat itu tidak lagi seperti sebelumnya, di situlah istiqamah benar-benar diuji.
Istiqamah bukan tentang selalu berada pada puncak semangat, tetapi tentang tetap berjalan dalam ketaatan ketika keadaan tidak selalu sama.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk menghitung berapa banyak amal yang sudah kita lakukan, tetapi lupa bertanya:
Apa yang masih saya lakukan sampai hari ini?
Berapa banyak kebaikan yang pernah kita mulai lalu berhenti?
Berapa banyak kajian ilmu yang pernah kita datangi, tetapi kemudian tidak lagi kita datangi?
Dan berapa banyak amal sederhana yang sebenarnya mampu kita pertahankan, tetapi justru kita tinggalkan karena merasa kecil?
Barangkali yang kita butuhkan bukan selalu menambah amal baru, tetapi kembali menjaga amal yang telah kita lakukan.
Kita tidak tahu berapa panjang umur yang tersisa. Karena itu, sudah semestinya kita memohon agar Allah menjadikan akhir hidup kita sebagai bagian terbaik dari perjalanan kepada-Nya.
Di antara doa yang dinukil dari Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي أَخِيرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ
“Ya Allah, jadikan sebaik-baik usiaku adalah akhirnya, sebaik-baik amalanku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku bertemu dengan-Mu.”³
📚 Referensi:
¹ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Ahmad bin ‘Abd al-Halim bin ‘Abd al-Salam, wafat 728 H), dinukil dalam al-Mustadrak ‘ala Majmu‘ Fatawa Syaikh al-Islam Ibn Taymiyyah, jilid 1, hlm. 153.
² Al-Imam al-Bukhari (Muhammad bin Isma‘il bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Ju‘fi al-Bukhari, wafat 256 H), Shahih al-Bukhari, Kitab al-Iman, no. 43.
³ Abu Bakr Ibn Abi Syaibah (wafat 235 H), al-Mushannaf, no. 30124. | 3 146 |
| 10 | No text... | 578 |
| 11 | No text... | 35 |
| 12 | No text... | 704 |
| 13 | No text... | 19 |
| 14 | No text... | 695 |
| 15 | No text... | 926 |
| 16 | No text... | 971 |
| 17 | No text... | 990 |
| 18 | #LembarAkhlak
ARS-TZH-1448.III.01
SEPERTI INILAH SEHARUSNYA PENUNTUT ILMU
Tidak semua orang yang berbicara tentang ilmu menunjukkan bahwa ilmu telah membentuk dirinya.
Seseorang bisa saja memiliki banyak ilmu dan gelar, tetapi hal itu belum menjamin bahwa ia benar-benar mendapatkan manfaat dari ilmu yang dimilikinya.
Apakah ia semakin menjaga ibadahnya, semakin baik akhlaknya, semakin mampu menahan lisan dan anggota badannya dari keburukan, serta semakin bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya?
Sebab, ilmu memiliki tuntutan. Ia menuntut ibadah yang lebih baik, akhlak yang lebih mulia, lisan yang lebih terjaga, dan kehidupan yang semakin jauh dari keburukan.
Karena itu, penting bagi seorang muslim untuk mengetahui: seperti apakah penuntut ilmu yang benar?
Ukuran seorang penuntut ilmu tidak hanya terlihat dari seberapa banyak yang ia ketahui, dari universitas mana ia lulus, atau dari berapa banyak guru yang telah ia dengarkan, tetapi dari bagaimana ilmu itu membentuk dirinya.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
وَمِنْ أَهَمِّ الْمُهِمَّاتِ فِي حَقِّ طَالِبِ الْعِلْمِ أَنْ يَكُونَ حَسَنَ الْأَخْلَاقِ طَيِّبَ السِّيرَةِ، مُهْتَمًّا بِدِينِهِ حَرِيصًا عَلَى الْمُحَافَظَةِ عَلَى الصَّلَوَاتِ فِي الْجَمَاعَةِ، يَحْفَظُ لِسَانَهُ وَجَوَارِحَهُ عَنْ كُلِّ مَا يُخَالِفُ شَرْعَ اللَّهِ سُبْحَانَهُ، وَيَحْرِصُ عَلَى بَذْلِ الْمَعْرُوفِ وَالْخَيْرِ وَالْكَفِّ عَنِ الشَّرِّ وَالْأَذَى.
“Di antara perkara terpenting bagi seorang penuntut ilmu adalah memiliki akhlak yang baik dan perilaku yang terpuji, memperhatikan agamanya, bersungguh-sungguh menjaga shalat berjamaah, menjaga lisan dan anggota tubuhnya dari segala sesuatu yang menyelisihi syariat Allah, berusaha memberikan kebaikan, serta menahan diri dari keburukan dan gangguan.”
Lalu beliau menegaskan:
هَكَذَا يَكُونُ طَالِبُ الْعِلْمِ الصَّادِقُ، وَهَكَذَا يَكُونُ الشَّابُّ النَّجِيبُ يَتَحَرَّى الْأَخْلَاقَ الْفَاضِلَةَ وَالسِّيرَةَ الْحَمِيدَةَ، وَيَتَبَاعَدُ عَنِ الْأَخْلَاقِ الذَّمِيمَةِ وَالسِّيرَةِ السَّيِّئَةِ أَيْنَمَا كَانَ فِي الْبَيْتِ وَفِي الطَّرِيقِ وَمَعَ زُمَلَائِهِ وَفِي كُلِّ حَالٍ.
“Demikianlah seorang penuntut ilmu yang benar dan demikianlah seorang pemuda yang baik: ia berusaha memiliki akhlak yang mulia dan perilaku yang terpuji, serta menjauhi akhlak tercela dan perilaku buruk, di mana pun ia berada; di rumah, di jalan, bersama teman-temannya, dan dalam setiap keadaan.”
Nasihat ini menunjukkan bahwa ilmu yang bermanfaat akan tampak pada ibadah, akhlak, dan perilaku seseorang.
Setelah sekian lama belajar, selayaknya kita bertanya: sudahkah ilmu itu membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik?
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, dan akhlak yang mulia.
📚 Sumber Referensi:
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1420H), Majmū‘ Fatāwā wa Maqālāt, 5/243. | 1 042 |
| 19 | No text... | 706 |
| 20 | No text... | 934 |
