Rodja TV
📈 Analytical overview of Telegram channel Rodja TV
Channel Rodja TV (@rodjatv) in the Indonesian language segment is an active participant. Currently, the community unites 10 182 subscribers, ranking 8 933 in the Religion & Spirituality category and 6 550 in the Indonesia region.
📊 Audience metrics and dynamics
Since its creation on невідомо, the project has demonstrated rapid growth, gathering an audience of 10 182 subscribers.
According to the latest data from 08 September, 2026, the channel demonstrates stable activity. Although there has been a change in the number of participants by -109 over the last 30 days and by -6 over the last 24 hours, overall reach remains high.
- Verification status: Not verified
- Engagement rate (ER): The average audience engagement rate is 4.89%. Within the first 24 hours after publication, content typically collects 1.79% reactions from the total number of subscribers.
- Post reach: On average, each post receives 498 views. Within the first day, a publication typically gains 182 views.
- Reactions and interaction: The audience actively supports content: the average number of reactions per post is 0.
- Thematic interests: Content is focused on key topics such as rodja, kaji, ustadz, muslim, manusia.
📝 Description and content policy
The author describes the resource as a platform for expressing subjective opinions:
“Saluran tilawah Quran dan Kajian Islam”
Thanks to the high frequency of updates (latest data received on 09 September, 2026), the channel maintains relevance and a high level of publication reach. Analytics show that the audience actively interacts with content, making it an important point of influence in the Religion & Spirituality category.
Data loading in progress...
| Date | Subscriber Growth | Mentions | Channels | |
| 08 September | 0 | |||
| 07 September | 0 | |||
| 06 September | 0 | |||
| 05 September | 0 | |||
| 04 September | 0 | |||
| 03 September | 0 | |||
| 02 September | 0 | |||
| 01 September | 0 |
| 2 | Di antara hikmah musibah, petaka, bencana dan yang lainnya adalah agar manusia kembali kepada Allah, agar manusia bertaubat kepada Allah, agar manusia mendekat kepada Allah.
Bencana-bencana itu semestinya membuka kesadaran manusia bahwa manusia lemah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Seperti disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, bahwa musibah yang membuatmu ingat kepada Allah, lebih baik bagimu daripada nikmat yang membuatmu lupa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala | 296 |
| 3 | Mari dukung dakwah dan operasional Radio Rodja dan Rodja TV.
Infak dari Anda sangat membantu kegiatan dakwah yang diproduksi dan dijalankan oleh Radio Rodja dan Rodja TV. Infak bisa disalurkan ke:
Bank Syariah Indonesia
7561212001
a.n. Yayasan Cahaya Sunnah
Atau bisa melalui QRIS ini
Untuk informasi lebih lengkap bisa kirim pesan ke admin kami: wa.me/6281214546543 | 407 |
| 4 | 🔴Ahādīšul Akhlāq🔴
🎙 Pemateri: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc.
🗓 Kamis, 3 September 2026 M | 21 Rabiul Awal 1448 H
⏰ Kajian sedang berlangsung LIVE saat ini
📺 Simak langsung melalui YouTube:
👉https://www.youtube.com/live/vVjbD96DqNg?si=5Uz_MN9cNeSN26B8
Bisa juga melalul TV digital: Kanal 40 UHF (626 MHz)
📌Mari meraih pahala jariyah dengan bergabung dalam rogram penyebaran dakwah sunnah ini melalui:
Bank Syariah Indonesia
Nomor rekening: 756 1212 001
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur
Jazakumullahu Khairan.
Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat dan keberkahan harta.
📌 Jangan lewatkan kesempatan menyimak kajian hadits yang penuh faedah.
Silakan bergabung sekarang, dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat. | 438 |
| 5 | Faedah singkat disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. dalam cuplikan dari sesi tanya jawab pembahasan Kitab Mukhtashar Shahih Muslim pada Ahad, 30 Agustus 2026 M | 17 Rabiul Awal 1448 H disiarkan RodjaTV dan Radio Rodja 100.1 FM.
Gabung dan subscribe di sosial media RodjaTV:
YouTube (video kajian): / rodjatv
YouTube (live streaming): / menebarcahayasunnah
Facebook: / rodjatvofficial
Instagram: / rodjatv
Twitter: / rodjatv
Website (streaming 24jam): https://rodja.tv
Telegram group: https://t.me/rodjatv
#syaikhalbani #hadits #ahlihadist #ustadzabuyahyabadrusalam | 370 |
| 6 | llah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat yang Maha Memberikan Berkah.
Oleh karena itu, ada waktu yang berkah, waktu yang tidak berkah, manusia yang berkah, harta yang berkah, dan seterusnya.
Salah satu waktu yang istimewa dari 24 jam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan adalah waktu pagi. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunjukkan keistimewaan waktu pagi melalui doanya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
“Ya Allah, berikanlah keberkahan untuk umatku di waktu paginya.” (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Tirmidzi)
Pagi adalah waktu yang berkah untuk hal-hal kebaikan. Dahulu, orang tua sering mengingatkan, “Jangan tidur setelah Subuh, nanti rezeki dimakan ayam.” Ini menunjukkan kesadaran mereka akan keberkahan waktu pagi.
Selengkapnya: https://rodja.id/5rw | 333 |
| 7 | Meskipun tidak semua orang dimudahkan untuk menguasai ilmu hadits secara mendalam, setidaknya seorang muslim wajib memahami bahwa ibadah yang dikerjakannya harus berlandaskan hadits yang shahih. Sungguh sebuah kerugian besar bagi seseorang yang memiliki amalan melimpah ruah, namun seluruh landasan hukum yang digunakannya ternyata bersumber dari hadits-hadits yang daif (lemah) atau palsu.
Terdapat sebuah kaidah penting dari ulama ahli hadits yang menyatakan:
“Berbicara mengenai kandungan hukum (fikih) suatu hadits merupakan cabang dari pembuktian keabsahan (keshahihan) hadits tersebut.”
Seseorang tidak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk mengkaji kandungan hukum suatu hadits jika pada akhirnya hadits tersebut terbukti berstatus palsu atau lemah sekali.
Selengkapnya: https://rodja.id/5xq | 1 |
| 8 | Meskipun tidak semua orang dimudahkan untuk menguasai ilmu hadits secara mendalam, setidaknya seorang muslim wajib memahami bahwa ibadah yang dikerjakannya harus berlandaskan hadits yang shahih. Sungguh sebuah kerugian besar bagi seseorang yang memiliki amalan melimpah ruah, namun seluruh landasan hukum yang digunakannya ternyata bersumber dari hadits-hadits yang daif (lemah) atau palsu.
Terdapat sebuah kaidah penting dari ulama ahli hadits yang menyatakan:
“Berbicara mengenai kandungan hukum (fikih) suatu hadits merupakan cabang dari pembuktian keabsahan (keshahihan) hadits tersebut.”
Seseorang tidak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk mengkaji kandungan hukum suatu hadits jika pada akhirnya hadits tersebut terbukti berstatus palsu atau lemah sekali.
Selengkapnya: https://rodja.id/5xq | 335 |
| 9 | Faedah singkat disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. dalam cuplikan dari sesi tanya jawab pembahasan Kitab Mukhtashar Shahih Muslim pada Ahad, 30 Agustus 2026 M | 17 Rabiul Awal 1448 H disiarkan RodjaTV dan Radio Rodja 100.1 FM.
Gabung dan subscribe di sosial media RodjaTV:
YouTube (video kajian): / rodjatv
YouTube (live streaming): / menebarcahayasunnah
Facebook: / rodjatvofficial
Instagram: / rodjatv
Twitter: / rodjatv
Website (streaming 24jam): https://rodja.tv
Telegram group: https://t.me/rodjatv
#syaikhalbani #hadits #ahlihadist #ustadzabuyahyabadrusalam | 357 |
| 10 | Ciri hati yang hidup adalah menyukai amal-amal kebaikan dan merasakannya sebagai perhiasan terindah di dalam hati. Pada saat yang sama, ia sangat membenci kekufuran, kefasikan, dan berbagai kemaksiatan yang melanggar ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Kehidupan hati seperti ini memudahkan seseorang melaksanakan kebaikan dan berlomba-lomba dalam ketaatan. Ia juga berusaha menjauhi keburukan karena keburukan itu dibenci dan tidak disukai oleh hatinya.
Inilah hati yang hidup dengan kehidupan yang sesungguhnya. Maka kemampuan perasaan membedakan antara yang benar dan yang salah, kecintaan kepada kebaikan, serta keberpalingan dari keburukan sesuai dengan kadar kehidupan hati yang dimiliki seseorang.
Di dalam Al-Qur’an, Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan bahwa wahyu diturunkan sebagai roh. Sebagaimana roh menghidupkan badan, wahyu menghidupkan hati.
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu roh dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidak mengetahui apakah Kitab itu dan apakah iman itu, tetapi Kami menjadikannya cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sesungguhnya engkau benar-benar membimbing kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura [42]: 52)
Simak selengkapnya: https://rodja.id/601 | 440 |
| 11 | Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membimbing umat agar mendapatkan penjagaan Allah dengan sabdanya,
احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
“Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu.” (HR. Tirmidzi)
Selengkapnya: https://rodja.id/606 | 495 |
| 12 | No text... | 482 |
| 13 | Adapun kegembiraan yang hanya diungkapkan dengan merayakan kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengklaim bahwa itulah bentuk cinta kepada beliau, tidaklah benar. Jika itu baik, tentu beliau sudah menganjurkan kepada umatnya. Jika itu baik, para sahabat pasti menjadi yang pertama melakukannya, karena mereka adalah generasi yang paling mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan paling semangat dalam menjalankan kebaikan.
#faedahsingkat #rodjatv #radiorodja #dakwah #ceramah #maulid | 170 |
| 14 | Penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat terus dilakukan karena banyak masyarakat di sana yang masih membutuhkan.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh tim Rodja Peduli dan DKM Masjid Jami Al-Barkah. Bantuan ini merupakan amanah dari para pemerhati Radio Rodja 100.1 FM / 756AM dan Rodja TV. Jazakumullahu khairan | 641 |
| 15 | No text... | 544 |
| 16 | No text... | 558 |
| 17 | 🔴Al-Burhan min Qasasil Qur'an🔴
Tiga Sifat yang Diberikan Allah Kemenangan
🎙 Pemateri: [LIVE] Ustaz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.
🗓 Senin, 24 Agustus 2026 M | 11 Rabiul Awal 1448 H
⏰ Kajian sedang berlangsung LIVE saat ini
📺 Simak langsung melalui YouTube:
👉https://www.youtube.com/live/a0KJ9ae6sDg?si=RqycTXYF4FGhcEYl
Bisa juga melalul TV digital: Kanal 40 UHF (626 MHz)
📌Mari meraih pahala jariyah dengan bergabung dalam rogram penyebaran dakwah sunnah ini melalui:
Bank Syariah Indonesia
Nomor rekening: 756 1212 001
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur
Jazakumullahu Khairan.
Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat dan keberkahan harta.
📌 Jangan lewatkan kesempatan menyimak kajian hadits yang penuh faedah.
Silakan bergabung sekarang, dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat. | 587 |
| 18 | Larangan Berburuk Sangka terhadap Pemimpin
Upaya berburuk sangka kepada pemimpin serta mencela mereka merupakan tindakan berbahaya yang wajib dijauhi oleh setiap muslim. Mengenai keharusan menjaga lisan dan hati dari prasangka buruk, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarangnya dengan sangat tegas melalui firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian prasangka itu dosa.” (QS. Al-Hujurat[49]: 12)
Ayat tersebut merupakan dalil kuat yang melarang kaum muslimin untuk menaruh prasangka buruk. Sungguh sangat memprihatinkan apabila di tengah masyarakat justru ada pihak-pihak yang menganjurkan dan mengajarkan umat untuk terus memelihara prasangka buruk kepada sesama. Setiap muslim wajib mendahulukan ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada opini manusia yang bertentangan dengan syariat. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan hamba-Nya untuk menjauhi prasangka buruk (su’udzon), perintah tersebut mutlak harus ditaati. Upaya sebagian pihak yang justru mengajarkan dan mendesak umat untuk selalu berburuk sangka terhadap sesama merupakan tindakan menyimpang yang tidak boleh diikuti.
selengkapnya di rodja.id/5z0 | 507 |
| 19 | No text... | 399 |
| 20 | Nikmat keamanan lebih besar dari nikmat rezeki
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 126:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berkata, ‘Wahai Rabb, jadikan negeri ini negeri yang aman (yaitu Mekah) dan berikan rezeki penduduknya.” (QS. Al-Baqarah[2]: 126)
Nabi Ibrahim yang diminta pertama kali adalah aman dulu, kemudian yang kedua Nabi Ibrahim minta supaya penduduknya dikasih rezeki. Maka di sini Nabi Ibrahim mendahulukan keamanan daripada rezeki. Hal ini karena 2 sebab;
(1) karena kalau aman rezeki juga banyak, kalau nggakperang, untuk perputaran perekonomian pun juga mudah. Dengan adanya keamanan petani juga aman, bisa bercocok tanam. Adanya keamanan, orang berdagang juga aman, tidak ada yang merampok, tidak ada yang mengambil. Bayangkan kalau -misalnya- perang, nggak aman, perekonomian bakalan macet, pasti itu. Makanya di sini didahulukan Nabi Ibrahim minta keamanan dulu.
(2) Sebab yang kedua, kalaupun ada rezeki tapi kalau tidak ada keamanan, maka pada waktu itu kita tidak bisa menikmati rezeki. Makanya penting sekali sadaraku untuk kita berusaha menjaga keamanan.
Selengkapnya: https://rodja.id/2jy | 527 |
