en
Feedback
Studi Islam & Bahasa Arab

Studi Islam & Bahasa Arab

Open in Telegram

Majelis yg telah berkiprah sejak 2016: - Kuliah Bahasa Arab Online - Kajian Kitab Online Ilmu KeIslaman - Akademi Fiqih Siyasah - Kursus Terjemah Arab-Indonesia https://wa.me/6289526856480 Jika ada iklan diluar admin, mohon abaikan, itu bukan dari admin

Show more
8 833
Subscribers
-324 hours
-237 days
-7530 days
Posts Archive
Lihatlah. Negeri ini tidak diminta langsung meminta air hujan. Negeri ini diminta lebih dulu memperbaiki kondisinya sesuai syariat Islam. Abu vulkanik adalah ujian. Tapi bisa jadi ia juga teguran. Teguran agar kita berhenti menunda taubat, berhenti menumpuk kezaliman, berhenti membiarkan perpecahan. Berhenti menolak syariah. Pemerintah bisa mengerahkan alat dan menyemprot jalan. Itu ikhtiar wajib. Masyarakat bisa memakai masker dan membantu sesama. Itu kewajiban. Namun hujan yang benar-benar menyejukkan, yang melunturkan abu sekaligus melapangkan dada, hanya akan turun jika langit melihat kita sudah berbenah. Karena memang hujan itu bukan semata fenomena alam, namun salah satu tanda kekuasaan Allah. Maka sebelum kita minta hujan untuk membersihkan jalanan, mari kita bersihkan dulu negeri ini dari maksiat, kezhaliman, dan permusuhan. Karena hujan yang paling kita butuhkan hari ini bukan hanya tetesan air. Ia adalah hujan rahmat, yang turun setelah kita kembali menjadi bangsa yang taat. *YSP*

*Sebelum Minta Hujan, Mari Kita Benahi Dulu Negeri Ini* Beberapa hari ini abu vulkanik menutup langit. Jalanan mulai memutih, sebagian orang merasa napas menjadi berat, dan aktivitas penerbang dan lainnya lumpuh. Lalu para ahli sepakat: kita butuh hujan guna menetralisir dampak abu vulkanik. Sebagian tokoh agama, mulai menganjurkan dilaksanakan shalat Istiaqa yakni halat minta hujan. Tapi sebelum menengadah ke langit memohon hujan, para ulama terdahulu mengajarkan kita untuk menunduk dulu ke dalam diri. Al-Khatib asy-Syirbini rahimahullah menuliskan adab para pendahulu ketika hendak shalat istisqa: وإذا أرادوا الخروج للصلاة (فيأمرهم الامام) الاعظم أو نائبه قبل الخروج إليها (بالتوبة) من جميع المعاصي الفعلية والقولية المتعلقة بحقوق الله تعالى بشروطها الثلاثة، وهي: الندم والاقلاع والعزم على أن لا يعود (و) بالاكثار (من الصدقة) على المحاويج (و) بالتوبة من حقوق الآدميين، (و) هي المبادرة إلى (الخروج من المظالم) المتعلقة بهم من دم أو عرض أو مال مضافا ذلك إلى الشروط الثلاثة المذكورة (و) بالمبادرة إلى (مصالحة الاعداء) المتشاحنين لامر دنيوي ولحظ نفس لتحريم الهجران حينئذ فوق ثلاث (و) بالمبادرة إلى (صيام ثلاثة أيام) متتابعة ويصوم معهم، وذلك قبل ميعاد الخروج فهي به أربعة لان لكل من هذه المذكورات أثرا في إجابة الدعاء قال تعالى (ويا قوم استغفروا ربكم ثم توبوا إليه يرسل السماء عليكم مدرارا) Ketika kaum muslimin hendak shalat meminta hujan, sebelumnya al-imam al-a'zham (khalifah) atau wakilnya memerintahkan mereka bertaubat dari seluruh maksiat, baik perbuatan dan perkataan yg berkaitan dengan hak Allah, dengan tiga syarat: menyesal, meninggalkan, dan bertekad tidak mengulangi lagi, serta memperbanyak sedekah kepada yg membutuhkan. Juga bertaubat dari maksiat yg berkaitan dengan hak manusia, yakni: segera tinggalkan segala kezhaliman baik terkait harta, darah, atau kehormatan sebagai tambahan dari tiga syarat yg sudah disebutkan tadi. Begitupun segera mendamaikan permusuhan orang yg berselisih lantaran urusan dunia dan pelanggaran jiwa dengan melarang 'tidak menyapa' lebih dari tiga hari. Juga shaum tiga hari berturut-turut bersama kaum muslim, yg dilakukan sebelum waktu sholat yg dilaksanakan di hari ke empat, sebab semua yg disebut di atas memiliki pengaruh agar doa bisa dikabulkan sesuai firman Allah swt "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yg sangat deras atas kalian." (al-Iqna' fi Halli Alfazhi Abi Syuja') Lihatlah dari penjelasan asy-Syirbini rahimahullah, sang Imam atau pemimpin tidak langsung mengajak keluar ke lapangan melaksanakan istisqa. Ia justru harus terlebih dahulu berbenah bersama rakyatnya untuk memperbaiki negerinya segala sisi: Pertama, *bertaubat massal kepada Allah* dengan sungguh-sungguh. Menyesal, berhenti dari maksiat, dan berjanji tidak mengulangi. Karena dosa adalah penghalang turunnya rahmat. Kedua, *memperbanyak sedekah bagi orang kaya* kepada yang membutuhkan. Ringankan beban sesama, karena tangan yang memberi adalah jalan dibukanya pintu langit. Ketiga, *menyelesaikan kezaliman antar manusia*. Kembalikan hak orang. Hentikan zalim dalam urusan harta, darah, dan kehormatan. Selama kita masih saling menzalimi, bagaimana mungkin doa kita sampai? Keempat, *mendamaikan yang bermusuhan*. Putuskan pertengkaran karena urusan dunia. Jangan ada yang saling mendiamkan lebih dari tiga hari. Persatuan umat adalah syarat dikabulkannya doa. Kelima, *berpuasa tiga hari* untuk melembutkan hati, sebelum pada hari keempat seluruh penduduk negeri keluar bersama memohon kepada Allah. Baru setelah itu Allah janjikan: وَيَٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا۟ مُجْرِمِينَ Dan dia berkata "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS. Hud: 52).

*Dua Gempa* ذكر لنا أن الكوفة رجفت على عهد ابن مسعود، فقال يأيها الناس إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه Sebuah keterangan menyebutkan suatu hari kota Kufah mengalami gempa di masa Ibnu Mas’ud, lalu beliau berkata kepada penduduknya: “Wahai manusia, Rabb kalian meminta agar kalian segera bertaubat, karena itu bertaubatlah.” (Imam Qatadah rahimahullah) Ketika kota Kufah diguncang gempa di masa Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau tidak sibuk menuding lempeng bumi. Beliau juga tidak hanya menghitung korban dan kerusakan. Di tengah kepanikan, beliau berdiri dan berkata kepada manusia dengan suara yang menembus hati: “Wahai manusia, Rabb kalian meminta agar kalian segera bertaubat. Karena itu, bertaubatlah.” Satu kalimat itu lebih mengguncang daripada guncangan tanah itu sendiri, karena ia mengingatkan bahwa setiap musibah di alam adalah surat dari langit. Hari ini kita pun sedang hidup di tengah dua jenis gempa. Gempa pertama adalah gempa yang kasatmata. Tanah bergetar, rumah runtuh, jalan terbelah, air bah datang, dan api melahap. Negara mengerahkan alat, relawan turun ke lapangan, masyarakat membuka dompet untuk donasi. Kita tahu persis bagaimana cara menghadapinya: mitigasi, evakuasi, rekonstruksi. Ini urusan teknis yang harus dikerjakan dengan cepat, rapi, dan sistemik. Namun ada gempa kedua yang sering luput dari radar kita. Ia tidak memecahkan kaca, tidak merobohkan tembok. Ia terjadi di dalam dada. Ia adalah gempa spiritual. Ketika shalat lima waktu ditunda tanpa rasa bersalah. Ketika riba dianggap peluang usaha. Ketika amanah dikhianati demi keuntungan. Ketika anak durhaka dinormalkan, lisan kotor dijadikan candaan, dan hati mengeras hingga tak lagi tersentuh ayat. Gempa ini tidak membunuh satu dua orang, ia membunuh nurani satu bangsa secara perlahan. Ibnu Mas’ud ingin kita sadar bahwa guncangan di luar adalah panggilan untuk memperbaiki di dalam. Kata _yasta’tibukum_ bermakna Allah sedang meminta kita untuk kembali, untuk memperbaiki hubungan yang retak dengan-Nya. Musibah bukan selalu hukuman. Bisa jadi ia teguran kasih sayang agar kita tidak terus berjalan menuju jurang yang lebih dalam. Karena itu negara wajib membangun infrastruktur tahan gempa. Bendungan harus kuat, jembatan harus kokoh, sistem peringatan dini harus akurat. Itu bagian dari ikhtiar dan tanggung jawab. Tetapi bangsa ini juga wajib membangun fondasi iman yang tahan fitnah. Karena sehebat apapun BNPB bekerja, sekuat apapun beton dituang, jika hati masyarakat rapuh dan jauh dari Allah, maka satu musibah bisa meluluhlantakkan lebih dari sekadar bangunan. Ia bisa meruntuhkan kepercayaan, memecah persatuan, dan melahirkan keputusasaan. Maka mari kita belajar dari Kufah. Ketika sirine meraung, selain kita berlari ke titik aman, mari juga berlari dalam sujud. Ketika tim SAR menyisir puing-puing, mari kita juga menyisir dosa-dosa yang menumpuk. Ketika pemerintah menyalurkan logistik, mari masyarakat menyalurkan taubat dan perbaikan diri. Gempa musibah mengingatkan kita bahwa kita lemah dan butuh pertolongan. Gempa spiritual mengingatkan kita bahwa kita butuh Allah lebih dari butuh apa pun. Dua-duanya harus disikapi bersama. Negara menyiapkan sistem, masyarakat menyiapkan kesadaran. Karena bisa jadi, di balik setiap guncangan, Allah sedang berbisik lembut: “Hamba-Ku, pulanglah. Aku masih menantimu.” YSP

أن يُري الله العبد المسلم من زوجته، ومن أخيه، ومن حميمه طاعة الله. لا والله ما شيء أقر لعين المسلم من أن يرى ولدا، أو ولد ولد، أو أخا، أو حميما مطيعا لله عز وجل. Yang ingin dilihat Allah pada hamba muslim dari istri, saudara, dan sahabat karibnya adalah mereka semua taat pada Allah. Wallahi, demi Allah, tidak ada sesuatu yg lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yg ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya. (Imam al-Hasan al-Bashri rh)

Kembali Dibuka Pendaftaran Spesial Bulan Maulid 1448 H Berantas Buta Kitab Gundul Angkatan ke 27 Tahun 2026 Berhubung banyaknya peminat yg ingin belajar bahasa Arab. Team KBA Online kembali membuka pendaftaran bagi calon peserta Kuliah Bahasa Arab Online. Kuliah ini bersifat non formal, dengan desain fleksibilitas tinggi bagi siapapun yg mau ikut, bahkan bagi anda yg super sibuk sekalipun bisa ikut serta. Termasuk bg pemula yg belum punya dasar sekalipun bisa ikut juga. Karena itu, mari bagi yg mau ikut kelas bahasa Arab online gelombang tahun 2026 ini, bisa registrasi segera melalui no wa/tlgrm 085950697212 احرصوا على تعلم اللغة العربية فإنها جزء من دينكم Seriuslah mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab itu merupakan bagian dari agama kalian. (Umar bin Khattab ra) تعلموا العربية كما تعلمون حفظ القرآن. Pelajarilah Bahasa Arab, sebagaimana kalian belajar menghafal Alquran (Ubayy bin Ka’b ra) Jangan nunggu waktu luang dan kesempatan, namun ciptakan waktu dan kesempatan, belajar b. Arab investasi akhirat. لا تمض يومك في غير منفعة، و لا تضع مالك في غير صنعة Jangan kaulewatkan harimu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, dan jangan kau sia-siakan hartamu untuk sesuatu yang tidak produktif.

*Cinta Sejati* فمن أحب الله ورسوله محبة صادقة من قلبه أوجب له ذلك أن يحب بقلبه ما يحبه الله ورسوله، ويكره ما يكرهه الله ورسوله ويرضي ما يرضي الله ورسوله، ويسخط ما يسخط الله ورسوله، وأن يعمل بجوارحه بمقتضى هذا الحب والبغض؛ فإن عمل بجوارحه شيئاً يخالف ذلك، فإن ارتكب بعض ما يكرهه الله ورسوله، أو ترك بعض ما يحبه الله ورسوله مع وجوبه والقدرة عليه دل ذلك على نقص محبته الواجبة فعليه أن يتوب من ذلك ويرجع إلى تكميل المحبة الواجبة Siapa yg hatinya tulus mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka hatinya terdorong mencintai segala yg dicintai Allah dan Rasul-Nya, membenci segala yg dibenci Allah dan Rasul-Nya, meridhai segala yg diridhai Allah dan Rasul-Nya, marah terhadap segala yg dimurkai Allah dan Rasul-Nya, serta semua anggota tubuhnya bergerak sesuai rasa cinta dan benci ini. Jika anggota tubuhnya berbuat sesuatu yg menyimpang, melakukan perbuatan yg dibenci Allah dan Rasul-Nya, atau melalaikan sebagian amal yg dicintai Allah dan Rasul-Nya, padahal kewajiban dan dalam batas kemampuan, maka itu menunjukkan kurangnya rasa cinta yg semestinya. Maka harus segera bertaubat dan mengembalikan kesempurnaan rasa cinta yg semestinya tsb. قال أبو يعقوب النهرجوري كل من ادعى محبة الله تعالى ولم يوافق الله في أمره فدعواه باطلة، و كل محب ليس يخاف الله فهو مغرور. قال يحيى بن معاذ ليس بصادق من ادعى محبة الله ولم يحفظ حدوده. و سئل رويم عن المحبة فقال الموافقة في جميع الأحوال، و أنشد: ولو قلت لي مت مت سمعا و طاعة... وقلت لداعي الموت أهلا و مرحبا. 'Orang yg mengaku mencintai Allah ta'ala, namun tidak setuju dengan perintah-Nya maka pengakuanya batil, dan setiap orang yg mencintai tapi tidak dibarengi rasa takut pada-Nya maka dia tertipu.' kata Abu Ya'qub an-Nahrujuri rahimahullah. 'Orang yg mengaku mencintai Allah tapi tidak menjaga aturan-Nya, maka cintanya palsu'. Kata Yahya bin Mu'adz rahimahullah. Ruwaim rahimahullah ditanya mengenai cinta, dia jawab: 'Cinta itu menyesuaikan dengan pihak yg dicintai dalam semua kondisi', sembari bersyair: 'Andai engkau katakan padaku matilah kamu, maka sami'na wa atha'na matilah aku, sambil kuucapkan selamat datang duhai pencabut nyawa'. (Ibnu Rajab rahimahullah, Jami al-'Ulum wa al-Hikam, h. 472) YSP

Ini versi tanpa harakatnya: *سيرة محمد صلى الله عليه وسلم تعرض علينا اعظم صورة للإنسان الكامل في كل فن من فنون الحياة.* Sirah -perjalanan hidup- Muhammad ﷺ menyajikan kepada kita gambaran paling agung tentang sosok manusia yang sempurna dalam berbagai sisi kehidupan. (Syaikh Dr. Mustafa As-Siba‘i)

Kembali Dibuka Pendaftaran Spesial Bulan Maulid 1448 H Berantas Buta Kitab Gundul Angkatan ke 27 Tahun 2026 Berhubung banyaknya peminat yg ingin belajar bahasa Arab. Team KBA Online kembali membuka pendaftaran bagi calon peserta Kuliah Bahasa Arab Online. Kuliah ini bersifat non formal, dengan desain fleksibilitas tinggi bagi siapapun yg mau ikut, bahkan bagi anda yg super sibuk sekalipun bisa ikut serta. Termasuk bg pemula yg belum punya dasar sekalipun bisa ikut juga. Karena itu, mari bagi yg mau ikut kelas bahasa Arab online gelombang tahun 2026 ini, bisa registrasi segera melalui no wa/tlgrm 085950697212 احرصوا على تعلم اللغة العربية فإنها جزء من دينكم Seriuslah mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab itu merupakan bagian dari agama kalian. (Umar bin Khattab ra) تعلموا العربية كما تعلمون حفظ القرآن. Pelajarilah Bahasa Arab, sebagaimana kalian belajar menghafal Alquran (Ubayy bin Ka’b ra) Jangan nunggu waktu luang dan kesempatan, namun ciptakan waktu dan kesempatan, belajar b. Arab investasi akhirat. لا تمض يومك في غير منفعة، و لا تضع مالك في غير صنعة Jangan kaulewatkan harimu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, dan jangan kau sia-siakan hartamu untuk sesuatu yang tidak produktif.

كان صلى الله عليه وسلم قرآنا يمشي على الأرض، فمن أراد أن يعرف الإسلام فليعرف رسول الله Beliau ﷺ adalah al-Qur’an yang berjalan di muka bumi. Maka, siapa yang ingin mengenal Islam, hendaklah ia mengenal Rasulullah ﷺ. (Syaikh Sa'id Ramadhan al-Buthi rh)

وَمَا مَنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا "Tidaklah mereka menahan zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan." (HR. Ibn Majah)

النعمة ترحل بكفرها حتى عن أطهر بقعة، فمحمد أعظم النعم، لما كفر له أهل مكة نقله اللّٰه إلى المدينة، النعم لا تحابي البقاع، وإنما تتبع شاكريها Nikmat itu akan hilang karena mengkufurinya, meski ada di tanah paling suci; Nabi Muhammad ﷺ adalah nikmat teragung, tapi saat penduduk Mekah mengkufurinya, Allah pindahkan ke Madinah. Jadi, nikmat itu tidak memihak suatu tempat, tapi memihak orang yg mensyukurinya. (Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharify)

Kembali Dibuka Pendaftaran Spesial Bulan Maulid 1448 H Berantas Buta Kitab Gundul Angkatan ke 27 Tahun 2026 Berhubung banyaknya peminat yg ingin belajar bahasa Arab. Team KBA Online kembali membuka pendaftaran bagi calon peserta Kuliah Bahasa Arab Online. Kuliah ini bersifat non formal, dengan desain fleksibilitas tinggi bagi siapapun yg mau ikut, bahkan bagi anda yg super sibuk sekalipun bisa ikut serta. Termasuk bg pemula yg belum punya dasar sekalipun bisa ikut juga. Karena itu, mari bagi yg mau ikut kelas bahasa Arab online gelombang tahun 2026 ini, bisa registrasi segera melalui no wa/tlgrm 085950697212 احرصوا على تعلم اللغة العربية فإنها جزء من دينكم Seriuslah mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab itu merupakan bagian dari agama kalian. (Umar bin Khattab ra) تعلموا العربية كما تعلمون حفظ القرآن. Pelajarilah Bahasa Arab, sebagaimana kalian belajar menghafal Alquran (Ubayy bin Ka’b ra) Jangan nunggu waktu luang dan kesempatan, namun ciptakan waktu dan kesempatan, belajar b. Arab investasi akhirat. لا تمض يومك في غير منفعة، و لا تضع مالك في غير صنعة Jangan kaulewatkan harimu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, dan jangan kau sia-siakan hartamu untuk sesuatu yang tidak produktif.

Kesimpulannya, peradaban tidak mati karena diserang. Ia mati karena anak-anaknya berhenti mencintainya. Maka tugas kita bukan hanya menjaga masjid. Tugas kita adalah menjaga agar Islam tetap menjadi sesuatu yang layak dibanggakan, layak ditiru, dan layak diperjuangkan menjadi sistem kehidupan. *YSP*

*Ketika Islam Menjadi Magnet Peradaban* قالت المستشرقة زيجريد هونكه : كان شبابنا في أوروبا يتشبهون بلباس العرب المسلمين ويتفاخرون بنطق العربية فيما بينهم ... بينما وقف قسيس في ميدان إيطالية يخطب قائلًا : إنه لمن المؤسف أن نقتدي بالمسلمين في كل أحوالهم من الملبس وبعض العادات العربية الإسلامية ... Orientalis Sigrid Hunke berkata: “Dahulu para pemuda kami di Eropa meniru pakaian orang Arab Muslim dan bangga berbicara bahasa Arab di antara mereka.” Sementara itu seorang pendeta berdiri di sebuah lapangan di Italia dan berkhutbah: “Sungguh memalukan bahwa kita meneladani kaum Muslim dalam segala keadaan mereka, mulai dari cara berpakaian hingga beberapa adat Arab-Islam...” Ada masa dalam sejarah ketika cahaya Islam memancar begitu kuat hingga menembus jantung Eropa. Sigrid Hunke, seorang orientalis Jerman, mencatat bagaimana para pemuda Eropa dahulu meniru pakaian kaum Muslim dan merasa bangga berbicara dengan bahasa Arab. Itu bukan sekadar tren budaya, melainkan pengakuan diam‑diam bahwa peradaban Islam pernah berdiri di puncak kejayaan, menjadi kiblat ilmu, seni, dan gaya hidup. Namun, di sisi lain, seorang pastor di Italia berdiri di alun‑alun dan mengeluh bahwa umatnya mulai meniru kaum Muslim dalam pakaian dan adat. Keluhan itu bukan sekadar persoalan mode, melainkan cerminan kegelisahan mendalam: Eropa takut kehilangan jati diri di hadapan pesona Islam. Di sinilah tampak jelas wajah perang peradaban — tarik‑menarik pengaruh antara dua dunia yang berbeda, satu sedang bersinar terang, dan satu merasa terancam oleh cahaya itu. Hari ini cermin itu berbalik. Kita hidup di zaman di mana sebagian pemuda Muslim justru bangga meniru gaya hidup, bahasa, dan pakaian yang datang dari Barat. Kita mengimpor istilah, budaya pop, dan nilai yang bertentangan dengan fitrah, lalu menyebutnya “modern”. Sementara 1000 tahun lalu, Eropa yang haus ilmu datang ke Dunia Islam (Bagdad, Cordoba dll) untuk belajar kedokteran, matematika, dan produk pemikiran muslim lainnya. Mereka pulang dengan membawa jubah, membawa kata-kata Arab dalam sains: aljabar, alkohol, algoritma. Mereka meniru karena mereka mengakui keunggulan. Lalu apa yang berubah? Yang berubah bukan Islamnya. Yang berubah adalah kita. Kita berhenti menjadi produsen peradaban dan berubah menjadi konsumen. Kita berhenti menawarkan solusi kebangkitan dan mulai meniru masalah kemunduran. Kita berhenti dari membangun dan mulai sibuk membandingkan diri dengan standar orang lain. Padahal peradaban tidak akan dihormati karena ia fasih berbahasa asing. Ia dihormati karena ia punya bahasa sendiri, punya sistem sendiri, punya wibawa sendiri yang membuat orang lain ingin mempelajarinya. Kritik paling tajam dari dua kutipan di atas bukan untuk Eropa dulu, tapi untuk kita sekarang. Jika dulu mereka malu karena meniru kita, maka hari ini kita harus malu karena meninggalkan diri kita sendiri. Jika dulu mereka bangga berbahasa Arab, maka hari ini kita harus bertanya: apakah anak-anak kita masih bangga membaca aAl-Qur'an dengan tajwid yang benar? Jika dulu mereka meniru pakaian kita karena melihatnya sebagai simbol kehormatan, maka hari ini pakaian apa yang kita jadikan simbol identitas? Perang peradaban tidak akan selesai sampai hari kiamat. Ia hanya berpindah medan. Dulu di medan ilmu dan arsitektur. Kini di medan budaya dan narasi. Dan senjata paling mematikan dalam perang ini bukanlah nuklir, melainkan rasa rendah diri. Ketika sebuah umat merasa malu dengan warisannya, maka ia akan menyerahkan masa depannya tanpa perlawanan. Karena itu mari kita kembalikan marwah itu. Bukan dengan memusuhi dunia, tapi dengan menjadi dunia kembali ingin meneladani kita. Menjadi umat yang ketika berjalan, orang melihat wibawa. Ketika berbicara, orang mendengar hikmah. Ketika berdagang, orang melihat kejujuran. Ketika bernegara, orang melihat keadilan.

photo content

Kembali Dibuka Pendaftaran Spesial Bulan Maulid 1448 H Berantas Buta Kitab Gundul Angkatan ke 27 Tahun 2026 Berhubung banyaknya peminat yg ingin belajar bahasa Arab. Team KBA Online kembali membuka pendaftaran bagi calon peserta Kuliah Bahasa Arab Online. Kuliah ini bersifat non formal, dengan desain fleksibilitas tinggi bagi siapapun yg mau ikut, bahkan bagi anda yg super sibuk sekalipun bisa ikut serta. Termasuk bg pemula yg belum punya dasar sekalipun bisa ikut juga. Karena itu, mari bagi yg mau ikut kelas bahasa Arab online gelombang tahun 2026 ini, bisa registrasi segera melalui no wa/tlgrm 085950697212 احرصوا على تعلم اللغة العربية فإنها جزء من دينكم Seriuslah mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab itu merupakan bagian dari agama kalian. (Umar bin Khattab ra) تعلموا العربية كما تعلمون حفظ القرآن. Pelajarilah Bahasa Arab, sebagaimana kalian belajar menghafal Alquran (Ubayy bin Ka’b ra) Jangan nunggu waktu luang dan kesempatan, namun ciptakan waktu dan kesempatan, belajar b. Arab investasi akhirat. لا تمض يومك في غير منفعة، و لا تضع مالك في غير صنعة Jangan kaulewatkan harimu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, dan jangan kau sia-siakan hartamu untuk sesuatu yang tidak produktif.