Belajar Ilmu Syar'i
Open in Telegram
4 207
Subscribers
+124 hours
-47 days
-3830 days
Data loading in progress...
Similar Channels
Tags Cloud
Incoming and Outgoing Mentions
---
---
---
---
---
---
Attracting Subscribers
September '26
September '26
+7
in 0 channels
August '26
+17
in 0 channels
Get PRO
July '26
+20
in 0 channels
Get PRO
June '26
+28
in 0 channels
Get PRO
May '26
+26
in 1 channels
Get PRO
April '26
+24
in 0 channels
Get PRO
March '26
+10
in 0 channels
Get PRO
February '26
+17
in 0 channels
Get PRO
January '26
+17
in 0 channels
Get PRO
December '25
+21
in 0 channels
Get PRO
November '25
+22
in 1 channels
Get PRO
October '25
+20
in 0 channels
Get PRO
September '25
+21
in 1 channels
Get PRO
August '25
+21
in 0 channels
Get PRO
July '25
+24
in 0 channels
Get PRO
June '25
+15
in 0 channels
Get PRO
May '25
+31
in 1 channels
Get PRO
April '25
+33
in 0 channels
Get PRO
March '25
+30
in 1 channels
Get PRO
February '25
+20
in 1 channels
Get PRO
January '25
+45
in 1 channels
Get PRO
December '24
+46
in 2 channels
Get PRO
November '24
+71
in 1 channels
Get PRO
October '24
+92
in 2 channels
Get PRO
September '24
+113
in 1 channels
Get PRO
August '24
+68
in 2 channels
Get PRO
July '24
+75
in 1 channels
Get PRO
June '24
+42
in 1 channels
Get PRO
May '24
+64
in 1 channels
Get PRO
April '24
+43
in 0 channels
Get PRO
March '24
+53
in 1 channels
Get PRO
February '24
+54
in 0 channels
Get PRO
January '24
+83
in 1 channels
Get PRO
December '23
+63
in 1 channels
Get PRO
November '23
+48
in 0 channels
Get PRO
October '23
+47
in 0 channels
Get PRO
September '23
+43
in 0 channels
Get PRO
August '23
+56
in 0 channels
Get PRO
July '23
+51
in 0 channels
Get PRO
June '23
+84
in 0 channels
Get PRO
May '23
+93
in 0 channels
Get PRO
April '23
+64
in 0 channels
Get PRO
March '23
+142
in 0 channels
Get PRO
February '23
+106
in 0 channels
Get PRO
January '23
+98
in 0 channels
Get PRO
December '22
+77
in 0 channels
Get PRO
November '22
+92
in 0 channels
Get PRO
October '22
+142
in 0 channels
Get PRO
September '22
+112
in 0 channels
Get PRO
August '22
+127
in 0 channels
Get PRO
July '22
+118
in 0 channels
Get PRO
June '22
+153
in 0 channels
Get PRO
May '22
+76
in 0 channels
Get PRO
April '22
+109
in 0 channels
Get PRO
March '22
+172
in 0 channels
Get PRO
February '22
+74
in 0 channels
Get PRO
January '22
+92
in 0 channels
Get PRO
December '21
+115
in 0 channels
Get PRO
November '21
+148
in 0 channels
Get PRO
October '21
+144
in 0 channels
Get PRO
September '21
+59
in 0 channels
Get PRO
August '21
+72
in 0 channels
Get PRO
July '21
+71
in 0 channels
Get PRO
June '21
+99
in 0 channels
Get PRO
May '21
+60
in 0 channels
Get PRO
April '21
+98
in 0 channels
Get PRO
March '21
+131
in 0 channels
Get PRO
February '21
+129
in 0 channels
Get PRO
January '21
+127
in 0 channels
Get PRO
December '20
+4 595
in 0 channels
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 10 September | 0 | |||
| 09 September | +1 | |||
| 08 September | +1 | |||
| 07 September | +2 | |||
| 06 September | 0 | |||
| 05 September | +1 | |||
| 04 September | 0 | |||
| 03 September | +1 | |||
| 02 September | 0 | |||
| 01 September | +1 |
Channel Posts
🔉PENGUMUMAN LIBUR 🔉
بسم الله الرحمن الرحيم
_Alhamdulillāh_, segala puji bagi Allāh _'Azza wa Jalla_. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasūlullāh Muhammad _shallallāhu ‘alayhi wa sallam_.
▪️Alhamdulillah, telah selesai pembahasan
📗 Kitāb Matan Abu Syuja' bagian kitab Jenazah
👤 Disampaikan oleh: Ustadz Fauzan, ST, MA hafidzahullah
Semoga apa yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi antum, dan tentunya juga kami sendiri. Dan semoga kita mampu mengamalkan apa yang telah kita pelajari bersama.
▪️Insyaallah mulai besok kamis tgl: 10 September 2026 kegiatan digrup libur selama 1 (satu) Pekan
▪️ Kegiatan digrup akan dimulai kembali pada hari Senin tgl, 21 September 2026
▪️*Mari saudara muslim yang dermawan.. Sisihkan sedikit dari rezeki Anda untuk mendukung operasional DAKWAH dalam menyebarkan kebaikan dengan ta'awun dan infak melalui rekening berikut ini:*
| Bank Syariah Indonesia
| Kode Bank [451]
| No. Rekening : 1184242374
| a.n : APENDI
| Konfirmasi : wa.me/+6282280288925
▪️ _Atas perhatiannya kami ucapkan Jazakumullahu khoiron katsiro._
🍃 _Bārakallāhu fīkum._
🖋ttd
Admin Belajar Ilmu Syar'i
===========
| 2 | sticker.webp | 97 |
| 3 | 045_Ustadz_Nuruddin_Bukhori_Diharamkannya_Berpaling_Dari_Al_Quran.m4a | 94 |
| 4 | ((Kemudian memberikan tak’ziyyah (menguatkan hati orang yang terkena musibah) sampai 3 (tiga) hari dari penguburannya.))
Ini merupakan batasan yang disebutkan di dalam madzhab Syāfi’i dan makruh lebih dari itu, karena akan membangkitkan (mengungkit) kesedihan atau musibah yang terjadi pada seseorang.
Dan di sana ada hadits yang menunjukan keutamaan orang memberikan tak’ziyyah:
مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلاَّ كَسَاهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ مِنْ حُلَلِ الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidak ada seorangpun yang memberikan tak’ziyyah apabila saudaranya terkena musibah, kecuali akan Allāh pakaikan pakaian kemulian pada hari kiamat.”
(Hadits Riwayat Ibnu Majah nomor 1601)
==> Memberikan tak’ziyyah maksudnya menguatkan hati orang yang terkena musibah, kemudian memberikan hiburan.
قال المؤلف رحمه الله: ((ولا يدفن اثنان في قبر إلا لحاجة))
(10) Berkata penulis rahimahullāh:
((Dan tidak dikuburkan dua mayyit dalam satu kuburan kecuali karena hajjah [kebutuhan].))
Ini merupakan perkara yang dimakruhkan dan diharāmkan apabila seseorang dikuburkan dikuburan yang sama kecuali apabila ada hajjat (kebutuhan), maka di sini hukumnya berbeda. Sebagaimana yang terjadi pada satu peperangan, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menguburkan beberapa orang dalam satu kuburan.
Demikian yang bisa disampaikan.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
و اﻟسّلامــ عليكـمــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
——————————— | 78 |
| 5 | 📗 Matan Abu Syuja | Kitab Jenazah (Bagian Akhir)
📝 Penulis: Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Asfahāniy (Imam Abū Syujā’)
🔊 Kajian 073 | Menguburkan Mayyit (Bagian 2)
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد
Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Kita memasuki halaqah tentang “Menguburkan Mayyit” atau دفن الميت
قال المؤلف رحمه الله: ((ولا يبنى عليه ولا يجصص))
⑺ Berkata penulis rahimahullāh:
((“Dan tidak dibangun diatasnya juga tidak disemen”))
Hal ini berdasarkan hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
“Bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang untuk menyemen atau menplester kuburan, dan juga melarang untuk duduk diatas kuburan, dan juga melarang untuk membangun di atas kuburan.”
(Hadīts Riwayat Imam Muslim nomor 970, dan 4 Imam lainnya kecuali Imām Bukhāri rahimahullāh)
قال المؤلف رحمه الله: ((ولا بأس بالبكاء على الميت من غير نوح ولا شق جيب))
⑻ Berkata penulis rahimahullāh:
“((Tidak mengapa menangisi mayyit tanpa meratapi atau dengan merobek-robek pakaian.))”
Hal ini berdasarkan hadīts dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يُعَذِّبُ بِدَمْعِ الْعَيْنِ وَلاَ بِحُزْنِ الْقَلْبِ وَلَكِنْ يُعَذِّبُ بِهَذَا – وَأَشَارَ إِلَى لِسَانِهِ – أَوْ يَرْحَمُ
“Bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak mengadzab dengan sebab keluarnya air mata, atau dengan sebab sedihnya hati akan tetapi Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengadzab dengan ini atau merahmatinya (sambil beliau mengisyaratkan kepada lisannya).”
(Hadits Riwayat Muslim nomor 924)
Artinya, seorang yang menangis karena kesedihan atau keluar air mata karena kesedihan yang disebabkan meninggalnya kerabatnya atau orang yang dicintainya, maka ini adalah hal yang tidak mengapa (merupakan fitrah).
Akan tetapi seorang diadzab apabila lisannya meratapi atau seorang diberikan rahmat apabila lisannya mengucapkan dzikir-dzikir yang disyari’atkan oleh Islām.
Dan juga tidak diperbolehkan untuk melakukan نائحة (meratapi mayyit) atau disebut sebagai niya’ah, ini merupakan larangan di dalam Islām.
Berdasarkan sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
“Bahwasanya orang yang meratapi mayyit dan berteriak-teriak kemudian mengucapkan perkataan-perkataan yang menunjukan tidak ridhā, maka apabila dia tidak bertaubat sebelum dia meninggal maka pada hari kiamat akan dibangkitkan dan dipakaikan atau dituangkan kepadanya cairan dari tembaga dan dipakaikan pakaian penyakit gatal.”
(Hadīts Riwayat Imām Muslim nomor 934 dan Imām Tirmidzi)
Begitu juga tidak diperbolehkan untuk merobek-robek pakaian.
Kata Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam):
لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
“Bukan termasuk golongan kami, orang-orang yang memukulkan pipinya atau merobek-robek pakaiannya atau juga menyeru dengan seruan Jāhiliyyah.”
(Hadīts Riwayat Imām nomor 1298 dan yang empat kecuali Imām Abu Dāwūd)
==> Memukulkan pipinya, sebagaimana yang dilakukan sebagian orang tatkala meninggal orang yang dikasihinya kemudian dia menangis berteriak-teriak kemudian memukul-mukul badannya, pipinya, ini perkara yang dilarang.
==> Merobek-robek pakaiannya, ini banyak terjadi, orang yang tidak ridhā dengan taqdir Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
==> Menyeru dengan seruan Jāhiliyyah, sebagaimana yang dilakukan sebagian orang tatkala ada yang meninggal maka dia berteriak-teriak dan menyeru mengucapkan perkara-perkara yang tidak diridhāi didalam syari’at Islām.
قال المؤلف رحمه الله: ((ويعزى أهله إلى ثلاثة أيام من دفنه))
⑼ Berkata penulis rahimahullāh: | 63 |
| 6 | 🌥️ *RABU*
🗓 26 Rabi'ul Awal 1448 Hijriah
🗓 09 September 2026 Masehi
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
🍂 Alhamdulillāh..
Segala puji bagi Allāh ﷻ, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasūlullāh ﷺ.
🔓 Kita buka grup ini dengan membaca *بِسمِ الله* dan berdoa:
*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*
_*"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima."*_ (📚 HR. Ibnu Majah)
🇫🇦🇪🇩🇦🇭 🇵🇦🇬🇮
*🔝 KUNCI KEBAHAGIAAN HIDUP*
🎙 Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata,
القناعة تكون بالقلب فمن غني قلبه غنيت يداه ومن افتقر قلبه لم ينفعه غناه ومن قنع لم يتسخط وعاش آمنا مطمئنا
“Sifat Qana'ah letaknya dihati, maka barang siapa yang hatinya merasa cukup, maka kedua tangannya pun demikian. Dan barang siapa yang hatinya fakir (selalu merasa kurang), maka kekayaan tidaklah memberikan manfaat kepadanya.
Barang siapa yang memiliki sifat qana'ah, maka dia tidak akan berkeluh kesah, dia hidup dengan aman dan mendapatkan ketenangan.”
📚 Sumber: Raudhah al-'Uqalā', jilid 1, hlm. 151.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
Demikianlah faedah yang ringkas ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga apa2 yg kita lakukan bisa bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ
بَارَكَ اللهُ فِيْكُم
✍ *Admin*
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
•┈◎❅❀❦ *BIS* ❦❀❅◎┈• | 64 |
| 7 | sticker.webp | 91 |
| 8 | 044_Ustadz_Nuruddin_Bukhori_Cara_Menggapai_Keberkahan_Al_Qura.m4a | 96 |
| 9 | *♻️ Mari saudara muslim yang dermawan.. Sisihkan sedikit dari rezeki Anda untuk mendukung operasional DAKWAH dalam menyebarkan kebaikan dengan ta'awun dan infak melalui rekening berikut ini:*
| Bank Syariah Indonesia
| Kode Bank [451]
| No. Rekening : 1184242374
| a.n : APENDI
| Konfirmasi : wa.me/+6282280288925
🔖 Kami mengucapkan terima kasih dan Jazaakumullahu Khairan atas donasi dan infak yang telah diberikan oleh para Donatur/Muhsinin. "Barakallahu fii Maalikum Wa ahliikum"
•┈◎❅❀❦ *BIS* ❦❀❅◎┈• | 81 |
| 10 | (Hadits Riwayat Muslim nomor 966)
قال المؤلف رحمه الله: ((مستقبل القبلة))
⑵ Berkata penulis rahimahullāh:
((Menghadap kiblat.))
Menghadap kiblat, hal ini adalah satu hal yang diwariskan turun-temurun dari kalangan salaf.
√ Mendudukan mayyit tersebut seperti seorang sedang shalāt.
Mayyit diletakan dibagian kanan atau bahu kanan menempel dengan tanah, kemudian wajahnya dihadapkan ke kiblat.
Ini adalah sunnah yang diwariskan secara turun temurun dari kalangan salaf.
قال المؤلف رحمه الله: ((ويسل من قبل رأسه برفق))
⑶ Berkata penulis rahimahullāh:
((Kemudian memasukan mayyit tersebut dari bagian kepala terlebih dahulu dengan perlahan-lahan.))
Hal ini sebagaimana diriwayatkan:
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سل من قبل رأسه
“Bahwasanya beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) dimasukan dari bagian kepalanya terlebih dahulu.”
Diriwayatkan oleh Imām Syāfi’i dengan sanad yang shahīh.
قال المؤلف رحمه الله: ((ويقول الذي يلحده: بسم الله وعلى ملة رسول الله صلى الله عليه وسلم))
⑷ Berkata penulis rahimahullāh:
((Orang yang memasukan mayyit ke dalam lahat mengucapkan:
[Bismillāhi wa’alamillati Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam]
“Dengan nama Allāh dan di atas millah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.”))
Berdasarkan hadīts:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا وَضَعَ الْمَيِّتَ فِي الْقَبْرِ قَالَ ” بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ”
Bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam apabila meletakan mayyit di dalam kuburan, maka beliau mengatakan:
(Bismillāhi waalamillati Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam)
“Dengan nama Allāh dan diatas millah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.”
(Hadīts Riwayat Ashabus Sunnan (para penulis kitāb sunnan) dan di shahīhkan oleh Ibnu Hibban akan tetapi Imām Ad Daruquthi mengatakan hadīts ini adalah hadīts yang mauquf).
قال المؤلف رحمه الله: ((ويضجع في القبر بعد أن يعمق قامة وبسطة))
⑸ Berkata penulis rahimahullāh:
((Kemudian diletakan di dalam kuburannya setelah kuburan tersebut digali setinggi ukuran orang standard dengan mengangkat tangannya, [sekitar 175 atau 180 Cm]))
Ini berdasarkan hadīts, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
احْفِرُوا وَأَعْمِقُوا وَأَوْسِعُوا
“Galilah dan dalamkanlah serta luaskanlah.”
(Hadīts Riwayat Ashabussunnan dengan sanad yang shahīh)
قال المؤلف رحمه الله: ((ويسطح القبر))
⑹ Berkata penulis rahimahullāh:
“Hendaknya meratakan kuburan tersebut.”
Berdasarkan hadīts dari Fadhallāh radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا(القبر)
“Saya mendengar Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, beliau memerintahkan untuk meratakannya (meratakan bagian atas kuburan).”
(Hadīts Riwayat Imām Muslim nomor 968 dan Abu Dāwūd nomor 3219)
Akan tetapi tidak mengapa untuk meninggikannya sekedar sejengkal tangan.
Berdasarkan hadīts dari Jābir radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu:
أنه ألحد لرسول الله صلى الله عليه وسلم لحدا ، ونصب عليه اللبن نصبا ورفع قبره قدر شبر
“Bahwasanya dibuatkan lahat untuk Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam kemudian diletakan batu bata kemudian diangkat atau ditinggikan kuburan beliau sekedar satu jengkal tangan.”
(Hadīts Riwayat Baihaqi dan Ibnu Hibban dan dishahīhkan oleh beliau)
Tidak mengapa untuk memberikan tanda berupa batu untuk menandakan bahwasanya ini adalah kuburan.
Namun tidak diperbolehkan untuk membuat nisan tertulis sebagaimana yang banyak terjadi di kalangan kaum Muslimin.
Hal ini berdasarkan hadīts Anas radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَعْلَمَ قَبْرَ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ بِصَخْرَةٍ
“Bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam memberikan tanda kuburan ‘Utsman bin Mazh’un dengan batu.”
(Hadīts Riwayat Ibnu Mājah nomor 1561 dan Abu Dāwūd nomor 3206 dengan sanad yang hasan)
Demikian yang bisa disampaikan pada pertemuan ini, semoga bermanfaat.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين | 70 |
| 11 | 📗 Matan Abu Syuja | Kitab Jenazah
📝 Penulis: Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Asfahāniy (Imam Abū Syujā’)
🔊 Kajian 072 | Menguburkan Mayyit (Bagian 1)
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد
Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Kita memasuki halaqah yang ke-72 dan pembahasan kita kali ini adalah tentang “Menguburkan Mayyit” atau دفن الميت
Hukum menguburkan mayyit adalah fardhu kifayyah, artinya apabila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugur kewajiban bagi yang lain sebagaimana yang sudah disebutkan pada pertemuan sebelumnya.
Diantara dalilnya adalah:
⑴ Hadīts dari Abū Said Al Khudri radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu:
اذْهَبُوا فَادْفِنُوا صَاحِبَكُمْ
“Pergilah kalian dan kuburkanlah teman kalian ini.”
(Hadīts Riwayat Imām Muslim nomor 2236)
⑵ Hadīts dari Jābir radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, beliau bersabda:
ادْفِنُوا الْقَتْلَى فِي مَصَارِعِهِمْ
“Kuburkanlah orang-orang yang terbunuh pada peperangan (para syuhada) pada tempat mereka terbunuh.”
(Hadīts Riwayat Imām Abū Dāwūd, At Tirmidzi dan Imām An Nasā’i, lafazh ini milik An Nasā’i nomor 2005)
Di mana mereka dikuburkan?
Di sini secara umum, bahwa orang-orang yang meninggal dunia dari kalangan kaum Muslimin, maka lebih afdāl bila dikuburkan di tempat perkuburan (kuburan kaum Muslimin).
Dan ini merupakan kesepakatan para imām madzhab yang empat.
Dalīlnya adalah:
⑴ Hadīts (dari sunnah):
كان نبي صلى الله عليه وسلم يدفن الموتى بالبقيع
“Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam menguburkan orang-orang yang meninggal di Baqi’.”
Berkata Imām An Nawawī di dalam kitāb Al Majmu’:
حديث الدفن بالبقيع صحيح متواتر
“Hadīts tentang menguburkan orang yang meninggal di Baqi’ adalah shahīh dan merupakan hadīts yang muttawatir (artinya tersebar dikalangan para shahābat radhiyallāhu Ta’āla ‘anhum).”
Kemudian di sana ada masalah, bolehkah seseorang menguburkan mayyit di rumahnya?
Disini para ulamā ada khilaf. Diantara mereka ada yang membolehkan dengan berdalīl kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bahwasanya beliau (shallallah ‘alayhi wa sallam) dikuburkan di rumahnya.
Namun sebagian ulamā mengatakan perkara itu adalah makruh karena bisa mengantarkan seseorang kepada kesyirikan.
Adapun yang terjadi pada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, merupakan kekhususan bagi beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam).
Dan ada hadīts dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ
“Dan jangan jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan.”
(Hadīts Riwayat Imām Muslim nomor 780)
Berdasarkan hadīts ini dapat diambil faedah bahwasannya tidak menguburkan mayyit di rumah seseorang.
Kita lihat di sini, tulisan dari Abū Syujā dalam Matannya, ada beberapa poin di dalam masalah menguburkan mayyit:
قال المؤلف رحمه الله: ((ويدفن في لحد))
⑴ Berkata penulis rahimahullāh:
((Dan hendaknya menguburkan di dalam lahat.))
Lahat lebih afdāl daripada shak, apabila tanahnya dalam keadaan kuat.
Lahat adalah menggali lubang di bawah kuburan dengan menyimpang dari kuburan tersebut seukuran dari mayyit (sekedar secukupnya untuk mayyit tersebut).
Ini adalah lebih afdāl apabila tanahnya cukup kuat, namun apabila tanahnya mudah runtuh maka yang lebih afdāl adalah dengan membuat ash shak.
Ash shak adalah mengali lubang di bawah kuburan tersebut secara tegak lurus.
Ini dilakukan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagaimana hadīts yang diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqas radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu.
Bahwasanya beliau berkata pada saat sakit, beliau mengatakan:
الْحَدُوا لِي لَحْدًا وَانْصِبُوا عَلَىَّ اللَّبِنَ نَصْبًا كَمَا صُنِعَ بِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
“Apabila kalian membuat kuburan maka buatlah lahat, kemudian ditutup dengan bata sebagaimana itu dilakukan kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.” | 52 |
| 12 | 🌥️ *SELASA*
🗓 25 Rabi'ul Awal 1448 Hijriah
🗓 08 September 2026 Masehi
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
🍂 Alhamdulillāh..
Segala puji bagi Allāh ﷻ, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasūlullāh ﷺ.
🔓 Kita buka grup ini dengan membaca *بِسمِ الله* dan berdoa:
*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*
_*"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima."*_ (📚 HR. Ibnu Majah)
🇫🇦🇪🇩🇦🇭 🇵🇦🇬🇮
*🔑⚠️ JANGAN TERBIASA BERBOHONG WALAU HANYA PADA PERKARA SEPELE*
🎙 Sebagian orang bijak mengatakan,
من استحلى رضاع الكذب، عسر فطامه.
"Barangsiapa yang mendapati rasa manis dari kebohongan, niscaya akan sulit baginya untuk lepas dari kebohongan."
🎙 Dan sebagian mereka juga berkata ,
الصدق منجيك، وإن خفته. والكذب مرديك، وإن أمنته.
"Kejujuran akan menyelamatkanmu, walaupun kamu takut terhadapnya.
Adapun kedustaan akan menghancurkanmu, walaupun kamu merasa aman darinya."
📚 Sumber : Adab Ad-Dunya Wa Ad-Din (263-264)
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
Demikianlah faedah yang ringkas ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga apa2 yg kita lakukan bisa bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ
بَارَكَ اللهُ فِيْكُم
✍ *Admin*
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
•┈◎❅❀❦ *BIS* ❦❀❅◎┈• | 52 |
| 13 | sticker.webp | 103 |
| 14 | 📚 Serial Untaian Mutiara Hikmah
📀 Audio 43: Al Qur'an akan mendatangkan keberkahan
🎙 Pemateri: Ustadz Nuruddin Bukhori, حفظه الله تعالى.
🎧 Unduh & Simak Audio 🎧
⚠️ _sebelum kedaluwarsa_ ⚠️
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
📲 Grup Whatsapp : https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdTy-5UXxzOE-A3xhOeiznMhq2KbR7iS0Trr25MZQ4KOLa0xw/viewform
💰Infaq Dakwah :http://bit.ly/donasi_grupBIS
┈┈┈┈◈❆◉❒ 📚 ❒◉❆◈┈┈┈┈ | 103 |
| 15 | *♻️ Mari saudara muslim yang dermawan.. Sisihkan sedikit dari rezeki Anda untuk mendukung operasional DAKWAH dalam menyebarkan kebaikan dengan ta'awun dan infak melalui rekening berikut ini:*
| Bank Syariah Indonesia
| Kode Bank [451]
| No. Rekening : 1184242374
| a.n : APENDI
| Konfirmasi : wa.me/+6282280288925
🔖 Kami mengucapkan terima kasih dan Jazaakumullahu Khairan atas donasi dan infak yang telah diberikan oleh para Donatur/Muhsinin. "Barakallahu fii Maalikum Wa ahliikum"
•┈◎❅❀❦ *BIS* ❦❀❅◎┈• | 80 |
| 16 | Dan jagalah dia dari fitnah kubur (ujian kubur) dan adzabnya. Luaskanlah kuburnya Yā Allāh, dan lapangkanlah bumi yang menghimpitnya.
Dan dengan rahmat-Mu, berikanlah keamanan dari adzab-Mu Yā Allāh, sampai dia masuk kedalam surga Mu.
Semoga Engkau memberikan rahmat kepada dia, wahai Maha Pemberi Rahmat.))
Ini adalah salah satu do’a yang dicontohkan oleh penulis sebagaimana sudah disebutkan pada halaqah sebelumnya, bahwasanya yang paling afdhāl adalah do’a yang warid dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Adapun apabila ada do’a yang lain maka tidak mengapa selama kita mendo’akan mayit tersebut.
قال المؤلف رحمه الله:
Berkata penulis rahimahullāh:
((ويقول في الرابعة: “اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفتنا بعده واغفر لنا وله”. ويسلم بعد الرابعة.))
((Setelah takbir yang keempat mengucapkan: Yā Allāh, janganlah Engkau jadikan kami terhalang dari pahalanya, dan jangan jadikan kami terfitnah setelahnya dan ampunilah kami dan juga ampunilah dia.
Kemudian setelah itu salam.))
Di sini para ulamā berselisih pendapat, tentang apakah do’a setelah takbir yang keempat itu masyru’ atau tidak. Adapun do’a kepada mayit tempatnya adalah setelah takbir yang ketiga.
Adapun takbir yang keempat di sana ada perbedaan pendapat.
• Pendapat Pertama |
Bahwasanya disyariatkan atau disunnahkan berdo’a untuk mayit setelah takbir yang keempat atau sebelum salam.
Ini adalah pendapat Syāfi’iyyah, Mālikiyyah, dan dipilih oleh Syaikh Utsaimin dan juga Imām Asy Syaukani, Syaikh Albāniy dan lain-lain.
Dan ini sebagaimana disebutkan di dalam matan, diantara do’anya:
اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفتنا بعده واغفر لنا وله
• Pendapat Kedua |
Bahwasanya tidak ada do’a setelah takbir yang keempat.
Ini adalah pendapat Hanābilah.
Jadi setelah takbir yang keempat kemudian diam sebentar kemudian salam.
Dan ini dipilih oleh Syaikh Bin Baz sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam ringkasan shalāt sebelum itu.
Mengenal jumlah salam pada shalāt jenazah maka di sana ada dua pendapat dari para ulamā.
Apakah satu salam ataukah dua salam?
• Pendapat Pertama | Mengatakan bahwasanya sunnahnya dua salam.
Ini adalah pendapat Hanāfiyyah dan juga Syāfi’iyyah, berdasarkan dari Hadīts Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu yang disebutkan di situ bahwa Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam melakukan salam sebanyak dua kali salam.
Dan juga mereka mengatakan, ini adalah qiyas terhadap seluruh shalāt, bahwasanya shalāt jenazah disebut shalāt, maka dia sama dengan shalāt yang lain, dan shalāt yang lain disunnahkan dua kali salam.
• Pendapat Kedua | Bahwasanya salam cukup sekali salam.
Ini adalah pendapat Mālikiyyah dan juga sebagian para salaf dan pendapat ini dipilih oleh Syaikh Utsaimin dan juga Syaikh Bin Baz di dalam ikhtiar fiqih mereka (pilihan fiqih mereka).
Dalīlnya diantaranya:
⑴ Atsar dari Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu Ta’āla ‘anhumma bahwasanya beliau tatkala melaksanakan shalāt jenazah, maka beliaupun salam satu kali salam yang ringan.
⑵ Dalīl aqli bahwa shalāt jenazah itu merupakan shalāt yang diringankan, sehingga tidak dilakukan seluruh kewajiban-kewajiban shalāt sebagaimana yang lain. Jadi tidak bisa diqisaskan.
Oleh karena itu, di dalam salampun diringankan menjadi satu kali salam.
Tentang hukum salam itu sendiri di sini adalah termasuk rukun di dalam shalāt jenazah.
Dalīlnya dari sunnah secara umum hadīts yang mengatakan:
وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
“Dan sebagai penghalalnya (penutupnya) adalah taslim (salam).”
(Hadīts Riwayat Tirmidzi No. 238, Ibnu Mājah No. 276)
Kemudian, hadīts Āisyah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhā yang menyebutkan tentang shalāt Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
وكان يختم الصلاة بالتسليم
“Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menutup shalāt dengan taslim (salam).”
(Hadīts Riwayat Muslim No. 498)
Dan ini pendapat Jumhūr para ulamā dan juga pendapat Syāfi’iyyah, Hanābilah dan sebagian besar ulamā Fiqih lainnya.
Demikian yang bisa disampaikan pada pertemuan ini, semoga bermanfaat.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين | 76 |
| 17 | 📗 Matan Abu Syuja | Kitab Jenazah
📝 Penulis: Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Asfahāniy (Imam Abū Syujā’)
🔊 Kajian 071 | Ibadah Shalāt Jenazah
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد
Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla, kita masuki halaqah ke-71 dan membacakan atau mengikuti apa yang ditulis oleh penulis matan Abū Syujā tentang tatacara “Ibadah Shalāt Jenazah”
قال المؤلف رحمه الله:
Berkata penulis rahimahullāh:
((ويكبر عليه أربع تكبيرات: يقرأ الفاتحة بعد الأولى))
((Kemudian bertakbir di dalam shalāt jenazah sebanyak empat takbir, kemudian membaca surat Al Fāthihah setelah takbir yang pertama.))
Perlu diketahui sahabat sekalian, bahwasanya membaca surat Al Fāthihah adalah wajib di dalam shalāt jenazah. Dan ini menurut madzhab Syāfi’iyah dan Hanābilah.
Dalīlnya adalah berdasarkan hadīts Thalhah bin Abdillāh bin Auf radhiyallāhu Ta’āla ‘anhum tatkala beliau berkata:
صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عَبَّاسٍ عَلَى جَنَازَةٍ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ فَقَالَ: لِيَعْلَمُوا أَنَّهَا سُنَّةٌ
“Saya shalāt dibelakang Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu Ta’āla ‘anhumma tatkala shalāt jenazah, maka beliaupun membaca surat Al Fāthihah dan beliau mengatakan agar mereka mengetahui bahwasanya surat Al Fāthihah adalah sunnah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.”
(Hadīts Riwayat Bukhāri No. 1335)
قال المؤلف رحمه الله:
Berkata penulis rahimahullāh:
((ويصلي على النبي صلى الله عليه وسلم بعد الثانية))
((Kemudian shalāt atas Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam (bershalawat atas Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam) setelah takbir yang kedua.))
Dan membaca shalawat, sebagaimana kita membaca shalawat pada saat duduk tahiyat akhir di dalam shalāt kita.
قال المؤلف رحمه الله:
Berkata penulis rahimahullāh:
((ويدعوا للميت بعد الثالثة))
((Kemudian mendo’akan mayit setelah takbir yang ketiga)).
Do’a kepada mayit ini termasuk rukun di dalam shalāt jenazah, berdasarkan madzhab Hanābilah dan Syāfi’iyah bahkan madzhab Jumhūr ulamā.
Dalīlnya hadīts dari Abū Hurairah manakala beliau mendengar Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْجَنَائِز فأخلصوا لَهَا الدُّعَاءَ
“Apabila kalian menshalāti jenazah hendaklah kalian mendo’akan dengan ikhlās mayit tersebut.”
(Hadīts Riwayat Abū Dāwūd No. 3197, Ibnu Mājah No. 1497, Al Baihaqi No. 4/40, Ibnu Hibban No. 3077)
Penulis rahimahullāh memberikan contoh do’a yang disebutkan di dalam matan.
((“اللهم هذا عبدك وابن عبديك خرج من روح الدنيا وسعتها ومحبوبه وأحباؤه فيها إلى ظلمة القبر وما هو لاقيه كان يشهد أن لا إله إلا أنت وحدك لا شريك لك وأن محمدا عبدك ورسولك وأنت أعلم به منا اللهم إنه نزل بك وأنت خير منزول به وأصبح فقيرا إلى رحمتك وأنت غني عن عذابه وقد جئناك راغبين إليك شفعاء له. اللهم إن كان محسنا فزد في إحسانه وإن كان مسيئا فتجاوز عنه ولقه برحمتك رضاك وقه فتنة القبر وعذابه وافسح له في قبره وجاف الأرض عن جنبيه ولقه برحمتك رضاك وقه فتنة القبر وعذابه وأفسح له في قبره وجاف الأرض عن جنبيه ولقه برحمتك الأمن من عذابك حتى تبعثه آمنا إلى جنتك برحمتك يا أرحم الراحمين”.))
((Yā Allāh, dia adalah hambamu dan anak dari hambamu.
Dia telah keluar dari ruhnya dunia dan luasnya dunia dan juga telah meninggalkan orang yang dia cintai di dunia menuju kepada kegelapan (kuburan) dan apa yang akan dia temui di kuburan tersebut.
Dia dulu bersyahadat bahwasanya tidak ada ilah kecuali Engkau dan tidak ada sekutu bagi Engkau, dan juga Muhammad adalah hamba-Mu dan rasūl-Mu, dan Engkau Maha Mengetahui tentang keadaannya daripada kami.
Yā Allāh, dia telah kembali kepada-Mu dan Engkau adalah sebaik-baik tempat kembali dan dia sangat membutuhkan rahmat Mu dan Engkau tidak membutuhkan untuk mengadzab dia Yā Allāh.
Dan kami datang dan berharap menjadi syafā’at bagi dia.
Yā Allāh, apabila dia sebagai orang baik, maka tambahkanlah kebaikan kepada dirinya, dan apabila dia memiliki keburukan maka ampunilah keburukannya.
Dan berikan dia rahmat-Mu dan ridhā-Mu Yā Allāh. | 45 |
| 18 | 🌥️ *SENIN*
🗓 25 Rabi'ul Awal 1448 Hijriah
🗓 07 September 2026 Masehi
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
🍂 Alhamdulillāh..
Segala puji bagi Allāh ﷻ, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasūlullāh ﷺ.
🔓 Kita buka grup ini dengan membaca *بِسمِ الله* dan berdoa:
*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*
_*"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima."*_ (📚 HR. Ibnu Majah)
🇫🇦🇪🇩🇦🇭 🇵🇦🇬🇮
*💯⏳ TINGGINYA DERAJAT DARI SIFAT SABAR DAN SALING MEMAAFKAN*
🎙 Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
درجة الحلم والصبر على الأذى والعفو عن الظلم أفضل أخلاق أهل الدنيا والآخرة يبلغ الرجل بها مالا يبلغه بالصيام والقيام ،
Kedudukan sifat santun, sifat bersabar terhadap gangguan, dan memaafkan perbuatan kezhaliman orang lain merupakan akhlak yang paling utama yang dimiliki oleh penduduk dunia dan akhirat, dan dengannya seseorang mampu berada di sebuah tingkatan yang tidak bisa didapatkan dengan berpuasa maupun shalat malam.
Allah Ta'ala berfirman:
{وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}
.. Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.[Ali Imran : 134]
📚 Sumber: as-Sharimul Maslul (hal. 234)
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
Demikianlah faedah yang ringkas ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga apa2 yg kita lakukan bisa bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ
بَارَكَ اللهُ فِيْكُم
✍ *Admin*
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
•┈◎❅❀❦ *BIS* ❦❀❅◎┈• | 65 |
| 19 | sticker.webp | 85 |
| 20 | 📚 Serial Untaian Mutiara Hikmah
📀 Audio 42: Keagungan Al Qur'an
🎙 Pemateri: Ustadz Nuruddin Bukhori, حفظه الله تعالى.
🎧 Unduh & Simak Audio 🎧
⚠️ _sebelum kedaluwarsa_ ⚠️
📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
📲 Grup Whatsapp : https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdTy-5UXxzOE-A3xhOeiznMhq2KbR7iS0Trr25MZQ4KOLa0xw/viewform
💰Infaq Dakwah :http://bit.ly/donasi_grupBIS
┈┈┈┈◈❆◉❒ 📚 ❒◉❆◈┈┈┈┈ | 87 |
