en
Feedback
Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)

Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)

Open in Telegram

Arsip Rekaman | Kitab : Ad-Daa' Wad Dawaa' | Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله | Kajian Rabu malam ba'da magrib di Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali

Show more
The country is not specifiedThe category is not specified
1 415
Subscribers
+424 hours
+297 days
+38130 days
Posts Archive
❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Nak, Kembalilah... Jangan paksa ayah dan ibumu menangis, bukan karena kerasnya hidup, tetapi karena melihatmu perlahan meninggalkan jalan Allah. Dulu mereka menggenggam tanganmu menuju masjid, mengantarkanmu ke pesantren, berharap kelak engkau menggenggam tangan mereka menuju surga. Jangan biarkan harapan itu luruh oleh pilihanmu sendiri. Ingatlah putra Nabi Nuh 'alaihis salam. Memiliki ayah seorang nabi tidak mampu menyelamatkannya ketika ia memilih jalan yang salah. ﴿ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ﴾ "Sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang dijanjikan selamat), karena perbuatannya bukanlah perbuatan yang saleh." (QS. Hud: 46) Sebelum penyesalan datang tanpa jalan pulang, kembalilah... Sebab tak ada air mata yang lebih menyiksa daripada air mata orang tua yang menyaksikan anaknya perlahan menjauh dari jalan Allah ta'ala. Nak.. kembalilah.. Kita bertahan di atas Istiqomah, Semoga Kelak kembali berkumpul di Al-Jannah. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 017. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 043 | Tertipu di Pintu Rahmat [3] Ada yang merasa aman karena membaca firman Allah ta'ala: وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ _""Peliharalah diri kalian dari neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir." (QS. Ali 'Imran: 131)__ Lalu ia berkata, "Aku muslim, berarti neraka bukan untukku." Kalau begitu, renungkan pula ayat yang lain. Allah ta'ala berfirman: وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ "Bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali 'Imran: 133) Jika engkau memahami ayat pertama dengan mengatakan, "Neraka hanya untuk orang kafir," maka konsekuensinya engkau juga harus berkata, "Surga hanya untuk orang-orang yang bertakwa." Lalu, di manakah posisi kita? Bukan orang kafir, tetapi juga belum pantas menyandang gelar muttaqin. Ketahuilah, surga memiliki derajat-derajat (الدَّرَجَات), sedangkan neraka memiliki tingkatan-tingkatan ke bawah (الدَّرَكَات). Yang paling bawah adalah tempat orang-orang munafik, sedangkan tingkatan-tingkatan lainnya menjadi tempat azab sesuai kadar kekufuran dan kemaksiatan. Allah ta'ala berfirman: إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ "Sesungguhnya orang-orang munafik berada pada tingkatan neraka yang paling bawah." (QS. An-Nisa': 145) Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa sebagian kaum mukmin yang meninggal membawa dosa besar tanpa taubat berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah menghendaki, Dia mengampuni mereka. Jika Allah menghendaki, Dia mengazab mereka sesuai kadar dosanya, kemudian mengeluarkan mereka dari neraka karena iman yang masih ada pada diri mereka. Rasulullah ﷺ bersabda: يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ "Akan keluar dari neraka orang yang di dalam hatinya terdapat keimanan seberat zarrah." (HR. Tirmidzy) Maka jangan tertipu oleh pemahaman yang sepotong-sepotong. Jangan merasa aman hanya karena menyandang nama muslim, sementara dosa terus ditumpuk dan taubat terus ditunda. Jangan hanya bertanya, "Apakah aku kafir?" Tetapi bertanyalah, "Apakah aku sudah menjadi orang yang bertakwa, yang disediakan baginya surga?" http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Waspada Zona Nyaman Zona nyaman sering kali bukan musuh yang tampak, tetapi jebakan yang paling halus. Ia membuat seseorang merasa telah cukup, padahal langkahnya mulai terhenti. Harta ada, namun tangan enggan berinfak karena terlalu nyaman menikmati dunia. Waktu lapang ada, namun kaki enggan menuju majelis ilmu karena lebih nyaman berjalan-jalan. Tenaga masih kuat, namun enggan berta'awun karena bersantai terasa lebih menyenangkan. Padahal Allah ta'ala telah mengingatkan: ﴿لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ﴾ "Kalian tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai." (QS. Ali 'Imran: 92) Lihatlah Abdullah bin Jahsy radhiyallahu 'anhu. Ia tidak meminta kehidupan yang paling nyaman. Ia justru memohon agar tubuhnya terluka di jalan Allah, agar luka itu menjadi saksi kejujuran cintanya kepada Islam. Terkadang, yang paling membahayakan perjuangan bukanlah beratnya ujian, melainkan nikmat yang membuat kita enggan berkorban. Semoga Allah tidak menjadikan kenyamanan dunia sebagai sebab hati kita enggan melangkah menuju keridaan-Nya. Aamiin. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 016. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Jangan Akhiri Perjuangan Abdullah bin Jahsy radhiyallahu 'anhu pernah memimpin sebuah sariyyah. Karena salah memahami waktu berakhirnya bulan haram, pasukannya menyerang kafilah Quraisy. Kaum muslimin pun mencela mereka, bahkan orang-orang musyrik menjadikannya bahan propaganda untuk menyudutkan Islam. Saat kesalahannya ditegur, Abdullah bin Jahsy tidak sibuk membela diri. Ia tidak meninggalkan jihad, tidak berhenti berhijrah, dan tidak berpaling dari amal saleh. Ia memilih memperbaiki diri, bukan meratapi diri. Hingga Allah ta'ala menurunkan firman-Nya: ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 218) Ada orang yang setelah ditegur memilih menjauh dari jalan Allah. Ada pula yang setelah ditegur justru semakin dekat kepada-Nya. Jangan biarkan satu kesalahan mengubur ribuan amal. Sebab selama engkau terus memperbaiki diri, rahmat Allah selalu lebih luas daripada penyesalanmu. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 015. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa' "Berbaik sangka kepada Allah bukan alasan untuk bermalas dalam ibadah, karena orang yang paling berharap rahmat-Nya adalah yang paling bersungguh-sungguh menaati-Nya." ✨ Pembahasan: Tertipu Oleh Husnuzan [Bag 3] 👤 Bersama: Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله InsyaAllahu ta'ala : 🗓 Rabu, malam ini 🕕 18.07 WIB 📡 Live t.me/taklimnogosari 📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati __"Husnuzan yang benar melahirkan taat, husnuzan yang salah melahirkan maksiat."__

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 042 | Tertipu di Pintu Rahmat [2] Betapa banyak manusia yang tidak berlari menuju rahmat Allah, tetapi justru bersembunyi di baliknya. Mereka berkata dalam diam, "Allah Mahapengampun..." Lalu dosa pun diulang. Maksiat pun dipelihara. Taubat pun ditunda. Seakan-akan kemuliaan Allah adalah alasan untuk terus durhaka. Padahal Allah ta'ala berfirman: ﴿يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ﴾ "Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia?" (QS. Al-Infithār: 6) Ayat ini bukan pembelaan bagi pelaku maksiat, melainkan teguran yang menggetarkan hati. Bukankah nikmat-Nya tak pernah putus? Bukankah karunia-Nya terus mengalir? Lalu mengapa semua itu dibalas dengan pembangkangan? Sesungguhnya, yang memperdayakan bukanlah kemuliaan Allah, melainkan setan yang menghias dosa dan hawa nafsu yang tak pernah kenyang. Allah ta'ala berfirman: ﴿إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي﴾ "Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali yang diberi rahmat oleh Rabbku." (QS. Yūsuf: 53) Rahmat Allah tidak pernah mengajakmu menunda taubat. Justru karena Allah Mahamulia, Dia memanggilmu untuk kembali. Justru karena Allah Maha Pengampun, Dia membuka pintu taubat sebelum pintu itu tertutup. Jangan tertipu di depan pintu rahmat.. Sebab yang binasa bukanlah mereka yang banyak berdosa, tetapi mereka yang terus berdosa sambil merasa aman dari murka-Nya. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Harapan di Balik Perpisahan Barangkali, yang paling berat dari sebuah pertemuan bukanlah saat saling menyapa, tetapi saat harus saling mengucap, "Sampai jumpa." Perpisahan selalu mengajarkan satu hal, "bahwa setiap yang indah di dunia memang tidak diciptakan untuk selamanya." Namun, jangan biarkan air mata memadamkan cahaya harapan. Sebab Allah ta'ala telah berfirman: ﴿وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا﴾ "Janganlah kalian merasa lemah dan jangan pula bersedih." (QS. Ali 'Imran: 139) Bila pertemuan ini dibangun di atas iman, dihiasi ilmu, dan dipersatukan oleh cinta karena Allah, maka perpisahan hanyalah jarak, bukan akhir. Tetaplah menjaga hidayah, tetaplah menggenggam Sunnah, tetaplah saling mendoakan. Karena boleh jadi, pelukan terakhir kita di dunia akan Allah ganti dengan pertemuan yang lebih indah di Surga. ﴿إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ ۝ فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang penuh kemuliaan di sisi Raja Yang Mahakuasa." (QS. Al-Qamar: 54–55) ┈┉┅━❀━┅┉┈ 014. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Bersiap Lawan Kantuk Ada yang datang dari jauh. Ada yang mengorbankan waktu, harta, tenaga, bahkan meninggalkan keluarga demi duduk di majelis ilmu. Maka sungguh sayang... Jika perjalanan yang begitu panjang akhirnya dikalahkan oleh kantuk beberapa menit. Padahal, boleh jadi pada saat itulah Allah sedang membukakan satu ayat yang melembutkan hatimu, satu hadits yang mengubah hidupmu, atau satu faedah yang menjadi sebab keselamatanmu di dunia dan akhirat. Allah Ta'ala berfirman: ﴿إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُۥ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى ٱلسَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ﴾ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang mempunyai hati, atau yang mencurahkan pendengarannya, sedang ia benar-benar hadir." (QS. Qāf: 37) Agar hati tetap hadir, siapkanlah sebuah buku catatan. Tidak perlu menulis setiap kalimat. Cukup ikat ayat-ayat Allah, hadits-hadits Rasulullah ﷺ, dan faedah-faedah penting secara ringkas. Lalu, rapikan dan lengkapi kembali catatan itu di waktu senggang. Insya Allah, tangan yang menulis akan membantu mata tetap terjaga, pikiran tetap mengikuti, dan hati lebih mudah mengikat ilmu. Jangan biarkan perjalananmu hanya berakhir dengan rasa lelah. Pulanglah membawa ilmu, membawa cahaya, dan membawa hati yang lebih dekat kepada Allah. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 013. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Takjub Bukan Dalil Betapa mudah hati ini tertipu... Ada yang menyangka jasad yang tetap utuh adalah tanda pasti kemuliaan. Padahal para sahabat Rasulullah ﷺ manusia terbaik setelah para nabi telah kembali menyatu dengan tanah. Karena kemuliaan bukanlah apa yang sanggup dipandang mata, tetapi apa yang Allah saksikan di dalam dada. Allah ta'ala berfirman: ﴿إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ﴾ "Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kalian." (QS. Al-Ḥujurāt: 13) Ada pula yang mengira setiap negeri yang mengangkat nama Islam pasti berada di atas kebenaran. Padahal kebenaran tidak pernah diukur oleh slogan yang lantang, bendera yang berkibar, kekuatan yang menggetarkan, atau banyaknya pengikut yang berbaris. Kebenaran hanya diukur dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Allah mengingatkan: ﴿وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ﴾ "Jika engkau mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (QS. Al-An‘ām: 116) Lalu renungkanlah... Jika hari ini kita masih mudah terpukau oleh apa yang tampak menakjubkan, dan mudah percaya kepada suara yang terdengar meyakinkan... Bagaimana kelak ketika Dajjal datang? Rasulullah ﷺ bersabda: مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ "Sejak Allah menciptakan Adam hingga Hari Kiamat, tidak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal." (HR. Muslim) Ia datang membawa keajaiban yang membungkam akal, memukau mata, dan menyesatkan hati. Karena itu, jangan biasakan hati tunduk kepada sesuatu yang mengagumkan. Biasakanlah ia tunduk kepada dalil. Bukankah hari ini kita telah melihat betapa mudahnya manusia tertipu? Pada sebungkus rokok tertulis dengan jelas: "Merokok membunuhmu." Peringatannya nyata. Tulisannya terbaca. Bahayanya terbukti. Namun betapa banyak yang tetap mengisapnya, seolah-olah kalimat itu hanyalah hiasan tinta yang tak bermakna. Jika peringatan yang begitu jelas saja masih sanggup dikalahkan oleh hawa nafsu... Lalu bagaimana ketika Dajjal datang membawa fitnah yang dihiasi keajaiban, diperkuat oleh tipu daya, dan dibungkus dengan sesuatu yang membuat manusia berdecak kagum? Maka jangan pernah mengukur kebenaran dengan rasa takjub. Sebab mata bisa terpukau. Akal bisa terpedaya. Perasaan bisa terpesona. Tetapi dalil... tidak pernah menipu orang yang benar-benar ingin mencari hidayah. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 012. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 041 | Tertipu di Pintu Rahmat Betapa banyak yang berlindung di balik firman Allah: > ﴿إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا﴾ "Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." (QS. Az-Zumar: 53) Lalu mereka berkata, "Allah pasti mengampuniku," sementara maksiat tak pernah ditinggalkan. Padahal ayat ini bukan pelindung bagi orang yang menetap dalam dosa, tetapi panggilan bagi orang yang ingin kembali kepada-Nya. Buktinya, Allah melanjutkan firman-Nya: > ﴿وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ﴾ "Kembalilah kepada Rabb kalian dan berserah dirilah kepada-Nya." (QS. Az-Zumar: 54) Rahmat Allah memang tak berbatas, tetapi jalan menuju rahmat itu adalah taubat. Jangan sampai kita tertipu di pintu rahmat, mengagumi luasnya ampunan Allah, namun enggan melangkah menuju-Nya. Ketahuilah Setan tak selalu membuatmu putus asa dari dosa, terkadang ia membuatmu terlalu percaya diri terhadap ampunan-Nya, hingga lupa bertaubat dengan sebenarnya." http://t.me/Terapi_PenyakitHati

📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa' "Husnuzan bukan sekadar indahnya harapan, tetapi sungguhnya perjuangan." ✨ Pembahasan: Tertipu Oleh Husnuzan [Bag 2] 👤 Bersama: Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله InsyaAllahu ta'ala : 🗓 Rabu, malam ini 🕕 18.07 WIB 📡 Live t.me/taklimnogosari 📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati "Husnuzan bukan sekadar menunggu rahmat, tetapi menjemputnya dengan taat"

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Mereka, Harapan Terakhir Saat tubuh telah terbujur kaku, saat lisan tak lagi mampu beristighfar, saat amal telah terputus, saat semua benar-benar selesai. Lalu... masih adakah harapan? Iya, Masih ada mereka... Orang-orang yang memurnikan tauhid kepada Allah, yang berdiri di belakang jenazah kita, lalu mengangkat tangan memohon ampunan. Merekalah harapan terakhir yang masih bisa mengetuk pintu langit. Rasulullah ﷺ bersabda: «مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ، فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ» "Tidaklah seorang muslim meninggal, lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah sedikit pun, melainkan Allah menerima syafaat mereka untuknya." (HR. Muslim) Saat jasad tinggal menunggu diturunkan ke liang lahad, ternyata Allah masih membukakan satu pintu harapan, yaitu doa dari empat puluh ahli tauhid yang tidak menyekutukan-Nya sedikit pun. Karena itu, jangan pernah bosan belajar tauhid, mengamalkan tauhid, menyebarkan dakwah tauhid, dan membersamai ahli tauhid. Bisa jadi, pada hari semua orang hanya mampu mengantar jasad kita, merekalah yang mengantar ruh kita dengan doa-doa yang Allah kabulkan. Di dunia mereka adalah saudara seperjuangan, di tepi liang lahad merekalah harapan terakhir. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 011. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Sehidup, seSurga Coba renungkan Firman Allah ta'ala: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً "Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan padanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang." (QS. Ar-Rum: 21) Pernikahan bukan tentang siapa yang paling sempurna, tetapi siapa yang paling sabar menggenggam tangan pasangannya menuju surga. Jika hari ini ia belum mampu membahagiakanmu dengan kata-kata, mungkin ia sedang berjuang membahagiakanmu dengan doa. Jika ia belum sempat menghadiahimu bunga, bisa jadi ia sedang memeras keringat agar dapur tetap menyala. Maka jangan biarkan ego lebih lantang daripada cinta. Sebab, pelukan yang lahir setelah saling memaafkan sering kali lebih hangat daripada seribu kata "aku mencintaimu." Bukankah tujuan kita tak sekadar menua bersama, tetapi berjalan berdampingan hingga Allah mempertemukan kita kembali di Surga?!. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 010. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Aku Lebih Baik.. Dari kalimat inilah ujub lahir. Seseorang mulai mengagumi dirinya sendiri, merasa lebih mulia, lebih berjasa.. Ujub bersemayam di dalam hati, namun sering kali tanpa disadari ia keluar melalui lisan. Sebagaimana ujub Iblis tampak melalui ucapannya: ﴿ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ﴾ "Aku lebih baik darinya." (QS. Al-A'raf: 12) Satu kalimat.. namun menjadi sebab kekal dalam laknat. Hari ini, kalimat itu tidak hilang. Ia hanya berganti bentuk. Seorang suami berkata, "Kalau bukan karena aku, istriku tidak akan menjadi wanita sebaik ini." Lalu ia lupa, yang membolak-balikkan hati hanyalah Allah. Seorang istri berkata, "Tidak ada yang lebih banyak berkorban di rumah ini selain aku." Lalu ia mulai mengecilkan setiap lelah dan perjuangan suaminya. Padahal Allah ta'ala berfirman: ﴿ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى ﴾ "Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci. Allah-lah yang paling mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa." (QS. An-Najm: 32) Maka setiap kali hati berbisik, "Aku lebih baik...", segera patahkan dengan, "Ya Allah, semua ini karena karunia-Mu." ┈┉┅━❀━┅┉┈ 009. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Menanti Sang Fajar Ketika hidup terasa sempit, jangan hanya menghitung apa yang telah hilang darimu. Lihatlah apa yang masih Allah titipkan kepadamu. Masih ada hati untuk berharap. Masih ada tangan untuk berdoa. Masih ada kesempatan untuk berbuat baik. Jangan takut memberi ketika keadaan sedang sulit. Sebab sering kali, jalan keluar bukan datang dari apa yang kita genggam erat, melainkan dari apa yang kita lepaskan karena Allah. Allah Ta'ala berfirman: وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ "Apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya." (QS. Saba': 39) Mungkin masalahmu belum selesai hari ini. Namun siapa yang tahu, pertolongan Allah sedang berjalan menuju hidupmu melalui sedekah yang engkau berikan. Ketahuilah, fajar tidak tampak indah tanpa malam yang paling pekat. Demikian pula, pertolongan Allah sering kali datang setelah ujian mencapai puncaknya. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 008. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Syarat Penghapus Dosa Betapa banyak orang mengejar pahala penghapus dosa, namun tetap memeluk dosa yang enggan ia lepaskan. Padahal Allah ta'ala berfirman: ﴿ إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ ﴾ "Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian." (QS. An-Nisā': 31) Bagaimana mungkin seseorang berharap dosanya dihapus oleh shalat, sementara ia terus memakan riba? Bagaimana mungkin ia berharap puasa menggugurkan dosa-dosanya, sementara lisannya masih melukai kehormatan kaum muslimin? Bukankah Allah mensyaratkan dijauhinya dosa-dosa besar agar dosa-dosa kecil dihapuskan? Sungguh aneh, orang yang bergembira dengan air yang membersihkan tubuhnya, namun ia kembali memeluk lumpur yang dahulu mengotorinya. Sungguh, amalan-amalan penghapus dosa bukanlah perlindungan untuk terus bermaksiat, melainkan rahmat Allah bagi hamba yang berusaha meninggalkan dosa dan kembali kepada-Nya. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 007. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 040 | Tertipu Oleh Sosok Ada yang menangis ketika kehilangan seorang manusia, namun tidak pernah menangis karena kehilangan ridha Rabb-nya. Ia merasa aman dengan dosanya, karena bersandar kepada nama, keturunan, atau kedudukan seseorang. Padahal pada hari itu, nasab akan terputus, gelar akan gugur, dan setiap jiwa datang membawa amalnya sendiri. Allah ta'ala berfirman: ﴿ فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ ﴾ "Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi hubungan nasab di antara mereka pada hari itu." (QS. Al-Mu’minun: 101) Betapa miripnya dengan seorang musafir yang menggenggam erat alamat penunjuk jalan, lalu mengira alamat itu akan mengantarkannya ke tujuan, padahal ia tidak pernah berangkat. Sungguh, yang menyelamatkan bukanlah siapa yang engkau kenal, tetapi bagaimana engkau mengenal Allah dan menaati-Nya. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 039 | Tertipu Oleh Takdir "Aku hanyalah wayang..." Betapa banyak dosa lahir dari kalimat yang tampak pasrah ini. Saat maksiat dilakukan, takdir dijadikan pembela. Padahal ketika lapar ia tidak berkata, "Jika Allah mentakdirkan aku kenyang, aku akan kenyang." Dia mencari makanan. Ketika sakit ia tidak berkata, "Jika Allah mentakdirkan aku sembuh, aku akan sembuh." Dia mencari obat. Ketika miskin ia tidak berkata, "Jika Allah mentakdirkan aku kaya, aku akan kaya." Dia bekerja siang dan malam. Mengapa dalam urusan dunia ia berlari, namun dalam urusan akhirat ia bersembunyi di balik takdir? Allah ta'ala berfirman: ﴿ سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا ﴾ "Orang-orang musyrik akan berkata: 'Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan berbuat syirik.'" (QS. Al-An‘ām: 148) Jangan salahkan takdir atas jalan yang engkau pilih sendiri. Karena takdir Allah tidak pernah memaksamu bermaksiat, sebagaimana takdir-Nya tidak menghalangimu untuk bertaubat. Dan sungguh, penyesalan penghuni neraka bukanlah karena mereka tidak mengetahui jalan, tetapi karena mereka enggan menempuhnya. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Mencari "Kambing Hitam" Ada orang yang mudah menangis karena dosanya. Namun ada pula yang lebih sibuk mencari siapa yang bisa disalahkan. Ketika lisannya melukai, ia menyalahkan emosi. Ketika langkahnya menyimpang, ia menyalahkan keadaan. Ketika hatinya jauh dari Allah, ia menyalahkan lingkungan. Padahal yang paling sulit dalam hidup ini bukanlah memperbaiki kesalahan, melainkan mengakui bahwa kesalahan itu memang berasal dari diri kita. Lihatlah Adam 'alaihis salam. Beliau tidak berkata, "Iblis yang menyesatkanku." Beliau justru berdoa: "رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ" "Ya Rabb kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf: 23) Lihatlah Yunus 'alaihis salam. Di dalam gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan, beliau tidak mencari kambing hitam. Beliau berkata: "لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ" "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya': 87) Lalu lihatlah Iblis. Ketika ia bermaksiat, ia tidak berkata, "Aku yang salah." Ia justru berkata: "فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ" "Karena Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus." (QS. Al-A'raf: 16) Adam berkata: "Kami telah menzhalimi diri kami." Yunus berkata: "Aku termasuk orang-orang yang zalim." Sedangkan Iblis berkata: "Engkau yang menyebabkan aku tersesat." Begitulah perbedaan antara hati yang ingin bertaubat dan hati yang dikuasai kesombongan. Yang satu mengakui dosanya lalu diangkat derajatnya. Yang satu mencari kambing hitam lalu dilaknat selamanya. Maka berhati-hatilah... Sebab terkadang dosa bukanlah yang paling membinasakan. Yang lebih membinasakan adalah ketidakmauan mengakui bahwa dosa itu berasal dari diri kita sendiri. "Adam jatuh lalu mengakui. Iblis jatuh lalu menyalahkan. Dari situlah jalan keduanya berbeda untuk selamanya." Adam jatuh lalu mengaku, Iblis jatuh lalu menuduh. Sama-sama terjatuh dalam dosa, Lahirlah dua jalan yang berbeda. Lalu kita dijalan yang mana? ┈┉┅━❀━┅┉┈ 006. Dari Hati Ke Hati http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 039 | Tertipu Oleh Harapan Ada harapan yang menumbuhkan air mata taubat, dan ada harapan yang membuat seseorang nyaman dalam maksiat. Betapa banyak orang berkata, "Allah Maha Pengampun." Lalu ia menjadikannya alasan untuk terus bermaksiat. Seandainya ia benar-benar mengenal Rabb yang Maha Pengampun itu, niscaya ia akan lebih malu untuk durhaka kepada-Nya. Harapan tanpa taubat hanyalah mimpi yang dibungkus angan-angan. Seperti seorang petani yang menunggu musim panen, tetapi tak pernah menanam benih, tak pernah menyiram, dan tak pernah merawat tanahnya. Allah berfirman: ﴿ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ ﴾ "Sesungguhnya rahmat Allah dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-A‘raf: 56) Jangan tertipu oleh luasnya rahmat Allah hingga meremehkan dosa. Rahmat-Nya memang luas, namun yang meraihnya adalah mereka yang datang dengan hati yang menyesal, lisan yang beristighfar, dan langkah yang berjuang meninggalkan maksiat. Sebab orang yang paling mengenal luasnya rahmat Allah adalah orang yang paling takut kehilangan rahmat itu. http://t.me/Terapi_PenyakitHati