Atsar ID
Open in Telegram
Kritik dan saran: redaksiatsarid@gmail.com Tentang Atsar ID : www.atsar.id/p/about.html Channel lainnya : @arsipebooksalafy @mahadsalafy Pembina : Ustadz Abu Muhammad Hardi Cirebon hafizhahullah Jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum
Show more8 252
Subscribers
No data24 hours
-167 days
-6730 days
Posts Archive
8 252
🍃 LIMA LANGKAH MERAIH AKHLAK MULIA
Akhlaq yang mulia bisa dimiliki apabila seseorang berusaha keras memperbaiki serta membiasakan diri agar memperolehnya. Allah ta’ala berfirman :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al Ankabuut: 69)
Akhlaq yang mulia bisa diperoleh dengan usaha-usaha sebagai berikut:
Pertama: Hendaknya seseorang senantiasa memperhatikan dalil-dalil dari Al Quran dan As Sunnah yang berkaitan dengan keutamaan akhlaq yang terpuji.
Seperti firman Allah ta’ala :
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأسْحَارِ
“(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang jujur, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Ali Imran: 17)
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا
“Dan hamba-hamba Rabb yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Al Furqan: 63)
وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Al Furqan: 72)
Demikian juga dia melihat apa yang datang dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti,
إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقاً
“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya”. (Muttafaqun ‘alaihi).
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا
“Sesungguhnya, di antara orang yang paling aku cintai dan paling dekat dengan majelisku di hari kiamat nanti adalah orang yang terbaik akhlaknya di antara kalian. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)
Dengan memperhatikan dalil-dalil seperti ini maka seseorang akan terpacu untuk berakhlaq mulia.
Kedua: Berteman dengan orang-orang shalih yang berakhlaq mulia, yang dikenal dengan ilmu dan amanahnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّمَا مَثلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ ، كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ: إمَّا أنْ يُحْذِيَكَ ، وَإمَّا أنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الكِيرِ: إمَّا أنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحاً مُنْتِنَةً
“Permisalan teman yang baik dan teman buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi, Adapun penjual minyak wangi maka mungkin saja dia menghadiahimu minyak wangi, atau engkau dapat membeli minyak wangi darinya, atau setidaknya engkau dapati aroma yang harum darinya. Adapun si pandai besi, mungkin saja dia membakar bajumu, atau setidaknya engkau akan mencium aroma tak sedap dari dirinya.” (HR. Al Bukhari)
Maka hendaknya seseorang yang ingin untuk memiliki akhlaq yang mulia berteman dengan orang yang dikenal berakhlak baik yang dapat menolong memperbaiki akhlaqnya dan menjauh dari teman yang berakhlak jelek dan sering melakukan perbuatan yang hina.
Ketiga: Hendaknya seseorang memperhatikan apa yang diakibatkan oleh akhlak yang buruk, karena akhlak yang buruk dibenci, dan buruk akhlak itu dijauhi, dan buruk akhlak itu disifati dengan sifat yang jelek.
Allah berfirman,
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ (٢٢١)تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ (٢٢٢)يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ (٢٢٣)
8 252
🪴HILANG SATU SUMBER RIZKIMU, MASIH BANYAK SUMBER YANG LAIN
Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullahu ta'ala berkata:
Curahkanlah segenap pikiranmu untuk merenungkan apa saja yang diperintahkan Allah kepadamu. Dan janganlah menyibukkan pikiranmu dengan rizki yang sudah dijamin untukmu. Karena rizki dan ajal adalah dua hal yang sudah terjamin, selama masih ada sisa ajal maka rizki pasti datang.
Jika Allah -dengan kebijaksanaanNya-berkehendak menutup salah satu jalan rizkimu, Dia -dengan rahmatNya- pasti membukakann jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.
Perhatikanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar. Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rizki itu, Allah bukakan baginya dua jalan rizki yang lain (yaitu dua puting ibunya). Dan Allah mengalirkan untuknya pada dua jalan itu berupa rizki yang lebih baik dan lebih lezat dari rizki yang pertama, yaitu rizki berupa susu murni yang lezat.
Lalu ketika masa menyusui sudah selesai dan terputus dua jalan rizki tadi dengan cara penyapihan, Allah membuka empat jalan rizki lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua jenis makanan dan dua jenis minuman. Dua makanan dari jenis hewani dan nabati ,juga dua jenis minuman yakni dari air dan susu beserta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.
Lalu ketika dia meninggal dunia, terputuslah empat jalan rizki tadi.Namun Allah subhanahu membuka baginya delapan jalan rizki -jika dia termasuk hamba yang beruntung- , berupa pintu-pintu surga yang berjumlah delapan yang dia boleh memasuki surga itu dari mana saja dia kehendaki.
Dan begitulah Allah subhanah, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia memberikan sesuatu yang lebih utama dan lebih bermanfaat baginya.Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya,dengan tujuan untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.
Al Fawaaid karya Ibnul Qayyim hal. 57
https://www.atsar.id/2015/10/hilang-satu-sumber-rizkimu-masih-banyak-yang-lain.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
⚠️SHALAWAT BID'AH DIANTARA SELA-SELA DUA ATAU EMPAT ROKA'AT SHALAT TARAWIH
[ Pertanyaan ]
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ٥٦
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya!” (al-Ahzab: 56)
Bismillah
Afwan Ustadz, dalil diatas dijadikan dalil oleh mereka bahwa adanya shalawat di setiap salam 2 raka'at sholat Tarawih. Mohon penjelasannya Ustadz..
Dijawab oleh Al-Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
Ayat 56 dalam surat Al-Ahzab yang dibawakan sebagai dalil mengucapkan shalawat diantara dua raka'at salam pada shalat tarawih, tidaklah tepat atau salah penempatan.
Perintah Allah terhadap orang-orang yang beriman untuk bershalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam haruslah sesuai dengan bimbingan dan perintah beliau.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إنَّ مِن أفضلِ أيَّامِكم يومَ الجُمعةِ فأكثِروا علَيَّ مِن الصَّلاةِ فيه فإنَّ صلاتَكم معروضةٌ علَيَّ
"Sesungguhnya hari-hari kalian yang paling mulia adalah hari Jum'at, maka perbanyaklah untuk mengucapkan shalawat atasku di hari itu, karena sesungguhnya shalawat kalian terpampang padaku".
Sedangkan membaca shalawat disetiap selesai dari dua raka'at shalat tarawih tidak ada satupun hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, baik berupa perintah, contoh, anjuran ataupun taqrir dari beliau shallallahu alaihi wasallam, berarti perbuatan tersebut adalah bid'ah, karena tidak ada contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Inilah kebiasaan para Ahlul bid'ah di dalam berdalil. Memakai dalil Al- Qur'an atau Sunnah tapi salah penempatan. Seperti perbuatan orang-orang Yahudi:
يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ
"Memalingkan Kalam Allah dari tempat-tempatnya".
Arsip @qowwamussunnah
https://www.atsar.id/2019/05/shalawat-bidah-antara-rakaat-shalat-tarawih.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
🌓 PELAJARAN PENTING DI BALIK BERBAGAI PERISTIWA
Ringkasan Poin-poin Taushiyyah Emas yang disampaikan Oleh al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf al-Atsariy حفظه الله:
Dalam menjalani kehidupan ini, banyak peristiwa, semua itu ada hikmah yang sempurna, diantaranya adalah Allah تعالى akan tampakkan jati diri kita sesungguhnya, siapa yang jujur dan siapa yang dusta.
Alhamdulillah, para ulama' kita sudah menjelaskan faedah-faedah/pelajaran-pelajaran penting dari terjadinya berbagai peristiwa, diantaranya:
١ - أن نعلم علم يقين لا نخالطه شك ولا نداخله ريب أن خالق هذا كون وموجوده ومدبر شئونه هو الله وحده لا شريك له وأنه هو المتصرف فيه وأنه لايكون إلا ما شاء الله تبارك وتعالى ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن.
1 - Kita mengetahui dengan pasti, tidak ada keraguan dan kebimbangan di dalamnya bahwa yang menciptakan alam semesta ini dan yang mengadakan serta mengatur segala urusannya adalah Allah 'azza wa jalla yang tidak ada serikat baginya.
Dialah Allah yang memiliki kuasa untuk bertindak sesuai dengan kehendaknya, dan bahwasanya tidak ada sesuatupun yang terjadi melainkan sesuai dengan kehendak Allah tabaraka wa ta'ala.
Apa yang dikehendaki Allah ta'ala pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak terjadi.
٢ - أن الله جل وعلا تكفل بنصز أهل الإيمان وحفظ أهل الدين.
2 - Sesungguhnya Allah jalla wa 'ala telah memberikan jaminan pertolongan kepada ahlul iman dan penjagaan kepada orang-orang yang senantiasa berpegang teguh kepada agama.
٣ - أن الله وعد في كتابه بخذلان الكافرين.
3 - Bahwa Allah ta'ala telah menjanjikan di dalam kitabnya untuk memberikan kehinaan kepada orang-orang kafir.
٤ - أن يعلم المؤمن أنه لن تموت نفس حتى تستوسف أجلها وتستتم رزقها.
4 - Seorang mukmin hendaknya mengetahui bahwasanya tidak ada satu jiwapun yang mati melainkan sudah sampai pada ajalnya dan sudah sempurna rezekinya.
٥ - التوكل على الله مع بذل الأسباب.
5 - Bertawakkal kepada Allah ta'ala dengan tetap mengambil sebab.
٦ - التوبة إلى الله عما حصل منا أو من بعضنا من المخالفات لديننا وعقيدتنا.
6 - Bertaubat kepada Allah ta'ala atas segala penyelisihan yang kita lakukan atau dilakukan oleh sebagian dari kita terhadap agama dan aqidah kita.
٧ - الإعتصام بكتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم بفهم سلف الصالح.
7 - Berpegang teguh kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan pemahaman salafush shalih.
٨ - الحذر من كيد أعدائنا من الكفار والمنافقين الذين يريدون صرفنا عن ديننا.
8 - Waspada dari setiap makar musuh-musuh kita dari kalangan kuffar dan munafiqin yang mereka ingin memalingkan kita dari agama kita.
٩ - الرجوع إلى العلماء الربانيين والأخذ عنهم.
9 - Kembali / rujuk kepada ulama' rabbaniy dan mengambil arahan dan nasehat mereka.
١٠ - عدم الحكم على الأشياء إلا بعد تصورها.
10 - Tidak boleh menghukumi sesuatu melainkan setelah mengetahui gambarannya secara sempurna.
١١ - دعوة الأمة إلى الحرص على العلم النافع المثمر للعمل الصالح.
11 - Berdakwah kepada ummat untuk sungguh-sungguh dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang membuahkan amalan shalih.
والله تعالى أعلم بالصواب
Semoga bermanfaat
https://www.atsar.id/2016/03/audio-pelajaran-penting-di-balik-berbagai-peristiwa.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
🍃FAIDAH MENUNDUKKAN PANDANGAN
Sebagaimana diambil dari ucapan Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya "ad Dau wa Dawa"
"سهم مسموم من سهام إبليس ومن وأطلق لحظاتهدف دامت حسراته"
"Bahwa pandangan adalah panah dari panah-panah iblis, dan barangsiapa yang mengumbar pandangannya maka akan senantiasa dalam kesengsaraan."
Dan termasuk faidah menahan pandangan, diantaranya :
1. Dalam rangka mengamalkan perintah Allah ta'ala, yang ini merupakan puncak kebahagiaan seorang hamba dalam kehidupannya ketika di dunia dan nanti di akhirat.
Allah ta'ala berfirman :
{قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم}
"Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, tundukkan pandangan mereka."
2. Akan bisa menolak pengaruh dari panah beracun yang mungkin akan berpengaruh kepada kebiasaan dalam hatinya."
3. Merupakan bentuk bukti kecintaan kepada Allah dan akan memfokuskan hati hanya kepada-Nya.
Maka sesungguhnya mengumbar pandangan akan mencerai-beraikan hati dan membuat hati jauh dari Allah."
4. Akan menguatkan hati dan membuatnya bahagia.
Sebagaimana mengumbar pandangan, akan melemahkan hati dan membuatnya semakin sedih."
5. Bahwa menahan pandangan akan membuahkan cahaya pada hati.
Oleh karena ini Allah subhanahu wa ta'ala sebutkan dalam sebuah ayat di surat An Nuur, akibat yang baik dari menahan pandangan.
Allah ta'ala berfirman :
(قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ)
"Katakanlah kepada orang-orang yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka." An Nuur : 30
Kemudian Allah berfirman mengenai pengaruhnya :
(اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ)
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi." An Nuur : 35.
6. Menahan pandangan akan membuahkan firasat yang benar, akan bisa membedakan antara yang haq dan yang bathil.
Maka sesungguhnya Allah akan membalas hamba-Nya sesuai dengan amalan hamba tersebut.
Tatkala seorang hamba menahan pandangannya dari perkara-perkara yang Allah haramkan,
Maka Allah akan menggantinya dengan ditanamkan dalam hatinya cahaya bashiroh.
Dan Allah bukakan untuknya pintu ilmu dan iman, pengetahuan serta firasat yang benar."
7. Menahan pandangan akan membuahkan kekokohan hati, keberanian dan kekuatan.
8. Menahan pandangan akan menutup pintu syaithan dan jalan masuknya kedalam hati.
Dikarenakan syaithan akan masuk bersamaan dengan pandangan, masuk ke dalam hati bahkan lebih cepat dari pada masuknya udara dalam ruangan yang kosong."
9. Menahan pandangan akan menenangkan hati dari memikirkan apa-apa yang diinginkannya dan dari tersibukkan denganya.
10. "Bahwa antara mata dan hati ada saling keterkaitan dan jalur yang saling menarik antara yang satu dengan yang lainnya.
Bahwa baiknya hati tergantung baiknya mata (pandangan), rusaknya hati tergantung rusaknya pandangan.
Apabila hatinya rusak maka akan rusak pula pandangannya, begitu juga apabila pandangannya rusak maka akan rusak pula hatinya. Begitu pula pada kebaikannya.
https://www.atsar.id/2016/11/kumpulan-faedah-tentang-mendundukkan-pandangan.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
🪴 KISAH TOBATNYA SEORANG AYAH
Lelaki ini tinggal di kota Riyadh (ibukota Arab Saudi), hidupnya amburadul dan tidak mengenal Allah kecuali hanya sedikit. Sejak beberapa tahun yang lalu ia tidak pernah masuk masjid dan tidak pernah sujud kepada Allah sama sekali. Akan tetapi Allah berkehendak lain akan bertobat melalui putrinya yang masih kecil.
Lelaki itu menceritakan dirinya: dahulu aku biasa begadang sampai waktu shubuh dengan teman-teman yang jelek dalam perkara yang sia-sia (maksiat). Aku biarkan istriku merasa kesepian, kesempitan dan perasaan sakit yang hanya Alah lah yang tahu. Istriku yang Shalihah nan setia sudah tidak bisa lagi menanganiku. Istriku tidak pelit memberi nasehat dan bimbingan kepadaku, namun usahanya sia-sia.
Pada suatu malam, aku pulang dari begadangku yang sia-sia. Waktu itu jam menunjukan jam 03.00 pagi. Aku dapatkan Istri dan Putriku sudah mendengkur dalam tidurnya yang pulas. Akupun menuju kamar sebelah untuk menghabiskan waktu-waktu malam yang masih tersisa guna menonton film yang hina menggunakan alat video. Di waktu-waktu yang mana Rabb kita (Allah) Azza wa Jalla turun (Kelangit dunia) seraya mengatakan, “Apakah ada orang yang mau berdo’a sehingga Aku kabulkan? Adakah orang yang meminta ampun sehingga Allah ampuni? Apakah ada orang yang meminta sehingga Aku beri permintaannya?
Tiba-tiba saat aku masih dalam kondisi yang memilukan tersebut, pintu kamar di buka, ternyata yang membukanya adalah putriku yang masih kecil yang umurnya belum lebih dari lima tahun. Ia memandang kepadaku dengan pandangan yang penuh keheranan dan ketidaksukaan. Putriku mendahuluiku dengan berucap : “Wahai bapak, tidak pantas kamu melakukan ini, bertakwalah kamu kepada Allah!” Ia mengulangi ucapan itu tiga kali, lalu ia menutup pintu dan pergi…
Baca selengkapnya :
https://www.atsar.id/2016/03/kisah-taubatnya-seorang-ayah.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
Sang anak menjawab, “Makhluk yang tidak menguasai manfaat maupun madharat untuk dirinya sendiri ini (yaitu Khalifah) melihat kepada kita dengan pandangan iba yang mencukupi kita dari kematian, lalu bagaimana kiranya dengan Raja para raja?!”
Itulah kepercayaan (tsiqah) kepada Allah.
Itulah kepercayaan kepada ar-Razzaq yang memiliki kekuatan lagi sangat kokoh.
Itulah kekuatan iman dan kekuatan tawakkal kepada Allah.
Maha suci Allah, di mana kita dibanding mereka?!
Ketika Allah memilih engkau untuk menempuh jalan hidayah-Nya, bukanlah karena engkau istimewa atau karena ketaatan yang engkau kerjakan! Namun itu semata rahmat dari-Nya yang menyelimutimu. Bisa jadi, Ia akan mencabutnya darimu kapan saja. Oleh karena itu, janganlah engkau tertipu dengan amalanmu maupun ibadahmu! Janganlah engkau kira kecil amalan orang-orang yang telah sesat dari jalan-Nya!
Seandainya bukan karena rahmat Allah kepadamu, niscaya engkau sudah menduduki tempatnya.
Ulangilah membaca kisah ini dengan perlahan dan tenang!
8 252
🍃 KISAH DAN NASEHAT
Hatim al-A'sham termasuk di antara pembesar orang-orang shaleh. Hatinya sudah rindu ingin menunaikan haji pada suatu tahun di antara tahun-tahun yang ada. Namun ia belum jua memiliki biaya untuk berhaji, tidak boleh mengadakan perjalanannya, bahkan haji itu tidak wajib tanpa meninggalkan biaya hidup bagi anak-anaknya tanpa keridhaan mereka.
Ketika waktu yang dijanjikan telah tiba, puterinya melihat dirinya bersedih dan menangis, sedang keshalehan terdapat pada puterinya tersebut. Ia berkata kepadanya, “Wahai ayahku, gerangan apa yang membuat engkau menangis?
Ia berkata, “Haji telah tiba.”
“Lalu mengapa engkau tidak pergi berhaji?” tanya sang puteri.
“Nafkah” jawab sang ayah.
“Allah yang akan memberikan engkau rezeki,” jawab si puteri.
“Lalu apa nafkah kalian?” tanya sang ayah lagi.
“Allah yang akan memberikan kami rezeki,” jawab sang puteri.
“Tetapi perkaranya kembali kepada ibumu,” kata sang ayah.
Pergilah puterinya tersebut untuk mengingatkan Sang ibu. Hingga akhirnya, ibu dan anak-anak lelakinya berkata kepada Hatim, “Pergilah berhaji, Allah yang akan memberikan kami rezeki.”
Hatim pun berangkat berhaji. Ia hanya meninggalkan nafkah untuk tiga hari buat mereka.
Ia berangkat berhaji sementara tidak ada sepeser harta pun yang bersamanya yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhannya. Adalah ia berjalan di belakang kafilah. Di awal perjalanan, seekor kalajengking menyengat pemimpin kafilah, membuat mereka bertanya siapa yang dapat meruqyah dan mengobatinya. Mereka pun mendapati Hatim. Lantas ia meruqyahnya sehingga Allah menyembuhkan pemimpin kafilah dari kebinasaannya.
Pimpinan kafilah berkata, “Nafkah pulang dan pergi (Hatim), saya yang menanggungnya.”
Hatim pun berdo’a, “Ya Allah, ini adalah pemeliharaan-Mu kepadaku, maka perlihatkanlah pemeliharaan-Mu kepada keluargaku.”
Telah berlalu masa tiga hari sementara nafkah yang ditinggalkan di sisi anak-anak telah habis. Mulailah rasa lapar menggerogoti mereka, sehingga mereka mulai mencela si anak perempuan. Namun ia hanya tertawa. Mereka berkata, “Apa yang membuatmu tertawa sementara rasa lapar hampir membunuh kita.” Ia balik bertanya, “Ayah kita ini Razzaq (Sang Pemberi Rezeki) atau pemakan rezeki?”
“Pemakan rezeki, karena ar-Razzaq itu hanyalah Allah,” jawab mereka.
“Kalau begitu telah pergi pemakan rezeki dan tinggallah ar-Razzaq,” jawab anak perempuan.
Ketika ia tengah berbicara dengan mereka, tiba-tiba pintu diketuk. “Siapa di pintu?” tanya mereka.
“Sesungguhnya Amirul Mukminin meminta air minum kepada kalian,” jawab si pengetuk pintu.
Kemudian, mereka pun memenuhi geribah dengan air. Minumlah Sang Khalifah, maka ia merasakan kelezatan pada air tersebut yang belum pernah dirasakannya. Ia bertanya, “Dari mana kalian mendapatkan air ini?” “Dari rumah Hatim,” jawab mereka. “Kalian panggil dia supaya aku dapat membalas budinya,” perintah Khalifah. “Ia sedang berhaji,” jawab mereka. Maka Amirul Mukminin melepas ikat pinggangnya –dan itu merupakan sabuk yang terbuat dari kain tenun mewah yang bertabur permata – seraya berkata, “Ini untuk mereka (keluarga Hatim).” Kemudian ia berkata, “Siapa yang ia memiliki tangan atasku –yaitu siapa yang dia mencintaiku-?” Maka tiap menteri dan pedagang melepaskan ikat pinggangnya untuk mereka hingga menumpuklah ikat pinggang-ikat pinggang tersebut. Kemudian salah seorang pedagang membeli semua ikat pinggang tersebut dengan emas sepenuh rumah yang dapat mencukupi kebutuhan mereka (keluarga Hatim) hingga ajal menjemput, lalu mengembalikan lagi ikat pinggang-ikat pinggang itu kepada mereka (para pemiliknya).
Mereka (keluarga Hatim) membeli makanan dan tertawa ceria. Namun si anak perempuan malah menangis. Sang ibu berkata kepadanya, “Perkaramu sungguh mengherankan wahai puteriku. Ketika kami menangis karena lapar, kamu malah tertawa. Namun ketika Allah telah memberikan jalan keluar kepada kita, kamu malah menangis?!”
8 252
PEMBAHASAN LENGKAP FIKIH SHALAT WITIR
Sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam,
إنَّ اللهَ قد أمَدَّكم بصلاةٍ، وهي خيرٌ لكم مِن حُمْرِ النَّعَمِ، وهي الوِترُ، فجعَلَها لكم فيما بينَ العِشاءِ إلى طُلوعِ الفَجرِ
"Sesungguhnya Allah telah memberi untuk kalian suatu shalat yang lebih baik bagi kalian daripada memiliki unta merah, yaitu shalat witir. Allah tetapkan pelaksanaannya antara shalat isya sampai terbitnya fajar." -SHAHIH LI GHAIRIHI- (Sunan Abi Dawud, II/558, Daar ar-Risalah) HR. At-Tirmidzi (452), Abu Dawud (1418), Ibnu Majah (1168)
Baca secara lengkap di tautan berikut :
https://www.atsar.id/2020/05/fikih-shalat-witir.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
ADAB-ADAB MEMBACA AL QUR'AN
Di bulan Ramadhan kita walhamdulillah sering berinteraksi dengan alquran. Perlu diingatkan kembali bahwa dalam membaca alquran terdapat adab-adab yang mesti kita lakukan.
Yuk baca artikel selengkapnya di tautan berikut :
https://www.atsar.id/2016/04/adab-adab-membaca-al-quran.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
Repost from Atsar ID
📹 BENARKAH IMSAK BID'AH ?
INILAH PENJELASAN LENGKAPNYA
🎙 Al Ustadz Saiful Bahri hafizhahullah
https://youtu.be/w5_R2cDOYVo
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
Repost from Atsar ID
📹 HUKUM SHALAT TARAWIH 4-4-3 ?
🎙 Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafizhahullah
https://youtu.be/7IsDMTYol7M
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
Repost from Atsar ID
📹 IMAM SHALAT TARAWIH 23 RAKAAT, IKUT SAMPAI AKHIR ATAU CUKUP 11 RAKAAT SAJA?
BOLEHKAH 8 RAKAAT DI MASJID, KEMUDIAN WITIRNYA DI RUMAH?
🎙 Al Ustadz Saiful Bahri hafizhahullah
Klik ⬇️
https://youtu.be/YUwh5zhMmX0
https://youtu.be/YUwh5zhMmX0
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
Repost from KajianIslamTemanggung
📝🔭🌒HASIL SIDANG ISBAT : 1 RAMADHAN JATUH PADA HARI SELASA
🇲🇨 Kementerian Agama menetapkan bahwa *1 Ramadan 1445 H, atau awal puasa, jatuh pada Selasa 12 Maret 2024.* Sebagaimana hal ini disampaikan pada hari ini dalam Sidang Isbat di Auditorium H. M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
🖥 Kunjungi website kami
https://salafytemanggung.com
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
🌐📲 Join Channel Ⓚ①Ⓣ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya....ayo segera bergabung
https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
8 252
﴿ كثرة المساس يذهب الإحساس ﴾
"𝗦𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗮𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗻𝘀𝗶𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀.
(karena banyak mencicip, sehingga hilang rasa aslinya, dan buta rasa lainnya).
Seperti itulah kurang lebihnya arti dari judul diatas.
Ibarat seorang pengrajin besi yang sudah terbiasa dengan aroma besi dan asap juga karat, sehingga indra penciumannya sudah kebal, sudah terasa hambar aroma-aroma tadi. Tapi bagi beberapa orang yang tidak terbiasa dengan ini, pasti akan risih dengan aromanya yang membuat kurang nyaman.
Pun demikian halnya dengan kemungkaran yang sering dilakukan, seiring berjalannya waktu tanpa disadari, ternyata sudah tenggelam dalam sumur toleransi yang tidak kenal rambu-rambu syariat.
Ya... semua itu berawal dari meremehkan kemungkaran, yang akhirnya sekarang marak dikemas dengan istilah modern, lumrah, trendy dll. Wal'iyadzubillah
Padahal Nabiﷺ secara tegas dan lantang sudah menjelaskan, bahwa sebuah dosa akan mengantarkan kepada dosa lain yang lebih besar. Sampai akhirnya neraka adalah satu-satunya tempat yang layak bagi mereka yang tidak mau bertaubat.
Maka jangan heran, ketika ada orang yang tidak menunaikan sholat, pasti tidak mengindahkan sunnah Nabiﷺ.
Menjaga hak-hak Allah Ta'ala yang mulia saja tidak, apalagi menjaga kehormatan dan hak-hak diri mereka masing-masing.
Walaupun hanya satu dosa, tetap saja tidak boleh dianggap remeh!
Imam An-nasa'i rahimahullah meriwayatkan didalam Sunannya.
"Dahulu ada seorang ahli ibadah yang terkenal akan ketampanannya, bahkan sampai-sampai ada seorang perempuan fasik yang terfitnah kepadanya.
Alkisah... Perempuan tersebut memerintahkan budaknya untuk mengundang si ahli ibadah itu ke rumahnya, untuk sebuah kepentingan. Ahli Ibadah itupun memenuhi undangan yang dibawa si budak.
Sesampainya di rumah tersebut, ternyata ia memasuki sebuah ruangan yang hanya ada dirinya dan si perempuan fasik yang mengundang tadi. Tidak lupa ada seorang anak kecil yang bersama perempuan tersebut.
Maka Ahli Ibadah itupun terkejut, lalu si perempuan fasik itu berterus terang akan ketertarikannya kepadanya, sembari berkata ....
"Aku mengundangmu kemari untuk menjebakmu, agar kamu mau melakukan (zina) denganku, atau jika tidak mau kamu harus meneguk arak (khomr) ini, jika tidak mau juga maka bunuhlah anak kecil.... Silahkan aku memberimu pilihan.
Akhirnya dengan penuh pertimbangan, dia berpikir bahwa minum arak (khomr) adalah kemungkaran yang paling sederhana, lalu dia pun meminum nya sampai mabuk dan mulai hilang kesadarannya. Dan ketika ia melihat wanita cantik dihadapannya, dia pun terjerumus ke dalam perbuatan zina. Kemudian dia melihat anak kecil yang menjadi saksi itu semua, dan dibunuhlah anak kecil itu demi menutupi aibnya."
Selasai sudah dia melakukan tiga kemungkaran sekaligus, awalnya dia anggap remeh dengan memilih kemungkaran terkecil, yang membuat dirinya terjerumus kedalam kemungkaran lain. Nas'alullah as-salamah wal afiyah....
Seperti inilah dosa, yang awalnya dianggap remeh, ternyata tanpa disadari dapat mengantarkan kepada dosa lainnya dan itu pasti.
Maka tahanlah jiwa ini dari perbuatan munkar, dan inkarilah setiap kemungkaran yang terjadi sebisa mungkin.
Jagalah Allah Ta'ala, dengan menjaga syariat-Nya, menjaga agama-Nya, menjaga sunnah rasul-Nya. Maka Allah Ta'ala pun akan menjaga kita semua. Ini adalah janji Allah Ta'ala yang disampaikan melalui lisan Rasul-Nya...
...احفظ الله يحفظك... !
"Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu"
https://www.atsar.id/2024/03/sering-berinteraksi-akan-mematikan-sensitivitas.html?m1
===========
🕌 Ma'had Daarul Atsar Al-Islamy, Kawalu,Tasikmalaya
@thullabmadasta
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
📑 FENOMENA MANUSIA KANIBAL
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
(Maksud) sabda Nabi ﷺ tentang pengertian ghibah, "engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang dia benci" mencakup aib dalam hal fisik, akhlak, bahkan aib dalam hal agamanya. (Syarah Riyadhus Shalihin 4/155)
Sehingga cakupannya sangat luas. Termasuk gaya bicara, cara berjalannya, postur tubuhnya, aib terkait rumah tangganya dan yang lainnya. Dengan Menyebutkan hal-hal tersebut di belakangnya. Yakni ketika dia tidak mendengarnya.
Oleh karenanya, seorang muslim dituntut untuk senantiasa menjaga lisannya dan bertutur kata yang baik tentang orang lain. Apakah di depan manusia maupun di belakang mereka.
Seorang muslim juga dilarang untuk memiliki dua wajah. Yaitu pura-pura baik di depan orang lain namun di belakang menjatuhkan kehormatannya.
Islam menjunjung adab-adab yang tinggi dan akhlak mulia. Segala hal yang bisa menghantarkan kepada permusuhan harus dijauhi. Karena Islam merupakan agama persaudaraan karena Allah.
Sehingga diajarkan kepada kaum muslimin bahwa mereka bersaudara. Dengan persaudaraan yang kuat.
Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya)
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat: 10)
Oleh karena itu, jangan sampai kita menjadi manusia kanibal yang senang memakan daging manusia. Na'udzubillah
Makanlah dari yang halalan thoyyiban. Alhamdulillah, masih banyak makanan yang halal daripada bangkai manusia yang sangat menjijikkan.
Masih banyak hal baik yang bisa dibicarakan daripada harus mengghibahi seorang muslim. Bukankah saudara yang baik akan menjaga aib saudaranya.
Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu dari Nabi ﷺ bersabda,
"Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (Muttafaqun alaihi)
Baca selengkapnya :
https://www.atsar.id/2024/03/fenomena-manusia-kanibal.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
📑 ADA APA DENGAN USTADZ MUDA ❓
Dalam dunia dakwah, para da'i dari kalangan muda sering menghadapi persoalan-persoalan yang rumit. Salah satunya adalah saat mereka berinteraksi dengan orang-orang yang lebih senior atau lebih tua usianya. Kaum muda sering kali menjadi objek pembicaraan, dan situasi ini hampir selalu terjadi di berbagai tempat.
Mengapa? Mungkin karena kurangnya kesadaran akan hikmah dalam menyebarkan dakwah, cenderung menggunakan bahasa yang menggurui daripada mendidik, atau terlalu tergesa-gesa dalam membuat keputusan. Bahkan, bisa disebabkan oleh kurangnya adab dan penghormatan terhadap orang yang lebih tua.
Para Du'at Syabab -semoga Allah merahmati kita semua-, hendaknya mereka tidak meninggalkan akhlak dan sikap hikmah, dan selalu menyesuaikan diri dengan situasi di sekitarnya. Sikap yang diperlihatkan kepada anak kecil tidak bisa sama dengan yang diperlihatkan kepada orang yang lebih tua, terutama kepada orang yang telah mengenal dan memahami perjalanan hidup Anda sejak kecil hingga menjadi seorang da'i di tengah-tengah mereka.
----------------------------------------
Di sisi lain, terdapat keanehan pada sebagian orang tua. Mereka enggan untuk dibimbing dan diarahkan, menolak masukan dari pihak lain, apalagi dari anak muda.
Kalimat "Ustadz Muda" pun seringkali dilemparkan dengan sebelah mata. Semua nasihat dan masukan yang diberikan pun kerap ditolak dengan alasan, "Ustadz Muda, enggak usah sok-sok an...".
Baca selengkapnya :
https://www.atsar.id/2024/02/ada-apa-dengan-ustadz-muda.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
FAEDAH TENTANG BULAN SYAKBAN
✏️ Oleh Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar hafizhahullah
https://www.atsar.id/2024/02/faidah-lengkap-tentang-bulan-syakban.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
8 252
📹 JUJUR DALAM MENUNTUT ILMU KARENA ALLAH
Bukan karena ingin ditokohkan, dapat gelar dan semisalnya
🎙 Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed hafizhahullah
https://youtu.be/hsOy99uw-K4
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Telegram : t.me/atsarid
Website : www.atsar.id
