en
Feedback
DANANG BASKORO OFFICIAL TELEGRAM

DANANG BASKORO OFFICIAL TELEGRAM

Open in Telegram

Danang Baskoro adalah seorang psikolog klinis berlisensi. Founder Brilian Psikologi, trainer, penulis dan aktif melakukan psikoterapi.

Show more
2 164
Subscribers
No data24 hours
-67 days
-2330 days
Posts Archive
PEMESANAN BUKU HYPNOTHERAPY DI TUTUP HARI INI!! ☹️☹️☹️ 3 ALASAN KENAPA ANDA PERLU MEMBELI BUKU INI 1. Bahasa mudah dipahami 2
PEMESANAN BUKU HYPNOTHERAPY DI TUTUP HARI INI!! ☹️☹️☹️ 3 ALASAN KENAPA ANDA PERLU MEMBELI BUKU INI 1. Bahasa mudah dipahami 2. Banyak contoh kasus, sehingga tahu bagaimana menerapkan dalam konteks yang tepat 3. Terdapat contoh script siap pakai untuk berbagai macam gangguan, memudahkan Anda untuk melakukan hipnoterapi 4. Bonus video praktek untuk melakukan hipnoterapi ==== Untuk informasi lebih detil mengenai buku ini, silahkan Anda klik lin website dibawah ini https://hypnotherapymastery.blogspot.com/ Silahkan pesan buku secara pre-order dengan klik link whatsApp dibawah ini https://wa.wizard.id/00596b (Silahkan COPAS pesan ini jika link tidak bisa di klik) Atau silahkan hubungi melalui whatsApp 0821-4377-9380 ======== 🚩 Pemesanan Buku Paling lambat 16 Oktober 2023 🚩 Buku akan dikirim serentak pada tanggal 15 November 2023 🚩 BONUS : Video Tutorial Hipnoterapi Buruan pesan, karena jumlah Buku di cetak sangat terbatas! Salam, Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

*PEMESANAN BUKU HYPNOTHERAPY DI TUTUP HARI INI!!* ☹️☹️☹️ *3 ALASAN KENAPA ANDA PERLU MEMBELI BUKU INI* 1. Bahasa mudah dipaha
*PEMESANAN BUKU HYPNOTHERAPY DI TUTUP HARI INI!!* ☹️☹️☹️ *3 ALASAN KENAPA ANDA PERLU MEMBELI BUKU INI* 1. Bahasa mudah dipahami 2. Banyak contoh kasus, sehingga tahu bagaimana menerapkan dalam konteks yang tepat 3. Terdapat contoh script siap pakai untuk berbagai macam gangguan, memudahkan Anda untuk melakukan hipnoterapi 4. Bonus video praktek untuk melakukan hipnoterapi ==== Untuk informasi lebih detil mengenai buku ini, silahkan Anda klik lin website dibawah ini https://hypnotherapymastery.blogspot.com/ Silahkan pesan buku secara pre-order dengan klik link whatsApp dibawah ini https://wa.wizard.id/00596b (Silahkan COPAS pesan ini jika link tidak bisa di klik) Atau silahkan hubungi melalui whatsApp 0821-4377-9380 ======== 🚩 Pemesanan Buku Paling lambat 16 Oktober 2023 🚩 Buku akan dikirim serentak pada tanggal 15 November 2023 🚩 BONUS : Video Tutorial Hipnoterapi Buruan pesan, karena jumlah Buku di cetak sangat terbatas! Salam, Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

Silahkan mengisi data dengan lengkap untuk keperluan pengiriman. Silahkan mengisi di for berikut https://forms.gle/Xn3vn4t25Q
Silahkan mengisi data dengan lengkap untuk keperluan pengiriman. Silahkan mengisi di for berikut https://forms.gle/Xn3vn4t25QrYxACo9 Selanjutnya Anda akan dihubungi setelah dilakukan penghitungan biaya + ongkos kirim. Buku akan di kirim serentak pada tanggal 15 November 2023

Teknik ini sederhana, tapi jika dilakukan dengan niat yang terarah dan cara yang benar akan membawa perubahan yang membuat kaget. Tidak percaya? Silahkan dicoba ♥️♥️♥️

Dari pemahaman ini akhirnya kita bisa memperbaiki pengertian kita tentang depresi, dan kemudian kita bisa sematkan dalam identitas kita seperti ini … “Aku memang pernah mengalami depresi, tapi depresi sama seperti sakit biasa, yang ketika ditangani dengan baik akan bisa pulih bahkan sembuh. Mulai saat ini dan seterusnya aku adalah orang yang positif, orang yang mampu mengelola pikiran dan perasaan dengan baik, dan orang yang bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang”. Ucapkan kalimat positif tersebut dengan disertai rasa cinta kasih yang tulus dalam diri dan bayangkan dalam pikiran Anda kondisi yang Anda ucapkan dengan penuh keyakinan dan rasa berserah. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah Salam, Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

𝐃𝐞𝐩𝐫𝐞𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐃𝐢𝐫𝐢 “Berarti Mas Danang juga penyintas depresi dong ya?” Salah satu keluarga klien yang mengalami depresi bertanya kepada saya setelah saya mengobrol dengannya tentang apa yang saya alami beberapa belas tahun lalu. “Begini Bu, saya tidak terlalu sreg dengan penggunaan kata-kata penyintas survivor dan sejenisnya. Karena menurut saya itu adalah self labelling. Kita meletakan kondisi yang tidak kita sukai pada IDENTITAS kita. Meskipun kita tahu bahwa kondisi tersebut sudah lewat, tapi rasa dari kondisi tersebut masih tersisa dalam diri kita. Dan ini sangat mempengaruhi sudut pandang kita terhadap diri kita sendiri”. Berapa banyak orang yang terjebak dengan self labelingnya sendiri dan akhirnya ia tidak bisa move on dari perilaku, kebiasaan dan perasaan-perasaan tidak berdaya akibat men-cap diri secara negatif. “Ini semua gara-gara ayahku, aku di didik dengan tidak baik” “Aku sejak kecil memang tidak terlalu pintar, jadi buat apa belajar dengan keras?” “Aku pernah depresi, jadi aku akan depresi selamanya” “Aku adalah orang yang lemah, yang tidak bisa apa-apa” “Aku adalah korban kekerasan, aku buruk, aku cacat” Pikiran-pikiran tersebut termasuk ide yang disematkan pada identitas. Dan yang menarik adalah keyakinan, perilaku, kebiasaan dan pengambilan keputusan kita akan sangat dipengaruhi oleh identitas yang kita sematkan dalam diri tersebut. Misalkan Anda memiliki identitas, “Aku adalah vegetarian”, maka keyakinan Anda akan selaras dengan identitas Anda. Anda akan lebih mudah meyakini bahwa makan sayuran itu sangat penting. Anda juga akan lebih bisa menerima makan brokoli yang hambar, atau pare yang pahit sebagai makanan lezat karena anda memiliki keyakinan bahwa sayuran tersebut sangat baik untuk tubuh Anda. Sehingga, perilaku-perilaku makan sayur akan mudah terbentuk ketika Anda memiliki identitas yang bisa menjadi tumpuan keyakinan yang anda. Masalahnya adalah ketika kita sudah menge-CAP diri kita sebagai orang yang tidak depresi, orang yang temperamen, orang yang tidak layak dihargai dan sebagainya, maka keyakinan positif akan sulit tertanam, pikiran positif akan sulit diusahakan, perasaan positif juga akan menjadi separuh-separuh kita merasakannya. Isi pikiran negatif akan sangat mempengaruhi kehidupan kita. Karena isi pikiran kita sangat mempengaruhi perasaan, dan perasaan akan sangat sangat berpengaruh pada kondisi fisik kita. Pikiran negatif akan membuat kortisol dan alpha amilase dilepaskan, dan ini akan membuat kita merasakan perasaan yang negatif karena tubuh akan berada di mode siaga, yaitu mode Flight (lari) or Fight (menyerang). Dalam waktu yang singkat, kondisi stress seperti ini adalah hal yang boleh dan wajar, akan tetapi jika terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan ada perubahan secara fungsional cara kerja otak kita. Kita akan sulit lepas dari mode Flight or Fight ini. Kita akan lebih mudah baper, mudah sensitif, mudah sedih dan tenggelam dalam perasaan negatif terus menerus. Masalahnya, identitas negatif akan menahan keyakinan negatif untuk tetap bekerja. Dan masalahnya lagi, ketika kita akan membangun keyakinan yang positif, pikiran yang positif dan kebiasaan yang positif, ini akan terasa sangat berat jika identitas kita masih negatif. Inilah kenapa membangun identitas yang baik sesuai dengan tujuan kita menjadi sangat penting. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara membangun identitas yang baik? Cara sederhananya adalah dengan memperbaiki pengertian kita tentang apa yang tadinya kita yakini. Misalkan kita meyakini bahwa depresi adalah kondisi menetap dan akan selamanya bersama kita. Nah, ketika kita cari tahu dengan literatur yang benar, ternyata bukan. Depresi sangat bisa disembuhkan. Kita menemukan literatur ternyata otak memiliki kemampuan plastisitas yang sangat luar biasa. Kita bisa membentuk jaringan sel yang baru (plastisitas) itu dengan cara-cara tertentu. Kita juga menemukan fakta bahwa begitu banyak orang yang positif, yang sehat bahkan menjadi orang hebat saat ini yang dulunya mengalami depresi berkepanjangan.

Saat Amygdala dibajak, maka otak berpikirnya lumpuh. Ia menjadi tidak rasional. Sehingga tidak heran saat anda jumpai di time line anda, terdapat beberapa orang yang bergelar doktor, pemuka masyarakat, psikoterapis, motivator, dan bahkan pendidik mengatakan hal-hal yang kasar, subjektif, tidak pantas, tidak mencerminkan sisi intelektualitasnya. Ya...karena otaknya sudah dibajak emosi. Benar sekali pesan dari Rasulullah SAW, bahwa kita tidak boleh mencintai dan membenci secara berlebihan. Sewajarnya saja. Semoga kedamaian selalu bersama kita Selalu damai Indonesiaku Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

"KEYAKINAN ITU UNTUK MELAYANI KITA. BUKAN KITA YANG MELAYANI KEYAKINAN". Dalam psikologi ada istilah Confirmatory Bias, bahwa manusia memiliki kecenderungan hanya memperhatikan hal-hal yang sejalan dengan keyakinannya saja, dan mengabaikan yang selain itu. Contoh : Robert jatuh cinta pada Bunga, ia yakin bahwa Bunga orangnya baik. Maka segala bentuk sifat Bunga yang buruk akan di tiadakan dalam pikiran Robert. Bagi Robert, Bunga adalah perempuan sempurna. Saat orangtua dan para sahabat mengatakan bahwa Bunga itu perempuan yang kurang baik, perangainya kasar, Robert bilang itu bukan kasar tapi tegas. Robert tetap mencintai Bunga. Juni menyukai tokoh politik bernama Pak Mantap. Juni menyukainya karena visi misinya yang memperjuangkan wong cilik. Maka saat Pak Mantap punya kesalahan, yang ada dalam pikiran Juni kesalahan Pak Mantap itu bukan kesalahan, tapi perjuangan. Juni membela habis-habisan Pak Mantap yang sedang di bully di Medsos. Ia menulis status yang berpihak pada Pak Mantap, bahkan menjelek-jelekan lawan politik pak Mantap. Juni sebenarnya bukan orang yang tidak berpendidikan, ia sudah bergelar doktor di bidang ilmu science, tapi banyak orang mengatakan status FB Juni sungguh tidak sekelas seorang doktor. Danu seorang manager di sebuah perusahaan swasta, prestasinya sangat gemilang saat ini. Karirnya dimulai dari bawah sekali. Ia mengawali karirnya dari seorang Office Boy karena waktu itu pendidikannya hanyalah SMA. Meski begitu ia memiliki keyakinan yang selalu didengungkan di kepalanya. Ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri "Siapapun layak sukses. Mencapai prestasi yang tinggi. Siapapun layak dihormati". Meskipun banyak karyawan yang menyuruh ini dan itu bahkan ada yang meledeknya, Danu menganggap ledekan itu sebagai "bumbu" dari perjalanan hidupnya. Hingga pada suatu ketika ia memiliki kesempatan untuk menyisihkan uangnya dan cukup untuk mengambil kuliah kelas malam. Selepas bekerja ia tidak langsung pulang, namun kuliah. 4 tahun kemudian ia menjadi Sarjana dan karena kerjanya bagus, ia di angkat menjadi staf. 4 Tahun kemudian ia menjadi Manager. Dari ketiga cerita tersebut, kita bisa melihat bagaimana "Keyakinan" kita terhadap sesuatu diluar diri kita maupun didalam diri kita akan mengendalikan kehidupan kita meskipun kita tidak sadar. Sehingga akan sangat lucu sekali saat dua orang yang memiliki keyakinan berbeda terlibat perdebatan yang membahas mengenai siapa yang paling benar dan siapa yang salah. Siapa yang meyakini dirinya benar akan menyaring perkataan, data, fakta yang bisa meruntuhkan keyakinannya tersebut. Bahkan saat membaca tulisan yang mempertentangkan keyakinannya, dia tidak membacanya secara detil (perhatikan ini!). Dia hanya membaca sepintas karena hatinya terlanjur panas. So, keyakinan kita itu entah darimana asalnya, perlu kita cek. Bukan benar atau salahnya saja, akan tetapi yang lebih penting membawa manfaat apa keyakinan saya ini? Dan apa manfaatnya jika saya men share keyakinan saya ini? Keyakinan Danu mengenai dirinya akan sukses di masa depan tidak selalu benar, tapi saat dia yakin ia akan sukses, dia mengabaikan beban yang dirasa saat itu dan terus melihat gambaran dirinya yang sukses. Sehingga cara-caranya hanya fokus terhadap solusi bagaimana ia mencapai kesuksesan. Kepandaian tidak menjamin seseorang memiliki keyakinan atas sesuatu itu efektif atau tidak efektif, karena saat orang sedang marah, benci, senang, fanatik, maka terjadi pembajakan di bagian otak yang bernama amygdala.

Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

"KEYAKINAN ITU UNTUK MELAYANI KITA. BUKAN KITA YANG MELAYANI KEYAKINAN". Dalam psikologi ada istilah Confirmatory Bias, bahwa manusia memiliki kecenderungan hanya memperhatikan hal-hal yang sejalan dengan keyakinannya saja, dan mengabaikan yang selain itu. Contoh : Robert jatuh cinta pada Bunga, ia yakin bahwa Bunga orangnya baik. Maka segala bentuk sifat Bunga yang buruk akan di tiadakan dalam pikiran Robert. Bagi Robert, Bunga adalah perempuan sempurna. Saat orangtua dan para sahabat mengatakan bahwa Bunga itu perempuan yang kurang baik, perangainya kasar, Robert bilang itu bukan kasar tapi tegas. Robert tetap mencintai Bunga. Juni menyukai tokoh politik bernama Pak Mantap. Juni menyukainya karena visi misinya yang memperjuangkan wong cilik. Maka saat Pak Mantap punya kesalahan, yang ada dalam pikiran Juni kesalahan Pak Mantap itu bukan kesalahan, tapi perjuangan. Juni membela habis-habisan Pak Mantap yang sedang di bully di Medsos. Ia menulis status yang berpihak pada Pak Mantap, bahkan menjelek-jelekan lawan politik pak Mantap. Juni sebenarnya bukan orang yang tidak berpendidikan, ia sudah bergelar doktor di bidang ilmu science, tapi banyak orang mengatakan status FB Juni sungguh tidak sekelas seorang doktor. Danu seorang manager di sebuah perusahaan swasta, prestasinya sangat gemilang saat ini. Karirnya dimulai dari bawah sekali. Ia mengawali karirnya dari seorang Office Boy karena waktu itu pendidikannya hanyalah SMA. Meski begitu ia memiliki keyakinan yang selalu didengungkan di kepalanya. Ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri "Siapapun layak sukses. Mencapai prestasi yang tinggi. Siapapun layak dihormati". Meskipun banyak karyawan yang menyuruh ini dan itu bahkan ada yang meledeknya, Danu menganggap ledekan itu sebagai "bumbu" dari perjalanan hidupnya. Hingga pada suatu ketika ia memiliki kesempatan untuk menyisihkan uangnya dan cukup untuk mengambil kuliah kelas malam. Selepas bekerja ia tidak langsung pulang, namun kuliah. 4 tahun kemudian ia menjadi Sarjana dan karena kerjanya bagus, ia di angkat menjadi staf. 4 Tahun kemudian ia menjadi Manager. Dari ketiga cerita tersebut, kita bisa melihat bagaimana "Keyakinan" kita terhadap sesuatu diluar diri kita maupun didalam diri kita akan mengendalikan kehidupan kita meskipun kita tidak sadar. Sehingga akan sangat lucu sekali saat dua orang yang memiliki keyakinan berbeda terlibat perdebatan yang membahas mengenai siapa yang paling benar dan siapa yang salah. Siapa yang meyakini dirinya benar akan menyaring perkataan, data, fakta yang bisa meruntuhkan keyakinannya tersebut. Bahkan saat membaca tulisan yang mempertentangkan keyakinannya, dia tidak membacanya secara detil (perhatikan ini!). Dia hanya membaca sepintas karena hatinya terlanjur panas. So, keyakinan kita itu entah darimana asalnya, perlu kita cek. Bukan benar atau salahnya saja, akan tetapi yang lebih penting membawa manfaat apa keyakinan saya ini? Dan apa manfaatnya jika saya men share keyakinan saya ini? Keyakinan Danu mengenai dirinya akan sukses di masa depan tidak selalu benar, tapi saat dia yakin ia akan sukses, dia mengabaikan beban yang dirasa saat itu dan terus melihat gambaran dirinya yang sukses. Sehingga cara-caranya hanya fokus terhadap solusi bagaimana ia mencapai kesuksesan. Kepandaian tidak menjamin seseorang memiliki keyakinan atas sesuatu itu efektif atau tidak efektif, karena saat orang sedang marah, benci, senang, fanatik, maka terjadi pembajakan di bagian otak yang bernama amygdala. Saat Amygdala dibajak, maka otak berpikirnya lumpuh. Ia menjadi tidak rasional. Sehingga tidak heran saat anda jumpai di time line anda, terdapat beberapa orang yang bergelar doktor, pemuka masyarakat, psikoterapis, motivator, dan bahkan pendidik mengatakan hal-hal yang kasar, subjektif, tidak pantas, tidak mencerminkan sisi intelektualitasnya. Ya...karena otaknya sudah dibajak emosi. Benar sekali pesan dari Rasulullah SAW, bahwa kita tidak boleh mencintai dan membenci secara berlebihan. Sewajarnya saja. Semoga kedamaian selalu bersama kita Selalu damai Indonesiaku

Mungkin kita menganggap orang yang mudah merasa tak aman (insecure) adalah orang yang mengalami trauma di masa lalu, atau traumanya belum sembuh. Tapi di ruang praktek saya menemukan fakta yang berbeda. Ternyata tidak selalu begitu. Banyak orang yang secara psikologis rapuh, juga disebabkan oleh jarangnya mengangkat beban yang berat. Entah karena orangtua yang over protective atau ada kondisi lain sehingga saat ia masih kecil ia hanya di rumah saja. Kemampuan sosialnya tidak terlatih dan memiliki kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Saat seseorang tidak terhubung dengan dunia sosial (padahal salah satu kebutuhan manusia adalah bersosialisasi), maka aspek-aspek kehidupannya yang lain juga tidak berkembang. Dari sana kita bisa menyimpulkan bahwa mental itu sama juga seperti fisik. Selain perlu di beri nutrisi yang bagus, akan tetapi juga perlu di latih untuk mengangkat beban. Bagaimana menurut Anda?

"You are what you think" Adalah kata-kata biasa jika kita tidak memahami apa yang bisa dilakukan pikiran kita terhadap hidup kita secara luas ... Pikiran itu memiliki kekuatan. Meskipun tidak kentara, tapi jangan salah, ini seperti kaca pembesar ... jika di fokuskan, maka bisa membakar ... Meskipun lemah, pikiran negatif yang diulang-ulang juga akan dahsyat dampaknya ... Meskipun lemah, pikiran positif dan harapan yang diulang-ulang, akan terwujud juga akhirnya (atas izin Allah) ... "Anda adalah apa yang Anda pikirkan"

Batch 2 telah dihadiri 130 peserta dan mayoritas merasa puas. Apakah Anda akan melewatkan kesempatan berharga ini? Segera daf
Batch 2 telah dihadiri 130 peserta dan mayoritas merasa puas. Apakah Anda akan melewatkan kesempatan berharga ini? Segera daftar acara webinar : “Hipnoterapi Sederhana dalam Pelaksanaan Konseling pada Siswa” Webinar yang ditujukan kepada Anda para konselor sekolah, agar bisa membantu siswa secara lebih maksimal. Bayangkan ketika Anda bisa membantu siswa-siswa Anda menjadi : ✅Lebih semangat meraih cita-citanya ✅Mampu merubah kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik ✅Mampu mengendalikan emosi yang mengganggu Tunggu apalagi, sebelum harga naik. Bagaimana cara mendaftarnya? 1. Silahkan klik informasi lengkapnya disini https://bit.ly/daftarhipnoterapigurubk 2. Hubungi melalui chat melalui nomor 082143779380 atau klik link whatsApp berikut ini 3. Atau langsung mengisi form pendaftaran dan pembayaran di link berikut ini https://forms.gle/H3caRbiB2JsrFDox7 (Jika link tidak bisa di klik atau tidak berwarna biru silahkan COPAS pada chat ini) Salam, Tim Brilian Psikologi

Gejala-gejala kedamaian batin 1. Cenderung berpikir dan bertindak secara spontan daripada berpikir dan bertindak dari ketakutan yang di dasarkan pada pengalaman masa lalu. 2. Sebuah kemampuan yang tidak di ragukan lagi untuk menikmati setiap momen. 3. Kehilangan minat dalam menghakimi orang lain 4. Kehilangan minat menghakimi diri sendiri 5. Kehilangan minat dalam menerjemahkan tindakan orang lain 6. Kehilangan minat dalam hal konflik 7. Kehilangan kemampuan untuk khawatir 8. Keadaan yang penuh penghargaan secara berkala 9. Perasaan hubungan yang puas dengan orang lain dan dengan alam 10. Adanya serangan senyuman melalui mata dan hati secara berkala 11. Meningkatnya kecenderungan untuk membiarkan segala sesuatu terjadi daripada membuat mereka terjadi 12. Peningkatan kerentanan untuk mengasihi yang berasal dari orang lain, sama halnya dengan dorongan yang tak terkendali untuk memberikannya. Selamat hari Kesehatan Mental Sedunia ya rekan-rekan. Semoga kita selalu sehat dan berbahagia. Regard, Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

*Gejala-gejala kedamaian batin* 1. Cenderung berpikir dan bertindak secara spontan daripada berpikir dan bertindak dari ketakutan yang di dasarkan pada pengalaman masa lalu. 2. Sebuah kemampuan yang tidak di ragukan lagi untuk menikmati setiap momen. 3. Kehilangan minat dalam menghakimi orang lain 4. Kehilangan minat menghakimi diri sendiri 5. Kehilangan minat dalam menerjemahkan tindakan orang lain 6. Kehilangan minat dalam hal konflik 7. Kehilangan kemampuan untuk khawatir 8. Keadaan yang penuh penghargaan secara berkala 9. Perasaan hubungan yang puas dengan orang lain dan dengan alam 10. Adanya serangan senyuman melalui mata dan hati secara berkala 11. Meningkatnya kecenderungan untuk membiarkan segala sesuatu terjadi daripada membuat mereka terjadi 12. Peningkatan kerentanan untuk mengasihi yang berasal dari orang lain, sama halnya dengan dorongan yang tak terkendali untuk memberikannya. Selamat hari Kesehatan Mental Sedunia ya rekan-rekan. Semoga kita selalu sehat dan berbahagia. Regard, *Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog*

Ubah Instagram sebagai media listening

Ingin belajar Hypnotherapy dengan baik dan benar? Yuk pelajari ilmunya didalam buku “Hypnotherapy Mastery” Silahkan klik informasi lengkapnya disini https://hypnotherapymastery.blogspot.com/ =========== Banyak orang yang telah belajar Hipnoterapi tapi bukan pada praktisi psikologi, dimana kebanyakan pengajar tidak pernah mengenyam pendidikan ilmu psikologi dan juga tidak pernah dilatih dan praktik di ranah kesehatan jiwa. Akhirnya apa yang terjadi? ✅Ilmu yang dipelajari kurang bisa dipahami ✅Ilmu yang dipelajari kurang bisa diterapkan ✅Klien yang ditangani tidak banyak terbantu Yuk belajar Hipnoterapi secara baik dan benar. Silahkan pesan buku secara pre-order dengan klik link whatsApp dibawah ini https://wa.wizard.id/6b4378 Atau silahkan hubungi melalui whatsApp 0821-4377-9380 ======== 🚩 Pemesanan Buku Paling lambat 14 Oktober 2023 🚩 Buku akan dikirim serentak pada tanggal 15 November 2023 🚩 BONUS : Video Tutorial Hipnoterapi Buruan pesan, karena jumlah Buku di cetak sangat terbatas! Salam, Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog