DANANG BASKORO OFFICIAL TELEGRAM
Open in Telegram
Danang Baskoro adalah seorang psikolog klinis berlisensi. Founder Brilian Psikologi, trainer, penulis dan aktif melakukan psikoterapi.
Show more2 164
Subscribers
No data24 hours
-67 days
-2330 days
Posts Archive
Hati-hati dalam melabel diri Anda. Karena ini akan sangat panjang urusannya. Ini berkaitan dengan bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri sehingga akan membuat perbedaan dalam berpikir, merasa dan bersikap.
Tahun 2005 saya pernah mengalami depresi dan kecemasan akut. Selama 3.5 tahun saya menjalani derita batin yang tak terperi itu.
Tau tidak? Salah satu sebab yang membuat Alhamdulillah sampai sekarang sehat adalah, saya menghindari menyebut diri saya survivor depresi. Tapi saya lebih memilih menyebut "telah sembuh dari depresi".
Depresi itu sama seperti penyakit fisik. Bisa terjadi dan bisa sembuh.
Mau gabung Komunitas WhatsApp Self Development Brilian Psikologi?
Silahkan klik disini
👇👇👇
https://chat.whatsapp.com/DBcnab2JMUD2dDXgpL2cQg
Mau gabung Komunitas WhatsApp Self Development Brilian Psikologi?
Silahkan klik disini
👇👇👇
https://chat.whatsapp.com/JWwiwiP3t3CAAbUXvJvIzG
Saat kita berbincang-bincang dengan orang yang membuat nyaman, pikiran bawah sadar kita secara otomatis akan menyesuaikan bahasa verbal dan bahasa non verbal kita dengan lawan bicara.
Amati saja dua orang yang antusias saling bercakap-cakap, apakah ada kesama diantara mereka? Apakah nada bicaranya sama, apakah ada gerakan bagain tubuh yang sama/mirip? Dan sebagainya.
Kebalikan hal tersebut, Rapport dapat dibangun secara sengaja sehingga kita bisa menjalin kedekatan dengan cukup cepat dengan orang lain,
Orang yang sulit bergaul dan merasa bahwa banyak orang yang tidak menyukai kehadirannya, sebenarnya ia tidak menguasai skill membina rappot yang baik.
Skill ini juga wajib dikuasai pengajar, konselor, penjual dan orang-orang yang menggunakan people skill dan pekerjaan mereka.
#nlp
#brilianpsikologi
Anda harus menerima kenyataan bahwa hidup tidak seperti hayalan kita, yang semuanya selalu baik, selalu lancar, selalu mulus.
Dengan begitu Anda akan lebih realistis dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik.
Bagaimana menurut Anda?
BUKAN KARENA TIDAK ADA JODOH. TAPI KARENA LUKA BATIN.
Jika tubuh kita luka, kita akan menjauhi benturan meskipun itu kecil. Gusi Anda sakit misalnya, kemungkinan Anda akan menghindari minum air dingin, karena itu akan sangat menyakitkan. Saat Anda bisulan, sentuhan sedikit saja anda sangat hindari, padahal biasanya juga tidak ada masalah.
Begitu juga dengan hati. Saat seseorang mengalami luka di hatinya, maka ia akan menghindari "benturan-benturan" meskipun itu ringan. Baginya, benturan yang ringan itu rasanya sangat menyakitkan. Meskipun toh bagi orang lain biasa saja.
Itulah yang dialami Bu S yang hingga usia 50 tahun masih belum menikah.
Ia bercerita bahwa ia selalu gagal dalam membina hubungan dengan laki-laki. Dari yang mulai ditinggal hingga Ibu S yang merasa tidak cocok dengan kepribadian calon pasangannya.
Pergolakan itu terjadi sekian lama, hingga tak terasa usianya sudah kepala lima.
Jika ditanya apakah dulu ia tidak ingin menikah? ia menjawab bahwa tidak ada masalah dengan keinginannya untuk menikah. Ia hanya merasa tidak nyaman jika menghadapi laki-laki yang tidak bisa memahami dirinya. Terlebih jika laki-laki tersebut sudah berbicara dengan nada tinggi, biasanya respon ibu S langsung menarik diri.
Setelah di telisik, ternyata Ibu S memiliki masalah dengan figur Ayah. Ayah ibu S dianggap telah membuat susah keluarga dengan pola asuhnya yang otoriter, bahkan kakaknya sampai meninggal waktu remaja karena diusir dari rumah. Keluarga jatuh miskin karena kecerobohan ayahnya dan ibunya hidup dengan penderitaan batin yang cukup panjang.
Hal ini yang membuat Ibu S kecil membenci Ayahnya. Saat Ayahnya membentak dirinya untuk belajar, ia langsung mengurung diri ke kamar dan malah dengan sengaja tidak mengerjakan PR nya.
Pola ini ternyata berlanjut saat ia menjalin hubungan dengan laki-laki. Saat pacarnya berkata dengan nada agak tinggi, Ibu S spontan mengintepretasikan bahwa pacarnya "jahat", "tidak sayang" dan hal sejenis itu. Respon Ibu S biasanya menarik diri, dan tidak seberapa lama hubungannya berakhir. Ini terjadi terus menerus.
Ibu S membasuh air matanya yang jatuh, setelah saya jelaskan mengenai beberapa orang yang perlu di maafkan dalam hidupnya.
Terkadang kita menganggap yang terjadi dalam hidup kita adalah takdir. Kita mengatakan bahwa Tuhan tidak memberi rejeki, tidak memberi jodoh. Pada kenyataannya Tuhan telah berkali-kali mendekatkan kita dengan rejeki dan jodoh yang kita minta dalam doa-doa kita. Tinggal kita, mau menjemputnya atau tidak...
Bagaimana menurut Anda?
Regard,
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
Selanjutnya pemrosesan dilanjutkan dengan “introject” ayah. Dimana karena wejangan ayah Mbk R yang kemungkinan Mbak R maknai dengan kaku, maka ia mengartikan secara salah dalam konteks yang tidak tepat.
Saya membantu Mbak R untuk memanggil introject ayah untuk excute didalam dirinya dan benar-benar menguasai sistem diri Mbak R. Setelah memastikan sang Introject aktif, maka saya berbincang dengannya.
Diluar dugaan, ternyata introject ayah sangat sedih jika melihat Mbak R ini dihianati oleh mantan suaminya, sehingga jika Mbak R memilih untuk menyetujui ketika diceraikan suaminya, maka itu adalah jalan yang tepat (mengingat mbak R sudah mempertahankan agar tidak diceraikan berulang-ulang). Introject Ayah juga berpesan kepada Mbak R untuk lebih ikhlas, sabar dan optimis menghadapi situasinya saat ini.
Introject Ayah secara tidak langsung merevisi pemahaman mbak R tentang wejangan almarhum ayah di masa lalu.
Setelah permasalahan dengan introject ayah terselesaikan, wajah mbak R jauh lebih tenang dan tubuhnya juga lebih rileks.
Proses terakhir dalam hipnoterapi ini, Mbak R membayangkan dirinya menghadiri pernikahan suaminya yang akan berlangsung 2 bulan kemudian, dengan wajah senyum dan hati yang iklas ia menyalami kedua pasangan mempelai. Mbak R juga membayangkan dirinya berada di masa depan menjadi ibu yang baik, wanita karir yang sukses dan menikah dengan laki-laki yang berpendidikan tinggi dan memiliki sikap yang baik.
Saat semua proses sudah dilakukan, saya membangunkan Mbak R secara bertahap, dan ia pun membuka mata dengan perlahan.
Dari pengamatan awal dan setelah hipnoterapi nampak sangat jauh bedanya. Wajahnya yang tadinya nampak cemas, kemudian menjadi tenang, dan senyumannya pun mengembang. Mbak R mengatakan bahwa ia sudah tahu apa yang terjadi didalam pikiran dan hatinya. Ia paham apa yang menimpa dirinya dan apa yang harus dilakukannya. Mbak R mengatakan hatinya sudah sangat lega.
Semenjak saat itu saya tidak pernah bertemu dengan Mbak R, hanya beberapa kali diawal Mbak R mengabari tentang kondisinya yang jauh lebih baik dan tertata melalui chat.
3 tahun kemudian, saya melihat media sosial Mbak R yang menikah dengan seorang dosen, yang nampaknya sepantaran dengannya.
***
Hipnoterapi jika digunakan oleh orang yang tepat dengan pemahaman psikologi dan skill yang mumpuni, akan banyak membantu untuk membantu berbagai permasalahan/gangguan psikis klien.
Namun kemampuan yang kompleks ini tidak bisa dipelajari tanpa program pelatihan yang tepat.
Tertarik belajar lebih dalam tentang Hipnoterapi?
Salam,
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
Perlu di catat, kondisi ini bukan berarti klien tidak memiliki kontrol terhadap dirinya, ia tetap memiliki kontrol, akan tetapi biasanya ia akan lebih mudah menyampaikan dan mengekspresikan pikiran dan perasaan yang selama ini ia tekan dalam-dalam.
Dalam kondisi trance, klien juga akan lebih mudah terhubung dengan memori yang menyebabkan simtom atau gejala yang dirasakannya. Hal ini karena dalam kondisi hipnosis, beberapa bagian otak akan bekerja dengan alur yang berbeda sehingga klien akan lebih mudah menemukan akar permasalahannya sendiri, lebih mudah jujur kepada dirinya sendiri.
Kembali lagi ke cerita Mbak R ….
Dalam kondisi deep trance dengan teknik tertentu yang saya berikan, Mbak R mengatakan semua ketakutan dan kecemasannya mengenai masa depan anaknya, ia juga mengatakan bahwa ia kecewa, marah tapi juga masih sayang dengan mantan suaminya …. Di dalam kondisi non hipnosis, Mbak R tidak mengatakan bahwa ia masih sayang dengan mantan suaminya … inilah juga yang menyebabkan Mbak R tidak bisa melepaskan emosi-emosi yang lain dan merasa terjebak dalam kondisi perasaan tersebut ….
Mbak R juga mengatakan bahwa dirinya merasa sangat malu, hina dan merasa bersalah karena rumah tangganya gagal. Padahal almarhum ayahnya selalu mengatakan bahwa nikah itu cukup satu kali saja. Perempuan harus bisa setia dan membahagiakan suaminya bagaimanapun keadaannya. Inilah yang membuat mbk R juga menyalahkan dirinya terus menerus.
Nah, perihal ini wejangan almarhum ayahnya ini juga belum dikatakan ketika ia berada dalam kondisi non hipnosis, dan baru terungkap ketika dalam kondisi trance. Dan kemungkinan besar hal ini juga turut andil mempengaruhi dinamika psikologis Mbak R sehingga ia makin merasa tersudut dengan kondisi yang ia hadapi.
Ketika saya sudah mendapatkan data yang cukup, maka saya memilih beberapa teknik yang kira-kira sesuai dengan kondisi Mbak R. Tahapan ini dinamakan Resolving the Problem.
Singkat cerita, saya membantu Mbak R untuk mengekspresikan emosinya terlebih dulu untuk mengurangi ketegangannya, dengan tujuan agar ia dapat lebih tenang serta mampu melakukan pemrosesan dengan lebih baik. Setelah melakukan ekspresi emosi, wajah Mbak R nampak lebih lega, ia lebih rileks dan kerutan di keningnya sudah menurun drastis.
Ketika sudah lebih tenang, dengan teknik tertentu saya meminta Mbak R untuk kembali ke ingatan yang menjadi sumber ia merasakan perasaan negatif terhadap mantan suaminya. Ia “landing” di ingatan ketika ia menyaksikan suaminya pergi membawa anaknya menemui wanita idaman lainnya di suatu tempat. Disaat itulah Mbak R dan mantan suaminya bertengkar hebat.
Ketika ingatan tersebut aktif, Mbak R mengalami luapan emosi kembali (abreaksi), dan disaat itulah saya mengijinkan Mbak R untuk sekali lagi mengekspresikan pikiran dan perasaannya, namun kali ini dengan objek yang menjadi penyebab secara langsung, yaitu suaminya.
Kebanyakan emosi terjebak karena tidak terekspresikan dengan tuntas, serta tidak ada koreksi atas memori tersebut melalui pemaknaan kembali atas situasi yang dialami. Karena ekspresi membutuhkan EKSPRESI, ketika emosi itu tidak menemukan jalan untuk diekspresikan, maka ia hanya bisa ditekan dan ditekan terus menerus, hingga pada akhirnya mencapai batasnya.
Akhirnya seseorang mengalami emosi negatif yang berkepanjangan. Dan ini bisa mengganggu sistem diri orang tersebut.
Emosi yang negatif akan mendorong pikiran-pikiran yang negatif terus menerus muncul. Dan jika terjadi dalam waktu yang lama, pikiran dan emosi negatif ini akan membuat kesehatan mental dan fisiknya menurun. Oleh karenanya emosi yang negatif berkepanjangan ini perlu ditangani segera.
**
Setelah Mbak R mengekspresikan pikiran dan emosinya kepada suami, yang selama ini tidak mungkin ia lakukan di kehidupan nyata, selanjutnya ada beberapa teknik lanjutan untuk Mbak R benar-benar menuntaskan emosi negatif tersebut, hingga akhirnya Mbak R benar-benar merelakan dan mengiklaskan kenyataan yang terjadi tersebut.
𝑩𝑨𝑮𝑨𝑰𝑴𝑨𝑵𝑨 𝑪𝑨𝑹𝑨 𝑴𝑬𝑳𝑨𝑲𝑼𝑲𝑨𝑵 𝑯𝑰𝑷𝑵𝑶𝑻𝑬𝑹𝑨𝑷𝑰 𝑷𝑨𝑫𝑨 𝑷𝑬𝑹𝑬𝑴𝑷𝑼𝑨𝑵 𝒀𝑨𝑵𝑮 𝑺𝑨𝑲𝑰𝑻 𝑯𝑨𝑻𝑰 𝑲𝑨𝑹𝑬𝑵𝑨 𝑫𝑰𝑺𝑬𝑳𝑰𝑵𝑮𝑲𝑼𝑯𝑰 𝑫𝑨𝑵 𝑫𝑰𝑪𝑬𝑹𝑨𝑰𝑲𝑨𝑵 𝑷𝑨𝑺𝑨𝑵𝑮𝑨𝑵?
Namanya Mbak R. Ke ruang praktik saya dengan wajah yang cemas dan sikap yang tidak tenang. Sebelumnya Mbak R sudah banyak ngobrol di telepon menceritakan permasalahannya, bahwa ia baru saja bercerai dengan suaminya.
Ia menceritakan kembali di ruang praktik saya dengan berderai air mata, tentang mantan suaminya yang meninggalkannya karena perempuan lain, padahal sebelumnya rumah tangganya dapat dibilang baik-baik saja. Tanpa diduga suaminya ternyata telah lama berselingkuh dengan teman sekantornya.
Mbak R merasa sangat sakit hati karena selama ini telah berusaha memberikan yang terbaik untuk mantan suaminya. Ia telah melayani lahir dan batin secara penuh, akan tetapi ternyata usahanya tersebut berbalas sakit hati.
Mbak R juga merasa sedih karena anaknya mengetahui bahwa ayahnya meninggalkan ibunya demi menikahi perempuan lain. Mbak R takut jika itu kan menjadi luka batin yang berdampak pada masa depannya kelak.
Karena permasalahan yang dihadapinya Mbak R merasakan perasaan yang campur aduk selama beberapa hari itu. Ia merasakan cemas, takut, marah dan sedih. Bahkan Mbak R tidak bisa tidur nyenyak selama kurang lebih seminggu.
Tujuan Mbak R adalah untuk menghilangkan rasa sakit hatinya sehingga ia bisa fokus bekerja dan mengurus anak semata wayangnya yang masih berusia 4 tahun itu. Ia ingin diberikan Hipnoterapi untuk melupakan semua masalahnya.
Sebelum saya melakukan penanganan, saya menjelaskan kepada Mbak R, bahwa Hipnoterapi bukan pil ajaib yang membuat orang lupa sama sekali dengan masalahnya. Hipnoterapi membantu seseorang untuk memproses pikiran-pikiran yang tidak memberdayakan serta membantunya untuk mengkoreksi emosinya sehingga emosi negatif tersebut tidak terjebak dan bersarang di hati terus menerus.
Hipnoterapi juga akan membantunya untuk menatap masa depan kembali sehingga ia dapat merencanakan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai masa depan yang baik.
Mbak R mengatakan bahwa ia telah memahami apa yang saya jelaskan dan telah siap untuk dibantu pemrosesan psikologisnya dengan hipnoterapi.
Saya meminta ia duduk di kursi hipnoterapi dengan santai.
Proses hipnoterapi di awali dengan dilakukannya induksi, yaitu membawa klien kedalam kondisi rileks, dan dilanjutkan dengan proses deepening yaitu memperdalam kondisi rileks klien dengan menghitung sepuluh sampai satu atau membuatnya membayangkan menuruni anak tangga.
Tidak sulit untuk membuat Mbak R mengalami kondisi *Deep Trance*, selain saya menggunakan teknik yang sesuai dengan kecenderungan Mbak R, akan tetapi niat Mbak R juga tinggi untuk dibantu. Saya melakukan tes kedalaman trance sekali lagi dan akhirnya cukup yakin setelah ada jawaban dari pikiran bawah sadar Mbak R. Saya melanjutkan ke tahapan berikutnya …
Dalam proses awal, prosedur yang sangat penting yang perlu kita lakukan adalah menggali permasalahan yang sebenarnya menurut versi pikiran bawah sadar, bukan sekedar menurut versi pikiran sadar. Tahapan ini dinamakan Establishing the Problem.
Kenapa mencari tahu permasalahan menurut pikiran bawah sadar itu penting?
Ya karena apa yang dikatakan pikiran sadar itu tidak selalu menggambarkan dinamika batin yang sebenarnya. Ketika klien bercerita kepada terapis, bisa saja dia bingung hendak bercerita darimana, atau bisa saja ia malu, lupa bahkan memang sengaja membangun cerita sedimikian rupa agar seolah-olah cerita tersebut menjadi lebih nyaman untuknya. Ini yang disebut dengan mekanisme pertahanan ego (Ego Defense Mechanism).
Didalam kondisi rileks yang dalam, mekanisma pertahanan ego ini menjadi melemah. Luapan emosi dan pikiran-pikiran yang ditekan di bawah sadar oleh klien menjadi tidak terbendung lagi. Pada umumnya seseorang akan berkata jujur, apa adanya, tanpa batasan kuat, ketika ia berada dalam kondisi trance.
Tertarik belajar lebih dalam tentang Hipnoterapi?
Salam,
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, IPK Indonesia wilayah Lampung mempersembahkan
✨ Seminar Seni Memaafkan dan Menyembuhkan Luka Batin dengan Self-Healing ✨
dengan pembicara:
Danang Baskoro, M. Psi, Psikolog
Psikolog Klinis RSJ Menur Surabaya
🗓️ Rabu, 18 Oktober 2023
🕘 08. 00 - 12.00 WIB
🏢 Ballroom UIN Raden Intan Lampung
Daftar disini ⬇️⬇️
http://bit.ly/SELFHEALING2023
Inventasi :
Mahasiswa UIN RIL : Rp. 35.000,-
Mahasiswa : Rp. 50.000, -
Umum : Rp. 75.000, -
Acara ini terbuka untuk umum. Yuk segera daftarkan dirimu! Kuota Terbatas!
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, IPK Indonesia wilayah Lampung mempersembahkan
✨ *Seminar Seni Memaafkan dan Menyembuhkan Luka Batin dengan Self-Healing* ✨
dengan pembicara:
*Danang Baskoro, M. Psi, Psikolog*
Psikolog Klinis RSJ Menur Surabaya
🗓️ Rabu, 18 Oktober 2023
🕘 08. 00 - 12.00 WIB
🏢 Ballroom UIN Raden Intan Lampung
Daftar disini ⬇️⬇️
http://bit.ly/SELFHEALING2023
Inventasi :
Mahasiswa UIN RIL : Rp. 35.000,-
Mahasiswa : Rp. 50.000, -
Umum : Rp. 75.000, -
Acara ini terbuka untuk umum. Yuk segera daftarkan dirimu! Kuota Terbatas!
PERASAAN NYERI (PAIN) DAN PERASAAN MENDERITA (SUFFER) ADALAH DUA HAL YANG BEBEDA
Saya sering menjumpai orang yang tidak benar-benar ingin sembuh. Mereka memang memiliki keinginan, tapi hanya sebatas keinginan saja ...
"Aku sih sebenarnya ingin sehat, tapi aku masih ..."
"Aku gak mau seperti ini, tapi lingkunganku masih ..."
Yang perlu kita pahami, bahwa sembuh dari depresi dan kecemasan akut itu cukup sulit ... Ini seperti mendaki gunung yang tinggi dengan perjalanan yg terjal ....
Tidak hanya butuh niat yang kuat, akan tetapi juga konsistensi dalam usaha mendaki dari hari ke hari. Dari bulan ke bulan. Sampai benar-benar berada di puncak gunung itu.
Rekan-rekan, ini adalah metafora saya saja. Dan saya memberikan perumpamaan ini dari pengalaman saya sendiri.
Hampir 4 tahun saya mengalami kecemasan akut dan depresi yang cukup parah. Sangat parah ...
Satu hal yang saya pelajari dari pengalaman itu adalah, tidak ada orang atau zat yang bisa membantu gangguan tersebut.
Obat hanya menekan perasaan murung saya dan mengurangi kecemasan yg saya rasakan. Tapi tidak menyembuhkan.
Motivasi dan jalan keluar dari orang lain waktu itu saya anggap sebagai "omong kosong", tidak riil, hanya dongeng.
Hingga saya paham bahwa saya tidak boleh seperti ini terus.
Apa yang membuat saya memutuskan untuk bangkit?
Perasaan gregetan dengan diri sendiri, yang tidak ada bagus-bagusnya sama sekali
Perasaan terhina oleh beberapa orang disekitar, yang meremehkan saya.
Perasaan iri dengan rekan yang lain, yang hidupnya bahagia dan penuh warna.
Jika saya pikir-pikir kembali, yang mendorong saya terlempar jauh keatas, bukan perasaan bahagia, bukan perasaan positif bahwa saya memiliki kelebihan ini dan itu ..
Yang membuat saya tergerak adalah perasaan berkekurangan ... sangat berkekurangan ...
Perasaan terhina, perasaan marah, perasaan sedih ...
Akan tetapi perasaan ini disambung perasaan yang luar biasa .. yaitu HARAPAN ...
Apapun perasaan negatif yg kita rasakan, jika kita punya harapan, maka perasaan tersebut akan menjadi bahan bakar yang membantu kita menuju tujuan ....
Sebaliknya ... sepositif apapun perasaan dan pikiran kita ... jika kita tidak punya HARAPAN, maka kita tidak akan kemana-mana ....
Mobil tidak akan sampai kemanapun jika tidak punya arah tujuan ... terlebih tidak punya bahan bakar ...
****
Cara sembuh dari depresi dan kecemasan adalah hidup dengan cara yang benar ....
Ya! Itu rahasianya ... Rahasia yang sebenarnya bukanlah rahasia ...
HIDUP DENGAN CARA YANG BENAR
Hidup sesuai tuntunan Agama adalah kehidupan yang paling baik ...
Saya bukan ustad, tapi saya tahu banget bahwa anjuran Agama di buat untuk kebaikan kehidupan manusia, salah satunya untuk kehidupan psikologis ..
Meskipun anda tidak alim-alim banget, tapi cobalah hidup sesuai anjuran Agama ...
Jika belum bisa melaksanakan semua kewajiban dan anjuran Sunnah, paling tidak hentikan kebiasaan yang dilarang dalam agama .... Seperti :
- jangan berkata bohong
- jangan bergunjing/gibah
- jangan memfitnah
- jangan berzina
- jangan selingkuh
- jangan durhaka kepada orangtua
- jangan berbuat kasar dengan orang lain
- jangan mengambil yang bukan hak
- jangan mengeluh
- jangan ingkar terhadap nikmat
- jangan berjudi
- jangan boros
- jangan berniaga dg riba
Sesuaikan dengan larangan Agama Anda masing-masing ...
Saya bisa jamin, jika kita hidup penuh dalam aturan Agama, maka psikologis kita akan menjadi lebih baik .... InsyaAllah ...
Terapi psikologi, Hipnoterapi, obat psikofarma adalah omong kosong belaka, jika kita tidak memiliki niat benar-benar bangkit dari keterpurukan ...
Dan satu lagi pesan saya adalah :
JANGAN SUKA MENGASIHANI DIRI SENDIRI
Karena dengan mengasihani diri sendiri, anda akan mengijinkan tubuh anda berbaring seharian di kamar tidur, mengijinkan pikiran dan perasaan menjadi korban, mengijinkan anda merasa tidak berdaya, meskipun sebenarnya bisa melakukan ini dan itu ...
Orang yang bisa menolong diri Anda adalah diri Anda sendiri ..
Regard,
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
Semakin kuat kita ingin sembuh, makin kuatlah penolakan dari dalam diri.
Ini dinamakan Hyperintention.
Ketika kita ingin melupakan kejadian buruk yang pernah kita alami, semakin kita ingin melupakan, maka ingatan tersebut malah semakin kuat.
Oleh karena itu, sebagai seorang Psikolog, Psikoterapis maupun Hipnoterapis kita perlu memahami proses ini agar kita tahu teknik yang tepat untuk membantu klien lebih maksimal.
Nanti malam akan dibahas detil tentang teknik ala *“dr Emile Coue”* yang menggunakan suatu teknik sederhana, yang selalu berhasil kepada pasien-pasiennya.
Yuk gabung di webinar :
*Affirmations and How They Work: A Complete Guide for Therapist to Help Others*
Karena sore ini pendaftaran di tutup, silahkan segera mendaftar paling lambat jam 4 sore.
Silahkan klik link berikut untuk mendaftar
👇👇👇
https://wa.wizard.id/dac12d Atau silahkan menghubungi nomor whatsApp berikut ini 082143779380
(JIKA link diatas tidak bisa di KLIK atau tidak berwarna biru, silahkan COPAS pesan)
Penelitian kekuatan kata-kata pada perubahan nasib telah dilakukan oleh para ilmuwan dan praktisi spiritual dari berbagai disiplin ilmu. Penelitian ini menunjukkan bahwa kata-kata dapat memiliki efek yang signifikan pada pikiran, tubuh, dan lingkungan kita.
Ikuti webinar “The Power of Affirmation” klik link berikut ini untuk mendaftar
https://forms.gle/4FzfzrNk9JPAcfMX8
Atau silahkan menghubungi nomor whatsApp berikut ini
082143779380 atau klik https://wa.wizard.id/dac12d
**
Salah satu penelitian yang paling terkenal tentang kekuatan kata-kata dilakukan oleh Masaru Emoto, seorang ahli kristalografi dari Jepang. Emoto mengamati bahwa kristal air yang dipanaskan dan dibekukan akan membentuk pola yang berbeda-beda, tergantung pada kata-kata atau musik yang diucapkan atau diputar di dekat air tersebut.
Emoto menemukan bahwa air yang diucapkan kata-kata positif akan membentuk kristal yang indah, sedangkan air yang diucapkan kata-kata negatif akan membentuk kristal yang tidak teratur. Penelitian Emoto menunjukkan bahwa kata-kata dapat mempengaruhi struktur molekul air, yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan kita.
Penelitian lain tentang kekuatan kata-kata telah dilakukan di bidang psikologi, sosiologi, dan kesehatan. Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa kata-kata dapat mempengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku kita.
Misalnya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Psychological Science" pada tahun 2015 menemukan bahwa orang yang sering menggunakan kata-kata negatif akan lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Social Science & Medicine" pada tahun 2017 menemukan bahwa kata-kata positif dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Pada bidang kesehatan, penelitian telah menunjukkan bahwa kata-kata dapat mempengaruhi penyembuhan dan pemulihan. Misalnya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "The Lancet" pada tahun 2015 menemukan bahwa pasien yang menerima terapi kata-kata mengalami penurunan rasa sakit dan kecemasan.
Penelitian tentang kekuatan kata-kata pada perubahan nasib masih terus dilakukan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa kata-kata dapat memiliki efek yang signifikan pada hidup kita.
Ingin belajar lebih mendalam tentang bagaimana menggunakan kekuatan kata-kata untuk kesejahteraan hidup kita?
Ikuti webinar “The Power of Affirmation” klik link berikut ini untuk mendaftar
https://forms.gle/4FzfzrNk9JPAcfMX8
Atau silahkan menghubungi nomor whatsApp berikut ini
082143779380 atau klik link dibawah ini
https://wa.wizard.id/dac12d
Sampai jumpa di kelas yang sangat bermanfaat ini
Salam,
Tim Brilian Psikologi
